cover
Contact Name
Joseph Christ Santo
Contact Email
jurnal@sttberitahidup.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@sttberitahidup.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teologi Berita Hidup
ISSN : 26564904     EISSN : 26545691     DOI : https://doi.org/10.38189
Jurnal Teologi Berita Hidup merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan kepemimpinan dan pelayanan Kristiani, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup Surakarta. Focus dan Scope penelitian Jurnal Teologi Berita Hidup adalah: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Pastoral, Etika Pelayanan Kontemporer, Kepemimpinan Kristen, Pendidikan Agama Kristen.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Penerapan Asas Keadilan Hukum (Gerectigheit) Pada Tindak Pidana Penodaan Agama dari Perspektif Kristiani John Abraham Christiaan
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.356

Abstract

The idea of this writing sets off from the discovery of the unbalanced application of the principle of justice in the case of blasphemy, where the application of the principle of justice is not based on pure legal norms. In the application of the principle of justice, it is still more influenced by the pressures of masses. With the pressure of masses, it should be used as a case example in this study. The law applied is a positive law that applies in Indonesia which is applied to anyone who violates the law. The method used in this study is a comparative study between legal research and religious research to find the sense of justice according to state law and Christian law, with the case studies of Kace and Waloni.  From the case study, it shows that the justice in Indonesia is tilted and very unbalanced. Cases of blasphemy are still completely influenced by the unbalanced application of the principle of justice. In seeking the justice of the state, Christians must stick to the Bible and Christ as the just judge. The unjust treatment and the insistence of the masses that required Pilate to impose a death sentence on the Lord Jesus is sufficient evidence that Christians with faith must be wise in their response to the laws of the state. AbstrakIde penulisan ini berangkat dari ditemukannya penerapan asas keadilan yang tidak berimbang dalam hal kasus penodaan agama, di mana penerapan asas keadilan tidak berdasarkan kepada norma hukum murni. Dalam penerapan asas keadilan masih lebih dipengaruhi oleh adanya tekanan masa. Dengan adanya tekanan masa, maka patut dijadikan sebagai contoh kasus dalam penelitian ini. Hukum yang diterapkan adalah hukum positif yang berlaku di Indonesia yang diberlakukan kepada barang siapa saja yang melakukan pelanggaran hukum. Metode yang yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi komparasi antara penelitian hukum dan  penelitian agama untuk menemukan rasa adil menurut hukum negara dan hukum Kristen,  dengan studi kasus Kace dan Waloni.  Dari studi kasus tersebut, menunjukan miringnya neraca hukum Indonesia yang sangat tidak berimbang. Kasus penodaan agama masih benar-benar dipengaruhi oleh penerapan asas keadilan yang tidak berimbang. Dalam mencari keadilan negara, umat Kristiani harus tetap berpatokan pada Alkitab dan Kristus sebagai hakim yang adil. Perlakuan tidak adil dan desakan masa yang mengharuskan Pilatus menjatuhkan vonis mati kepada Tuhan Yesus, sudah cukup bukti bahwa umat Kristiani dengan iman harus arif dalam menyikapi hukum negara. Kata Kunci: “Keadilan, Hukum, Pidana, Agama, Kristen”
Persekutuan Doa sebagai Ruang Pemuridan: Implikasi Teologis Matius 28:18-20 Albertina Nomay Baramuli Kaunang; Yogi Tjiptosari
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.359

Abstract

Amanat Agung merupakan sebuah kata kunci dalam kegiatan misi, yang diartikulasikan dari nas yang sangat populer Matius 28:19-20; sekalipun judul perikop tidak memuat diksi itu. Namun demikian, spirit “menjadikan segala bangsa murid Kristus” seolah meninggalkan jejak “menjadikan Kristen” atau yang lebih populer dengan stigma kristenisasi, sehingga mengakibatkan ekses sentimen agama. Ada perbedaan sikap yang muncul, yakni dengan tetap melakukan penginjilan dengan semangat menobatkan sebagai inti pesan amanat agung seperti yang telah dilakukan dari masa ke masa, atau merekonstruksi misi di era sekarang dengan memaknai ulang narasi teks Matius 28:19-20 tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan sebuah pemaknaan teks “amanat agung” sebagai tindakan pemuridan yang dapat dilakukan di persekutuan doa. Dengan menggunakan metode tafsir konstruktif melalui pembacaan ulang nas Matius 28:19-20, maka didapatkan bahwa pesan inti dari “amanat agung” tersebut adalah tentang pemuridan, yang dapat dilakukan di mana saja dan kepada siapa saja. Kesimpulannya, pemuridan yang merupakan prinsip amanat agung dapat dilakukan di persekutan-persekutuan doa, selain gereja.
Signifikansi Studi Biblika Kontekstual dalam Kehidupan Iman Kristen di Era Disruptif Jefri Andri Saputra; Sanda Sanda; Asari Asari; Yiska Leban; Yunira Yanti
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.143

Abstract

Biblical's study is an urgent need to bridge the context of the scriptures and the context of the church today. This issue is difficult when the church faces a disruptive era. This era creates a lot of irrelevance and requires constant change. Through a descriptive approach, the writer reviewed the significance of the biblical -contextual study in the disruptive era. At the end of this article, the author found that the biblical-contextual study could serve as a guide in responding to the disruptions of information particularly theological issues, formulating Christian ethical concepts, and anthropological adaptation. The author hope that this article will encourage church people to study the bible in the disruptive era.
Pembinaan Profesional Guru Pendidikan Agama Kristen Melalui Supervisi Klinis Sanasintani Sanasintani
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.223

Abstract

There are several factors that encourage the development of clinical supervision for teachers. The factors are supervisors only conduct teacher evaluations, implementation is not centered on teacher needs, general and abstract teacher ability assessment tools, feedback provided in the form of directions, instructions, instructions and does not touch on the problems faced by teachers. Clinical supervision is a service and assistance to teachers with a personal human approach so that teachers can find themselves and be able to improve learning. The purpose of this research is to describe the professional coaching of Christian Education teachers through clinical supervision at Citra Bangsa Christian High School Kupang. The research method used is qualitative with descriptive. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques through data reduction, data presentation and conclusion/verification. The results showed that the professional coaching of Christian Education teachers through clinical supervision at Citra Bangsa Christian High School Kupang is a supervisory activity carried out by supervisors, principals / deputy principals of curriculum by means of individual techniques, classroom observations, and private conversations with Christian Education teachers. This is done through the stages of planning, implementation, monitoring, and evaluation. Then, the obstacles faced in the professional coaching of Christian Education teachers through Clinical Supervision at Citra Bangsa Kupang Christian High School include: lack of clinical supervision time, teachers are less prepared and disturbed because they are not used to clinical supervision, assessment of Christian Education teachers only formatively, in the process of teaching and learning some teachers have not used media tools, and teachers are limited in the ability to develop social media.Ada beberapa faktor yang mendorong dikembangkannya supervisi klinis bagi guru-guru. Faktor tersebut yaitu supervisor hanya melakukan evaluasi guru, pelaksanaan tidak berpusat pada kebutuhan guru, alat penilaian kemampuan guru umum dan abstrak, umpan balik yang diberikan berupa arahan, petunjuk, instruksi dan tidak menyentuh masalah yang dihadapi guru. Supervisi klinis merupakan layanan dan bantuan kepada guru dengan pendekatan manusiawi secara personal agar guru dapat menemukan dirinya sendiri dan mampu meningkatkan pembelajaran lebih baik. Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan pembinaan profesional guru Pendidikan Agama Kristen melalui supervisi klinis di SMA Kristen Citra Bangsa Kupang. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan profesional guru Pendidikan Agama Kristen melalui supervisi klinis di SMA Kristen Citra Bangsa Kupang merupakan sebuah kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh Pengawas, kepala sekolah/wakil kepala sekolah bidang Kurikulum dengan cara teknik perorangan, observasi kelas, dan percakapan pribadi terhadap guru Pendidikan Agama Kristen. Hal ini dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, serta evaluasi. Kemudian, hambatan yang dihadapi dalam pembinaan profesional guru Pendidikan Agama Kristen melalui Supervisi Klinis di SMA Kristen Citra Bangsa Kupang antara lain: kurangnya waktu supervisi klinis, guru kurang siap dan terganggu karena belum terbiasa disupervisi klinis, penilaian guru Pendidikan Agama Kristen hanya secara formatif saja, dalam proses belajar mengajar sebagian guru belum memakai alat media, serta guru terbatas kemampuan dalam mengembangkan bahan ajar.
PAK yang Responsif dan Antisipatif Terhadap Kejahatan Seksual Online Pada Remaja Gizela Meylan Kalew; Valentino Reykliv Mokalu; Mick Mordekhai Sopacoly
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.252

Abstract

Kejahatan seksual kini menjadi urgensi di Indonesia karena mengalami peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Dari orang dewasa sampai kepada anak-anak menjadi objek dan korban dari para predator seks. Namun, penggunaan platform digital di era ini memunculkan varian baru kejahatan seksual dalam realitas virtual. Kaum Remaja yang sangat dekat dengan budaya digital sangat rentan menjadi korban kejahatan dan kekerasan seksual. Berdasarkan hal tersebut, maka berbagai upaya dari seluruh stakeholder secara khusus Pendidikan Agama Kristen (PAK) menjadi sangat penting untuk dilakukan. PAK tidak boleh terkurung dalam kurikulum di atas tumpukan kertas yang berfokus pada doktrinasi dan pemeliharaan iman secara pribadi. PAK harus menekankan pada nilai-nilai kasih, keadilan, hospitalitas, solidaritas, perdamaian, dan kesetaraan pada kehidupan nyata secara khusus pada Remaja. PAK harus responsif dengan memberikan upaya-upaya terhadap realita-realita sosial kemasyarakatan sekaligus antisipatif sehingga meminimalkan terjadinya kasus-kasus kejahatan seksual online di masa depan. Karena itu, PAK harus menjadi pionir terdepan dalam menyikapi dan menyelesaikan permasalahan kejahatan seksual online terhadap para Remaja sebagai generasi penerus bangsa.
Sumbangan Teologi Penciptaan Kristiani Dalam Ensiklik Laudato-Si Artikel 62-75 Bagi Persoalan Ekologis Mathias Jebaru Adon; FX Armada Riyanto; Pius Pandor
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.224

Abstract

This study aims to explain the concept of creation theology according to the Catholic Church's view as stated in the Encyclical Laudato-Si articles 62-75. This is motivated by the complexity of ecological problems with various causes. So the solution is not only from one way of interpreting and changing reality. It is also necessary to ask for help from various cultural treasures of the nation, especially religion if you want to develop a complete ecology. In this regard, the Catholic Church as a religious institution is very open to dialogue with philosophical thought and the scientific sciences, and this has enabled the Church to produce various syntheses between faith and reason. This research uses the method of literature study and critical reading of the creation story in the Book of Genesis. This research finds that the Catholic Church based on the Bible from the beginning has a solid view of the concept of creation that humans are called to care for and preserve the created nature. Pope Francis emphasized this in his encyclical Laudato-Si articles 62-75. Therefore, the task of caring for the created world is the call and duty of the Christian faith. By realizing this the complexity of environmental problems can be overcome.
Pergeseran Nilai dalam Pola Pelayanan Ibadah Raya di Gereja Akibat Pandemi Covid-19 Jakson Sespa Toisuta
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.109

Abstract

Keadaan dunia tidak sama lagi seperti sebelum munculnya pandemi Covid-19. Virus yang begitu cepat penyebarannya dan dapat menyebabkan kematian pada manusia menjadi momok yang menakutkan bagi seisi dunia, yang akhirnya membuat seluruh dunia harus melakukan pembatasan pergerakan sosial secara massal untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Hal ini akhirnya memberi dampak yang kurang baik bagi gereja dan pelayanannya. Gereja harus ditutup dan pemerintah menganjurkan untuk beribadah di rumah saja. Beberapa waktu kemudian setelah ditemukannya vaksin pencegahan Covid-19 ini, akhirnya gereja diperbolehkan dibuka kembali untuk umat Tuhan bisa beribadah kembali di gereja. Namun di dalam masa pandemi ini, pelaksanaan kegiatan ibadah raya di gereja telah mengalami perubahan-perubahan yang signifikan dalam pola pelayanan ibadah raya tersebut. Berdasarkan hal itu, kemudian dilakukanlah penelitian  ini  dengan menggunakan  metode  kualitatif deskriptif dengan  pendekatan studi  pustaka untuk mengkaji, memaparkan secara empiris dan teologis mengenai pergeseran nilai dalam pola pelayanan ibadah raya di gereja, yang terjadi akibat dampak pandemi covid-19. Sumber data diperoleh dari observasi di lapangan, di mana penulis bertindak sebagai observasi partisipan. Data sekunder bersumber dari Alkitab, buku referensi dan jurnal ilmiah. Data yang diperoleh dideskripsikan, kemudian di-display, lalu membuat kesimpulan. Hasil yang diperoleh adalah pola pelayanan di ibadah raya telah mengalami perubahan yang signifikan, dari persiapan ibadah, pelaksanaan ibadah, bahkan sampai selesainya ibadah raya, pola pelayanannya telah mengalami pergeseran nilai akibat pandemi Covid-19.
Etika Berpakaian bagi Kaum Perempuan Dalam Ibadah Menurut I Timotius 2:9-10 dan Aplikasinya Masa Kini Asni Darmayanti Duha
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 2, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v2i2.32

Abstract

Abstract: Ethics are important things in human life, and clothing is a human need that cannot be ignored. Dress ethics shows the character of life and a good way of life in the midst of an increasingly secular and uncontralized world. Of course Christians cannot be influenced by the development of the times. Christians must live according to the truth of God's Word. Good and polite dress ethics are the wealth and glory of women. In worship there are many ways to dress that are not polite. A woman who is good and takes care of her honor keeps her dress code. In this case, the writer uses the method of literature and ecegesis based on the text which becomes the author's reference to reveal the truth about dressing.Abstrak: Etika merupakan hal penting di dalam kehidupan manusia, dan pakaian adalah kebutuhan manusia yang tidak bisa diabaikan. Etika berpakaian menunjukkan karakter hidup dan cara hidup yang baik di tengah dunia yang semakin sekular dan tidak terkontral ini. Tentu orang Kristen tidak dapat terpengaruh dengan perkembangan zaman yang ada. Orang Kristen harus hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Etika berpakain yang baik dan sopan merupakan harta dan kemuliaan perempuan. Dalam kebaktian ada banyak cara berpakaian yang tidak sopan. Perempuan yang baik dan menjaga kehormatannya menjaga etika berpakaiannya. Dalam hal ini, penulis menggunakan metode kepustakaan dan ekegesis berdasarkan nas yang menjadi acuan penulis untuk mengungkapkan kebenaran tentang berpakaian.  
Perananan Dianoia di dalam Kekudusan Ditinjau dari 1 Petrus 1:13-16 Sozania Zega; Hendi Hendi
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v3i2.85

Abstract

Holiness is a familiar topic for Christians, of course. Even among believers today, churches usually emphasize holiness only in terms of morals, ethics, and good works. So it is not surprising that behind what appears on the outside, often the life of a believer hides heinous sins. Even the lives of servants of God, pastors, and church leaders are not immune from hidden corruption. A priest who is 50 years old, can molest a minor for years without being caught. This was even done under the guise of being a servant of God where the victim at that time became a student or child under the suspect's supervision. Seeing the reality of life like this, the writer believes that holiness cannot be seen as merely an external morality, but there is something deeper at play in it. Previous literature has attempted to explain what holiness is. This research tries to find the importance of διανοία in holiness by using the exegetical method, namely the interpretation of the verse by verse on the letter of 1 Peter 1: 13-16. By seeing the existence of διανοία (mind) which mainly contributes to holiness which then transforms one's actions to become holy. So the author took the wrong example of the text in 1 Peter 1: 13-16. The author analyzes the text and produces four points: first, διανοίας fully hopes on the grace of God. second, tighten διανοίας. Third, διανοίας is not indulgent. Fourth, Result of διανοίας. From the four points, the writer will explain how important διανοίας is in holiness.
Sistem Ladang Gilir Balik Sebagai Ekoteologi Masyarakat Dayak Sterra Helena Mathilda; Binsar Jonathan Pakpahan; Sandro Hasoloan Tobing
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 4, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v4i1.150

Abstract

Makalah ini bermaksud untuk membangun sebuah ekoteologi dari sistem ladang gilir balik (ladang berpindah) masyarakat Dayak. Sistem ladang gilir balik adalah teknik menanam padi yang memerhatikan faktor berikut: memilih lahan, menebas, menebang, membakar, menugal, hingga menuai. Sebagai aktivitas pertanian, sistem ladang gilir balik sering disalahpahami oleh pemerintah dan masyarakat modern sebagai sebuah aktivitas yang merusak lingkungan. Tetapi, melalui metode kualitatif deskriptif, dibantu dengan analisis Robert P. Borrong dan Daniel P. Scheid, penelitian ini menemukan bahwa sistem ladang gilir balik adalah sebuah kearifan lokal yang bisa digunakan untuk membangun sebuah teologi yang berdasar kepada kepedulian ekologi. Borrong memberikan fokus penting pada isu ekoteologi kontekstual, dan Scheid menggunakan dialog kosmologis sebagai sebuah pola pikir hidup bersama antarciptaan, baik antara manusia dan nonmanusia. Ladang gilir balik adalah narasi kehidupan masyarakat Dayak peladang di Kalimantan untuk memaknai relasi antarciptaan. Sebuah ekoteologi kontekstual yang menghargai alam sangat diperlukan tengah krisis ekologi. Pendekatan ekoteologi kristiani akan memperlihatkan bahwa narasi masyarakat lokal di Indonesia memiliki nilai penghargaan akan alam.

Page 11 of 32 | Total Record : 313