cover
Contact Name
Lia Cundari
Contact Email
liacundari@ft.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_tekim@unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08530963     EISSN : 27214885     DOI : -
Jurnal Teknik Kimia merupakan publikasi tulisan ilmiah hasil riset dan pengalaman lapangan di bidang Teknik Kimia, mulai dari prinsip dasar atau fundamental sampai pada penerapan/aplikasinya di industri. Jurnal Teknik Kimia dalam versi cetak telah diterbitkan sejak tahun 1996. Jurnal Teknik Kimia juga diterbitkan dalam versi on line mulai tahun 2013. Pada versi on line dapat diakses publikasi di Jurnal Teknik Kimia sejak tahun 2008 sampai sekarang.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
Pengaruh waktu pemeliharaan (cleaning) terhadap kinerja cooler pada unit penyulingan minyak mentah Habil Majid Wirawan; Friskha Hanifah Sakinah; Lia Cundari
Jurnal Teknik Kimia Vol 25 No 2 (2019): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v25i2.28

Abstract

Minyak bumi merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia sehingga proses refinery dalam industri perminyakan memiliki peran yang sangat penting. Hal tersebut dikarenakan proses refinery berperan dalam penyediaan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan negara dari berbagai aspek kehidupan mulai dari kebutuhan konsumsi masyarakat maupun industri lainnya. Crude distiller merupakan unit proses primer yang berfungsi memisahkan minyak mentah menjadi fraksi-fraksinya secara penyulingan atau distilasi biasa pada tekanan atmosfer.Bahan baku yang diolah di crude distiller II adalah crude oil dari SPD, Jene, Tap, dan Ramba serta crude oil ex kapal dari Ketapa, Duri, dan SLC akan membentuk produk gas, crude buthane, naphta, SR tops, LCT, LKD, dan residu. Cooler yang digunakan pada Crude Distiller Unit II (CDU II) perusahaan minyak dan gas merupakan panas yang ditukar dengan tipe tube and shell. Tingkat kekotoran dari fluida yang digunakan pada cooler lama kelamaan akan menghambat kinerja cooler dan menyebabkan cooler harus dibersihkan dalam kurun waktu tertentu maka kinerja cooler dalam mentransfer panas dapat maksimal dan menaikkan efisiensi alat. Penurunan kinerja cooler tersebut dikarenakan nilai fouling factor dan tipe air pendingin yang digunakan tidaklah sesuai. Pada artikel ini akan dibahas dan dibandingkan factor-faktor menjadi faktor penyebab rendahnya kinerja cooler untuk mendapatkan waktu operasi cooler yang optimal. Dengan menggunakan perbandingan data aktual dengan desain maka didapatkan jadwal cleaning39 bulan atau 3,25 tahun terhitung sejak tahap pemeliharaan sebelumnya yang berarti bahwa cooler yang digunakan masih dalam kondisi yang baik dan mampu bekerja secara optimal.
Simulasi evaporasi sweet water di unit evaporasi di unit produksi fatty acid menggunakan Hysys Novia Novia; Jefry Muliady. A; Agung Prabowo
Jurnal Teknik Kimia Vol 25 No 2 (2019): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v25i2.29

Abstract

Dalam proses pengolahan sweet water yang akan menjadi gliserin di industri oleochemical akan melalui tahapan proses evaporasi. Proses evaporasi ini akan mempengaruhi dari % gliserin yang akan dihasilkan, semakin baik proses evaporasi maka akan semakin tinggi % gliserin yang didapatkan. Kegagalan dari proses evaporasi akan mengakibatkan kualitas dari % gliserin yang menurun dan tidak sesuai dengan mutu produk gliserin yang telah ditetapkan oleh industri oleochemical. HYSYS merupakan program untuk mensimulasikan proses didalam suatu pabrik. Berdasarkan simulasi HYSYS, dapat diketahui mass flow steam yang digunakan secara praktek sebesar 3.518 kg/h. Berdasarkan operasi praktek, nilai total gliserin pada setiap stage adalah balance. Tidak ada gliserin yang teruapkan. Stage I memiliki performansi penguapan air paling tinggi yaitu 72.558%, sementara stage II dan stage III hanya 3,756% dan 0,079%. Steam bertekanan lebih tinggi akan menghasilkan heat flow yang lebih tinggi pada pemanasan di EX742.01. Steam bertekanan yang lebih tinggi akan menghasilkan fraksi massa dan temperatur gliserin yang lebih tinggi pada produk akhir crude glycerine. Penggunaan steam yang bertekanan lebih tinggi tidak mempengaruhi nilai total gliserin yang dihasilkan sebagai produk crude glycerine.
Pengaruh suhu dan waktu sangrai terhadap hasil bubuk bramseko pada alat penyangrai biji-bijian fluidisasi Andi Fitra Safitri; Rusdianasari Rusdianasari; Jaksen M. Amin
Jurnal Teknik Kimia Vol 25 No 2 (2019): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v25i2.30

Abstract

Kopi merupakan salah satu jenis minuman yang paling digemari oleh hampir seluruh masyarakat dunia. Minuman serupa kopi ternyata dapat dibuat dari biji rambutan. Biji rambutan yang digunakan sebagai obat diabetes diolah dengan cara disangrai dan dihaluskan kemudian diseduh agar bisa dikonsumsi. Pengolahan tersebut sama dengan cara pengolahan biji kopi menjadi bubuk kopi. Proses penyangraian biji rambutan dilakukan dengan alat penyangrai biji-bijian tipe fluidisasi. Alat penyangrai tipe fluidisasi yang dirancang terdiri dari tangki sangrai yang berbentuk limas segiempat, 2 buah heater, 1 buah blower dan control panel. Biji rambutan dimasukkan ke dalam tangki sangrai kemudian dikontakkan dengan udara panas yang dihembuskan oleh blower. Kecepatan fluidisasi minimum untuk 200 gram biji rambutan adalah 5 m/s. Penyangraian biji rambutan secara optimum terjadi pada suhu sangrai 180oC dengan waktu sangrai 10 menit. Bubuk biji rambutan serupa kopi (bramseko) dianalisa nilai kadar air dan kadar abu yang hasilnya adalah 0,20% dan 2,34%, hasil ini memenuhi standar mutu bubuk kopi SNI 01-3542-2004. Untuk mengetahui nutrisi bubuk “bramseko”, dilakukan analisa protein dan kadar proteinnya adalah 2,79%. Dari hasil analisa ekonomi yang dilakukan, pengolahan “bramseko” akan mencapai BEP jika telah menyangrai biji rambutan sebanyak 17 kg/bulan dengan keuntungan sebesar Rp.4.969.688/bulan dan waktu pengembalian modal adalah 2 bulan.
PEMANFAATAN BIJI DURIAN SEBAGAI BAHAN BAKU PLASTIK BIODEGRADABLE DENGAN PLASTICIZER GISEROL DAN BAHAN PENGISI CaCO3 Sri Haryati; Anggie Septia Rini; Yuni Safitri
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 1 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengemas terus mengalami peningkatan menyebabkan limbah plastik semakin bertambah dari hari ke hari. Sampah plastik berasal dari bahan baku minyak bumi sulit terurai oleh mikroba di dalam tanah. Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan plastic non-degradable yaitu dengan memproduksi plastik dari bahan-bahan organik yang mengandung pati didalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh banyaknya penambahan gliserol dan CaCO3 pada tepung biji durian dalam pembuatan plastik biodegradable. Plastik biodegradable dibuat dengan melarutkan tepung biji durian dengan aquades ditambah dengan gliserol dan CaCO3. Selanjutnya variasi rasio CaCO3 (0 gram, 0,5 gram, 1 gram, dan 1,5 gram) dengan gliserol (25%, 35%, 45%, dan 55% dari berat tepung biji durian). Karakteristik biodegradable ditandai dengan adanya uji biodegradasi, uji kuat tarik dan elongasi. Hasil karakterisasi plastik biodegradable yang memiliki kinerja optimal diperoleh dari plastik biodegradable dengan kuat tarik 0,71 Mpa, persen elongasi 16,3%, dan waktu degradasi 14 hari.
PEMANFAATAN LIMBAH KARET ALAM DAN AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN CRUDE OIL SPILLS Farida Ali; Annisa Rahmathul Fithri; Rifky Harisya Adhitya
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 1 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumpahan crude oil di laut merupakan salah satu sumber pencemaran laut yang selalu menjadi fokus perhatian dari masyarakat luas, karena tumpahan minyak tersebut akibatnya akan sangat cepat dirasakan oleh masyarakat sekitar pantai yang mana dapat merusak ekosistem laut dan dapat pula merusak makhluk hidup di sekitar pantai tersebut. Penggunaan adsorben merupakan salah satu cara menanggulangi tumpahan minyak di laut. Adsorben disini dibuat dari bahan alami dan dapat menyerap spilling oil tersebut. Limbah karet alam dan ampas tebu dapat dimanfaatkan untuk dijadikan produk yang lebih berguna yaitu dijadikan sebagai adsorben yang dapat menyerap tumpahan minyak di laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui massa bahan pengisi optimum dan waktu kontak optimum. Penelitian dilakukan dengan proses batch dan dilakukan dengan melakukan variasi massa bahan pengisi (2;2,5;3;3,5;4) g dan waktu kontak (30,60,90,120,150) menit. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa massa bahan pengisi optimum adalah 3,5 g dan waktu kontak optimum 60 menit.
PENGARUH WAKTU DELIGNIFIKASI TERHADAP LIGNIN DAN WAKTU SSF TERHADAP ETANOL PEMBUATAN BIOETANOL DARI SEKAM PADI Novia; Destarani Wijaya; Putri Yanti
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 1 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak secara terus menerus dapat menyebabkan krisis energi dan akan mempengaruhi kehidupan manusia. Untuk mengatasi krisis ini diperlukan energi alternatif yang dapat menjanjikan di masa yang akan datang. Bioetanol ialah salah satu contoh energi alternatif yang dapat dihasilkan dari konversi biomassa ke bioenergi. Sekam padi merupakan limbah hasil pertanian yang hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau dibuang secara langsung ke alam. Namun, ternyata sekam padi memiliki kandungan selulosa cukup tinggi yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan bioetanol dari sekam padi melalui alkaline-acid pretreatment, kemudian proses hidrolisis dan fermentasi yang dilakukan secara bersamaan (Simultaneous Saccharification and Fermentation). Variabel yang dikaji adalah waktu delignifikasi 30, 45, 60, 75, 90 menit dan waktu SSF 3, 4, 5, 6, 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar lignin terendah diperoleh pada waktu delignifikasi 90 menit yaitu 1,09%, kadar selulosa tertinggi pada waktu delignifikasi 75 menit yaitu 78,67%, kadar hemiselulosa terendah pada waktu delignifikasi 30 menit yaitu 0,12%, dan kadar etanol tertinggi didapatkan pada waktu SSF 5 hari yaitu 1%.
PENGARUH TEMPERATUR KARBONISASI DAN KOMPOSISI ARANG TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET DARI CAMPURAN CANGKANG BIJI KARET DAN KULIT KACANG TANAH Faisol Asip; Elvia Sandra; Suzy Nurhasanah
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 1 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biobriket adalah bahan bakar alternatif berbentuk padat yang dapat dibuat dari bahan yang mengandung selulosa dengan karbon konten yang tinggi. Beragam bahan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biobriket, contohnya jerami, sekam padi, tempurung kelapa, serbuk gergaji, cangkang karet, dan kulit kacang tanah. Cangkang karet dan kulit kacang tanah adalah limbah biomassa yang dianggap tidak berguna, jika diproses kedua bahan tersebut dapat dijadikan sebagai bahan bakar biobriket sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil akan memberikan banyak manfaat. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah cangkang biji karet dan kulit kacang tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai kalor biobriket dengan cara karboninasi campuran kedua bahan tersebut dengan komposisi tertentu (4CK:14KK, 9CK:9KK, 14CK:9KK) pada temperatur tertentu (350?C, 400?C, 450?C, dan 500?C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biobriket dengan kualitas terbaik yaitu dengan nilai kalor 6294,4 cal/gr diperoleh dari campuran bahan baku 14 gram cangkang biji karet dan 4 gram kulit kacang tanah pada temperatur optimum 500?C. Untuk biobriket dengan penambahan getah karet mengalami kenaikan nilai kalor menjadi 6904,8 cal/gr.
PENGARUH RASIO METANOL DAN TEGANGAN ARUS ELEKTROLISIS TERHADAP YIELD BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH M. Zaki Shofahaudy; Dyah Pratiwi Warsito; Rosdiana Moeksin
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 1 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang dapat diperoleh dari minyak tumbuhan, lemak hewan atau minyak bekas oleh karena itu biodiesel digolongkan sebagai bahan bakar yang dapat diperbarui. Secara umum, biodiesel dibuat dari reaksi transesterifikasi, yakni reaksi alkohol dengan trigliserida membentuk metil ester dan gliserol dengan bantuan katalis basa. Dalam pembuatan biodiesel ini digunakan bahan baku minyak jelantah yang berasal dari pecel lele di sekitar wilayah Indralaya, kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.dengan kadar FFA yang didapatkan yaitu sebesar 1,9 % sehingga langsung dilakukan proses transesterifikasi dengan menggunakan metode elektrolisis. Penelitian ini dilakukakan dengan mereaksikan 100 mL minyak jelantah dan metanol dengan bantuan katalis NaOH 1% dan campuran NaCl (0,56wt%) dan aquadest (2 %wt). Pada tahap transesterifikasi dilakukan variasi tegangan listrik dengan variasi 6 V, 9 V, dan 12 V serta rasio volume metanol 20%, 30% dan 40%. Melalui percobaan ini didapatkan yield biodiesel yang paling tinggi pada variasi tegangan listrik 12 V dan rasio volume metanol 20% yaitu sebesar 38,3%.
PENGARUH PENAMBAHAN ADITIF KALSIUM KLORIDA (CaCl2) DARI LIMBAH KULIT TELUR TERHADAP REAKSI PENGERASAN SEMEN Muhammad Ikhwan; Satriawan; Elda Melwita
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 1 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akselerator adalah suatu jenis aditif tipe C yang bekerja dengan mempercepat waktu pengikatan dan pengerasan beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi penggunaan bahan tambahan akselerator Kalsium Klorida (CaCl2) terhadap waktu ikat awal beton/mortar. Kalsium klorida didapat dengan mereaksikan kalsium karbonat dengan asam klorida. Kalsium karbonat yang terdapat pada cangkang telur mencapai 94%. Cangkang telur mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, dan kebanyakan tidak dimanfaatkan kembali sehingga menjadi limbah yang dapat merusak ekosistem maupun estetika jika tidak di tanggulangi dengan benar. Oleh karena itu pemanfaatan limbah cangkang telur ini merupakan solusi untuk menggunakan kembali limbah yang tidak terpakai menjadi bahan baku pembuatan bahan kimia campuran pada semen. Sering lemahnya kontrol terhadap penambahan dosis akselerator, yang dapat disebabkan karena pengadukan molen yang tidak rata ataupun karena keperluan untuk menekan biaya konstruksi, menyebabkan penambahan dosis akselerator tersebut tidak sesuai dengan dosis optimal yang ditetapkan oleh pembuat bahan aditif ini. Sehingga apabila akselerator tersebut digunakan di bawah dosis optimal, akan menyebabkan tidak tercapainya waktu ikat awal pada 360 menit yang diharapkan. Akibat tersebut akan dapat menyebabkan keruntuhan pada bagian?bagian struktur yang ada. Dari hasil penelitian diperoleh kualitas Kalsium Klorida (CaCl2) terbaik terdapat pada 2 %, dimana waktu ikat awal pada 240 menit diperoleh penetrasi minimal 17.
PENGARUH WAKTU REAKSI DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP KONVERSI BIODIESEL DARI LEMAK AYAM DENGAN PROSES TRANSESTERIFIKASI Siti Miskah; Ria Apriani; Dita Miranda
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 1 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif dari bahan mentah terbaharukan selain bahan bakar diesel dari minyak bumi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu reaksi dan kecepatan pengadukan pada pembuatan biodiesel dari lemak ayam terhadap konversi dan karakteristik biodiesel dengan katalis kapur tohor dan proses transesterifikasi. Variabel kontrol yang digunakan adalah bahan baku yang digunakan berupa lemak ayam yang diambil dari limbah pedagang ayam potong dipasar Indralaya, Ogan Ilir, temperatur reaksi 60oC, rasio perbandingan minyak ayam dan metanol adalah 1:6. Variasi waktu reaksi yang digunakan 20 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, dan 150 menit. Dan variasi kecepatan pengadukan 500 rpm, 750 rpm, 1000 rpm, 1250 rpm, dan 1500 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu reaksi 75 menit dan kecepatan pengadukan 750 rpm menghasilkan konversi tertinggi yaitu 89,47%, dengan densitas 0,868 gr/cm3, viskositas kinematik 5,7057 cSt, titik nyala 205 oC, angka setana 105,8 dan karakteristik bioiesel tersebut memenuhi standar mutu bioiesel berdasarkan SNI No.04-7182-2006.

Page 2 of 29 | Total Record : 289