cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2025)" : 13 Documents clear
Faktor-Faktor Penyebab Pending Klaim Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Pusat Pertamina Meiningtyas, Ayu; Cahya Maulina, Fresty
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.660

Abstract

Health financing is an important part in the implementation of the National Health Insurance (JKN), pending claims will cause late payment of claims from BPJS Health to hospitals and harm the hospital's finances and result in delays in paying for medical services for doctors and other health care services. Several factors that cause pending claims are the accuracy of the diagnosis code, the completeness of the medical resume, the completeness of the medical support reports and the completeness of the claim file. This study was conducted to analyze the relationship of each independent variable to the dependent variable. This research is a quantitative research using a cross sectional design. The population in this study were 294 claim files for national health insurance participants with a sample size of 170 files. Data was collected using a checklist sheet, with data analysis techniques using univariate and bivariate analysis with chi square test. The results of the study explained that as many as 40% of pending claim files with the percentage of each independent variable coding accuracy of 87.6%, completeness of medical resumes 95.3%, completeness of medical support 92.3% and completeness of administrative files 84.7%.
Evaluasi Penerapan Aplikasi Medinfras Pada Rawat Inap Dengan Menggunakan Metode Technology Acceptance Model Di Rumah Sakit Atma Jaya Jakarta Utara Saarah, Saarah Salsabila Putri Yadita; Rezal, Muhammad
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.694

Abstract

Evaluasi merupakan usaha nyata untuk mengetahui kondisi sebenarnya suatu penyelenggaraan sistem informasi elektronik dalam mengukur segala attribute dari sistem. Evaluasi dilakukan untuk mendefinisikan seberapa baik pengembangan aplikasi Medinfras di rawat inap dapat beroperasi pada organisasi yang menerapkannya. Metode yang digunakan dalam evaluasi ini Technology Acceptance Model (TAM) yaitu merupakan teori sistem informasi untuk mensimulasikan bagaimana pengguna bisa menerima dan memanfaatkan teknologi yang telah di sediakan. Evaluasi RME mempertimbangkan tiga aspek yaitu aspek kebermanfaatan (perceived usefulness), aspek kemudahan (perceived ease of use), dan aspek minat (attitude toward behavior), sehingga akan mendapakan hasil yang objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan aplikasi Medinfras pada rawat inap menggunakan metode Technology Acceptance Model di Rumah Sakit Atma Jaya Jakarta Utara. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 responden. Teknologi sangat diterima oleh petugas, dengan 84,4% dari 54 responden menyatakan Persepsi Kemanfaatan yang baik. Kemudahan Pengguna dinilai baik oleh 60,9% dari 39 responden, sementara 39,1% menyatakan penilaian yang tidak baik. Sikap Terhadap Penggunaan teknologi untuk pengembangan dinilai baik oleh 93,8% dari 60 responden.Top of FormBottom of Form Dapat disimpulkan bahwa evaluasi penerapan terhadap penggunaan aplikasi Medinfras pada rawat inap memberikan manfaat bagi petugas meliputi peningkatan produktifitas dalam melakukan pekerjaan, memudahkan pekerjaan petugas yang meliputi fitur-fitur dalam aplikasi ini tidak asing saat dicoba, kemudahan dalam pengoperasian dan kemudahan dalam memahami fungsi sistem, membantu melakukan pekerjaan petugas dan memberikan kenyamanan terhadap penggunaan.
Analisis Hambatan Implementasi Telemedicine dengan Metode UTAUT di RSU Queen Latifa Yogyakarta Sari Dewi, Tika; Prayuki, Rindi; Riyadi, Sujono
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.712

Abstract

Analisis hambatan implementasi telemedicine menggunakan metode UTAUT penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan teknologi. Dengan menganalisis hambatan seperti ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi fasilitasi, minat perilsku dan perilaku pengguna pemangku kepentingan dapat mengatasi kendala dan merencanakan strategi yang efektif untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil atau bagi mereka dengan keterbatasan mobilitas. Tujuan Penelitian ini adalah mengeksplorasi analisis hambatan terkait implementasi telemedicine dengan metode UTAUT di RSU Queen Latifa Yogyakarta. Metode deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus, menggunakan wawancara semi terstruktur terhadap 6 orang informan, analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini yaitu, dalam performance expectancy terdapat hambatan yaitu kualitas gambar rendah, kriteria pengambilan gambar, pelayanan konsultasi/edukasi, kendala komunikasi, kendala penegakan diagnosis dan kendala pemberian terapi. Dalam effort expectancy tidak terdapat hambatan melainkan kemudahan aplikasi konsutasi zoom dan whatsapp call. Dalam social influence tidak terdapat hambatan melainkan dukungan interprofesional kesehatan dan dukungan manajerial. Pada facilitating condition yaitu, kendala kinerja sistem, kendala infrastruktur, penegeluaran biaya, promosi terbatas, kendala pelatihan, belum ada regulasi, akses layanan, belum tercover asuransi dan kendala jadwal konsultasi. Pada behavioral intention yaitu minat petugas rendah, resistensi petugas dan resistensi pasien. Pada use behavior yaitu pengalaman petugas rendah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah implemtasi telemedicine di RSU Queen Latifa Yogyakarta masih menghadapi banyak hambatan berdasarkan variabel-variabel UTAUT
Tinjauan Tata Kelola Keamanan RME Berdasarkan Prinsip Keamanan PMK No. 24 Tahun 2022 di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal Kurniadi, Arif; Pratama Nugroho, Muhammad Rakha
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.744

Abstract

Electronic medical record (RME) has legal value and must be kept confidential. According to the Minister of Health Regulation (PMK No. 24 of 2022), the security principles of RME implementation must consider confidentiality, integrity, and availability. This study aims to analyze the implementation of RME security at RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. It is qualitative and descriptive, using interviews with 10 medical record officers. The observation was carried out by observing the security practices of RME implementation. The results showed that there was a practice of exchanging passwords or using shared passwords. The principle of integrity has been carried out well by guaranteeing the completeness of RME, using digital signatures, a guidebook for writing abbreviations, and data corrections carried out no later than 2x24 hours from the time the data is entered. The principle of availability found discrepancies in determining the category of minors. The information release SOP states that minors are less than 14 years old, but PMK 24 states less than 18 years old. There is a need to increase understanding and discipline in the use of passwords for RME data security. It is necessary to adjust the SOP for the release of medical information at RSUD Dr. H. Soewondo Kendal by referring to the PMK No. 24 of 2022 guidelines
Prototipe Sistem Informasi RME Klinik Pratama Sesuai Kebutuhan Big Data Kesehatan Astuti, Nina Dwi; Wijayanta, Setya; Fahyudi, Asharul
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.749

Abstract

Transformasi Digital Kesehatan menuntut fasyankes untuk mengembangkan Rekam Medis Elektronik (RME) sesuai standar data yang telah ditetapkan. Pengembangan RME Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Semarang diperlukan untuk mendukung satu data kesehatan. Prototipe RME Klinik Pratama disusun dengan melakukan analisis kebutuhan sistem, perancangan prototipe sampai dengan membangun prototipe. Subyek penelitian adalah dokter, dokter gigi, dan petugas admin. Obyek penelitian adalah RME Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Semarang. Hasil prototipe disusun dengan sederhana, namun dapat mencakup strandar interoperabilitas data. Data pendaftaran mencakup seluruh standar data dalam KMK 1423 tahun 2022. Prototipe RME dapat merekam seluruh data klinis dan data administratif yang dibutuhkan dalam RME. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototipe RME ini dapat mengakomodasi kebutuhan klinik pratama dan memenuhi standar data yang ditetapkan oleh "SatuSehat." Implementasi sistem ini diharapkan dapat memfasilitasi peningkatan kualitas layanan kesehatan di klinik pratama, serta mendukung upaya integrasi data kesehatan nasional yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut guna meningkatkan fungsionalitas dan interoperabilitas sistem di masa depan
Technology Readiness and Acceptance Model: Analisis Kesiapan Pengguna dalam Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSUD Provinsi NTB Nurul Khatimah Ismatullah; Reni Chairunnisah; Helmina Andriani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.756

Abstract

Implementation of RME is a complex process, involving many stakeholders and requiring consideration of many aspects of the organization, including clinical, structural, administrative, and cultural factors. The many challenges that will be faced in the effort to implement RME are the basis for the need to assess user readiness and acceptance. One model that can be used to assess RME implementation readiness is the Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM). TRAM tries to explain how people adopt new technology. This study aims to analyze user readiness and acceptance in facing the demands of implementing RME at the NTB Provincial Hospital based on the Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM). This study is a quantitative analytical study. The population in this study were all NTB Provincial Hospital officers involved in filling out medical records with a sample size of 87 people. The study's findings, analyzed through Partial Least Squares (PLS), reveal that Innovativeness (INN) exerts the strongest influence on Perceived Ease of Use (PEOU) with a ?-value of 0.434. Additionally, PEOU shows the most significant impact on Intention to Use (USI) with a ?-value of 1.106
Penilaian Keberhasilan Implementasi Rekam Medis Electronik Peter Herey; Indrawati, Ratna; Hosizah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.771

Abstract

tahun 2022 belum dirasakan oleh pengguna EMR. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas informasi, kualitas sistem dan lean six sigma terhadap manfaat nyata implementasi rekam medis elektronik dengan penggunaan EMR sebagai variabel intervening. Jenis penelitian termasuk dalam kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi yang digunakan adalah Dokter dan Dokter Spesialis sebagai pengguna EMR. Teknik sampling menggunakan total sampling yang menjadikan seluruh Dokter dan Dokter Spesialis berjumlah 52 sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan metode analisa menggunakan analisa three box method dengan uji regresi linier berganda. Hasil analisis membuktikan terdapat pengaruh kualitas informasi, kualitas sistem dan lean six sigma terhadap manfaat nyata dengan penggunaan EMR sebagai variabel intervening. Kualitas informasi, kualitas sistem dan lean six sigma berpengaruh positif terhadap penggunaan EMR dan manfaat nyata, serta penggunaan EMR berpengaruh positif terhadap manfaat nyata, dan mampu mengintervensi pengaruh kualitas informasi, kualitas sistem dan lean six sigma terhadap manfaat nyata. Kualitas informasi merupakan variabel yang paling kuat mampu meningkatkan penggunaan EMR dan manfaat nyata, sedangkan kualitas sistem merupakan variabel terendah dalam meningkatkan penggunaan EMR dan manfaat nyata. Kata kunci : kualitas informasi, kualitas sistem, lean six sigma, manfaat nyata.
Persepsi Kemudahan dan Persepsi Kemanfaatan: Kunci Sikap Positif terhadap Aplikasi KlikDokter Di Indonesia Wulandari, Respati; Nugroho, Eunike Dhianya
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.795

Abstract

KlikDokter Application is an integrated digital platform service as an innovative solution to improve healthcare accessibility. The low number of downloads indicates a lack of potential acceptance of the KlikDokter application. The purpose of the study is to analyze the perception of ease of use and perceived usefulness in relation to attitudes towards using the KlikDokter application in Indonesia. Design: analytical quantitative with a cross-sectional approach. Data collection: online survey, variables: perceived ease of use, perceived usefulness, and user attitudes. Sample: 380 respondents who are users of the KlikDokter application across Indonesia. Sampling technique: purposive, and data analysis using Spearman's rank correlation test. Results: the majority of respondents were women (49.2%), aged 26–35 years (44.7%), earning equal to or more than the minimum wage (61.6%), holding a bachelor's degree or equivalent (37.4%), and employed (71.3%). Respondents found the application easy to use (82.4%), useful (76.7%), and had a positive attitude towards using KlikDokter (78.6%). There is a highly significant relationship between perceived ease of use (p=0.000; r=0.682) and perceived usefulness (p=0.000; r=0.623) with attitudes towards use. Conclusion: overall, the evaluation of the KlikDokter application shows positive results. This finding provides empirical evidence that the easier and more useful a healthcare application is, the more it enhances users' attitudes towards its use.
Analisis Aspek Keamanan Informasi Data Pasien Pada Rekam Medis Elektronik Di UPT Puskesmas Karangploso Afifah, Nur; Untung Slamet Suhariyono; Fita Rusdian Ikawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.812

Abstract

Electronic Medical Records (EMR) serve as evidence of the implementation of information technology in healthcare services. To ensure the security of information in electronic medical records, Indonesian Ministry of Health Regulation No. 24 of 2022 on Medical Records, Article 29, outlines three key aspects: confidentiality, integrity, and availability. The objective of this study is to examine data security at Karangploso Community Health Center (Puskesmas Karangploso). This research employs a descriptive qualitative approach. The subjects of the study are users who have access to electronic medical records at Puskesmas Karangploso, while the object is the E-Puskesmas application. The instruments used in this study include interview guidelines and observation guidelines. Data collection was carried out through observation and interviews. The data processing techniques in this research involve data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The analysis used is descriptive. The results of the study focus on the security of electronic medical record data in the E-Puskesmas application based on the aspects of confidentiality, integrity, and availability at Puskesmas Karangploso. In terms of confidentiality, data security is maintained as staff members are required to log in to the E-Puskesmas application using their respective usernames and passwords. Regarding integrity, data security is ensured because data can only be edited by users in their respective sections, and major data deletions or modifications can only be performed by authorized personnel. For availability, data security is also guaranteed, as necessary data can be accessed quickly, and electronic medical records are securely stored in the database without risk of loss for up to 25 years. The conclusion of this study highlights the importance of healthcare facilities in safeguarding patient data within the implementation of electronic medical records, as well as the potential consequences if patient medical record information is leaked and misused by unauthorized parties.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pengguna Layanan Telemedisin Di Jabodetabek Hastuti, Rini
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.814

Abstract

Abstract The development of information technology has driven the adoption of telemedicine services as an alternative in healthcare delivery. However, user satisfaction with these services remains a critical concern for service providers and stakeholders in the healthcare sector. This study aims to analyze the factors influencing user satisfaction with telemedicine services. A quantitative research approach was employed. The sample used was 149 users of telemedicine services in the Jabodetabek area. This research data was obtained from the results of filling out a questionnaire and then analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The result indicates that in the partial test, gender, educational level and age do not affect the satisfaction of telemedicine service users significantly, while perception significantly affects the satisfaction of telemedicine service users in Jabodetabek. In the simultaneous test, gender, educational level, age and perception significantly affect the satisfaction of telemedicine service users in Jabodetabek. Keywords: age, educational level, gender, perception, satisfaction of telemedicine service users Abstrak Perkembangan teknologi informasi telah mendorong munculnya layanan telemedisin sebagai alternatif dalam pemberian layanan kesehatan. Namun, kepuasan pengguna terhadap layanan ini tetap menjadi perhatian penting bagi penyedia layanan dan pemangku kepentingan di sektor layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna layanan telemedisin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah pengguna layanan telemedisin di wilayah Jabodetabek yang berjumlah 149 orang. Data penelitian ini diperoleh dari hasil pengisian kuesioner kemudian dilakukan analisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji parsial, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan usia tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna layanan telemedisin di Jabodetabek, sedangkan persepsi berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna layanan telemedisin di Jabodetabek. Pada uji simultan, jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia dan persepsi berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna layanan telemedisin di Jabodetabek. Kata kunci: jenis kelamin, kepuasan pengguna layanan telemedisin, persepsi, tingkat pendidikan, usia

Page 1 of 2 | Total Record : 13