cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 13 Documents clear
Analisis Kelengkapan Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap Kasus Thypoid dalam Klaim BPJS dengan Metode Hatta Imas Masturoh; Siti Khotimah; Novita Nuraini
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.259

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 dijelaskan merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. Permasalahan klaim asuransi BPJS salah satu kasus thypoid yang temasuk dalam 10 besar penyakit turun jaminan klaim, karena ketidaksesuaian penulisan diagnosa utama atau sekunder dengan bukti pemeriksaan, akan sangat berpengaruh dengan besaran klaim asuransi yang diajukan dan diterima oleh rumah sakit. Hal ini menyebabkan kerugian terhadap rumah sakit akibat dari ketidak lengkapan pengisian dokumen rekam medis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kelengkapan berkas rekam medis pasien rawat inap kasus thypoid dalam klaim BPJS dengan metode Hatta di rumah sakit Jasa Kartini Tasikmalaya tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan Deskriptif, sampel 102 dokumen dengan pengisian lembar ceklis. Hasil penelitian kelengkapan analisis administratif dengan persentase 100% dokumen sesuai klaim dan tidak sesuai pada pernyataan kejelasan masalah dan kondisi atau diagnosis, informed consent, mutakhir, tinta dan informasi penanggung jawab, 98,5%(n=65) masukan konsisten&alasan pelayanan 96,7%(n=30) masukan konsisten, alasan pelayanan, tulisan terbaca, singkatan baku. Kelengkapan tertinggi analisis medis berdasarkan informasi ekstra dengan keterangan”ya” persentase 100% pada pernyataan keluhan, pemberia cairan elektrolit, resume medis, diagnosa utama dan sekunder, “bukan kasus ini” (n=65)78,5% dan (n=30)76,7% usia beresiko kurang dari 3 tahun.
EVALUASI RUANG KERJA BAGIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP BERDASARKAN ASPEK TATA RUANG KANTOR DI RUMAH SAKIT DELTA SURYA SIDOARJO Yasida Bella Asri; Bambang Nudji; Muhadi Muhadi; Yustinah Rumiati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.249

Abstract

Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo merupakan rumah sakit tipe C, dengan luas ruang rekam medis adalah 33 m2, yang memiliki fasilitas antara lain: meja, kursi, almari dan lain-lain. Dimana ruang kerja rekam medisnya banyak ditemukan tumpukan Berkas Rekam Medis rawat inap, di atas meja dan di atas lantai. Dengan luas yang terbatas, ruang kerja Rekam Medis terlihat lebih sempit, karena banyak tumpukan berkas rekam medis rawat inap yang belum diolah. Dengan kondisi seperti itu, akses jalan untuk Perekam Medis semakin tidak leluasa. Di samping itu keamanan berkas rekam medis tidak terjamin dan sangat rawan terjadi kehilangan berkas rekam medis. Berdasarkan uraian permasalahan di atas, menjadi dasar pertimbangan peneliti untuk melakukan penelitian tentang evaluasi ruang kerja rekam medis berdasarkan aspek tata ruang kantor di Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo. Dengan beban kerja yang cukup tinggi dapat mengakibatkan kelelahan kerja dan akan berakibat pula pada gangguan kesehatan. Untuk meminimalisir dampak buruk tersebut, diperlukan upaya-upaya yang nyata dari rumah sakit. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan lebih memperhatikan faktor lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang ruang kerja perekam medis berdasarkan aspek tata ruang kantor di Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif, subjek dari penelitian ini adalah ruang kerja perekam medis di Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo. Instrumen dari penelitian ini menggunakan lembar observasi dan lembar kuesioner. Dalam penelitian ini lembar observasi digunakan untuk mengetahui objek penelitian secara langsung, sehingga peneliti mudah memahami proses pelaksanaan dilapangan. Data yang disajikan nantinya berdasarkan survei lapangan akan dibandingkan dengan teori.
Analisis Penulisan Abstrak Bahasa Inggris Pada Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan STIKes Mitra Husada Karanganyar Erna Adita Kusumawati; Sri Sugiarsi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.262

Abstract

Menurut hasil survei yang telah dilakukan terhadap 10 abstrak bahasa Inggris mahasiswa RMIK tahun kelulusan 2018, masih ditemukan banyak kesalahan dalam penulisan kalimat (tenses). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penggunaan tipe kalimat (tenses) yang digunakan pada abstrak bahasa Inggris mahasiswa D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan STIKes Mitra Husada. Jenis penelitian adalah desriptif dengan pendekatan studi dokumen. Populasinya adalah seluruh abstrak  berbahasa Inggris pada karya tulis ilmiah mahasiswa D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan STIKes Mitra Husada Karanganyar telah lulus tahun 2018 yang berjumlah 120. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisis penelitian dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tenses yang tidak tepat lebih banyak dilakukan di pendahuluan abstrak pada bagian latar belakang; penggunaan tense yang tidak tepat lebih banyak dilakukan daripada penggunaan tense yang tepat pada bagian metodologi penelitian; penggunaan tense yang tidak tepat lebih banyak dilakukan daripada penggunaan tense yang tepat pada bagian hasil penelitian (temuan); penggunaan tense yang tepat lebih banyak dilakukan daripada penggunaan tense yang tidak tepat pada bagian pembahasan (diskusi); dan penggunaan tense yang tepat lebih banyak dilakukan daripada penggunaan tense yang tidak tepat pada bagian kesimpulan dan saran
Kontribusi Faktor Kognitif Terhadap Skor Kelulusan Uji Kompetensi Nuryati Nuryati; Dian Budi Santoso; Angga Eko Pramono
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.260

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi faktor kognitif terhadap skor kelulusan uji kompetensi program studi rekam medis dan informasi kesehatan (RMIK) di Indonesia. Rancangan penelitian yang dipilih adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa RMIK semester terakhir di Indonesia yang mengiukuti try out uji kompetensi. Sampel sebesar 597 mahasiswa ditentukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis data dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian terdapat pengaruh variabel kognitif terhadap skor kelulusan uji kompetensi prodi diploma tiga RMIK (p<0.05,95CI) dan memiliki kontributor sebesar 27.6% terhadap skor uji kompetensi. Simpulan penelitian ini adalah faktor kognitif memiliki kontribusi terhadap skor uji kompetensi prodi diploma tiga RMIK. 
Analisis Quality Assurance Penerapan Kebijakan Reward and Punishment Berdasarkan Assesment Tingkat Kepatuhan Faik Agiwahyuanto; Evina Widianawati; Widya Ratna Wulan; Cesara Kharismaharani Komara
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.263

Abstract

Standard Operating Procedure (SOP) for patient registration service at RSUD Dr. M. Ashari Pemalang is in force since 2016. Oversight is carried out in the hospital registration section (outpatient, inpatient, and emergency department) but not documented. This study aims to analyze quality assurance by implementing a reward and punishment policy based on compliance level assessment of inpatient registration service officers in the SOP for patient registration. This research type is descriptive study. Data collected by observation and interview methods. Research subjects were 2 inpatient registration service officers and the Head of the Medical Record Unit. The object of the study was the Standard Operating Procedure for inpatient registration at RSUD Dr. M. Ashari Pemalang. Data analyze using univariate with percentage and content analyze. Research results are RSUD Dr. M. Ashari Pemalang does not have an SOP for Inpatient Registration Services for BPJS patients. Facilities and infrastructure at Inpatient Registration Services are sufficient, but bracelets for baby patients are only available in the emergency room. Another inadequate tool is MNH written manually using white paper. The reward given is only in the form of thank you. Punishment for officers who are not obedient is verbally reprimanded, given input and guidance.
Optimalisasi Analisis Data Rekam Medis Elektronik Menggunakan Business Intelligence di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Jayanti Aswinasih; Aris Susanto; Hosizah Hosizah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.266

Abstract

Saat ini, kemudahan akses pelayanan kesehatan memiliki pengaruh terhadap jumlah kunjungan di fasilitas kesehatan, salah satunya  adalah Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Jumlah Kunjungan yang meningkat menjadikan data rekam medis pasien juga meningkat dan mengakibatkan data besar, yang dikenal dengan big data. Jumlah kunjungan rawat jalan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih  pada tahun 2018 sudah mencapai angka 147.232 pasien yang berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (JABODETABEK). Untuk pengolahan data yang besar maka diperlukan suatu model pengolahan data besar menggunakan Business Intelligence (BI). Teknologi ini dapat mempermudah pengolahan dan penyajian data dalam waktu  singkat serta menghasilkan luaran berupa dashboard yang dapat menampilkan semua informasi dalam satu jendela. Agar cepat dalam pengambilan keputusan terhadap pelayanan, mengingat jumlah kunjungan yang banyak maka diperlukan proses yang cepat agar pelayanan tidak terhambat. Jenis penelitian ini adalah action research dengan mengacu business intelligence roadmap. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah multidimensional analysis, exploratory analysis, dan trend analysis. Hasil penelitian menampilkan sejumlah dashboard yang dibutuhkan yakni dashboard peta sebaran pasien, usia, jenis kelamin, poliklinik, diagnosis, cara pembayaran, asal rujukan dan tren kunjungan pasien, serta mengintepretasikan dashboard menjadi sebuah informasi.
Perancangan Sistem Informasi Pengukuran Kebugaran Jasmani (E-BUGAR) Kementerian Kesehatan RI Resti Sintya Ervina; Tris Eryando; Artha Prabawa
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.257

Abstract

Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu dari sepuluh faktor risiko utama kematian. Terlebih lagi, orang yang tidak aktif secara fisik akan membebani masyarakat melalui biaya perawatan medis yang terus meningkat serta hilangnya produktivitas yang bersangkutan. Dewasa ini, fenomena kegiatan aktivitas fisik yang rendah juga terjadi di Indonesia. Ternyata hal serupa terjadi pula di kalangan pegawai Kementerian Kesehatan yang seharusnya menjadi pelopor pelaksanaan aktivitas fisik. Mempelajari kondisi demikian maka penelitian ini akan mengusulkan suatu model aplikasi berbasis mobile android.  Tujuan dari penelitian ini agar pegawai Kementerian Kesehatan termotivasi untuk berpartisipasi pada pengukuran kebugaran dan selanjutnya menjadi aktif melakukan aktivitas fisik. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah prototyping. Hasil penelitian ini berupa rancangan sistem informasi pengukuran kebugaran jasmani Kementerian Kesehatan yang berisi informasi pemeriksaan fisik, pengukuran kebugaran menggunakan metode rockport dan pemeriksaan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga.
Dampak Beban Kerja Coder yang Tinggi Terhadap Ketidakakuratan Kode Diagnosis Warsi Maryati; Indriyati Oktaviano Rahayuningrum; Niar Perdana Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.252

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi merupakan rumah sakit terakreditasi Paripurna. Berdasarkan berdasarkan hasil survei pendahuluan terhadap 10 dokumen rekam medis di bangsal Melati menunjukkan bahwa 40% tidak akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja coder dengan keakuratan kode diagnosis pada pasien rawat inap bangsal melati di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi   tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 99 dokumen rekam medis rawat inap bangsal Melati dengan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Pengelolaan data dengan collecting, editing, coding, classification, tabulating, analisis dan penyajian data. Persentase beban kerja rendah sebesar 60% (59 dokumen) sedangkan yang beban kerja tinggi sebesar 40% (40 dokumen). Persentase keakuratan kode bangsal Melati 59% (58 dokumen) sedangakan ketidakakuratan sebesar 41% (41 dokumen). Data tersebut diolah dengan menggunakan uji statistik chi square dan menunjukkan bahwa p=0,01 sehingga p<0,01. Kesimpulan yang diambil adalah Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara beban keja coder dengan keakuratan kode diagnosis pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Tahun 2018. Saran bagi rumah sakit sebaiknya merencanakan dan menganalisis beban kerja coder di masing-masing bangsal.
Penentu Penyebab Kematian Di RSUD Panembahan Senopati Bantul : Miscoding Berdampak Pada Laporan Statistik Kematian laili rahmatul ilmi; Zakharias Purbobinuko
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.253

Abstract

Formulir keterangan penyebab kematian yang dibuat dokter berisikan runtutan penyebab penyakit yang menyebabkan pasien meninggal. Penentuan penyebab dasar kematian atau underlying cause of death (UCOD) menggunakan tata cara atau rule yang telah distandarkan oleh WHO (World Health Organization). Informasi UCOD yang tepat dapat mendukung para pengambil keputusan dan kebijakan serta mengoptimalkan layanan kesehatan, namun informasi tersebut banyak yang tidak akurat sehingga berpengaruh pada laporan kematian. Untuk menilai kualitas UCOD di RSUD Panembahan Senopati Bantul, peneliti mengklasifikasikan menjadi 5 bagian, diantaranya: tidak tepat, pemilihan UCOD yang tidak spesifik. Terdapat multiple kondisi yang tidak berkaitan dilaporkan dalam satu baris, rangkaian yang tidak masuk akal, dan dilaporkan satu kondisi saja. Pengambilan data dengan membuka rekam medis pasien dan menganalisis sebanyak 120 surat keterangan kematian selama periode tahun 2018. Hasil analisis kualitas UCOD diperoleh kasus yang runtutannya tidak mungkin sebesar 46 (38%), UCOD tidak tepat 39 (33%), Terdapat multiple kondisi yang tidak berkaitan dilaporkan dalam satu baris 15 (13%), terdapat satu kondisi yang dilaporkan saja sebesar 12 (10%) dan UCOD tidak spesifik 8 (7%). Dari surat keterangan kematian digolongkan berdasarkan kelompok ICD-10 sebanyak 55 diagnosis yang dilaporkan sebagai UCOD. Penggolongan diagnosis tertinggi sebagai UCOD pada kelompok Certain infectious and parasitic diseases sebanyak 10 diagnosis (18%), penggolongan berdasarkan Sign, symtoms, Abnormal Finding sebanyak 9 diagnosis (16%) dan kelompok Diseases of the circulatory system sebesar 8 (15%). Dari laporan diagnosis sebanyak 374 tersebut yang memenuhi kategori coding tepat (55) dan tidak tepat (311).Hasil wawancara dengan petugas coding dalam penentuan UCOD belum mengacu pada kaidah ICD-10, hal ini disebabkan minimnya pemahaman dalam penentuan UCOD dan pemilihan rule yang tepat sehingga dapat berpengaruh pada kualitas data pada lapora kematian.
Analisis Ketidaklengkapan Pengisian Lembar Informed Consent Pasien Bedah di Rumah Sakit Tk. III dr. Reksodiwiryo Padang Dewi Oktavia
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.246

Abstract

Kelengkapan pengisian lembar Informed Concent, diperoleh sebesar 66,3%. Artinya, angka kelengkapan pengisian lembar Informed Consent rekam medis belum mencapai standar pelayanan minimal rekam medis di rumah sakit yakni sebesar 100%. Hal ini disebabkan karena :Petugas rekam medis (Man) secara kuantitas masih kurang, pengembangan sumber daya manusia/tenaga berupa pelatihan belum pernah dilakukan, serta sistem reward dan punishment tidak ada. SOP penyelenggaraan rekam medis tersedia di intalasi rekam medis, namun belum disosialisasikan kepada semua petugas rekam medis dan tenaga medis yang ada sehingga penyelenggaraannya belum sepenuhnya sesuai dengan SOP. Kendala proses pencatatan sering terjadi lupa dalam pengisian lembar informed consent.Analisis isi rekam medis dalam penyelenggaraan sistem pelayanan rekam medis Rumah Sakit Tk.III dr. Reksodiwiryo belum optimal.

Page 1 of 2 | Total Record : 13