cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Perbedaan Klaim Tarif INA-CBG pada Penyakit Sistem Peredaran Darah Berliana Pusparini; Rita Dian Pratiwi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.278

Abstract

Ketepatan kode diagnosis sangat penting karena mempengaruhi hasil grouper INA-CBG. Selain itu, kode diagnosis penyakit pada sistem peredaran darah memerlukan perhatian lebih karena memiliki aturan khusus. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa 80% kode diagnosis tidak tepat dan menghasilkan perbedaan tarif sebesar Rp. 1.483.300. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi ketepatan kode diagnosis penyakit pada sistem peredaran darah dan mengetahui perbedaan tarif INA-CBG di rumah sakit dan tarif INA-CBG peneliti. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi yang dipilih adalah rekam medis pasien rawat inap dengan diagnosis penyakit pada sistem peredaran darah. Jumlah sampel sebanyak 83 yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah studi dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus penyakit pada sistem peredaran darah pasien rawat inap tahun 2019 sebanyak 1.591, jumlah kode diagnosis yang tepat sebanyak 33 (39,76%) dan uji statistik paired sample t test menghasilkan p-value sebesar 0,001402.
Kepuasan Pasien BPJS PBI terhadap Pelayanan Petugas Pendaftaran Rawat Jalan di RSUD DR. Soekardjo Kota Tasikmalaya Andi Suhenda
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.304

Abstract

Latar Belakang:  Kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan sangat penting untuk diperhatikan karena dapat menggambarkan kualitas pelayanan kesehatan tersebut.  Mengetahui kepuasan  pasien  sangat  bermanfaat  bagi  instalasi terkait dalam rangka evaluasi program yang sedang dijalankan dan dapat menemukan bagian mana yang membutuhkan peningkatan.Tujuan Penelitan: mengetahui bagaimana gambaran kepuasan pasien BPJS PBI terhadap pelayanan petugas  pendaftaran rawat jalan di RSUD dr. soekardjo Kota Tasikmalaya.Metode Penelitian: jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian pasien BPJS PBI sebanyak 32.869. Pengambilan sampel purposive sampling. Besar sampel 100 responden dihitung menggunakan rumus slovin.Hasil Penelitian : Kepuasan pasien tertinggi pada dimensi empati pada pertanyaan petugas pendaftaran memberi senyum dan salam skor 318, terendah pada pertanyaan petugas membantu pasien skor 296. Dimensi daya tanggap tertinggi pertanyaan mengingatkan KIB skor 319, terendah pertanyaan memberikan pelayanan  dengan  cepat  dan  tanggap  skor  277.  Dimensi  jaminan  tertinggipertanyaan memberikan pelayanan dengan ramah skor 308, pertanyaan terendah pasien   merasa   dipentingkan   skor   281.   Kehandalan   pertanyaan   tertinggimengarahkan pasien skor 313, terendah pertanyaan registrasi pendaftaran tepat skor284. Bukti fisik tertinggi pertanyaan penampilan petugas skor 325, terendah pertanyaan ruang tunggu skor 267.Kesimpulan : dimensi empati 76% puas, dimensi daya tanggap 66% puas, dimensi jaminan 70% puas, serta dimensi kehandalan 64% puas, dan dimensi bukti fisik56% puas.
Platform Informatika Kesehatan Masyarakat Dalam Kasus COVID-19 di Bali Mahayasa Adiputra; Alfred Mulana; Ika Farmani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.284

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menjadi masalah global dunia. Bali sebagai destinasi wisata dunia pun terkena dampak yang cukup memprihatinkan oleh karena laju penularan yang demikian cepat. Sinergi antara kajian kesehatan masyarakat dan teknologi informasi dalam informatika kesehatan masyarakat niscaya dapat berperan efektif dan efisien dalam mengerem laju penularan COVID-19. Penelitian kami bertujuan untuk memberikan informasi terkait COVID-19 yang terintegrasi dari seluruh kabupaten di Bali kepada masyarakat umum dengan tujuan untuk peningkatan kewapadaan serta kemudahan dalam membaca data. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menghasilkan platform yang dapat digunakan sebagai rujukan pengambilan keputusan dalam intervensi COVID-19 berbasis kesehatan masyarakat. Metode pengembangan perangkat lunak dalam penelitian ini adalah pengembangan platform berupa website, menggunakan metode rapid development dimana metode ini merupakan pengembangan yang dapat menyelesaikan platform dalam waktu singkat dengan tim yang sedikit, dengan project scope yang sudah jelas yaitu menggabungkan data – data COVID-19. Hasil penelitian ini adalah platform berbentuk situs web yang dapat diakses online di www.balisiagacorona.com. Situs Web terdiri dari Halaman Dashboard, Halaman Analitik dan Halaman Kontak. Informatika kesehatan masyarakat dapat berkontribusi memperlambat laju penularan COVID-19. Salah satu bentuk pengembangannya adalah platform digital dengan menggunakan teknologi website. Penelitian ini mengambil kasus COVID-19 di Bali, data diambil dari sumber - sumber tercepaya yaitu website resmi pemerintah di lingkungan provinsi bali dalam penanganan COVID-19.
Hubungan Ketepatan Penulisan Terminologi Medis Terhadap Keakuratan Kode Pada Sistem Cardiovascular Di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta Eni Nur Rahmawati; Titik Dwi Utami
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.251

Abstract

Ketepatan kode diagnosis adalah kesesuaian penulisan dalam ICD-10 dan sangat berpengaruh terhadap hasil grouper dalam aplikasi INA-CBGs. Keakuratan adalah penguraian dari pengkodean yang dilakukan dengan cermat dan teliti sehingga menghasilkan suatu informasi yang akurat dan benar.  Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan retrospektif, pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, teknik sampling adalah systematic random sampling dengan jumlah populasi 1157 dokumen dan  sampel 100 dokumen. Hasil dan pembahasan menunjukkan data yang dianalisis dengan menggunakan SPSS diketahui p<0,001, berdasarkan hasil tersebut p<0,05 maka terdapat hubungan antara ketepatan penulisan terminologi medis terhadap keakuratan kode dengan persentase ketidaktepatan yaitu 58% disebabkan oleh ketidaksesuaian dengan terminologi medis pada ICD-10, penggunaan Bahasa Indonesia serta penggunaan singkatan yang tidak sesuai dengan buku singkatan dan ICD-10. Sedangkan persentase ketidakakuratan yaitu 44% yang disebabkan oleh tulisan dokter yang tidak terbaca dan keterbatasan ilmu pengetahuan coder.  
Tinjauan Angka Rawat Ulang Dalam Mendukung Legalitas Perawatan Rumah Sakit di Era JKN Edy Susanto; Elise Garmelia
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.322

Abstract

Re admission adalah suatu kejadian seorang pasien dirawat kembali yang sebelumnya telah mendapat layanan rawat inap di rumah sakit. Readmission merupakan suatu penanda kualitas perawatan pasien di rumah sakit yang diidentifikasi oleh rencana kesehatan yang telah dibuat sebagai kunci dari komponen sebuah pelayanan yang diberikan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meninjau angka rawat ulang (re-admission) rumah sakit untuk menunjang keabsahan perawatan pasien di rumah sakit. Metode penelitian observasional dengan analitik data pasien pulang rawat sebagai populasi dan data pasien rawat ulang (re-admison < 7 hari) sebagai sample. Hasil adalah jumlah pasien pulang  rawat inap tahun 2019  sebanyak 40.256 dan 297 pasien rawat ulang di tahun 2019. Terdapat asal pasien (63,64%) berasal dari  kota Semarang, 100 pasien (33,67%) bersala dari luar kota semarang dan  8 pasien (2,69%) bersal dari luar jawa tengah. Ada hubungan antara kejadian readmission dengan Wilayah  (p=0,025) ,  LOS ( p= 0.027)  dan  morbiditi  (p= 0.033). Kesimpulan Jumlah pasien pulang  rawat inap tahun 2019  sebanyak 40.256 terdapat 297 pasien rawat ulang atau re-admision. Angka rawat ulang di RS. KMRT Wongsonegoro adalah 0,74 %. Usia pasien rawat ulang antara usia 1 bulan hingga 83 tahun, median 48 tahun. Ada hubungan kejadian pasien pulang re-admition dengan Wilayah (aksesibitas), LOS dan Morbiditas. Juga Ada hubungan antara Morbiditi dengan LOS dan Kelas rawat dengan Jaminan pembiayaan.Tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin dan Rujukan/cara masuk RS terhadap kejadian, re-admission. Saran  rancangan interface tracking system untuk pasien rawat ulang, 
Perancangan dan Prosedur Penggunaan Out Guide pada Penyimpanan Berkas Rekam Medis di Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu Nofri Heltiani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.311

Abstract

Rumah Sakit Raflesia Bengkulu dalam melaksanakan kegiatan penyerahan maupun pengembalian loose sheet tidak langsung disatukan ke dalam folder rekam medis pasien yang bersangkutan, melainkan disimpan di dalam box khusus tanpa menggunakan map ataupun cover pelindung. Hal ini dikarenakan belum adanya out guide sebagai petunjuk keluar sekaligus tempat menyimpan loose sheet untuk sementara. Loose sheet yang tidak ditempatkan pada out guide berdampak pada hilangnya loose sheet rekam medis, kesalahan penempatan loose sheet rekam medis ke dalam folder yang keliru dan membutuhkan waktu yang lama untuk menelusuri lebih lanjut jika loose sheet rekam medis tidak didukung dengan identitas serta dapat mempengaruhi pada keabsahan penagihan dan perhitungan biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk Perancangan dan prosedur penggunaan out guide pada penyimpanan berkas rekam medis di Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan cara observasional. Teknik pengumpulan data dengan wawancara tentang berkas lepas (loose sheet) yang datang menyusul ke ruang filing. Tahapan penelitian ini adalah tahap anaisis, tahap perenacangan/desain out guide dan prosedur penggunaan out guide, tahap testing dan tahap pemeliharaan out guide. Hasil penelitian ini adalah rancangan out guide (petunjuk keluar) berkas rekam medis yaitu alternatif II. Bahan PVC (Pholy Vhynil Chloride) berbentuk persegi panjang dengan ukuran 25x33 cm dengan warna biru disertai kantong loose sheet mengunakan plastik transparan berukuran 23x33 cm dan memo yang terdapat nomor rekam medis, tanggal, ruangan/poli, loose sheet dan tanggal kembali serta Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan out guide rekam medis. Rumah Sakit Raflesia diharapkan menggunakan out guide sebagai sarana petunjuk adanya loose sheet yang keluar untuk menghindari hilangnya loose sheet, kesalahan penempatan loose sheet serta pengaruhnya terhadap penagihan dan perhitungan biaya perawatan.
Penilaian Program Moewardi Wae Berdasarkan Pengetahuan dan Sikap untuk Berpartisipasi Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Ajeng Nugrahenny; Kusuma Estu Werdani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.280

Abstract

Program Moewardi Wae merupakan program live streaming yang dibentuk oleh RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan memanfaatkan media sosial. Dengan mengggunakan media sosial penyampaian informasi kesehatan menjadi lebih cepat, mudah, murah serta jangkauan kepada masyarakat lebih luas. Melalui live streaming masyarakat juga dapat berkonsultasi secara langsung di kolom komentar. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang program Moewardi Wae dengan sikap pasien rawat jalan untuk mengikuti program Moewardi Wae di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien rawat jalan Wijaya Kusuma RSUD Dr. Moewardi dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 112 orang. Uji statistik penelitian ini menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikan (p>0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dengan sikap untuk mengikuti program Moewardi Wae di RSUD Dr. Moewardi Surakarta (p=0,014). Disarankan agar masyarakat tertarik untuk mengikuti live streaming program Moewardi Wae supaya mendapatkan informasi mengenai kesehatan dari narasumber yang terpercaya
Analisis Persepsi Kualitas Pelayanan Rawat Jalan Poli Internis Terhadap Kepuasan Pasien Rsud Cibabat Cimahi M Dana Prihadi; Elma Elviana
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.287

Abstract

Semakin bertambah rumah sakit atau instansi kesehatan maka semakin ketat persaingan. Salah satu yang secara kasat mata dapat dilihat dan dirasakan adalah melalui kualitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pada penelitian ini populasinya mencakup pasien rawat jalan di poli internis sebanyak 4123 pasien. Sample sebanyak 98 orang pasien rawat jalan poli internis RSUD Cibabat Cimahi. Berdasarkan pengolahan data hasil menunjukan bahwa tingkat persepsi kualitas dan kepuasan pasien dari dimensi termasuk dalam kategori cukup baik. Diketahui nilai sig untuk pengaruh x terhadap y adalah sebesar 0,00 < 0,05 dan nilai t hitung 10,613 > t table 1,9852 sehingga dapat disimpulkan diterima yang berarti terdapat pengaruh X terhadap Y dengan diperoleh koefesien korelasi 0,735 dapat disimpulkan bahwa semua variabel dari dimensi (bukti fisik, keandalan, ketanggapan, jaminan dan empati) secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan. Upaya untuk memperbaiki prosedur rawat jalan dengan melakukan pelayanan rawat jalan sesuai prosedur pendaftaran, untuk itu disarankan agar RSUD Cibabat Cimahi dapat melakukan perbaikan, peningkatan, dan pengembangan sarana fisik seperti membersihkan ruang perawatan dan lingkungan disekitarnya agar tertata lebih rapi dan bersih.
Analisis Penerimaan Sistem Pendaftaran Online Puskesmas Menggunakan TAM2 dan UTAUT Nina Dwi Astuti; Kusworo Adi; Antono Suryo Putro
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.285

Abstract

Sistem informasi pendaftaran online Puskesmas menjadi bagian penting dalam pelayanan Puskesmas.  Sistem ini dapat membantu mengatur antrian dan meningkatkan kualitas pelayanan. Studi tentang tingkat penerimaan pengguna diperlukan untuk mendukung keberhasilan implementasi sistem ini. Model TAM2 dan UTAUT digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi  niat menggunakan sistem informasi pendaftaran online rawat jalan di Puskesmas Kota Semarang. Studi kuantitatif dengan design cross sectional dilakukan terhadap 200 pengunjung Puskesmas yang menggunakan sistem ini. Hasil analisis menggunakan Stuctural Equation Modelling (SEM) mendapatkan hasil bahwa model TAM2 dapat memprediksi 76,5% persepsi akan manfaat dan 28,3% niat menggunakan, sedangkan model UTAUT mampu memprediksi 41,6% niat menggunakan sistem ini. Hasil yang nyata (T-stat = 3,384) dan kualitas keluaran (T-stat = 2,240) merupakan faktor yang mempengaruhi niat menggunakan sistem informasi pendaftaran online yang dimediasi persepsi akan manfaat berdasarkan model TAM2, sedangkan harapan kinerja (T-stat = 3,209), harapan usaha (T-stat = 2,064) dan harapan usaha yang dimoderasi oleh umur (T-stat = 1,934)  merupakan  faktor yang mempengaruhi niat menggunakan berdasarkan model UTAUT.
Pengaruh Kompetensi PMIK Terhadap Kualitas Koding Klinis Di RSU Vertikal Kementerian Kesehatan DKI Jakarta Yoga Utomo; Hosizah Markam
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.264

Abstract

Sejak diberlakukannya pembayaran prospektif dengan pola case-mix berbasis Diagnosis Related Groups (DRG), maka keakurasian data koding klinis sangat penting. Besaran klaim yang dibayarkan dan disetujui tergantung dari ketepatan koding klinis yang dihasilkan. Ketepatan koding klinis dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap PMIK. Pengetahuan dan sikap merupakan bagian dari kompetensi PMIK. Saat ini ketiga RSU vertikal Kementerian Kesehatan Wilayah DKI Jakarta terdapat pengembalian berkas klaim sebesar 3,4 % atau sekitar 850 juta rupiah dikarenakan ketidaktepatan koding klinis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompetensi PMIK terhadap kualitas koding klinis di RSU vertikal Kementerian Kesehatan DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah sample jenuh dengan total 17 PMIK terdiri dari 6 orang RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, 6 orang RSU Fatmawati dan 5 orang RSU Persahabatan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata skor kompetensi PMIK 81,65 dan rata-rata kualitas koding yang dihasilkan 8. Hasil regresi linear sederhana diperoleh bahwa ada pengaruh signifikan antara kompetensi PMIK terhadap kualitas koding klinis (p-value 0,000<0,05) dengan persamaan kualitas koding klinis = -4,491 + 0,153 (kompetensi PMIK). Adapun arti koefisien, setiap kompetensi naik 1 poin, maka kualitas koding klinis naik 0,153