cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Analisis Kesiapan Implementasi Rekam Medis Elektronik dengan Pendekatan DOQ-IT (Doctor’s Office Quality-Information Technology) Eka Wilda Faida; Amir Ali
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.315

Abstract

Rumah Sakit Haji Surabaya dalam memberikan pelayanan terkait rekam medis masih belum memenuhi standar capaian yang ditentukan, dimana standar waktu penyediaan dokumen rekam medik rawat jalan yang seharusnya ≤ 20 menit masih mencapai standar 23,58 %, standar waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat inap yang seharusnya ≤ 15 menit masih mencapai standar 49,32%, waktu pelayanan surat keterangan medis yang seharusnya ≤ 2 hari masih mencapai standar 95,14%, Kelengkapan dokumen medis rawat inap masih mencapai 81,20% dan Pengembalian dokumen medis rawat inap 2x24 masih mencapai 80,9%. Hal ini merupakan indikator pelayanan yang kurang baik, melalui RME (Rekam Medis Elektronik) diharapkan dapat meminimalisir keterlambatan pengiriman data pasien. Agar masalah tidak menjadi berlarut maka perlu analisis kesiapan implementasi RME di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesiapan implementasi RME dengan pendekatan DOQIT (Doctor’s Office Quality-Information Technology) di RS Haji Surabaya. Penelitian ini dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diperoleh informasi bahwa pada aspek sumber daya manusia, budaya kerja organisasi, tata kelola kepemimpinan, dan infrastruktur secara keseluruhan memiliki kategori sangat siap.Kata Kunci : Kesiapan, Rekam Medis Elektronik,  DOQIT
Hubungan Literasi Penggunaan Internet dengan Minat Pasien terhadap Pendaftaran Online di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang Najihah Rosalina; Kuncoro Mubyarto; Enny Rachmani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.294

Abstract

Kesehatan merupakan aset yang penting bagi setiap individu, akses informasi kesehatan melalui media internet dapat dilakukan hanya dengan genggaman tangan. Berdasarkan survei awal November 2017 di Kota Semarang sedikitnya hanya empat puskesmas yang ditunjuk untuk menerapkan pendaftaran online dan Puskesmas Kedungmundu tidak termasuk didalamnya. Puskesmas Kedungmundu masih menggunakan sistem pendaftaran secara manual sehingga pasien harus menunggu antrian cukup lama. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif dilakukan dengan metode survey analitik. Dalam kegiatan observasi,  peneliti  menggunakan kuesioner modifikasi dari CEW (computer-email-web) sebagai instrumen penelitian. Dan objek dari penelitian ini adalah pasien yang mendaftar di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien memiliki mobilephone (92%) dengan (79%) tersambung internet dan yang memiliki computer (52%) dengan hanya (43%) yang tersambung internet. Minat pasien terhadap pendaftaran online sudah cukup tinggi (72%). Namun, tingkat literasi pasien masih pada taraf medium (45%) dan perilaku pasien dalam penggunaan internet belum dapat menunjang penggunaan internet. Paling banyak (19%) pasien hanya mengakses internet browser 0-1jam/minggu. Puskesmas harus melakukan sosialisasi guna meningkatkan pemahaman pasien terhadap komputer dan internet.  
Studi Kasus Penggunaan SIJARI EMAS oleh Bidan dalam Rujukan Kegawatdaruratan Obstetrik Shofya Indraguna; Hari Kusnanto; Cahyono Hadi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.281

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi isu strategis baik global maupun daerah. Salah satu proram untuk mengatasinya adalah dengan efisiensi rujukan yang dikemas dalam program SIJARI EMAS (Sistem Jejaring Informasi Rujukan Maternal and Neonatal Survival). Kabupaten Banyumas telah melaksanakan program SIJARI EMAS di setiap wilayah kerja Puskesmasnya, tetapi AKI masih tinggi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pelaksanaan SIJARI EMAS dalam rangka menurunkan AKI berdasarkan penerimaan teknologi oleh bidan dalam pelaksanaan rujukan kegawatdaruratan obstetrik. Metode dalam penelitian menggunakan kualitatif studi kasus deskriptif dengan embbaded single case design. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur dan studi dokumen terkait. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas. Informan utama adalah bidan koordinator Puskesmas, triangulasi dilakukan kepada kepala Puskesmas, operator SIJARI EMAS di Dinas Kesehatan dan operator rumah sakit. Hasil menunjukan, SIJARI EMAS bermanfaat dalam menambah produktifitas bidan terutama dalam dokumentasi data. Bidan merasa SIJARI EMAS tidak mempercepat proses rujukan karena terkadang jawaban rumah sakit terlalu lama, sehingga bidan menggunakan alternatif berupa telfon dan grup WhatsApp untuk mengkonfirmasi ke pihak rumah sakit. SIJARI EMAS dinilai mudah untuk dipelajari, mudah untuk dikontrol, dapat digunakan dalam situasi dan kondisi apapun, serta dapat menambah keterampilan bidan. Namun, respond time pihak rumah sakit dinilai terlalu lama dan terkadang terdapat kesalahan informasi.
Determinan Pemanfaatan Aplikasi Si-Cantik Sebagai Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sidoarjo Umi Khoirun Nisak; Septi Budi Sartika; Cholifah Cholifah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.298

Abstract

Sidoarjo masih termasuk dalam 5 kota teratas dengan angka kematian ibu tertinggi di Jawa Timur, walaupun sudah ada penurunan kasus kematian tahun 2017 ke tahun 2018 dari 30 menjadi 23 kasus  (Laporan Kesehatan Ibu Provinsi Jawa Timur, 2018). Dinas Kesehatan Sidoarjo melaporkan bahwa 40% kematian ibu disebabkan oleh perdarahan dan 33% oleh pre / eklampsia. Faktor-faktor ini dapat dicegah dengan deteksi dini selama perawatan antenatal dan intrapartum dan rujukan pada waktu yang tepat. Deteksi dini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pemanfaatan Aplikasi Si Cantik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor yang berpengaruh pada pemanfaatan aplikasi melalui persepsi dukungan organisasi dan niat perilaku dengan teori TAM. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah subjek penelitian adalah 75 bidan di Puskesmas di Sidoarjo yang dipilih secara acak dengan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis dengan Regresi. Hasil penelitian ini adalah variabel keyakinan (0.006), inovasi teknologi (0.000) dukungan organisasi (0.000), persepsi kemudahan (0.000) dan persepsi kegunaan (0.000), memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat untuk menggunakan Aplikasi Si Cantik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah karakteristik pribadi, persepsi dukungan organisasi, kemudahan dalam menggunakan aplikasi merupakan faktor penentu keberhasilan pemanfaatan Sistem Informasi Cegah Kematian Ibu dan Anak Sidoarjo (Si Cantik).
Pengembangan Sistem Informasi Pendaftaran Dan Pelayanan Pasien Rawat Jalan Berbasis Web Di Puskesmas Padangan Kabupaten Bojonegoro Tegar Wahyu Yudha Pratama
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.291

Abstract

Puskesmas padangan memiliki jumlah kunjungan 80 sampai 100 pasien  rawat jalan per harinya. Sistem pendaftaran dan pelayanan di poliklinik masih menggunakan sistem manual. Sehingga dalam pendaftaran pasien dan ketika petugas membutuhkan informasi data pasien ataupun laporan kunjungan pasien membutuhkan waktu yang lama. Maka dari itu, Perlu adanya sistem informasi yang dapat membantu petugas dalam mempercepat pelayanan kepada pasien. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini yaitu System Development Life Cycle. Populasi dan Sample dalam penelitian ada 6 orang yang akan dilakukan wawancara, dengan munggunakan total sampling. Hasil penelitian ini adalah aplikasi sistem informasi pendaftaran dan pelayanan poliklinik pasien rawat jalan di puskesmas padangan yang terdiri dari fitur diantaranya tampilan form login, form menu utama, form user, form poliklinik, form pasien, form kunjungan pasien, form dokter, form periksa pasien dan form laporan kunjungan pasien.
Analisis Sistem Penyelenggaraan Rekam Medis di Unit Rekam Medis Puskesmas Kota Wilayah Utara Kota Kediri Hikmawan Suryanto
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.267

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan pratama yang keberadaannya cukup vital. Puskesmas merupakan tonggak utama pelayanan kesehatan di Indonesia yang lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. Rekam medis merupakan salah satu unit di puskesmas yang keberadaannya cukup penting. Setiap pelayanan yang diberikan puskesmas, wajib dibuat suatu berkas rekam medis. Rekam medis berisi catatan data pasien yang bernilai hukum dan dapat berpengaruh terhadap mutu pelayanan kesehatan. Puskesmas Kota Wilayah Utara memiliki 5 orang petugas rekam medis. Petugas rekam medis yang memiliki latar belakang rekam medis hanya 1 orang. Petugas di TPP terkadang tidak menyampaikan hak dan kewajiban pasien. Padahal, informasi tersebut penting bagi pasien. Hasil dari penelitian ini adalah sistem penyelenggaraan rekam medis telah dilakukan secara berurutan dan sistematis, namun terdapat beberapa hal dalam penyelenggaraan rekam medis yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur puskesmas, regulasi, dan teori. Petugas rekam medis belum memiliki uraian tugas yang jelas sehingga merangkap tugas. Desain formulir sudah sesuai dengan teori. Terdapat ketidaklengkapan rekam medis seperti pengisian diagnosa, kode diagnose, dan paraf dokter. Saran yang dapat diberikan adalah dalam pengkodean diagnosa penyakit, sebaiknya dilakukan dengan membuka buku ICD-10 agar kode diagnosa pasien menjadi akurat.
Pengaruh Perceived Ease Of Use Terhadap Perceived Usefulness Pengguna SIM RS di RSUD Provinsi NTB Reni Chairunnisah; Noor Alamsyah; Helmina Andriani; Syamsuriansyah Syamsuriansyah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.325

Abstract

SIMRS adalah suatu sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan Rumah Sakit dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat, dan merupakan bagian dari Sistem Informasi Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived ease of use terhadap perceived usefulness pengguna Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai RSUD Provinsi NTB pengguna SIMRS yang bekerja pada bagian front office yang berjumlah 104 orang dan berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel sejumlah 51 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportional random sampling. Hasil penelitian menggambarkan bahwa perceived ease of use berpengaruh secara signifikan terhadap perceived usefulness dengan nilai signifikansi 0,000.
Analisis Perbedaan Tarif Riil Rumah Sakit dengan Tarif Ina-CBG’s Berdasarkan Kelengkapan Medis Pasien Rawat Inap pada Kasus Persalinan Sectio Caesarea guna Pengendalian Biaya Rumah Sakit TNI AU Dr. M. Salamun Bandung Rizqy Dimas Monica; Fathia Mawar Firdaus; Intan Puji Lestari; Yesti Suryati; Dini Rohmayani; Ayu Hendrati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.289

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan penulis di Instalasi Rekam Medis RS AU TNI Dr. M. Salamun Bandung, ditemukan perbedaan tarif riil rumah sakit dan tarif INA-CBG’s yang dilihat dari software INA-CBG’s terhitung dari bulan Januari sampai dengan Desember Tahun 2019 memiliki perbedaan tarif yang signifikan sehingga dapat menyebabkan kerugian pada pihak rumah sakit.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan tabel pengolah data, pedoman wawancara, dan alat tulis.Hasil penelitian dari 77 pasien rawat inap pada kasus persalinan sectio caesarea yang diteliti penulis menemukan 4 pasien (5,20%) yang tarif INA-CBG’s melebihi tarif riil rumah sakit, dan 73 pasien (94,80%) yang tarif INA-CBG’s kurang dari tarif riil rumah sakit. Hal ini menunjukan bahwa selisih antara tarif riil rumah sakit dengan tarif INA-CBG’s tidak sedikit sehingga dapat merugikan bagi rumah sakit, maka rumah sakit harus melakukan pengendalian biaya dengan menerapkan standarisasi pelayanan agar biaya rumah sakit menjadi efisien dan mengurangi variasi dalam pelayanan sehingga biaya lebih mudah di prediksi serta pelayanan lebih terstandarisasi. Kesimpulan dan saran yang diberikan sebaiknya upaya pengendalian biaya dengan menerapkan standarisasi pelayanan dan melakukan evaluasi bulanan dengan pihak terkait baik dokter yang memberikan pelayanan atau seluruh PPA (Profesional Pemberi Asuhan) terhadap pasien rawat inap kasus persalinan sectio caesarea serta reward dan punishment terhadap pelaksanaan standarisasi pelayanan. Kata Kunci : Tarif riil rumah sakit, tarif INA-CBG’s, Persalinan, Sectio CaesareaKepustakaan: 56, 2004-2020
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Telemedicine (Systematic Review) Agus Riyanto
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i2.337

Abstract

Latar belakang : Salah satu pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam bidang kesehatan adalah Telemedicine. Telemedicine telah diterapkan diberbagai negara didunia, dalam penyelenggaraannya banyak faktor yang mempengaruhi telemedicine. Mengingat pentingnya  teknologi informasi dan komunikasi pada saat ini dan potensi pengembangannya khususnya untuk pencegahan penyebaran COVID-19, maka penulis ingin mengetahui faktor yang mempengaruhi pelaksanaan telemedicine.Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan telemedicine.Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah systematic review dengan melihat secara sismatis jurnal dan artikel, pada penelitian ini didapatkan pada 136 artikel dan jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 18 artikel. Hasil dan Pembahasan : Faktor-faktor yang mempengaruhi telemedicine dijabarkan kedalam 4 faktor yaitu yaitu aturan dan peraturan organisasi, faktor keuangan, infrastruktur teknologi, dan adanya pandemic covid-19 yang menyebabkan adanya pembatasan berpergian. Aturan dan peraturan organisasi telemedicine menjadikan perkembangan yang pesat dari telemedicine yang menyebabkan peningkatan kunjungan dan penggunaan telemedicine. Faktor keuangan berpengaruh pada telemedicine karena dengan adanya telemedicine alokasi anggaran keuangan dari pasien untuk pengobatan dinilai dapat berkurang karena penggunaan telemedicine dapat menghemat biaya dari segi perjalanan dan waktu. Faktor infrastruktur dan teknologi diperlukan dalam telemedicine untuk mendukung kelancaran pelaksaan telemedicine dan dapat mendukung kepuasan dari para pengguna telemedicine. Faktor Pandemi Covid-19 dalam telemedicine berkaitan dengan adanya peralihan metode pengobatan kepada metode telemedicine oleh penyelenggara pelayanan kesehatan dan pasien selama masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan untuk menjaga jarak social.
Analisis Pengodean Penyakit Berdasarkan ICD-10 Di Rumah Sakit TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang Aprilia Putri; Dewi Oktavia; Nila Mayasari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i2.242

Abstract

Rekam medis merupakan sumber informasi kesehatan pasien yang dikelola oleh praktisi informasi kesehatan. Informasi yang terdapat dalam rekam medis diolah untuk statistik asuhan kesehatan. Pengodean adalah pengklasifikasian data dan pemberian angka, huruf dan simbol (alfa numerik) untuk mewakili penyakit, prosedur dan bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan asuhan. Pengodean menguraikan penyakit, prosedur, layanan, operasi, cidera dan alasan kunjungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran pengodean berdasarkan ICD-10 di Rumah Sakit TK. III dr. Reksodiwiryo Padang periode 15 Januari – 31 Januari 2018, dengan 288 pasien pulang dan jumlah tempat tidur 188 unit. Data tersebut kemudian diolah  dengan menggunakan komputer melalui Microsoft Excel. Berdasarkan ICD–10 penyakit terbanyak adalah Bronchopneumonia, unspecified dengan kode J18.0. Berdasarkan distribusi frekuensi Bab pada ICD-10, diagnosis terbanyak adalah Bab I dengan Sub Bab Certain Infection and paratic disease dengan jumlah persentase 19,10%. Pengelompokan prosedur berdasarkan diagnosis terbanyak adalah Appendectomy dengan kode 47.09. Diagnosis terbanyak menurut kode DTD adalah kode DTD 169 dengan diagnosis Pneumonia.  Kata kunci : Rekam Medis, Statistik, ICD-10