cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PERAN GURU DALAM MENSTIMULUS KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI MELALUI APLIKASI WHATSAPP Andini Febriyanti; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i2.16259

Abstract

Peran seorang guru sangat penting dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini di taman kanak- kanak dalam menstimulus semua kecerdasan dan perkembangan pada anak usia dini, salah sat- unya yaitu kecerdasan Interpersonal. Kecerdasan interpersonal yaitu kecerdasan yang bisa berkomunikasi dengan orang lain atau mempunyai komunikasi yang baik dengan orang yang dikenal atau baru dikenal. Pada pembelajaran saat ini untuk menstimulus kecerdasan interper- sonal maka guru menciptakan pembelajaran yang menyenangkan menggunakan aplikasi What’s App. Setiap pembelajaran anak-anak selalu menggunakan Aplikasi What’s App untuk berinter- aksi dengan anak dengan cara merekam video yang anak lakukan. Metode penelitian menggu- nakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawan- cara, obervasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data kualititatif. Penelitian ini dilakukan di TK Permata Ibu dengan tujuan untuk menstimulus kecerdasan interpersonal melalui aplikasi What’s App pada anak usia dini. Hasil dalam penelitian ini menujukkan kema- juan yang baik pada anak, yaitu anak menjadi senang berkomunikasi dengan direkam video dibantu oleh orang tua. Pada saat peneliti melakukan observasi guru selalu memberikan intruksi melalui aplikasi What’s App, karena aplikasi ini menjadi salah satu aplikasi yang mudah digu- nakan oleh orang tua sehingga pembelajaran berjalan lancar. Maka peran guru dalam menggu- nakan aplikasi What’s App sangat berhasil dalam menstimulus kecerdasan interpersonal anak usia dini. The role of a teacher is very important in early childhood learning activities in kindergarten in stimulating all intelligence and development in early childhood, one of which is Interpersonal intelligence. Interpersonal intelligence is intelligence that can communicate with other people or have good communication with people who are known or newly known. In current learning to stimulate interpersonal intelligence, the teacher creates fun learning using the What's App appli- cation. Every learning children always use the What's App application to interact with children by recording videos that children do. The research method uses descriptive qualitative. Data collection techniques in this study used interviews, observations, and documentation. This study uses qualitative data analysis. This research was conducted at Permata Ibu Kindergarten to stimulate interpersonal intelligence through the What's App application in early childhood. The results of this study showed good progress in children, namely children became happy to com- municate with recorded videos assisted by parents. When researchers make observations, the teacher always gives instructions through the What's App application, because this application is one application that is easy to use by parents so that learning runs smoothly. So the role of the teacher in using the What's App application is very successful in stimulating early childhood interpersonal intelligence.
MODUL SEBAGAI METODE PENGAJARAN DALAM MENINGKATAN KEMANDIRIAN ANAK KELOMPOK B PADA PEMBELAJARAN DARING Erni Erni; Anita Rakhman
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i2.16358

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta di lapangan bahwa dalam meningkatkan kemadirian anak kelompok B di Pos Paud Izhar masih rendah, dikarenakan pembelajaran masih menggunakan metode klasik sehingga anak cepat bosan dalam pembelajaran. Dalam meningkatkan kemandirian anak pada pembelajaran daring diperlukan metode yang menarik salah satunya dengan modul. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan peningkatan kemandirian anak kelompok B dengan modul pada pembelajaran daring. Deskriptif kualitatif merupakan metode yang dipilih dalam penelitian ini. Melalui observasi, wawancara dan dokumentasi peneliti lakukan dalam pengumpulan data. 9 Anak dari kelompok B di Pos PAUD Izhar yang menjadi subjek penelitian. Analisis data yang digunakan penulis yaitu reduksi data, display data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui modul pada pembelajaran daring bisa mengembangkan kemandirian pada anak dengan perencanaan yang baik sesuai skenario pembelajaran, sehingga anak mampu mengerjakan modul dengan baik, respon anak terlihat merasa senang, gembira serta antusias dalam pembelajaran karena didukung metode yang menarik.This research is motivated by the facts in the field that in increasing the independence of group B children at the Izhar Early Childhood Post it is still low because learning still uses classical methods so children get bored quickly in learning. In increasing children's independence in on- line learning, an interesting method is needed, one of which is with modules. This study aims to describe the increased independence of group B children with modules on online learning. Qualitative descriptive is the method chosen in this study. Through observation, interviews, and documentation researchers in data collection. 9 children from group B at the Izhar PAUD Post became the research subjects. Data analysis used by the author is data reduction, data display, and conclusions. The results of this study indicate that online learning modules can develop independence in children with good planning according to learning scenarios, so that children are able to work on modules well, the child's response looks happy, excited, and enthusiastic in learning because it is supported by interesting methods.
MENINGKATKAN LITERASI SAINS ANAK USIA DINI MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN DARING Triana Octaviani; Sri Nurhayati; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i2.17180

Abstract

Literasi sains adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan ilmiah yang dapat menyelidiki berbagai pertanyaan dari informasi pengetahuan yang baru dan dapat menjelaskan permasalahan-permasalahan dari lingkungan sekitar serta memahami karakteristik pada pembelajaran sains dan dapat mengambil kesimpulan dar berbagai fakta yang ada. Adanya Pandemi Covid-19 yang saat ini sudah mewabah hingga ke Indonesia dengan tingkat penyebaran yang cepat. Maka pemerin- tah Indonesia memberlakukan kebijakan pembatasan mobilitas, sehingga kegiatan belajar dilakukan dengan sistem online learning atau sistem pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi meningkatkan literasi sains anak usia dini melalui pembelajaran daring dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan data yang dihasilkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang didapatkan dianalisis dengan cara reduksi data, display data dan penarikan kes- impulan. Subjek penelitian yaitu dengan jumlah peserta didik di TK gelatik berjumlah 21 anak terdiri dari 6 anak pada kelompok A dan 15 anak pada kelompok B. Dengan demikian dapat disimpulakan bahwa pengimplementasian metode eksperimen dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi sains anak usia memiliki pengaruh yang sangat baik. Dapat dilihat dari anak telah memenuhi aspek-aspek dalam literasi sains yang diharapkan, anak memenuhi tujuan dari penerapan metode eksperimen dalam kegiatan pembelajaran, dan peng- gunaan metode eksperimen memberikan hasil yang baik dalam upaya meningkatkan literasi sains pada anak usia dini.Science literacy is knowledge and scientific skills that can investigate various questions from new knowledge information and can explain problems from the surrounding environment and understand the characteristics of science learning and can draw conclusions from various existing facts. The existence of Covid-19 Pandemic has now spread to Indonesia at a rapid spread rate. So the Indonesian government imposes a mobility restriction policy so that learning activi- ties are carried out with an online learning system or distance learning system. This study aims to describe the implementation of improving early childhood science literacy through online learning with experimental methods. This research was conducted using the descriptive qualitative method with data generated through observation, interviews, and documentation. The data obtained were analyzed by data reduction, data display, and conclusion drawing. The subject of the research is the number of students in Gelatik kindergarten totaling 21 children consisting of 6 children in group A and 15 children in group B. Thus it can be concluded that the implementa- tion of experimental methods in learning activities to improve children's science literacy skills has a very good influence. It can be seen from the child has fulfilled the aspects of science literacy that are expected, the child fulfills the purpose of applying experimental methods in learning activities, and the use of experimental methods provides good results in an effort to increase science literacy in early childhood.
ANALISIS PERAN IBU DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH ANAK DALAM BUKU CERITA “WILLA & REMPAH KESAYANGAN IBU” Nida Nur Fadillah; Yeni Rachmawati
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17035

Abstract

Anak usia dini perlu diposisikan sebagai individu dengan diberikan kepercayaan untuk mengatasi masalahnya. Kehidupan anak tidak akan selalu dapat bergantung dengan orang terdekat sehingga penting untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah sejak dini. Adapun ibu merupakan sosok yang memiliki waktu paling banyak saat anak berada pada masa golden age. Ibu perlu memberikan stimulasi agar anak dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian peran ibu dan pemecahan masalah anak dalam buku cerita “Willa & Rempah Kesayangan Ibu”. Isi dalam sebuah buku dapat menjadi contoh dalam kehidupan sehingga penting untuk ditelaah mengenai kesesuaiannya dengan teori-teori yang berlaku. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain penelitian analisis isi. Objek dalam penelitian ini, yaitu alur cerita dalam buku cerita anak “Willa & Rempah Kesayangan Ibu” yang berisikan peran ibu dan kemampuan pemecahan masalah anak. Hal ini ditelaah melalui teks dan ilustrasi pada cerita tersebut sehingga teknik pengumpulan data berupa studi dokumentasi. Analisis data menggunakan cara Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkap bahwa peran ibu terlihat dari stimulasi yang diberikan pada anak dengan memberikan komunikasi yang memuat asas kepercayaan dan keterbukaan, sedia mengajak anak bermain, dan memberikan kebebasan pada anak untuk mengek- splorasi. Kemampuan pemecahan masalah anak diperlihatkan dengan sembilan tahapan yang dilalui, yakni pengamatan, klasifikasi, membandingkan, mengukur, mengomunikasikan, eksperimen, menghubungkan, mengambil simpulan serta menerapkan informasi. Kemampuan pemecahan masalah anak tersebut berkembang tidak lepas dari stimulasi yang telah ibu berikan.Early childhood needs to be positioned as individuals who are given the trust to solve their problems. Children's lives will not always be able to depend on the people closest to them, so it is important to have problem-solving skills from an early age. The mother is the figure who has the most time when the child is in the golden age. Mothers need to provide stimulation so that children can develop problem solving skills. This study aims to describe the suitability of the mother's role and problem-solving abilities of children in the storybook "Willa & Rempah Kesayangan Ibu". Examining a book's content's compatibility with the prevailing theory is crucial since the material in a book might serve as an example in real life. The method in this study uses a qualitative research design with content analysis. The objects in this study, namely the storyline in the children's storybook "Willa & Rempah Kesayangan Ibu" which contains the mother's role and children's problem-solving abilities. This is examined through the text and illustrations in the story so that the data collection technique is in the form of a documentation study. Data analysis uses the Miles and Huberman method. According to the study's findings, mothers play an important role in stimulating their children by establishing open and honest lines of communication, being willing to ask them to play, and allowing them the opportunity to explore on their own. The nine steps that youngsters go through, including seeing, classifying, comparing, measuring, communicating, experimenting, linking, making conclusions, and apply- ing information, demonstrate their ability to solve issues. The child's problem-solving ability develops can not be separated from the stimulation that the mother has given.
MEDIA PEMBELAJARAN BALOK: UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI BENTUK GEOMETRI PADA ANAK KELOMPOK B Siti Aminah; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.15084

Abstract

The purpose of this study was to describe scenarios and implementation, teacher and child responses as well as the obstacles faced during the application of educators' efforts to improve cognitive abilities through geometric shapes using block media in group B children. Qualitative descriptive is a method that researchers use, to process data, researchers conduct data analysis which is carried out continuously since data collection. In a series of data analyses, reducing data, displaying data, and drawing conclusions are the steps carried out by researchers. Observations, interviews, and documentation studies are the data collection tools. The research subjects were 1 teacher, a principal as an informant, and 14 children in group B at TKQ Al Ikhlas Cirejag, Karawang Regency. The results of this study show that the teacher guides and teaches repeatedly until the results of the achievement level of children's cognitive development through geometric shapes develop very well and increase in these activities, of the 14 children studied, 13 experienced very good development (BSB) in four indicators studied, while 1 child showed the results of the achievement of developing according to expectations (BSH). This proves that there is a positive response from teachers and children to these learning activities. The obstacles faced when implementing the learning were the limited number of blocks that made the children fight with each other, while the difficulties that arise from the children are the presence of children who are too active in the class and often disturb their friends to disrupt the learning process.Tujuan dari penelitian ini adalah  untukmendeskripsikan skenario dan implementasi, respon guru dan anak serta kendala-kendala yang dihadapi pada saat penerapan terhadap upaya pendidik dalam meningkatan kemampuan kognitif melalui bentuk geometri dengan menggunakan media balok pada anak kelompok B . Deskriptif kualitatif merupakan metode yang peneliti gunakan, untuk mengolah data peneliti melakukana analisis data yang  dilakukan secara terus menerus sejak pengumpulan data. Dalam rangkaian analisis data mereduksi data, display data dan menarik kesimpulan adalah tahapan yang dilakukan peneliti. Observasi, wawancara dan studi dokumentasi merupakan alat pengumpulan datanya. Subjek penelitiannya adalah 1 guru, seorang kepala sekolah sebagai informan dan 14 anak kelompok B di TKQ Al Ikhlas Cirejag Kabupaten Karawang.  Hasil dari penelitian ini memperlihatkan guru membimbing dan mengajarkan secara berualang-ulang hingga diperoleh hasil tingkat pencapaian perkembangan kognitif anak melalui bentuk geometri tersebut berkembang sangat baik  dan meningkat dalam kegiatan tersebut, dari 14 anak yang diteliti, 13 mengalami perkembangan sangat baik (BSB) dalam empat indikator yang diteliti, sedangkan 1 anak menunjukan hasil pencapaian berkembang sesuai harapan (BSH). Hal ini membuktikan adanya respon positif dari guru dan anak dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Kendala-kendala yang dihadapi saat mengimplementasikan pembelajaran tersebut adalah keterbatasan jumlah balok yang ada sehingga menjadikan anak saling berebut,sedangkan kesulitan yang timbul dari anak adalah terdapatnya anak yang terlalu aktif dalam kelas yang sering mengganggu teman-temannya sehingga menjadikan terganggunya proses pembelajaran.
APLIKASI QUIZIZZ SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK USIA 5-6 TAHUN Vina Alpiyyah A'dawiyah; Sharina Munggaring Westhisi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17645

Abstract

Masa pandemi ini banyak yang mengalami kerugian besar salah satunya ialah dalam dunia pendidikan, pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara online dikarenakan wabah virus yang masih belum hilang. Namun, dalam pelaksanaan pembelajaran online mengalami penurunan dalam minat belajar anak, maka dari itu guru dituntut untuk menciptakan media pembelajaran dengan teknologi modern dan menarik untuk meningkatkan minat belajar anak.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan minat belajar anak usia 5-6 tahun melalui aplikasi Quizizz sebagai salah satu media pembelajaran dengan teknologi modern dan menarik saat kegiatan pembelajaran online. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini melibatkan 10 anak usia 5-6 tahun dan orang tua. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data deskriptif melalui reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa Implementasi aplikasi Quizizz untuk meningkatkan minat belajar kepada anak usia 5-6 tahun dapat meningkatkan minat belajar anak. Sehingga dapat disimpulkan minat belajar melalui aplikasi Quizizz dapat dikatakan meningkat. Hal ini meny- atakan bahwa implementasi aplikasi Quizizz dapat meningkatkan indikator-indikator minat bela- jar anak dengan melihat kehadiran anak yang meningkat dari 50% sebelum menggunakan menjadi 90% setelah menggunakan aplikasi Quizizz dalam kegiatan pembelajaran online di rumah.During this pandemic period, many people experienced big losses, one of which was in the world of education, the implementation of learning was carried out online due to the virus outbreak that had not yet disappeared. However, in the implementation of online learning, there is a decrease in children's interest in learning, therefore teachers are required to create learning me- dia with modern and interesting technology to increase children's interest in learning. One of the learning media with modern and interesting technology during online learning activities. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The subjects in this study involved 10 children aged 5-6 years and their parents. Data collection techniques in this study used observation, interviews, and documentation. Descriptive data analysis through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results of the data analysis shows that the application of the Quizizz application to increase learning interest in children aged 5-6 years can increase children's interest in learning. So it can be concluded that interest in learning through the Quizizz application can be said to increase. This states that the application of the Quizizz application can increase the indicators of children's learning interest by seeing an increase in children's attendance from 50% before using it to 90% after using the Quizizz application in online learning activities at home.
STRATEGI STIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA TRAVEL PLAYMAT Umi Sumiati; Ifat Fatimah Zahro; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17033

Abstract

Perkembangan motorik kasar anak berpengaruh terhadap perkembangan anak selanjutnya. Kurangnya ketertarikan anak untuk melakukan gerakan motorik kasar, membuat anak melakukan gerakan sendiri yang tidak terarah dan memilih untuk diam, karena kurangnya strategi pendidik dalam menstimulusi perkembangan motorik kasar anak. Maka peneliti menerapkan media travel playmat untuk membantu menstimulus perkembangan motorik kasar anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru dalam menstimulasi perkembangan motorik kasar anak usia dini berikut faktor penghambat dan pendukungnya melalui travel playmat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melibatkan 3 orang guru, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumen analisis. Data di analisis secara kualitatif dengan menggunakan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam travel playmat terdapat gerakan: engklek,lompat zig-zag, berjinjit dan lompat kodok. Hasil akhir dari penelitian bahwa 16 dari 17 anak telah berkembang sangat baik. Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa travel playmat dapat dijadikan sebagai media yang dapat membantu strategi untuk menstimulasi motorik kasar anak usia dini.Children's gross motor development affects the next child's development. Lack of interest in children to perform gross motor movements, making children do their movements that are not directed and choose to be silent, because of the lack of educator strategies in stimulating children's gross motor development. So the researchers applied travel playmat to help stimulate children's gross motor development. The purpose of this study was to determine the teacher's strategy in stimulating the gross motor development of early childhood along with the inhibiting and supporting factors through travel playmat. This research method uses a qualitative descriptive approach involving 3 teachers, and data collection techniques through observation, interviews, and document analysis. The data were analyzed qualitatively by using data reduction, data presentation, and concluding. The results showed that in the travel playmat, there were movements: ankle, zig-zag jump, tiptoe, forward jump, left sideways, and frog jump. The final result of the study was that 16 out of 17 children had developed very well. And it can be concluded that a travel playmat can be used as a medium that can help strategies stimulate gross motor skills in early childhood.
MEDIA PEMBELAJARAN BALOK: UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI BENTUK GEOMETRI PADA ANAK KELOMPOK B Siti Aminah; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.15084

Abstract

The purpose of this study was to describe scenarios and implementation, teacher and child responses as well as the obstacles faced during the application of educators' efforts to improve cognitive abilities through geometric shapes using block media in group B children. Qualitative descriptive is a method that researchers use, to process data, researchers conduct data analysis which is carried out continuously since data collection. In a series of data analyses, reducing data, displaying data, and drawing conclusions are the steps carried out by researchers. Observations, interviews, and documentation studies are the data collection tools. The research subjects were 1 teacher, a principal as an informant, and 14 children in group B at TKQ Al Ikhlas Cirejag, Karawang Regency. The results of this study show that the teacher guides and teaches repeatedly until the results of the achievement level of children's cognitive development through geometric shapes develop very well and increase in these activities, of the 14 children studied, 13 experienced very good development (BSB) in four indicators studied, while 1 child showed the results of the achievement of developing according to expectations (BSH). This proves that there is a positive response from teachers and children to these learning activities. The obstacles faced when implementing the learning were the limited number of blocks that made the children fight with each other, while the difficulties that arise from the children are the presence of children who are too active in the class and often disturb their friends to disrupt the learning process.Tujuan dari penelitian ini adalah  untukmendeskripsikan skenario dan implementasi, respon guru dan anak serta kendala-kendala yang dihadapi pada saat penerapan terhadap upaya pendidik dalam meningkatan kemampuan kognitif melalui bentuk geometri dengan menggunakan media balok pada anak kelompok B . Deskriptif kualitatif merupakan metode yang peneliti gunakan, untuk mengolah data peneliti melakukana analisis data yang  dilakukan secara terus menerus sejak pengumpulan data. Dalam rangkaian analisis data mereduksi data, display data dan menarik kesimpulan adalah tahapan yang dilakukan peneliti. Observasi, wawancara dan studi dokumentasi merupakan alat pengumpulan datanya. Subjek penelitiannya adalah 1 guru, seorang kepala sekolah sebagai informan dan 14 anak kelompok B di TKQ Al Ikhlas Cirejag Kabupaten Karawang.  Hasil dari penelitian ini memperlihatkan guru membimbing dan mengajarkan secara berualang-ulang hingga diperoleh hasil tingkat pencapaian perkembangan kognitif anak melalui bentuk geometri tersebut berkembang sangat baik  dan meningkat dalam kegiatan tersebut, dari 14 anak yang diteliti, 13 mengalami perkembangan sangat baik (BSB) dalam empat indikator yang diteliti, sedangkan 1 anak menunjukan hasil pencapaian berkembang sesuai harapan (BSH). Hal ini membuktikan adanya respon positif dari guru dan anak dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Kendala-kendala yang dihadapi saat mengimplementasikan pembelajaran tersebut adalah keterbatasan jumlah balok yang ada sehingga menjadikan anak saling berebut,sedangkan kesulitan yang timbul dari anak adalah terdapatnya anak yang terlalu aktif dalam kelas yang sering mengganggu teman-temannya sehingga menjadikan terganggunya proses pembelajaran.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK KELOMPOK B MENGGUNAKAN STICK ANGKA DI MASA PEMBELAJARAN DARING Enur Nurningsih; Chandra Asri Windarsih; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran daring dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini menggunakan stick angka pada kelompok B. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di PAUD Mabdaul Balqis tahun ajaran 2020-2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini menggunakan stick angka, sehingga kemampuan berhitung anak dapat berkembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek anak kelompok B yang berjumlah 10 anak di PAUD Mabdaul Balqis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa setelah melakukan kegiatan pembelajaran berhitung menggunakan stick angka selama pembelajaran daring, kemampuan berhitung anak semakin berkembang. Selama masa pandemi, pembelajaran daring dengan memanfaatkan media stick angka mampu menstimulasi kemampuan berhitung anak semakin meningkat dengan baik. Adapun dampak yang di alami anak selama pembelajaran daring selama kegiatan belajar berhitung menggunakan stick angka, anak menjadi berkembang kemampuannya dari belum berkembang (BB) berubah menjadi berkembang sesuai harapan (BSB).This study aims to describe online learning in improving early childhood numeracy skills using number sticks in group B. The location of this research was carried out in PAUD Mabdaul Balqis in the 2020-2021 academic year. The purpose of this research is to improve the numeracy skills of young children using a number stick using number stick. So that children’s numeracy skills increase. The method used in this study uses a qualitative descriptive method with the research subjects being group B children, totaling 10 children in PAUD Mabdaul Balqis. Data collection techniques used in this research are observation, interviews, and documentation. The data analysis used in this research is data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of this study indicate that after carrying out numeracy learning activities using number sticks during online learning, children’s numeracy skills are growing. During the pandemic, online learning by using number stick media can stimulate children’s numeracy skills to improve well. As for the impact experienced by children during online learning activities to count using number sticks, children develop their abilities from undeveloped to developing as expected.
KAJIAN PENDEKATAN REGGIO EMILIA DALAM MEMBANGUN KOMPETENSI SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA DINI Santi Nisfi Anggraeni; Aan Listiana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17710

Abstract

Kompetensi sosial-emosional merupakan aspek penting yang perlu dikembangkan guna menunjang kualitas kehidupan bersosial. Dalam prosesnya, pendekatan pembelajaran menjadi faktor penentu keberhasilan pengembangan kompetensi belajar. Salah satu pendekatan pembelajaran yang memiliki fokus terhadap pengembangan sosial-emosional yaitu Reggio Emilia. Namun, perlu adanya penelaahan untuk memastikan efektivitas dari pendekatan Reggio Emilia dalam membangun kompetensi sosial-emosional, khususnya pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur yang ada mengenai implementasi pendekatan Reggio Emilia dalam membangun kompetensi sosial-emosional anak usia dini. Metode yang digunakan pada penulisan artikel ini adalah systematic review. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pencarian secara terstruktur dan komprehensif pada database yang terpercaya. Analisis data dilakukan dengan menyeleksi literatur berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan cara melihat relevansi artikel dan data yang diinginkan, sehingga didapat 12 artikel yang dijadikan subjek penelitian. Hasil dari tinjauan literatur menunjukkan bahwa pendekatan Reggio Emilia dapat membantu membangun kompetensi sosial-emosional anak melalui berbagai aktivitas yang menekankan pada pengalaman nyata dan kreativitas anak. Selain itu, faktor keberhasilan dalam mengintegrasikan pendekatan Reggio Emilia dipengaruhi oleh pengelolaan lingkungan bermain, media dan metode pembelajaran, kompetensi guru, serta partisipasi orang tua.Social-emotional competence is an important aspect that needs to be developed to support the quality of social life. In the process, the learning approach becomes a determining factor for the success of developing learning competencies. One learning approach that has a focus on social- emotional development is Reggio Emilia. However, there needs to be a study to ensure the effectiveness of the Reggio Emilia approach in building social-emotional competence, especially in early childhood. This study aims to carry out a systematic review of the existing literature regarding the implementation of the Reggio Emilia approach in building social-emotional competence in early childhood. The method used in writing articles is a systematic review. Data collection techniques are carried out by searching in a structured and comprehensive manner in a trusted database. Data analysis was carried out by selecting literature based on inclusion and exclusion criteria, by looking at the relevance of the articles and the desired data, so that 12 articles were obtained as research subjects. The results of the literature review show that the Reggio Emilia approach can help build children's social-emotional competence through various activities that emphasize real experiences and children's creativity. In addition, the success fac- tor in integrating the Reggio Emilia approach is influenced by the management of the playing environment, learning media and methods, teacher competence, and parental participation.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue