cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
UPAYA MENINGKATKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BUSY BOARD Faujiyyah Hasanah; Sri Nurhayati; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.14586

Abstract

Efforts to Improve Fine Motor Children Aged 4-5 Years Through Busy Bord Learning Media. The background of this research is the lack of learning media at the time of learning activities. The purpose of this study was to find out how planning is done to improve the fine motor skills of children aged 4-5 years through busy board learning media.Seen from the learners who increasingly see the increase. The method used in this study is a qualitative descriptive method, with techniques of collecting observational data, interviews and documentation. The subjects of the study were 7 learners who had been advised by KOBER Mandiri teachers. Data analysis has included data reduction activities, data displays and conclusion withdrawals.The results of this study showed that learning activities using busy board learning media can improve the fine motor skills of children aged 4-5 years. Another result of this study is that learners can already do activities with indicators of knowing the limbs, functions and movements, using the limbs to improve the child's fine motor, and learners can already control hand movements using smooth muscles.Upaya Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Pembelajaran Busy Bord. Yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah kurangnya media pembelajaran pada saat kegiatan belajar berlangsung. Terlihat dari peserta didik yang semakin hari terlihat peningkatannya. Tujuan dari penelitian untuk mendeskripsikan hasil dari pelaksanaan pembelajaran dalam upaya meningkatkan motorik halus anak usia 4-5 tahun melalui media pembelajaranbusy board. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dari penelitian adalah 7 orang peserta didik yang telah disarankan oleh guru KOBER Mandiri. Analisis data telah meliputi aktivitas reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan belajar menggunakan media pembelajaran busy boarddapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Hasil lain dari penelitian ini adalah peserta didik sudah dapat melakukan aktivitas dengan indikator mengenal anggota tubuh, fungsi dan gerakannya, menggunakan anggota tubuh untuk meningkatkan motorik halus anak, serta peserta didik sudah dapat menggontrol gerakan tangan menggunakan otot halus.
PENERAPAN PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QUR’AN DALAM MENANAMKAN KARAKTER ISLAMI BAGI ANAK USIA DINI Reni Cahyani; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.12770

Abstract

The application of learning through the tahfidz qur’an method is a step in instilling  Islamic character values in children’s lives which are applied through the Tahfidz Al-Qur’an program at Tahfidz Pintar Kindergarten in Bandung City through memorization programs and Islamic stories. Various problems that occur in the environment as well as advances in technology today certainly encourage educational institutions to renew learning in maintaining children’s morals. The purpose of this study is to instill Islamic character values in early childhood where children can have good morals through the application of learning through the Tahfidz Al-Qur’an Learning method. The application of learning through the Tahfidz Al’Qur’an method uses descriptive qualitative research with data collection techniques used by researchers in this study, namely observation as the method, interviews, and documentation as support. This research was carried conducted in Group B with the number of research subjects 12 children and teachers at TK Tahfidz Pintar, Bandung City, where data analysis was carried out interactively and took place continuously at each stage of the study so that the learning carried out could shape the character of children better. The results of the study indicate that the application of Tahfidz Al-Qur’an learning can develop the Islamic character of children who are religious, independent, disciplined, and istiqomah.Penerapan pembelajaran melalui metode tahfidz qur’an ini merupakan langkah-langkah dalam menanamkan nilai karakter islami  dalam kehidupan anak-anak yang diterapkan melalui program Tahfidz Al-Qur’andi TK Tahfidz Pintar Kota Bandung melalui program hafalan dan cerita islami. Berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan serta majunya teknologi saat ini tentunya mendorong lembaga pendidikan untuk pembaharuan pembelajaran dalam menjaga akhlak anak. Tujuan penelitian ini untuk menanamkan  nilai karakter islami pada anak usia dini dimana anak dapat memiliki akhlak yang baik melalui penerapan metode pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Penerapan pembelajaraan melalui metode Tahfidz Qur’an ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu observasi sebagai metode pokok, wawancara, dan dokumentasi sebagai pendukung. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok B dengan jumlah subjek penelitian 12 anak dan guru di TK Tahfidz Pintar Kota Bandung, serta dimana analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus pada setiap tahap penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an  dapat membentuk karakter islami anak yang religius, mandiri, disiplin, dan istiqomah. 
DIKLAT BERJENJANG TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU PAUD PADA MASA PENDEMI COVID-19 Iin Zainidah; Chandra Asri Windarsih; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.14596

Abstract

Dalam masa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini telah menjadikan sebagian besar kegiatan yang selama ini lewat tatap muka, beralih pada kegiatan dalam jaringan. Termasuk pada kegiatan pembinaan dalam meningkatkan kompetensi guru tetap harus telaksana meski dalam keadaan masa pandemi. Diklat berjenjang adalah proses belajar singkat yang dapat mengembangkan keilmuan terutama dalam memberikan pemahaman persepsi para peserta, supaya lebih sesuai dengan kebutuhan para peserta di lapangan. Tantangan yang dirasakan pada penelitian ini adalah banyak kendala teknis saat pelaksanaan diklat tersebut. Rumusan masalah disiniadalah bagaimana diklat berjenjang dapat meningkatkan kompetensi profesionalisme guru PAUD pada masa Pandemi Covid-19?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kompetensi profesionalisme guru PAUD melalui diklat berjenjang.Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Observasi, wawancara dan dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang digunakan, sedangkan naratif merupakan teknis analisis data pada penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah dapat menunjukan bahwa diklat berjenjang melalui Daring mampu meningkatkan kompetensi profesionalisme guru menjadi lebih baik. Kesimpu- lannya adalah guru mampu menjadi sosok yang kompeten dan profesional melalui kegiatan diklat berjenjang ini.During the current Covid-19 pandemic, most of the activities that have been face-to-face so far have shifted to online activities. This includes coaching activities to improve teacher competence, which must still be carried out even in a pandemic. Tiered training is a learning process. the brief which can develop knowledge, especially in providing an understanding of the perceptions of the participants, so that it is more in line with the needs of the participants in the field. The challenge that was felt in this study was that there were many technical constraints during the implementation of the training. The problem formulation here is how tiered training can increase the competence of teacher professionalism PAUD during the Covid-19 Pandemic. The purpose of this study was to determine the increase in the professional competence of PAUD teachers through tiered training. The method used was descriptive with a qualitative approach. Observation, interviews, and documentation are the data collection techniques used, while the narrative is the technical data analysis in this study. The results of this study are can show that tiered education and train Online can improve the professional competence of teachers for the better. The conclusion is that teachers can become competent and professional people through this tiered training activity.
ETNOPARENTING: BUDAYA KEARIFAN LOKAL MELEMANG SUKU BESEMAH KABUPATEN KAUR KOTA BENGKULU Novita Wulandari; Aan Listiana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.15162

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena budaya melemang masih ada, peneliti ingin mengetahui etnoparenting seperti apa yang diterapkan oleh suku Besemah. Sehingga mungkin hal ini bisa juga diterapkan oleh budaya yang lain. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui etnoparenting dalam mengenalkan budaya melemang. Meode yang digunakan dalam penelitian ini systematic review. Metode ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana peneliti merangkum beberapa untuk menyajikan fakta yang lebih komprehensif dan berimbang. Penulis mengambil 20 artikel yang kemudian 7 artikel yang dianggap relevan dengan apa yang akan dibahas. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah thematic analysis, yaitu mengidentifikasi pola melalui data yang telah dikumpulkan. Dari hasil penelitian dan teori yang ada, dapat disimpulkan bahwa budaya kearifan lokal melemang masih sangat dikenal bahkan dari anak-anak kecil pada zaman sekarang. Hal ini dikarenakan orang tua memberikan parenting yang baik untuk anak-anak mereka. Penerapkan etnoparenting yang dilakukan oleh orang tua kepada anak yaitu melalui cerita, praktik langsung dan melibatkan anak dalam acara yang mengandung budaya melemang.The background of this research is because the melemang culture still exists, the researcher wants to know what kind of ethnoparenting is applied by the Besemah tribe. So maybe this can also be applied to other cultures. This article aims to find out ethnoparenting in introducing melemang culture. The method used in this research is a systematic review. This method uses a qualitative approach where the researcher summarizes several facts to present a more comprehensive and balanced. The author takes 20 articles and then 7 articles that are considered relevant to what will be discussed. The data analysis used in this research is thematic analysis, namely identifying patterns through the data that has been collected. From the results of research and existing theory, it can be concluded that the local wisdom culture of melemang is still very well known even to young children today. This is because parents provide good parenting for their children. The implementation of ethnoparenting is carried out by parents to children, namely through stories, direct practice, and involving children in events that contain a melemang culture.
APLIKASI WHATSAPP DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Sinta Mardiana; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.12992

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Semua aktivitas menjadi terhambat dan dibatasi. Begitupula dalam dunia pendidikan. Siswa perlu belajar untuk melalukan aktivitasnya dirumah serta memaksa guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mengimplementasikan pembelajaran jarak jauh. Perkembangan teknologi informasi dan komu- nikasi saat ini tidak mudah diterima dari semua kalangan, terutama di dunia pendidikan. Tetapi hal ini bisa menjadi solusi yang baik untuk meningkatkan kemandirian pada pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan aplikasi whatsApps dalam proses pembelajaran jarak jauh dan meningkatkan kemandirian anak di pandemi. Metode penelitian yang diambil adalah menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari lima orang pesera didik, guru dan orang tua dari TK Dewi Sartika dengan teknik pengumpulan data yang diambil melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik anali- sis yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian yang didapat dalam penelitian ini menunjukan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh menggunakan whatsapp sangat efisien dan cocok digunakan dalam pembelajaran jarak jauh karena penerapan aplikasi whatshapp grup adalah pembelajaran yang mudah dan fleksibel, serta mampu meningkatan kemandirian dalam setiap muatan pembelajaran.The Covid-19 pandemic has harmed people's lives. All activities become blocked and restricted. Likewise in the world of education. Students need to learn to do their activities at home and force Early Childhood Education (PAUD) teachers to implement distance learning. The devel- opment of information and communication technology today is not easily accepted by all cir- cles, especially in the world of education. But it can be a good solution to increase indepen- dence in distance learning. This study aims to determine the application of the WhatsApp appli- cation in the distance learning process and increase children's independence during the pandem- ic. The research method used is descriptive qualitative research, with research subjects consist- ing of five students, teachers, and parents from Dewi Sartika Kindergarten with data collection techniques taken through observation, interviews, and documentation. The analysis technique used is data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results obtained in this study show that the implementation of distance learning using WhatsApp is very efficient and suitable for use in distance learning because the application of WhatsApp group application is easy and flexible learning, and can increase independence in each learning content.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SENI TARI TRADISIONAL DALAM MENGEMBANGKAN KE-MAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK PADA PEMBELAJARAN DARING Iis Istiqomah; Agus Sumitra; Ririn Hunafa Lestari; Dewi Salfitri Elshap
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.14602

Abstract

This research is motivated by the fact in the field that the gross motor skills of early childhood group B PAUD Setia Mandiri are still low due to the selection of learning methods that are less interesting and less varied during online learning. The traditional dance method is the chosen learning method to develop children's gross motor skills in online learning. Therefore, this study aims to describe scenarios and the implementation of traditional dance methods on the gross motor skills of early childhood in online learning. This study uses a qualitative descriptive research method with the research subjects of group B children at Setia Mandiri PAUD, totaling 10 people. Collecting data using interview instruments, observation sheets, and documentation. Data were analyzed through data reduction, data display, and verification or concluding. This study shows the results that children's gross motor skills develop very well after the dance method is carried out for eight meetings according to the learning scenario when online learning is carried out. With traditional dance art performed online, learning activities become fun for children so that children can express their bodies according to the dances that are applied to the learning process.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta di lapangan bahwa kemampuan motorik kasar anak usia dini kelompok B Pos PAUD Setia Mandiri masih rendah dikarenakan pemilihan metode pembelajaran yang kurang menarik dan kurang bervariasi selama pembelajaran dilakukan dalam jaringan (daring). Melalui metode seni tari tradisional sebagai metode pembelajaran yang dipilih untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar anak pada pembelajaran daring. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario dan implementasidari metode seni tari tradisional terhadap kemampuan motorik kasar anak usia dini dalam pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak kelompok B Pos PAUD Setia Mandiri  yang berjumlah 10 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa kemampuan motorik kasar anak berkembang sangat baik setelah dilakukan metode seni tari selama delapan kali pertemuan sesuai dengan skenario pembelajaran disaat pembelajaran daring dilaksanakan. Dengan seni tari  tradisonal yang dilakukan secara daring, kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan bagi anak nak sehingga anak mampu mengekspresikan tubuhnya sesuai dengan tarian yang diterapkan pada proses pembelajaran. 
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING PADA ANAK KELOMPOK B UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN VISUAL SPASIAL DENGAN MENGGUNAKAN PENERAPAN SENI RUPA DUA DIMENSI Santi Fitriani; Fifiet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.14625

Abstract

Online learning, especially in art learning for children, has not been effective in improving children's visual-spatial abilities. This is due to the lack of teachers in terms of scenarios and implementation of learning, teachers' lack of understanding of fine arts, and the development of visual-spatial abilities. So that in this problem there needs to be a solution to increase the effectiveness of online learning, one of which is done by developing children's art skills with two dimensions. This study uses a qualitative descriptive method to know the visual-spatial ability of children by using the application of two-dimensional art. The data collection techniques were carried out using observation, interviews, and documentation studies. While the data analysis technique is done by data reduction, data display, and verification. The results of this research are through learning activities of the application of two-dimensional art to improve children's visual-spatial that is effective in online learning through WhatsApp, as well as scenarios and implementation of learning carried out in a structured, planned, and gradual manner starting from the preparation of teaching materials, learning methods, learning media, and evaluation system by standard provisions. Student responses are generally positive, it can be seen from the development of children's art skills with two dimensions. The teacher's response is generally positive, it can be seen from the percentage of difficulties experienced by the teacher for each item below fifty percent.  Pembelajaran daring terutama pada pembelajaran seni rupa pada anak dalam peningkatan kemampuan visual spasial anak belum efektif. Hal ini disebabkan kurangnya guru dalam hal skenario dan implementasi pembelajaran, kurangnya pemahaman guru tentang seni rupa dan pengembangan kemampuan visual spasial. Sehingga dalam permasalahan tersebut perlu adanya solusi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran daring salah satunya dilakukan dengan mengembangkan kemampuan seni rupa anak dengan dua dimensi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan visual spasial anak dengan menggunakan penerapan seni rupa dua dimensi. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data dan verifikasi. Adapun hasil penelitian ini melalui kegiatan pembelajaran penerapan seni rupa dua dimensi untuk meningkatkan visual spasial anak yakni efektif dalam pembelajaran daring melalui whatapp, serta skenario dan implementasi pembelajaran dilakukan secara terstruktur, berencana, dan bertahap dari mulai penyiapan bahan ajar, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sistem evaluasi sesuai dengan ketentuan baku. Respon siswa pada umumnya positif, hal itu dapat dilihat dari perkembangan kemampuan seni rupa anak dengan dua dimensi. Respon guru pada umumnya positif hal itu dapat dilihat dari persentase kesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru setiap itemnya di bawah 50%.
IMPLEMENTASI KEGIATAN MENCETAK GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B PADA PEMBELAJARAN DARING Khani Noor Sofyani; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.14608

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan yang dilakukan di kelompok B TK Puzzle mengenai kemampuan motorik halus pada anak belum berkembang sesuai tahapan usianya. Seperti ada beberapa anak yang menunjukan belum mampu dalam motorik halusnya melalui berbagai kegiatanseperti mencetak gambar. Permasalahan di atas mengidentifikasi bahwa anak pada kelompok B mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan motorik halus, seperti kurangnya pembelajaran kegiatan dalam eksplorasi di lingkungan sekolah, kurangnya stimulus dalam pembelajaran motorik halus seperti menggambar, merobek, menempel, mewar- nai yang dilakukan pembelajaran secara daring. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi kegiatan mencetak gambar terhadap kemampuan motorik halus pada pembelajaran daring. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 8 anak diantaranya 3 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perem- puan dengan teknik pengumpulan data menggunakan instrumen observasi, wawancara dan dokumentasi dan analisis data menggunakan reduksi data, dispay data dan menarik kesimpulan dari penelitian ini bahwa melalui kegiatan mencetak gambar kemampuan perkembangan mo- torik halus anak TK Puzzle meningkat secara signifikan yang dilakukan melalui pembelajaran daring.This research was motivated by the results of observations made in group B of Puzzle Kinder- garten regarding fine motor skills in children who have not developed according to their age stages. As some children show that they are not yet capable of fine motor skills through various activities such as printing pictures. The problems above identify that children in group B have difficulty in developing fine motor skills, such as a lack of learning activities in exploration in the school environment, lack of stimulus in fine motor learning such as drawing, tearing, past- ing, and coloring which is done online learning. The purpose of this study is to find out the im- plementation of image printing activities on fine motor skills in online learning. This research method uses a descriptive qualitative method with research subjects of as many as 8 children including 3 boys and 5 girls with data collection techniques using observation instruments, in- terviews, and documentation and data analysis using data reduction, displaying data, and draw- ing conclusions from the research. This means that through the activity of printing pictures, the fine motor development abilities of Kindergarten Puzzle Kindergarten children are significantly increased through online learning.
PARENTING: PENDAMPINGAN BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DARING PADA ANAK KELOMPOK B Kurnia Pelita Dewi; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i2.12689

Abstract

Pengaplikasian Surat Keputusan Bersama 4 Mentri tentang Panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 masa pandemik Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) mengharuskan anak untuk belajar di rumah. Demikian juga yang terjadi di RA Al- Kautsar Cipatat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program parenting dalam pen- dampingan belajar anak dalam meningkatkan minat belajar daring anak di kelas B1 RA Al- Kautsar. Metode deksriptif kualitatif digunakan sebagai metode penelitian dengan melibatkan 8 anak kelas B1 RA Al-Kautsar Cipatat. Observasi partisipatif aktif, wawancara dan dokumentasi pelaporan orang tua merupakan cara yang digunakan dalam pengumpulan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan Pengolahan data menggunakan perhitungan sederhana menggunakan Mikrosoft Exel. Hasil penelitian menujukkan kesimpulan bahwa implementasi program ini dinilai dapat memberikan nilai positif terhadap minat belajar anak karena pendampingan orang tua saat belajar daring. Minat belajar peserta didik dapat terstimulus seiring dengan kepekaan dan pengetahuan orang tua dalam men-dampingi anak belajar daring setelah mengikuti program parenting.The application of the Joint Decree of the 4 Ministers concerning Guidelines for the implementation of learning in the 2020/2021 academic year during the Covid-19 pandemic (Corona Virus Disease 2019) requires children to study at home. The same thing happened in RA Al-Kautsar Cipatat. This study aims to determine the implementation of parenting programs in child learning assistance in increasing children's online learning interest in class B1 RA Al-Kautsar. The qualitative descriptive method was used as a research method involving 8 B1 class children RA Al-Kautsar Cipatat. Active participatory observation, interviews, and documentation of parental reporting were the methods used in the collection. The collected data is then analyzed to per form data reduction, data presentation, and conclude. Data processing uses simple calculations using Microsoft Excel. The results of the study show the conclusion that the implementation of this program is considered to be able to provide a positive value to children's interest in learning because of the assistance of parents when learning online. Students' interest in learning can be stimulated along with the sensitivity and knowledge of parents in accompanying children to learn online after participating in the parenting program.
PEMBELAJARAN DARING: METODE BERMAIN KARTU HURUF DALAM MENINGKATKAN KEAKSARAAN AWAL ANAK USIA DINI Teti Salamah; Sharina Munggaraning Westhisi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i2.16068

Abstract

Pra keaksaraan atau keaksaraan awal adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan menggunakan aksara dan mengenal huruf vokal dan konsonan yang dikuasai anak sebagai kemampuan dasar sebelum belajar membaca dan menulis dengan baik dan benar. Dalam pembelajaran daring guru dituntut untuk berinovasi dalam memilih metode dan media pembelajaran yang tepat untuk mengenalkan serta meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario dan implementasi pembelajaran daring, respon anak, serta kendala guru selama pembelajaran daring berlangsung dalam mengenal keaksaraan awal pada anak melalui metode bermain kartu huruf. Dengan menggunakan metode bermain kartu huruf diharapkan anak mampu mengenal huruf vokal dan konsonan dengan optimal sebagai dasar dalam membaca dan menulis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan guru, peserta didik serta orang tua kelompok A di Kober Al-I’annatutholibin sebagai subjek dari penelitian dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, dis- play data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan keaksaraan awal anak meningkat dengan metode bermain kartu huruf, respon anak dan gurupun me- nunjukan respon yang positif, namun dalam pmbelajaran daring ini terdapat beberapa kesulitan yang dihadapi anak dan kendala yang dihadapi guru namun dapat teratasi sehingga pembela- jaran dapat terlaksana dan menunjukan hasil yang signifikan dalam mengenal keaksaraan awal.Pre-literacy or early literacy is a term used to describe the ability to use letters and recognize vowels and consonants that are mastered by children as basic skills before learning to read and write properly and correctly. In online learning, teachers are required to innovate in choosing the right learning methods and media to introduce and improve children's early literacy skills. This study aims to describe scenarios and implementations of online learning, children's re- sponses, and teacher constraints during online learning in recognizing early literacy in children through the letter card playing method. By using the letter card playing method, it is hoped that children will be able to recognize vowels and consonants optimally as a basis for reading and writing. This study uses a descriptive qualitative research method involving teachers, students and parents of group A in Kober Al-I'annatutholibin as the subject of research with data collection techniques using observation, interviews, and documentation studies. Data were analyzed through data reduction, data display and data verification. The results of this study indicate that the development of children's early literacy increases with the letter card playing method, the responses of children and teachers also show a positive response, but in this online learning there are several difficulties faced by children and obstacles faced by teachers but can be overcome so that learning can be carried out and showed significant results in recognizing early lit- eracy.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue