cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Implementasi Permainan Tradisional Ma’bom Dalam Mengembangkan Aspek Nilai Budaya Pada Anak Usia 5-6 Tahun ramadani, silvana; Musi, Muhammad Akil; Asti, A. Sri Wahyuni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.27803

Abstract

Aspek nilai budaya sangat penting ditingkatkan karena secara tidak langsung aspek nilai budaya akan memberikan dampak baik untuk perkembangan anak kedepannya. Pembentukan karakter bernilai budaya dapat dimulai dari guru mengenalkan tentang budaya Indonesia, salah satunya permainan yang ada Makassar yaitu permainan tradisional ma’bom. Dengan pengenalan permainan tradisional kepada anak usia 5-6 tahun sangat efektif untuk mengembangkan aspek nilai budaya karena di dalamnya ada nilai-nilai seperti kerjasama, kejujuran, kemandirian dan nasionalisme. Penlitian ini memiliki tujuan adalah untuk meneliti implementasi permainan tradisional ma’bom dalam mengembangkan aspek nilai budaya pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini yakni kepala sekolah, guru kelas. Prosedur pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis data Miles dan huberman. Hasil penelitian ini mengungkapkan bagaimana implementasi permainan tradisional ma’bom dalam mengembangkan aspek nilai budaya pada anak usia 5-6 tahun.
Buku Cerita Bergambar sebagai Media Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Latri, Latri; Santana, Fifiet Dwi Tresna
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i4.28619

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya anak usia dini yang mengalami hambatan dalam berbahasa seperti rendahnya kemampuan anak dalam menyampaikan apa yang dirasa dan dilihatnya kepada orang di sekitarnya. Kemampuan anak dalam menyampaikan apa yang dirasa dan dilihat melalui kalimat sederhana yang bermakna disebut sebagai kemampuan bahasa ekspresif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian sebelumnya didapat bahwa terdapat penurunan kemampuan berbahasa ekspresif anak yang disebabkan kurangnya stimulus serta media pembelajaran yang monoton sehingga kurang menarik minat anak dalam proses pembelajaran, maka diperlukan media pembelajaran yang dapat menarik minat anak untuk dapat mencapai perkembangan bahasa ekspresif yang optimal salah satunya adalah buku cerita bergambar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan media buku cerita bergambar dalam pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak, penelitian ini menggunakan metode studi literatur berdasarkan sumber 11 artikel yang telah dipublikasi. Data yang dikumpulkan kemudian dibaca dan ditelaah dengan menggunakan teknik penelitian yang bersifat pembahasan yang lebih mendalam terhadap isi sebuah data serta informasi tertulis atau tercetak di media massa. Teknik penelitian tersebut disebut sebagai teknik analisis isi. Teknik penelitian dilakukan melalui proses memilih, membandingkan dan menggabungkan serta memilah berbagai pengertian sehingga menemukan suatu kesimpulan yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan pendekatan deskripsi. Hasil penelitian tentang penerapan media buku cerita bergambar kemampuan bahasa ekspresif  anak meningkat.   This research is motivated by the increasing number of young children who experience language barriers, such as difficulties in conveying what they feel and see to those around them. The ability of children to express their feelings and perceptions through simple and meaningful sentences is referred to as expressive language ability. Based on the analysis of previous research, it was found that there has been a decline in children’s expressive language abilities, caused by a lack of stimulation and monotonous learning media that reduce children’s interest in the learning process. Therefore, the development of expressive language requires engaging learning media, such as picture storybooks. The purpose of this study is to describe the application of picture storybooks in learning to improve children’s expressive language abilities. This study uses a literature review method based on 11 published articles. The collected data were examined and reviewed using content analysis techniques, involving a more in-depth discussion of data content and written or printed information from various sources. This process included selecting, comparing, synthesizing, and organizing various concepts to draw relevant conclusions. The findings show that the use of picture storybooks can effectively improve children’s expressive language abilities.
Penerapan Media Losse Parts dalam Pengenalan Konsep Bilangan Anak Usia Dini Suparliah, Eli; Lestari, Ririn Hunafa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i4.28626

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pengenalan konsep bilangan pada anak usia dini, hal ini terlihat ketika anak sudah mengenal lambang bilangan tetapi masih kesulitan dalam konsep bilangan. Berdasarkan hasil analisis data penelitian sebelumnya didapat bahwa rendahnya pemahaman konsep bilangan kepada anak disebabkan oleh kurangnya media yang menarik sehingga pembelajaran menjadi monoton. Maka diperlukan media pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman anak tentang konsep bilangan salah satunya adalah media loose parts. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan media loose parts dalam pengenalan konsep bilangan pada anak, penelitian ini menggunakan metode studi literatur berdasarkan sumber bacaan dari buku, artikel dan hasil penelitian yang telah dipublikasi. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan mengumpulkan beberapa sumber bacaan dari beberapa artikel mengenai penerapan media loose parts dalam pengenalan konsep bilangan pada anak sebanyak 10 artikel yang di analisis. Data yang diperoleh dianalisis sehingga ditarik suatu kesimpulan kesimpulan, untuk memperoleh hasil yang benar dan tepat dalam menganalisis data menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian tentang penerapan media loose parts menyatakan bahwa dengan media loose parts dijadikan sebagai media untuk pengenalan konsep bilangan, hal tersebut ditunjukan dengan anak dapat mengurutkan angka 1-10, mencocokan angka dengan benda dan kemampuan menulis angka.   This research is motivated by the low recognition of number concepts in early childhood. Although children are able to recognize number symbols, they still experience difficulties in understanding the actual concept of numbers. Previous research indicates that the lack of engaging learning media contributes to this problem by making the learning process monotonous. Therefore, innovative learning media are needed to enhance children’s understanding of number concepts, one of which is loose parts media. The purpose of this study is to describe the application of loose parts media in introducing number concepts to young children. This study employed a literature review method by analyzing 10 articles, books, and published research related to the use of loose parts media in early numeracy learning. The collected data were analyzed using content analysis techniques to obtain accurate conclusions. The results of the study indicate that loose parts media can effectively introduce number concepts, as shown by children’s ability to sequence numbers 1–10, match numbers with objects, and write numbers independently.
Implementasi Kartu Angka sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Usia Dini Herdiani, Linda; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.28676

Abstract

Berpikir simbolik sangat penting bagi perkembangan anak usia dini. Berpikir simbolik seorang. Jika anak  tidak menerima stimulus yang tepat  maka mereka tidak akan berkembang dengan baik, maka harus didukung dengan stimulus yang benar. kembali. Tetapi kemampuan berpikir simbolik kelompok B masih kurang terlihat ada beberapa anak yang masih keliru antara angka dua dan lima, angka enam dan sembilan faktor penyebab kurang media pembelajaran yang belum begitu lengkap  serta metode belajar yang monoton. Untuk meningkatkan berpikir simbolik perlu adanya media yang menarik contohnya dengan media kartu angka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan setelah diperkenalkannya media kartu angka langkah-langkah penelitian dalam paradigma desain Kemmis dan Mc Tanggarat yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas yang meliputi langkah-lamgkah rencana, tindakan, observasi dan regleksi. Subjek penelitian ini dilakukan pada kelompok B. Pengumpulan analisis data pada penelitian ini  menggunakan observasi dan teknik statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian ini terdapat perkembangan berpikir simbolik pada anak dengan kategorinilai  baik yaitu berkembang sesuai harapan. Terdapat hasil dari penelitian pada penelitian pra-siklus mencapai persentase 50%, dilanjut dengan sikus kesatu mencapai persentase 52% dan pada siklus kedua mencapai persentase 65% dengan capaian berkembang sesuai harapan. Symbolic thinking plays a crucial role in early childhood development. Without appropriate stimulation, children may struggle to develop this ability effectively and thus require consistent support. However, in Group B, children’s symbolic thinking skills are still not well designed, as evidenced by difficulties distinguishing between certain numbers, such as two and five, or six and nine. This issue is largely due to the limited availability of learning media and the use of monotonous teaching methods. To enhance symbolic thinking, engaging media such as number cards can be used. The purpose of this study was to examine the development of symbolic thinking skills through the use of number card media. The research employed a classroom action research design based on the Kemmis and McTaggart model, comprising four stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects of the study were children in Group B. Data were collected through observation and analyzed using descriptive statistical techniques presented in percentages. The findings showed that children’s symbolic thinking abilities improved to the category of “developing as expected.” In the pre-cycle, the achievement percentage was 50%, increasing to 52% in the first cycle and reaching 65% in the second cycle, indicating consistent progress in symbolic thinking development.
The The Role of Sikka Traditional Games in Developing Early Childhood Numeracy Skills Yuniati, Yohana; Litna, Kamelia Olga; Betty, Credo G
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.28680

Abstract

Permainan tradisional Sikka merupakan bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai edukatif tinggi. Namun keberdadaannya saat ini mulai terpinggirkan oleh dominasi permainan modern berbasis teknologi dan APE modern. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran permainan tradisional kabupaten Sikka dalam berhitung dan pengenalan angka pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subyek penelitian sebanyak 15 anak kelompok B di TK St. Maria Pia Mastena, 2 guru kelas dan 2 tokoh budaya setempat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan triangulasi sumber dan teknik untuk meningkatkan validitas data. Hasil penbelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional Sikka seperti permainan Heti, Nabe, Dodur Siput dan Terang yang memiliki kontribusi dalam mengembangkan ketrampilan berhitung anak, terutama dalam mengenal angka dan menghitung urutan. Penelitian ini merekomendasikan agar permainan tradisional Sikka diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran PAUD sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan pembelajaran kontekstual.
Penerapan Media Loose Parts dalam Mengembangakan Aspek Berpikir Logis Anak Usia Dini Sofa, Ira Maya; Nafiqoh, Heni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i4.28739

Abstract

Kecakapan aspek kognitif merupakan bagian dari perkembangan anak usia dini yang bersifat penting. Bagian dari perkembangan kognitif ialah penalaran pada anak. Aspek penalaran logis termasuk mengidentifikasi bentuk, mengklasifikasikan objek, merencanakan ide, dan memahami sebab dan akibat dari peristiwa. Untuk mengembangkan aspek perkembangan berpikir logis anak, diperlukan media menarik yang dapat melibatkan mereka selama proses pembelajaran. Diantaranya yaitu implementasi media loose part. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan implementasi media loose part terhadap aspek perkembangan berpikir logis anak. Metode survei yang digunakan adalah metode survei deskriptif kualitatif dengan subjek survei anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 anak di Kelompok B SPS Al-Muhajirin. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya yaitu cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan cara analisis data kualitatif. Berdasarkan penelitian ini, hasil pembelajaran menunjukkan aspek berpikir logis anak berkembang dengan baik dengan menggunakan materi loose part. Guru dan anak menunjukkan semangat selama proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak. Indikator yang dapat dikembangkan adalah anak berhasil mengklasifikasikan objek berlandaskan tiga variasi, memahami pola ABCD-ABCD, dan mengklasifikasikan objek berlandaskan ukuran dari yang terkecil ke terbesar dan sebaliknya. Cognitive skills are a crucial component of early childhood development, with logical reasoning forming an essential part of this process. Logical reasoning skills include identifying shapes, classifying objects, planning ideas, and understanding cause-and-effect relationships. To foster these abilities, engaging media that can attract children's interest during the learning process is needed. One such approach is the use of loose parts media. This study aims to describe the implementation of loose parts media in supporting the development of children's logical thinking. The research employed a qualitative descriptive survey method involving 10 children aged 5–6 years in Group B at SPS Al-Muhajirin. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analysed using qualitative data analysis techniques. The findings revealed that children's logical thinking skills developed effectively through the use of loose parts media. Both teachers and children demonstrated enthusiasm during the learning process, which contributed to the improvement of logical reasoning skills. The developed indicators included the ability to classify objects based on three variations, recognise the ABCD-ABCD pattern, and arrange objects according to size, both from smallest to largest and vice versa.
Eksplorasi Kegiatan Fun Cooking sebagai Upaya Pengembangan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini Pramadhaningtyas, Lisa Dwi; Santana, Fifiet Dwi Tresna
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.29274

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh anak yang cenderung egosentris dan jarang melihat peristiwa dari sudut pandang orang lain. Menanamkan kecerdasan interpersonal, dimana anak membutuhkan pendidikan yang memberikan kesan keindahan, kegembiraan, kesenangan serta pada jiwanya. Salah satu kegiatan pembelajaran yang menyenangkan adalah kegiatan fun cooking. Kegiatan fun cooking ini mengajak anak untuk berkelompok, berbagi dengan temannya, bekerja sama, dan menghasilkan sebuah karya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kegiatan fun cooking terhadap kecerdasan interpersonal pada anak kelompok B di Pos PAUD Bina Tunas Bangsa, Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subyek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B dan informan merupakan guru dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakkan teknik analisis tematik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh delapan anak yang tingkat prestasi perkembangannya sangat baik, lebih tinggi dibandingkan dua anak yang memperoleh tingkat prestasi perkembangan sesuai harapan. Hal ini telah tercapai sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan anak, namun hasilnya belum sempurna dan masih terdapat beberapa kekurangan. This research was motivated by the observation that children tend to be egocentric and seldom consider events from the perspectives of others. Fostering interpersonal intelligence requires providing children with educational experiences that cultivate joy, harmony, and meaningful engagement. One effective activity is fun cooking, which encourages children to work collaboratively, share with peers, and create products together. The purpose of this study was to explore the impact of fun cooking activities on the interpersonal intelligence of children in Group B at the Bina Tunas Bangsa PAUD Post, Karawang. A qualitative approach with a case study design was employed. The research subjects consisted of 10 children from Group B, while teachers and the principal served as key informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis. The findings revealed that eight children demonstrated a very good level of developmental achievement, while two children reached the expected level. These results suggest that the developmental achievements of the children met the expected standards, although they were not entirely optimal and still showed certain limitations.
Pemanfaatan PAJAR (Papan Belajar) untuk Meningkatkan Daya In-gat Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Huruf Vokal dan Angka Romdoni, Romdoni; Fitria Budi Utami; Rahayu, Hana Rama Fuji
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan media PAJAR (Papan Belajar) untuk meningkatkan fokus dan daya ingat pada anak usia dini, khususnya pada pembelajaran huruf vokal dan angka di RA Asy Syafi'. Perkembangan kognitif pada tahap awal memberikan landasan pendidikan, mencakup keterampilan akademis yang penting. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui observasi, wawancara orang tua, dan analisis dokumentasi, dengan target anak usia 4–5 tahun. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sifat interaktif dan multisensori PAJAR secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan kinerja memori anak-anak. PAJAR merupakan media pembelajaran yang didesain untuk menggabungkan permainan dan pembelajaran melalui metode interaktif yang menstimulus keterampilan motorik halus dan keterlibatan melalui pendekatan visual dan taktil. Hasil pengamatan mengungkapkan bahwa aktivitas seperti mencari, menempel, dan menulis huruf dan angka mendorong perkembangan keterampilan motorik dan memfasilitasi interaksi guru-anak yang lebih dalam. Hal ini menunjukkan bahwa penerapannya menghasilkan peningkatan motivasi belajar dan daya ingat materi pembelajaran pada anak usia dini
PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PESANTREN Rasidi; Iftitah, Selfi Lailiyatul
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.29340

Abstract

This study aims to describe the implementation of local wisdom-based Islamic education in early childhood in Islamic boarding schools and analyze its influence on character building in children. The study uses a descriptive qualitative approach and is conducted at the Taman Bunga Pamekasan Islamic boarding school, which has an early childhood education unit. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Islamic education based on local wisdom is implemented through formal classroom learning, children's involvement in pesantren religious activities, and the cultivation of daily behaviors. Pesantren traditions such as tahlilan, marhabanan, kenduri, gotong royong, and respect for teachers serve as effective means to instill religious values, etiquette, solidarity, independence, and social responsibility in children. The exemplary behavior of teachers and pesantren caregivers plays a crucial role in the successful implementation of these values. This study concludes that the Islamic education model based on local wisdom at the Taman Bunga Pamekasan Islamic boarding school not only shapes children with noble character and an understanding of religious teachings but also strengthens their cultural identity. This model can serve as a strategic alternative for the development of character education for young children, particularly in regions with a rich tradition of Islamic-local heritage that remains preserved.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue