cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
APLIKASI QUIZIZZ SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK USIA 5-6 TAHUN Vina Alpiyyah A'dawiyah; Sharina Munggaring Westhisi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17645

Abstract

Masa pandemi ini banyak yang mengalami kerugian besar salah satunya ialah dalam dunia pendidikan, pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara online dikarenakan wabah virus yang masih belum hilang. Namun, dalam pelaksanaan pembelajaran online mengalami penurunan dalam minat belajar anak, maka dari itu guru dituntut untuk menciptakan media pembelajaran dengan teknologi modern dan menarik untuk meningkatkan minat belajar anak.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan minat belajar anak usia 5-6 tahun melalui aplikasi Quizizz sebagai salah satu media pembelajaran dengan teknologi modern dan menarik saat kegiatan pembelajaran online. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini melibatkan 10 anak usia 5-6 tahun dan orang tua. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data deskriptif melalui reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa Implementasi aplikasi Quizizz untuk meningkatkan minat belajar kepada anak usia 5-6 tahun dapat meningkatkan minat belajar anak. Sehingga dapat disimpulkan minat belajar melalui aplikasi Quizizz dapat dikatakan meningkat. Hal ini meny- atakan bahwa implementasi aplikasi Quizizz dapat meningkatkan indikator-indikator minat bela- jar anak dengan melihat kehadiran anak yang meningkat dari 50% sebelum menggunakan menjadi 90% setelah menggunakan aplikasi Quizizz dalam kegiatan pembelajaran online di rumah.During this pandemic period, many people experienced big losses, one of which was in the world of education, the implementation of learning was carried out online due to the virus outbreak that had not yet disappeared. However, in the implementation of online learning, there is a decrease in children's interest in learning, therefore teachers are required to create learning me- dia with modern and interesting technology to increase children's interest in learning. One of the learning media with modern and interesting technology during online learning activities. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The subjects in this study involved 10 children aged 5-6 years and their parents. Data collection techniques in this study used observation, interviews, and documentation. Descriptive data analysis through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results of the data analysis shows that the application of the Quizizz application to increase learning interest in children aged 5-6 years can increase children's interest in learning. So it can be concluded that interest in learning through the Quizizz application can be said to increase. This states that the application of the Quizizz application can increase the indicators of children's learning interest by seeing an increase in children's attendance from 50% before using it to 90% after using the Quizizz application in online learning activities at home.
PERMAINAN PETAK UMPET DI MASA PEMBELAJARAN DARING UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI Umi Kulsum; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17009

Abstract

Gerakan yang membutuhkan otot besar atau motorik kasar bisa dilakukan melalui kegiatan yang menggunakan seluruh anggota tubuh yaitu dengan melompat, berlari, berjalan dan bermain petak umpet. Peneliti memilih bermain cari teman (petak umpet) adalah permainan yang sangat menyenangkan bagi anak cara bermain petak umpet adalah mencari teman yang bersembunyi. Di RA Atsauripada kelompok B masih terdapat anak yang dalam kemampuan motorik kasar masih dibawah rata-rata peneliti bertujuan untuk mengembangkan motorik kasar anak melalui bermain petak umpet dengan pembelajaran yang dilakukan secara daring. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan metode yang digunakan, Adapun Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dengan analisis data kualitatif dan anak kelompok B dengan jumlah 10 orang anak yaitu lima anak laki-laki dan lima anak perempuan adalah subjek dalam penelitian, untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak dengan bermain petak umpet dengan pembelajaran yang dilakukan secara daring, dengan kegiatan tersebut peneliti mendapatkan hasil akhir 80% keterampilan motorik kasar anak meningkat.Movements that require large muscles or gross motor skills can be done through activities that use the entire body, namely jumping, running, walking, and playing hide and seek. Researchers chose to play make friends (hide and seek) is a very fun game for children. The way to play hide and seek is to find friends who are hiding. In RA Atsauri in group B, there are still children whose gross motor skills are still below the average. The researcher aims to develop children's gross motor skills through playing hide and seek with online learning. Classroom Action Research (CAR) is the method used. The data collection technique in this study is observation with qualitative data analysis and group B children with a total of 10 children, namely five boys and five girls are the subjects in the study, to improve children's fine motor skills by playing hide and seek with online learning, with these activities the researchers got the final result 80% of children's gross motor skills increased.
MEDIA PEMBELAJARAN WORKSHEET UNTUK MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI KARAKTER ANAK KELOMPOK A Elsa Rizqi Adhafina; Agus Sumitra; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17238

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya implementasi nilai-nilai karakter bagi anak usia dini kelompok A di RA Al Hilal, sehingga diperlukan upaya untuk mengembangkan nilai-nilai karakter anak dengan penerapan worksheet. Penggunaan Media pembelajaran worksheet dalam penelitian ini dibuat dan disusun dengan menggunakan aplikasi canva pro untuk merancang desain gambar yang berisi nilai-nilai karakter. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan nilai-nilai karakter pada anak dengan menggunakan media pembelajaran worksheet. Metode penelitian yang diambil yaitu deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak kelompok A RA Al-Hilal yang berjumlah 7 anak yang terdiri dari tiga anak laki-laki dan empat anak perempuan. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang dianalisis dengan  3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai karakter anak dapat berkembang sangat baik setelah menggunakan worksheet berbasis karakter dalam kegiatan pembelajaran selama delapan kali pertemuan dengan kondisi pembelajaran yang menyenangkan tanpa adanya paksaan, yang kemudian anak menjadi paham mengenai konsep nilai-nilai karakter yaitu dapat membedakan perilaku baik dan tidak baik secara efektif.This research was motivated by the low implementation of character values in early childhood group A in RA Al-Hilal, so efforts are needed to develop children's character values by applying worksheets. The use of worksheet learning media in this study was created and compiled using the Canva pro application designs that contain character values. The purpose of this study is to develop character values in children by using worksheet learning media. The research method taken was descriptive qualitative with the subject of research by group A RA Al-Hilal children totaling 7 children consisting of three boys and four girls. Data collection is carried out through observation, interviews and documentation which is analyzed with 3 stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the improvement of children's character values can develop very well after implementing worksheets in learning activities for eight meetings with pleasant learning conditions without coercion, which then children become aware of the concept of character values, namely being able to effectively distinguish good and bad behaviors.
STRATEGI STIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA TRAVEL PLAYMAT Umi Sumiati; Ifat Fatimah Zahro; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17033

Abstract

Perkembangan motorik kasar anak berpengaruh terhadap perkembangan anak selanjutnya. Kurangnya ketertarikan anak untuk melakukan gerakan motorik kasar, membuat anak melakukan gerakan sendiri yang tidak terarah dan memilih untuk diam, karena kurangnya strategi pendidik dalam menstimulusi perkembangan motorik kasar anak. Maka peneliti menerapkan media travel playmat untuk membantu menstimulus perkembangan motorik kasar anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru dalam menstimulasi perkembangan motorik kasar anak usia dini berikut faktor penghambat dan pendukungnya melalui travel playmat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melibatkan 3 orang guru, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumen analisis. Data di analisis secara kualitatif dengan menggunakan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam travel playmat terdapat gerakan: engklek,lompat zig-zag, berjinjit dan lompat kodok. Hasil akhir dari penelitian bahwa 16 dari 17 anak telah berkembang sangat baik. Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa travel playmat dapat dijadikan sebagai media yang dapat membantu strategi untuk menstimulasi motorik kasar anak usia dini.Children's gross motor development affects the next child's development. Lack of interest in children to perform gross motor movements, making children do their movements that are not directed and choose to be silent, because of the lack of educator strategies in stimulating children's gross motor development. So the researchers applied travel playmat to help stimulate children's gross motor development. The purpose of this study was to determine the teacher's strategy in stimulating the gross motor development of early childhood along with the inhibiting and supporting factors through travel playmat. This research method uses a qualitative descriptive approach involving 3 teachers, and data collection techniques through observation, interviews, and document analysis. The data were analyzed qualitatively by using data reduction, data presentation, and concluding. The results showed that in the travel playmat, there were movements: ankle, zig-zag jump, tiptoe, forward jump, left sideways, and frog jump. The final result of the study was that 16 out of 17 children had developed very well. And it can be concluded that a travel playmat can be used as a medium that can help strategies stimulate gross motor skills in early childhood.
ANALISIS METODE MONTESSORI DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER MANDIRI PADA ANAK USIA DINI Ita Loka; Aan Listiana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17464

Abstract

Kemandirian untuk anak usia dini itu sangat penting, namun nyatanya masih banyak anak usia dini yang kemandirian dalam dirinya belum muncul. Oleh karena itu, perlu ditemukan metode yang sesuai untuk membantu mengembangkan karakter mandiri anak usia dini. Metode montessori merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kemandirian anak. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah metode Montessori dalm mengembangkan kemandirian pada anak usia dini. Metode yang digunakan dalam artikel ini merupakan sistematik review dengan teknik analisis data tematik. Untuk mencari sumber-sumber yang relevan, penulis menggunakan database seperti Google Scholar, Crossref, dan Semantic Scholar. Dalam pencarian awal, penulis berhasil mengidentifikasi 20 jurnal yang kemudian disaring berdasarkan kriteria eksklusif, seperti tujuan penelitian, metode penelitian, bahasa, dan relevansi dengan metode Montessori dan dibentuknya kemandirian pada anak usia dini. Dari proses seleksi tersebut, penulis berhasil menemukan jurnal-jurnal yang memiliki hubungan yang cukup erat dengan dibentuknya kemandirian untuk anak dengan menerapkan metode Montessori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Montessori dapat digunakan dalam membentuk karakter mandiri pada anak usia dini. Kegiatan Parctical Life Skill dalam metode Montessori efektif untuk membangun kemandirian anak melalui cara guru membiasakan anak dalam melakukan kegiatan sendiri secara berulang dan anak dibebaskan dalam berekplorasi untuk dikembangkannya bakat serta minat berdasarkan kemampuan anak. Independence for early childhood is very important, but in fact there are still many young children whose independence in themselves has not emerged. Therefore, it is necessary to find appropriate methods to help develop the independent character of early childhood. The Montessori method is one way to develop children's independence. This study aims to examine the Montessori method in developing independence in early childhood. The method used in this article is a systematic review using thematic data analysis techniques. To find relevant sources, the authors use databases such as Google Scholar, Crossref, and Semantic Scholar. In the initial search, the authors managed to identify 20 journals which were then filtered based on exclusive criteria, such as research objectives, research methods, language, and relevance to the Montessori method and the formation of independence in early childhood. From this selection process, the authors managed to find journals that had a fairly close relationship with the formation of independence for children by applying the Montessori method. The results of this study indicate that the Montessori method can be used in forming independent characters in early childhood. Practical Life Skill activities in the Montessori method are effective for building children's independence through the way the teacher accustoms children to doing their own activities repeatedly and frees children to explore to develop talents and interests based on children's abilities.
MEDIA AUDIO VISUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN VERBAL LINGUISTIK ANAK KELOMPOK B Rodiana Rodiana; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.16997

Abstract

Kecerdasan verbal linguistik memiliki peranan yang penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa atau berkomunikasi, dan dapat ditingkatkan dengan pembelajaran menggunakan media audio visual, karena pada usia 5-6 tahun anak belum banyak mengenal kata-kata baru serta memiliki pemahaman dan daya ingat yang rendah dari bahasa yang mereka dengar. Maka dari itu penggunaan media audio visual dalam kegiatan belajar untuk mengembangkan kecerdasan verbal linguistik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan pembelajaran untuk mengembangkan kecerdasan verbal linguistik dengan menggunakan media audio visual pada kelompok B di TK Idhata Sejahtera. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek kelompok B di TK Idhata Sejahtera yang berjumlah 11 orang anak. Teknik analisis menjelaskan kata reduksi data, display data, pengambil kesimpulan atau verifikasi, dan triangulasi. Hasil penelitian tentang pemanfaatan media untuk kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media audio visual dapat mengembangkan kecerdasan verbal linguistik, yaitu dapat mengenal kata-kata baru, berpikir kemudian mengungkapkannya dengan bahasa, kepekaannya terhadap kata-kata, kemampuan memahami apa yang disampaikan pada kegiatan pembelajaran dengan media audio visual.Linguistic verbal intelligence has an important role in developing language or communication skills, and can be improved by learning using audio-visual media because, at the age of 5-6 years, children do not know many new words and have low understanding and memory of the language they use. they heard. Therefore, the use of audio-visual media for learning activities to improve verbal-linguistic intelligence. In group B at Idhata Sejahtera Kindergarten, the aim of this study is to present an overview of the application of learning to enhance verbal-linguistic intelligence through audio-visual media. With a total of 11 students from Idhata Sejahtera Kindergarten, the researcher employed a qualitative descriptive research methodology. Data reduction, data visualization, conclusion or verification, and triangulation are analysis approaches. The results of the research show that using audio-visual media for learning activities can enhance verbal-linguistic intelligence, including the capacity to recognize new words, think about them, and then express them in language. It can also increase sensitivity to words and the capacity to comprehend what is being said when using audio-visual media for learning activities.
PERAN PENDIDIK ANAK USIA DINI BERDASARKAN KAJIAN TEORI BELAJAR SOSIAL KOGNITIF ALBERT BANDURA Bagas Oktaris Novia; Aan Listiana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17708

Abstract

Pendidik atau guru adalah salah satu komponen penting dalam pendidikan. Khususnya pada lembaga pendidikan anak usia dini, guru memiliki peranan yang sangat kritikal sebagai role model bagi anak. Hal ini dikuatkan dengan teori belajar sosial kognitif Albert Bandura, dimana Bandura menekankan bahwa guru adalah model yang akan terus diamati oleh orang yang mempelajarinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pendidik anak usia dini berdasarkan kajian teori belajar sosial kognitif Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan metode systematic review  dan google scholar sebagai database elektronik. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisa data tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peranan yang penting dalam pendidikan anak usia dini. Menurut Bandura guru berperan sebagai model dimana setiap gerak-geriknya akan dipelajari dan ditiru anak. Dalam proses pemodelan ada 4 unsur utama yaitu perhatian (attention); retensi (retention); peniruan tingkah laku model (behavior production process); motivasi dan penguatan (motivation and reinforcement process). Untuk bisa menekankan pemodelan perlu adanya penguatan atau stimulus-stimulus tertentu pada anak. Stimulus tersebut yaitu vicarious reinforcement; vicarious punishment; vicarious motivation; vicarious emotion; dan atribut model.Educators or teachers are one of the important components in education. Especially in early childhood education institutions, teachers have a very critical role as role models for children. This is reinforced by Albert Bandura's cognitive social learning theory, where Bandura emphasizes that the teacher is a model that will be continuously observed by those who study it. The purpose of this study was to determine the role of early childhood educators based on the study of Albert Bandura's cognitive social learning theory. This study uses a systematic review method and Google Scholar as an electronic database. The data analysis technique used is thematic data analysis techniques. The results of the study show that teachers have an important role in early childhood education. According to Bandura, the teacher acts as a model where every movement will be studied and imitated by children. In the modeling process there are 4 main elements, namely attention; retention; imitation of model behavior (behavior production process); motivation and reinforcement (motivation and reinforcement process). To be able to emphasize modeling, there needs to be reinforcement or certain stimuli in children. The stimulus is vicarious reinforcement; vicarious punishment; vicarious motivation; vicarious emotions; and model attributes.
PEMBELAJARAN DARING PADA ANAK USIA DINI: MENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA MELALUI METODE TANYA JAWAB Afni Sukowati Muti; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.16258

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi karena kurangnya stimulasi dalam kemampuan bahasa anak pada kelompok A di TK Mutiara Hati. Oleh karena itu sebab adanya permasalah di TK Mutiara hati khususnya kelompok A kemampuan Bahasanya masih perlu untuk ditingkatkan, dan perlu adanya Tindakan yang akan bisa merubah kemampuan Bahasa pada anak. Dari penjelasan tersebut maka peneliti menggunakan metode tanya jawab untuk diterapkan dalam penelitian ini untuk mencapai tujuan meningkatkan kemampuan Bahasa anak, adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Bahasa anak melalui metode tanya jawab. Penelitian ini dilaksanakan di TK Mutiara Hati yaitu pada anak kelompok A yang berjumlah 5 anak, yaitu 2 laki-laki dan 3 perempuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara dan analisis data menggunakan display data, reduksi data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian kemampuan bahasa anak hasil akhir penilaian peseta didik Di, Za, Fi, Na dan Rn memperoleh penilaian berkembang sangat baik (BSB). terlihat dalam penilaian yang telah dilakukan pada indikator yang telah ditentukan.This article is motivated by the lack of stimulation in children's language skills in group A at Mutiara Hati Kindergarten. Therefore, because of the problems in Mutiara Hati Kindergarten, especially group A, their language skills still need to be improved, and actions are needed that will be able to change language skills in children. From this explanation, the researchers used the question-and-answer method to be applied in this study to achieve the goal of improving children's language skills, while the purpose of this study was to improve children's language skills through the question-and-answer method. This research was conducted at Mutiara Hati Kindergarten, namely in group A children, totaling 5 children, namely 2 boys and 3 girls. The method in this study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques using observation, documentation, and interviews and data analysis using data display, data reduction, and concluding. Based on the results of research on children's language skills, the final results of the assessment of students Di, Za, Fi, Na, and Rn obtained a very well-developed assessment (BSB). seen in the assessments that have been carried out on predetermined indicators.
ANALISIS PERAN IBU DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH ANAK DALAM BUKU CERITA “WILLA & REMPAH KESAYANGAN IBU” Nida Nur Fadillah; Yeni Rachmawati
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17035

Abstract

Anak usia dini perlu diposisikan sebagai individu dengan diberikan kepercayaan untuk mengatasi masalahnya. Kehidupan anak tidak akan selalu dapat bergantung dengan orang terdekat sehingga penting untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah sejak dini. Adapun ibu merupakan sosok yang memiliki waktu paling banyak saat anak berada pada masa golden age. Ibu perlu memberikan stimulasi agar anak dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian peran ibu dan pemecahan masalah anak dalam buku cerita “Willa Rempah Kesayangan Ibu”. Isi dalam sebuah buku dapat menjadi contoh dalam kehidupan sehingga penting untuk ditelaah mengenai kesesuaiannya dengan teori-teori yang berlaku. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain penelitian analisis isi. Objek dalam penelitian ini, yaitu alur cerita dalam buku cerita anak “Willa Rempah Kesayangan Ibu” yang berisikan peran ibu dan kemampuan pemecahan masalah anak. Hal ini ditelaah melalui teks dan ilustrasi pada cerita tersebut sehingga teknik pengumpulan data berupa studi dokumentasi. Analisis data menggunakan cara Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkap bahwa peran ibu terlihat dari stimulasi yang diberikan pada anak dengan memberikan komunikasi yang memuat asas kepercayaan dan keterbukaan, sedia mengajak anak bermain, dan memberikan kebebasan pada anak untuk mengek- splorasi. Kemampuan pemecahan masalah anak diperlihatkan dengan sembilan tahapan yang dilalui, yakni pengamatan, klasifikasi, membandingkan, mengukur, mengomunikasikan, eksperimen, menghubungkan, mengambil simpulan serta menerapkan informasi. Kemampuan pemecahan masalah anak tersebut berkembang tidak lepas dari stimulasi yang telah ibu berikan.Early childhood needs to be positioned as individuals who are given the trust to solve their problems. Children's lives will not always be able to depend on the people closest to them, so it is important to have problem-solving skills from an early age. The mother is the figure who has the most time when the child is in the golden age. Mothers need to provide stimulation so that children can develop problem solving skills. This study aims to describe the suitability of the mother's role and problem-solving abilities of children in the storybook "Willa Rempah Kesayangan Ibu". Examining a book's content's compatibility with the prevailing theory is crucial since the material in a book might serve as an example in real life. The method in this study uses a qualitative research design with content analysis. The objects in this study, namely the storyline in the children's storybook "Willa Rempah Kesayangan Ibu" which contains the mother's role and children's problem-solving abilities. This is examined through the text and illustrations in the story so that the data collection technique is in the form of a documentation study. Data analysis uses the Miles and Huberman method. According to the study's findings, mothers play an important role in stimulating their children by establishing open and honest lines of communication, being willing to ask them to play, and allowing them the opportunity to explore on their own. The nine steps that youngsters go through, including seeing, classifying, comparing, measuring, communicating, experimenting, linking, making conclusions, and apply- ing information, demonstrate their ability to solve issues. The child's problem-solving ability develops can not be separated from the stimulation that the mother has given.
PENERAPAN METODE BERCERITA AUDIO VISUAL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPAMPUAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK B DI MASA PEMBELAJARAN DARING Nurmalah Nurmalah; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17420

Abstract

Dalam mengembangkan kemampun kognitif anak dibutuhkan metode yang sesuai dengan kebutuhan dan minat anak dalam pelaksanaannya yang dilakukan secara daring, melalui bercerita audio-visual diharapkan akan mampu mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Puzzle. Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya kegiatan-kegiatan dalam pembelajaran, kurangnya stimulus dalam kegiatan berhitung, merangkai kata dalam kalimat, hal tersebut dapat mengambat kemampuan kognitif anak selama pembelajaran daring. Maka dari itu peneliti mengambil solusi untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan mengembangkan kemampun kognitif anak dengan penerapan metode cerita audio-visual yang dilakukan secara pembelajaran daring. Penelitian ini dilakukan lembaga di TK Puzzle pada anak kelompok B  yang berjumlah delapan anak yang terdiri dari lima anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data menggunakan reduksi data,  display data dan menarik kesimpulan. Dari hasil pengamatan selama melakasanakan penelitian dilakukan di TK Puzzle di kelompok Bdiperoleh hasil dengan pelaksanaan kegiatan penerapan metode bercerita audio visual  yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok B yang dilakukan selama pembelajaran daring berkembang sesuai yang diharapkan, perkembangan kognitif anak berkembang dengan baik.In developing children's cognitive abilities, a method that suits the needs and interests of children is needed in its implementation, which is carried out online through audio-visual storytelling. It is hoped that it will be able to develop the cognitive abilities of group B children in Puzzle Kindergarten. This research is motivated by the lack of activities in learning, the lack of stimulus in counting activities, and assembling words in sentences. These can hinder children's cognitive abilities during online learning. Therefore, researchers took a solution to develop children's cognitive abilities with the aim of knowing the implementation of developing children's cognitive abilities by applying the audio-visual story method, which was carried out online learning. This research was carried out by an institution at Puzzle Kindergarten in group B children, totaling eight children consisting of 5 boys and three girls. The method in this study uses descriptive qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews, and documentation, data analysis using data reduction, data display, and drawing conclusions. From the observations during the research conducted at the Puzzle Kindergarten in group B, the results obtained by implementing the activities of applying the audio-visual storytelling method that can develop the cognitive abilities of children in group B, which is carried out during online learning, develops as expected, children's cognitive development develops well.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue