cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PENERAPAN MEDIA BUKU CERITA ISLAMI POP UP TIGA DIMENSI TERHADAP NILAI MORAL AGAMA ANAK PRASEKOLAH Shilfianne Nurmahmudah; Ayu Rissa Atika
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.14758

Abstract

Ilmu spiritual merupakan pengetahuan yang membahas faedah ataupun nilai, yakni keahlian dengan meletakan sikap juga kehidupan kita melalui latar belakang nilai dengan cakupan yang luas, atau keahlian dalam memberi penilaian hingga perbuatan ataupun kiprah individu jadi lebih berarti dibanding yang lainnya (Zohar Marshall, 2007). Dari sebuah riset yang peneliti lakukan bertujuan untuk menggambarkan penggunaan dari media buku cerita islami pop up Tiga Dimensi dalam mengembangkan Nilai Moral Agama anak pra-sekolah. Dalam metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, pengambilan data dilaksanakan dengan observasi dan wawancara. Subjek penelitiannya adalah peserta didik kelompok B yang terdiri dari 11 orang anak. Analisis data yang digunakan ialah data kualitatif, biasanya data tidak bisa diubah menjadi angka. Pengembangan Nilai Moral Agama pada anak kelompok B di SPS AL-Mashduqiyah dengan media buku cerita islami pop up tiga dimensi dapat berkembang dengan optimal sesuai tahap usia perkembangannya, di antaranya anak mampu berperilaku mulia, menambah wawasan agama anak, anak mampu mengambil pesan-pesan positif dari cerita yang disampaikan dalam buku cerita, melatih otot halus karena terdapat beberapa fitur di dalam buku yang dapat digerakkan dengan tangan, menanamkan moral rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru serta dapat membentuk kepribadian positif dan kepribadian religius pada anak.This article is motivated by the lack of stimulation in children's language skills in group A at Mutiara Hati Kindergarten. Therefore, because of the problems in Mutiara Hati Kindergarten, especially group A, their language skills still need to be improved, and actions are needed that will be able to change language skills in children. From this explanation, the researchers used the question-and-answer method to be applied in this study to achieve the goal of improving children's language skills, while the purpose of this study was to improve children's language skills through the question-and-answer method. This research was conducted at Mutiara Hati Kindergarten, namely in group A children, totaling 5 children, namely 2 boys and 3 girls. The method in this study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques using observation, documentation, and interviews and data analysis using data display, data reduction, and conclusion. Based on the results of research on children's language skills, the final results of the assessment of students Di, Za, Fi, Na, and Rn obtained a very well-developed assessment (BSB). seen in the assessments that have been carried out on predetermined indicators.
BELAJAR DARI RUMAH: MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGANYAM Falah, Upi Nurul; Windarsih, Chandra Asri; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta di lapangan bahwa kemampuan motorik halus anak usia usia 5-6 tahun di Kober Al-Humairo masih rendah dikarenakan pemilihan metode pembelajaran yang kurang menarik dan kurang bervariasi. Kegiatan menganyam merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario dan implementasi dari kegiatan menganyam terhadap kemampuan motorik halus anak pada masa belajar dari rumah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun Kober Al-Humairo yang berjumlah 12 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan instrumen wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan bahwa skenario dan implementasi kegiatan menganyam pada masa belajar dari rumah sudah dilakukan sesuai dengan perencanaan dan langkah-langkah pembelajaran. Dan ditemukan hasil bahwa dengan melalui kegiatan menganyam yang di implementasikan pada anak kelompok B di Kober Al-Humairo mampu melatih kelenturan jari-jari tangan, kecermatan dan ketelitan saat mengkoordinasikan gerakan mata dan tangan, mampu mengembangkan pengetahuan anak melalui pengenalan warna dan bentuk, serta menjadi solusi bagi guru dalam menyampaikan pembelajaran yang kreatif dan menarik pada saat belajar dari rumah. This study is motivated by the fact that in the field, the fine motor skills of children aged 5–6 years in Kober Al-Humairo are still low due to the selection of learning methods that are less interesting and less varied. Weeding activities are one of the learning activities selected in this study. Therefore, this study aims to describe the scenario and implementation of sympathetic activities for children's fine motor skills during learning from home. This study used qualitative descriptive methods with the research subjects, 5–6-year olds Kober Al-Humairo, who numbered 12 learners. Data collection was done using interview instruments, observation sheets, and documentation. Data is analyzed through data reduction, data display, and verification or withdrawal of conclusions. Based on the results of the research, the scenario and implementation of weeding activities during learning from home have been done by planning and learning steps. It was found that through weeding activities implemented in group B, children in Kober Al-Humairo were able to train the flexibility of the fingers, accuracy, and rigor when coordinating eye and hand movements, develop children's knowledge through the introduction of color and shape, and be a solution for teachers in delivering creative and interesting learning when learning from home.
Media Loose Part: Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Maryanti, Emay; Lestari, Ririn Hunafa; Azhar, Aghnia Farrassyania
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan, dan anak usia dini belajar melalui bermain. Salah satu kemampuan yang dapat dikembangkan dalam bermain adalah kemampuan fisik motoric salah satunya adalah kemampuan motoric halus. Kemampuan motorik halus dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain dengan loose part sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Loose part sebagai media pembelajaran merupakan salah satu media yang dapat disusun, dirangkai, digabungkan, dipindahkan dan yang lainnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anak.  Penelitian ini bertujuan untuk membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan motorik halus dengan media loose part. Penelitian ini dilaksanakan di lembaga PAUD di kota Cimahi dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan subjek penelitan adalah anak  kelompok A dan guru. Analisis data yang digunakan adalah reduksi dan penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitan menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan media loose part dapat meningkatkan kemampuan motoric halus di kelas kelompok A, bahwa kemampuan motoric awal peserta didik yang sudah baik sebanyak dua orang dari delapan orang peserta didik, setelah mengikuti kegiatan meningkat sebanyak tiga orang  menjadi lima orang peserta didik yang kemampuan motoriknya berkembang sesuai harapan pada hasil akhir  kemampuan motoric halus peserta didik. Playing is a fun activity, and young children learn through playing. One of the abilities that can be developed in playing is physical motor skills, one of which is fine motor skills. Fine motor skills can be developed through playing activities with loose parts as a learning medium that can be used to help improve children's fine motor skills. A loose part as a learning medium is a medium that can be arranged, assembled, combined, moved, and so on, according to the child's wishes and needs. This research aims to help students improve their fine motor skills using loose-part media. This research was carried out at an Early Childhood institution in the City of Cimahi using a qualitative descriptive research method. Data collection was obtained through observation, interviews, and documentation, with the research subjects being group A children and teachers. The data analysis used is data reduction and presentation, as well as conclusion. The results of the research show that learning using loose part media can improve fine motor skills in group A classes and that the initial motor skills of two students out of eight students were already good after taking part in the activity. The Students whose motor skills develop according to expectations for the final results of students' fine motor skills.
PEMBELAJARAN DARING: IMPLEMENTASI BAHAN AJAR TEMATIK DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL PADA ANAK USIA DINI Hamidatussholihat, Neng Salma; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi pendidikan di Indonesia, alih proses pembelajaran memaksa guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun bahan ajar agar pembelajaran di rumah berlangsung efektif dan efisien. Namun kecanggihan teknologi dapat membuat bahan ajar tematik anak lebih menarik dengan konsep unik yang mudah dipahami dan dikemas sesuai dengan karakteristik anak sehingga anak dapat meningkatkan kemampuan belajar literasi digital di usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan bahan ajar tematik digital dalam pembelajaran daring untuk meningkatkan literasi digital pada anak menggunakan aplikasi Book Creator. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, angket dan dokumentasi dengan sampel data penelitian dari anak kelompok B usia 5-6 tahun dalam pengumpulan data. Dengan jumlah anak 9 orang, guru dan orang tua. Dalam pengolahan data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah proses pembelajaran menggunakan bahan ajar tematik digital dalam pembelajaran daring berlangsung efektif dan efisien. Penyajian tema selama pembelajaran online dapat dikomunikasikan dengan baik dan jelas. Bahan ajar dengan tema berbasis digital dapat membantu guru dalam proses pembelajaran online di rumah, merangsang minat belajar anak melalui permainan edukatif, dan dapat meningkatkan kemampuan literasi digital pada anak. The COVID-19 pandemic has had a huge impact on education in Indonesia, changing the learning process and forcing teachers to be more creative and innovative in compiling teaching materials so that learning at home takes place effectively and efficiently. However, technological sophistication can make children's thematic teaching materials more interesting with unique concepts that are easy to understand and packaged according to children's characteristics so that children can improve their digital literacy learning skills at an early age. The purpose of this study is to describe the application of digital thematic teaching materials in online learning to improve digital literacy in children using the Book Creator application. This study uses a qualitative descriptive methodology with observation, questionnaires, and documentation techniques with research data samples from group B children aged 5-6 years in data collection. With nine children, teachers and parents. In processing the data in this study using data reduction, data presentation, and concluding. The result of this research is the learning process using digital thematic teaching materials in online learning takes place effectively and efficiently. Presentation of themes during online learning can be communicated well and clearly. Teaching materials with digital-based themes can help teachers in the online learning process at home, stimulate children's interest in learning through educational games, and improve digital literacy skills in children.
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK MELALUI PERMAINAN BOLA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Uli, Rospita Sinta; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  mempunyai  tujuan  untuk  mengetahui  perkembangan  kemampuan  psikomotor  pada  anak  umur  5-6  tahun  melalui  variasi  pada  permainan  bola.  Latar  belakang  dari  pemilihan  topik  ini  karena  masih  banyak  anak  yang  mengalami  kejenuhan  dalam  belajar,  dan  kurangnya  strategi  guru  saat  mengajar.  Dalam  Penelitian  ini  digunakan  pendekatan  deskriptif  kualitatif  yang  dimaksudkan  untuk  mengeksplorasi  atau  mengklarifikasi  suatu  gejala,  dengan  subjek  penelitian  11  peserta  didik  di  KB  Tunas  Kasih  Cimahi.  Kecerdasan  kinestetik  sangat  berpengaruh  dalam  merangsang  pertumbuhan  dan  perkembangan  fisik  anak,  sehingga  anak  dapat  bergerak  dengan  lincah  dan  terampil  dalam  setiap  kegiatan.  Permainan  adalah  sesuatu  yang  menyenangkan  bagi  anak,  karena  melalui  bermain  anak  mampu  menunjukkan  potensi  dan  bakatnya.  Oleh  karena  itu  diperlukan  kegiatan  yang  menyenangkan  yang  dapat  menstimulus  kecerdasan  kinestetik  anak  yaitu  melalui  permainan  bola.  Analisis  data  kualitatif  ini  dilakukan  dengan  menganalisis  data  dari  hasil  pengamatan  di  lapangan  dan  wawancara  selama  penelitian  berlangsung  dengan  analisis  wacana  selama  dilakukannya  kegiatan.  Hasil  dari  penelitian  ini  menunjukkan  adanya  peningkatan  kemampuan  jasmani  atau  motorik  kasar  pada  anak  dimana  sebelumnya  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  anak  sudah  mampu  melakukan  gerakan  lokomotor,  non  lokomotor,  dan  manipulatif.  Dengan  demikian  kegiatan  permainan  bola  yang  bervariasi  dapat  meningkatkan  kemampuan  dan  kecerdasan  kinestetik  anak. The research was intended to find out the increased kinesthetic intelligence in five-year-olds through variations in ball games. The background of this selection topic is that many children still experience a saturation of this selection topic is that many children still experience a lack of teacher strategy in teaching. The study uses a qualitative descriptive method intended to explore or clarify a symptom, with the subject of study 11 participants in a birth control study. Kinesthetic intelligence goes a long way in stimulating a child's physical growth and development, enabling him to move with agility and skill in every activity. Games are fun for a child who is capable of showing his potential and talent. It is therefore necessary for fun activities that can only stimulate the child's kinesthetic intelligence through a ball game. This qualitative data analysis is done by analyzing data from field observations and interviews during the study of the activity. The results of this study indicate improvement in physical or crude motor skills in children, whereas studies previously showed that children are capable of soft, non-soft, and manipulative movements. Thus, varying ball game activities can enhance a child's kinesthetic ability and intelligence
MEDIA BALOK ANGKA: PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN UNTUK ANAK USIA DINI Monikasari, Sonia; Sumitra, Agus; Lestari, Ririn Hunafa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berhitung pada anak merupakan satu hal yang sangat penting, akan tetapi kegiatan berhitung kurang diminati anak karena berhitung adalah sesuatu kegiatan yang kurang menarik, membosankan serta masih terasa tidak mudah untuk anak. Hal ini diakibatkan oleh sebagian faktor baik dari guru, peserta didik ataupun sumber belajar serta metode pengajaran yang digunakan sebagai pendukungnya. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan media balok angka terhadap berhitung permulaan untuk anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru serta kepala sekolah PAUD Al-Amanah dan anak usia 5-6 tahun yang berjumlah lima orang anak. Teknik pengumpulan data ini melalui teknik observasi dan wawancara, Pengolahan data yang  telah   dicatat   dan dikumpulkan, dianalisis dengan menggunakan  metode  analisis  data  secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya penerapan media balok angka dapat membantu anak dalam memahami pembelajaran berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun, penerapanya dengan cara membiarkan anak berhitung dan menyusun balok angka ini sesuka hati mereka dan penerapan media balok ini juga dapat membantu guru untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan berhitung pada anak, serta mengajarkan dan melatih anak belajar berhitung angka 1-20 dengan tepat.   The ability to count in children is a very important thing, but counting activities are less attractive to children because counting is an activity that is less interesting, boring, and still not easy for children. This is caused by several factors, both from teachers, students, and learning resources as well as the teaching methods used as supporters. Therefore, the purpose of this study was to find out how the application of number block media to early counting for children aged 5-6 years. The research method used is descriptive qualitative. The subjects of this study were teachers and principals of PAUD Al-Amanah and 5-6-year-old children, totaling five childrens. This data collection technique is through observation and interview techniques, processing the recorded and collected data, and analyzing using qualitative-descriptive data analysis methods. The results showed that the application of number blocks media can help children understand early numeracy learning for children aged 5-6 years, its application is by letting children count and arrange these number blocks as they please and the application of this block media can also help teachers to find out how far the development of numeracy skills in children, and with the application of this number block media children can learn to count numbers 1-20 correctly.
MEDIA PEMBELAJARAN FLASHCARD: MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Anggraeni, Wanda; Santana, Fifiet Dwi Tresna
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses berlangsungnya pendidikan melibatkan guru dalam pelaksanaanya untuk mengembangkan dan mencapai tujuan program pendidikan. Tidak hanya itu keterlibatan guru pada pembelajaran sangat berperan penting untuk meningkatkan kualitas peserta didik. Namun, pada pelaksanaan pembelajaran masih banyak yang tidak melibatkan media pembelajaran pada proses penyampaian materi pembelajaran. Hal tersebut juga berpengaruh pada aspek pertumbuhan dan perkembangan anak khususnya pada aspek perkembangan bahasa. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan perkembangan bahasa anak melalui penerapan media flashcard yang menjadi salah satu media pembelajaran menarik dan mudah digunakan untuk pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek pada penelitian ini melibatkan 10 anak usia 4-5 tahun dan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yang diterapkan reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa penerapan media flashcard meningkatkan perkembangan bahasa anak terlihat dari perkembangan bahasa yang semakin baik dan anak menjadi lebih aktif. Hal ini karena media flashcard dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak dengan hasil sebelum menggunakan flashcard, yang awalnya kemampuan perkembangan bahasa hanya tiga anak yang sudah Berkembang Sesuai Harapan (BSH), bertambah enam anak yang Berkembang Sesuai Harapan (BSH) setelah menggunakan flashcard  menjadi meningkat. The ongoing process of education involves teachers in its implementation to develop and achieve educational program goals. Not only that, but the involvement of teachers in learning plays an important role in improving the quality of students. However, in the implementation of learning, there are still many that do not involve learning media in the process of delivering learning materials. This also affects aspects of children's growth and development, especially aspects of language development. The purpose of this study is to improve children's language development through the application of flashcard media, which is one of the most interesting and easy-to-use learning media. This study uses a qualitative approach using descriptive methods. The subjects in this study involved five children aged 4-5 years and a teacher. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis applied data reduction, data display, and conclusion. Based on the results of the data analysis conducted, it appears that the application of false card media improves children's language development, as seen by better language development and children becoming more active. This is because flashcard media can improve children's language skills. The result is that before using flashcards, initially only three children matched their language development to nine children whose language development increased after using them. This is because flashcard media can improve children's language skills. the results that before using flashcards, only three children's language development abilities had developed as expected (BSH), and six children's development as expected (BSH) after using flashcards increased.
MAZE ANGKA: MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK ANAK USIA DINI Yulianti, Yulianti; Andrisyah, Andrisyah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir simbolik merupakan kemampuan  menggunakan simbol-simbol seperti angka, huruf, dan gambar. Anak usia dini masih memiliki kendala dalam berpikir simbolik. Salah satu faktor penyebabnya kurang adanya stimulus pada anak dalam menerapkan alat permainan edukatif yang menarik. Pembelajaran yang dapat digunakan salah satunya yaitu  maze angka. Tujuannya untuk mengetahui peningkatan berpikir simbolik pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas dengan model  Kemmis dan Taggart, yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian kelompok B berjumlah 10 anak. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara,dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan  data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan kemampuan berpikir simbolik prasiklus dalam kriteria belum berkembang dengan persentase 47% atau lima anak, pada siklus I memperoleh hasil yang sama 33% dengan kriteria berkembang sangat baik dan mulai berkembang sebanyak enam anak sedangkan kriteria berkembang sesuai harapan  dan belum berkembang sebanyak empat anak. Pada siklus II, 68% atau tujuh anak dengan kriteria berkembang sangat baik, sedangkan kriteria berkembang sesuai harapan dan mulai berkembang sebanyak tiga anak. Dari data yang diperoleh melalui alat permainan edukatif maze angka dapat meningkatkan  kemampuan anak berpikir simbolik. Symbolic thinking is the ability to use symbols such as numbers, letters, and images. Early childhood still has obstacles in symbolic thinking. One of the factors causing this is the lack of stimulus for children to use interesting educational game tools. One of the lessons that can be used is the number maze. The aim is to determine the increase in symbolic thinking in early childhood. This research uses the classroom action method with the Kemmis and Taggart model, which consists of two cycles. Group B research subjects consisted of 10 children. Data collection using observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is qualitative data. Based on the research results, it shows that the pre-cycle symbolic thinking ability in the criteria has not yet developed with a percentage of 47% or five children, in the first cycle the same results were 33% with the criteria developing very well and starting to develop as many as six children, while the criteria developed as expected and not yet developed as many as four children. In cycle II, 68% of seven children with the criteria developed very well, while the criteria developed as expected and three children began to develop. The data obtained through the number maze educational game tool can improve children's ability to think symbolically.
PENGEMBANGAN MEDIA DADU PUTAR MENGGUNAKAN KANTONG AJAIB MODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA DINI Herawati, Yulli; Wulansuci, Ghina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya meningkatkan kemampuan membaca pada anak dapat melalui salah satu media belajar yaitu dadu putar dengan menggunakan kantong ajaib modifikasi. Tujuan penelitian ini, mengetahui kelayakan media dadu putar dengan menggunakan kantong ajaib modifikasi terhadap kemampuan membaca. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang dilakukan di TK Ulil Albab berjumlah limaanak sedangkan di TK Al Hikmah berjumlah 10 anak. Metode penelitian menggunakan Research and Devoplment (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan angket. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif deskritif dan analisis data statistik deskritif kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari penilaian kualitas produk berupa saran dan masukan para ahli. Data kuantitatif berupa jumlah skor yang dihitung menggunakan teknik statistik dari hasil penilaian angket. Validitas  kelayakan dari  ahli materi dan media  memperoleh persentase 66,1% dan 76,5% dengan kategori Layak. Penilaian guru terhadap media dadu putar Sangat Baik dengan nilai persentase 81,3%. Adapun peningkatan kemampuan membaca dengan nilai persentase 74,5% dalam kategori BSB. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan media dadu putar dengan menggunakan kantong ajaib modifikasi dinyatakan layak. Efforts to improve reading skills in children can be made through one of the learning media, namely rotating dice using a modified magic bag. The purpose of this study was to determine the feasibility of rotating dice media using a modified magic bag on reading ability. The research subjects were 15 children who were conducted in Kindergarten Ulil Albab totaling five children in Kindergarten Al-Hikmah there were 10 children. The research method uses Research and Development (R&D) with the Borg and Gall development model. Data collection techniques through interview techniques, observation, and questionnaires. The data were analyzed using descriptive qualitative data analysis techniques and descriptive quantitative statistical data analysis. Qualitative data obtained from product quality assessment in the form of suggestions and input from experts. Quantitative data is in the form of the number of scores calculated using statistical techniques from the results of the questionnaire assessment. The validity of the feasibility of material and media experts obtained a percentage of 66.1% and 76.5% in the Eligible category. The teacher's assessment of the rotating dice media is very good with a percentage value of 81.3%. The increase in reading ability with a percentage value of 74.5% in the BSB category. The results showed that the development of rotating dice media using a modified magic bag was declared feasible.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA MELALUI METODE BERCERITA MENGGUNAKAN BONEKA JARI PADA ANAK KELOMPOK A Afianti, Afianti; Sumitra, Agus; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan bahasa pada anak kelompok A di TK Chadidjah dengan menggunakan boneka jari dengan tema hewan membuat pembelajaran menjadi menarik dan anak memiliki pengalaman belajar yang baru serta dapat meningkatkan aspek bahasa. Berdasarkan latar belakang masalah yang ada tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan bahasa melalui metode bercerita dengan boneka jari di TK Chadidjah pada usia 4-5 tahun. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah anak kelompok A sebanyak 10 anak. Wawancara, observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Reduksi data, display data dan kesimpulan atau verifikasi adalah analisis kualitatif yang dipakai dalam teknik analisis data pada penelitian ini. Hasil penelitian dalam enam kali pertemuan terbukti efektif melalui metode bercerita dengan menggunakan boneka jari dan rata-rata anak berkembang sesuai harapan (BSH) serta dapat meningkatkan kemampuan bahasa, terbukti dengan bertambahnya perbendaharaan kata yang baru dan dapat menceritakan kembali apa yang telah disampaikan oleh guru. Hal terpenting dalam menggunakan metode bercerita dengan boneka jari memberi kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif dalam mengekspresikan bahasanya, kemampuan yang total dari pengajar dalam mendongeng menggunakan media boneka jari dapat menarik minat anak dengan berpartisipasi aktif mengikuti gaya bahasa dan ekspresi yang disampaikan oleh guru. Language skills in group A children at Chadidjah Kindergarten by using finger puppets with animal themes make learning interesting and children have new learning experiences and can improve language aspects. Based on the background of the problem, this study aims to improve language skills through the finger puppet storytelling method in Chadidjah Kindergarten at the age of 4-5 years. This research method uses descriptive research with a qualitative approach. Subjects in this study were 10 children in group A. Interviews, observations, and documentation were used as data collection tools. Data reduction, data display, and conclusions or verification are qualitative analyses used in data analysis techniques in this study. The results of the study in six meetings proved effective through the storytelling method using finger puppets and the average child developed according to expectations (BSH) and could improve language skills, as evidenced by the increase in new vocabulary and being able to retell what had been conveyed by the teacher. The most important thing in using the finger puppet storytelling method is to give children the opportunity to actively participate in expressing their language, the total ability of the teacher in storytelling using finger puppet media can attract children's interest by actively participating in the language style and expressions conveyed by the teacher.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue