cover
Contact Name
Hengki Armez Hidayat
Contact Email
hengkiarmez@fbs.unp.ac.id
Phone
+6281363124849
Journal Mail Official
sendratasikfbsunp21@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Sendratasik FBS Universitas Negeri Padang Jl. Belibis Air Tawar Padang 25171
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 23023201     DOI : 10.24036
Jurnal Sendratasik diterbitkan 4 (empat) kali pada bulan S Maret, Juni, September, dan December denganmemuat artikel / artikel penelitian di bidang musik, tari, dan drama serta pembelajarannya. Memuat teks yang dihasilkan oleh kelompok penyunting, naskah yang digunakan adalah naskah yang lolos dan tidak pernah / tidak akan pindah ke jurnal lain. Jurnal Sendratasik menerima naskah yang memberikan wawasan tentang isu-isu terkini, dan terutama berhubungan dengan studi Seni Pertunjukan dan Pembelajarannya(Seni Drama, Tari dan Musik) dengan menyebar luaskan pengetahuan di bidang-bidang yang muncul dan berkembang. Hasil riset, terdiri dari laporan ilmiah yang meningkatkan pengetahuan tentang seni secara umum, seni pertunjukan, dan pendidikan seni. Baik dalam bentuk artikel yang melaporkan hasil studi penelitian kuantitatif atau kualitatif. Artikel secara konseptual harus relevan untuk memajukan Seni Pertunjukan dan Pembelajarannya, menyajikan teori tentang seni, model, posisi filosofis, dll. Artikel juga dapat mengacu pada teori-teori ataupun materi- materi yang dikembangkan dalam praktik dan pendidikan seni pertunjukan. Bahasa naskah yang dikirimkan dalam bahasa Indonesia. Harus membahas tentang masalah serta kontribusi baru yang signifikan untuk bidang praktik dan pendidikan seni pertunjukan. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: - Drama - Tari - Musik dan / atau Musik Tradisional - dan Pembelajarannya
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 3 (2024)" : 7 Documents clear
Pengembangan Tari Kreasi Mbok Jamu untuk Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina Koto Agung Kabupaten Dharmasraya Novitasari, Ana; Yunimar Ningsih, Sri; Apriana, Rici
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i3.130511

Abstract

Pendidikan yang ada di jenjang PAUD salah satunya taman kanak-kanak hendaknya dapat menekankan aspek tumbuh kembang anak. TK adalah salah satu sarana bisa membantu pertumbuhan serta perkembangan anak senada dengan tingkatan perkembangan. Aktivitas yang bisa dilakukan pengembangan di TK salah satunya yakni kegiatan seni contohnya seni tari. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan tari kreasi Mbok Jamu bagi anak berusia lima sampai enam tahun yang praktis, efektif, maupun valid. Tari kreasi Mbok Jamu adalah tari yang mengenalkan obat tradisional dan budaya di luar daerah setempat. Dengan adanya tari kreasi Mbok Jamu dapat membantu mengenalkan budaya yang ada di Indonesia kepada anak. Penelitian mempergunakan pengembangan 4D (four D). Model penelitian ini memakai model 4D mencakup empat tahap yakni define, design, develop, disseminate. Instrument pengumpulan data menggunakan instrument penilaian berupa lembar validasi, praktikalitas, dan efektifitas. Berdasarkan pada hasil penelitian, maka pengembangan tari kreasi Mbok Jamu dapat dilakukan dengan cara mengembangkan video kreasi Mbok Jamu yang dikemas secara khusus bagi anak berusia lima sampai enam tahun dimana dalam pengembangan tari kreasi Mbok Jamu ini akan lebih dispesifikasikan terhadap pembelajaran gerakan tangan serta kaki tujuannya supaya bisa membantu melakukan peningkatan motorik anak serta membantu mengenalkan budaya daerah lain. Education at the PAUD level, one of which is kindergarten, should be able to emphasize aspects of child growth and development. Kindergarten is one of the facilities that can help children's growth and development align with their development levels. One of the activities that can be developed in kindergarten is art activities, such as dance. The purpose of this study is to develop Mbok Jamu's creative dance for children aged five to six years that is practical, effective, and valid. Mbok Jamu's creative dance is a dance that introduces traditional medicine and culture outside the local area. The existence of Mbok Jamu's creative dance can help introduce the culture of Indonesia to children. The study uses 4D (four D) development. This research model uses the 4D model which includes four stages, namely define, design, develop, and disseminate. The data collection instrument uses an assessment instrument in the form of a validation sheet, practicality, and effectiveness. Based on the research results, the development of Mbok Jamu's creative dance can be done by developing a video of Mbok Jamu's creations that are packaged specifically for children aged five to six years where in the development of Mbok Jamu's creative dance, it will be more specific to learning hand and foot movements so that it can help improve children's motor skills and help introduce other regional cultures.
Application of Guitar Learning Methods to Reach Musicianship as Intercultural Activities in Formal and Non-Formal Institutions in West Sumatera Handra Kadir, Tulus
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i3.130642

Abstract

This article reviews and analyses how methods, weaknesses, problems, solutions, and learning outcomes achieved in classical guitar learning at formal and non-formal educational institutions in West Sumatra as intercultural activities. Review and analysis refers to the principles, concepts, and methods of learning music, especially Western classical guitar, referred to throughout the world, namely the concept of Western music and the Yamaha Music Education System. The discussion in this article originates from the results of the first stage of the two planned research stages on the method of learning guitar instruments in formal and informal institutions in West Sumatra. The research method is qualitative and experimental. The first phase of the research is directed at finding, analyzing, and concluding methods of learning the practice of guitar instruments, their weaknesses, problems, and solutions to formal and informal institutions in West Sumatra. The second stage of the research is directed at finding and formulating weaknesses and shortcomings of guitar learning methods, then finding the need for guitar learning through analysis and assessment of guitar learning needs and then creating guitar learning methods based on 'sign' and 'interpretation' in the context of 'musicianship' and achievement of the learning objectives of the Major Guitar Instrument Practice course in the Music Education Study Program at the Faculty of Language and Art, Universitas Negeri Padang.  Artikel ini mengkaji dan menganalisis bagaimana metode, kelemahan, permasalahan, solusi, dan capaian pembelajaran yang dicapai dalam pembelajaran gitar klasik di lembaga pendidikan formal dan nonformal di Sumatera Barat sebagai kegiatan antarbudaya. Kajian dan analisis mengacu pada prinsip, konsep, dan metode pembelajaran musik, khususnya gitar klasik Barat, yang dirujuk di seluruh dunia, yaitu konsep musik Barat dan Sistem Pendidikan Musik Yamaha. Pembahasan dalam artikel ini bersumber dari hasil tahap pertama dari dua tahap penelitian yang direncanakan tentang metode pembelajaran alat musik gitar di lembaga formal dan informal di Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan eksperimental. Tahap pertama penelitian diarahkan untuk menemukan, menganalisis, dan menyimpulkan metode pembelajaran praktik alat musik gitar, kelemahan, permasalahan, dan solusinya pada lembaga formal dan informal di Sumatera Barat. Tahap kedua penelitian, diarahkan untuk menemukan dan merumuskan kelemahan dan kekurangan metode pembelajaran gitar, kemudian menemukan kebutuhan pembelajaran gitar melalui analisis dan penilaian kebutuhan pembelajaran gitar dan kemudian membuat metode pembelajaran gitar berbasis ‘tanda’ dan ‘interpretasi’ dalam konteks ‘musicianship’ dan pencapaian tujuan pembelajaran mata kuliah Praktik Instrumen Gitar Utama pada Program Studi Pendidikan Musik di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang.
Makna Tor-Tor Naposo Nauli Bulung pada Pesta Perkawinan di Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal Derhani, Derhani; Handra Kadir, Tulus
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i3.129822

Abstract

Tor-Tor Naposo Nauli Bulung merupakan tarian yang ditarikan muda-mudi dengan catatan tidak boleh satu marga, misalnya panortor bermarga Nasution dengan pangayapi bermarga  Nasution. Tetapi yang boleh adalah yang berlainan marga seperti panortor bermarga Nasution dan pangayapi bermarga Batubara. Selain tidak boleh satu marga juga tidak boleh bersentuhan antara laki-laki dan perempuan karena melanggar aturan adat. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan serta menganalisis Makna Tor-Tor Naposo Nauli Bulung pada pesta perkawinan di Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif analitis. Objek penelitian  adalah Tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung Pada Pesta Perkawinan di Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal. Data yang dipergunakan penelitian ini yakni data primer serta sekunder. Instrumen utamanya adalah peneliti itu  sendiri, teknik pengumpulan data melalui tinjauan pustaka, observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan makna yang terkandung dalam Tor-Tor Naposo Nauli Bulung pada pesta perkawinan. Tor-Tor Naposo Nauli Bulung memiliki makna utama dan makna baru. Makna utama Tor-Tor Naposo Nauli Bulung terbagi lima yaitu sebagai sarana penerusan nilai dalam memperlihatkan tatanan adab, sebagai bentuk kebesaran hati yang mengadakan pesta, sebagai simbol tradisi dan warisan budaya, keramahan masyarakat, dan media komunikasi antara partisipan dalam perayaan pesta. Sedangkan makna baru dalam Tor-Tor Naposo Nauli Bulung terbagi empat yaitu simbol kebersamaan dan gotong royong, ekspresi kegembiraan, penyambutan tamu, dan adaptasi modern. Tor-Tor Naposo Nauli Bulung bukan sekedar tarian, tetapi juga sebagai sarana dalam menyampaikan nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan penghormatan dalam konteks perayaan perkawinan. Secara keseluruhan Tor-Tor Naposo Nauli Bulung tetap memainkan peran penting dalam pesta perkawinan di Kotanopan. Tor-Tor Naposo Nauli Bulung ia a dance danced by young people with the caveat that they are not allowed to be from the same clan, for example panortor from the Nasution clan and pangayapi from the Nasution clan. However, those who are allowed are those from different clans, such as the such as the panortor with the Nasution surname and the pangayapi with the Batubara surname. Apart from not being allowed to be in the same clan, men and women are also not allowed to have contact because it violates customary rules. The aim of this research is to describe and analyze the meaning of Tor-Tor Naposo Nauli Bulung at wedding parties in Kotanopan, Mandailing Natal Regensy. This type of research is qualitative research that uses analytical descriptive methods. The object of this research is to research is to interpret Tor-Tor Naposo Nauli Bulung dance at the wedding party in Kotanopan, Mandailing Natal Regensy. The data used in this research are primary data and secondary data. The main instrument is the researcher himself. Data collection methods through literature reviews, observation, interviews and documentation. The research result show the meaning contained in Tor-Tor Naposo Nauli Bulung at wedding parties. Tor-Tor Naposo Nauli Bulung has a main meaning and a new meaning. The main meaning of Tor-Tor Naposo Nauli Bulung is divided inti five, namely as a means of transmitting values in showing the order of manners, as a form of magnanimity in holding parties, as a symbol of tradition and cultural heritage, community friendliness, and a medium of commucation between particippants in party celebrations. Meanwhile, the new meaning in Tor-Tor Naposo Nauli Bulung is divided into four, namely a symbol of togetherness and mutual cooperation, expression of joy welcoming guests, and modern adaptation. Tor-Tor Naposo Nauli Bulung is not just a dance, but also a means for conveying cultural values, togerherness and respect in the context of wedding celebrations. Overall, Tor-Tor Naposo Nauli Bulung still plays an important role in wedding parties in Kotanopan.
Repertoar Asturias for Orchestra, Suite fur Gitarre Op.19 Koyunbaba, Selayang Pandang, Medley of Blackpink Songs dalam Pertunjukan Solis Gitar Rahmawati Zebua, Trisna; Yusnelli, Yusnelli; Kustilo, Anton
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i3.130219

Abstract

Pertunjukan Solis Gitar Klasik dari berbagai zaman dengan membawakan 4 repertoar yang berbeda bertujuan untuk menyampaikan setiap pesan musikal dari para komposer karya kepada audiens dengan mengutamakan interpretasi karya, tanpa meninggalkan unsur teknik dan unsur musikal lainnya. Metode pertunjukan yang digunakan penyaji adalah melakukan persiapan baik itu dalam penentuan karya maupun proses latihan, hingga tercapainya proses pertunjukan yang dilaksanakan pada hari yang telah ditentukan. Teori yang digunakan dalam pertunjukan ini adalah teori interpretasi dan beberapa etude-etude yang mendukung karya yang dipertunjukan. Adapun hasil dari pertunjukan ini yaitu terlaksananya pertunjukan pada hari yang telah ditentukan dengan membawakan keempat repertoar dari zaman yang berbeda, dimana sesuai dengan kaidah konveksional, baik dari segi interpretasi maupun dari segi rancangan pertunjukan. Melalui pertunjukan ini, penyaji dapat membawakan keempat repertoar sesuai dengan apa yang komposer karya inginkan, serta dapat menyelesaikan studi di Institut Seni Indonesia Padangpanjang dengan hasil yang memuaskan. The performance of Classical Guitar Soloists from various eras by performing 4 different repertoires aims to convey each musical message from the composers to the audience by prioritizing the interpretation of the work, without neglecting technical and other musical elements. The performance method that used by presenter is to make preparations both in determining the work and in the rehearsal process, until the performance process is achieved which will be held on the appointed day. The theory used in this performance is the theory of interpretation and several etudes that support the performance. The result of this performance is that the performance is carried out on the appointed day by presenting four repertoires from different eras, which are in accordance with conventional rules, both in terms of interpretation and in terms of performance design. Through this performance, the presenter can perform the four repertoires according to what the composer of the work wanted, and can complete her studies at the Institut Seni Indonesia Padangpanjang with satisfactory results.
Koreografi Tari Kureh Saiyo di Sanggar Atok Rumbio Kenagarian Jinang Kampung Pansur Kabupaten Pesisir Selatan Ichanur Safri, Oktry; Mansyur, Herlinda; Rianti, Muthia
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i3.130134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis hasil seni Koreografi Tari Kureh Saiyo di Sanggar Atok Rumbio, Kenagarian Jinang Kampung Pansur, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti sendiri menjadi instrumen utama, didukung dengan alat tulis, kamera foto, dan perekam suara. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara terarah dan tidak terarah, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Kureh Saiyo merupakan inovasi baru dari Tari Kain Tradisional, menggambarkan kehidupan masyarakat Pesisir Selatan yang harmonis dengan alam dan penuh kearifan lokal. Proses koreografi Tari Kureh Saiyo meliputi ide/tema dan suasana. Koreografer menciptakan bentuk tari yang melibatkan gerak, desain ruang, desain waktu, desain tenaga, desain lantai, komposisi kelompok, perlengkapan, dan iringan tari. Gerakan dalam Tari Kureh Saiyo terinspirasi dari Tari Kain di Pesisir Selatan, dengan pengembangan dua gerak dasar dari Tari Kain dan Tari Rantak menjadi karya Tari Kreasi baru. Iringan tari mencakup dendang, gandang, bansi, talempong, dan maracas. Kostum penari dimodifikasi agar memudahkan gerakan, menggunakan bahan satin, sarawa, kain songket, deta batik, serta aksesoris seperti subang talepon dan kalung cakiak. Properti yang digunakan adalah kain panjang.This study aims to describe and analyze the results of the Kureh Saiyo Dance Choreography at Sanggar Atok Rumbio, Kenagarian Jinang, Kampung Pansur, Koto XI Tarusan District, South Coast Regency. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. The researcher himself became the main instrument, supported by stationery, photo cameras, and voice recorders. The data collected consisted of primary and secondary data, with collection techniques through literature studies, observations, directed and undirected interviews, and documentation. The results of the study show that the Kureh Saiyo Dance is a new innovation of the Traditional Cloth Dance, depicting the life of the southern coastal community that is in harmony with nature and full of local wisdom. The choreography process of the Kureh Saiyo Dance includes ideas/themes and atmospheres. Choreographers create dance forms that involve movement, space design, time design, power design, floor design, group composition, equipment, and dance accompaniment. The movements in the Kureh Saiyo Dance are inspired by the Kain Dance on the south coast, with the development of the two basic movements of the Kain Dance and the Rantak Dance into a new Creation Dance work. Dance accompaniment includes dendang, gandang, bansi, talempong, and maracas. The dancers' costumes were modified to facilitate movement, using satin materials, sarawa, songket fabric, batik deta, as well as accessories such as subang talepon and cakiak necklaces. The property used is long fabric.
Upacara Ritual Muang Jong Masyarakat Pesisir Suku Sawang di Pulau Belitung Badaruddin, Saian; Alsri, Defty; Akbar Lazuardi Suherman, Muhammad
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i3.130721

Abstract

Ritual Muang Jong merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat pesisir Suku Sawang dari Pulau Belitung yang dilaksanakan satu tahun sekali pada musim angin barat, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ritual Muang Jong pada masyarakat Suku Sawang dengan keunikan dan nilai budayanya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan Performance Studies untuk melihat nilai-nilai budaya dari prosesi ritual Muang Jong di masyarakat pesisir Suku Sawang, Ritual ini merupakan upacara secara turun-temurun sebagai wujud rasa syukur rezeki yang didapat dari hasil laut dan memohon keselamatan dalam mengarungi lautan luas karena mata pencaharian utama masyarakat Suku Sawang sebagai nelayan. Struktur dalam prosesi ritual yaitu Persiapan Jong, ritual berasik, tarian adat, ritual numbak duyung, jual beli Jong, nyaloi, prosesi pelayaran dan penutup. Upacara ini mencerminkan kekayaan nilai kearifan lokal, budaya, sosial, dan estetika yang membentuk identitas masyarakat Sawang. Oleh karena itu, Ritual Muang Jong merupakan perayaan penting bagi masyarakat Suku Sawang yang merayakan kehidupan pelaut, sejarah komunitas, penghormatan terhadap dewa-dewi laut, dan melestarikan kearifan lokal.                                                                                       The Muang Jong ritual is one of the local wisdom of the Sawang coastal community from Belitung Island which is carried out once a year in the west wind season, this study aims to describe the Muang Jong ritual process in the Sawang community with its uniqueness and cultural values. The research was conducted using a descriptive qualitative method with a Performance Studies approach to see the cultural values of the Muang Jong ritual procession in the coastal community of the Sawang Tribe, this ritual is a hereditary ceremony as a form of gratitude for the sustenance obtained from sea products and asking for safety in sailing the vast ocean because the main livelihood of the Sawang people as fishermen. The structure of the ritual procession is Jong preparation, berasik ritual, traditional dance, numbak duyung ritual, Jong buying and selling, nyaloi, sailing procession and closing. This ceremony reflects the richness of local wisdom, cultural, social and aesthetic values that form the identity of the Sawang people. Therefore, the Muang Jong Ritual is an important celebration for the Sawang people that celebrates the life of seafarers, the history of the community, honors the gods and goddesses of the sea, and preserves local wisdom.
Pewarisan Barzanji pada Masyarakat Nagari Pitalah Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat Muhammad, Fadel; Sriyanto, Sriyanto; Jaya, Susandra; Yurnalis, Yurnalis
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i3.128076

Abstract

Barzanji merupakan doa–doa atau puji-pujian yang menceritakan tentang riwayat Nabi Muhammad yang dilafalkan dengan suatu irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika upacara kelahiran, khitanan, pernikahan, dan hari besar kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di Nagari Pitalah Kecamatan Batipuah Provinsi Sumatera Barat, Barzanji merupakan ritual tentang gerak batin yang di semangati oleh ajaran sufistik yang digunakan sebagai sarana untuk beribadah dalam rangka meningkatkan keimanan kepada Allah SWT bagi masyarakat pendukungnya. Dalam penyajiannya Barzanji memiliki struktur yang terdiri dari musyawarah, duduak basamo, mandapek kaputusan, pelaksanaan Barzanji, dan  makan basamo. Teks Barzanji terdiri dari syair syair berbahasa Arab yang terdapat dalam kitab Syarafal Annam yang terdiri dari Assalamualaika, Assalatu Alannabi, Bisahri Robbi, Tanaqaltafi, Wulidalhabibu, Alfasallu, Sallamualaika, Badatlana, Marhaban, Anta Samsun, dan Allahuma solliala, yang dilaksanakan di Surau-Surau dan masjid-masjid. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui tentang sistem pewarisan Barzanji di kalangan masyarakat Nagari Pitalah. Data untuk penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode kualitatif  dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka, dan mengumpulkan beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan Barzanji, untuk menghasilkan data deskriptif yang bersifat analitik berdasarkan teori dan pendapat-pendapat yang konseptual dari para ahli. Teori yang digunakan terdiri dari Teori Pewarisan oleh Cavali dan teori masyarakat oleh Herkovits, teori ini akan penulis gunakan untuk membahas cara pewarisan dalam masyarakat pendukungnya. Barzanji is a prayer or praise that tells about the history of the Prophet Muhammad which is read with a rhythm or tone that is usually sung at birth ceremonies, celebrations, weddings, and the big day of the birth of the Prophet Muhammad. In Nagari Pitalah, Batipuah Regency, West Sumatra Province, Barzanji is an inner movement inspired by Sufism that is used as a means of worship in order to increase faith in Allah SWT for the supporting community. In its presentation, Barzanji has a structure consisting of Deliberation, sitting together, making decisions, carrying out Barzanji, and eating together. The Barzanji manuscript consists of Arabic verses contained in the Syarafal Annam book which consists of Assalamualaika, Assalatu Alannabi, Bisahri Robbi, Tanaqaltafi, Wulidalhabibu, Alfasallu, Sallamualaika, Badatlana, Marhaban, Anta Samsun, and Allahuma solliala, which are carried out in Surau and mosques . This study aims to find out about the Barzanji inheritance system in the Nagari Pitalah community. This research data collection uses qualitative methods by means of observation, interviews, literature study, and collecting some documentation related to Barzanji, to produce analytical descriptive data based on theories and conceptual opinions from experts. The theory used consists of the theory of inheritance by Cavali and the theory of society by Herkovits, this theory will be used by the author to discuss the way of inheritance in the supporting community.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): (in progress) Vol 13, No 3 (2024) Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol 12, No 4 (2023) Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023): (In Progress) Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 4 (2021) Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol 8, No 4 (2020): Seri A Juni 2020 Vol 9, No 4 (2020) Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 2 (2019): Seri B Desember 2019 Vol 8, No 2 (2019): Seri A Desember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Seri A. September 2019 Vol 8, No 1 (2019): Seri C. September 2019 Vol 8, No 1 (2019): Seri D. September 2019 Vol 8, No 1 (2019): Seri E. September 2019 Vol 7, No 4 (2019): Seri A. Juni 2019 Vol 7, No 3 (2019): Seri E. Maret 2019 Vol 7, No 3 (2019): Seri D. Maret 2019 Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014): Seri A Vol 3, No 2 (2014): Seri A Vol 3, No 2 (2014): Seri B Vol 3, No 1 (2014): Seri A Vol 2, No 3 (2013): Seri B Vol 2, No 3 (2013): Seri A Vol 2, No 2 (2013): Seri A Vol 2, No 2 (2013): Seri B Vol 2, No 1 (2013): Seri D Vol 2, No 1 (2013): Seri A Vol 2, No 1 (2013): Seri B Vol 2, No 1 (2013): Seri E Vol 2, No 1 (2013): Seri C Vol 1, No 1 (2012): Seri B Vol 1, No 1 (2012): Seri A Vol 1, No 1 (2012): Seri C More Issue