cover
Contact Name
Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny
Contact Email
elfan.fanhas@umtas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.earlychildhood@umtas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN
ISSN : -     EISSN : 25797190     DOI : -
EARLY CHILDHOOD EARLY CHILDHOOD is a scientific journal containing research results and community service related to Early Childhood, published by PG-PAUD, Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Tasikmalaya. Published 2 times in 1 year in the field of Early Childhood Education.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
Pemahaman Orang Tua Mengenai Urgensi Bermain Dalam Meningkatkan Perkembangan Sosial Anak Usia Dini Novia Rahmadianti
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v4i1.717

Abstract

Artikel ini merupakan kajian literatur yang terkait dengan pemahaman orang tua mengenai urgensi bermain yang dapat meningkatkan aspek perkembangan sosial pada anak usia dini. Lingkungan sekitar anak khususnya orang tua memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan anak, orang tua yang paham mengenai pentingnya bermain bagi anak akan dapat membantu perkembangan anak berkembang dengan baik. Bermain merupakan kebutuhan bagi anak karena anak belajar sambil bermain, salah satu aspek perkembangan yang dapat berkembang melalui bermain yaitu aspek perkembangan sosial. Bermain dapat melatih keterampilan sosial pada anak seperti kerjasama, berbagi dengan sesama, menghargai sesama, tolong menolong, menumbuhkan rasa empati, menjadi pemimpin yang baik, tanggung jawab dan jujur. Banyak manfaat yang didapat oleh anak ketika bermain selain melatih keterampilan sosial, anak juga akan mendapat pengetahuan dan pengalaman baru melalui bermain. Maka dari itu orang tua sebagai lingkungan pertama anak perlu memahami pentingnya bermain bagi anak usia dini, agar orang tua dapat membantu perkembangan anak berkembang secara optimal.
Pendidikan Seksual Anak Usia Dini: "My Bodies Belong To Me" Qonita Maulidya Azzahra
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v4i1.736

Abstract

Early childhood sexual education is an important thing that can be provided to children starting as early as possible. From the rampant phenomena of cases of violence and sexual harassment that often occur, this article can be a guide for readers in providing sexual education to children by paying attention to the stages of child development. This article can increase knowledge for parents in conducting sexual education about their bodies so that children can take care of themselves and prevent increasing cases of irregularities around the child. With the literature review method using various sources of research results that have been done, this article can be a reference for parents in developing knowledge about early childhood sexual education. This article explains the method of knowing the body and the rules of underwear that are packed with attention to cognitive development, communication and sexuality of children. Parents can use strategies using various methods such as storytelling, discussion or question and answer and utilizing audio, visual and audio visual communication media such as pictures, videos and songs.
PEMBELAJARAN SOMAMUN MELALUI METODE BERNYANYI PADA ANAK USIA DINI DI TK SIMAHATE TAKENGON hermawati hermawati; Suyadi Suyadi
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v4i1.791

Abstract

ABSTRACT Religious learning is the most important thing to be taught to early childhood, one of them is like learning to pray and eat and drink properly, where early age is the golden age of children, this age is very good for stimulating religious learning in children because children can record all learning is given by kaffah. Cultivation of religious values ??must be given continuously and accustomed to children. Based on observations in the Takengon community, millennial children are now proud to pray in the mosque, and they are also reluctant to sit when eating and drinking, which can be observed when the child has stepped into adolescence, the child will not stop praying and eat irregularly. This all depends on the education experienced at preschool age. There are several factors that influence this are the child's self-factors, and environmental factors. Seeing that, we really hope that teachers can apply religious teachings, especially prayer and eating and drinking (SOMAMUN) right at an early age.
PENANAMAN NILAI KEISLAMAN PADA ANAK DHUAFA DI PAUD INSAN CERDAS KOTA BEKASI Khusniyati Masykuroh
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v4i1.804

Abstract

This study aims to find out an overview of the instilling of Islamic values ??on disadvantaged children, to find out the methods used in instilling Islamic values, to find out the obstacles and supports in instilling Islamic values, and to know the impact of instilling Islamic values ??for disadvantaged children at PAUD Insan Cerdas, Kota Bekasi. The method used in this study is a qualitative research by collecting data through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through three lines of data reduction, data presentation, and conclusion. As for the validity of the data, triangulation of various sources is used. The results of the study show that: 1) Instilling Islamic values ??on disadvantaged children at PAUD Insan Cerdas through four main components, they are: the introduction of faith, the practice of worship, morality, and the introduction of reading and short surah of the Qur'an; 2) The methods of instilling Islamic values ??used are storytelling, singing, playing, demonstrating, practicing, and answering question 3) The obstacles faced in instilling Islamic values ??are the parents background who had low education and low knowledge of Islam. While for the supports are the ‘Insan Cerdas Foundation’ and donors who care not only about children's education through Islamic curriculum programs, but also provide religious education for parents so they can synergize in instilling Islamic values ??at home and at school; 4) The impact of instilling Islamic values ??on disadvantaged children can be seen from the changes of their behavior : knowing Allah through their creations, behaving and saying well, helping each other and loving, being able to practice worship movements such as ablution, prayer, reading prayers, Hajj rituals, and knowing how to read and memorize short surah of Qur'an.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA LISAN ANAK DI RA ASSYAFI’IYAH MADA JAYA WAY KHILAU PESAWARAN Aulia Rahma; Febrianty Razuba; Mhd Habibu Rahman
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v4i1.806

Abstract

Perkembangan kemampuan bahasa lisan anak dapat dikembangkan dengan berbagai media. Salah satunya yaitu menggunakan media audio visual dengan cerita vidio yang di aplikasikan melalui laptop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah penggunaan media audio visual dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak di RA Assyafi’iyah Mada Jaya Way Khilau Pesawaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian adalah kelompok B di RA Assyafi’iyah yang terdiri dari 15 orang anak. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media audio visual telah dilaksanakan kurang baik. Dengan kurangnya alat bantu LCD dan proyektor sehingga penyampaian video kurang maksimal dan guru kurang komunikatif terhadap anak. Pada hasil observasi penggunaan media audio visual menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: Guru mempersiapkan RPPH sesuai dengan tema yang akan diajarkan, guru mengatur dan menyiapkan peralatan media yang digunakan, guru memperhatikan posisi duduk peserta didik dalam keadaan nyaman, guru mengajak anak untuk menyimak video dan menjelaskan tujuan pembelajaran, guru memastikan anak telah siap menyaksikan tayangan video, guru melakukan evaluasi. Maka semua indikator perkembangan kemampuan bahasa lisan dapat berkembang sesuai harapan, dari keenam langkah-langkah penggunaan media audio visual yang di terapkan oleh guru di RA Assyafi’iyah Mada Jaya Way Khilau Pesawaran dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan kemampuan bahasa lisan anak usia dini. Kata kunci; Media Audio Visual, Kemampuan Bahasa lisan.
PERAN GURU DALAM MENGOPTIMALKAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN PADA ANAK USIA DINI Aghnaita Husain; Irmawati Irmawati; Maimun Paus
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v4i1.816

Abstract

Penelitian ini bertolak dari konsep tentang usia kelahiran hingga memasuki pendidikan dasar sebagai masa keemasan, sekaligus masa kritis dalam tahapan kehidupan yang akan menentukan perkembangan selanjutnya. Oleh sebab itu, sangatlah penting adanya upaya untuk mengembangkan seluruh potensi anak yang harus dimulai sejak dini secara optimal. Selain itu, perkembangan anak yang akan berhadapan dengan fenomena budaya yang berbeda-beda, akan memunculkan sejumlah tugas perkembangan yang harus diselesaikan sesuai dengan periode usianya masing-masing. Sejalan dengan hal ini maka diperlukan adanya bantuan dari lingkungan sekitar, salah satunya yakni peran guru di sekolah. Metode penelitian menggunakan penelitian kepustakaan dengan mendeskripsikan tentang peran guru sebagai upaya dalam mengembangkan tugas-tugas perkembangan pada anak usia dini. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dengan menggunakan analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diperoleh bahwa tugas perkembangan merupakan tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu. Guru sebagai bagian dari sekolah yang merupakan lembaga pendidikan formal dimana secara sistematik dalam melaksanakan program, turut berperan dalam mengembangkan tugas perkembangan anak. Di antaranya melalui kelompok teman sebaya, perkembangan kemandirian pribadi, keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta melaksanakan pembelajaran berbasis perkembangan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI PERMAINAN SAINS BILLON PADA KELOMPOK B : (Penelitian Single Case Experimental pada Kelompok B TK Al Munawaroh Banjarsari) Revalina Rizky Rinjany Sastra Miharja
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2020): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v4i2.855

Abstract

Peningkatan keterampilan motorik halus melalui permainan sains billon pada kelompok B TK Al Munawaroh Banjarsari. Penelitian ini dilatarbelakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti bahwa kemampuan motorik halus pada anak kelompok B TK Al Munawaroh Banjarsari masih rendah. Dengan keterbatasan media yang ada di sekolah, kegiatan pembelajaran yang monoton, serta kurangnya stimulus yang dilakukan karena lembaga lebih mengutamakan calistung untuk peserta didiknya, dalam peningkatan keterampilan motorik halus menjadi kurang maksimal. Penelitian ini menggunakan metode single case experimental dengan partisipan empat orang anak berusia lima sampai enam tahun berjenis kelamin laki-laki dua orang dan berjenis kelamin perempuan dua orang yang dilibatkan dalam penelitian keterampilan motorik halus melalui permainan sains billon. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dan dokumentasi, sedangkan untuk teknik analisi data menggunakan statistik deskriptif. Kesimpulan hasil penelitian ini adalan penerapan permainan sains billon untuk peningkatan keterampilan motorik halus pada kelompok B TK Al Munawaroh Banjarsari. Kemampuan keterampilan motorik halus anak sebelum diberi intervesi belum berkembang (BB), pada intervensi 1 mulai berkembang (MB), dan intervensi 2 berkembang sesuai harapan (BSH). Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan penerapan permainan sains billon dapat meningkatkan keterampilan motorik halus kelompok B TK Al Munawaroh Banjarsari. Kata Kunci: Keterampilan Motorik Halus, Permainan Sains Billon, Anak Usia Dini
Artikel: PERAN ORANG TUA DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL BAGI ANAK MASA SOCIAL DISTANCING Silva Ardiyanti; Erni Munastiwi
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2020): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v4i2.860

Abstract

Social media is a tool that makes it easy for users to carry out various activities anytime, anywhere and with anyone without any time limit. Research This aims to describe the role of parents in utilizing social media for children during social distancing, a descriptive analytical qualitative approach is the approach and method used in this research Data collection uses observation, interview and documentation techniques, while the data collection tool is an interview guide. consists of 10 parents who have children aged 6-13 years and use social media Test the validity of the data through tringulation of data sources The results showed that the role of parents in utilizing social media for children during social distancing in terms of learning and developing creativity of young people well done, because parents have their own activities, especially the impact of Covid-19 makes their economic conditions difficult, while the cost of living increases, especially the purchase of internet quota in supporting the online learning process of children during social distancing.
PENGGUNAAN BARANG BEKAS UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN DI PAUD: PENGALAMAN GURU Yubaedi Siron; Ipah Khonipah; Noer Kholifah Moti Fani
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2020): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v4i2.868

Abstract

Media pembelajaran merupakan alat yang penting untuk suksesnya pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pengalaman guru PAUD dalam menggunakan barang bekas sebagai media pembelajaran dan menyelidiki metode serta strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan mix method. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan kuesioner dan data kualitatif dikumpulkan menggunakan wawancara terstruktur melalui daring. Penelitian ini melibatkan 18 guru PAUD yang diambil dengan purpossive sampling. Hasil penelitian menunjukkan beraneka ragam barang bekas dapat dijadikan media pembelajaran di PAUD. Barang bekas mempunyai banyak kelebihan untuk digunakan di kelas. Ada perencanaan pembelajaran, metode, strategi dan evaluasi khusus yang digunakan guru dalam mengembangkan pembelajaran yang berbasis bahan bekas. Lebih dari itu, ada tantangan dan kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkannya.
PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN NENEK DAN STATUS GIZI ANAK PRASEKOLAH Yessy Nur Endah Sary
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2020): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v4i2.895

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektifitas pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan nenek dan status gizi anak prasekolah. Merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eskperimental, one group pre test post test design. Populasi pada penelitian ini adalah nenek sebanyak 29 orang nenek dan 29 cucunya (anak prasekolah (3-5 tahun)). Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah nenek yang bisa baca tulis dan bersedia ikut dalam penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sehingga sampel yang digunakan adalah 29 orang nenek dan 29 cucnya (anak prasekolah (3-5 tahun)). Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner singkat untuk mengukur data sosiodemografi nenek (umur, pendidikan terakhir dan pekerjaan). Leaflet tentang makanan bergizi seimbang diberikan kepada nenek saat mengikuti pendidikan kesehatan. Pengetahuan diukur dengan kuesioner. Status gizi diukur dan dicatat pada lembar observasi. Pengetahuan nenek dan status gizi anak prasekolah dianalisis dengan menngunakan t- test. Hasil analisis dengan t-test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang dapat dilihat dari hasil pre test yang menyatakan mayoritas nenek memiliki tingkat pengetahuan buruk dan pada post test pengetahuan nenek mayoritas menjadi baik dengan p value=0,008 (p<0,01). Selain itu juga terjadi peningkatan status gizi setelah dilakukan analisis pada pres test dengan hasil mayoritas status gizi anak prasekolah yaitu buruk dan post test meningkat menjadi status gizi baik dengan p value=0,06 (p<0,001). Pendidikan kesehatan tentang makanan bergizi seimbang efektif dalam meningkatkan pengetahuan nenek dan status gizi anak prasekolah.Diperlukan pemberian pendidikan kesehatan yang terus menerus dari tenaga kesehatan atau lembaga lainnya kepada nenek yang mengasuh cucunya karena meskipun nenek telah berhasil mengasuh orang tua anak usia sampai dewasa, tetapi mayoritas mereka tidak memahami jenis makanan bergizi seimbang yang diperlukan cucunya dalam satu hari sehingga akan berdampak kepada kurang atau buruknya status gizi anak prasekolah

Page 6 of 13 | Total Record : 128