cover
Contact Name
Hafidh 'Aziz
Contact Email
hafid.aziz@uin-suka.ac.id
Phone
+6285233036695
Journal Mail Official
jurnal.goldenage@gmail.com
Editorial Address
Rumah Jurnal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ruang 210 Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 25023519     DOI : https://doi.org/10.14421/jga
Core Subject : Education, Social,
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini (JGA) Online ISSN: 2502-3519 is a periodically scientific journal published by the Study Program of Islamic Education for Early Childhood the Faculty of Tarbiyah and Education Science State Islamic Universty Sunan Kalijaga Yogyakarta. The journal focuses its scope on the issues of Islamic Early Childhood education. We invite scientists, scholars, researchers, as well as profesionnals in the field of Islamic education to publish their researches in our Journal. This Journal is published every June and December annually.
Articles 318 Documents
Implementasi Pembelajaran Tari Dalam Mengembangkan Aspek Perkembangan Anak Usia Dini Munawaroh, Hidayatu
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.824 KB) | DOI: 10.14421/jga.2017.22-03

Abstract

Anak usia Taman Kanak-kanak (TK) merupakan sosok individu yang unik dan memiliki karakteristik yang unik, baik dari segi kognitif, sosial, emosi, bahasa, fisik, maupun motorik, dan sedang mengalami proses perkembangan yang sangat pesat. Pembelajaran tari merupakan pengalaman estetis anak yang dapat menumbuhkan kreativitas dan membantu perkembangan jasmani dan rohani anak. Pembelajaran tari untuk anak usia Taman Kanak-kanak dapat dilakukan melalui salah satu unsur dalam tari itu sendiri, salah satunya adalah unsur waktu. Dalam unsur waktu terdapat elemen tempo, ritme, aksen, dan durasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan aspek perkembangan anak. Dalam pelaksanaannya, diharapkan anak dapat diberikan pembelajaran secara aktif untuk mengembangkan aspek-aspek kemampuan yang sesuai dengan perkembangan anak. Peran guru sebagai fasilitator dan motivator dalam pelaksanaannya menjadi hal amat penting. Guru dapat menerapkan konsep melalui metode demontrasi dan praktek langsung dalam suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.
Pengembangan Kecerdasan Linguistik (Berbahasa Inggris) melalui Pendekatan BCCT dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Suyadi, Suyadi
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.266 KB) | DOI: 10.14421/jga.2017.22-01

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pendekatan BCCT dalam pengembangan kecerdasan linguistik (berbahasa Inggris) pada anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan bagaimana pengenalan bahasa Inggris pada anak usia dini yang dilaksanakan di Kelompok Bermain Insan Terpadu (KBIT) Insan Mulia Bantul yang meliputi kegiatan pengenalan Bahasa Inggris tentang warna, nama-nama binatang, mengenal angka, mengenal nama-nama kendaraan dan buah-buahan dengan lagu, bernyanyi sebelum dan sesudah kegiatan sentra, serta dalam kegiatan fisik motorik. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa dengan sering mengajak anak bernyanyi, bermain baik dalam kegiatan sentra maupun kegiatan yang lain dengan bahasa Inggris maka akan semakin banyak kosa kata bahasa Inggris yang dimiliki anak. Selain itu anak tidak merasa terbebani dengan pemebelajaran yang sulit karena dilakukan dengan permainan yang menyenangkan dan membuat anak tidak bosan. Tema yang diberikan adalah yang berkaitan dengan apa yang keseharian dijumpai oleh anak misalnya sapaan, nama-nama binatang, pengenalan warna, bentuk, anggota tubuh, pengenalan angka, alat transportasi akan membantu memudahkan anak mengasosiasi pengetahuan dengan lingkungannya
Kemampuan Empati Mahasiswa Ditinjau Dari Latar Belakang Pendidikan Dan Pendidikan Orang Tua: Studi Terhadap Mahasiswa Prodi PGRA Ichsan, Ichsan
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.176 KB) | DOI: 10.14421/jga.2017.22-02

Abstract

Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu : Pertama, untuk mengetahui perbedaan kemampuan empati mahasiswa antara mahasiswa yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA ) dan Sekolah Menengah Umum (SMA/SMK). Kedua, untuk mengetahui perbedaan kemampuan empati mahasiswa ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua mahasiswa. Hipotesis penelitian yang diajukan : Petama, tidak ada perbedaan kemampuan empati mahasiswa antara mahasiswa yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Umum. Kedua, Tidak ada perbedaan kemampuan empati mahasiswa dari pendidikan orang tua mahasiswa yang rendah, menengah dan tinggi. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi PGRA angkatan 2013/2014 , 2014/2015, dan angkatan 2015/2016 dengan jumlah 213 mahasiswa. Alat pengumpulan data yang digunakan meliputi : angket (skala Empati) yang diadoposi dari C. Asri Budiningsih, angket Tingkat Pendidikan Orang Tua, dan dokumen. Dari hasil uji komparasi dengan menggunakan analisis varians (Anova) dua jalur diperoleh nilai F : 0,908 dengan p : 0,342 ( p > 0,05) untuk hipoesis pertama, dan nilai F : 0,166 dengan p : 0,847 ( p ˃ 0,05) untuk hipotesis kedua. dengan hasil uji statistik dapat diambil kesimpulan : pertama, Tidak ada perbedaan kemampuan empati antara mahasiswa yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA) dan sekolah umum (SMA/SMK ). Kedua, tidak ada perbedaan kemampuan empati mahasiswa yang memiliki orang tua (ayah) dengan tingkat pendidikan rendah, menengah dan tinggi.
Konsep Pendidikan Inklusif Pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Heldanita, Heldanita
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 1 No. 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.008 KB) | DOI: 10.14421/jga.2016.13-02

Abstract

Inclusive education should be started since early childhood. Education is a basic need of every human being, as well as early childhood education that develop the whole potential of the whole child. In addition to laws and regulations that support the implementation of early childhood education, conceptual and scientific studies of child development, have shown their positive values in early education service delivery. It is also to encourage the implementation of inclusive education in early childhood education in early childhood services Inclusion every child deserves a good education services in accordance with the age and development, regardless of the degree, the economic conditions of disorder or mental, physical or social that is owned by a child. The most striking effect and can leave a long impression made at the right time, ie during the critical or sensitive period. Therefore, the need for stimulus is given at an early age can improve all aspects of the development is also based on that view. Delay or omission giving stimulus at the right time will be a negative impact on children's development.
Tuntutan Calistung Pada Anak Usia Dini Marlisa, Lusi
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 1 No. 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.509 KB) | DOI: 10.14421/jga.2016.13-03

Abstract

Pada program pembelajaran dalam pendidikan anak usia dini dapat berubah ubah setiap tahunnya sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh zaman, dimana pada dewasa ini program dari pembelajaran anak usia dini sendiri lebih mengedepankan dan menekankan pada nilai akademis terutama pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung dibandingkan mengembangkan sosial dan emosi anak. Ditambah dengan pandangan orang tua yang rasional, menganggap bahwa output anak yang bersekolah pada jenjang taman kanak kanak harus diajarkan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sehingga anak memiliki kesiapan baik dalam bentuk fisik dan psikologis untuk melanjutkan pada pendidikan lebih lanjut.
Kebijakan Pemerintah Terhadap Pendidikan Inklusif Saputra, Angga
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 1 No. 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.273 KB) | DOI: 10.14421/jga.2016.13-01

Abstract

Inclusive education is the education given to students who have the disorder, has the potential intelligence and special talents. Also children are not able to learn for one thing: disability, autism, mental retardation, homeless children, the other had the talent and potential. Inclusive education is a system of educational services for children with special needs in the regular school education and this should be done as early as possible. This is in accordance with the policy internationally and nationally as stipulated in Law No. 20 of 2003 on article 32 and Permendiknas number 70 of 2009, by providing opportunities and opportunities for children with special needs to acquire education in schools regular ranging from elementary school, School junior High and High School / Vocational. The success of inclusive education will depend on the cooperation of the government, teachers and parents together.
Manajemen Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Saintifik di Ra Ar Rafif Kalasan Sleman Sumartin, Sumartin; Munastiwi, Erni
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2017.22-05

Abstract

The purpose of this research is to knowthescientific-based learning process applied in Raudhatul Athfal (RA).In more detail, the purpose of this research are to describe the management of scientific-based learning process in RA, describes the advantages and disadvantages of scientific-based learning process in RA and describe the impact of scientific-based learning process in RA. Methodology of this reseacrh was qualitative descriptive. The technique of data collecting are through observation, interview, and documentation. The technique of data analysis was through data reduction, data presentation, verified and deduced. The validation tests were research triangulation, method, theory and data source. The results show that: (1) the implementation of scientific-based learning process include: activities to observe, ask, explore (collecting information), associates, and communicate (2) the advantages and disadvantages scientific-based learning process can be seen from the pre learning, learning process and learning evaluation activities (3) the impact of this scientific-based learning process can be perceived by the various parties include teachers, students and the general society.
Pengembangan Kreativitas Melalui Eksplorasi Heldanita, Heldanita
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.318 KB) | DOI: 10.14421/jga.2018.31-05

Abstract

Sejatinya setiap orang mempunyai kreativitas yang berbeda-beda, baik anak-anak maupun orang dewasa. Hampir semua pekerjaan menuntut kreativitas, terutama menjadi seorang guru, karena semakin kreatif seorang guru, maka semakin menyenangkan juga pembelajaran yang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan kreativitas melalui eksplorasi, terfokus pada kreativitas anak usia dini. Penelitian ini merupakan kajian literatur dengan mengkaji beberapa literatur yang berkaitan dengan kreativitas dalam eksplorasi dengan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Lingkungan keluarga, orangtua, lingkungan dan guru menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan kreativitas anak, 2) perkembangan kreativitas anak juga dapat dikembangan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai tempat tinggal anak dan kegiatan-kegiatan yang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai medianya misalnya, belajar pada alam dan outbond learning, 3) perkembangan kreativitas anak sejatinya tumbuh sejak anak berada pada masa bayi, sehingga sedini mungkin anak perlu diberikan stimulus agar orangtua dapat memahami kecakapan, kecerdasan dan kebutuhan anak, agar anak dapat berkembang dengan baik, 4) perkembangan kreativitas anak berbeda-beda dari setiap tahap perkembangan anak dan juga berbeda-beda cara menstimulasinya.
Model Pembelajaran Inkuiri Untuk PAUD Rohayani, Farida farida
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.926 KB) | DOI: 10.14421/jga.2018.31-04

Abstract

One of the supports of successful learning is understanding and using the right model and in accordance with the theme of learning. In this study, further study and understanding of one of the learning models is the inquiry learning model. Many parents who do not understand how this learning model is not only applied in school, but also applied at home, because this learning is not always about education in school alone. This research is a literature study that uses documentation as a data collection method. The results show that: 1) this learning model could not only be applied in schools, but it was very important to be implemented at home, with direct intervention from parents, 2) by looking at the activities and learning steps offered by this model, it could improve learning outcomes and make learning more active and enjoyable, 3) each learning model will not only have advantages, but certainly has disadvantages. In this research some weaknesses and strengths were found in inquiry learning.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka dengan Menggunakan Metode Snowball Throwing bagi Anak Muntari, Sri
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.077 KB) | DOI: 10.14421/jga.2018.31-01

Abstract

This study aims to determine the ability to recognize the numbers of students in Group A TK Widya Tama Cabak and the use of the snowball throwing method can improve the ability to recognize the numbers of students in Group A TK Widya Tama Cabak Academic Year 2016/2017. The subjects studied were 31 students of group A TK Widya Tama Cabak. Data collection techniques using observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique uses descriptive qualitative and comparative. The research procedure consists of two cycles, namely: cycle I and cycle II, with each of the four stages of each cycle, namely: (1) planning the action (planning), (2) implementing the action (acting), (3) observing ( observing), and (4) reflection (reflecting). The results of the study concluded that: (1) Ability to recognize the numbers of students in Group A Widya Tama Cabak Kindergarten in the 2016/2017 Academic Year before the action was taken, namely at the pre-cycle level was still low. The ability to recognize the number of children included in the BSB and BSH categories in the pre-cycle was only 10 children (32.26%). (2) The use of the snowball throwing method can increase the ability to recognize the numbers of students in Group A TK Widya Tama Cabak for the 2016/2017 Academic Year. This is evidenced from: (a) Increasing the ability to recognize the number of children included in the BSB and BSH categories starting from the pre cycle, cycle I to cycle II, namely: the new pre cycle of 32.26%, the first cycle becomes 64.52% and the cycle II to be 90.32%. (b) Increasing the average value of the ability to recognize the number of children starting from the pre-cycle, the first cycle to the second cycle, namely: pre-cycle of 11.61 which included the Emerging (MM) category, cycle I increased to 13.16 which included the category Developing according to Expectations (BSH) and the second cycle the score increased again to 15.39 and included the Expectation Development Expectation (BSH) category.

Page 8 of 32 | Total Record : 318