cover
Contact Name
Maltha Kharisma
Contact Email
psrunp@gmail.com
Phone
+6282284572574
Journal Mail Official
maltha.kharisma@fbs.unp.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Padang Fakultas Bahasa dan Seni Departemen Seni Rupa Jl. Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Serupa : The Journal of Art Education
ISSN : -     EISSN : 23023236     DOI : https://doi.org/10.24036/stjae
Core Subject : Education, Art,
Serupa: The Journal of Art Education menyambut baik kiriman yang memberikan wawasan tentang isu-isu terkini dan utama yang berhubungan dengan studi pendidikan maupun seni rupa. Jurnal ini menyediakan tempat bagi para peneliti dan praktisi pendidikan dan seni rupa untuk berdiskusi, mengejar dan mempromosikan pengetahuan di bidang yang muncul dan berkembang dalam studi pendidikan dan seni rupa. Bahasa naskah bisa dalam bahasa Indonesia. Harus ada diskusi kritis tentang masalah dan kontribusi baru dan signifikan untuk bidang terkait. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: Pendidikan seni rupa, Seni Rupa, Kriya, Seni Grafis, Seni Patung, Seni Lukis, Seni Ukir Kayu,.
Articles 793 Documents
Aktivitas Anak Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Realis Agung Pratama; Abd Hafiz
Serupa The Journal of Art Education Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v12i3.122108

Abstract

Karya akhir ini bertujuan untuk memvisualisasikan aktivitas anak dengan berbagai macam bentuk kegiatan, ekspresi wajah dan gerak, dalam karya seni lukis realis. Metode yang penulis gunakan adalah metode professional dengan tahapan persiapan, tahapan elaborasi, tahapan sintesis, tahapan realisasi konsep dan penyelesaian. Sehingga terwujud sepuluh karya yang memvisualisasikan aktivitas anak dengan judul sebagai berikut: karya pertama“Ulek-ulekan”, karya kedua   “Memanjat pohon”, karya ketiga “Mewarnai”, karya keempat “Berebut”, karya kelima “Beda sepermainan”, karya keenam “Mendayung”, karya ketujuh “Bersepeda”, karya keelapan “Tunggu manuk”, karya kesembilan “Anak jalanan”, dan karya kesepuluh “Mobil-mobilan”.
LOVEBIRD SEBAGAI SIMBOL INDIVIDU DALAM KARYA SENI LUKIS KONTEMPORER Heris Barera; Yasrul Sami
Serupa The Journal of Art Education Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v12i3.121925

Abstract

Maksud dalam pengerjaan karya akhir ini yaitu menjelaskan keunikan tingkah laku burung lovebird sebagai motivasi di kehidupan manusia atau individu lewat karya lukis kontemporer. Burung lovebird mempunyai keistimewaan dari burung-burung lain, burung lovebird mempunyai karakter dan gaya hidup yang baik untuk dijadikan pelajaran dalam kehidupan individu, perilaku lovebird dapat dijadikan pembelajaran untuk manusia atau individu dalam bersikap baik dalam kehidupannya. Burung lovebird sebagai ide dalam tugas akhir ini dijadikan media informasi dan motivasi kepada masyarakat luas supaya menyukai burung lovebird dan berkeinginan untuk mengembangbiakkannya. Dari pembahasan dan tahapan tersebut terciptalah sepuluh karya yang memberi pedoman dan media pembelajaran untuk menjadikan manusia berkarakter baik dalam hidup dan kehidupannya. Adapun 10 judul karya yang telah tercipta tersebut yaitu: Ingin Bebas, Bebab Pikiran, Berisik, Pemberontakan, Pedih dan Sedih, Masih Bertahan, Ketulusan, Keraguan, Pasrah, dan Keterbatasan.
HARIMAU SUMATERA DALAM KARYA SENI GRAFIS NAVA ALFARIZI; Yofita Sandra
Serupa The Journal of Art Education Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v12i3.122410

Abstract

ABSTRAK Tujuan penciptaan karya akhir ini bertujuan untuk memvisualisasikan Harimau Sumatera melalui karya seni grafis. Banyak hal yang menyebabkan harimau sumatera terancam punah, penyebab utamanya adalah perburuan kulit harimau sumatera dan adanya penebangan hutan liar sehingga harimau sumatera kehilangan habitatnya. Hal ini untuk mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap melestarikan harimau sumatera agar ekosistem dihutan selalu seimbang.Metode penciptaan karya ini dilakukan secara bertahap yaitu: Tahap persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, hingga tahapan penyelesaian atau finishing proses dalam berkarya. Penulis mengangakat harimau sumatera sebagai objek utama yang dijadikan inspirasi dalam berkarya dengan menggunakan teknik cut out stencil print dan cat air akrilik.Dengan mengangkat tema dalam penciptaan karya Seni Grafis berupa tentang keseimbangan ekosistem lingkungan hidup yang dijadikan objek utama nya kehidupan harimau sumatera yang terjadi di hutan. Sepuluh karya digambarkan dengan ukuran 40 cm x 60 cm dengan media kertas karton dengan judul yang berbeda-beda yaitu:  “bersaing”, “terancam”, “dikuliti”, “kelaparan”, “tertangkap”, “mengintai”, “memangsa”, “tertusuk”, “terjerat”, “tersesat”. Kata kunci: Seni Grafis, Harimau Sumatera
TRENGGILING DALAM KARYA SENI GRAFIS Gharkhili Aqsa; Ariusmedi Ariusmedi
Serupa The Journal of Art Education Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v12i3.121927

Abstract

Karya akhir ini diciptakan dengan tujuan untuk memperlihatkan kehidupan trenggiling yang terancam punah akibat aktivitas ilegal manusia ke dalam konsep karya seni grafis. Menunjukkan berbagai alasan mengapa trenggiling terancam punah, seperti perburuan liar, perusakan alam dan perdagangan ilegal. Metode dan proses pembuatan karya seni grafis ini melalui beberapa tahapan, yaitu: Persiapan, Elaborasi, Sintesis, Realisasi Konsep, dan Penyelesaian. Karya grafis ini memvisualisasikan kehidupan trenggiling yang terancam punah dan judul yang dihasilkan adalah: Terancam, Save me, Habitatku, Bertahan, Tertindas, Terbelenggu, Hunter, Terisolasi, Tersisa, dan Musnah.
PENYU DALAM KARYA SENI LUKIS KONTEMPORER Rian Ramadhan; Nessya Fitryona
Serupa The Journal of Art Education Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v12i3.122456

Abstract

Tujuan pembuatan karya akhir ini adalah untuk menceritakan tentang masalah pada kehidupan sosial melalui karya lukis dengan gaya Kontemporer serta memperdalam konsep dan mematangkan teknik berkarya Kontemporer. Metode yang digunakan pada pembuatan karya akhir ini adalah tahapan persiapan, tahapan elaborasi, tahapan sintesis, tahapan realisasi konsep, serta tahapan penyelesaian. Berdasarkan metode yang telah dilakukan sehingga terwujud sepuluh karya yang memvisualisasikan Penyu dalam karya lukis kontemporer dengan judul karya sebagai berikut : (1) Mengatasi, (2) Harta, (3) Pahlawan, (4) Maksimal, (5) Maju Terus Pantang Mundur, (6) Harapan, (7) Penyelamatan Penyu, (8) Melindungi, (9) Penting, (10) Sistem Online.
Suku anak dalam sebagai inspirasi penciptaan karya seni grafis dengan teknik cetak tinggi Nadila Athaullah Putri; Ariusmedi Ariusmedi Ariusmedi
Serupa The Journal of Art Education Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v12i3.122444

Abstract

Nadila Athaullah Putri, 2023: Suku Anak Dalam Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis Dengan Teknik Cetak TinggiTulisan ini bertujuan untuk memaparkan gagasan, pokok pembahasan, proses visualisasi, dan bentuk karya grafis Suku Anak Dalam sebagai Gagasan Penciptaan Karya Seni Grafis dengan Teknik Cetak Tinggi. Menggali tema, bentuk, implementasi, dan memvisualisasikan karya adalah metode yang digunakan dalam pembuatan karya.Hasil pembahasan dari tugas akhir karya ini adalah sebagai berikut : 1) Ide penciptaan adalah menciptakan figur Suku Anak Dalam yang sedang melakukan tradisi atau kebudayaan dan kebiasaan sehari – hari serta keadaan yang terjadi dimasa sekarang, dimana objek tersebut mewakili kegelisahan penulis. Penggunaan beberapa objek tertentu bertujuan untuk menciptakan visualisasi suasana tradisi figur Suku Anak Dalam. Proses pewarnaan yang digunakan menggunakan teknik cetak yang menggunakan warna monokromatik (hitam putih). 2) Pokok pembahasan dari karya tersebut adalah kebudayaan harus dilestarikan,perasaan khawatir untuk dapat bertahan hidup, sebuah harapan dalam kesembuhan, pengaruh perubahan alam terhadap kehidupan yang akan datang. 3) Proses penciptaan diawali dengan pembuatan sketsa diatas kertas. Langkah selanjutnya yaitu memindahkan sketsa ke media karet lino, menggunakan pensil dan diperjelas dengan spidol Memindahkan sketsa ke permukaan karet lino dilakukan dengan pensil dan dipertegas menggunakan spidol. Langkah selanjutnya adalah untuk menciptakan bagian detail dengan pisau cukil berbentuk “V” dan “U”. Selanjutnya klise dicetak diatas kertas. Tahap terakhir yang dilakukan yaitu mencatat edisi sebuah karya grafis. Setiap karya memiliki nomor edisi dipojok kiri bawah dan judul karya dipojok tengah bawah. Pencatatan edisi dilakukan untuk menunjukan bahwa setiap karya dicetak dengan nomor tertentu . 4) Karya grafis yang dihasilkan sebanyak sepuluh karya,masing – masing dengan ukuran dan tahun pembuatan yang berbeda antara lain; “Ngubun” (60,5 x 45cm), “Betilik” (51,7 x 45,5cm). “Manumbai”(51 x 66,5 cm), “Basale” (60 x 47cm),“Mantra - Mantra”(41 x 52 cm), “Penangkal Bala” (51 x 45cm), “Rela” (51,9 x 47 cm), “Melangun” (60 x 47 cm), “Sorai dan Angan” (41 x 60 cm),”Pengembangan Diri” (51 x 45cm).Kata kunci : Suku Anak Dalam, Teknik : Relief print, Linocut, Seni Grafis, Tradisi Suku Anak Dalam. 
ASPEK FEMINIMISME DALAM KELUARGA NELAYAN PADA KARYA SENI GRAFIS CETAK TINGGI Nadiah Dwi Dwi Saputri; Budiwirman Budiwirman
Serupa The Journal of Art Education Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v12i3.122434

Abstract

Penciptaan karya akhir ini bertujuan untuk memahami Aspek feminimisme Dalam Keluarga Nelayan yang diangkat berdasarkan pemahaman mengenai lingkungan sekitar Kehidupan Nelayan di Pulau Enggano, terletak di Provinsi Bengkulu Utara. Kemudian pemahaman tersebut dituangkan kedalam karya seni grafis, Teknik cetak tinggi, serta tidak terlepas dari unsur dan prinsip seni rupa. Sehingga dapat menghasilkan 10 karya dengan keindahan dan deskripsi berbeda-beda yang terkandung didalamnya .Ada beberapa tahapan yang dilaksanakan sesuai dengan metode  digunakan dalam penciptaan karya  yaitu: persiapan merupakan pengamatan terhadap lingkungan dan mempersiapkan alat serta bahan yang digunakan dalam pembuatan karya, Elaborasi merupakan tahap memantapkan pokok gagasan yang bersangkutan dengan judul, Sintetis merupakan tahap pembuatan sketsa, Relasi Konsep merupakan tahap proses berkarya dan Penyelesaian merupakan tahap akhir dalam bekarya.Deskripsi karya yang terdiri dari 10 karya yang mana setiap karya diberi judul berbeda-beda yaitu mengantarkan kepergian, menunggu kedatangan, berharap, perasaan gembira, khawatir, tidak sesuai harapan, mengeluh, kecemasan, membawa kabar duka dan wanita tangguh. Yang mana karya tersebut akan dipamerkan selama 2 hari, dan melaksanakan dokumentasi, serta pembuatan laporan.
Penciptaan Cermin Hias Kriya Ukir Kayu Berbasis Motif Melayu Jumaidah Jumaidah; Sri Wiratma
Serupa The Journal of Art Education Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v12i4.125478

Abstract

Penciptaan cermin hias kriya ukir kayu ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil penciptaan cermin hias kriya ukir kayu berbasis motif Melayu. Penciptaan cermin hias kriya kayu ini menerapkan motif-motif Melayu dikarenakan banyaknya masyarakat yang tidak mengenal motif Melayu. Penciptaan cermin hias kriya ukir kayu berbasis motif Melayu ini menggunakan metode penciptaan karya seni menurut Gustami yang terdapat tiga tahap penciptaan yaitu tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan. tahap eksplorasi adalah penjelajahan menggali sumber ide, perancangan adalah memvisualisasikan hasil dari penjelajahan atau analisa data kedalam berbagai alternatif desain, dan perwujudan adalah mewujudkan rancangan terpilih. Karya cermin hias kriya ukir kayu berbasis motif Melayu ini diciptakan sebanyak 10 karya. Motif-motif Melayu yang diterapkan pada karya cermin hias ukir kayu ini adalah bunga melati, bintang-bintang, pelana kuda kencana, bunga kiambang, bunga cengkih, kaluk pakis dan bunga hutan. teknik yang digunakan dalam penciptaan cermin hias kriya ukir kayu ini adalah teknik ukir tembus/krawang, teknik ukir datar dan teknik ukir tinggi/dalam. Kata kunci : Penciptaan, Ukir Kayu, Motif Melayu
STUDI INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN OLEH GURU SENI BUDAYA DI SMP N 39 PADANG Yopy Hidayat; Yofita Sandra
Serupa The Journal of Art Education Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v13i2.126139

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan guru seni budaya di SMP N 39 dalam melakukan atau membuat media pembelajaran yang bersifat elektronik. Begitu juga disebabkan oleh fasilitas  media pembelajaran di sekolah yang kurang memadai, sehingga guru lebih memilih media  secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Inovasi media pembelajaran oleh guru Seni Budaya di SMP N 39 Padang dilihat dari pendekatan: (1) Pengetahuan. Pengetahuan Guru Seni Budaya di SMP N 39 melakukan inovasi media pembelajaran video youtube, slide gambar, dengan memanfaatkan smartphone  siswa kemudian membagikan ke media sosial WhatsApp grup, kemudian  guru mengajak siswa berdiskusi atau memanggil nama siswa yang kurang aktif agar kembali memfokuskan diri mereka kepada pembelajaran yang dilakukan. (2) Persuasi. Siswa  dan guru menyetujui dengan adanya inovasi media pembelajaran seni budaya. Dalam penggunaan media pembelajaran tersebut guru membagikan ke media sosial  WhatsApp grup siswa, sehingga siswa bisa langsung memahami materi yang diajarkan. (3) Keputusan. Berkembangnya  ilmu pengetahuan dan teknologi  guru Seni budaya di SMP N 39 Padang mengambil keputusan yang tepat dengan memanfaatkan smartphone siswa sebagai alat menyampaikan materi pembelajaran sebagai Inovasi  media pembelajaran. (4) Pelaksanaan. Penggunaan media pembelajaran dilakukan pada saat pembelajaran di mulai untuk menunjang pelaksanaan proses belajar, karena dengan inovasi media pembelajaran dapat meningkatkan daya serap, dan pemaaman dari peserta didik atas materi yang diajarkan.
WAYANG DIPONEGORO: REPRESENTASI PERLAWANAN NUSANTARA TERHADAP PENJAJAHAN BELANDA Akbar Bagaskara; Septiana Wahyuningsih; Akhlis Syamsal Qomar
Serupa The Journal of Art Education Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v13i1.125005

Abstract

Seni wayang yang telah lama eksis di Nusantara adalah salah satu seni yang wajib dipromosikan. Selain karna sejarahnya yang dekat dengan kehidupan di Nusantara. Wayang juga telah lama menjadi medan kritik sosial yang ampuh pada masa penjajahan Belanda. Cukup lama Nusantara dikuasai oleh bangsa penjajah Belanda. Tak terhitung jumlah pribumi yang telah gugur karenanya. Namun perjuangan itu selalu dicatat dalam sejarah, apalagi dengan tokoh-tokohnya. Salah satunya yaitu Pangeran Diponegoro. Pengorbanan beliau harus  dan terus diteladani oleh generasi saat ini. Selain dengan media buku cerita, kita juga bisa memperkenalkan perjuangan beliau mengunakan media wayang.  Wayang Pangeran Diponegoro ini yang kelak bisa dijadikan sebagai simbol persatuan Indonesia. Selain mempromosikan seni wayang, hadirnya wayang Pangeran Diponegoro mengingatkan kita akan perlawanan bangsa ini terhadap Belanda. Adapun metode penelitian ini memfokuskan pada observasi, wawancara dan studi kasus dengan topik terkait. Dapat disimpulkan diakhir, media wayang Pangeran Diponegoro menjadi perantara yang baik untuk mempromosikan seni wayang dan pengetahuan sejarah secara bersamaan.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): (In Press) Vol 14, No 2 (2025): (In Press) Vol 14, No 1 (2025) Vol 13, No 4 (2024): (In Press) Vol 13, No 3 (2024) Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol 12, No 4 (2023) Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 4 (2021) Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2021): Seri D Vol 9, No 4 (2020) Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2020): Seri B Vol 8, No 2 (2019): Seri B Vol 8, No 2 (2019): Seri A Vol 8, No 1 (2019): Seri B Vol 8, No 1 (2019): Seri A Vol 8, No 1 (2019): Seri C Vol 7, No 4 (2019): Seri A Vol 7, No 4 (2019): Seri B Vol 7, No 3 (2019): Seri B Vol 7, No 3 (2019): Seri C Vol 7, No 3 (2019): Seri A Vol 7, No 2 (2018): Seri B Vol 7, No 2 (2018): Seri A Vol 7, No 1 (2018): Seri A Vol 7, No 1 (2018): Seri B Vol 6, No 3 (2018): Seri A Vol 6, No 2 (2018): Seri B Vol 6, No 2 (2018): Seri A Vol 6, No 2 (2018): Seri C Vol 6, No 2 (2018): Seri D Vol 6, No 2 (2018): Seri E Vol 6, No 1 (2017): Seri C Vol 6, No 1 (2017): Seri G Vol 6, No 1 (2017): Seri F Vol 6, No 1 (2017): Seri E Vol 6, No 1 (2017): Seri A Vol 6, No 1 (2017): Seri B Vol 6, No 1 (2017): Seri D Vol 5, No 2 (2017): Seri B Vol 5, No 2 (2017): Seri D Vol 5, No 2 (2017): Seri C Vol 5, No 2 (2017): Seri A Vol 5, No 1 (2016): Seri B Vol 5, No 1 (2016): Seri C Vol 5, No 1 (2016): Seri A Vol 4, No 3 (2016): Seri A Vol 4, No 2 (2016): Seri A Vol 4, No 2 (2016): Seri B Vol 4, No 1 (2015): Seri B Vol 4, No 1 (2015): Seri A Vol 3, No 3 (2015): Seri A Vol 3, No 2 (2015): Seri B Vol 3, No 2 (2015): Seri C Vol 3, No 2 (2015): Seri A Vol 3, No 1 (2014): Seri D Vol 3, No 1 (2014): Seri A Vol 3, No 1 (2014): Seri C Vol 3, No 1 (2014): Seri B Vol 3, No 1 (2014): Seri E Vol 2, No 3 (2014): Seri A Vol 2, No 2 (2014): Seri C Vol 2, No 2 (2014): Seri A Vol 2, No 2 (2014): Seri B Vol 2, No 1 (2013): Seri A Vol 2, No 1 (2013): Seri C Vol 2, No 1 (2013): Seri B Vol 1, No 3 (2013): Seri A Vol 1, No 3 (2013): Seri B Vol 1, No 2 (2013): Seri A Vol 1, No 1 (2012): Seri A Vol 1, No 1 (2012): Seri B More Issue