cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Anggota Kelompok dan Dampaknya terhadap Perkembangan Usaha Perikanan Nurmalia, Nayu; Zaidy, Azam Bachur; Kamsiah, .; Purnomo, Panggih Dwi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v17i3.456

Abstract

Keaktifan kelompok sangat dipengaruhi partisipasi anggota kelompok, namun sering terjadi partisipasi anggota kelompok angat rendah. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi anggota kelompok dan dampaknya terhadap perkembangan usaha perikanan. Parameter yang diukur meliputi kelompok sebagai wadah memecahkan masalah (X1), bantuan pemerintah (X2), konstribusi pendapatan rumah tangga (X3), kehadiran penyuluh (X4), tingkat kehadiran anggota pada pertemuan kelompok (Y) dan perkembangan usaha (Z). Jumlah responden pelaku usaha perikanan sebanyak 60 orang dari 7 provinsi dan 10 kabupaten/kota. Analisis data dengan SPSS versi 22 dan analisis jalur (pathway analysis). Hasil penelitian X1, X2 dan X3 berpengaruh nyata terhadap Y, sedangkan X4 tidak berpengaruh terhadap Y. Kemudian X2 dan X4 berpengaruh nyata terhadap Z, sedangkan X1, X3 dan Y tidak berpengaruh terhadap Z. X1 dan X2 melalui Y berpengaruh terhadap Z, sedangkan X3 dan X4 melalui Y tidak berpengaruh terhadap Z. Data hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang bermakna kepada berbagai pihak dalam pengembangan kelompok usaha perikanan.
Karakteristik Fisikokimia, Hedonik dan Mikrobiologi Sirup Mangrove Pedada (Sonneratia caseolaris) Di Pokdarwis Cinta Bahari Sayuti, Mohammad; Salampessy, Randi B. S.; Salsabilla, Fitria Dwi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i1.432

Abstract

Di Desa Margasari, Lampung Timur manajemen obyek wisata dilakukan dengan kolaborasi pemerintah dengan masyarakat melalui  Kelompok  Sadar  Wisata  (Pokdarwis), salah satu produk yang diproduksi adalah sirup mangrove. Sirup mangrove merupakan hasil olahan atau produk tradisional berbentuk minuman agak kental yang terbuat dari sari buah mangrove. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik mutu fisik (kekentalan), kimia (proksimat, kadar gula, vitamin C), hedonik, nilai AKG, logam berat dan mikrobiologi (ALT, Escherichia coli, Salmonella sp, Staphylococcus aureus, Khamir dan Kapang) sirup mangrove Pokdarwis Cinta Bahari dibandingkan dengan sirup mangrove komersial. Pengujian kadar air mengacu SNI 2354:2015, kadar abu SNI 2354:2010, protein Lowry dengan Spektrofotometri, Lemak SNI 2364:2017, Karbohidrat by difference, dan uji logam berat, Vitamin C, kadar gula dilakukan di Laboratorium Saraswati. Pengujian hedonic dilakukan oleh 30 orang panelis dengan. Pengujian ALT 2332.3:2015, Escherichia coli mengacu SNI 2332.1:2015, Staphylococcus mengacu SNI 2332.9:2015, Salmonella mengacu  SNI 2332-2-2006 serta Kapang dan Khamir mengacu SNI 2332.7-2015. Hasil kekentalan sirup mangrove Pakdarwis lebih encer dibandingkan dengan sirup komersial. Kadar protein, karbohidrat, abu dan gula sirup Pokdarwis lebih rendah dibandingkan sirup komersial akan tetapi berbanding terbalik dengan kadar airnya, selain itu keduanya juga tidak mengandung kadar lemak. Vitamin C untuk kedua sirup tidak terdeteksi, begitu juga untuk Logam berat merkuri (Hg), Timbal (Pb), Timah (Sn) dan Kadmium (Cd) sirup mangrove juga tidak terdeteksi. Hasil uji hedonik sirup mangrove mendapatkan nilai rata-rata 8. Hasil uji mikrobiologi sirup mangrove ALT, Escherichia coli, Staphylococcus, Salmonella sp, kapang dan khamir untuk kedua sirup masih memenuhi standar SNI 3544:2013. 
Redesain Knalpot Perahu Pakura 13 HP terhadap Tingkat Konsumsi Bahan Bakar Sudrajat, Danu; Susanto, Iwan; Tumigolung, Stefanny Stevie
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v17i2.409

Abstract

Bahan bakar merupakan salah satu elemen penting yang sangat berpengaruh dan menunjang keberhasilan kegiatan penangkapan ikan serta menjadi bahan vital bagi sebuah mesin. Namun penggunaan bahan bakar yang semakin meningkat juga akan berpengaruh pada biaya operasional, khususnya pada nelayan. Dengan adanya pengunaan mesin yang tingkat konsumsi bahan bakarnya boros atau berlebihan, maka biaya operasional akan semakin melambung atau meningkat. Hal ini akan berpengaruh kepada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh nelayan. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian terhadap knalpot mesin yang digunakan nelayan, agar dapat membantu menurunkan tingkat konsumsi bahan bakar. Tujuan yang dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat konsumsi bahan bakar minyak terhadap redesain kenalpot perahu pakuira 13 HP. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode eksperimental lapangan dengan membandingkan 4 tipe knalpot dengan 5 sekala pengukuran RPM yang berbeda. Lima tingkat RPM tersebut adalah pada RPM 1400, 2150, 2680, 2800, dan 3000. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik parametrik. Hasil yang diperoleh adalah terdapat hubungan dan pengaruh antara RPM dan tingkat konsumsi bahan bakar minyak, dimana semakin tinggi RPM maka tingkat konsumsi bahan bakar akan semakin meningkat dan sebaliknya. Knalpot B merupakan jenis knalpot yang paling baik untuk mengurangi tingkat konsumsi bahan bakar minyak pada tingkat RPM dibawah 2500.
Peran Penyuluh Perikanan Tangkap Dalam Kegiatan Penyuluhan Perikanan di Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman Metalisa, Rindi; Mahrunnisa, Mahrunnisa; Zulkarnain, Zulkarnain
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i1.392

Abstract

Penyuluh perikanan merupakan agen pembaruan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan untuk memberdayakan masyarakat nelayan. Efektivitas kegiatan penyuluhan perikanan di pengaruhi oleh peran penyuluh dalam mengembangkan kemampuan nelayan sehingga tujuan kegiatan penyuluhan perikanan dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan. Segmen perikanan laut berpotensi untuk dikembangkan terutama di Kecamatan Batang Gasan, oleh sebab itu dibutuhkan pengembangan sumber daya manusia, di antaranya penyuluh perikanan dan nelayan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh perikanan dalam kegiatan penyuluhan perikanan di Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatra Barat. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Juni sampai Agustus 2022, yang berlokasi di Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian menggunakan teknik survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara melalui kuesioner. Teknik accidental sampling digunakan untuk menentukan jumlah responden sebanyak 68 orang nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh perikanan belum optimal dalam melakukan proses penyuluhan perikanan. Hal ini terlihat dari kemampuan penyuluh dalam memotivasi dan memberikan edukasi kepada nelayan dalam mengelola usaha perikanan yang masih minim. Selanjutnya penyuluh perikanan memiliki kemampuan komunikasi yang cukup baik dan mampu menjadi fasilitator dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan perikanan.
Pengaruh Penggunaan Kombinasi Glutamin dan Probiotik Dalam Pakan terhadap Kondisi Morfologis Usus Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio L) Syarief, Muhammad Nurman; Subakti Hasan, Otie Dylan; Mulyono, Mugi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glutamin merupakan asam amino mempunyai fungsi biosintesa sel yang dapat mempengaruhi pertumbuhan usus ikan mas.Probiotik merupakan suplemen yang mampu merubah tektur pakan dan menyediakan mikroorganisme positif untuk proses pencernaan di usus. Kombinasi glutamin dan probiotik diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan perkembangan morfologis usus ikan mas sehingga memperbaiki fungsi fisiologis dan biologis usus ikan mas. Penelitian ini bertujuan menemukan komposisi terbaik dalam hal perkembangan morfologis usus dan koloni bakteri asam laktat(BAL) sebagai salah satu indikator tumbuh dan berkembanganya bakteri probiotik di usus ikan mas. Penelitian ini berbentuk Rancangan Acak lengkap(RAL) Faktorial dengan 2 faktor yaitu glutamin dengan taraf(0%/kg pakan,1%/kg pakan,2%kg pakan dan 3%/kg pakan) dan probiotik dengan taraf(0 ml/kg pakan,5 ml/kg pakan, 10 ml kg/pakan dan 15 ml/kg pakan). Preparat histologi diamati dengan menggunakan mikroskop Olympus, kemudian diameter usus, tinggi vili, lebar apikal vili dan lebar basal vili diukur dengan bantuan software imageJ. koloni bakteri di usus ikan ditumbuhkan dengan menggunakan Media tumbuh TSA (Trypticase Soy Agar) dam MRSA (De Man, Rogosa And Sharpe Agar).dan dihitung dengan colony counter. Hasil penelitian menujukkan komposisi terbaik didapatkan dari perlakuan A3B3(3%glutamin dicampur15 ml probiotik/kg pakan) dengan RPU 1,80±0,02, jumlah vili 66,00±5,66, Tinggi vili 591,00±119,31 µm,lebar basal 106,78±39,88 µm, lebar Apikal 103,15±38,05 µm luas rata-rata permukaan vili 5,97x104 ±1,05x104 µm2 vili luas total permukaan vili 3,91x106±0,36x106 µm2 dan kepadatan koloni Bakteri asam laktat di usus 33,62 x106±2,22x106Cfu/ml.
Keberlanjutan Kearifan Lokal Lubuk Larangan di Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat: Kasus Lubuk Larangan Bulaan Indah Gusmal, Ade; Taryoto, Andin H; Fatimah, Fatia
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v17i3.438

Abstract

Tradisi Lubuk Larangan merupakan kearifan lokal yang bertujuan untuk melestarikan sumber daya perikanan dengan cara melarang aktivitas penangkapan ikan di perairan umum pada kawasan dan jangka waktu tertentu karena pemanfaatan secara berlebihan telah mengancam keberlanjutan tradisi Lubuk Larangan. Untuk itu diperlukan kajian untuk mendiagnosis keberlanjutan kearifan lokal Lubuk Larangan ditinjau dari dimensi ekologi, ekonomi dan sosial. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pasaman dengan kasus di Lubuk Larangan Bulaan Indah, pada bulan Desember 2022 sampai Februari 2023. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip dan model pengelolaan Lubuk Larangan, indeks dan status keberlanjutan serta atribut sensitif keberlanjutan kearifan lokal Lubuk Larangan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Analisis dilakukan menggunakan metode Multi Dimensional Scalling (MDS) yang dikembangkan dalam perangkat lunak Rapid Appraisal for Fisheries (Rap-Fish). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Lubuk Larangan dilakukan dengan prinsip partisipatif oleh masyarakat dengan dua model yaitu sistem zonasi dan tanpa zonasi. Nilai indeks keberlanjutan dimensi ekologi, ekonomi dan sosial yang diperoleh adalah 64.18, 53.89, dan 51.38 sehingga berada pada status “cukup berkelanjutan”. Atribut sensitif keberlanjutan Lubuk Larangan meliputi (1) penambangan pasir dan batu, (2) pengelolaan sampah, (3) produksi Lubuk Larangan, (4) pendapatan rata-rata masyarakat, (5) kontribusi terhadap masyarakat, (6) konflik pemanfaatan sumber daya, (7) keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan, (8) dukungan tokoh masyarakat dan perantau, (9) persentase rumah tangga perikanan, (10) pemahaman tentang lingkungan hidup, dan (11) pertumbuhan penduduk. Pengelola direkomendasikan untuk meningkatkan partisipasi dan rasa memiliki (sense of belonging) seluruh elemen masyarakat serta menjadikan atribut sensitif sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan supaya kearifan lokal Lubuk Larangan tetap berkelanjutan
Pemetaan dan Analisis Kesesuaian Kawasan Konservasi Mangrove di Gunung Piting Mangrove Conservation (GPMC), Pantai Tamban, Kabupaten Malang Wijaya, Aphrodita Shelbyla; Semedi, Bambang; Iswahyudi, Iswahyudi; Alim, Dimas Syarif
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i1.443

Abstract

Konservasi ekosistem mangrove diperlukan karena adanya manfaat yang dapat diperoleh dengan mempertahankan setiap komponen lingkungannya. Dalam membatasi pemanfaatan yang berlebihan dan mencegah kerusakan alam perlu dilakukan perhitungan daya dukung kawasan. Penelitian ini di lakukan di Gunung Piting Mangrove Conservation (GPMC) Pantai Tamban, Kabupaten Malang, wilayah ini memiliki potensi mangrove yang besar dan jenis yang beragam. Data yang digunakan adalah data citra sentinel-2A yang dianalisis dengan pengindraan jauh, sistem informasi geografis (SIG) serta indeks vegetasi NDVI agar lebih efektif dan efisien. NDVI (normal difference vegetation index) digunakan untuk membedakan objek vegetasi mangrove dengan non-mangrove. Data citra satelit diunduh melalui situs resmi https://scihub.copernicus.eu/ sebagai penyedia data citra satelit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lokasi penelitian sebagai kawasan konservasi mangrove untuk mengurangi risiko degradasi ekosistem mangrove dan memberikan masukan dalam penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Gunung Piting Mangrove Conservation (GPMC) dinilai sesuai untuk dijadikan sebagai kawasan konservasi mangrove karena hasil analisis kesesuaian lahan BAIK dan memenuhi kriteria indeks kesesuaian lahan dengan kategori sesuai (S2).
Pengaruh Pengurangan Kadar Protein Pakan Terhadap Performa Produksi Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Dalam Teknologi Bioflok Sujono, Sujono; Zaidy, Azam Bachur; Pratomo, Hurip
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i2.502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengurangan kadar protein pakan pada teknologi bioflok terhadap performa produksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari–April 2024 di hatchery Instalasi Praktik Lapang Komunikasi dan Penyuluhan Politeknik Ahli Usaha Perikanan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, X0(NB) protein 31% kontrol, X1(B) protein 31%, X2(B) protein 28% dan X3(B) protein 25%. Variabel yang diamati yaitu performa produksi lele dumbo serta pengaruh penurunan kandungan kadar protein pakan dalam teknologi bioflok. Hasil penelitian menunjukkan oksigen terlarut, pH, suhu, nitrit dan TSS tidak berbeda nyata dan relatif sama dan masih dalam rentang layak untuk pertumbuhan ikan lele, sedangkan TAN berbeda nyata antar perlakuan (P<0,05), tetapi masih dalam rentan yang layak. Identifikasi konsumsi flok menunjukkan jenis plankton yang terdapat pada usus ikan lele sama dengan media pemeliharaan pada kolam bioflok hal ini membuktikan bahwa bioflok dikonsumsi oleh ikan lele. Performa produksi menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) dari semua perlakuan. Pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak, berat akhir, biomas, kelulushidupan dan rasio konversi pakan nilai tertinggi pada kolam X1(B) protein 31% sedangkan X2(B) protein 28% tidak berbeda nyata dengan X0(NB) protein 31% kontrol dan X1(B) protein 31%. Performa produksi kolam X2(B) protein 28% tidak berbeda nyata dengan kolam X0(NB) protein 31% kontrol, dapat diaplikasikan pada budidaya ikan lele dumbo dengan efisiensi biaya produksi 18,03%.
Identifikasi Potensi Perikanan dan Penyuluhan Perikanan di Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat Nuraini, Yenni; Ayumi, Annisa; Susilawati, Tuti; Saeroji, Saeroji
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v17i3.426

Abstract

Potensi perikanan yang cukup besar di Kecamatan Sindangwangi perlu dimanfaatkan agar terjamin keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi perikanan sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya penunjang dan sistem penyuluhan perikanan di Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 2 November 2022 sampai 16 Desember 2022. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei yang bersifat deskriptif. Analisis data yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui editing, coding, dan tabulating. Hasil dari kegiatan ini yaitu pemanfaatan lahan Kecamatan Sindangwangi untuk kegiatan perikanan yaitu 21 hektar, terdapat komoditas unggulan ikan baung (Bagrus nemurus) yang dapat dikembangkan dan perlu dikenal oleh masyarakat luas untuk dapat dijadikan ciri khas dari wilayah Kecamatan Sindangwangi. Terdapat 34.767 jiwa penduduk, tercatat 414 jiwa penduduk yang melakukan kegiatan usaha perikanan mulai dari budidaya perikanan hingga pengolahan hasil perikanan dengan sarana dan prasarana penunjang kegiatan perikanan yang cukup memadai dan didukung langsung oleh pemerintah Kecamatan Sindangwangi dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah potensi sumber daya alam yang melimpah belum dimanfaatkan dengan optimal, hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai cara memanfaatkan sumber daya perikanan yang ada.
Pendampingan Masyarakat Perikanan melalui Pengembangan Mina Eduwisata Kampung Nila Kawali, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat Yunisa, Firda; Eliyani, Yuke; Susilawati, Tuti; Sobari, Ahmad
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i1.463

Abstract

Kampung Nila Kawali merupakan salah satu lokasi di Kabupaten Ciamis yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa mina eduwisata. Konsep ini mengintegrasikan teknologi perikanan, pendidikan dan edukasi. Kegiatan pengembangan mina eduwisata ini memerlukan adanya implementasi secara menyeluruh, melalui kegiatan penyuluhan pemberdayaan kelompok perikanan. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis dan mengevaluasi peningkatan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan sasaran mengenai konsep pengembangan mina eduwisata, demonstrasi cara olahan ikan, dan pengenalan dunia perikanan. Pendekatan yang digunakan untuk mengimplementasikan kegiatan berupa ceramah, diskusi dan demonstrasi cara. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara dan evaluasi pre test dan post test melalui kuesioner kepada 35 orang responden. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan dari 20 Februari sampai dengan 20 Mei 2023 di Kampung Nila Kawali. Hasil yang diperoleh untuk pengembangan Mina Eduwisata menunjukkan adanya peningkatan aspek pengetahuan sebesar 22,4% dan sikap 19%, Demonstrasi cara olahan ikan mengalami peningkatan pengetahuan 33,8%, sikap 17,95% dan keterampilan 42,6%. Penyuluhan pengenalan dunia perikanan mengalami peningkatan pengetahuan 30%, sikap 21,4%.