cover
Contact Name
Agus Aan Adriansyah
Contact Email
aan.naufal87@unusa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mtphj@unusa.ac.id
Editorial Address
https://journal2.unusa.ac.id/index.php/MTPHJ
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Medical Technology and Public Health Journal
ISSN : 2549189X     EISSN : 25492993     DOI : https://doi.org/10.33086/mtphj
Core Subject : Health, Social,
Medical Technology and Public Health Journal with registered number ISSN 2549-189X (printed) and e-ISSN 2549-2993 (online) is a scientific open access journal published by Health Faculty, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia. Our journal aims to become a media of research results dissemination and exchange of scientific work of various groups, academics, practitioners and government agencies. Since 2017, this journal in one year will be published two times in March, and September.
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
ANALISIS PENGARUH ANGKA BEBAN KETERGANTUNGAN, KEPADATAN PENDUDUK, GARIS KEMISKINAN TERHADAP INDEKS GINI DI INDONESIA Rahayu Budi Utami
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh angka beban ketergantungan, kepadatan penduduk, dan garis kemiskinan terhadap indeks gini di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari profil kesehatan Indonesia tahun 2016 dengan metode analisis menggunakan uji statistic regresi linear berganda atau Ordinary Least square (OLS). Berdasarkan hasil uji analisis didapatkan hasil bahwa angka beban keergantungan berpengaruh terhadap indeks gini dengan nilai sign sebesar 0,038, kepadatan penduduk berpengaruh terhadap indeks gini dengan nilai sign sebesar 0,017, dan garis kemiskinan berpengaruh terhadap indeks gini dengan nilai sign sebesar 0,000.
HUBUNGAN STATUS PERKAWINAN DAN STATUS NUTRISI DENGAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANUKAN KULON KOTA SURABAYA Mahstika Reina Angie Yolanda
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.816

Abstract

Perkembangan jumlah populasi penduduk berkategori lansia di Indonesia mampu membawa dampak negative maupun positif. Memiliki dampak positif jika penduduk kategori lansia masih aktif dan produktif serta dalam kondisi sehat. Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami perubahan-perubahan akibat proses penuaan. Salah satu permasalahan yang sering dijumpai pada lansia selain adalah permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan mental atau psikologis. Pengurangan fungsi kognitif dalam tingkat ringan sampai demensia dapat ditemukan pada orang tua dengan kelompok umur lebih dari 65 tahun sebesar 10% dan kelompok umur lebih dari 85% sebesar 50%. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapatkan dari 52 lansia yang memenuhi kriteria inklusi untuk penelitian ini. Pengumpulan data meliputi data karakteristik, pengukuran fungsi kognitif, status nutrisi dan aktivitas fisik. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan perhitungan nilai Ratio Prevalance (RP) dan uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif sebesar 38,5%. Responden berpendidikan SD, SMP dan tidak sekolah mengalami penurunan fungsi kognitif (p=0.013) dengan nilai RP=1,84. Responden yang tidak memiliki pasangan mengalami penurunan fungsi kognitif (p=0,039). Responden dengan status nutrisi normal maupun malnutrisi tidak mengalami penurunan fungsi kognitif (p=0,194). Tingkat pendidikan dan status perkawinan berhubungan secara signifikan dengan fungsi kognitif lansia. Keluarga dan tenaga kesehatan sebaiknya memberikan dukungan agar lansia tidak mengalami penurunan fungsi kognitif.
Relationship of Hand Hygiene with the Contamination of Parasite Student’s Intestine of Madrasah Ibtidaiyah in X Islamic Boarding School Surabaya Ririn Liandari
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 5 No 1 (2021): Medical Technology and Public Health Journal March 2021
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v5i1.820

Abstract

Gastrointestinal infection is the highest cause of morbidity and mortality in developing countries with mortality caused by diarrhea as high as 56%. Parasitic infections spread throughout the world and have been shown to be one of the causes of morbidity and disease in areas that are thought to be beneficial for the growth of intestinal parasitic infections. Giardia lamblia is a parasite that has flagellates that attack mammals, including humans, and is considered the most common cause of diarrhea caused by protozoa around the world. Blastocystis hominis is a parasite that is also common in humans, and infects several animals, such as birds, reptiles and anthropods. The purpose of this study was to see the relationship between hand hygiene and parasitic contamination in students at Islamic Boarding School X in Surabaya. This study was an observational study with a cross sectional research design. This research was conducted at one of the Islamic Boarding Schools in Surabaya. The study sample was Madrasah Ibtidaiyah students who received 10 people who participated 7-13 years. The sampling technique in this study was nonprobabilty sampling. The results of the study obtained Rho Spearman value was p = 0.040. The conclusion is that there is a significant relationship between hand hygiene and intestinal contamination in students' feces at the Islamic Boarding School X in Surabaya. Suggestions that can be given are Islamic Boarding Schools which provide guidance and guidance on clean and healthy life to students, teachers and food managers.
Determinan Kejadian Balita Bawah Garis Merah (BGM) Di Wilayah Kerja Puskesmas Mumbulsari Kabupaten Jember Farida Wahyu Ningtyias; Dian Septiawati Endariadi Endariadi; Ninna Rohmawati Rohmawati
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.839

Abstract

Balita Bawah Garis Merah (BGM) merupakan hasil penimbangan berat badan balita yang dititikkan dalam kartu menuju sehat (KMS) berada di bawah garis merah. Studi pendahuluan yang telah dilakukan bahwa jumlah balita BGM di Puskesmas Mumbulsari adalah 178 balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kejadian balita bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas Mumbulsari Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini menggunakan Simple random sampling (63 balita BGM). Hasil penelitian yang telah dilakukan pada ibu/pengasuh balita yang meliputi karakteristik balita adalah 41,3% (12-24 bulan), 55,6% perempuan, 71,4% tidak BBLR, karakteristik ibu meliputi pendidikan ibu 96,8% tamat SD/MI/SMP/MTS, 76,2% tidak bekerja, 79,4% pengetahuan cukup, karakteristik keluarga 98,4% ayah bekerja, pendapatan keluarga 98,4% (<UMK), jumlah anggota keluarga 68,3% (≤4 jiwa). Pola asuh meliputi pemberian kolostrum 76,2%, pemberian asi-ekslusif 61,9%, pemberian MP-ASI secara tepat 55,6%. Sanitasi dan yankes yang meliputi cuci tangan 92,1%, cuci alat makan dan minum 74,6%, akses air bersih 100% sumur, sumber air minum menggunakan sumur 93,7%, status imunisasi lengkap 77,8%, pelayanan kesehatan mengunjungi praktek bidan 79,4%, akses pelayanan mudah menjangkau 90,5%. Tingkat konsumsi makanan berada pada defisit tingkat berat dengan jumlah energi 85,7%, protein 57,1%, karbohidrat 93,7%, dan lemak 74,6%. Tidak ada infeksi 79,4%.
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN TEKANA DARAH DIASTOLIK PADA AWAK KAPAL DI WILAYAH KERJA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN PALANGKARAYA Novvy Anggraenny; Santi Martini
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.845

Abstract

Hipertensi dapat disebabakan oleh perilaku merokok. Jumlah konsumsi rokok di Indonesia merupakan yang terbanyak ketiga di seluruh dunia dan sekitar 225.700 orang yang telah meninggal diakibatkan penyakit karena konsumsi tembakau di tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku merokok dan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik pada awak kapal diwilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangkaraya bulan November 2018. Penelitian ini adalah penelitian jenis observasional analitik yang menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunaka semua populasi awak kapal pada bulan November 2018 di kantor induk wilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangkaraya. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menghitung nilai Prevalance Ratio. Hasil penelitian ini menyebutkan sebesar 77,80% subyek memiliki perilaku merokok, subyek yang mempunyai tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg adalah 20,3% dan subyek memiliki tekanan darah distolik ≥ 90 mmHg adalah 14,8 %. Hasil PR untuk perilaku merokok adalah 2,8; jumlah rokok yang dikonsumsi ≥11 batang/hari adalah 2,0; jumlah rokok 1-10 batang/hari adalah 4,0; hasil tersebut menyatakan ada hubungan antara perilaku merokok dengan tekanan darah sistolik. Hasil PR untuk perilaku merokok adalah 2,0, jumlah rokok yang dikonsumsi ≥11 batang/hari adalah 1,5; jumlah rokok 1-10 batang/hari adalah 2,6; hasil tersebut menyatakan ada hubungan antara perilaku merokok dengan tekanan darah distolik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku merokok berhubungan dengan nilai tekanan darah sistolik dan tekanan darah distolik, perilku merokok berpotensi menigkatnya risiko memiliki tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg.
PENGARUH KOMPONEN HUMAN CAPITAL TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT BEDAH SURABAYA Amanda Aurellia
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 5 No 1 (2021): Medical Technology and Public Health Journal March 2021
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v5i1.860

Abstract

Surabaya Surgical Hospital has quality indicators on personnel affairs to maintain the quality of employees in providing services. One indicator is the number of delays and the fast return of structural officials. The average number of structural official delays in 2017 reached 74.94% of the predetermined standard of 0%. The indicator is used as a benchmark for assessing employee work discipline. This study was conducted to analyze the effect of human capital components consisting of individual motivation and organizational climate on employee work discipline at Surabaya Surgical Hospital. This research was an observational analytic study with cross sectional study design. Data analysis used in this study is Logistic Regression. The results of statistical test of individual motivation on work discipline show an influence, with a p value of 0.019 (smaller than α = 0.05). Statistical test results of influence organizational climate on work discipline showed an influence, namely with a p value of 0.046 (smaller than α = 0.05). The conclusion of this study is individual motivation and organizational climate have an influence on employee work discipline. It is necessary to increase employee motivation and change in the organizational climate at Surabaya Surgical Hospital with the implementation of a system reward for employees who obey the rules and give punishment to employees who violate.
HUBUNGAN ANTARA PENERANGAN DI TEMPAT KERJA DAN KARAKTERISTIK PEKERJA DENGAN KELUHAN KELELAHAN MATA PADA PENJAHIT BORDIR DI CV.X BANGIL-PASURUAN Dhita Makhsunah Purwaningtyas
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 5 No 1 (2021): Medical Technology and Public Health Journal March 2021
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v5i1.873

Abstract

Improper lighting that is not according the standards may result in health problems, one of which is eyestrain, a visual disturbance. Eyestrain is one result of improper lighting that is not according to standards. In addition, the characteristics of workers also play a role in the occurrence of eyestrain. The purpose of this study is to determine the relationship between the lighting in a workplace and the characteristics of workers with complaints of eyestrain in embroidery tailors at CV "X" Bangil, Pasuruan. This study is an observational study with a cross-sectional study design. The research population was all embroidery tailors in CV "X" Bangil, Pasuruan, as many as 122 workers. The research sample was taken using the Simple Random Sampling method, and 55 workers were obtained. The data were collected by measuring the workplace lighting using a luxmeter measuring instrument. The research instrument used were observation sheets and questionnaires. The data analysis was done by using the Fisher's Exact Test. The results of lighting measurements indicate that the intensity of illumination both general and local is still below the Standard Value. The poor quality of lighting is indicated by most workers who experienced glare, shadow disturbances, and improper workplace decorations. The results of the statistical test show that the p value of all variables > α (0.05). There is a significant relationship between the lighting in a workplace and the characteristics of workers with eyestrain. CV "X" needs to schedule a maintenance and cleaning for lights, armatures, wall windows, floors and work desks. In addition, it is necessary to increase the intensity of lighting in the workplace. Keywords: lighting, worker characteristics, eyestrain
HUBUNGAN TINGKAT KEBERSIHAN DIRI DAN FAKTOR PREDISPOSISI PADA ANAK DI PANTI ASUHAN AL-AMAL SURABAYA Astri Nur Amalia
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 5 No 1 (2021): Medical Technology and Public Health Journal March 2021
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v5i1.875

Abstract

ABSTRACT The incidence of infectious diseases due to personal hygiene in orphanages children often occurs. a factor that has an influence is predisposing factors. The purpose of this study is to known the correlation between the level of personal hygiene and predisposing factors in children at Panti Asuhan Al Amal Surabaya. The research type was observation research with cross sectional approach. The research subject’s samples used 67 children from 80 children of total population. Statistical analysis to obtain correlation used chi-square test. The results showed that there is relationship between age (p value = 0.002), knowledge (p value = 0.039), and facility (p value = 0,001) to the level of personal hygiene. there is no relationship bentween gender (p value = 0.084) and attitude (p value = 0.225) to the level of personal hygiene. So it can be concluded that age and knowledge as predisposing factors are dominant to influence person's behavior. Keywords: personal hygiene, knowledge, predisposing factors, children ABSTRAK Kejadian penyakit menular karena kurangnya kebersihan diri pada anak di panti asuhan sering terjadi. Salah satu faktor yang memiliki pengaruh yaitu faktor predisposisi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat kebersihan diri dan faktor predisposisi pada anak di Panti Asuhan Al Amal Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian obseravional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 67 anak dari total populasi 80 anak. Analisa statistik untuk mendapatkan hubungan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan usia (p value = 0,002), pengetahuan ( p value = 0,039), dan fasilitas (p value = 0,001) terhadap tingkat kebersihan diri. Jenis kelamin (p value = 0,084) dan sikap (p value = 0,225) tidak ada hubungan terhadap tingkat kebersihan diri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa usia, pengetahuan, dan fasilitas sebagai faktor predisposisi yang dominan dalam mempengaruhi perilaku seseorang. Kata Kunci: kebersihan diri, pengetahuan, faktor predisposisi, anak
Pengaruh Lama Perawatan Terhadap Indeks Platelet Pasien Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya Ruri Arinil Khoiro; Gilang Nugraha; Wieke Sriwulan
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 5 No 1 (2021): Medical Technology and Public Health Journal March 2021
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v5i1.1150

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the most tropical infectious diseases in Indonesia caused by dengue virus and mediated by the bites of Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. One of the clinical symptoms of dengue disease is a decrease in the number of blood platelets. There are several platelet indices that are known as indicators of platelet activation, namely Mean Platelet Volume (MPV), and Platelet Distribution Width (PDW). DHF patients who experience treatment at the hospital only monitor the low platelet count in healing. The purpose of this study was to determine the effect of length of treatment on the MPV Platelet Index and PDW of DHF patients. Data was obtained by taking primary data at Jemursari Islamic Hospital Surabaya. This research is an One Shot Case Studies research with description analitic method and Cross sectional design in DHF patients at Jemursari Islamic Hospital Surabaya. The sampling technique uses accidental sampling technique. Analysis of MPV and PDW data using the Wilcoxon Sign Rank Test non-parametric test. The test was used to see the effect of patient length of care on the MPV and PDW platelet index with a significance level of α = 0.05. The results of the Wilcoxon Signk Rank Test on the MPV show a significance of (ρ = 0.845), and the results of the Wilcoxon Signk Rank Test statistic on the PDW show a significance of (ρ = 0.469). Based on the results of the study, it can be concluded that there is no effect on the length of treatment on the MPV and PDW Platelet Index in DHF patients at Jemursari Hospital Surabaya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA KONSUMSI DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA KESEHATAN Permadina Kanah
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.1199

Abstract

Status gizi merupakan keadaan yang ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik terhadap energi dan zat-zat gizi yang diperoleh dari asupan makanan yang dampak fisiknya dapat diukur. Status gizi dipengaruhi oleh faktor status kesehatan, pengetahuan, ekonomi, dan juga dapat dipengaruhi oleh pola konsumsi. Pengetahuan gizi yang rendah dapat penyebab timbulnya masalah gizi dan perubahan kebiasaan makan, serta pola konsumsi makanan bergizi pada masa remaja. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan pola konsumsi dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kesehatan UNUSA. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Prodi Gizi Fakultas Kesehatan UNUSA. Teknik pemilihan sampel dengan cara Purposive Sampling dan didapatkan jumlah sampel sebesar 79 mahasiswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan gizi, pola konsumsi dengan Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan status gizi menggunakan pengukuran IMT. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 21 tahun yaitu 46 mahasiswa (58,20%). Sebagian besar berjenis kelamin perempuan, yaitu 65 mahasiswa (82,30%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pola konsumsi dengan status gizi pada mahasiswa dimana p = 0,001 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin rendah pengetahuan mahasiswa tentang gizi dan semakin kurang baik pola konsumsi mahasiswa maka akan semakin besar kemungkinan untuk memiliki status gizi kurus atau gemuk. Saran agar mahasiswa perlu memperhatikan pola konsumsi makan yang sesuai dengan gizi seimbang guna tercapai status gizi yang baik.

Page 9 of 23 | Total Record : 221