cover
Contact Name
Agus Aan Adriansyah
Contact Email
aan.naufal87@unusa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mtphj@unusa.ac.id
Editorial Address
https://journal2.unusa.ac.id/index.php/MTPHJ
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Medical Technology and Public Health Journal
ISSN : 2549189X     EISSN : 25492993     DOI : https://doi.org/10.33086/mtphj
Core Subject : Health, Social,
Medical Technology and Public Health Journal with registered number ISSN 2549-189X (printed) and e-ISSN 2549-2993 (online) is a scientific open access journal published by Health Faculty, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia. Our journal aims to become a media of research results dissemination and exchange of scientific work of various groups, academics, practitioners and government agencies. Since 2017, this journal in one year will be published two times in March, and September.
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
VARIASI WAKTU KONTAK ARANG AKTIF UNTUK MENURUNKAN BILANGAN PEROKSIDA PADA MINYAK GORENG BEKAS PAKAI Tuti Rustiana; Dinar Rahayu
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 5 No 1 (2021): Medical Technology and Public Health Journal March 2021
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v5i1.1470

Abstract

Vegetable oil in the cooking process usually is used multiple times to fry food. This process exposes the oil to heat and oxidation. The oil itself is lipid. Lipid is a triglyceride, which means three carboxylic acids are bonded to one molecule of glycerol to form of ester. Exposing triglyceride to heat and oxidation causes it to deteriorate and break into smaller molecules such as aldehyde, ketones, and hydrocarbons. This molecule causes rancidity. Rancidity can be measured in terms of the amount of hydroperoxide presents in oil in mEq of O2/Kg. The peroxides present oxidize the iodide to iodine and the iodine is then titrated to a colorimetric endpoint using sodium thiosulfate with starch as an indicator. The amount of iodine produced is directly proportional to the peroxide value. The research has been conducted to reduce the peroxide value of used cooking oil using adsorption. The adsorbent used here is activated charcoal with a concentration of 3% and particle size of 100 Mesh. Contact time with oil is varied, ranged from 30 to 90 minutes. Statistic treatment of t-student test is performed between peroxide value before and after treatment and it is found that the difference is significant. That means active charcoal can decrease peroxide value. One way of ANOVA test among contact times (30, 60, 90 minutes) proves there is no significant difference, leading to the conclusion that activated charcoal at 3% and particle size 100 Mesh can decrease the peroxide value of oil in only 30 minutes of contact time.
EVALUASI SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN RESPONS DEMAM BERDARAH DENGUE MENGGUNAKAN MODIFIKASI MALCOLM BALRIDGE DI KABUPATEN TRENGGALEK Abdul Hakim Zakkiy Fasya; Agus Aan Adriansyah; Dwi Handayani
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.1530

Abstract

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) penyakit DBD menjadi sebuah upaya dalam pencegahan dan penanggulangan kasus DBD di Kabupaten Trenggalek. Sayangnya kasus DBD di Kabupaten Trenggalek masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan SKDR DBD menggunakan modifikasi Malcolm Baldrige berupa komponen kepemimpinan, manajemen stratejik, manajemen pengetahuan, fokus sumber daya, manajemen proses dan hasil pelaksanaan SKDR DBD di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif menggunakan rancang bangun penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Trenggalek melibatkan 37 responden dari Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Kader Jumantik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat komponen yang mendapatkan skor rendah yaitu perhatian pimpinan pada insentif petugas, pemahaman kader terhadap rencana stratejik dan target penanggulangan DBD, penggunaan teknologi yang tidak mendukung proses dan tidak dapat memberikan alert, kepuasan kader dalam pelaporan PJB dan kasus DBD serta penurunan angka kasus yang belum mencapai target. Terdapat hambatan pelaksanaan SKDR DBD sehingga pemerintah Kabupaten Trenggalek khususnya Dinas Kesehatan dapat melakukan analisis kebutuhan sistem untuk menunjang pelaporan SKDR DBD berikut dengan analisis penunjang berupa peran kader dan insentif yang diberikan kepada kader maupun petugas yang berprestasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kasus dan KLB DBD.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM MEMBUANG SAMPAH RUMAH TANGGA KE SUNGAI DI DESA PAMARANGAN KANAN KABUPATEN TABALONG TAHUN 2019 Nia Astina; Akhmad Fauzan; Eddy Rahman
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.1632

Abstract

Sampah merupakan bahan buangan padat dari aktivitas manusia, sampah sudah jadi masalah nasional dan global bukan hanya lokal. Masalah sampah timbul dengan adanya peningkatan timbunan sampah sebesar 2-4% pertahun. Pencemaran air sungai diakibatkan dari adanya pembuangan sampah yang dapat membawa dampak negatif pada kesehatan, salah satunya seperti meningkatnya penyakit diare. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah rumah tangga ke sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara pendidikan, pengetahuan, sikap dan ketersediaan sarana dengan perilaku membuang sampah rumah tangga ke sungai. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini semua ibu di Desa Pamarangan Kanan dengan jumlah 288 rumah tangga dan sampel sebanyak 74 responden, teknik pengampilan sampel dengan cara proportional random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan cara wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku membuang sampah rumah tangga di Desa Pamarangan Kanan sebagian besar kurang (60,8%). Ada hubungan pengetahuan dengan p-value 0,010, ada hubungan sikap dengan p-value 0,021, ada hubungan ketersediaan sarana dengan p-value 0,014, dan tidak ada hubungan pendidikan dengan p-value 0,634. Diharapkan kepada instansi yang terkait agar lebih aktif mengawasi dan memberikan pelayanan kebersihan lingkungan di desa-desa terpencil serta masyarakat agar selalu melakukan kegiatan pengelolaan sampah untuk kepentingan dan kenyamanan bersama.
TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA DRIVER DUMP TRUCK DITINJAU DARI ASPEK MASA KERJA DAN USIA DI PT HASNUR RIUNG SINERGI SITE PT BHUMI RANTAU ENERGI TAHUN 2019 Beri Setiawan; Akhmad Fauzan; Norfai
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.1633

Abstract

Berdasarkan data dari Dirjen Minerba tahun 2019 terjadi 1 kasus kecelakaan fatality di Batu Kajang Kalimantan Timur karena kelelahan, sedangkan di PT. Hasnur Riung Sinergi tahun 2018 1 kasus kecelakaan property damage karena kelelahan. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kelelahan seperti beban kerja, faktor lingkungan, individu dan faktor pekerjaan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kelelahan kerja dengan masa kerja dan usia pada driver dump truck di PT. Hasnur Riung Sinergi Site PT. Bhumi Rantau Energi tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik purposive sample. Pengolahan data menggunakan uji chi-square. Populasi pada penelitian ini sebanyak 139 orang dari driver dump truck. Tingkat kelelahan kerja dari driver dump truck yang paling banyak yaitu lelah ringan (74,1%), ditinjau dari masa kerja yang paling banyak >3 tahun sebanyak 74 orang (53,2%), ditinjau dari usia yang paling banyak yaitu >30 tahun sebanyak 90 orang (64,7%). Ada hubungan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja (p-value = 0,038) dan tidak ada hubungan usia dengan tingkat kelelahan kerja (p-value = 0,938). Perusahaan sebaiknya memperhatikan terkait akumulasi kelelahan, jadwal cuti karyawan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, peningkatan skill dan tidak memperkerjakan driver dump truck dalam keadaan lelah dan program kesehatan kerja terkait kelelahan dilakukan secara berkala.
GAMBARAN DAN PENGENDALIAN IKLIM KERJA DAN KELUHAN KESEHATAN PADA PEKERJA Merry Sunaryo; Muslikha Nourma Rhomadhoni
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.1635

Abstract

Pada Iklim kerja dengan suhu panas berawal dari timbulnya energi yang bersumber dari panas yang masuk ke lingkungan atau tempat kerja kemudian jadi tekanan yang panas, hal tersebut menjadi beban kerja tambahan untuk pekerja. Kondisi seperti itu memengaruhi kesehatan dan energi/ stamina pekerja jika dihubungkan dengan beban kerja berat yang dikerjakan. Kondisi Iklim kerja dengan suhu panas dapat memperberat kondisi kesehatan fisik dan mental pekerja. Dampak yang sering terjadi pada pekerja akibat iklim kerja panas yaitu dehidrasi dan keluhan kesehatan lain seperti heat rash. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan pengendalian iklim kerja dengan keluhan kesehatan pada pekerja, hasil tersebut nantinya akan dibandingkan dengan nilai ambang batas sehingga dapat dijadikan dasar dalam melakukan tindakan pengendalian dalam upaya pencegahan penyakit akibat kerja pada industri. Pengukuran Iklim kerja yang dilakukan pada bagian kerja di indutri pembuatan lilin, diketahui memiliki hasil yaitu sebagian besar memiliki nilai ISBB > 30oC. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan beban kerja pada pekerja yaitu beban kerja dengan tingkatan sedang dengan waktu kerja 75% hingga 100% dengan 25% waktu beristirahat. Berdasarkan hasil rata-rata 10 titik dari ke dua bagian kerja di industri tersebut, sebagian besar nilai ISBB hasil pengukuran lebih besar dari nilai NAB yang telah ditetapkan, dengan nilai NAB 28oC. Pada keluhan kesehatan yang sering di rasakan oleh pekerja yaitu dehidrasi banyak dirasakan oleh pekerja karena pekerja yang jarang mencukupi asupan cairan atau air. Begitu pula pada keluhan heat rash, keluhan ini dirasakan para pekerja yang jarang menjaga hieginitas diri. Oleh sebab itu, perlunya pengendalian iklim kerja baik dalam lingkungannya maupun pekerjanya. Pengendalian tersebut seperti Training (pendidikan/latihan), Pengendalian tekanan panas melalui penerapan hygiene.
ANALISIS FAILURE MODE EFFECT (FMEA) PADA PENGADAAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN PADA ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI PUSKESMAS WONOKROMO SURABAYA Nuning Farida; Amelia Lorensia; Budhi Setianto; Agus Aan Adriansyah
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 5 No 1 (2021): Medical Technology and Public Health Journal March 2021
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v5i1.1636

Abstract

Drug services in Public Healthcare are an important component whose availability influences the success of health efforts. District / City Health Office is a regional government work unit in the health sector, one of the tasks and authorities of which is to provide and manage public medicines for the district/city area. Effective pharmaceutical management in health service facilities is very important for patient welfare so risks must be identified and controlled. One of the efforts made by the City Health Office is to procure drugs using other methods that are legal according to government procurement of goods/services besides e-purchasing, which is called non-e-purchasing of drugs. Risks in the pharmaceutical supply chain are related to product discontinuity, product shortages, poor performance, patient safety, expense errors, and technological errors, all of which can result in system disruption. This study aims to determine the suitability of the plan with the realization of e- purchasing of drugs, identify problems that hamper the implementation of e-purchasing of drugs, determine the impact of obstacles on procurement, cost efficiency of drug procurement and determine the potential savings of drug procurement by e-purchasing for the period 2015 to 2019 by using the FMEA method, the e-purchasing data was collected at the Wonokromo Public Health Center in Surabaya. Study Failure Mode Effect (FMEA) in the procurement of drugs and UHC health supplies in Surabaya Wonokromo Health Center for the period of 2015-2019, it can be concluded that the absorption of capitation funds is more considered using the availability variable compared to the uptake of funds based on the rupiah value because the availability of more guarantees the need for treatment in the sustainable health centre. In this case, the perception of procurement actors in the analysis of UHC procurement process obstacles there are 41 obstacles, the role of E-purchasing is a very helpful system even though the implementation has not been perfect.
FAKTOR RISIKO YANG MEMENGARUHI KEJADIAN DEMAM TIFOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BINAKAL KABUPATEN BONDOWOSO Ria Rahmi Rahmawati
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.1689

Abstract

Kabupaten Bondowoso merupakan daerah yang mempunyai prevalensi demam tifoid tertinggi di Jawa Timur. Demam tifoid merupakan suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Salah satu daerah yang menyumbang penyakit demam tifoid di wilayah Kabupaten Bondowoso adalah di Kecamatan Binakal. Tercatat pada tahun 2018 penyakit demam tifoid masuk ke dalam lima besar penyakit yang sering terjadi. Penelitian ini dilakuakn pada tahun 2018 untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Binakal Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, dengan rancang bangun penelitian case control. Populasi kasus dalam penelitian merupakan penderita demam tifoid pada tahun 2018, sedangkan populasi kontrol merupakan tetangga kelompok kasus yang tidak menderita demam tifoid. Sampel pada penelitian ini sebanyak 36 orang, dimana perbandingan responden kelompok kasus dan kelompok kontrol adalah 1:1. Variabel bebas yang diteliti meliputi kualitas sarana pembuangan tinja dan cuci tangan dengan sabun setelah buang air besar dengan variabel terikat yakni kejadian demam tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Binakal, Kabupaten Bodowoso. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara umur p=0,040, sarana pembuangan tinja dengan kejadian demam tifoid dengan p=0,001 (OR = 0,047), dan terdapat hubungan antara mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar dengan kejadian demam tifoid dengan nilai p=0,007 (OR=0,143), ada hubungan antara mencuci tangan sebelum makan dengan kejadian demam tifoid dengan nilai p=0,003 (OR=0,110), serta tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian demam tifoid (p = 0,183)
PENGARUH PEMBERIAN ALFA MANGOSTIN TERHADAP KADAR GLUKOSA PADA TIKUS YANG DIINDUKSI DIET TINGGI FRUKTOSA Andreas Putro Ragil Santoso; Devyana Dyah Wulandari
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.1710

Abstract

Alfa mangostin senyawa tunggal yang didapatkan dari isolasi Kulit buah Garvinia mangostana Linn. Penelitian banyak dilakukan menyebutkan bahwa senyawa dari alfa mangostin memiliki sifat bioktifitas seperti, antioksidan, antikanker, antidiabetes dan antiinflamasi. Antidiabetes memiliki arti penting bagi penderita diabetes untuk mengurangi kadar glukosa didalam darah. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian alfa mangostin terhadap kadar glukosa pada tikus yang diinduksi diet fruktosa. Rancangan pada metode penelitian ini adalah eksperimental jenis posttest only kontrol grup dengan 5 perlakukan yaitu kontrol negatif, kontrol positif, alfamangostin 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB dan 150 mg/kg BB. Dengan jumlah sampel sebanyak 30 yang didapat dari 6 tikus setiap perlakuan. Selanjutnya hasil penelitian dilakukan uji anova didapatkan hasil yang menunjukkan 0,000 atau p < 0,005 sehingga bisa diartikan bahwa terdapat pengaruh pemberian alfamangostin terhadap kadar glukosa.
ANALISIS KATEGORI TINGKAT AWAL SISTEM MANAJEMAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (SMK3) PT. KERTA RAJASA RAYA SIDOARJO Suherdin Suherdin
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 5 No 1 (2021): Medical Technology and Public Health Journal March 2021
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v5i1.1715

Abstract

PT. X is a multinational company that focuses on the production of plastic bags. Based on company data, shows that the annual work accident rate is still high, in 2018 there were 97 cases of work accidents. Occupational accident cases can be handled through the development of a system that regulates every activity to be safe, namely the Occupational Health and Safety Management System (OHSMS). The purpose of this study was to determine the achievement of the application of K3 in the company by analyzing the initial level criteria for implementing OHSMS based on Government Regulation Number 50 of 2012 concerning OHSMS. This research uses a quantitative approach. Based on the data collection aspect, it is included in observational research. The data analysis was conducted descriptively, to see the percentage of fulfilment of the criteria and elements at the initial level of OHSMS. The results showed that PT. X has just met 19 criteria for the initial level of OHSMS and the fulfilment of the new criteria has reached 29.68%, meaning it is included in the poor category. Based on the research results it can be concluded that PT. X has not met the initial level 64 criteria, currently, the fulfilment category is still in the low category.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU DAN JARAK FASILITAS KESEHATAN TERHADAP PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA HIPERTENSI DI DESA MUNTOI KECAMATAN PASSI BARAT Sudirman Sudirman; Ake Royke Calvin Langingi; Sudirman; Grace Irene Viodyta Watung
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.1757

Abstract

Masa lanjut usia merupakan masa dimana disebut dengan istilah penuaan (proses terjadinya tua) yaitu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya. Masa lansia rentan dengan hipertensi. Ini tentunya berdampak pada resiko mengalami gangguan kesehatan salah satunya penyakit yang sering dijumpai pada lansia yaitu hipertensi. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan perilaku dan jarak fasilitas kesehatan dengan pemanfaatan posyandu lansia di desa muntoi Timur, Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow. Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lanjut usia di Desa Muntoi, sedangkan sampel juga sebanyak 40 lanjut usia. Hasil: Berdasarkan hasil uji kolerasi antara variabel perilaku dan jarak fasilitas dengan pemanfaatan posyandu lansia menggunakan uji Chi Square, menunjukan terdapat hubungan antara perilaku dengan pemanfaatan posyandu lansia di Puskesmas Passi Barat (p=0,000); ada hubungan jarak fasilitas kesehatan dengan pemanfaatan posyandu lansia (p=0,000). Kesimpulan: Variabel perilaku, Jaminan kesehatan dan jarak fasilitas posyandu lansia berdampak positif terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Desa Muntoi kecamatan Passi barat. Lansia yang wajib mengikuti posyandu lansi di desa Muntoi sebagian besar 60% berumur ≥ 69 tahun dan 40% lainnya telah berumur 60-68 tahun. Sebagian besar lansia tidak dapat mengakses posyandu lansia apabila memiliki jarak yang ≥ 500 M dari tempat tinggalnya. Saran: Diharapkan bagi penyedia dan pelaksana layanan kesehatan lansia agar memberi dukungan mobilisasi kepada setiap lansia di desa Muntoi agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien, demi terciptanya drajat kesehatan lansia yang lebih baik.

Page 10 of 23 | Total Record : 221