cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
PENGARUH BERKUMUR DENGAN AIR SEDUHAN TEH HIJAU TERHADAP HALITOSIS (DI PESANTREN KHUSUS YATIM AS-SYAFIIYAH) Poetry Oktanauli
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v14i1.612

Abstract

Pendahuluan: Halitosis adalah bau mulut yang tidak sedap. Sebagian besar masyarakat yang mengalami bau mulut tidak menyadarinya dan hanya sebagian kecil masyarakat yang datang ke dokter gigi mengeluhkan halitosis. Anggapan bahwa halitosis tidak memerlukan penanganan khusus, tidak sepenuhnya benar karena halitosis dapat memberikan dampak sosial yang mempengaruhi citra seseorang. Apabila berbicara terlalu dekat dengan penyandang halitosis, maka lawan bicara akan menutup hidung atau bahkan menghindar. Tujuan: melalui penelitian ini, dapat diketahui apakah air seduhan teh hijau dapat menurunkan skor halitosis. Bahan dan cara: alat dan bahan yang digunakan adalah halimeter dan air rebusan teh hijau. Subjek penelitian tidak diperkenankan untuk makan dan minum selama 90 menit sebelum penelitian dilakukan, skor halitosis diukur sebelum dan sesudah berkumur dengan air rebusan teh hijau. Kesimpulan: penyebab utama dari halitosis adalah gas Volatile Sulfur Compounds (VSC). Teh hijau adalah jenis teh yang memiliki kandungan katekin yang sangat tinggi. Katekin adalah senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab halitosis. Berkumur dengan air rebusan teh hijau telah terbukti mampu mengurangi skor halitosis. Oleh sebab itu, masyarakat dapat mulai memanfaatkan teh hijau sebagai alternatif lain dalam mencegah terjadinya halitosis.
BIOLOGIC WIDTH CONCEPT IN GINGIVECTOMY Desy Fidyawati
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i2.1086

Abstract

Background: Relationship between periodontal tissue and aesthetic considerations is an important thing to determine the form, function and aesthetics of periodontal tissue itself. For orthodontic cases with gingival enlargement, using the biological width concept in gingivectomy to facilitate an optimal oral hygiene maintenance, function and aesthetic. Bone sounding before gingival recontouring is dictated by the distance from the gingiva crest to alveolar crest. Recommended distance between margins restoration and alveolar bone crest is 3 mm to avoid breaching the biologic width.Case and Case Management: Case 1: A 21 years old female patient whom referred from orthodontist with gingival enlargement in upper front teeth after treated with fixed orthodontic for 1.5 years. PBI: 1,6. After clinical examination, bone sounding was performed = 7mm and gingivectomy without ostectomy was determined. Case 2: A male patient, 24 years old, with gingival enlargement in upper front teeth while treated with fixed orthodontic. After determined the problem, bone sounding (6 mm) was performed along with gingivectomy without ostectomy also for anterior upper right site.Conclusion: The purpose of this report is to provide a diagnostic rationale for gingival recontouring. When gingivectomy is determined, the concept of biological width must be applied achieve a harmonious gingival contour with an optimal oral hygiene maintenance.
EFEK OBAT KUMUR BERALKOHOL TERHADAP JARINGAN RONGGA MULUT (Kajian Pustaka) Poetry Oktanauli; Pinka Taher; Adam Dwi Prakasa
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i1.850

Abstract

Obat kumur merupakan agens kimiawi berbentuk larutan yang digunakan untuk meningkatkan kesehatan rongga mulut. Berdasarkan komposisinya, obat kumur dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu obat kumur beralkohol, obat kumur bebas alkohol dan obat kumur herbal. Masyarakat lebih memilih obat kumur karena bersifat praktis dan mudah digunakan, namun banyak obat kumur mengandung alkohol beredar di pasaran dan bila digunakan dalam jangka waktu panjang dapat memberikan efek buruk terhadap rongga mulut. Kandungan alkohol dalam obat kumur dapat mengakibatkan terjadinya burning sensation, oral pain dan perubahan warna gigi serta mampu memicu terjadinya kanker mulut. Diharapkan masyarakat dapat lebih memahami efek obat kumur mengandung alkohol terhadap rongga mulut sehingga dapat memilih obat kumur yang aman untuk digunakan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN DENTAL HEALTH PERCEPTION AND DENTAL SERVICE UTILIZATION AMONG SCHOOL CHILDREN IN SOUTH JAKARTA Paulus Januar; Yufitri Mayasari; Mutiara Rina Rahmawati Ruslan
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i1.1016

Abstract

Latar belakang: utilisasi pelayanan kesehatan gigimerupakan faktor penting dalam kesehatangigi. Utilisasi pelayanan kesehatan gigi dipengaruhi persepsi dan pandangan pentingnya kesehatan gigi. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi mengenai kesehatan gigi dengan utilisasi pelayanan kesehatan gigi. Metode: Penelitian kualitatif potong lintang dilakukan pada 120 siswa dari 12 SD di Jakarta Selatan. Kuesioner digunakan untuk mendapatkan datamengenai persepsi kesehatan gigi dan utilisasi pelayanan kesehatan gigi. Hasil: sebagian besar siswa memandang kesehatan giginya baik dan tidak pernah sakit gigi. Hampir separuh sampel tidak pernah menggunakan pelayanan kesehatan gigi, dan yang menggunakan terutama untuk pencabutan dan penambalan gigi. Uji chi square menunjukkan perbedaan signifikan antara persepsi mengenai terjadinya sakit gigi dengan frekuensi dan pola utilisasi, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi mengenai kesehatan jaringan gigi dan kesehatan jaringan lunak mulut dengan frekuensi dan pola utilisasi pelayanan kesehatan gigi. Kesimpulan: terdapat hubungan antara persepsi mengenai terjadinya sakit gigi dengan frekuensi dan pola utilisasi. Tidak terdapat hubungan antara persepsi mengenai kesehatan gigi dan jaringan lunak mulut dengan utilisasi pelayanan kesehatan gigi. 
MANIFESTASI KLINIS RONGGA MULUT SEBAGAI PENANDA AWAL PENYAKIT IRON DEFICIENCY ANEMIA (IDA) Sarah Mersil; Siti Aliyah Pradono
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.842

Abstract

Manifestasi klinis rongga mulut dapat sebagai penanda awal kelainan darah, seperti anemia. Anemia defisiensi zat besi / Iron Deficiency Anemia (IDA) adalah kelainan darah yang paling umum dengan manifestasi rongga mulut khas yaitu glossitis, mukosa mulut pucat, dan angular cheilitis. Seorang pasien wanita berusia 46 tahun mengeluh sakit dalam mulut yang berulang terutama di lidahnya selama hampir 5 tahun. Pemeriksaan klinis ditemukan mukosa mulut pucat, fissure pada sudut mulut, dan atrofi papila lidah. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan IDA. Penanganan kasus ini dengan meredakan gejala dalam mulut dan merujuk ke bagian penyakit dalam untuk terapi lebih lanjut. Dokter gigi dapat terlibat dalam menegakkan diagnosis IDA dengan mengetahui tanda dan gejala klinis rongga mulut yang khas.
PERBEDAAN KEKERASAN PERMUKAAN EMAIL GIGI SETELAH PERENDAMAN DALAM BERBAGAI MINUMAN ENERGI Danica Anastasia; Rita Nelly Octaviani; Rinda Yulianti
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.896

Abstract

Latar belakang : email merupakan permukaan terluar jaringan keras gigi yang rentan terhadap serangan asam. Komposisi minuman yang banyak mengandung asam dapat mempercepat kerusakan pada permukaan gigi. Minuman berenergi merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat untuk meningkatkan energi. Minuman tersebut mengandung gula, asam sitrat dan mempunyai pH rendah yang dapat menyebabkan demineralisasi pada email gigi. Demineralisasi yang terjadi terus menerus akan membentuk porositas pada permukaan email dan larutnya mineral kalsium serta berpotensi terjadinya erosi gigi yang akhirnya akan menyebabkan penurunan kekerasan permukaan email. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekerasan permukaan email gigi setelah direndam dalam berbagai minuman berenergi. Metode : tiga puluh dua gigi premolar rahang atas dibagi menjadi empat kelompok. Kekerasan email gigi (pretest) diukur menggunakan alat Vickers Hardness Tester dan Zoom Stereo Mikroskop. Kelompok pertama (kontrol) direndam dalam Aqua® pH 7,36, kelompok kedua direndam dalam minuman energi Redbull® pH 3,32, kelompok ketiga direndam dalam minuman Monster® pH 3,30 dan kelompok keempat direndam dalam minuman Rockstar® pH 2,71 selama 24 jam. Kekerasan email gigi kemudian diukur kembali (posttest). Hasil : data diuji secara statistik menggunakan uji oneway ANOVA dan post hoc LSD. Hasil uji oneway ANOVA pada pretest menunjukkan tidak ada perbedaan kekerasan permukaan email gigi yang signifikan. Hasil uji oneway ANOVA pada posttest menunjukkan terdapat perbedaan kekerasan permukaan email gigi yang signifikan. Hasil uji post hoc LSD menunjukkan terdapat perbedaan kekerasan email gigi yang signifikan pada semua kelompok. Kesimpulan : terdapat perbedaan kekerasan permukaan email gigi setelah perendaman dalam berbagai minuman energi.
POTENSI LARUTAN CHITOSAN 0,2% SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN IRIGASI DALAM PERAWATAN SALURAN AKAR GIGI Sinta Deviyanti
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v14i1.642

Abstract

Irigasi dan instrumentasi merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam perawatan saluran akar gigi. Penggunaan instrumen manual dan instrumen yang digerakkan mesin, akan menghasilkan smear layer yang menutupi dinding saluran akar dan tubuli dentin yang terbuka.Pembersihkan debridement secara menyeluruh serta pembersihan smear layer merupakan landasan untuk mencapai keberhasilan perawatan saluran akar gigi. Irigasi dengan sodium hipoklorit (NaOCl) yang dikombinasi dengan bahan khelasi seperti Ethylenediaminetetraacetic (EDTA) telah direkomendasikan untuk pembersihan komponen organik dan komponen inorganik dari smear layer secara efektif. Namun, EDTA dapat bersifat erosif terhadap dentin, konsekuensinya mempengaruhi sifat kekerasan, permeabilitas dan pelarutan dentin di bagian dalam akar gigi. Penggunaan NaOCl tidak mampu membersihkan smear layer, karena hanya efektif terhadap debris organik. Oleh karena itu,dibutuhkan penelitian untuk mencari larutan irigasi yang lebih kompatibel, efesien membersihkan smear layer dan menyebabkan erosi dentin yang lebih rendah. Saat ini, chitosan telah diteliti di bidang kedokteran gigi.Chitosan adalah polisakarida alamiah, berasal dari deasetilasi chitin yang terdapat pada cangkang kepiting dan udang. Chitosan memiliki kemampuan khelasi, biokompatibel, biodegradasi, bioadhesi dan tidak toksik terhadap tubuh manusia. Hasil-hasil penelitian terbaru telah menyimpulkan bahwa irigasi akhir dengan larutan Chitosan 0,2% setelah irigasi dengan larutan NaOCl, lebih efesien dalam membersihkan smear layer dibanding bahan irigasi lainnya dan menyebabkan erosi lebih sedikit pada dentin akar gigi. Chitosan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif bahan irigasi dalam perawatan saluran akar gigi karena memiliki kemampuan khelasi pada dentin saluran akar gigi.
HIGH CONDYLECTOMY PADA KASUS FRAKTUR KONDILUS (Laporan Kasus) Ika Ratna Maulani
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i1.855

Abstract

Kondilus adalah bagian dari mandibula yang berada pada puncak vertikal ramus mandibula dan membangun sendi dengan tulang temporal melalui fossa glenoid. Perawatan bedah pada fraktur kondilus bertujuan mengembalikan fragmen fraktur ke posisi anatomi secara benar, yang didapatkan dengan membuka fraktur kondilus, mendapatkan hubungan normal dengan mandibula dan memfiksasi pada posisinya. Kondilektomi pada fraktur kondilus merupakan tindakan yang jarang dilakukan dan diindikasikan hanya pada beberapa keadaan. Dilaporkan seorang laki-laki berusia 33 tahun datang ke Unit Gawat Darurat Bedah Mulut Rumah Sakit Hasan Sadikin setelah kecelakaan lalu lintas 1 hari sebelumnya, dengan keluhan rasa sakit dan bengkak pada sendi temporomandibular kanan, serta bukaan mulut terbatas. Pasien didiagnosa dengan fraktur kondilus kanan dan dilakukan kondilektomi kanan dengan narkose umum oleh Bagian Bedah Mulut Rumah Sakit Hasan Sadikin.
PENGARUH EKSTRAK LIDAH BUAYA (ALOE VERA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS PADA BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK HEAT CURED Pocut Aya Sofya; Liana Rahmayani; Zaza Yunda Putri
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i2.1102

Abstract

Candida albicans dapat berpenetrasi pada resin akrilik dan berkembang biak pada gigi tiruan sehingga dapat menginfeksi jaringan lunak yang menyebabkan denture stomatitis. Lidah buaya (Aloe vera L.) memiliki sifat anti jamur yang menurut penelitian efektif untuk menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh lidah buaya (Aloe vera L.) sebagai pembersih gigi tiruan terhadap jumlah Candida albicans pada basis gigi tiruan resin akrilik heat cured. Subjek penelitian diinkubasi dalam suspensi Candida albicans selama 24 jam pada suhu 37°C. Subjek penelitian berupa lempeng akrilik dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok yang direndam dalam ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) konsentrasi 75 %, 100 % dan akuades sebagai kelompok kontrol. Setelah diberi perlakuan, spesimen tersebut dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi NaCl 0,9 % 10 ml dan digetarkan dengan vortex selama 30 detik, kemudian 0,1 ml dari larutan tersebut dibenihkan ke dalam Sabouraud Dextrose Agar. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) konsentrasi 75 % dan 100 % dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka terdapat pengaruh ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) sebagai pembersih gigi tiruan terhadap pengurangan jumlah Candida albicans pada basis gigi tiruan resin akrilik heat cured.
PENATALAKSANAAN PARESTESI PASKA PENCABUTAN MOLAR TIGA RAHANG BAWAH IMPAKSI SECARA NON BEDAH Komang Krisna Dewi; Anisa Damayanti
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.847

Abstract

Gigi molar tiga rahang bawah impaksi sering diindikasikan untuk dilakukan pencabutan, yaitu odontektomi. Tindakan pencabutan molar tiga rahang bawah impaksi sering menyebabkan komplikasi parestesi. Parestesi merupakan suatu sensasi atau keadaan yang menyimpang seperti rasa terbakar, tertusuk, kesemutan atau mati rasa parsial. Parestesi paska pencabutan molar tiga rahang bawah impaksi secara umum disebabkan karena trauma yang mengenai saraf-saraf di sekitar molar tiga rahang bawah, terutama nervus alveolaris inferior dan nervus lingualis. Parestesi dapat bersifat sementara dan dapat menetap. Penatalaksanaan parestesi paska pencabutan molar tiga rahang bawah impaksi dapat dilakukan secara non bedah dan bedah. Seorang dokter gigi sangat penting mengetahui dan memahami penatalaksanaan parestesi paska pencabutan molar tiga rahang bawah impaksi terutama secara non bedah, sehingga komplikasi lebih lanjut dapat dihindari.

Page 11 of 19 | Total Record : 186