cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER TERHADAP GIGI TIRUAN JEMBATAN pocut aya sofya; Poppy Andriany; Liana Rahmayani; Cut Fera Novita; Ifwandi Ifwandi; Rachma Darwis
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1766

Abstract

Latar belakang: kehilangan gigi terutama pada saat usia dewasa muda dapat mempengaruhi kepuasan psikologis dari pasien karena terganggunya fungsional, estetika, dan sosial. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya dampak negatif dari kehilangan gigi ialah dengan menggunakan gigi tiruan, biasanya pasien usia muda akan memilih menggunakan gigi tiruan jembatan (GTJ), karena keuntungannya dapat mengembalikan fungsi dan pasien mudah beradaptasi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa/i Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala terhadap gigi tiruan jembatan. Metode : teknik yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 227 mahasiswa yang terdiri dari 57 Laki-laki dan 170 Perempuan. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai tolak ukur untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap gigi tiruan jembatan. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa/i Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 163 mahasiswa/i (71,81%), mahasiswa/i dengan pengetahuan sedang yaitu sebanyak 60 mahasiswa/i (26,43%), dan mahasiswa/i dengan tingkat pengetahuan pada katagori buruk yaitu sebanyak 4 mahasiswa/i (1,76%). Kesimpulan: pada penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa/i Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala memiliki tingkat pengetahuan baik tentang gigi tiruan jembatan.
PERILAKU PEMELIHARAAN KEBERSIHAN MULUT PENGGUNA ORTODONTI CEKAT (Penelitian pada Murid Kelas 12 SMA Santa Laurensia Tangerang) Evie Lamtiur Pakpahan; Poppy Amelia
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1107

Abstract

Latar belakang: perawatan ortodonti dengan menggunakan peranti cekat ortodonti mempermudah terjadinya akumulasi plak pada gigi pasien sehingga meningkatkan risiko karies gigi, gingivitis, dan penyakit periodontal. Pasien pengguna peranti ortodonti cekat harus memiliki perilaku pemeliharaan kebersihan mulut yang ideal untuk mengurangi risiko tersebut. Tujuan : mengetahui perilaku pemeliharan kebersihan mulut pengguna ortodonti cekat pada pasien kelas 12 SMA Santa Laurensia didarerah Tanggerang. Metode : jenis penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 21 murid SMA Santa Laurensia pengguna ortodonti cekat didapatkan dengan teknik total sampling. Cara kerja penelitian dengan membagikan kuesioner seputar perilaku pemeliharaan kebersihan mulut. Hasil : pengguna ortodonti kelas 12 SMA Santa Laurensia Tangerang didominasi perempuan, 90,5% menyikat gigi dua kali sehari. Sebesar 57% murid menggunakan sikat gigi konvensional, 38,1% sikat gigi khusus ortodontik, dan 4,8% sikat gigi elektrik. Mayoritas murid menggunakan pasta gigi ber-fluoride. Persentase penggunaan alat penunjang secara rutin dan berkala berturut-turut sebesar 9,5% dan 66,7% untuk sikat interdental, 23,8% dan 57,1% untuk obat kumur. Tidak ada murid yang menggunakan benang gigi setiap hari, sebesar 57,4% siswa kadang–kadang menggunakan benang gigi. Kesimpulan: murid kelas 12 SMA Santa Laurensia Tangerang pengguna ortodonti cekat menunjukkan perilaku pemeliharaan kebersihan mulut yang cukup baik, namun kepatuhan penggunaan alat penunjang sangat rendah.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN POSISI DALAM KELUARGA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PENCEGAHAN COVID-19 Eko Fibryanto; Harryanto Wijaya; Janti Sudiono; Elline Elline
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1661

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan salah satu negara yang terdampak pandemi COVID-19 yang disebabkan virus SARS-CoV 2. Jakarta adalah kota dengan jumlah penderita tertinggi di Indonesia. Peta sebarannya meliputi wilayah Jakarta Barat. Penyebaran penyakit ini berhubungan dengan karakteristik individu dan tingkat pengetahuan warga tentang pencegahan COVID-19. Tujuan: penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan warga masyarakat RT007/RW007, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat dan hubungan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan dan posisi dalam keluarga dengan tingkat pengetahuan tentang pencegahan COVID-19. Metode: jenis dan rancangan penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan potong silang pada sampel yang berjumlah 78 orang. Sampel ditentukan dengan purposive sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan mengisi kuesioner oleh responden. Total dari 78 responden, jumlah yang terbanyak adalah kategori berusia dewasa (20-59 tahun) sebesar 73%. Jumlah responden laki-laki dan perempuan masing-masing sebanyak 40 dan 38 orang. Sebesar 44.9% responden memiliki tingkat pendidikan terakhir adalah SMA dan 60.3% responden tidak bekerja. Sebanyak 60.3% dari total seluruh responden memiliki posisi sebagai kepala keluarga. Hasil: tingkat pengetahuan warga yang termasuk kategori baik adalah sebesar 56.4%. Analisis uji Chi-square dengan Continuity Correction dan uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan proporsi antara tingkat pengetahuan tentang COVID-19 berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan dan posisi dalam keluarga (p0.05). Kesimpulan: tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan tentang pencegahan COVID-19 pada semua kelompok usia, jenis kelamin yang berbeda, jenjang pendidikan, bekerja atau tidak bekerja, sebagai anggota atau kepala keluarga.
GUIDED EXCISION USING CLAMP IN LIP REPOSITION: A NEW INNOVATIVE APPROACH (LAPORAN KASUS) RM Norman Tri Kusumo Indro; Riko Simanjuntak; Leonard C Nelwan
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1311

Abstract

Latar belakang : lip reposition merupakan perawatan untuk memperbaiki berlebihnya tampilan gingiva saat tersenyum. Gummy smile merupakan diagnosis dari berlebihnya tampilan gingiva pada saat tersenyum, Akan tetapi sering dijumpai kesulitan saat melakukan lip reposition. Tujuan tindakan eksisi pada lip reposisition biasanya  membuat garis panduan pada saat eksisi, Akan tetapi, eksisi pada daerah mukosa alveolar menjadi salah satu hal yang menantang karena alveolar mukosa tergolong licin, Oleh karena itu menjepit dengan klem panjang saat hendak melakukan eksisi dapat menjadi alternatif untuk memandu ketepatan eksisi pada lip reposition dan mempercepat waktu pengerjaan. Laporan Kasus: pasien datang ke praktek pribadi dengan alasan keluhan estetik. Dilakukan pengukuran panjang gigi dan tinggi gingival menggunakan sistem Chu. Hasilnya, gingiva pada gigi 13,12,11,21,22,23 menutupi sekitar 2-3 mm  dari CEJ (cemento enamel junction), pada saat terseyum lebar pasien memiliki 5mm kelebihan penampilan gingiva. Pasien didiagnosis gummy smile dan memerlukan Iip reposition .Setelah daerah operasi teranestesi, operator membuat garis vertikal serta melepas pelakatan mukosa alveolar, setelah itu menggunakan klem panjang untuk menjepit dan melakukan eksisi. Kesimpulan: keuntungan dari prosedur ini yaitu mempersingkat durasi operasi, mengurangi resiko eksisi berlebihan dan memaksimalkan penyembuhan primer jaringan lunak. Eksisi yang dibantu oleh klem dapat meningkatkan presisi pada lip reposition.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH NANAS (Ananas comosus) TERHADAP BAKTERI Aggregatibacter actinomycetemcomitans SECARA IN VITRO Umi Ghoni Tjiptoningsih; Nabila Khalisha Trisanto
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1377

Abstract

Latar belakang: empat belas koma tiga persentase dari masyarakat Indonesia mengalami penyakit periodonsium. Bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans adalah bakteri yang dapat ditemukan pada 90% dari penderita periodontitis agresif. Bakteri ini termasuk dalam  golongan bakteri gram-negatif yang merupakan penyebab utama periodontitis agresif. Nanas (Ananas comosus) adalah tanaman buah yang mengandung enzim bromelin. Enzim ini berpotensi memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya antibakteri dari ekstrak buah nanas (Ananas comosus) dengan konsentrasi 25%, 50% dan 100% terhadap pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Metode: penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris secara in vitro. Uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram kertas. Penelitian ini dilakukan dengan ekstrak buah nanas dan kontrol positif (chlorhexidine 0,2%). Cawan petri agar diinkubasi pada lingkungan anaerob dengan suhu 35oC selama 18 jam. Perhitungan daya hambat dilakukan dengan mengukur zona bening di sekitar kertas cakram menggunakan jangka sorong. Hasil: hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dari pemberian ekstrak buah nanas 25%, 50% dan 100% dan chlorhexidine terhadap bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Nilai p pada pengaruh pemberian ekstrak buah nanas dan chlorhexidine adalah 0,000 (p 0,05). Tidak terdapat zona bening di sekitar cakram kertas. Kesimpulan: tidak terdapat daya antibakteri dari ekstrak nanas (Ananas comosus) terhadap Aggregatibacter actinomycetemcomitans (Aa).
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG MEROKOK SEBAGAI FAKTOR RISIKO KANKER RONGGA MULUT DI KELURAHAN BINTAUNA KECAMATAN BINTAUNA KABUPATEN BOLMONG UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Billy Kolintama; Shelly Lelyana; Silvi Kintawati
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i1.1619

Abstract

Latar belakang: kanker rongga mulut merupakan keganasan pada rongga mulut dan penyebab kematian paling umum pada laki-laki maupun perempuan dewasa. Merokok merupakan salah satu faktor risiko kanker rongga mulut terbesar. Risiko terkena kanker rongga mulut tiga kali lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan yang bukan perokok. Pengetahuan berpengaruh terhadap sikap seseorang tentang merokok. Pengetahuan yang kurang akan bahaya rokok cenderung menyebabkan seseorang merokok dan memberikan dampak untuk tetap merokok, karena merokok dianggap tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan. Tujuan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang merokok sebagai faktor risiko kanker rongga mulut. Metode : cross sectional deskriptif observasional dan pengumpulan data melalui cara survey dengan memberikan kuesioner kepada subjek. Penelitian dilakukan pada penduduk Kelurahan Bintauna Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolmong Utara Provinsi Sulawesi Utara. Total responden adalah 187 orang yang terdiri dari 101 responden laki-laki dan 86 responden perempuan dengan rentang usia 20-60 tahun. Perolehan data menggunakan kuesioner yang dilakukan dengan wawancara. Hasil : 62% responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai merokok sebagai faktor risiko kanker rongga mulut. Kesimpulan: tingkat pengetahuan masyarakat tentang merokok sebagai faktor risiko kanker rongga mulut di Kelurahan Bintauna, secara keseluruhan sudah baik, sedangkan jika dilihat dari perokok dan bukan perokoknya terlihat bahwa responden yang bukan perokok cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan responden perokok.
PERBANDINGAN AKURASI PENGUKURAN PANJANG KERJA MENGGUNAKAN METODE RADIOGRAFI DAN ELEKTRONIK PADA PERAWATAN ENDODONTIK Badi Soerachman; Atia Nurul Sidiqa; Hartanto Endrowahyudi
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i2.2034

Abstract

Latar belakang: perawatan saluran akar bertujuan untuk menghasilkan kondisi lingkungan saluran akar yang sehat melalui proses penyembuhan akibat perawatan kontinu jaringan periradikuler yang mengalami infeksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan perawatan saluran akar adalah akurasi pengukuran panjang kerja. Metode yang umum digunakan dalam menentukan panjang kerja adalah radiografi dan elektronik. Metode radiografi dipengaruhi kualitas foto radiografi, sedangkan metode elektronik penggunaannya mudah namun tidak dapat memberikan informasi mengenai bentuk akar, jumlah akar, dan arah lengkung akar yang akurat. Tujuan : penelitian ini membandingkan tingkat akurasi pengukuran panjang kerja yang diukur dengan metode radiografi dan elektronik. Metode : sebanyak 30 gigi permanen rahang bawah yang telah diekstraksi dengan saluran akar tunggal, lurus, dan apikal telah tertutup dengan  sempurna dipotong horizontal pada garis servikal (cementoenamel junction) dengan menggunakan carborundum kemudian dipreparasi menggunakan File K #10 dan #15 secara berurutan. Sampel gigi kemudian dilakukan pengukuran panjang saluran akar dengan metode radiografi parallel, electronic apex locator (SybronEndo) dan pengukuran aktual yang kemudian diamati dengan menggunakan kamera lensa makro 100 mm. Data kemudian dilakukan analisis statistik dengan uji t Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa keakuratan pengukuran panjang kerja dengan metode elektronik terdapat pada sebanyak 17 sampel dari 30 sampel (56.7%) sedangkan pengukuran dengan metode radiografi hanya 1 sampel dari 30 sampel (3.3%). Kesimpulan : pengukuran panjang kerja dengan menggunakan metode radiografi dan elektronik memiliki akurasi yang sama. Kedua metode pengukuran menunjukkan nilai yang lebih mendekati panjang kerja aktual. Penelitian lebih lanjut secara in vivo perlu dilakukan karena hal ini menjadi keterbatasan yang dapat mempengaruhi ketepatan pengukuran dengan alat elektronik.
PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA PROFESI KEDOKTERAN GIGI DKI JAKARTA TERHADAP PENERAPAN FOTOGRAFI DENTAL DI KLINIK Jonathan Steven; Sri Lestari; Caesary Cloudya Panjaitan
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i2.1911

Abstract

Latar belakang: Salah satu bentuk penerapan “digital dentistry” adalah fotografi dental, yaitu sebuah pencitraan biomedik yang dapat merepresentasikan gambaran rongga mulut seperti keadaan aslinya. Fotografi dental merupakan hal yang sangat esensial karena dapat diterapkan dalam aspek berikut, seperti rekam medis, medicolegal, odontologi forensik, pemeriksaan, penegakan diagnosis dan rencana perawatan, edukasi (bagi mahasiswa dan pasien), publikasi ilmiah (penelitian dan studi kasus), dan komunikasi (dokter gigi, perawat, tekniker, dan pasien). Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap mahasiswa program profesi fakultas kedokteran gigi (FKG) tentang fotografi dental. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan melibatkan 197 mahasiswa program profesi FKG yang tersebar di DKI Jakarta, meliputi Universitas Trisakti, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Universitas Yarsi, dan Universitas Indonesia. Kuesioner (google form) berjumlah 29 pertanyaan, yang terdiri atas 14 pertanyaan pengetahuan dan 15 pernyataan sikap. Aspek pengetahuan dan sikap dikategorikan sebagai berikut: baik, cukup, dan kurang. Hasil: Sebanyak 66% mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik terhadap fotografi dental, diikuti oleh 27% mahasiswa dengan pengetahuan cukup, dan 7% mahasiswa dengan pengetahuan kurang. Kemudian, mayoritas mahasiswa memiliki sikap baik (96%) terhadap fotografi dental. Kesimpulan Sebagian besar mahasiswa program profesi fakultas kedokteran gigi di DKI Jakarta memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang baik tentang fotografi dental. Untuk memaksimalkan penerapan fotografi dental dalam kegiatan klinik, fotografi dental perlu diintegrasikan dalam kurikulum kedokteran gigi.
KEBUTUHAN PERAWATAN PERIODONTAL PADA PASIEN RSGM FKG UPDM (B) PADA PERIODE NOVEMBER-DESEMBER 2019: SURVEI CPITN Desy Fidyawati; Veronica Septnina
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i2.1959

Abstract

Latar belakang: Inflamasi periodontal mengenai jaringan pendukung gigi meliputi ligamen periodontal dan kerusakan tulang alveolar. Tanda klinis yang umumnya dijumpai diantaranya  warna kemerahan pada gingiva, disertai perdarahan, resesi gingiva dan kegoyangan gigi. Evaluasi kondisi jaringan periodontal  untuk mengamati gambaran klinis dan kondisi jaringan periodontal dapat diukur pada individu dan komunitas dengan menggunakan indeks Community Periodontal Index of Treamnet Needs (CPITN) Tujuan: Penelitian ini bertujuan menunjukkan bahwa prevalensi dan keparahan penyakit periodontal dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin, gingivitis memiliki prevalensi yang lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita, hal ini dapat disebabkan adanya perbedaan kebiasaan yang mempengaruhi terjadinya gingivitis. Metode penelitian: Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Gigi Mulut Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dengan menggunakan penilaian survei CPITN, untuk menilai kebutuhan perawatan antara laki-laki dan perempuan pada pasien (usia 20-30 tahun) yang berobat di RSGM UPDM (B) pada kurun waktu November-Desember 2019. Hasil penelitian: Berdasarkan penilaian CPITN, score 1 untuk laki-laki 35% (14 subyek), perempuan 25% (10 subyek); score 2, laki-laki 12,5% (5 subyek), perempuan 22,5% (9 subyek); score 3, laki-laki dan perempuan 2,5% (1 subyek). Kesimpulan: Kebutuhan perawatan periodontal terbanyak adalah pada skor 1 untuk laki-laki sebanyak 14 subyek (35%) dan perempuan 10 subyek (25%), yang artinya dibutuhkan peningkatan OH, melalui oral prophylaksis. Untuk Skor 2, jumlah wanita lebih banyak, yang artinya dibutuhkan peningkatan OH dan tindakan pembersihan karang gigi.
PENATALAKSANAAN TRAUMA PADA GIGI ANTERIOR DESIDUI (LAPORAN KASUS) Nendika Dyah Ayu Murika Sari; Putri Kusuma Wardani Mahendra
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v18i2.2052

Abstract

Latar Belakang : Trauma gigi sering terjadi pada anak - anak, sekitar 30-40% anak-anak setidaknya mengalami satu kali trauma injuri pada gigi desidui. Trauma gigi yang paling banyak dialami pada masa anak-anak adalah intrusi gigi. Perawatan pada gigi desidui yang mengalami traumatic injury harus dilakukan bukan hanya karena alasan estetik atau fungsional, melainkan traumatik injuri gigi desidui dapat berdampak pada perkembangan dari benih gigi permanen. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui penatalaksaan traumatik injuri gigi anterior desidui dengan intrusi apeks ke arah palatal disertai luksasi. Laporan kasus : seorang anak perempuan berusia 3 tahun datang bersama orang tuanya dengan keluhan anak jatuh tertimpa kursi. Gigi depan goyang dan berdarah.  Hasil pemeriksaan klinis didapatkan intrusi apeks ke arah palatal pada gigi 51 disertai luksasi derajat 2. Penalataksaan pada kasus ini adalah dengan melakukan ekstraksi gigi 51 dengan anestesi infiltrasi. Dua minggu setelah pencabutan, luka sudah menutup tetapi belum sempurna dan tidak ada komplikasi. Kesimpulan : Penalataksanaan kasus trauma gigi desidui harus mempertimbangkan pengaruhnya terhadap kondisi gigi permanen. Pencabutan menjadi pilihan perawatan yang tepat untuk kondisi gigi desidui anterior yang mengalami trauma dengan kondisi intrusi apeks mengarah ke palatal dan disertai dengan luksasi derajat 2, karena dapat membahayakan kondisi gigi permanen.