JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Articles
186 Documents
RESTORASI GIGI ANTERIOR MENGGUNAKAN TEKNIK DIRECT KOMPOSIT (Kajian Pustaka)
Dewiyani, Sari
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.843
Restorasi gigi anterior yang terlihat natural merupakan faktor estetik yang penting. Restorasi resin komposit adalah restorasi estetik di bidang konservasi gigi. Restorasi resin komposit direct paling umum dilakukan pada pasien karena langsung dikerjakan didalam mulut, menggunakan bahan yang sewarna dengan gigi aslinya dan cara manipulasi yang mudah. Restorasi direct pada gigi anterior dilakukan pada kasus diastema anterior, fraktur gigi anterior, karies kelas III, IV GV Black dan perubahan warna pada gigi. Teknik restorasi ini merupakan perawatan konservatif di kedokteran gigi.
FRICTIONAL KERATOSIS ”MIMICKING” LEUKOPLAKIA
Mersil, Sarah
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v15i1.786
Latar Belakang: Frictional keratosis didefinisikan sebagai plak putih dengan permukaan kasar dan berjumbai yang di identifikasi dari sumber iritasi mekanis yang biasanya akan sembuh jika sumber iritasi di hilangkan. Diagnosis banding dari frictional keratosis adalah leukoplakia karena gambaran klinisnya berupa plak putih yang menyerupai leukoplakia displastik. Laporan kasus : Seorang laki-laki 22 tahun datang ke klinik integrasi RSGM FKG UPDM (B) dengan keluhan terdapat putih-putih di kedua pipi bagian dalam. Dari pemeriksaan intraoral terlihat adanya plak papula putih tidak beraturan disertai eritema, berbatas tidak jelas dan tidak sakit pada mukosa bukal kiri dan kanan. Mengaku sering menggigit pipi bagian dalam dan juga memiliki kebiasaan merokok sehingga dapat dicurigai mengarah frictional keratosis dengan diagnosis banding leukoplakia. Setelah dilakukan observasi lesi ini hilang sepenuhnya sehingga dapat didiagnosis frictional keratosis dan menyingkirkan kecurigaan terhadap leukoplakia. Kesimpulan: Gambaran klinis serta faktor-faktor predisposisi pada frictional keratosis hampir sama dengan leukoplakia, untuk itu dokter gigi harus lebih hati-hati dan mendetail dalam menghadapi kasus seperti ini.
SIALODEKTOMI DAN PENGANGKATAN KELENJAR SALIVA SUBMANDIBULA KIRI PADA SIALOLITIASIS (Laporan Kasus)
Maulani, Ika Ratna
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.848
Sialolitiasis merupakan peradangan akibat adanya sialolit. Sialolit (batu kelenjar saliva) terjadi oleh karena akumulasi deposit kalsium atau kalkulus yang terbentuk pada duktus kelenjar saliva atau di dalam kelenjar saliva sehingga menghambat aliran kelenjar saliva. Penatalaksanaan sialolitiasis tergantung pada durasi gejala, jumlah timbulnya gejala yang berulang, ukuran batu dan lokasi batu dan kelenjar yang terlibat. Dilaporkan seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poli Bedah Mulut dan Maksilofasial Rumah Sakit Hasan Sadikin dengan keluhan rasa sakit dan bengkak yang hilang timbul di bagian dalam mulut sebelah kiri bawah sejak 4 tahun sebelumnya. Pasien didiagnosis dengan sialolitiasis disertai ruptur muara kelenjar ludah submandibula kiri regio posterior (distal gigi molar kedua), kemudian dilakukan sialodektomi submandibula kiri dan pengangkatan kelenjar submandibula kiri dengan anestesi umum oleh Bagian Bedah Mulut Rumah Sakit Hasan Sadikin.
PENGARUH ORAL HYGIENE TERHADAP MALNUTRISI PADA LANSIA
Pindobilowo, Pindobilowo
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v14i1.641
Lansia merupakan suatu proses alami dimana terjadi perubahan fungsi jaringan tubuh dan organ yang sangat kompleks. Pada lansia terjadi penurunan kemampuan berbagai jaringan tubuh secara perlahan-lahan. Penurunan kondisi ini terjadi pada berbagai organ tubuh, antara lain melemahnya daya ingat, perubahan sensorik, dan perubahan pada kondisi oral hygiene. Oral hygiene dapat mempengaruhi status gizi dan kesehatan umum lansia. Pada tahun 2000 jumlah penduduk lansia di dunia mencapai 426 juta jiwa atau sekitar 6,8% dari total populasi dan perkiraan akan mengalami peningkatan dua kali lipat pada tahun 2025. Di kawasan Asia Tenggara jumlah populasi lansia sekitar 142 juta jiwa atau sekitar 8%, sedangkan di Indonesia data terakhir tahun 2014 menunjukkan jumlah penduduk lansia mencapai 20,24 juta jiwa atau sekitar 8% dan Indonesia diperkirakan terjadi peningkatan jumlah populasi lansia di wilayah Asia pada tahun 2050. Jumlah kasus lansia yang malnutrisi di Indonesia adalah sebesar 3,4%. Melihat fenomena ini, maka kesehatan lansia perlu ditingkatkan khususnya oral hygiene sehingga terjadi keseimbangan nutrisi dan mempengaruhi kondisi umum lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh oral hygiene terhadap malnutrisi pada lansia.
POTENSI PENGGUNAAN PROTEIN REKOMBINAN FLIC (FLAGELLIN) UNTUK MENINGKATKAN IMUNOGENITAS VAKSIN DNA ANTI KARIES GIGI (Kajian Pustaka)
Deviyanti, Sinta
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v13i1.853
Karies gigi merupakan penyakit infeksi kronis yang menyebabkan pelarutan lokal dan kerusakan jaringan kalsifikasi gigi oleh aktivitas fermentasi dari bakteri terhadap karbohidrat yang dikonsumsi. Streptococcus mutans dianggap sebagai patogen utama pada karies gigi. Berbagai strategi pencegahan karies telah digunakan seperti penyuluhan kesehatan rongga mulut, kontrol plak secara mekanik dan kimia, aplikasi pit dan fissure sealant, penggunaan fluoride. Meskipun demikian, prevalensi karies gigi masih tetap tinggi diseluruh dunia. Upaya pencegahan karies terkini adalah melalui pengembangan vaksin DNA anti karies gigi. Vaksin merupakan bahan kekebalan tubuh biologis yang dirancang untuk menghasilkan perlindungan spesifik terhadap mikroorganisme patogen. Vaksin menstimulasi produksi antibodi pelindung dan mekanisme imun lainnya. Namun imunogenisitas yang rendah dari vaksin DNA, masih menjadi tantangan. Para peneliti menggunakan protein rekombinan FliC (flagellin) yang berasal dari Salmonela sebagai suatu ajuvan mukosa dan aktivator imun yang kuat untuk meningkatkan respon IgG (Imunoglobulin G) serum dan IgA (Imunoglobulin A) saliva. Peningkatan respon spesifik IgG serum dan IgA saliva oleh vaksin DNA yang dikombinasi dengan protein rekombinan FliC pada tikus melalui vaksinasi karies gigi intra nasal, memiliki keterkaitan dengan penghambatan kolonisasi Streptococcus mutans di permukaan gigi dan pengurangan lesi karies secara bermakna.
GAMBARAN KASUS CALCIFYING EPITHELIAL ODONTOGENIC TUMOR (TUMOR PINDBORG) PADA MANDIBULA MENGGUNAKAN RADIOGRAFI PANORAMIK DAN CBCT
Saifudin, Siska Damayanti
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.886
Latar belakang : Calcifying Epithelial Odontogenic Tumor (CEOT) adalah neoplasma jinak epitel odontogenik dengan karakteristik pertumbuhan yang lambat dan agresif, cenderung menyerang tulang dan jaringan lunak sekitarnya. Laporan kasus : pasien perempuan berusia 57 tahun datang ke bagian radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran untuk dilakukan radiografi panoramik. Beberapa hari kemudian pasien di konsulkan kembali untuk dilakukan Cone Beam Computed Tomography (CBCT). Hasil anamnesis didapatkan adanya rasa sakit di sekitar regio posterior mandibula kiri. Keluhan awal adanya fraktur gigi 36, kondisi dibiarkan selama 1 tahun karena memiliki riwayat diabetes melitus (DM) dengan gula darah diatas 200 mg/dL. Setelah dilakukan pencabutan, pasien diberi antibiotik dan penghilang rasa sakit, tetapi rasa sakit masih terasa. Hasil radiograf panoramik dan CBCT menunjukkan daerah radiolusen dengan border jelas tanpa kortikasi, meliputi seluruh bagian tulang pada body mandibula kiri regio 36 ke posterior dengan perluasan sampai ke 1/3 inferior ramus assenden dan canalis mandibula. Adanya erosi pada kortikal bukal dan lingual, disertai adanya kalsifikasi pada area radiolusen. Suspek radiologis pada kasus ini adalah calcifying epithelial odontogenic tumor pada regio posterior mandibula kiri. Kesimpulan : gambaran calcifying epithelial odontogenic tumor adalah radiolusen dengan tepi jelas tanpa kortikasi, disertai adanya kalsifikasi pada area radiolusen.
DISTRIBUSI FREKUENSI PULPITIS REVERSIBEL DAN PULPITIS IREVERSIBEL DI RSGM FKG MOESTOPO PADA TAHUN 2014-2016 (BERDASARKAN JENIS KELAMIN, USIA DAN LOKASI GIGI)
Dewiyani, Sari
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.892
Latar belakang: pulpa adalah jaringan lunak yang berada di tengah gigi yang di kelilingi oleh email dan dentin yang merupakan jaringan yang membentuk dan menyokong gigi. Pulpitis adalah jaringan pulpa yang terinflamasi dapat disebabkan oleh karies, trauma atau restorasi. Klasifikasi penyakit pulpa diantaranya adalah pulpitis reversibel dan pulpitis ireversibel. Pulpitis reversibel apabila dibiarkan tidak terawat dapat berlanjut menjadi pulpitis ireversibel. Tujuan: mengetahui distribusi frekuensi pulpitis reversibel dan pulpitis irevesibel berdasarkan jenis kelamin, usia, dan lokasi gigi pasien. Metode: deskriptif retrospektif dengan melakukan pengambilan data sekunder pada kartu rekam medik pasien konservasi di RSGM FKG Moestopo (B) pada tahun 2014-2016 dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel penelitian yang diambil adalah 380 kartu rekam medik. Hasil: pulpitis reversibel dan ireversibel di RSGM FKG Moestopo (B) pada tahun 2014-2016 sebesar 1822 kasus. Penyakit pulpa yang banyak terjadi adalah pulpitis reversibel pada wanita usia 18-28 tahun dan lokasi gigi terkena pulpitis adalah gigi molar.
EKSTRAK DAUN SUKUN SEBAGAI INHIBITOR ALAMI PENGHAMBAT KOROSI PADA KAWAT STAINLESS STEEL
Rifky, Mirna
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.960
Latar belakang : pemakaian kawat stainless steel pada bidang kedokteran gigi cukup banyak digunakan, terutama untuk perawatan di bidang ortodonsi dan prostodonsi yang menggunakan kawat stainless steel. Rongga mulut merupakan lingkungan yang sangat ideal untuk terjadinya korosi, yang dapat disebabkan oleh saliva. Pencegahan korosi pada kawat stainless steel dapat dilakukan dengan memakai inhibitor korosi yang bersifat organik maupun non organik.Salah satu inhibitor organik yang dapat digunakan untuk mencegah korosi adalah daun sukun. Tujuan : tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sukun dalam menghambat laju korosi kawat stainless steel. Metode : metode yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan alat uji Atomic Absorption Spectrophometric. Hasil : hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pelepasan ion kromium pada perendaman dalam saliva dan ekstrak daun sukun pada hari ke 1, 3, 7 dan 14. Perhitungan statistik dengan Independent T-test 0,000 dengan p<0,05 menunjukkan hasil perbedaan yang bermakna. Kesimpulan : kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sukun dapat menghambat laju korosi kawat stainless steel.
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KEHILANGAN GIGI PADA LANJUT USIA PASIEN DOKTER GIGI DAN TUKANG GIGI
Asim, Fauziah M.
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.917
Latar belakang : lansia sangat erat hubungannya dengan penurunan semua fungsi organ tubuh termasuk fungsi dalam rongga mulut, salah satunya adalah kehilangan gigi yang banyak dialami oleh lansia seiring dengan bertambahnya usia. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menganlisis perbandingan tingkat kehilangan gigi pada pasien lansia dokter gigi dan tukang gigi. Metode : penelitian adalah penelitian descriptive analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dengan teknik total sampling. Kriteria inklusi adalah lansia yang datang ke klinik gigi dan tukang gigi yang berada pada lokasi penelitian dan bersedia menjadi subyek penelitian. Sampel penelitian ini adalah 69 responden, selanjutnya dilakukan Analisa data menggunakan T-test. Hasil : didapatkan nilai p = 0,000 (p? 0,05), terdapat perbedaan yang signifikan kehilangan gigi pada pasien dokter gigi dibandingkan dengan tukang gigi. Kesimpulan : tingkat kehilangan gigi pada lansia pasien dokter gigi lebih sedikit dibandingkan pada lansia yang ke tukang gigi
PERBEDAAN KEKERASAN PERMUKAAN EMAIL GIGI SETELAH PERENDAMAN DALAM BERBAGAI MINUMAN ENERGI
Anastasia, Danica
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.896
Latar belakang : email merupakan permukaan terluar jaringan keras gigi yang rentan terhadap serangan asam. Komposisi minuman yang banyak mengandung asam dapat mempercepat kerusakan pada permukaan gigi. Minuman berenergi merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat untuk meningkatkan energi. Minuman tersebut mengandung gula, asam sitrat dan mempunyai pH rendah yang dapat menyebabkan demineralisasi pada email gigi. Demineralisasi yang terjadi terus menerus akan membentuk porositas pada permukaan email dan larutnya mineral kalsium serta berpotensi terjadinya erosi gigi yang akhirnya akan menyebabkan penurunan kekerasan permukaan email. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekerasan permukaan email gigi setelah direndam dalam berbagai minuman berenergi. Metode : tiga puluh dua gigi premolar rahang atas dibagi menjadi empat kelompok. Kekerasan email gigi (pretest) diukur menggunakan alat Vickers Hardness Tester dan Zoom Stereo Mikroskop. Kelompok pertama (kontrol) direndam dalam Aqua® pH 7,36, kelompok kedua direndam dalam minuman energi Redbull® pH 3,32, kelompok ketiga direndam dalam minuman Monster® pH 3,30 dan kelompok keempat direndam dalam minuman Rockstar® pH 2,71 selama 24 jam. Kekerasan email gigi kemudian diukur kembali (posttest). Hasil : data diuji secara statistik menggunakan uji oneway ANOVA dan post hoc LSD. Hasil uji oneway ANOVA pada pretest menunjukkan tidak ada perbedaan kekerasan permukaan email gigi yang signifikan. Hasil uji oneway ANOVA pada posttest menunjukkan terdapat perbedaan kekerasan permukaan email gigi yang signifikan. Hasil uji post hoc LSD menunjukkan terdapat perbedaan kekerasan email gigi yang signifikan pada semua kelompok. Kesimpulan : terdapat perbedaan kekerasan permukaan email gigi setelah perendaman dalam berbagai minuman energi.