cover
Contact Name
Raemon
Contact Email
raemon@uho.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
etnoreflika.antropologi@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 22529144     EISSN : 2355360X     DOI : -
The ETNORELIKA journal is dedicated as a scientific periodical publication which is expected to be an arena for exchanging ideas and thoughts in the field of Anthropology in particular and the social sciences in general. Etnoreflika comes with a mission to build tradition and academic climate for the advancement of civilization and human dignity. In addition, the ETNOREFLIKA Journal deliberately took the generic word "ethnos" which aims to expand the mission of promoting and developing a spirit of multiculturalism in the life of a pluralistic Indonesian society.
Arjuna Subject : -
Articles 411 Documents
Peran Budaya Kalosara dalam Perencanaan Pembangunan Daerah di Kabupaten Konawe La Aso; Syahrun Syahrun; Abdul Alim; Ansor Putra; La Diysi
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v9i1.721

Abstract

Artikel ini membahas peran budaya kalosara dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilakukan karena walaupun budaya kalosara masih dihormati, pemahaman tentang nilai dan praktiknya dalam kehidupan masyarakat masih sangat kurang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoretis maupun praktis. Penyediaan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif, dengan menggunakantiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Konawe sangat tepat untuk menerapkan pembangunan berbasis budaya kalosara karena budaya ini mengedepankan mekanisme musyawarah dalam penyelenggaraan kehidupan sosial dan politik. Selain itu, budaya kalosara memiliki banyak kearifan lokal yang sudah menyatu dengan sistem kepercayaan, norma, dan budaya masyarakat Konawe. Oleh karena itu, perencanaan pembangunan Kabupaten Konawedapat mengkaji berbagai aspek budaya kalosara, khususnya yang terkait dengan kepemimpinan, pembangunan daerah, dan hubungan masyarakat dan pemimpinnya. Hal ini sangat penting karena pembangunan akan tidak bernilai apabila pemerintah tidak mengenal masyarakat atau potensi yang tepat untuk pembangunan di daerah tersebut. Pembangunan daerah Kabupaten Konawe berbasis budaya kalosara tentunya memiliki banyak manfaat, diantaranya ciri kedaerahan akan bertahan dan berkembang, akan memperkuat kebijakan-kebijakan dari pemerintah, membangun dan menciptakan keselarasan hidup, dan sektor pendapatan daerah dan roda perekonomian akan berputar lancar dan baik.
Nilai-Nilai Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Tradisi Karia di Masyarakat Muna Lestariwati Lestariwati; Nurmin Suryati; Akifah Akifah
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v9i1.722

Abstract

Karia merupakan salah satu tradisi daur hidup masyarakat Muna yang bernuansa ritual. Tradisi ini menjadi menjadi puncak kangkilo bagi anak perempuan yang telah memasuki usia remaja dan siap berumah tangga. Menikah itu bukanlah perkara yang mudah tetapi harus memiliki kesiapan yaitu kesiapan fisik, mental/psikologis, sosial/ekonomi. Banyak kasus terjadi di masa sekarang yang mempengaruhi kesehatan reproduksi salahs atunya adalah hubungan seks pranikah yang berujung pada MBA (married by accident). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan kesehatan reproduksi yang terdapat pada tradisi karia. Metodologi penelitian bersifat deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat 2 (dua) nilai dalam tradisi karia yang berhubungan dengan pendidikan kesehatan reproduksi yaitu nilai filosofis dan nilai pendidikan. Tetapi pada masa sekarang dalam tradisi karia pendidikan kesehatan reproduksi tersebut sudah mengalami pergeseran.
Proses Ritus Kematian pada Masyarakat Etnik Muna di Kota Kendari Iko Sutriani; La Ode Sidu Marafad; La Aso
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v9i1.723

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses ritus kematian pada masyarakat etnik Muna. Penelitian ini bersifat kualitatif, dimana Peneliti menggambarkan secara detail proses ritus kematian pada masyarakat etnik Muna. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara mendalam dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses ritus kematian pada masyarakat etnik Muna terdiri atas tujuh ritus yaitu (1) ritus kaalingkita (memandikan maya secara biasa), (2) ritus kaselino wite (penggalian tanah kuburan), (3) ritus kakadiu wadhibu (memandikan mayat secara wajib), (4) ritus kabasano haroa turuntana (pembacaan doa untuk bekal mayat), (5) ritus kakoburu (penguburan), (6) ritus kansolo-nsolo (kunjungan ke kuburan), dan (7) ritus poalo (memperingati malam-malam tertentu sesudah penguburan).
Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Pasca Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Pertambangan Nisa Nasyra Rezki; La Aso; Syahrun Syahrun
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v9i1.724

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penyebab terjadinya alih fungsi lahan dan bentuk perubahan sosial budaya masyarakat pasca alih fungsi lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan terlibat dan wawancara mendalam dengan informan yang dipilih. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Reduksi data, (2) Penyajian data, dan (3) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) faktor-faktor penyebab alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pertambangan adalah: (a) kondisi lahan dan faktor pertanian meliputi lokasi lahan, (b) luas lahan, (c) produktivitas lahan dan penghasilan dari lahan yang dimiliki petani atas lahan pertaniannya, tingkat kebutuhan ekonomi, (d) harga jual lahan yang tinggi yang ditawarkan oleh perusahaan, dan (e) kebijakan pemerintah mengeluarkan izin usaha pertambangan kepada perusahaan; (2) Bentuk perubahan sosial budaya pasca alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pertambangan adalah (a) munculnya konflik sosial antara perusahaan dan masyarakat lokal, (b) perubahan perilaku konsumtif dan gaya hidup masyarakat dalam hal mencakup sandang dan papan (c) perubahan mata pencaharian dari petani menjadi karyawan tambang karena keinginan untuk memperbaiki taraf hidup keluarga, (d) Peningkatan Penghasilan/Pendapatan dari bekerja sebagai karyawan tambang maupun hasil dari meroyaltikan lahan pertanian; dan (e) perubahan kondisi perumahan masyarakat dikarenakan hasil penjualan lahan digunakan untuk membangun/memperbaiki rumah.
Rebu: Tradisi Pantangan bagi Suku Karo Sardis br Ginting; La Niampe; La Ode Topo Jers
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v9i1.725

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor penyebab pergeseran tradisi rebu pada Suku Karo di Kota Kendari. Lokasi penelitian adalah Kota Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan etnografi. Teori yang digunakan sebagai alat analisis dan dasar pembahasan masalah dalam penelitian ini adalah teori dekonstruksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisa data adalah dengan menggunakan analisa deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab pergeseran tradisi rebu terdapat dua faktor pertama, faktor dari dalam masyarakat yaitu kurangnya pemahaman terhadap tradisi rebu, kurangnya sosialisasi dalam masyarakat, dan hilangnya nilai-nilai budaya. Kedua, faktor dari luar masyarakat yaitu arus modernisasi dan globalisasi, lingkungan, perkawinan campur, ekonomi dan faktor politik.
Pembangunan Infrastruktur Pedesaan Berbasis Kearifan Lokal Herlan Herlan; La Taena; La Aso
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v9i1.726

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pelaksanaan pembangunan pedesaan (infrastruktur) berbasis kearifan lokal serta dampaknya di Desa Lalonggasumeeto, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitu data yang berdasarkan atas segala informasi dari keterangan yang diberikan oleh informan kunci dan informan pokok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) pelaksanaan pembangunan desa berbasis kearifan lokal di Desa Lalong-gaasumeeto Kecamatan Lalonggaasumeeto Kabupaten Konawe dilaksanakan berdasarkan Budaya samaturu medulu ronga mepokoo’aso (budaya bersatu, suka tolong menolong dan saling membantu). Masyarakat suku Tolaki dalam menghadapi setiap permasalahan sosial dan pemerintahan baik itu berupa upacara adat, pesta pernikahan, kematian maupun dalam melaksanakan peran dan fungsinya sebagai warga negara, selalu bersatu, bekerjasama, saling tolong menolong dan bantu-membantu, dan (2) dampak pembangunan pedesaan berbasis kearifan lokal di Desa Lalonggasumeeto, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe memiliki peluang untuk dihidupkan dan ditumbuhkembangkan kembali sehingga dapat mengatur kehidupan dan menjadi pranata, norma dan aturan yang diberikan dengan pengelolaan suber daya lingkungan.
KEARIFAN LOKAL KAAGO-AGO DALAM BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN MALIGANO KABUPATEN MUNA Sitti Nur Isnian; Musadar Musadar; Harmayani Harmayani
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3, Oktober 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i3.809

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena petani jagung di Kecamatan Maligano Kabupaten Muna dalam menjalankan budidaya pertaniannya menggunakan kearifan lokal upacara kaago-ago, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kearifan lokal kaago-ago dalam budidaya tanaman jagung di kecamatan Maligano Kabupaten Muna. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2018. Penelitian bersifat kualitatif dengan melibatkan 17 informan yang terdiri dari kepala adat, petani, dan pemuka masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan kearifan lokal kaago-ago pada kegiatan penyiapan lahan dan panen meliputi upacara lengkap, pada penyiapan benih meliputi dokambae tanpa upacara, penanaman meliputi menutup mata gigi dirapatkan dan lafazd doa tanpa upacara, dan pada pemeliharaan tanaman tidak ada perlakuan. Melalui penelitian ini diharapkan wawasan masyarakat dapat terbuka, melihat kearifan lokal sebagai sebuah potensi dengan membuka diri terhadap inovasi baru, sehingga kearifan lokal masyarakat dapat menunjang usaha tani yang mereka jalani.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT “I LAURANG” Wa Ode Halfian
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3, Oktober 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i3.810

Abstract

Cerita rakyat, merupakan warisan budaya nasional dan masih mempunyai nilai-nilai yang patut dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kehidupan masa kini dan masa yang akan datang, antara lain dalam hubungan dengan pembinaan apresiasi sastra. Cerita rakyat juga telah lama berperan sebagai wahana pemahaman gagasan dan pewarisan tata nilai yang tumbuh dalam masyarakat. Karena banyaknya nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat, maka pengkajian dan pelestarian cerita rakyat ini dianggap perlu untuk dilakukan. Pengkajian dilakukan agar nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut dapat dipahami dan diketahui oleh masyarakat khususnya masyarakat pemilik cerita tersebut serta masyarakat pada umumnya. Salah satu nilai yang terkandung dalam cerita rakyat adalah nilai pendidikan karakter. Nilai ini dianggap sangat penting dalam pembentukan karakter anak. Melalui cerita rakyat, kita dapat memperkenalkan berbagai macam nilai-nilai karakter yang nantinya dapat dianut atau dicontoh oleh anak-anak tersebut. Pendidikan karakter dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau kebijakan yang menjadi nilai dasar karakter bangsa. Kebijakan yang menjadi atribut suatu karakter pada dasarnya adalah nilai. Cerita I Laurang merupakan cerita masyarakat Sulawesi Selatan yang bersifat lisan. Dalam cerita ini banyak terkandung nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat dijadikan sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari, seperti nilai religi, jujur, kerja keras, disiplin, cinta tanah air, demokratis, tanggung jawab dan kreatif.
STRATEGI ADAPTASI RUMAH VERNAKULAR MUNA PADA PEMBANGUNAN PASAR LOKAL MODEREN WAKURU DI KECAMATAN TONGKUNO KABUPATEN MUNA Muhammad Zakaria Umar; Wa Ode Irmawati
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3, Oktober 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i3.811

Abstract

Pasar lokal Wakuru terletak di Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna. Pasar ini pernah terbakar pada tahun 2004 dan sampai saat ini belum diperbaiki. Di sisi lain masyarakat di kecamatan ini masih bermukim di rumah vernakular yang cenderung terabaikan oleh para arsitek sebagai salah satu dasar inspirasi karya arsitekturnya. Melalui alat adaptasi dalam arsitektur maka pasar lokal Wakuru dapat dirancang bersumber dari rumah vernakular Muna. Penelitian ini penting dilaksanakan sebagai berikut: (1) agar pasar lokal moderen di Kecamatan Tongkuno tetap hidup dalam kepungan pasar moderen dan; (2) untuk melestarikan arsitektur vernakular Muna. Penelitian ini ditujukan untuk mengadaptasi arsitektur vernakular Muna pada bangunan pasar lokal moderen Wakuru di Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode grounded theory dengan pendekatan kualitatif. Sumber data didapatkan dengan cara kajian pustaka. Data dikumpulkan dengan cara dokumentasi, observasi, dan data dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan. Penelitian ini disimpulkan bahwa Arsitektur Vernakular Muna diadaptasi pada Pasar Lokal Moderen Wakuru di Kecamatan Tongkuno dengan cara merubah fungsi, kapasitas, penampilan, struktur, dan lokasi bangunan.
NOVEL STARDUST KARYA NEIL GAIMAN SEBAGAI MONOMYTH Rahmawati Azi; Muarifuddin Muarifuddin
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3, Oktober 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i3.812

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji proses perjalanan hero yang bernama Tristan dalam novel Stardust karya Neil Gaiman dengan mengaplikasikan metode penelitian bersifat kualitatif dimana data-data diperoleh dari teks, frase, ekspresi-ekspresi dan visualisasi. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Struktur perjalanan hero mengikuti struktur monomyth yaitu merupakan simbolisasi dari suatu struktur psike manusia yaitu ketika manusia diperhadapkan dengan rintangan-rintangan atau cobaan-cobaan dalam perjalanan hidupnya sebagai suatu fase atau proses agar menusia mencapai kematangan baik mental maupun rohani atau spritualnya. Pada fase Keberangkatan yang dialami adalah 1) Panggilan untuk Bertualang, 2) Penolakan Panggilan, 3) Bantuan Supernatural, 4) Penyeberangan Threshold Pertama. Tetapi fase ke -.5 yaitu simbolisasi Perut Paus tidak dilalui atau dialaminya. Selanjutnya pada fase Inisiasi: tokoh Tristan mengalami semua peristiwa-peristiwa yang ada dalam fase inisiasi yaitu 2) Jalan Uji Coba, 3) Pertemuan dengan Dewi, 4) Wanita sebagai ujian, 5) Atonement with the Father (Penebusan dengan Bapa), 6) Manusia Setengah Dewa Apotheosis) 7) The Ultimate Boon. Dan yang terakhir adalah fase Kembali, dimana tokoh Tristan mengalami peristiwa-peristiwa: 1) Penolakan Pengembalian, 3) Penyelamatan dari Luar, 5) Master of the Two Worlds, 6) Kebebasan untuk Hidup. Kecuali peristiwa Penerbangan Ajaib dan penyeberangan Threshold. Kembali. Perjalanan hero di atas merupakan simbolisasi psike manusia yakni ketika manusia diperhadapkan dengan rintangan dan cobaan-cobaan sebagai proses latihan dari hero untuk mencapai kematangan pribadi baik secara fisik maupun spiritual.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, October 2025 Vol 14 No 2 (2025): Volume 14 Issue 2, June 2025 Vol 14 No 1 (2025): Volume 14 Issue 1, February 2025 Vol 13 No 3 (2024): Volume 13 Issue 3, October 2024 Vol 13 No 2 (2024): Volume 13 Issue 2, June 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1, February 2024 Vol 13 No 1 (2024): Volume 13 Issue 1, February 2024 Vol 12 No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, October 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12, Issue 3, October 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12, Issue 2, June 2023 Vol 12 No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, June 2023 Vol 12 No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, February 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12, Issue 1, February 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11, Nomor 3, Oktober 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11, Nomor 2, Juni 2022 Vol 11 No 2 (2022): Volume 11, Nomor 2, Juni 2022 Vol 11 No 1 (2022): Volume 11, Nomor 1, Februari 2022 Vol 10 No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3, Oktober 2021 Vol 10 No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2, Juni 2021 Vol 10 No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1, Februari 2021 Vol 9 No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3, Oktober 2020 Vol 9 No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, Juni 2020 Vol 9 No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1, Februari 2020 Vol 8 No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3, Oktober 2019 Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019 Vol 7 No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3, Oktober 2018 Vol 7 No 2 (2018): Volume 7 Nomor 2, Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Volume 7 Nomor 1, Februari 2018 Vol 6 No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3, Oktober 2017 Vol 6 No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2, Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1, Februari 2017 Vol 5 No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3, Oktober 2016 Vol 5 No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2, Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Februari 2016 Vol 4 No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3, Oktober 2015 Vol 4 No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2, Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1, Februari 2015 Vol 3 No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3, Oktober 2014 Vol 3 No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2, Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1, Februari 2014 Vol 2 No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3, Oktober 2013 Vol 2 No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2, Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1, Februari 2013 Vol 1 No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 Oktober 2012 More Issue