cover
Contact Name
Raemon
Contact Email
raemon@uho.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
etnoreflika.antropologi@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 22529144     EISSN : 2355360X     DOI : -
The ETNORELIKA journal is dedicated as a scientific periodical publication which is expected to be an arena for exchanging ideas and thoughts in the field of Anthropology in particular and the social sciences in general. Etnoreflika comes with a mission to build tradition and academic climate for the advancement of civilization and human dignity. In addition, the ETNOREFLIKA Journal deliberately took the generic word "ethnos" which aims to expand the mission of promoting and developing a spirit of multiculturalism in the life of a pluralistic Indonesian society.
Arjuna Subject : -
Articles 411 Documents
REFERRING TERMS DALAM SURAT LUKMAN M. Yazid Abd. Rachim Gege
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3, Oktober 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i3.813

Abstract

Penelitian referring terms dalam Surat Lukman bertujuan untuk mendeskripsikan referring terms dalam Al-Quran yang memfokuskan pada Surat Lukman pada bentuk definite/indefinite, explicit/inexplicit, speaker meaning, and the implicatur of referring terms pada ayat 12 dan 13. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Model Grasian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Hasil analisis data dengan menggunakan Model Grasian menunjukkan bahwa ayat 12 dan 13 memiliki keragaman dalam bentuk definite/indefinite dan explicit/inexplicit, the referring terms pada first-mention adalah definite/inexplicit, dan indefinite/explicit, lalu pada next-mention adalah definite/inexplicit, definite/explicit, dan zero. Maksud pembicara (The speaker meaning) dideskripsikan pada ayat 13, sedangkan implikatur referring terms dideskripsikan pada ayat 12 dan 13 dalam Surat Al-Lukman.
NELAYAN BUNGKUTOKO DAN TANTANGAN PERUBAHAN Danial Danial; Benny Baskara
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3, Oktober 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i3.814

Abstract

Profesi nelayan merupakan ujung tombak dalam sektor perikanan, karena produktivitas sektor perikanan turut ditentukan oleh hasil tangkapan para nelayan. Namun demikian, banyak tantangan yang dihadapi oleh nelayan dalam menjalankan profesinya. Secara umum, respons dari tantangan tersebut adalah tetap bertahan sebagai nelayan atau beralih profesi dengan menekuni bidang pekerjaan lain. Artikel ini akan berfokus untuk membahas tantangan-tantangan perubahan pembangunan yang dihadapi oleh para nelayan di Pulau Bungkutoko dan respons mereka terhadap tantangan-tantangan tersebut. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, ternyata lebih banyak nelayan Bungkutoko yang beralih profesi ke bidang pekerjaan lainnya, dan lebih sedikit yang tetap mempertahankan profesinya sebagai nelayan. Sesungguhnya, pilihan untuk tetap bertahan sebagai nelayan ataupun memilih untuk beralih profesi ke bidang pekerjaan lainnya merupakan bentuk strategi bertahan hidup (survival strategy) masyarakat Bungkutoko. Namun demikian, bila dipandang dari sektor perikanan, dengan banyaknya nelayan yang beralih profesi ke bidang pekerjaan lainnya adalah sebuah kemunduran, karena turut menurunkan produktivitas di sektor tersebut.
WISATA KULINER TRADISIONAL PANTAI BERTI KECAMATAN KOLAKA KABUPATEN KOLAKA Handriyani Sulastri; Hasniah hasniah; Rahmat Sewa Suraya
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3, Oktober 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i3.815

Abstract

Wisata kuliner tradisional Pantai Berti Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang kuliner tradisional yang eksis di wisata kuliner Pantai Berti, kemudian untuk mengetahui bagaimana strategi pemilik wisata kuliner agar tetap eksis/bertahan di Pantai Berti. Artikel ini mengacu pada teori yang dikemukakan oleh John W. Bennet (1967) tentang strategi adaptasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian etnografi, dengan pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan terlibat (participation observation) dan wawancara mendalam (indepth interview). Keberadaan kuliner tradisional yang ada di Pantai Berti Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka, ada yang masih eksis dan juga ada beberapa yang sudah tidak eksis. Kuliner yang masih eksis adalah kuliner ikan bakar baronang, sop kikil, palleko ayam dan lain sebagainya. Sedangkan kuliner yang tidak eksis lagi seperti kuliner tradisioal sinonggi, itik rekko, lemang bakar, bakso setan dan lain sebagainya. Penyebab ketidakeksisan dari beberapa kuliner tersebut disebabkan karena rasanya yang sering berubah-ubah dan tidak lagi digemari oleh pengunjung wisata kuliner. Adapun strategi yang digunakan oleh pemilik warung/kafe untuk mempertahankan kuliner tradisional di wisata kuliner Pantai Berti, yaitu: 1) menyediakan fasilitas hiburan (panggung musik); 2) menciptakan nuansa kafe dengan pemilihan warnanya; 3) menciptakan produk nama makanan yang unik; 4) mengutamakan kebersihan warung/kafe dan makanannya; 5) memberikan harga yang murah pada produk makanannya dan memberikan diskon kepada konsumen; serta 6) memadukan makanan modern dengan makanan tradisional.
HAJI DAN PESTA (Studi Pengaruh Tren Busana Muslim terhadap Identitas Haji di Desa Mataiwoi Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan) Nurjannah Nurjannah; Wa Ode Sitti Hafsah; Ashmarita Ashmarita
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3, Oktober 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i3.816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend busana Muslim di Desa Mataiwoi dan untuk mengetahui busana Muslim mengubah identitas Haji dalam pesta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah materialisme budaya dari Marvin Harris (1979). Metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan (observation) dan wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa trend busana muslim mampu mengubah identitas seorang haji. Identitas yang dimaksud disini adalah identitas busana haji yang kemudian ditinggal dengan beralih menggunakan busana muslim yang saat ini menjadi trend. Busana muslim ini juga merubah cara pandang masyarakat sekitar, dengan hilangnya identitas busana haji maka berubah pula perlakuan masyarakat sekitar terhadap haji.
JARINGAN KEPEMIMPINAN ELIT POLITIK DALAM TRANSFORMASI NILAI – NILAI BUDAYA KESULTANAN BUTON SARAPATAANGUNA DI MASYARAKAT AGRARIS KABUPATEN BUTON La Ode Muhammad Syahartijan; Eka Suaib; Bahtiar Bahtiar; Muhammad Najib Husain
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3, Oktober 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i3.817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jaringan komunikasi yang dilakukan oleh elit politik dalam revitalisasi nilai – nilai budaya kesultanan Buton sarapataanguna di masyarakat agraris kabupaten Buton. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah: Bupati, anggota DPR, penyuluh dinas pertanian, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Seksi Kebudayaan dan Cagar Alam, Tokoh Adat, Tokoh Sejarah, Tokoh Pemuda, Petani dan Akademisi yang ditetapkan secara purposive dengan menetapkan sampel wilayah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD) dan studi dokumentasi. Tahapan analisis data dilakukan, sebelum dilapangan, selama dilapangan, dan selesai dilapangan melalui domain analysis dan taxsonomi analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa, tersebarnya tranformasi nilai – nilai budaya sarapataanguna dimasyarakat dilakukan oleh elit politk melalui jaringan linkaran yang ada di lembaga formal dan non formal serta jaringan keluarga melalui komunikasi antar persona, komunikasi kelompok, dan komunikasi massa.
SOLIDARITAS ETNIS TIONGHOA DI KOTA KENDARI Muh. Rikhar Adrian; Wa Ode Sitti Hafsah; Danial Danial
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 9 No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, Juni 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v9i2.823

Abstract

Penelitian ini melihat bahwa solidaritas Etnis Tionghoa di Kota Kendari dilandasi beberapa unsur-unsur dan memiliki landasan pengintegrasian solidaritas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk solidaritas pada Etnis Tionghoa di Kota Kendari dan mendeskripsikan identitas etnis yang dijadikan sebagai simbol pengelompokan sosial. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan (field research) yang meliputi wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Bentuk-bentuk solidaritas yang terbangun pada Etnis Tionghoa di Kota Kendari tidak dilakukan secara perorangan, melainkan berkelompok dan kerjasama. Solidaritas yang terbangun pada Etnis Tionghoa hingga saat ini tidak terlepas dari peristiwa di masa lalu yang mengharuskan Etnis Tionghoa untuk solid dibawah tekanan pemerintah dan diskriminasi dari berbagai pihak masyarakat di masa lalu. Tekanan dan diskriminasi dari berbagai pihak membentuk mereka sebagai etnis yang eksklusif dan tidak melibatkan masyarakat yang tidak ada keterkaitanya dengan Etnis Tionghoa. Namun, solidaritas yang dilakukan Etnis Tionghoa saat ini telah mengalami perubahan. Kesan ekslusif tidak lagi tepat digunakan untuk kalangan Etnis Tionghoa karena mereka telah melakukan pembauran dengan berbagai aktivitas solidaritas untuk masyarakat umum. Hal tersebut sebagai wujud loyalitas Etnis Tionghoa di tempat mereka bermukim. Pada Etnis Tionghoa di Kota Kendari, hal tersebut dapat dilihat melalui Yayasan Budi Mulia Kendari sebagai peyedia fasilitas sosial untuk masyarakat umum, aktivitas solidaritas Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tenggara dan solidaritas antar Etnis Tionghoa di Kota Kendari.
ANALISIS POTENSI KECAMATAN WUNDULAKO SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA BUDAYA DI KABUPATEN KOLAKA Rahmat Sewa Suraya; Arman Arman; Nurtikawati Nurtikawati; Alias Alias
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 9 No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, Juni 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v9i2.826

Abstract

Kebudayaan merupakan aset daerah yang berpotensial dikembangkan dalam berbagai sektor pemerintahan. Khusus dalam bidang pariwisata, kebudayaan adalah produk yang sangat baik dikembangkan untuk menarik minat wisatawan. Oleh karena itu, pengkajian potensi daerah sebagai tujuan wisata budaya menjadi dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan potensi budaya yang dimiliki Kecamatan Wundulako sehingga dapat dijadikan sebagai daerah tujuan wisata budaya di Kabupaten Kolaka dan mejelaskan peran serta pemerintah dan masyarakat dalam mendukung Kecamatan Wundulako sebagai daerah tujuan wisata budaya di Kabupaten Kolaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan dua cara yakni wawancara, observasi dan studi dokumen. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Tradisi dan budaya yang ada meliputi upacara ritual mosehe wonua sebagai upaya yang untuk mensucikan kampung/negeri agar terhindar malapetaka dan wabah penyakit, upacara ritual mesosambakai bagi bayi yang baru lahir agar anak yang dilahirkan itu terhindar dari bahaya sekaligus didoakan agar mudah rezekinya, akikah (mosere owuu), tradisi ritual perkawinan, hingga tradisi pengobatan tari lulo sangia. Pada sisi yang lain peran strategis pemerintah adalah dengan tersedianya sarana prasarana pendukung pariwisata. Selain itu, terjadwal secara baik pentas budaya dalam bentuk even budaya sebagai penggerak sektor pariwisata di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka.
PERKAWINAN CAMPUR ANTARA ETNIS BATAK-DAYAK DI KALIMANTAN BARAT Lyudmita Karolina M. Bakara; Efriani Efriani; Susiana Susiana; Meliya Fransiska; Oktaviana Supriani Ririn
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 9 No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, Juni 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v9i2.828

Abstract

Intermarriage is a familiar phenomenon in Indonesia, mainly because of various cultures, religions, and ethnicities.The phenomenon of intermarriage also occurs between the Batak ethnic and Dayak ethnic groups in West Kalimantan.The cultures of these two ethnicities are very different. Thus, this study proposes to examine the pattern of decision making in determining marital customs and also determine the kinship system passed on to offspring those born from intermarriage these two ethnicities. The study was conducted with qualitative methods which were carried out descriptively. Data, which consists of information about the kinship system, the culture used in marriage, and also the kinship system that is passed on to offspring, was collected by interview and observation. From the data obtained, the culture of the Batak ethnic kinship system is very different from the Dayak ethnicity, so the marriage customs and the descendant system are also very different. Families who engage in mixed marriages, carry out a marriage process using one culture and be found those who use both cultures take turns. Forwarding the kinship system to offspring is generally dominated by the Batak ethnic kinship system.
PENGELOLAAN LUBUK LARANGAN DI SUNGAI KAMPAR Mohd. Yunus
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 9 No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, Juni 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v9i2.829

Abstract

Various challenges have threatened the existence and sustainability of the lubuk larangan. Therefore, joint efforts and actions are needed to strengthen and ensure the sustainability of the lubuk larangan. Before the joint action can be realized, a study is needed that describes the current conditions of the management of the lubuk larangan. The purpose of this study is to describe and analyze the management of the lubuk larangan in the Kampar river. This study was carried out on October 2019 until January 2020. The location of the study was in Riau Province, namely in Kampar Regency and in West Sumatra Province, namely in Pasaman and Lima Puluh Kota Regency. Data collected includes primary data and secondary data. The analytical method used is descriptive analysis. The history of the formation of a lubuk larangan in general stems from the existence of a need in society to address interests. Most of the lubuk larangan bases located in West Sumatra are familiar with the zoning system, namely the distribution of prohibition bases into several zones according to their functions, including the core zone, buffer zone and utilization zone. Equipment used to catch fish is very simple such as fishing rods, nets, traps, shooting, and so forth. Lubuk larangan crops can then be sold back to the local community or migrants. Lubuk larangan maintenance activities that have been carried out include activities initiated by the relevant institution or initiated by the community itself. Lubuk larangan is supervised by a group formed through village / nagari deliberations, namely the community watch group (POKMASWAS) lubuk larangan.
DUA BELAS TEKNIK IKAT KONSTRUKSI KAYU PADA RUMAH VERNAKULAR TOLAKI Putra Wijaya; Muhammad Zakaria Umar; Muhammad Arsyad
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 9 No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, Juni 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v9i2.830

Abstract

The technique of binding wood construction in Tolaki vernacular houses tends to fade due to esotericism. This research is important as follows: (1) to uncover and preserve Tolaki's architectural identity in the form of wood-binding techniques; (2) to enrich the Southeast Sulawesi architecture literature in particular and Indonesian architecture in general. This research is intended to formulate the wood construction binding technique in Tolaki vernacular house. This research uses a case study method with a qualitative approach. Data sources consist of primary data and secondary data. This research uses triangulation data collection techniques. The method of data analysis is carried out by means of information organized, information and codefication studied, cases and contexts described, findings interpreted, and findings presented narratively. The study concluded that the construction of wood in the Tolaki vernacular house consisted of 12 (twelve) connective techniques as follows: first, peusu temomo, peusu kinalase, peusu pinewa’a, peusu pinepuhe, peusu niranggia, and peusu tundo ndowaea are included in the category of cross ties; second, peusu kinalili and peusu pinekalo are included in the category of dead cross ties; third, peusu pinepuhu, peusu sinemba, peusu mbekale, and peusu sinemba aso hara are included in the category of mobile cross ties.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, October 2025 Vol 14 No 2 (2025): Volume 14 Issue 2, June 2025 Vol 14 No 1 (2025): Volume 14 Issue 1, February 2025 Vol 13 No 3 (2024): Volume 13 Issue 3, October 2024 Vol 13 No 2 (2024): Volume 13 Issue 2, June 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1, February 2024 Vol 13 No 1 (2024): Volume 13 Issue 1, February 2024 Vol 12 No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, October 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12, Issue 3, October 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12, Issue 2, June 2023 Vol 12 No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, June 2023 Vol 12 No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, February 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12, Issue 1, February 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11, Nomor 3, Oktober 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11, Nomor 2, Juni 2022 Vol 11 No 2 (2022): Volume 11, Nomor 2, Juni 2022 Vol 11 No 1 (2022): Volume 11, Nomor 1, Februari 2022 Vol 10 No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3, Oktober 2021 Vol 10 No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2, Juni 2021 Vol 10 No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1, Februari 2021 Vol 9 No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3, Oktober 2020 Vol 9 No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, Juni 2020 Vol 9 No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1, Februari 2020 Vol 8 No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3, Oktober 2019 Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019 Vol 7 No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3, Oktober 2018 Vol 7 No 2 (2018): Volume 7 Nomor 2, Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Volume 7 Nomor 1, Februari 2018 Vol 6 No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3, Oktober 2017 Vol 6 No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2, Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1, Februari 2017 Vol 5 No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3, Oktober 2016 Vol 5 No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2, Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Februari 2016 Vol 4 No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3, Oktober 2015 Vol 4 No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2, Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1, Februari 2015 Vol 3 No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3, Oktober 2014 Vol 3 No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2, Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1, Februari 2014 Vol 2 No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3, Oktober 2013 Vol 2 No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2, Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1, Februari 2013 Vol 1 No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 Oktober 2012 More Issue