cover
Contact Name
Septyanto Kurniawan
Contact Email
s_yan_k@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sipilummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi) : Jurnal Program Studi Teknik Sipil
ISSN : 20892098     EISSN : 25486209     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TAPAK ISSN: 2548-6209 (Electronic) & ISSN: 2089-2098 (Print) adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel ilmiah dari disiplin ilmu teknik sipil, yang mencakup bidang studi : • Bahan bangunan dan bangunan, • Mekanika dan fisika struktural, • Rekayasa geoteknik, • Rekayasa jalan dan jembatan, • Rekayasa dan ekonomi perkotaan, • Konstruksi teknologi, ekonomi dan manajemen, • Teknologi informasi dalam konstruksi, • Proteksi kebakaran, thermoinsulation dan renovasi bangunan, • Keamanan tenaga kerja dalam konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 250 Documents
FASILITAS PEJALAN KAKI DAN PESEPEDA Sriharyani, Leni
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v1i1.225

Abstract

FASILITAS PEJALAN KAKI DAN PESEPEDA
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH SUNGAI WAY BATANGHARI KOTA METRO DENGAN METODE REVETMENT RETAINING WALL Amran, Yusuf; Kurniawan, Dona
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i2.424

Abstract

Saat ini, berbagai sektor kegiatan pembangunan sedang mengalami pertumbuhan yang pesat. Dalam pertumbuhannya, perencanaan tata wilayah atau penetapan pusat perkembangan kawasan permukiman justru di daerah-daerah rawan yaitu daerah sungai. Sungai banyak memberikan sumber kehidupan. Menyediakan banyak manfaat terhadap lingkungan di sekitarnya. Berbagai ragam pemanfaatan fungsi dan potensi sungai yang mungkin dapat dikembangkan agar kelestarian fungsi sungai dan potensinya dapat dipertahankan, maka diperlukan adanya kegiatan pengamanan dari hal-hal yang sifatnya mengganggu atau merusak kelestarian lingkungan sungai. Kegiatan pengamanan tersebut diantaranya dengan pengamanan atau perlindungan dinding sungai. Dalam studi kasus ini, upaya perencanaan pengamanan dinding sungai dilakukan dengan menggunakan revetment retaining wall. Perencanaan ini diharapkan dapat meminimalkan beberapa hal yang dapat mengganggu stabilitas gaya geser, stabilitas gaya guling, daya dukung tanah dengan menggunakan revetment retaining wall tipe gravitasi pada ruas sungai Way Batanghari yang tepatnya terletak di belakang Rusunawa Iringmulyo Kota Metro. Analisis hidrologi dan analisis stabilitas revetment retaining wall merupakan analisis yang penting untuk ditinjau. Analisis tersebut sangat menentukan dalam perencanaan dinding penahan tanah. Dalam analisa hidrologi digunakan metode rasional untuk menentukan perhitungan debit rencana. Perhitungan stabilitas tekanan tanah dihitung dengan menggunakan Teori Rankine dan Coulomb serta perhitungan stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas dukung tanah dihitung berdasarkan persamaan Hansen dan Vesic berdasarkan data-data karakteristik keteknikan. Hasil perhitungan hidrologi bahwa debit aliran sungai Way Batanghari (Q) adalah 22,44 m3/detik, sedangkan debit rencana/banjir puncak (Q5) adalah 17,92 m³/detik. Untuk stabilitas dinding penahan, didapat dimensi lebar atas (a) 0,5 m, lebar dasar fondasi (B) 3,6 m, tinggi tembok (H) 6 m, tebal dasar fondasi (d) 1 m, yang aman terhadap stabilitas gaya guling (Fgl) sebesar 2,03 > 1,5 , stabilitas gaya geser (Fgs) sebesar 2,8 > 1,5 , dan stabilitas terhadap daya dukung (F) sebesar 3,66 > 3.
KAJIAN KARAKTERISTIK INFILTRASI SEDIMEN DI KAWASAN RAWAN BENCANA PADA DAS SUNGAI PUTIH PASCA ERUPSI GUNUNG MERAPI TAHUN 2010 Ikhsan, Jazaul; Harsanto, Puji; Sasongko, Danang
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.662

Abstract

Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010 yang lalu adalah salah satu letusan terbesar dalam sejarah Merapi, yang menghasilkan material dengan volume material yang mencapai 150 juta m3. Salah satu material yang paling dominan adalah abu vulkanik. Material ini memiliki sifat yang cepat mengeras dan sulit ditembus oleh air, baik dari atas maupun dari bawah permukaan, sehingga menyebabkan peresapan air ke dalam tanah (infiltrasi) menjadi terganggu. Kapasitas peresapan air ke dalam tanah (kapasitas infiltrasi) menentukan besarnya limpasan permukaan (surface run off). Oleh sebab itu diperlukan adanya studi untuk mengetahui nilai kadar air, kapadatan tanah lapangan, kapasitas infiltrasi, dan volume total air infiltrasi.Tulisan ini membahas tentang studi pengujian kepadatan tanah dengan menggunakan alat kerucut pasir (sand cone) dan pengambilan sampel tanah menggunakan silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 30 cm. Pengukuran laju infiltrasi digunakan double ring infiltrometer dengan ukuran diameter ring 55 cm dan 30 cm, dengan tinggi 27 cm. Studi dilakukan di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Putih. Titik-titik pengujian terbagi menjadi tiga lokasi yaitu KRB I, KRB II, dan KRB III, dalam satu titik dilakukan dua kali pengujian untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.Hasil studi diperoleh kesimpulan bahwa nilai kadar air pada KRB I sebesar 38,27 %, pada KRB II sebesar 22 %, pada KRB III sebesar 23.66 %. Nilai kepadatan tanah lapangan pada KRB I sebesar 8,82 kN/m3, pada KRB II sebesar 13,59 kN/m3, pada KRB III sebesar 11,84 kN/m3. Nilai kapasitas infiltrasi pada KRB I sebesar 63,356 cm/jam, pada KRB II sebesar 3,057 cm/jam, pada KRB III sebesar 27,046 cm/jam. Volume total air infiltrasi area 1m2 pada KRB I sebesar 0,6427 m3, pada KRB II sebesar 0,051 m3, pada KRB III sebesar 0,311 m3.Kata kunci: Infiltrasi, Kawasan Rawan Bencana, Merapi, Sedimen
ANALISIS JENIS KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (Study Kasus Jalan Ratu Dibalau Bandar Lampung) Juwita, Farida; Ariadi, Deni
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v8i1.801

Abstract

Ruas Jalan Ratu Dibalau Kota Bandar Lampung merupakan jalan kota dengan fungsisebagai jalan arteri primer. Jalan ini memiliki panjang 4.250 m dan lebar 8 m yangmenghubungkan kota Bandar Lampung dan kabupaten Lampung Selatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perkerasan jalan Ratu DibalauBandar Lampung saat ini. Metode yang digunakan untuk penilaian adalah PavementCondition Index (PCI).Berdasarkan hasil survey dan perhitungan analisis, diketahui kondisi perkerasanjalan pada ruas Ratu Dibalau Bandar Lampung rata-rata adalah sangat baik (72%).Meskipun secara keseluruhan kondisi jalan ini masih masuk ke dalam kategori baikbahkan sempurna, namun pada beberapa lokasi jalan sudah mengalami kerusakan. Saatdilakukan survei terdapat 8 jenis kerusakan pada permukaan jalan. Adapun jenis kerusakanyang terdapat pada jalan ini di antaranya retak kulit buaya (0,84 %), cekungan (0.22 %),amblas (0.09 %), retak memajang (0.09 %), tambalan (1,29 %), lubang (0,02 %),mengembang jembul (0.18 %), pelepasan butir (0,94 %).Kata Kunci : Analisis, Perkerasan Lentur, Lingkarkerusakan, PCI
ANALISA PERENCANAAN LAPIS PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE ANALISA KOMPONEN '87 (SNI) (STUDI KASUS PADA PAKET PENINGKATAN JALAN SIMPANG BUJUNG TENUK-BATAS KABUPATEN LAMPUNG TENGAH) Leni Sriharyani
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v3i2.188

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana merencanakan lapis perkerasan yang cocok untuk ruas jalan tersebut, pada tahap perencanaan diperlukan suatu metode perencanaan lapis perkerasan yang cocok untuk ruas jalan tersebut.
PENGARUH POLA TANAM TERHADAP PERUBAHAN CUACA DENGAN METODE LINIER (STUDI KASUS DAERAH IRIGASI ADIPURO KEC. TRIMURJO KAB. LAMPUNG TENGAH) Eri Prawati; - Sukamto
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v2i2.204

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa luas tanam dan keuntungan yang diperoleh setiap tahunnya sedangkan manfaatnya adalah sebagai informasi bagi instansi terkait dan petani setempat tentang pola tata tanam yang sesuai dan hasilnya maksimal
ANALISA PERHITUNGAN STRUKTUR BETON PEMBANGUNAN GEDUNG PERKULIAHAN KAMPUS II UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO Agus Surandono
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v1i1.220

Abstract

ANALISA PERHITUNGAN STRUKTUR BETON PEMBANGUNAN GEDUNG PERKULIAHAN KAMPUS II UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
JARINGAN STASIUN HUJAN DITINJAU DARI TOPOGRAFI PADA DAS WIDAS KABUPATEN NGANJUK - JAWA TIMUR Eri Prawati
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.270

Abstract

Informasi keadaan hujan pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat diperoleh dengan memasang alat-alat penakar hujan yang membentuk suatu jaringan pengamatan hujan pada DAS. Hal ini berkaitan dengan berapa besar sebaran dan kerapatan stasiun hujan dalam DAS, dapat memberikan data yang mewakili DAS yang bersangkutan. Serta berapa besar sebaran dan kerapatannya berpengaruh terhadap tingkat kesalahan nilai rerata datanya. Permasalahannya adalah apakah jumlah pos-pos yang tersedia yang ada saat ini dalam suatu daerah aliran sungai sudah memadai, apakah jumlah dan lokasinya dapat memantau karakteristik hidrologi daerah tersebut. Dan apakah penempatan stasiun hujan memperhatikan dari segi topografis. Dalam penelitian ini menganalisis kerapatan jaringan stasiun hujan menggunakan metode Kagan-Rodda pada DAS Widas Kabupaten Nganjuk Jawa-Timur. DAS Widas memiliki luas kurang lebih 1502 km2 dan memiliki 12 stasiun hujan yang tersebar di dalam DAS. Pada DAS Widas belum pernah dikaji pola penyebaran dan kerapatan hujan ditinjau dari topografinya.
PENGARUH KONDISI DRAINASE TERHADAP KERUSAKAN PERKERASAN JALAN LENTUR DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) Veti Novitasari; Dadang Iskandar
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.657

Abstract

Kerusakan pada jalan pada perkerasan lentur sangat umum terjadi yang diakibatkan oleh banyak faktor, salah satu faktor kerusakan yaitu karena air yang bergantung pada keberadaan kondisi drainase. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh dari kondisi drainase terhadap kerusakan jalan lentur serta untuk menganalisis bentuk pengaruh yang dihasilkan dari masing-masing wilayah. Wilayah yang menjadi tinjauan adalah jalan Kota Metro yaitu Jalan Sudirman, Ahmad Yani, Sultan Sahrir, Kenanga, Soekarno Hatta dan Nasution. Dari hasil penelitian menggunakan Metode ANOVA didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh kerusakan jalan yang diakibatkan oleh kondisi drainase dibuktikan dengan hasil Fhitung lebih besar daripada Ftabel yaitu 5,89 dan 6,81 pada seluruh wilayah yang menjadi tinjauan. Kerusakan terbesar diakibatkan oleh kondisi buruknya drainase dengan luas kerusakan mencapai 36 persen dari total kerusakan, kerusakan akibat kondisi drainase sedang mencapai 33 persen dari total kerusakan, kerusakan akibat tidak ada drainase mencapai 28 persen dari total kerusakan dan kerusakan akibat drainase baik mencapai 2,6 persen dari total kerusakan. Luasan yang dihasilkan oleh kondisi drainase buruk mencapai 324.73 meter2, kondisi drainase sedang mencapai 298.38 meter2, kondisi tidak ada drainase mencapai 251.2 meter2, dan kondisi drainase baik mencapai 23.82 meter2. Untuk luas kerusakan sebagian besar terpusat pada jenis kerusakan potholes kemudian diikuti dengan Alligator Cracking dan Patching.Kata Kunci : Drainase, Perkerasan, PCI.
ANALISIS KEPADATAN LAPANGAN MENGGUNAKAN METODE KONUS PASIR (SAND CONE) PADA DESA SEBELIMBINGAN KABUPATEN KOTABARU Sylvina Permatasari
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v8i1.796

Abstract

Lokasi jalan yang diteliti merupakan jalan baru yang masih berupa lapisanperkerasan yang telah dipadatkan, dengan adanya jalan tersebut masyarakat dapatmempermudah akses transportasi serta memberikan kenyamanan bagi penggunanya.Analisis kepadatan lapangan dilakukan di Jalan Perumahan Bukit Permata Hijau DesaSebelimbingan Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru dengan menggunakanmetode konus pasir untuk memperoleh nilai kadar air tanah dan derajat kepadatan tanahpada jalan tersebut.Prosedur kerja yang dilakukan yaitu menentukan berat isi pasir, berat isi tanah, kadarair, berat isi tanah kering, dan derajat kepadatan lapangan. Titik pengujian dilakukan pada5 titik yang berbeda untuk setiap 25 meter yaitu dari STA 0+000 sampai STA 0+100.Didapatkan hasil rata-rata kadar air tanah adalah sebesar 17,35%. Menurut spesifikasipersyaratan SNI 03-2008-1992 nilai derajat kepadatan tanah yang dianjurkan sebesar 95%.Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kepadatantanah di lapangan belum mencapai persyaratan kepadatan tanah yang telah ditentukankarena rata-rata derajat kepadatan dilapangan pada perkerasan jalan sebesar 77,94%.Dengan demikian maka kondisi lapangan perlu dilakukan penambahan pemadatankembali, sampai memenuhi persyaratan spesifikasi kepadatan tanah sebesar 95%.Kata kunci ; Sand cone, kadar air, derajat kepadatan, kepadatan tanah

Page 10 of 25 | Total Record : 250