cover
Contact Name
Septyanto Kurniawan
Contact Email
s_yan_k@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sipilummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi) : Jurnal Program Studi Teknik Sipil
ISSN : 20892098     EISSN : 25486209     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TAPAK ISSN: 2548-6209 (Electronic) & ISSN: 2089-2098 (Print) adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel ilmiah dari disiplin ilmu teknik sipil, yang mencakup bidang studi : • Bahan bangunan dan bangunan, • Mekanika dan fisika struktural, • Rekayasa geoteknik, • Rekayasa jalan dan jembatan, • Rekayasa dan ekonomi perkotaan, • Konstruksi teknologi, ekonomi dan manajemen, • Teknologi informasi dalam konstruksi, • Proteksi kebakaran, thermoinsulation dan renovasi bangunan, • Keamanan tenaga kerja dalam konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
STUDI NUMERIK PERILAKU SAMBUNGAN HAUNCHED BOLTED EXTENDED END PLATE AKIBAT BEBAN SIKLIK BERDASARKAN VARIASI SUDUT Syarifah Nur’ain Ananda Fersanti; Budi Suswanto
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5183

Abstract

Sambungan merupakan komponen penting dalam struktur baja, memainkan peran signifikan dalam menentukan kinerja struktural secara keseluruhan, terutama di bawah beban siklik akibat efek seismik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut haunch pada perilaku sambungan pelat ujung yang diperpanjang dengan baut dan haunch di bawah beban siklik menggunakan metode elemen hingga. Analisis dilakukan dengan memodelkan tiga variasi sudut haunch, yaitu 25°, 35°, dan 45°, menggunakan perangkat lunak ABAQUS. Pemodelan mencakup elemen padat tiga dimensi, perilaku material elastis-plastik, dan interaksi kontak dengan kendala pengikat di dalam sambungan. Hasil validasi terhadap data eksperimental menunjukkan bahwa model numerik menunjukkan kesesuaian yang baik dalam merepresentasikan respons struktural. Hasil menunjukkan bahwa semua spesimen menunjukkan perilaku nonlinier yang stabil dengan respons histeresis yang relatif simetris dan tidak ada degradasi kekuatan yang signifikan. Variasi sudut haunch secara signifikan memengaruhi kapasitas, kekakuan, dan daktilitas sambungan. Spesimen dengan sudut penopang 35° menunjukkan kinerja paling optimal, mencapai kapasitas beban maksimum 758,48 kN, momen maksimum 586,24 kN·m, dan kekakuan awal tertinggi 184,26 kN/mm, serta kapasitas deformasi yang baik yang ditunjukkan oleh rotasi maksimum 0,0051 rad. Spesimen dengan sudut penopang 45° menunjukkan kekakuan awal yang relatif tinggi sebesar 178,34 kN/mm; namun, memiliki kapasitas yang lebih rendah dan kemampuan deformasi yang lebih terbatas. Sementara itu, spesimen dengan sudut penopang 25° menunjukkan kekakuan dan kapasitas terendah, meskipun menunjukkan kecenderungan yang lebih besar untuk deformasi plastis. Distribusi tegangan maksimum terkonsentrasi di daerah penopang, pelat ujung, dan di sekitar lubang baut, menunjukkan peran dominan komponen-komponen ini dalam mekanisme transfer gaya. Secara keseluruhan, sudut penopang 35° memberikan keseimbangan terbaik antara kekuatan, kekakuan, dan daktilitas, dan mampu mempertahankan kinerja struktural optimal di bawah beban siklik
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJAAN INSTALASI SEGMENTAL BOX GIRDER JEMBATAN MENGGUNAKAN METODE HIRARC Betty Susanti; Anisah Sekar Dinata; Juliantina Juliantina; Citra Indriyati; Balqis Fataya Said
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5185

Abstract

Instalasi segmental box girder pada konstruksi jembatan merupakan salah satu pekerjaan dengan tingkat risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang signifikan karena memiliki kompleksitas teknis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko K3 pada pekerjaan instalasi segmental box girder dengan studi kasus pada Jembatan Musi V Palembang. Metode HIRARC digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko pada proyek studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 68 faktor risiko yang tersebar dalam 16 aktivitas pekerjaan. Berdasarkan analisis probability-impact dan severity index, diperoleh 6 faktor risiko dengan tingkat risiko tinggi dan 62 faktor risiko lainnya termasuk dalam kategori risiko sedang. Pengendalian risiko dilakukan terhadap faktor-faktor risiko dengan tingkat tinggi berdasarkan hirarki pengendalian, meliputi eliminasi risiko, substitusi, rekayasa teknis, pengendalian administratif, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penerapan sistem manajemen K3 konstruksi yang komprehensif dan konsisten sangat diperlukan untuk meminimalkan potensi bahaya pada pekerjaan instalasi segmental box girder jembatan.
PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN JENEPONTO Risma Niswati Tarman; Ahfandi Ahmad
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5202

Abstract

Kondisi infrastruktur di Kabupaten Jeneponto dinilai belum optimal untuk memberikan nilai tambah terhadap PDRB di Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jalan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kebupaten Jeneponto dan mengetahui pengaruh listrik terhadap pertumbuhan ekonomi di Kebupaten Jeneponto. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi data panel dalam kurun waktu 2021 hingga 2025 di kabupaten Jeneponto. Objek yg diteliti meliputi (1) PDRB (pertumbuhan ekonomi) (2) Infrastruktur yang terdiri dari: Infrastruktur jalan dan Infrastruktur listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable jalan dan listrik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jeneponto dengan tingkat keyakinan sebesar 95 persen. Hal ini dapat dilihat apabila panjang jalan dan Konsumsi listrik naik sebesar 1 persen, maka pertumbuhan ekonomi akan naik sebesar 61.48186 (jalan) persen dan 44.86282 (listrik) persen.
PENGARUH U-TURN (PUTAR BALIK) TERHADAP KINERJA LALU LINTAS RUAS JALAN JENDRAL SUDIRMAN KOTA METRO Annisa Aprialitha; Leni Sriharyani; Ida Hadijah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5204

Abstract

Ruas jalan Jendral Sudirman Kota Metro merupakan tipe jalan empat lajur dua arah terbagi dan merupakan kawasan komersial mulai dari pasar, Bank, rumah sakit perhotelan dan pertokoan. Pengambilan data primer dilakukan selama 7 hari, dari hari Senin-Minggu dengan waktu oprasional mulai pukul 06.00-18.00 dengan menggunakan metode PKJI (2014). Data yang diamati meliputi volume U-Turn, waktu tempuh U-Turn, rasio antrian, volume lalu lintas, kecepatan dan hambatan samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  waktu rata-rata yang dibutuhkan kendaraan saat melakukan u-turn (putar balik) dan rasio antrian saat melakukan U-Turn pada ruas jalan Jendral Sudirman Kota Metro pada STA 0+350 – STA 0+400, STA 0+600- STA 0+650, STA 1+150 – STA 1+200, STA 1+700 – STA 1+750, STA 2+100 - STA 2+150 serta mengetahui  kinerja arus lalu lintas pada ruas jalan Jendral Sudirman Kota Metro. Dari hasil pengamatan survei selama tujuh hari  waktu tempuh rata-rata dan rasio antrian  U-Turn tertinggi terjadi pada  STA 0+600- STA 0+650 sebesar 14,42 detik yang terjadi pada hari Senin pada pukul 07.00 - 08.00. Dengan nilai rasio antrian sebesar 1,51 (P>1,0) yang terjadi pada hari Selasa pukul 07.00 - 08.00. Sedangkan untuk kinerja jalan Jendral Sudirman didapat nilai derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,5 dengan kategori tingkat pelayanan C.Volume lalu lintas tertinggi dari arah Timur menuju ke arah Barat sebesar 1249,75 skr/jam yaitu pada hari Selasa di jam 07.00 – 08.00 dan volume lalu lintas tertinggi dari arah Timur menuju ke arah Barat sebesar 1477,4 skr/jam pada hari Selasa di jam  07.00 – 08.00. Sedangkan berdasarkan hasil analisis uji data menggunakan regresi linier sederhana didapatkan hasil bahwa U-Turn (X) dapat mempengaruhi kinerja jalan (Y) yaitu terjadi pada STA 0+350 – STA 0+400, STA 0+600- STA 0+650 dan STA 1+150 – STA 1+200. Indikator u-turn yang dapat mempengaruhi kinerja jalan meliputi volume u-turn, waktu tempuh u-turn dan rasio antrian
EVALUASI PENGARUH POLIMER TERHADAP KUAT TEKAN BETON DAN STABILISASI TANAH PADA APLIKASI PERKERASAN KAKU Lirawati Lirawati; Muhammad Syukur; Muhammad Agisna Faredzi
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara eksperimental pengaruh penambahan polimer terhadap kinerja mekanik beton dan efektivitasnya dalam stabilisasi tanah untuk aplikasi perkerasan kaku. Metode yang digunakan adalah pendekatan laboratorium dengan membandingkan beton normal (BN) mutu rencana 20 MPa dan beton modifikasi polimer pada variasi 2,5%–20%, serta pengujian tanah yang distabilisasi polimer pada tiga jenis tanah berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton normal mampu mencapai kuat tekan rata-rata 20,911 MPa pada umur 28 hari, sementara penambahan polimer justru menyebabkan penurunan kuat tekan secara signifikan hingga 72,11% pada variasi 20%. Fenomena ini mengindikasikan bahwa dalam sistem semen, polimer cenderung mengganggu proses hidrasi dan pembentukan struktur mikro C-S-H, sehingga menurunkan kualitas ikatan pasta semen-agregat (Tang et al., 2020). Sebaliknya, pada material tanah, penambahan polimer menunjukkan peningkatan kuat tekan yang signifikan dibandingkan tanah alami, dengan nilai optimum pada tanah campuran polimer sebesar 41 kN, yang menunjukkan peningkatan kohesi melalui mekanisme particle bonding (Consoli et al., 2017). Selain itu, karakteristik agregat dengan nilai absorpsi tinggi (hingga 31,908%) teridentifikasi sebagai faktor kritis yang memengaruhi rasio air-semen efektif dan berpotensi menurunkan performa beton. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan polimer lebih prospektif untuk aplikasi geoteknik non-struktural seperti stabilisasi tanah dan lapisan subgrade, dibandingkan sebagai bahan tambah pada beton struktural, sehingga diperlukan optimasi lebih lanjut terhadap jenis dan kadar polimer untuk mencapai sinergi yang efektif dalam sistem berbasis semen
ANALISIS EKOHIDRAULIK VEGETASI RIPARIAN TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI WAY BATANGHARI BERDASARKAN INDEKS MAKROINVERTEBRATA Eva Rolia; Desma Andiestya Christi; Eri Prawati
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5222

Abstract

Kondisi vegetasi riparian yang berfungsi sebagai penyangga bagi lingkungan perairan sangat mempengaruhi kualitas ekosistem sungai. Degradasi vegetasi riparian dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan keanekaragaman hayati perairan, termasuk makroinvertebrata yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kondisi vegetasi riparian dengan komposisi makroinvertebrata di Sungai Way Batanghari, Kota Metro. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif korelasional, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling di tiga lokasi yang memiliki variasi kondisi vegetasi riparian. Data yang diperoleh meliputi pengukuran kepadatan, tajuk, dan persentase tanaman asli dari vegetasi, serta komposisi makroinvertebrata yang dianalisis menggunakan Indeks Biotilik (FBI) untuk menilai kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Biotilik memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan kualitas air, dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,926. Sementara itu, persentase semak dan pohon menunjukkan hubungan yang lemah hingga sedang dengan kualitas air, tetapi tidak signifikan secara statistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa vegetasi riparian yang lebih padat berkontribusi pada peningkatan keberagaman makroinvertebrata dan kualitas air, serta bahwa Indeks Biotilik dapat digunakan sebagai indikator biologis yang efektif untuk menilai kualitas air. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan dan restorasi ekosistem sungai yang berkelanjutan.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN LINGKUNGAN DI PROVINSI LAMPUNG Redhinansyah Kurniawan Jaya; Rahayu Sulistiyorini; Masdar Helmi; Ahmad Herizon; Ahmad Zakaria
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5223

Abstract

Jalan lingkungan merupakan sarana transportasi utama di kawasan permukiman yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kegiatan sosial ekonomi. Kondisi jalan yang baik dapat meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi transportasi di lingkungan perumahan. Sebaliknya, kerusakan jalan dapat menghambat aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan jalan lingkungan di lima kabupaten di Provinsi Lampung, yaitu Jalan Kelurahan Bumi Kedamaian (Bandar Lampung), Jalan Kelurahan Banjar Agung (Lampung Selatan), Jalan Desa Candi Mas (Lampung Utara), Jalan Kelurahan Teluk Dalam (Lampung Tengah), dan Jalan Desa Banjar Agung (Tulang Bawang). Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan pendekatan metode persentase tingkat kerusakan, yang dikategorikan menjadi tiga klasifikasi, yaitu rusak ringan (10–25%), rusak sedang (25–55%), dan rusak berat (>55%). Berdasarkan hasil analisis, diperoleh variasi tingkat kerusakan di setiap lokasi penelitian. Nilai tertinggi sebesar 100% ditemukan di Jalan Kelurahan Banjar Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang menunjukkan kondisi rusak berat dan memerlukan perbaikan segera. Sementara itu, tingkat kerusakan terendah sebesar 5% ditemukan di Jalan Desa Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, yang masih tergolong baik dan layak digunakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kerusakan jalan lingkungan di Provinsi Lampung bervariasi antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan strategi perbaikan dan pemeliharaan yang berkelanjutan, meliputi perbaikan lapisan permukaan (overlay) pada jalan rusak ringan, penambalan (patching) dan perbaikan drainase pada jalan rusak sedang, serta rekonstruksi total pada jalan rusak berat
ANALISIS KAJIAN KRITIS BETON APUNG DALAM TEKNIK SIPIL Fedya Diajeng Aryani
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5224

Abstract

Beton apung merupakan inovasi dalam teknik sipil yang menawarkan potensi untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi struktur bangunan. Kajian ini menganalisis karakteristik mekanis, metode produksi, aplikasi praktis, serta tantangan dalam penerapan beton apung. Hasil menunjukkan bahwa beton apung dapat mencapai kekuatan tekan yang kompetitif dan memiliki aplikasi yang luas, terutama di daerah pesisir dan rawan banjir. Namun, tantangan seperti biaya produksi yang tinggi dan kurangnya standar industri perlu diatasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami perilaku jangka panjang beton apung dalam berbagai kondisi lingkungan. Dengan pengembangan pedoman yang jelas dan penelitian berkelanjutan, beton apung berpotensi menjadi material utama dalam membangun infrastruktur yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan di masa depan
PENGARUH TARIKAN PERJALANAN PADA PUSAT PERBELANJAAN KOMPLEK SUMUR BANDUNG KOTA METRO Feby Aristia Putri; Gilang Sandamulya Pradana; Septyanto Kurniawan
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5253

Abstract

Perkembangan pusat perbelanjaan Komplek Sumur Bandung di Kota Metro meningkatkan tarikan perjalanan yang berdampak pada kinerja lalu lintas di ruas jalan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume lalu lintas harian rata-rata, karakteristik tarikan perjalanan, serta kinerja ruas jalan yang terdampak. Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Jendral Sudirman, Jalan Ade Irma Suryani, Jalan Z.A Pagar Alam, dan Jalan Mayjend Riyachudu dengan pendekatan kuantitatif melalui survei volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan kuesioner pengunjung. Analisis menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) untuk menghitung kapasitas jalan, derajat kejenuhan (DS), dan tingkat pelayanan (LOS), Hasil pengolahan data menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik pengunjung dan intensitas perjalanan terhadap volume lalu lintas di kawasan penelitian serta analisis regresi linier untuk memodelkan tarikan perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan volume lalu lintas pada jam puncak dengan dominasi penggunaan sepeda motor. Nilai derajat kejenuhan pada beberapa ruas jalan mendekati kapasitas dengan tingkat pelayanan berada pada kategori A hingga B. Model regresi menunjukkan bahwa karakteristik tata guna lahan berpengaruh signifikan terhadap tarikan perjalanan. Disimpulkan bahwa Komplek Sumur Bandung berdampak terhadap peningkatan tarikan perjalanan dan penurunan kinerja lalu lintas di sekitarnya, sehingga diperlukan manajemen lalu lintas yang optimal