cover
Contact Name
Herry Nur Hidayat
Contact Email
herrynh@hum.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
herrynh@hum.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Published by Universitas Andalas
ISSN : 20988746     EISSN : 23027142     DOI : -
WACANA ETNIK diterbitkan oleh Pusat Studi Informasi dan Kebudayaan Minangkabau bekerja sama dengan Jurusan Sastra Daerah Universitas Andalas. Terbit dua kali setahun, April dan Oktober. Terbit pertama kali pada 2010.
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
ANALISIS SEMIOTIK TERHADAP ILUMINASI NASKAH KHUTBAH KOLEKSI SURAU SYEKH MATO AIA PAKANDANGAN Razak, Rafiq Gusly Abdul; Pramono, Pramono; Putra, Yerri Satria
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis makna iluminasi yang terdapat dalam naskah Khutbah Idulfitri dan Iduladha koleksi Surau Syekh Mato Aia Pakandangan, Sumatera Barat, menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Naskah ini mengandung iluminasi beragam yang terinspirasi dari alam dan ukiran rumah gadang Minangkabau. Melalui analisis ikon, indeks, dan simbol, penelitian ini menginterpretasikan makna di balik motif-motif utama seperti siriah gadang (melambangkan kebersamaan), pucuak rabuang (harapan dan pertumbuhan), sulur (konektivitas dan keberkahan), lingkaran (representasi kosmologis), dan bunga teratai (kesucian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa iluminasi dalam naskah ini bukan sekadar ornamen, melainkan sarana visual yang kaya akan simbolisme budaya dan religius. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman warisan visual naskah kuno Minangkabau dan mengimplikasikan potensi pemanfaatannya dalam pelestarian budaya dan pengembangan industri kreatif lokal.
SASTRA LISAN BAGURAU PADA LAMAN FACEBOOK “MALAM BAGURAU MENDUNIA”: SEBUAH DESKRIPSI SINGKAT Izati, Nurul; Meigalia, Eka; Gayatri, Satya; Hidayat, Herry Nur
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (2) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i2.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pertunjukan bagurau yang diselenggarakan oleh komunitas daring “Malam Bagurau Mendunia” di Kota Padang, Sumatera Barat. Bagurau, sebagai genre sastra lisan Minangkabau berupa dialog lelucon dalam bentuk pantun yang diiringi musik tradisional, mengalami adaptasi signifikan melalui pemanfaatan platform media sosial Facebook sebagai wadah utama pertunjukan selama pandemi Covid-19. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan anggota “Malam Bagurau Mendunia” untuk mengumpulkan data mengenai sejarah pembentukan komunitas daring, format pertunjukan, karakteristik penampil dan perlengkapan, serta interaksi dengan khalayak daring dan luring.Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Malam Bagurau Mendunia” berhasil menciptakan ruang virtual untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi bagurau. Pertunjukan daring ini mempertahankan elemen-elemen tradisional seperti dendang dan pantun, namun mengintegrasikan fitur-fitur media sosial untuk interaksi dengan penonton, termasuk request lagu dan donasi daring. Teks pantun yang disajikan bervariasi dalam tema dan fungsi, menjadi daya tarik utama pertunjukan. Khalayak daring yang luas menunjukkan apresiasi terhadap bagurau dan mendukung keberlangsungan komunitas ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa “Malam Bagurau Mendunia” merupakan contoh sukses adaptasi seni tradisional di era digital, membuka peluang baru untuk pelestarian dan promosi warisan budaya Minangkabau.
PENGGUNAAN BAHASA ISYARAT INDONESIA PADA ORANG TULI DALAM BUDAYA MINANGKABAU Almos, Rona; Hidayat, Herry N
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v10.i1.179

Abstract

The use of Indonesian Sign Language by The Deaf in Minangkabau, particularly in West Sumatra, has become a significant topic to discuss within the context of culture and communication. Sign language serves as an effective communication tool for deaf individuals, enabling them to interact and participate in society in the same way as others. However, there is a significant disparity between the number of deaf individuals and the number of sign language interpreters in West Sumatra, indicating the need for further efforts to promote and support the use of sign language. This research explores how sign language adapts and integrates into Minangkabau culture and its impact on the values, norms, and behaviors within that culture. The research findings indicate that sign language plays a crucial role in the identity of deaf individuals and their integration into society. Furthermore, the study highlights the importance of developing local and national sign language as a crucial step to ensure that deaf individuals have equal access to communication and participation in society. This research emphasizes the importance of understanding and valuing the human rights of deaf individuals, including the right to use sign language, as part of efforts to create an inclusive and fair society.
PENCITRAAN TOKOH IBU DALAM LIRIK LAGU-LAGU MINANGKABAU Putri, Rahmi Livia; Meigalia, Eka; Pramono, Pramono
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.188

Abstract

Penelitian ini mengangkat peran seorang ibu dalam lirik lagu. Peran ibu di Minangkabau mengalami perubahan seiring perkembangan zaman, yang tercermin dalam lirik-lirik lagu Minang yang membahas sosok seorang ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan struktur yang terdapat pada lirik lagu Minang yang bertemakan ibu, serta bagaimana pencitraan tokoh ibu disampaikan dalam lirik-lirik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori struktural dan pencitraan. Data penelitian berupa lirik-lirik lagu Minang yang membahas tentang ibu, diambil dari akun-akun YouTube. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencari lagu-lagu terkait di YouTube, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk analisis menggunakan teori struktural. Dalam penelitian ini, ditemukan dua bentuk struktur dalam lirik lagu Minang tentang ibu, yaitu struktur batin dan fisik. Pada aspek diksi, banyak gambaran tentang keadaan yang malang, menderita, dan bukti perjuangan. Permajasan yang sering muncul meliputi metafora, hiperbola, antitesis, personifikasi, alegori, simile, repetisi, dan anafora. Terdapat beberapa pencitraan terhadap tokoh ibu, di antaranya sebagai sosok yang menderita dan malang, dibutuhkan dan pelindung bagi anak-anaknya, pejuang untuk keluarganya, keras dalam mengambil keputusan untuk anaknya, dan berjasa dalam kehidupan seorang anak.Kesimpulannya, lirik-lirik lagu Minang mencerminkan perubahan peran ibu di Minangkabau seiring dengan zaman, dengan struktur yang kaya akan diksi dan pemakaian permajasan yang beragam. Pencitraan tokoh ibu dalam lirik-lirik ini menunjukkan sosok yang menderita, kuat, dan memiliki peran yang penting dalam kehidupan keluarga. Ini merupakan gambaran mendalam tentang bagaimana peran dan pengaruh ibu dalam budaya Minangkabau.
CAMPUR KODE DALAM VIDEO INSTAGRAM JONAN_55 Putri, Meri Andani; Almos, Rona; Bahren, Bahren
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi satuan lingual yang membentuk campur kode dan bahasa yang terlibat dalam percampuran kode dalam tuturan video Instagram Jonan_55, seorang konten kreator dari Minangkabau. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas libat cakap dan catat. Data yang terkumpul dianalisis berdasarkan tataran lingual (kata, frasa, klausa, kalimat) dan jenis percampuran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode terjadi pada semua tataran lingual, dengan dominasi pada tataran kata. Bahasa yang terlibat dalam percampuran kode adalah bahasa Minangkabau, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, dengan pola yang paling umum adalah penyisipan unsur bahasa Indonesia ke dalam tuturan berbahasa Minangkabau. Penelitian ini juga menemukan adanya percampuran tiga bahasa dalam satu tuturan. Fenomena campur kode ini diduga kuat sebagai strategi komunikasi untuk menciptakan kelucuan dan menjangkau audiens yang lebih luas di media sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian sosiolinguistik mengenai penggunaan bahasa di ranah digital dan implikasinya bagi kreator konten serta pengajaran bahasa.
ANALISIS SEMIOTIK TERHADAP ILUMINASI NASKAH KHUTBAH KOLEKSI SURAU SYEKH MATO AIA PAKANDANGAN Razak, Rafiq Gusly Abdul; Pramono, Pramono; Putra, Yerri Satria
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis makna iluminasi yang terdapat dalam naskah Khutbah Idulfitri dan Iduladha koleksi Surau Syekh Mato Aia Pakandangan, Sumatera Barat, menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Naskah ini mengandung iluminasi beragam yang terinspirasi dari alam dan ukiran rumah gadang Minangkabau. Melalui analisis ikon, indeks, dan simbol, penelitian ini menginterpretasikan makna di balik motif-motif utama seperti siriah gadang (melambangkan kebersamaan), pucuak rabuang (harapan dan pertumbuhan), sulur (konektivitas dan keberkahan), lingkaran (representasi kosmologis), dan bunga teratai (kesucian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa iluminasi dalam naskah ini bukan sekadar ornamen, melainkan sarana visual yang kaya akan simbolisme budaya dan religius. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman warisan visual naskah kuno Minangkabau dan mengimplikasikan potensi pemanfaatannya dalam pelestarian budaya dan pengembangan industri kreatif lokal.
MITOS DAN KEPERCAYAAN RAKYAT MASYARAKAT MARITIM PESISIR SELATAN Wadani, Sonia Fitri; Putra, Yerri Satria; Awwali, Muchlis
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis fungsi mitos dan kepercayaan rakyat pada masyarakat maritim Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan. Sebagai wilayah dengan potensi maritim yang besar, masyarakat pesisir di daerah ini memiliki kekayaan tradisi lisan yang unik, termasuk mitos dan kepercayaan yang telah diwariskan turun-temurun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan folklor, melibatkan observasi lapangan dan wawancara terarah dengan tokoh masyarakat dan nelayan setempat untuk mengumpulkan data.Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi enam mitos dan empat belas kepercayaan rakyat yang masih diyakini dan dipraktikkan oleh masyarakat maritim di Kabupaten Pesisir Selatan. Analisis berdasarkan teori fungsi folklor dari Bascom mengungkapkan bahwa mitos dan kepercayaan ini memiliki beragam fungsi, antara lain sebagai alat pengendalian sosial, pengesahan nilai-nilai budaya, proyeksi harapan, sarana pendidikan, dan mekanisme pewarisan kearifan lokal terkait lingkungan laut dan aktivitas maritim. Implikasi praktis dari penelitian ini menyoroti pentingnya pelestarian dan pemanfaatan kearifan lokal dalam kebijakan pembangunan daerah, terutama dalam pengelolaan sumber daya laut, pariwisata bahari, dan pendidikan budaya. Integrasi pengetahuan tradisional ini dengan sistem modern diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan bagi masyarakat maritim Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mendokumentasikan warisan budaya maritim dan membuka peluang untuk kajian folklor yang lebih mendalam di wilayah Sumatera Barat.
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM NOVEL ANGKATAN BARU KARYA HAMKA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Yusri, Maurina Kharunissa; Gayatri, Satya; Wasana, Wasana
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.192

Abstract

Karya sastra, sebagai representasi kehidupan sosial, sering kali merefleksikan nilai-nilai dan dinamika masyarakat pada masanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Angkatan Baru karya Hamka melalui pendekatan sosiologi sastra untuk mengungkap representasi lunturnya nilai moral perempuan Minangkabau yang tergambar di dalamnya. Penelitian ini juga mengkontekstualisasikan penggambaran tersebut dengan kondisi masyarakat Minangkabau pada periode waktu novel tersebut diterbitkan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis deskriptif interpretatif terhadap teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Angkatan Baru merefleksikan pergeseran nilai dan tantangan yang dihadapi perempuan Minangkabau seiring dengan perubahan sosial dan pendidikan, yang berpotensi mengikis nilai-nilai moral tradisional dalam konteks kehidupan berkeluarga.
MAKIAN DALAM BAHASA MINANGKABAU DI KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @BARUAKTAMVAN Ikhlas, Yulia Hidayatul; Almos, Rona; Bahren, Bahren
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (2) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i2.193

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan satuan lingual, makna, dan fungsi umpatan dalam bahasa Minangkabau yang terdapat di kolom komentar akun Instagram @baruaktamvan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data penelitian berupa komentar-komentar yang mengandung umpatan pada unggahan akun Instagram  periode Maret hingga September 2020. Analisis data dilakukan dengan metode padan translasional dan pragmatis, serta mempertimbangkan konteks interaksi virtual.Hasilnya menunjukkan bahwa satuan lingual umpatan bervariasi dalam bentuk kata (leksem tunggal dan reduplikasi), frasa, klausa, dan kalimat. Makna umpatan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga konotatif (merendahkan, mengejek), tematik (penekanan), dan afektif (ekspresi emosi). Fungsi umpatan yang teridentifikasi meliputi ekspresi marah, kesal, menyesal, heran, menghina, dan menirukan dialog dalam konten media.Penggunaan umpatan dalam bahasa Minangkabau di media sosial merupakan fenomena linguistik yang kompleks, dipengaruhi oleh dinamika interaksi daring dan konteks konten. Umpatan tidak hanya sekadar kata kasar, tetapi juga alat ekspresi multifungsi dengan makna pragmatis yang beragam. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran berbahasa, literasi media, dan peran pendidikan dalam mempromosikan komunikasi daring yang lebih santun. Penelitian lanjutan disarankan untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan dan interpretasi umpatan di media sosial.
MINANGKABAU DALAM KUMPULAN CERPEN LABA-LABA KARYA GUS TF SAKAI Farizwan, Mohammad; Wasana, Wasana; Pramono, Pramono
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (2) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i2.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur budaya Minangkabau yang terdapat dalam kumpulan cerpen Laba-Laba karya Gus tf Sakai serta menelaah maknanya dalam konteks idealisme keminangkabauan. Menggunakan pendekatan antropologi sastra dan kerangka teori tujuh unsur kebudayaan universal dari Koentjaraningrat, penelitian ini menganalisis empat cerpen bernuansa Minangkabau dalam kumpulan tersebut. Hasil analisis menunjukkan representasi yang kaya dari unsur-unsur budaya Minangkabau, meliputi sistem bahasa (penggunaan baso Minang), sistem pengetahuan (tradisi tambo, kearifan lokal), sistem mata pencaharian (tradisi berdagang, bertani), sistem peralatan hidup dan teknologi (rumah gadang), sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial (struktur kekerabatan matrilineal, peran Datuk, konsep suku), serta sistem religi (sinkretisme kepercayaan).Lebih lanjut, penelitian ini mengkaji bagaimana representasi unsur-unsur budaya ini berinteraksi dan merefleksikan idealisme keminangkabauan, termasuk nilai-nilai adat basandi syara’, sistem kekerabatan matrilineal, semangat merantau, dan musyawarah. Karya sastra ini berfungsi sebagai medium penting dalam melestarikan, memperkenalkan, dan merefleksikan warisan budaya Minangkabau kepada pembaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Laba-Laba tidak hanya menawarkan narasi fiksi yang menarik, tetapi juga wawasan mendalam tentang kekayaan budaya dan nilai-nilai yang membentuk identitas masyarakat Minangkabau.