cover
Contact Name
Herry Nur Hidayat
Contact Email
herrynh@hum.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
herrynh@hum.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Published by Universitas Andalas
ISSN : 20988746     EISSN : 23027142     DOI : -
WACANA ETNIK diterbitkan oleh Pusat Studi Informasi dan Kebudayaan Minangkabau bekerja sama dengan Jurusan Sastra Daerah Universitas Andalas. Terbit dua kali setahun, April dan Oktober. Terbit pertama kali pada 2010.
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
ANALISIS PERANGKAT PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BUATAN GURU SMPN 4 SUNGAI RAYA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Syakila Nur Hani; Abdussamad Abdussamad; Agus Wartiningsih
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v10.i2.174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perangkat pembelajaran dalam proses pembelajaran karena pada masa pandemi saat ini interaksi antara guru dan siswa menjadi terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas atau kesesuaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, bahan ajar, dan perangkat evaluasi yang dibuat dan digunakan oleh guru bahasa Indonesia di SMPN 4 Sungai Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini bersumber dari guru Bahasa Indonesia kelas VIII SMPN 4 dan buku pegangan modul pengayaan. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa RPP yang dibuat dan digunakan oleh guru dapat mencerminkan esensi dari suatu proses perencanaan dengan hubungan antara tujuan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar dapat ditemukan bersumber dari modul pengayaan buku pegangan guru dan ditambah dengan video pembelajaran, dan alat evaluasi.
KINGYO NO OTSUKAI: CONTRIBUTION OF THE VALUE OF JAPANESE WORK ETHICS FOR CHILDREN Eduardus Agusli; Tienn Immerry; Femmy Dahlan
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v10.i1.178

Abstract

Japanese customs in practicing work ethics and upholding the principles of life are outstanding. These outstanding values were due in part to the instilled at an early age. A simple children’s story entitled Kingyo no Otsukai can be used as educational material for children because it portrays the value of Japanese work ethics. The research method applied was a descriptive qualitative method. Art and culture underlie the appreciation of literary work. Literary work is useless if it cannot interpret the goals carried out by the author. Kingyo no Otsukai contributes to children through the values of Japanese work ethics,namely bushido, makoto and ganbatte, also keishan. The connection among these three work ethics is the principle of bushido with optimism in doing everything, plus the spirit of ganbatte (never give up), supported by makoto (honesty and sincerity) to improve one’s abilities with creativity, productivity and innovation (Keishan). The embodiments of the Koinobori celebration in Japanese society are the three goldfish (the Red, the White, and the Striped) in the story. Japanese families with sons will celebrate every May 5th wishing the child success and progress. It is the task of parents or teachers to transfer the value of the work ethics obtained from children’s stories to children.
MITOS DAN KEPERCAYAAN RAKYAT MASYARAKAT MARITIM PESISIR SELATAN Wadani, Sonia Fitri; Putra, Yerri Satria; Awwali, Muchlis
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis fungsi mitos dan kepercayaan rakyat pada masyarakat maritim Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan. Sebagai wilayah dengan potensi maritim yang besar, masyarakat pesisir di daerah ini memiliki kekayaan tradisi lisan yang unik, termasuk mitos dan kepercayaan yang telah diwariskan turun-temurun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan folklor, melibatkan observasi lapangan dan wawancara terarah dengan tokoh masyarakat dan nelayan setempat untuk mengumpulkan data.Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi enam mitos dan empat belas kepercayaan rakyat yang masih diyakini dan dipraktikkan oleh masyarakat maritim di Kabupaten Pesisir Selatan. Analisis berdasarkan teori fungsi folklor dari Bascom mengungkapkan bahwa mitos dan kepercayaan ini memiliki beragam fungsi, antara lain sebagai alat pengendalian sosial, pengesahan nilai-nilai budaya, proyeksi harapan, sarana pendidikan, dan mekanisme pewarisan kearifan lokal terkait lingkungan laut dan aktivitas maritim. Implikasi praktis dari penelitian ini menyoroti pentingnya pelestarian dan pemanfaatan kearifan lokal dalam kebijakan pembangunan daerah, terutama dalam pengelolaan sumber daya laut, pariwisata bahari, dan pendidikan budaya. Integrasi pengetahuan tradisional ini dengan sistem modern diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan bagi masyarakat maritim Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mendokumentasikan warisan budaya maritim dan membuka peluang untuk kajian folklor yang lebih mendalam di wilayah Sumatera Barat.
NASKAH MIKRAJ SALINAN BUYA TANTUA DI SOLOK SELATAN: ANALISIS ISI Zora, Nofri Dwino; Pramono, Pramono; Meigalia, Eka
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (2) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i2.196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi teks Naskah Mikraj Salinan Buya Tantua yang tersimpan di Solok Selatan, Sumatera Barat, berdasarkan teori nilai keagamaan. Menggunakan metode filologi dengan fokus pada analisis isi, penelitian ini mengidentifikasi dan menginterpretasikan nilai-nilai keagamaan (akhlak, eskatologi, keimanan, dan kesejarahan) yang terkandung dalam kisah perjalanan spiritual Nabi Muhammad Saw sebagaimana tertuang dalam naskah beraksara Jawi tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Naskah Mikraj Salinan Buya Tantua menyajikan narasi Mikraj dengan kekhasan dalam beberapa detailnya. Analisis isi mengungkapkan adanya nilai-nilai akhlak yang menekankan kepemimpinan adil, menjauhi kemaksiatan, kejujuran, dan harmoni sosial. Nilai eskatologis menyinggung konsep surga dan neraka. Nilai keimanan tercermin dalam ajaran tentang tawakal dan keteguhan. Nilai kesejarahan menegaskan peristiwa Mikraj sebagai bagian penting dari sejarah Islam.Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai warisan intelektual, potensi naskah sebagai sumber nilai dalam penguatan moderasi beragama dan toleransi, serta relevansinya sebagai materi pembelajaran agama dan etika. Penelitian ini berkontribusi pada kajian filologi lokal dan pemberdayaan kearifan lokal. Temuan ini menggarisbawahi bahwa naskah-naskah kuno menyimpan nilai-nilai luhur yang masih relevan untuk kehidupan bermasyarakat dan beragama di masa kini.
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM NOVEL ANGKATAN BARU KARYA HAMKA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Yusri, Maurina Kharunissa; Gayatri, Satya; Wasana, Wasana
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.192

Abstract

Karya sastra, sebagai representasi kehidupan sosial, sering kali merefleksikan nilai-nilai dan dinamika masyarakat pada masanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Angkatan Baru karya Hamka melalui pendekatan sosiologi sastra untuk mengungkap representasi lunturnya nilai moral perempuan Minangkabau yang tergambar di dalamnya. Penelitian ini juga mengkontekstualisasikan penggambaran tersebut dengan kondisi masyarakat Minangkabau pada periode waktu novel tersebut diterbitkan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis deskriptif interpretatif terhadap teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Angkatan Baru merefleksikan pergeseran nilai dan tantangan yang dihadapi perempuan Minangkabau seiring dengan perubahan sosial dan pendidikan, yang berpotensi mengikis nilai-nilai moral tradisional dalam konteks kehidupan berkeluarga.
MEMBACA KEMBALI ANGGUN NAN TONGGA: TAFSIR KONTEMPORER DALAM PUISI ESHA TEGAR PUTRA Cania, Cintya; Wasana, Wasana; Awwali, Muchlis
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (2) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i2.197

Abstract

Artikel ini membahas hubungan intertekstual antara puisi Tentang Anggun Nan Tongga karya Esha Tegar Putra dengan Kaba Anggun Nan Tongga karya Ambas Mahkota. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana struktur puisi tersebut merepresentasikan, mereinterpretasi, dan mendialogkan ulang teks kaba sebagai sumber inspirasi utama. Dengan menggunakan pendekatan struktural untuk mengungkap unsur intrinsik puisi serta pendekatan intertekstual untuk menelusuri hubungan antar teks, ditemukan bahwa puisi ini bukan sekadar adaptasi, melainkan bentuk tafsir baru yang menyisipkan pandangan kontemporer atas nilai-nilai budaya Minangkabau.Puisi ini mengangkat konflik cerita klasik antara Anggun Nan Tongga dan Nangkodo Baha sebagai simbol dari pergulatan batin, dendam, dan kehormatan dalam sistem sosial matrilineal Minangkabau. Namun, melalui pilihan diksi dan gaya ekspresi yang reflektif dan kontemplatif, penyair menghadirkan dimensi psikologis yang lebih mendalam dan relevan dengan pembaca modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini berhasil menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, serta membuka ruang baru dalam penciptaan puisi yang berakar pada teks lama.
PENCITRAAN TOKOH IBU DALAM LIRIK LAGU-LAGU MINANGKABAU Putri, Rahmi Livia; Meigalia, Eka; Pramono, Pramono
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.188

Abstract

Penelitian ini mengangkat peran seorang ibu dalam lirik lagu. Peran ibu di Minangkabau mengalami perubahan seiring perkembangan zaman, yang tercermin dalam lirik-lirik lagu Minang yang membahas sosok seorang ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan struktur yang terdapat pada lirik lagu Minang yang bertemakan ibu, serta bagaimana pencitraan tokoh ibu disampaikan dalam lirik-lirik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori struktural dan pencitraan. Data penelitian berupa lirik-lirik lagu Minang yang membahas tentang ibu, diambil dari akun-akun YouTube. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencari lagu-lagu terkait di YouTube, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk analisis menggunakan teori struktural. Dalam penelitian ini, ditemukan dua bentuk struktur dalam lirik lagu Minang tentang ibu, yaitu struktur batin dan fisik. Pada aspek diksi, banyak gambaran tentang keadaan yang malang, menderita, dan bukti perjuangan. Permajasan yang sering muncul meliputi metafora, hiperbola, antitesis, personifikasi, alegori, simile, repetisi, dan anafora. Terdapat beberapa pencitraan terhadap tokoh ibu, di antaranya sebagai sosok yang menderita dan malang, dibutuhkan dan pelindung bagi anak-anaknya, pejuang untuk keluarganya, keras dalam mengambil keputusan untuk anaknya, dan berjasa dalam kehidupan seorang anak.Kesimpulannya, lirik-lirik lagu Minang mencerminkan perubahan peran ibu di Minangkabau seiring dengan zaman, dengan struktur yang kaya akan diksi dan pemakaian permajasan yang beragam. Pencitraan tokoh ibu dalam lirik-lirik ini menunjukkan sosok yang menderita, kuat, dan memiliki peran yang penting dalam kehidupan keluarga. Ini merupakan gambaran mendalam tentang bagaimana peran dan pengaruh ibu dalam budaya Minangkabau.
MAKIAN DALAM BAHASA MINANGKABAU DI KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @BARUAKTAMVAN Ikhlas, Yulia Hidayatul; Almos, Rona; Bahren, Bahren
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (2) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i2.193

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan satuan lingual, makna, dan fungsi umpatan dalam bahasa Minangkabau yang terdapat di kolom komentar akun Instagram @baruaktamvan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data penelitian berupa komentar-komentar yang mengandung umpatan pada unggahan akun Instagram  periode Maret hingga September 2020. Analisis data dilakukan dengan metode padan translasional dan pragmatis, serta mempertimbangkan konteks interaksi virtual.Hasilnya menunjukkan bahwa satuan lingual umpatan bervariasi dalam bentuk kata (leksem tunggal dan reduplikasi), frasa, klausa, dan kalimat. Makna umpatan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga konotatif (merendahkan, mengejek), tematik (penekanan), dan afektif (ekspresi emosi). Fungsi umpatan yang teridentifikasi meliputi ekspresi marah, kesal, menyesal, heran, menghina, dan menirukan dialog dalam konten media.Penggunaan umpatan dalam bahasa Minangkabau di media sosial merupakan fenomena linguistik yang kompleks, dipengaruhi oleh dinamika interaksi daring dan konteks konten. Umpatan tidak hanya sekadar kata kasar, tetapi juga alat ekspresi multifungsi dengan makna pragmatis yang beragam. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran berbahasa, literasi media, dan peran pendidikan dalam mempromosikan komunikasi daring yang lebih santun. Penelitian lanjutan disarankan untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan dan interpretasi umpatan di media sosial.
CAMPUR KODE DALAM VIDEO INSTAGRAM JONAN_55 Putri, Meri Andani; Almos, Rona; Bahren, Bahren
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi satuan lingual yang membentuk campur kode dan bahasa yang terlibat dalam percampuran kode dalam tuturan video Instagram Jonan_55, seorang konten kreator dari Minangkabau. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas libat cakap dan catat. Data yang terkumpul dianalisis berdasarkan tataran lingual (kata, frasa, klausa, kalimat) dan jenis percampuran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode terjadi pada semua tataran lingual, dengan dominasi pada tataran kata. Bahasa yang terlibat dalam percampuran kode adalah bahasa Minangkabau, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, dengan pola yang paling umum adalah penyisipan unsur bahasa Indonesia ke dalam tuturan berbahasa Minangkabau. Penelitian ini juga menemukan adanya percampuran tiga bahasa dalam satu tuturan. Fenomena campur kode ini diduga kuat sebagai strategi komunikasi untuk menciptakan kelucuan dan menjangkau audiens yang lebih luas di media sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian sosiolinguistik mengenai penggunaan bahasa di ranah digital dan implikasinya bagi kreator konten serta pengajaran bahasa.
MINANGKABAU DALAM KUMPULAN CERPEN LABA-LABA KARYA GUS TF SAKAI Farizwan, Mohammad; Wasana, Wasana; Pramono, Pramono
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (2) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i2.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur budaya Minangkabau yang terdapat dalam kumpulan cerpen Laba-Laba karya Gus tf Sakai serta menelaah maknanya dalam konteks idealisme keminangkabauan. Menggunakan pendekatan antropologi sastra dan kerangka teori tujuh unsur kebudayaan universal dari Koentjaraningrat, penelitian ini menganalisis empat cerpen bernuansa Minangkabau dalam kumpulan tersebut. Hasil analisis menunjukkan representasi yang kaya dari unsur-unsur budaya Minangkabau, meliputi sistem bahasa (penggunaan baso Minang), sistem pengetahuan (tradisi tambo, kearifan lokal), sistem mata pencaharian (tradisi berdagang, bertani), sistem peralatan hidup dan teknologi (rumah gadang), sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial (struktur kekerabatan matrilineal, peran Datuk, konsep suku), serta sistem religi (sinkretisme kepercayaan).Lebih lanjut, penelitian ini mengkaji bagaimana representasi unsur-unsur budaya ini berinteraksi dan merefleksikan idealisme keminangkabauan, termasuk nilai-nilai adat basandi syara’, sistem kekerabatan matrilineal, semangat merantau, dan musyawarah. Karya sastra ini berfungsi sebagai medium penting dalam melestarikan, memperkenalkan, dan merefleksikan warisan budaya Minangkabau kepada pembaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Laba-Laba tidak hanya menawarkan narasi fiksi yang menarik, tetapi juga wawasan mendalam tentang kekayaan budaya dan nilai-nilai yang membentuk identitas masyarakat Minangkabau.