cover
Contact Name
Herry Nur Hidayat
Contact Email
herrynh@hum.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
herrynh@hum.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK
Published by Universitas Andalas
ISSN : 20988746     EISSN : 23027142     DOI : -
WACANA ETNIK diterbitkan oleh Pusat Studi Informasi dan Kebudayaan Minangkabau bekerja sama dengan Jurusan Sastra Daerah Universitas Andalas. Terbit dua kali setahun, April dan Oktober. Terbit pertama kali pada 2010.
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
CERITA PROSA RAKYAT DI SURAU TUANKU MUDIAK TAMPANG: DOKUMENTASI DAN KLASIFIKASI Rafika Duri; Eka Meigalia; Pramono Pramono
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v9.i2.152

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan klasifikasi hasil dokumentasi cerita prosa rakyat yang ada di sekitar Surau Tuanku Mudiak Tampang, Rao, Kabupaten Pasaman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi lapangan dengan langkah-langkah observasi, wawancara, pencatatan, transkipsi, klasifikasi, serta analisis cerita. Hasilnya, ditemukan dua puluh tiga cerita prosa rakyat di sekitar Surau Tuanku Mudik Tampang, Rao, Kabupaten Pasaman. Setelah didokumentasikan dan dilakukan pengklasifikasian semua cerita prosa rakyat dikelompokkan ke dalam legenda, lima cerita jenis legenda setempat, satu cerita legenda alam gaib, tujuh cerita legenda perseorangan, dan sepuluh cerita  legenda keagamaan.
LEKSIKON REMPAH-REMPAH DI MINANGKABAU Silvia Wandira; Lindawati Lindawati; Diah Noverita
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v8.i2.149

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah (1) mendeskripsikan bentuk leksikon rempah-rempah dalam masakan Minangkabau. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yakni (i) tahap pengumpulan data, (ii) tahap analisis data, (iii) tahap penyajian hasil analisis data. Metode yang digunakan saat penyediaan data adalah metode simak dan cakap. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik pancing. Teknik lanjutannya yaitu teknik simak libat cakap, teknik cakap semuka dan teknik catat. Metode yang digunakan dalam proses analisis data adalah metode padan referensial dan metode padan translasional. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu (PUP), dan teknik lanjutannya adalah teknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Dalam melaporkan hasil analisis data, metode yang digunakan adalah metode penyajian formal dan informal. Dari hasil analisis data dan identifikasi yang telah dilakukan diperolehempat belas buah leksikon berupa kata dengan kategori kata benda/nomina dan sembilan belas buah leksikon berupa frasa dengan kategori frasa nomina. 
DESKRIPSI DAN DOKUMENTASI PROSESI MAMBUEK PUWAU Kiki Nofrijum; Yerri Satria Putra; Eka Meigalia
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v10.i1.154

Abstract

Puwau (perahu tradisional) yang terdapat di Nagari Limo Koto masih digunakan sampai sekarang ini oleh masyarakatnya sebagai penunjang pekerjaannya. Termasuk juga dalam mempertahankan produksi pembuatan puwau atau yang dikenal dengan mambuek puwau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendokumentasikan dan mengklasifikasikan bentuk dan jenis folklor yang ada dalam prosesi mambuek puwau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode etnografi dan folklor diperoleh melalui teknik penelitian pendekatan etnografi, kemudian pra wawancara di tempat, wawancara di tempat dan teknik pengarsipan folklor. Pada prosesi mambuek puwau terdapat 7 prosesi yaitu 1) maniliak, 2) manobang, 3) mambuek karangko, 4) maelo/manuwunan puwau, 5) maondom, 6) mangombang puwau, dan 7) masang pongge.
PEMAHAMAN KOSAKATA NAMA BENDA BAHASA MELAYU SUKADANA PADA SISWA SMA DI KECAMATAN SUKADANA Firdaus Zar’in; Mellisa Jupitasari
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v9.i2.141

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginventarisasikan kosakata nama benda bahasa Melayu Sukadana, mendeskripsikan pemahaman siswa terhadap kosakata nama benda bahasa Melayu Sukadana berdasarkan gender, dan mendeskripsikan pemahaman siswa terhadap kosakata nama benda bahasa Melayu Sukadana berdasarkan siswa berbahasa ibu bahasa Melayu Sukadana dan bukan berbahasa ibu bahasa Melayu Sukadana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang ditunjang dengan metode kuantitatif. Sumber data penelitian ini adalah 10% populasi siswa SMA Negeri 1 Sukadana, yaitu 52 siswa. Hasil penelitian ini menghimpun 150 kosakata kata benda yang terdiri atas 23 kata hewan, 25 kata tumbuhan, 21 kata makanan, 25 kata mainan/permainan, 39 kata alat rumah tangga, dan 17 kata penyakit yang diteskan kepada 52 siswa SMA Negeri 1 Sukadana. Berdasarkan hasil tes mengenai pemahaman siswa terhadap kosakata kata benda, seluruh siswa dari total sampel tersebut hanya memahami 69% kosakata nama benda bahasa Melayu Sukadana. Berdasarkan klasifikasi gender, siswa laki-laki memiliki pemahaman 71 % dan siswa perempuan 68 %. Selanjutnya, siswa berbahasa ibu bahasa Melayu Sukadana memiliki pemahaman 72% terhadap kosakata tersebut, sedangkan siswa yang bukan berbahasa ibu bahasa Melayu memiliki pemahaman sekitar 63%.
PENAMAAN MAKANAN BERBAHAN UBI DI MINANGKABAU Silvia Fransiska; Reniwati Reniwati; Lindawati Lindawati
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v8.i1.133

Abstract

Artikel ini membahas nama-nama serta asal penamaan makanan berbahan baku ubi di Minangkabau. Metode yang digunakan pada penyedian data adalah metode cakap. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik pancing. Teknik lanjutannya yaitu teknik cakap semuka, teknik catat dan rekam. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan referensial. Teknik dasar yang digunakan adalah Teknik Pilah Unsur Penentu (PUP), dengan Teknik Lanjutan Teknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Hasil analisis data menggunakan metode penyajian formal dan informal. Hasil analis diperoleh tiga puluh empat nama makanan berbahan baku ubi di Minangkabau. Asal-usul penamaannya ditemukan yaitu peniruan bunyi, sifat khas, penemu atau pembuat, tempat asal, bahan, keserupaan, dan penamaan baru
EKRANISASI NOVEL INSYA ALLAH SAH KARYA ACHI TM KE FILM INSYA ALLAH SAH Sherly Marselina Tri Lorenza; Martono Martono; Agus Wartiningsih
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v10.i2.168

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan transformasi alur cerita novel Insya Allah Sah karya Achi TM yang diadaptasikan menjadi film dengan judul yang sama. Transformasi tersebut meliputi penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi yang dikemas dalam satu teori, yaitu teori Ekranisasi. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan ekranisasi yang terjadi pada alur cerita novel Insya Allah Sah karya Achi TM ke film Insya Allah Sah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan bentuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif. Data dalam penelitian ini bersumber dari novel Insya Allah Sah karya Achi TM dan film Insya Allah Sah (2017). Berdasarkan hasil analisis pada novel dan film tersebut terdapat sejumlah ekranisasi yang terjadi pada setiap tahapan alur ceritanya yang meliputi penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Kemudian, penelitian ini memiliki keterkaitan terhadap pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas XII semester genap kurikulum 2013 merujuk Kompetensi Dasar 3.9 dan 4.9. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi banyak kalangan terutama bagi guru, peserta didik, pelaku industri kreatif dunia perfilman, dan bagi peara peneliti selanjutnya.
PEMBELAJARAN TEKS PUISI RAKYAT Haji Tatiyana; Martono Martono; Mellisa Jupitasari
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v10.i2.171

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian mengenai pembelajaran yang dahulunya dilaksanakan secara tatap muka namun saat ini dilaksanakan secara daring, Sehingga perlu diketahui pelaksanaan pembelajaran daring yang dilakukan efektif atau tidak dalam melaksanakan pembelajaran khususnya teks puisi rakyat. Selanjutnya masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengenai perencanaan, pelaksanaan, penilaian pembelajaran teks puisi rakyat di kelas VII SMP Yakhalusti Pontianak yang dilakukan secara daring. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran teks puisi rakyat di kelas VII SMP Yakhalusti Pontianak yang dilakukan secara daring. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini bersumber dari guru Bahasa Indonesia kelas VII. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat. Pertama, pada perencanaan pembelajaran, dalam perencanaan pembelajaran ini RPP yang dibuat guru sudah memenuhi standar karena terdapat bagian pendahuluan, kegiatan ini, dan penutup pembelajaran yang menjadi komponen RPP. Kedua, pelaksanaan pembelajaran, terdapat kesulitan yang dialami guru maupun siswa dalam melaksanakan pembelajaran secara daring yaitu, guru kesulitan untuk berinteraksi dengan siswa karena tidak bertemu secara langsung, siswa yang tidak memiliki gawai kesulitan dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan secara daring. Ketiga, penilaian pembelajaran, penilaian pembelajaran yang dilaksanakan secara daring hanya menekankan pada penilaian pengetahuan. Namun meskipun demikian nilai yang diperoleh siswa dalam pembelajaran daring sudah memcapai standar kompetensi yaitu separuh dari jumlah siswa sudah lulus dalam materi teks puisi rakyat.
SI KANCIL DAN USAGI: Nilai Edukasi dalam Dongeng dari Dua Negara Tienn Immerry; Femmy Dahlan
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v10.i2.172

Abstract

Tradisi menceritakan dongeng adalah sebuah awal pengenalan sastra kepada anak. Anak Indonesia dan anak Jepang tentunya pernah diperkenalkan kepada dongeng dengan tokoh cerita fauna yang memiliki ukuran tubuh kecil, yaitu Kancil dan Usagi (Kelinci).  Secara pragmatis, dongeng anak sebagai folklor memenuhi prinsip dulce et utile, menghibur dan bermanfaat. Cerita anak diharapkan dapat memperluas cakrawala, memperdalam pengetahuan, dan mengembangkan wawasan sosial. Artikel ini mengungkap nilai luhur yang terdapat dalam dua dongeng dari dua negara, Indonesia dan Jepang. Dongeng dengan cerita hampir sama ini berjudul Si Kancil: Menipu Para Buaya (Indonesia) dan Inaba no Shiro Usagi (Jepang). Metode yang digunakan untuk adalah content analysis dan fungsi folklor.  Hasil penelitian menunjukkan tokoh Usagi dan Kancil sama-sama memiliki akal cerdik yang digunakan untuk mencapai keinginannya meskipun dengan cara yang tidak baik. Berbeda dengan tokoh Kancil yang merupakan fauna biasa, tokoh Usagi memiliki magical power, kata-kata yang diucapkannya menjadi kenyataan di akhir cerita. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi Jepang tampak lebih kental daripada tradisi Indonesia. Jika dilihat dari fungsi folklor sebagai alat pendidikan anak, kedua dongeng sama-sama mengandung nilai edukasi. Nilai dalam dongeng Si Kancil dan Inaba no Shiro Usagi ada empat, yaitu edukasi tentang fauna dan habitatnya, alam dan vegetasi dapat digunakan untuk bertahan hidup, kesadaran demi keselamatan, dan edukasi tentang tradisi masyarakat pemilik cerita. Dongeng masing-masing negara memiliki pesan eksplisit dan implisit yang setara, tidak ada yang melebihi satu sama lain.
LEKSIKON GERAK TARI BUAI-BUAI Ike Efrita; Lindawati Lindawati; Rona Almos
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v10.i2.175

Abstract

This study aims to classify the forms of language units of the Buai-Buai Dance lexicon and the lexicon meanings of the names of the Buai-buai Dance movements in Pauh, Padang City. In this study, an anthropolinguistic approach is used to study the intricacies of language whose study is related to culture.Based on the results of data analysis, 31 linguistic unit lexicon data were obtained in the form of words, phrases, and clauses. The word lexicon found 19 data consisting of 8 complex and 11 single data lexicons. The phrase data contains ten data, which are nine attributive endocentric phrase lexicons and one modified endocentric phrase lexicon data. The clause data has 3 data, namely intransitive clauses.
SENJATA PERANG DALAM KABA CINDUA MATO Ulfa Putri Aulia; Khairil Anwar; Wasana Wasana
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v10.i2.176

Abstract

This article describes the armaments in the Cindua Mato kaba story. Through a structural approach and analysis of intrinsic elements, there are several descriptions of armaments in this kaba story. War equipments in the story of Kaba Cindua Mato are not only weapons. The domestic animal, the buffalo Si Binuang, is also used as a tool of war in this kaba story. The use of insects, bees, and wasps is also an instrument of war in the Cindua Mato kaba. In addition, knowledge of nature is a means of successful war strategy. Using large stones on the hill and tanyo-tanyo betel leaves is a form of knowledge about Minangkabau nature. The description of armaments in the Cindua Mato kaba story indirectly shows the Minangkabau people's knowledge of technology that utilizes nature. Using camin api combined with sunlight also shows relatively high technological knowledge.

Page 11 of 14 | Total Record : 133