cover
Contact Name
Basori
Contact Email
tjakbasori@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
suarbetangbbkalteng@gmail.com
Editorial Address
http://suarbetang.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/BETANG
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Suar Betang
ISSN : 19075650     EISSN : 26864975     DOI : 10.26499/surbet.v14i1.91
Core Subject : Education,
SUAR BETANG is a journal that publishes articles in the study of literature, linguistics, and language teaching. This journal will be consumed by litterateur, linguists, researchers, university lecturers in language teaching, students in linguistics, language teachers, journalists, and other professionals. All articles in SUAR BETANG have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SUAR BETANG is published by Balai Bahasa Kalimantan Tengah twice a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
Analisis Wacana Perbedaan Agama dan Budaya dalam Film “Bidadari Mencari Sayap” Candra Alfiyani
SUAR BETANG Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i1.215

Abstract

This study aims to analyze the discourse in Aria Kusumadewa's film “Bidadari Mencari Sayap” using Teun van Dijk's theory which includes text analysis (macro structure, super structure, micro structure), social cognition, and social context. The type of the research is descriptive qualitative. Techniques in collecting data are observation and note technique. The result shows that the macro structure in this film raises the theme of a religious and cultural difference. This super structure film tells the story of a family formed from different religions and cultures that cause conflict. There are three parts of micro structure in this film: (1) semantics, this film is more directed at divine meanings from different points of view; (2) syntax, in the film there is coherence, using conjunctions and, but, then, because rather than using pronouns I and you; and (3) stilistics, the use of language almost entirely Indonesian but there are also some uses of slang and Betawi. Social cognition in this film raises the story of life from the perspective of marriage.The social context of this film shows the implicit messages that the film wants to convey to the audience regarding the importance of communication in dealing with differences. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis wacana dalam film “Bidadari Mencari Sayap” karya Aria Kusumadewa menggunakan teori Teun van Dijk yang meliputi analisis teks (struktur makro,super struktur, dan struktur mikro), kognisi sosial, dan konteks sosial. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur makro pada film ini mengangkat tema tentang sebuah perbedaan agama dan budaya. Super struktur film ini berisi cerita tentang sebuah keluarga yang terbentuk dari agama dan budaya yang berbeda yang menyebabkan konflik. Struktur mikro dalam film ini terdapat tiga bagian, yaitu (1) semantik yang lebih mengarah kepada makna-makna ketuhanan berdasarkan sudut pandang yang berbeda; (2) sintaksis yang menunjukkan adanya koherensi dengan memakai kata penghubung dan, tetapi, lalu, karena daripada menggunakan kata ganti aku dan kamu; (3) stilistika menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan hampir secara keseluruhan menggunakan bahasa Indonesia. Akan tetapi, ada juga penggunaan bahasa gaul dan bahasa Betawi. Kognisi sosial pada film ini ialah cerita kehidupan melalui sudut pandang perkawinan. Konteks sosial film ini menunjukkan pesan-pesan tersirat yang ingin disampaikan kepada penonton mengenai pentingnya komunikasi dalam menghadapi sebuah perbedaan.
Does Gender Influence The Intercultural Competence (IC) of Indonesian English Teacher? Mas Muhammad Idris
SUAR BETANG Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i1.237

Abstract

This study is set out to see the intercultural competence (henceforth IC) degree of English teachers and determine whether gender influences their IC or not. This study is conducted due to the reason that the need of IC becomes essential part both in education and life context in which the societies’ changes in communication and developing mutual aims have always been happened. This study was in the model of descriptive quantitative research that used a sample survey design. Samples of 88 English teachers in Yogyakarta taken by using Morgan’s table (1970). They were asked to complete the instrument comprising 3 factors with 40 items developed by Pestalozzi Programme and Intercultural Cities of the Council of European Commission and the European Wergeland Centre (2008). This study revealed that the degree of IC of English teachers was high and there was no significant relationship between gender and the IC of English teachers. In other words, the gender does not influence their IC accordingly as well as it is recommended that the IC should be had by any individuals respectively.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi komunikasi antarbudaya (IC) guru bahasa Inggris dan menentukan apakah gender memengaruhinya. Penelitian ini dilakukan dengan alasan perlunya IC menjadi bagian penting dalam konteks pendidikan dan kehidupan ketika perubahan-perubahan pada masyarakat dalam hal komunikasi dan meningkatkan tujuan yang saling menguntungkan selalu terjadi. Penelitian ini adalah penelitain kuantitatif dalam bentuk survei. Sampel penelitian ini berjumlah 88 guru di Yogyakarta yang diambil menggunakan tabel Morgan (1970). Mereka diminta untuk menjawab sebuah instrumen yang telah diadaptasi yang terdiri atas 3 faktor dengan 40 butir pertanyaan. Instrumen ini dikembangkan oleh Pestalozzi Programme and Intercultural Cities of the Council of European Commission and the European Wergeland Centre (2008). Analisis mununjukkan bahwa tingkat IC guru bahasa Inggris dikategorikan tinggi dan tidak ada hubungan yang signifikan antara gender dan kompetensi interkultural guru bahasa Inggris. Dengan kata lain, gender tidak memengaruhi kemampuan IC mereka.
Strategi Kesantunan Masyarakat Multikultural Misbahul Munir; Miftahulkhairah Anwar; NFN Nuruddin
SUAR BETANG Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i1.229

Abstract

Language is a product of human thought used as a communication tool. Language also reflects a person's attitudes, thoughts, and behavior. Therefore, politeness strategies are needed in communicating, especially with people who have just met or have social distance. Jakarta, as a capital city, consists of various tribes and different customary and cultural backgrounds. The language used within is of course various in everyday communication. Accents still signify the identity of the tribes. The purpose of this study was to describe the use of Brown and Levinson's politeness strategies in people's daily conversations in Semanan Village, RT 002 RW 006, Semanan Village, West Jakarta. The method used in this research is a qualitative method using the recording technique as a data collection technique. The data is then categorized and analyzed. The results of this study show that the speech strategy consists of direct politeness strategies, positive politeness strategies, negative politeness strategies, and indirect politeness strategies. There are also directive speech, namely: assertive speech and expressive speech.AbstrakBahasa merupakan produk pikiran manusia yang kegunaannya sebagai alat komunikasi. Bahasa juga mencerminkan sikap, pikiran, dan perilaku seseorang. Oleh karena itu, strategi kesantunan dibutuhkan dalam berkomunikasi, terlebih dengan orang-orang yang baru ditemui atau memiliki jarak sosial. Sebagai ibu kota, Jakarta terdiri atas beragam suku dan latar belakang adat serta kebudayaan yang berbeda-beda. Bahasa yang digunakan tentu bermacam-macam. Logatnya pun masih menandakan identitas sukunya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan strategi kesantunan Brown dan Levinson dalam percakapan sehari-hari masyarakat di Kampung Semanan, RT 002 RW 006, Kelurahan Semanan, Jakarta Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik rekam sebagai teknik pengumpulan data. Data kemudian dikategorisasi dan dianalisis. Berdasarkan analisis, strategi tuturan yang dapat diidentifikasi terdiri atas strategi kesantunan langsung, strategi kesantunan positif, strategi kesantunan negatif, dan strategi kesantunan tidak langsung. Terdapat pula tuturan direktif, yakni tuturan asertif dan tuturan ekspresif.
Analisis Postmodern Novel Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono NFN Trisnawati
SUAR BETANG Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i1.223

Abstract

The development of the era of the creation of literary works can not be separated from the paradigm of modernism. However, modernism is considered obsolete and incapable of meeting human needs anymore so by humans it must be replaced with a new paradigm. Protests against modernism spawned a new paradigm called postmodern. This study aims to describe aspects of eclecticism in Sapardi Djoko Damono’s novel Hujan Bulan Juni in the postmodern paradigm based on the Lyotard theory. The study used a qualitative descriptive approach. The data analyzed in this study are unit of stories related to aspects of eclectisism, namely the blurring of borders between countries, mixing foreign cultures with local cultures, adoption of behavior and the use of goods originating from foreign countries.AbstrakPenciptaan karya sastra tidak lepas dari paradigma modernisme. Namun, modernisme dianggap usang dan tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia lagi sehingga harus digantikan oleh paradigma baru. Protes terhadap modernisme melahirkan paradigma baru yang disebut postmodern. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek eklektisisme dalam novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono dalam paradigma postmodern berdasarkan teori Lyotard. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berupa satuan cerita yang berkaitan dengan aspek eklektisisme berupa pengaburan batas antarnegara, pencampuran budaya asing dengan budaya lokal, pengadopsian perilaku, dan penggunaan barang-barang yang berasal dari negara asing.
Hibriditas, Mimikri, dan Ambivalensi dalam Novel Layla Karya Candra Malik dan Relevansinya dalam Pemelajaran Bahasa Indonesia di SMA: Kajian Poskolonialisme Edwin Sanditama; Dwi Kurniasih
SUAR BETANG Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i1.236

Abstract

This study aims to examine postcolonialism in Candra Malik's novel Layla. Postcolonialism is meant by forms of hybridity, mimicry and ambivalence. In addition, this study will also link the relevance of postcolonialism in Layla with Indonesian language learning in high school. This study used descriptive qualitative method. This method is used to describe and explain forms of hybridity, mimicry, and ambivalence in Candra Malik's Layla and its relevance to Indonesian language learning in high school. The strategy used is content analysis. The results showed that there were forms of hybridity in the form of social status, education, marriage and food. The forms of mimicry include marriage, language, clothing, lifestyle, names and buildings. The form of ambivalence is in the form of work, education and household. Postcolonialism in Layla has relevance to Indonesian language learning in high school. The results of the postcolonial study of Layla can be used as teaching material on the basic competence of analyzing the language of a story or historical novel in XII grade. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji poskolonialisme dalam novel Layla karya Candra Malik. Poskolonialisme yang dimaksud adalah bentuk-bentuk hibriditas, mimikri, dan ambivalensi. Selain itu, penelitian ini juga akan mengaitkan relevansi poskolonialisme dalam novel Layla dengan pemelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode tersebut digunakan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk-bentuk hibriditas, mimikri, dan ambivalensi dalam novel Layla dan relevansinya dengan pemelajaran bahasa Indonesia di SMA. Strategi yang digunakan adalah analisis konten/isi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat bentuk hibriditas berupa status sosial, pendidikan, pernikahan, dan makanan. Bentuk mimikri berupa pernikahan, bahasa, pakaian, gaya hidup, nama, dan bangunan. Bentuk ambivalensi berupa pekerjaan, pendidikan, dan rumah tangga. Poskolonialisme dalam novel Layla memiliki relevansi dengan pemelajaran bahasa Indonesia di SMA. Hasil kajian poskolonial novel Layla ini dapat dijadikan bahan ajar untuk menganalisis secara kebahasaan cerita atau novel sejarah di kelas XII.
Anjay dan Realisasi Pemakaiannya dalam Komentar Netizen di Akun Instagram @narasinewsroom Ai Gumiar
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.196

Abstract

The word anjay became a hot topic of conversation among Indonesians at the end of August 2020. Various reports emerged along with the ban on the use of the word of anjay, including on the Instagram account @narasunewsroom. As an account of news on Instagram, the information on this account is very up to date. The news about the use of the word anjay uploaded to this account. The follower reactions in the comments column are very diverse. The word anjay cannot be separated from the written comments. This paper discusses the speech of warganets that contained the word anjay in Instagram account of @narasinewsroom. The aims are to provide an overview of the use of the word anjay and its characteristics in speech. Qualitative descriptive method with pragmatic study was used to analyze. The methods used in data collection are observation method and note-taking technique. Geez method used to analyze data. The results show that the form of anjay based on its position in the speech can be at the beginning; middle; end; and combinations of beginning and middle, beginning and end, and middle and end. Meanwhile, based on its communicative values, speeches that contain the word anjay can be divided into five, namely (1) declarative speech; (2) interrogative speech; (3) imperative speech; (4) exclamative speech; and (5) empathic speech. AbstrakKata anjay menjadi ramai dibicarakan masyarakat Indonesia pada akhir bulan Agustus 2020. Berbagai pemberitaan muncul seiring dengan munculnya larangan penggunaan kata anjay, termasuk di akun Instagram @narasinewsroom. Sebagai akun berita di Instagram, informasi-informasi yang disampaikan di akun ini sangat kekinian. Pemberitaan mengenai penggunaan kata anjay dan problematikanya pun tidak luput dan diunggah di akun tersebut. Reaksi netizen pengikut akun Instagram tersebut di kolom komentar sangat beragam. Kata anjay tidak lepas dari komentar-komentar yang dituliskan. Makalah ini membahas tuturan netizen yang mengandung kata anjay dalam mengomentari unggahan akun Instagram @narasinewsroom. Tujuannya untuk memberikan gambaran tentang penggunaan kata anjay serta karakteristiknya di dalam tuturan. Metode deskriptif kualitatif dengan kajian pragmatik digunakan untuk menganalisis tuturan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa wujud tuturan kata anjay berdasarkan posisinya di dalam tuturan dapat berada di awal; tengah; akhir; dan gabungan awal dan tengah, awal dan akhir, serta tengah dan akhir. Sementara itu, berdasarkan nilai komunikatifnya, tuturan yang mengandung kata anjay dapat dibedakan menjadi lima, yaitu (1) tuturan deklaratif; (2) tuturan interogatif; (3) tuturan imperatif; (4) tuturan eksklamatif; dan (5)tuturan empatik.
Ekspresi Cinta dalam Novel Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata NFN Suryanti
SUAR BETANG Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i2.264

Abstract

The novel by Andrea Hirata describes the values of life society that are useful for readers in life. This article aims to describe the expression of love in the novel Sirkus Pohon. This is a qualitative descriptive research. The data is compiled by reading the novel, taking notes and analyzing each sequel containing expressions of love. The results of this study indicate that love is expressed for God, friends, family, peace, the surrounding community, the country, the environment and the opposite sex.AbstrakNovel karangan Andrea Hirata ini menggambarkan nilai-nilai kehidupan di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut berguna bagi pembaca dalam menjalani kehidupan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresi cinta dalam novel Sirkus Pohon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan penulis dengan membaca secara utuh novel, mencatat, dan menganalisis setiap sekuel yang mengandung ekspresi cinta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi cinta yang terdapat dalam novel tersebut ialah aspek cinta kepada Tuhan, sahabat, keluarga, cinta perdamaian, masyarakat sekitar, tanah air, lingkungan, dan lawan jenis.
Eksistensi Perempuan dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata: Kajian Feminisme Eksistensial Ariskadyani Meiferawati
SUAR BETANG Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i2.259

Abstract

This paper analyzes the existence of women’s existence in Andrea Hirata’s Guru Aini. This study aims to determine the existence of women in the novel. This is a descriptive qualitative research with existential feminism approach. The writer analyzes the data obtained by identifying, classifying, describing and drawing conclusions. It can be concluded in this study that there are several texts that include words and sentences which indicate the female character named Desi in the novel is able to bring out her existence as a female figure in the novel.Abstrak Tulisan ini menganalisis eksistensi perempuan dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Penelitian ini bertujuan mengetahui eksistensi perempuan dalam novel tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan feminimisme eksistensial. Penulis menganalisis data yang didapat dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, menguraikan, dan menarik kesimpulan. Ditemukan beberapa teks yang meliputi kata dan kalimat yang menunjukkan bahwa tokoh perempuan bernama Desi pada novel tersebut mampu memunculkan eksistensiya sebagai sosok perempuan.
Relasi Sistem Tanda Verbal dan Tanda Visual pada Iklan Rokok di Youtube Paul Diman; Albertus Purwaka; Ina Nurensia Maleyati
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.208

Abstract

This study discusses the relationship between verbal and visual signs system in cigarette advertisements in Youtube. The purpose of this study is to describe how the visual and verbal signs system are the basic elements of message formation and the meaning relations of connotations that appear in cigarette advertisements in Youtube. This becomes interesting due to the prohibition against showing examples of cigarette products themselves in the mass media. Cigarette advertisements show their own uniqueness, namely that they always show the male figure in their advertisements with various kinds of activities they do. The method used in this research is descriptive qualitative method with data analysis techniques using Charles Sanders Peirce's semiotic analysis. The data in this study were obtained from downloaded video advertisements in Youtube in the form of six cigarette advertising videos, then playing the video into pieces of images, all of which would be analyzed. The writer the analyze the relationship between the verbal sign system and visual signs, in the form of images and writings on cigarette advertisements on Youtube with the meanings contained therein and provide interpretations of the connotative meaning of the interaction of verb signs and visual signs. Based on the analysis, there are verbal and visual signs that have their own meanings, which try to communicate their message through these signs. Verbal signs in cigarette advertisements on Youtube can be found in the tagline, which contains the meaning that appears in the visual sign of the ad. In this case, verbal signs are an important element in adapting the advertising language used to foster reminders and brand awareness of these cigarette products. Visually, cigarette advertisements on Youtube show the independence of these men, indicating the independent nature of men who are able to solve all their problems alone. The construction of the visualization of the male figure in this advertisement also displays a positive image, namely the loving nature of pets. The ability of men to be able to manipulate is also a new image in the male image.  AbstrakIklan merupakan bentuk komunikasi nonpersonal yang menjual pesan-pesan secara persuasif dari sponsor. Iklan-iklan rokok yang tayang di youtube selalu unik dan menarik untuk disimak. Hal ini disebabkan oleh adanya larangan untuk menampilkan contoh produk rokok itu sendiri. Untuk tetap bisa beriklan, agency periklanan melakukan strategi dengan menciptakan iklan rokok kreatif.salah satunya dengan menggunakan komunikasi tanda verbal dan tanda visual, yang beroperasi pada dua jenjang, yaitu tanda secara individual dan tanda sebagai sebuah kelompok atau kombinasi. Tujuan utama penelitian ini adalah melakukan deskripsi, eksplanasi, dan kajian terhadap sistem tanda verbal dan tanda visual serta relasi makna yang terkandung pada  iklan rokok yang ada di youtube. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis semiotika komunikasi. Hasil dari analisis mengungkapkan bahwa relasi system tanda visual memunculkan adanya deskripsi berkenaan Relasi sistem tanda verbal dan tanda visual pada iklan rokok U mild memberikan ruang yang cukup luas untuk dipersepsikan dan pesan yang disampaikan. Sebagian besar iklan rokok U mild mengarah pada konstruksi maskulinitas yang dapat dilihat pada penggambaran berbagai aspek seperti segi fisik, ekonomi, sifat, dan aktivitas.. maskulinitas juga sering menampilkan karakter laki-laki yang sukses dan hidup di kalangan kaum menengah keatas. Hal ini dikarenakan kesuksesan juga merupakan salah satu ciri maskulinitas sehingga penggambaran kesuksesan ini mengokohkan konsep maskulinitas yang ada. Konstruksi maskulinitas dalam iklan ini menampilkan juga laki-laki yang penyayang dan mampu melakukan manipulasi.
Konflik Identitas Perempuan dalam Tiga Cerpen Kalimantan Timur Tahun 1980-an Diyan Kurniawati
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.167

Abstract

This paper presents the position of female characters in three East Kalimantan short stories   in the 1980s. The three short stories are "Marriage", "Baby", and "Luka Cinta". In these short stories, women are in patriarchal culture. This condition makes women deal with their condition differently. Women’s resistance creates identity conflicts. Using the theory of feminism, this study analyzes the the forms, causes, and effects of the conflicts and also  the connection between female character and the others, including patriarchal icons and others who support women to fight back. The analysis shows that identity conflicts are caused by patriarchy that continuously make women feel wrong if their struggle is successful and also caused by women's lack of strength in their struggling to choose their identity. East Kalimantan short stories in 1980s show women’s struggle in choosing their identity. AbstrakTulisan ini menampilkan posisi tokoh perempuan pada tiga cerpen karya pengarang Kalimantan Timur pada tahun 1980-an. Ketiga cerpen tersebut berjudul ”Perkawinan”, ”Buah Hati”, dan ”Luka Cinta” . Pada cerpen-cerpen tersebut posisi perempuan berada di tengah-tengah budaya patriarki. Kondisi itu menyebabkan perempuan mengadakan perlawanan dengan pola berbeda-beda. Perlawanan perempuan menimbulkan konflik identitas pada perempuan. Dengan teori feminisme, penelitian ini menganalisis sebab dan akibat tokoh perempuan mengalami konflik identitas.  Bentuk-bentuk konflik identitas yang dialami tokoh perempuan juga akan dianalisis. Relasi tokoh perempuan dengan tokoh-tokoh lain dengan demikian juga akan dianalisis lebih lanjut. Tokoh-tokoh tersebut meliputi tokoh-tokoh yang menjadi ikon patriarki dan tokoh-tokoh yang mendukung tokoh perempuan untuk melakukan perlawanan.  Analisis menunjukkan konflik identitas yang terjadi pada perempuan disebabkan patriarki yang secara terus menerus melakukan upaya agar perempuan merasa melakukan kesalahan apabila perlawanan tersebut berhasil. Analisis juga menunjukkan kondisi tersebut disebabkan pula oleh tidak kuatnya pertahanan perempuan untuk memilih identitasnya. Cerpen-cerpen Kalimantan Timur tahun 1980-an menunjukkan pergulatan perempuan dalam memilih identitasnya.