cover
Contact Name
Basori
Contact Email
tjakbasori@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
suarbetangbbkalteng@gmail.com
Editorial Address
http://suarbetang.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/BETANG
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Suar Betang
ISSN : 19075650     EISSN : 26864975     DOI : 10.26499/surbet.v14i1.91
Core Subject : Education,
SUAR BETANG is a journal that publishes articles in the study of literature, linguistics, and language teaching. This journal will be consumed by litterateur, linguists, researchers, university lecturers in language teaching, students in linguistics, language teachers, journalists, and other professionals. All articles in SUAR BETANG have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SUAR BETANG is published by Balai Bahasa Kalimantan Tengah twice a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
The Delang Isolect: A Synchronic Description on Its Phonemic System, Retention, and Innovation Ralph Hery Budhiono
SUAR BETANG Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i2.281

Abstract

Problem to be discussed in the research is how does the phonemic system of the Delang and its retention and innovation to be compared with its proto Austronesia (PAN). This research is aimed to identify the character of the Delang descriptively, out from its status either as an independent language or just a dialect or subdialect of a certain language. The research hopefully can give more knowledge contributions especially for the speaker and the community at large. This is a descriptive research with synchronic-qualitative approach. The data will be 200 basic lexicons from Swadesh that is compiled by the language mapping team of Balai Bahasa Kalimantan Tengah in 2019. The analysis is started from the description of the Delang phonemic system. The phonemic retention and innovation come from comparing the lexicons with its Blust ‘s PAN. Based on the analysis the writer underlined some conclusions. The isolect has 5 vowels and 18 consonants. Some protophonemes, like *a and *u in certain positions, are maintained, while some other phonemes are innovated or substituted. Some secondary innovations found, namely prothesis, syncope, metathesis, aphaeresis, and fortition.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isolek Delang secara lebih mendalam, terlepas dari statusnya sebagai bahasa mandiri atau dialek dari bahasa lain. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada penutur isolek Delang khususnya dan masyarakat pada umumnya terkait dengan sistem, pemertahanan, dan inovasi fonemik dalam isolek itu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif dengan pendekatan sinkronis-kualitatif. Data yang merupakan 200 kata dasar Swadesh dikumpulkan tahun 2019 oleh tim pemetaan Balai Bahasa Kalimantan Tengah dan berupa data mentah yang belum ditranskripsikan. Analisis dimulai dari deskripsi sistem fonemis isolek itu. Retensi dan inovasi fonemik didapatkan dari perbandingan antara 200 kosakata dasar isolek itu dan PAN versi Blust. Berdasarkan analisis diperoleh beberapa simpulan. Isolek Delang memiliki 5 vokal dan 18 konsonan. Beberapa fonem proto, seperti *a dan *u, pada posisi tertentu  dipertahankan, sedangkan fonem lain diinovasikan atau diubah. Inovasi sekunder yang didapatkan ialah protesis, sinkope, metatesis, afaeresis, dan fortisi.
Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk pada Iklan Ramayana Department Store Fiona Alde Risa; Miftahulkhairah Anwar
SUAR BETANG Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i2.232

Abstract

Ramayana Department Store advertisement is the advertisement which always visualized before and during Ramadan. Ramayana Department Store ads always shows the unique and impressive ads. One of the Ramayana Department Store advertisement which is mostly watched is “Bahagianya Adalah Bahagiaku”. Around 6.6 million viewers have watched the ads in Youtube channel. The reason is the ads can pull the audiences’s sympathy. The purpose of this research is to show the hidden meaning of the ads by showing its macro structure, super structure and micro structure. This is a descriptive qualitative research with Teun A. van Dijk model approach. The data will be discourses in the form of a dialogue carried out in the ads. The result of this study show that the ads has some elements of macro structure, super structure and micro structure.AbstrakIklan Ramayana Departement Store merupakan iklan yang selalu hadir menjelang dan selama Ramadan. Iklan tersebut selalu menghadirkan iklan yang unik, bahkan menyentuh hati. Salah satu iklan yang paling banyak ditonton berjudul “Bahagianya Adalah Bahagiaku”. Iklan tersebut sudah ditonton oleh sekitar 6,6 juta orang dalam kanal Youtube. Alasannya iklan tersebut menarik rasa simpati penonton. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan makna tersembunyi di balik iklan Ramayana Department Store dengan mengungkapkan struktur makro, super struktur, dan struktur mikro. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan model Teun A. van Dijk. Data yang digunakan berupa dialog dalam iklan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan tersebut memiliki unsur struktur makro, super struktur, dan struktur mikro.
Keluar dari Zona Nyaman ala Tokoh Suar dalam Novel Catatan Juang Karya Fiersa Besari Selfie Fianti
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.212

Abstract

This study aims to describe the way out of your comfort zone by Suar, a character in the novel Catatan Juang by Fiersa Besari which is a representation of real life. Focus of the study is emphasized on the character of Suar when she finally decides to get out of the comfort zone that shackles of her. To study the character Suar in the novel Catatan Juang, this study used a qualitative descriptive method. This qualitative descriptive method is used with the intention of producing a description in the form of words through observed research with content analysis techniques. This is same with the theory of Bogdan and Taylor who argues that qualitative research a produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observable behavior. The result of research can be concluded that Suar managed to get away from all the routines that she had been complaining about in order to achieve her dream of becoming a film maker. Her struggle ia not easy, but she kept trying hard and finally proved that stepping out of your comfort zone isn’t a bad thing. This is inseparable from the encouragement and influence of motivational words in a book that she accidentally found on public transportion, with title “Catatan Juang” owned by Juang Astrajingga.AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan cara keluar dari zona nyaman ala tokoh Suar dalam novel Catatan Juang karya Fiersa Besari yang merupakan sebuah representasi kehidupan nyata. Fokus kajian di tekankan pada tokoh Suar ketika akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari zona nyaman yang membelenggunya. Untuk mengkaji mengenai tokoh Suar dalam novel Catatan Juang, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif ini digunakan dengan maksud untuk menghasilkan deskripsi berupa tulisan dari penelitian yang diamati dengan teknik analisis isi. Ini sejalan dengan teori dari Bogdan dan Taylor yang mengemukakan bahwa penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa tokoh Suar berhasil melepaskan dirinya dari segala rutinitas yang selama ini ia keluhkan demi menggapai mimpi menjadi sineas. Perjuangan Suar tidak mudah, akan tetapi Suar terus berusaha keras dan akhirnya membuktikan bahwa keluar dari zona nyaman bukanlah hal yang buruk. Ini tidak terlepas dari dorongan serta pengaruh kata-kata motivasi pada sebuah buku yang tidak sengaja ia temukan dalam angkutan umum, yaitu buku dengan judul “Catatan Juang” milik Juang Astrajingga.
Fenomena Bilingualisme (Campur-Alih Kode) Bahasa dalam Percakapan Santri di Pondok Pesantren Al Manshur Popongan Klaten Nurul Yuwana Ning Tyas; Elen Inderasari; Wahyu Oktavia
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.175

Abstract

This study aims to discuss one of the phenomena of bilingualism (code switching) and interference as well as the factors causing the phenomenon of language bilingualism in santri conversations in Islamic boarding schools. The forms of bilingualism and interference include Javanese, Indonesian and Arabic. The approach in this research is descriptive qualitative which describes the state of the object of research based on the facts that appear as they are. The subjects of this study were the students of Al Manshur Popongan Klaten. Data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The analysis technique during the field uses the model of Miles and Huberman, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion or verification. The results of the study note that there are 55 conversational data in the Al Manshur Popongan Islamic boarding school classified as follows; internal code 7 data transfer, external code 10 data transfer. Mix codes in linguistic elements that occur namely mixed code insertion of 12 data tangible elements, mixed code 5 data tangible codes, mixed code insertion elements in clause 7 data and mixed code insertion elements in the 5 word repetition element. Factors causing code switching and code mixing are the presence of speakers, interlocutors, prestige, changes in topic of conversation, identification of social roles, the desire to explain, and the habit of speakers.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membahas salah satu fenomena bilingualisme (campur-alih kode) bahasa serta faktor-faktor penyebab terjadinya fenomena bilingualisme bahasa dalam percakapan santri di Pondok Pesantren Al Manshur, Popongan, Klaten. Wujud bilingualisme meliputi bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Arab. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang memaparkan keadaan objek penelitian dengan berdasarkan fakta-fakta yang tampil apa adanya. Subjek dari penelitian ini adalah para santri Al Manshur, Popongan, Klaten. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis selama di lapangan menggunakan model Miles and Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 50 data percakapan di Pondok Pesantren Al Manshur, Popongan, Klaten, yang diklasifikasikan menjadi alih kode internal 7 data, alih kode eksternal 11 data, campur kode penyisipan unsur berwujud kata 12 data, campur kode berwujud frasa 5 data, campur kode penyisipan unsur berwujud klausa 7 data, dan campur kode penyisipan unsur berwujud perulangan kata 8 data. Adapun faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode ialah adanya penutur, lawan tutur, gengsi, perubahan topik pembicaraan, identifikasi peranan sosial, keinginan untuk menjelaskan, dan keterbiasaan penutur.
Skemata dalam Wacana Berita Kasus Plagiarisme Rektor Unnes di Surat Kabar Solopos dan Suara Merdeka Endro Nugroho Wasono Aji
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.198

Abstract

The mass media sometimes write different stories to describe the same event. This happened in the case of the Unnes Rector's plagiarism. In this case, the newspaper Solopos made different news from the Suara Merdeka newspaper. This article will discuss the news discourse schemes published in both newspapers. Schemata are structures or elements of discourse that are arranged in a complete text. From this scheme, it can be seen the attitudes or views of the newspaper through the arguments it compiles. Descriptive method was used to study the news discourse schema of the two newspapers. Descriptive method is used to explain the language phenomena contained in the news discourse. The results of the study of the discourse schema of news on plagiarism cases in the newspapers Solopos and Suara Merdeka show different things. It can be seen from the title, lead, and content of the news. In its news content, the Solopos newspaper contains news from two parties, namely from the DK of UGM and the Rector of Unnes, but the portions are not balanced. On the other hand, from the headline and content of Suara Merdeka, the view is that the Rector of Unnes is not proven to have committed plagiarism. Suara Merdeka newspaper contains news from one side only, the Rector of Unnes.Abstrak    Media massa kadang menulis berita yang berbeda untuk menggambarkan peristiwa yang sama. Hal tersebut terjadi pada kasus plagiarisme Rektor Unnes. Pada kasus tersebut surat kabar Solopos membuat berita yang berbeda dengan surat kabar Suara Merdeka. Artikel ini akan membahas skemata wacana berita yang dimuat di kedua surat kabar tersebut. Skemata merupakan struktur atau elemen wacana yang disusun dalam sebuah teks yang utuh. Dari skemata tersebut dapat diketahui sikap atau pandangan surat kabar melalui argumen yang disusunnya. Untuk mengkaji skemata wacana berita kedua surat kabar tersebut digunakan metode deskriptif. Metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan fenomena bahasa yang terdapat di dalam wacana berita tersebut. Hasil dari kajian skemata wacana berita kasus plagiarisme di surat kabar SOLOPOS dan Suara Merdeka menunjukkan hal yang berbeda. Dilihat dari judul, teras, dan isi berita SOLOPOS berpandangan bahwa dalam kasus tersebut Rektor Unnes terbukti melakukan plagiasi. Dalam isi beritanya surat kabar SOLOPOS memuat berita dari dua pihak, yaitu dari sisi DK UGM dan dari sisi Rektor Unnes, tetapi porsinya tidak berimbang. Sebaliknya, dilihat dari judul dan isi berita Suara Merdeka berpandangan bahwa Rektor Unnes tidak terbukti melakukan plagiasi. Surat kabar Suara Merdeka memuat berita dari satu sisi saja, yaitu pihak Rektor Unnes.
Tradisi Buru Babi Masyarakat Minangkabau: Proses, Makna, dan Drama Sosial Eva Yenita Syam
SUAR BETANG Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i2.292

Abstract

Pig hunting in Minangkabau is a rite of passage which is carried out in a gradual ritual process. The rite of pig hunting is a sign that involves various social aspects of the community, including economy, religion, and culture. There are two questions to be answered in this research. Firstly, what is the meaning of the rite in the society and, secondly, how does the community's traditional pig hunting construct a social drama. To answer those questions, the author uses Victor Turner's ritual theory and Max Weber's theory of social drama. The results of this study indicate two main things. First, the pig hunting, which was originally an attempt to eliminate pests, later developed into a social drama. The rite of hunting as a social drama has four functions, namely (1) eliminating conflict; (2) limiting divisions and building community solidarity; (3) unites two opposing principles; and (4) provides new strength and motivation to live in everyday society. Second, as a social drama, the tradition forms a social construction. In this social process, there are four phases of social drama, (1) violation of social norms which invites the community to unite in eradicating pests; (2) wild pests pose a real threat, which can make the life of the farming community miserable (crisis) so that the community unites and holds various ceremonies to prepare for the implementation of hunting; (3) crisis recovery measures by carrying out a pig hunting ceremony; and (4) returns society with its entire social order to a normal situation.AbstrakBuru babi dalam masyarakat Minangkabau merupakan sebuah ritus yang dilaksanakan dalam sebuah proses ritual yang bertahap. Ritus buru babi menjadi sebuah penanda yang melibatkan berbagai aspek sosial masyarakat Minangkabau, termasuk ekonomi, religi, dan budaya. Ada dua pertanyaan yang hendak dijawab di dalam penelitian ini. Pertama, apa makna ritus buru babi dalam masyarakat Minangkabau dan bagaimana konstruksi sosial dari proses ritual tradisi buru babi sebagai sebuah drama sosial? Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut, penulis menggunakan teori ritual Victor Turner dan teori drama sosial Max Weber. Hasi penelitian ini menunjukkan dua hal pokok. Pertama, peristiwa buru babi yang awalnya hanya merupakan upaya para petani menghilangkan hama tanaman  berkembang menjadi sebuah drama sosial. Ritus buru babi sebagai drama sosial ternyata memiliki empat fungsi, yaitu (1) menghilangkan konflik; (2) membatasi perpecahan dan membangun solidaritas masyarakat; (3) mempersatukan dua prinsip yang bertentangan; dan (4) memberikan kekuatan dan motivasi baru untuk hidup dalam masyarakat sehari-hari. Kedua, sebagai drama sosial, tradisi buru babi membentuk sebuah konstruksi sosial. Di dalam proses sosial itu terdapat empat fase drama sosial yang terdiri atas (1) pelanggaran norma sosial oleh hama yang mengundang masyarakat untuk bersatu melakukan pembasmian; (2) hama babi mendatangkan ancaman yang nyata yang dapat menyengsarakan kehidupan masyarakat petani (krisis) sehingga masyarakat bersatu dan mengadakan berbagai upacara persiapan pelaksanaan berburu; (3) tindakan pemulihan krisis dengan melaksanakan upacara berburu babi; dan (4) mengembalikan masyarakat dengan seluruh tatanan sosialnya ke situasi normal.
Pengetahuan Generasi Milenial Sunda Perkotaan terhadap Peralatan Dapur Tradisional Sunda Dindin Samsudin
SUAR BETANG Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i2.242

Abstract

Many regional languages in Indonesia are threatened with extinction due to the decreasing number of the younger generations who use the language. There are only 13 regional languages that have more than one million speakers and most of the speakers are older generations. Sundanese language is one of that 13 languages. However, nowadays the Sundanese language is starting to be sidelined and abandoned by the younger generations, especially children. Based on the observations of Sundanese language observers currently, the number of children in Bandung who can speak Sundanese is less than fifty percent. This study aimed to reveal the urban Sundanese millennial generation’s knowledge on the Sundanese vocabulary of traditional kitchen utensils. This study needs to be done since the vocabulary of household appliances is the closest in the home domain. This research uses a quantitative approach with a survey method. The data analysis technique for the research problem is descriptive statistics (crosstab). The results showed that the knowledge of the urban Sundanese millennial generation on the vocabulary of Sundanese traditional kitchen utensils reached an average of 87.17%, which can be categorized as good. Although it is categorized as good, some respondents do not know the name of the kitchen utensils.AbstrakBanyak bahasa daerah di Indonesia terancam punah karena semakin berkurangnya generasi muda pemakai bahasa tersebut. Kini hanya terdapat tiga belas bahasa daerah yang memiliki jumlah penutur di atas satu juta orang, itu pun sebagian besar generasi tua. Bahasa Sunda termasuk di antara tiga belas bahasa tersebut. Walaupun demikian, saat ini bahasa Sunda mulai dikesampingkan dan ditinggalkan oleh generasi muda, khususnya anak-anak. Berdasarkan pengamatan para pemerhati bahasa Sunda, saat ini jumlah anak-anak di Kota Bandung yang dapat berbahasa Sunda tidak sampai lima puluh persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan penguasaan generasi milenial Sunda perkotaan terhadap kosakata peralatan rumah tangga di dapur tradisional Sunda. Hal ini perlu dilakukan karena kosakata peralatan rumah tangga merupakan kosakata terdekat yang ada di lingkungan rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Analisis data menggunakan statistika deskriptif (crosstab). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan generasi milenial Sunda perkotaaan terhadap kosakata peralatan rumah tangga di dapur tradisional Sunda mencapai rata-rata 87,17% sehingga dapat dikategorikan baik. Walaupun secara umum pengetahuan generasi milenial Sunda terhadap peralatan dapur dikategorikan baik, ada beberapa responden yang tidak mengetahui nama peralatan dapur tersebut.
Tuturan Makelar Penyebab Konflik pada Transaksi Jasa Angkutan Umum Rissari Yayuk
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.105

Abstract

Comfort communication is undeniable important for the speaker and speaker’s partner in their interaction, but in reality it is not always happened. Impolite broker’s utterance might be the cause of conflict in public transportation. This utterance is interesting to be studied to find out the type of utterance and implicatures of the conflict based on the situation. The problems in this study are what kind of implicatures and the type of broker utterances that cause conflict in the transaction of public transportation. The aim of this study is to describe kind of implicatures and the type of broker utterances that cause conflict in the transaction of public transportation. The method used in this study is descriptive qualitative. Recording, note-taking, and documentation used in collecting the data. The data then analyzed by using pragmatic theory. The data are presented in common words. The data are taken from January 2019 until February 2019 along Jalan Ahmad Yani, Landasan Ulin, Banjarbaru, South Kalimantan. The data resource is the utterances of broker or speaker partner and other speaker in Banjar language that happens in that place. The results are the cause of conflict is signed by the using of rude linguistic, sarkasms and hyperbolic expressions. Broker implicatures utterances as the cause of conflict are disagreement and jokes. Based on the situation, the conclusion is there are violation of politeness utterance in the form of humiliation by the broker towards the speaker partner and its implicature which is uttered. This thing makes the communication in the transaction of public transportation service is not well going.  AbstrakKomunikasi yang lancar dan nyaman sangat diharapkan penutur dan mitra tutur kala berinteraksi. Kenyataannya tidak selalu demikian. Salah satu contohnya terjadi pada tuturan makelar yang kadang  kurang santun sehingga mengakibatkan konflik dengan calon pengguna  jasa angkutan umum. Tuturan makelar ini menarik untuk diteliti dalam rangka mengetahui wujud tuturan dan implikatur penyebab konflik berdasarkan situasi tutur. Masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana wujud tuturan makelar penyebab konflik dan apa saja implikatur tuturan makelar penyebab konflik pada transaksi jasa angkutan umum. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan wujud tuturan dan implikatur tuturan penyebab konflik pada transaksi jasa angkutan umum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekaman, catat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan teori pragmatik. Peneliti menyajikan data dengan menggunakan kata-kata biasa. Pengambilan data dilakukan dari bulan Januari hingga Februari 2019. Data diambil di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Landasan Ulin, Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Sumber data penelitian ini ialah tuturan berbahasa Banjar makelar atau mitra tutur dengan peserta tutur lainnya di tempat tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa wujud tuturan makelar atau mitra tutur penyebab konflik ditandai dengan menggunakan penanda linguistik sarkasme dan ungkapan yang berlebihan atau hiperbolik. Implikatur tuturan makelar penyebab konflik yaitu ketidaksetujuan dan candaan kepada penutur. Berdasarkan situasi tutur telah terjadi pelanggaran kesantunan berbahasa berupa pengancaman muka oleh makelar terhadap lawan bicaranya melalui wujud kebahasaan dan implikatur yang dituturkannya sehingga komunikasi pada transaksi jasa angkutan umum ini tidak berjalan lancar. 
Surat Edaran Dirjen Dikti tentang Imbauan Pembelajaran Daring dan Sosialisasi Undang-Undang Cipta Kerja: Analisis Wacana Kritis Tristanti Apriyani; Via Cahyani
SUAR BETANG Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i2.234

Abstract

This study discusses the structure and characteristics of the Director General of Higher Education’s circular letter on the appeal for online learning and socialization of the Job Creation Law. The purpose of this study is to reveal inequality or the existence of domination and marginalized parties through the structure and characteristics of Teun A. van Dijk's critical discourse analysis model. This is a qualitative descriptive research. The results of the study indicate that there are parties who dominate or have power, namely the Ministry of Education and Culture, higher education leaders, and students became those who are marginalized.AbstrakPenelitian ini berisi pembahasan tentang struktur dan karakteristik Surat Edaran Dirjen Dikti kepada pimpinan perguruan tinggi mengenai imbauan pembelajaran secara daring dan sosialiasi Undang-Undang Cipta Kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap ketidaksetaraan atau adanya pihak yang mendominasi dan pihak yang terpinggirkan melalui struktur dan karakteristik analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pihak yang mendominasi atau berkuasa, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan pimpinan perguruan tinggi, dan pihak yang terpinggirkan, yaitu mahasiswa.
Analisis Wacana Kritis “Hukuman Salah Alamat” pada Acara Mata Najwa R. Saleh
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.205

Abstract

Mata Najwa is a talkshow program that discusses current issues that occur in Indonesia. One of its episodes was "The Miscarriage of Justice." The research aims at describing Najwa Shihab’s constructed text in the topic. It is a descriptive and qualitative research. The research data were obtained through listening and note taking techniques. The data analysis technique referred to Van Djik's model of Critical Discourse Analysis theory. The results of the research show that, firstly, the macro structure analysis of the interactive dialogue "The Miscarriage of Justice" discussed in outline the case of Baiq Nuril who was became a victim of defamation. Secondly, based on super structure analysis, the dialogue was classified into three parts, namely introduction, content, and conclusion. The introduction was the narration delivered by Shihab to introduce the dialogue, the content was the facts in the form of video recordings and the results of Shihab's interviews with the speakers, and the conclusion was the narration delivered poetically by Shihab to conclude the results of the dialogue and expectations related to the ITE Law. Thirdly, based on the microstructure analysis, it was found that there are several metaphors were used by Shihab. It was used to emphasize the meaning that was on purpose built by Shihab. Furthermore, it was also found that Shihab’s diction was very "sharp". She is very expressive and very firm in expressing opinions or asking questions.AbstrakAcara Mata Najwa adalah salah satu program dialog yang membahas masalah-masalah kekinian yang terjadi di Indonesia. Salah satu topik yang dibahas adalah “Hukuman Salah Alamat.” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teks yang dikonstruksi oleh Najwa Shihab pada acara Mata Najwa dengan topik “Hukuman Salah Alamat.” Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui teknik simak dan catat. Teknis analisis data yang dilakukan mengacu pada teori Analisis Wacana Kritis (AWK) model Van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama,  analisis struktur makro dialog interaktif “Hukuman Salah Alamat” secara garis besar membahas tentang kasus Baiq Nuril yang menjadi korban kasus pencemaran nama baik. Kedua, berdasarkan analisis super struktur, dialog tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian pendahuluan merupakan narasi yang disampaikan oleh Shihab (Najwa Shihab) untuk mengantarkan dialog, bagian isi merupakan fakta-fakta berupa rekaman video dan hasil wawancara Shihab dengan narasumber. Bagian penutup merupakan narasi yang disampaikan Shihab secara puitis untuk menyimpulkan hasil dialog dan harapan-harapan terkait dengan UU ITE.  Ketiga, pada analisis struktur mikro, ditemukan bahwa terdapat beberapa metafora yang digunakan Shihab. Fungsi metafora ini adalah untuk mempertegas makna yang sengaja dibangun oleh Shihab. Selain itu, ditemukan bahwa diksi-diksi Shihab sangat “tajam”. Shihab sangat ekspresif dan sangat tegas dalam menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan.