cover
Contact Name
Syahrul Mistang
Contact Email
syahrulmistang@stikesnh.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijcd@stikesnh.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Dedication
ISSN : 26229595     EISSN : 26230097     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerbitkan artikel hasil Pengabdian kepada masyarakat yang berhubungan dengan bidang keperawatan, kebidanan, farmasi dan kesehatan masyarakat.
Articles 92 Documents
Edukasi Metode Face, Arm, Speech Test (Fast) Sebagai Deteksi Dini Stroke Di Area Prehospital Pada Masyarakat Di Desa Wanasaba Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupeten Lombok Timur Hikmah Lia Basuni; Apriani Susmita Sari; Ahyar Rosidi
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan kedaruratan neurologis yang membutuhkan penanganan segera. Kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh stroke hingga saat ini masih menjadi prevalensi tertinggi di Indonesia dan penyebab kematian kedua di dunia. FAST merupakan metode yang sangat sederhana dan mudah di pahami dalam deteksi dini Stroke. FAST mendeteksi Stroke melalui tiga tanda dan gejala yaitu perubahan kesimetrisan wajah, kekuatan ekstremitas dan kemampuan berbicara. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang metode FAST sebagai deteksi dini stroke. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pemberian edukasi melalui metode ceramah, leaflet dan demotrasi FAST. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat berusia di atas 35 tahun. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 31 Maret 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan peserta kegiatan meningkat setelah dilakukan edukasi
Penguatan Pengetahuan dan Kemampuan Masyarakat dalam Pencegahan Penularan Penyakit ISPA Suarnianti; Yusran Haskas; Indah Restika
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah yang disebabkan agen infeksius. Penyakit- penyakit berbasis lingkungan memang masih merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Penyakit ISPA di Indonesia berada pada 10 daftar penyakit terbanyak di rumah sakit. penyebab ISPA berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal penderita. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang ditularkan melalui droplet yang diketahui atau tidak diketahui penyebabnya. Penularan dapat terjadi melalui kontak (termasuk kontaminasi tangan oleh sekret saluran pernapasan, mulut dan hidung) dan melalui udara dengan jarak dekat saat dilakukan tindakan yang berhubungan dengan saluran napas. Untuk mencegah penularannya maka penting untuk tidak mengabaikan pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mencegah kejadian luar biasa. Metode yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan terkait pencegahan penyakit infeksi saluaran pernapasan akut. Setelah memberikan penyuluhan untuk lebih memahami penyakit tersebut, salah satu metode deteksi dini yang dipilih setelah mengenal gejala yang dialami adalah dengan menghitung frekuensi napas. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat ini antara lain adalah adanya penambahan penguatan pengetahuan untuk mengenali, mendeteksi dan bagaimana pencegahan penularan penyakit infeksi saluaran pernapasan akut agar dapat segera ditangani dengan tepat.
Edukasi Pemahaman Dasar Gizi Dan Kaitannya Dengan Diabetes Melitus Pada Pekerja Di Kantor Desa Sawaru Kecamatan Camba Reski Pebriani
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes merupakan masalah kesehatan abad 21. Prevalensi global diabetes pada tahun 2019 adalah sekitar 463.000.000 orang atau setara (9,3%), perkiraan terbaru menunjukkan akan meningkat pada tahun 2035 mencapai 578.000.000 atau setara (10,2%). Sekitar lebih dari 500.000 atau (86%) jenis diabetes yang paling umum adalah diabetes tipe 2. Salah satu dampak diabetes adalah adanya hiperglikemia. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat tentang pengetahuan dan pemahaman dasar gizi dan kaitanyya dengan diabetes mellitus khusus pola makan pada pekerja dan staf kantor di desa sawaru dalam mencegah meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan tentang pengetahuan dasar menggunakan pre-post test. Hasil dari kegiatan ini adalah 20 dan 13 dari 33 orang peserta termasuk dalam kategori pengetahuan kurang dan cukup, sedangkan setelah dilakukan penyuluhan 20 dan 6 dari 33 orang termasuk dalam kategori pengetahuan baik dn cukup. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang telah dilaksanakan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dan dihimbau agar masyarakat dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari serta dilakukan pemantauan terkait pola makan dan aktifitas para pekerja.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Menggunakan Media Komik SITUNGRU dan Simulasi Pada Guru dan Karyawan Sri Suparti; Arum Astika Sari; Nurul Fatwati Fitriana; Suci Ratna Estria; Aprilia Widiyawati
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi hilangnya fungsi pompa jantung secara mendadak, terjadi secara tiba-tiba, karena ketidakmampuan memompa darah ke seluruh tubuh dan membutuhkan penanganan segera karena berisko mengancam nyawa. Pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada henti jantung selama ini banyak dilakukan oleh tenaga medis, namun pada prinsipnya orang awam juga bisa memberikan BHD, yaitu dengan menggunakan hand Only RJP (Resusitasi Jantung Paru). Berdasarkan hasil analisis situasi ditemukan beberapa permasalahan mitra diantaranya Guru dan karyawan SD Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) belum memahami tentang henti jantung dan pemberian BHD. Selama ini belum ada kegiatan pelatihan BHD yang dilaksanakan disekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pemahaman Guru dan karyawan tentang henti jantung dan bagaimaan pemberian BHD pada henti jantung. Metode yang digunakan melalui pelatihan BHD yang terdiri dari kegiatan edukasi menggunakan media komik SITUNGRU (Resusitasi Jantung Paru), simulasi dan praktik. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre dan postest serta observasi praktik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan pelatihan dengan nilai rata-rata 13,48 (pretest) menjadi 17,80 (posttest). Peserta dapat melakukan ketrampilan BHD dengan metode Hands only CPR, dengan rata rata nilai adalah 91,36. Selanjutnya untuk meningkatkan retensi pengetahuan dan ketrampilan BHD dapat dilatih dengan metode simulasi dan praktik secara periodik.
EDUKASI PERNIKAHAN DINI DAN DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI SMKN 1 PRINGGASELA Ririnisahawaitun; Maruli Taufandas; Hariawan Junardi; Anatun Aupia
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini merupkan hal yang sering terjadi pada remaja baik pada masa sekolah ataupun belum cukup usia. Pernikahan dini harus dicegah dari awal dengan cara memberikan informasi kepada siswa sejak bangku sekolah. Dampak dari pernikahan dini sendiri sangat banyak, salah satunya bagi suami dan istri yang masih muda, belum matang secara psikologis, dan dampak terhadap istri pada saat kehamilan serta pengasuhan pada anak. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan penyuluhan kesehatan menggunakan media laptop, LCD dan leaflet serta melakukan penilaian dengan cara pretest sebelum edukasi dan posttest setelah edukasi. Hasil dari edukasi pernikahan dini dan dampak pernikahan dini yaitu siswa mampu memahami tentang pernikahan dini dan dampak pernikahan dini, hasil pretest tingkat pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi dalam kategori baik sebanyak 5 siswa dengan persentase 8,1% sedangkan kategori kurang sebanyak 40 siswa dengan presentase 64,5%, hasil posttest tingkat pengetahuan siswa sesudah diberikan edukasi, tingkat pengetahuan siswa dalam kategori baik sebanyak 26 siswa dengan persentase 41,9% dan kategori cukup sebanyak 33 siswa dengan presentase 53,2% kategori kurang sebanyak 1 siswa dengan presentase 1,6%. Kesimpulan dari pengabdian kepada masyarakat adalah adanya peningkatan tingkat pengetahuan siswa setelah edukasi dilaksanakan. Diharapkan pihak sekolah untuk melaksanakan edukasi secara berkala kepada siswa.
EDUKASI STIMULASI MOTORIK KASAR PADA IBU-IBU YANG MEMILIKI ANAK USIA 12-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KERUAK Ahyar Rosidi; Sasteri Yuliyanti; Apriani Susmita Sari; Hikmah Lia Basuni; Intan Azkia Paramitha; Moh Syukri
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KKemampuan motorik merupakan salah satu proses tumbuh kembang yang harus dilalui dalam kehidupan anak, baik motorik halus maupun motorik kasar. Pemberian edukasi melalui pengabdian masyarakat tentang stimulasi motorik kasar pada anak usia 12-24 bulan sangat penting bagi masyarakat sebagai upaya dalam mendukung pelaksanaan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) untuk mengetahui penyimpangan perkembangan anak dan skrining penyimpangan perkembangan anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada orang tua terkait bagaimana menstimulasi motorik kasar pada anak usia 12-24 bulan. Metode yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan terkait bagaimana cara menstimulasi dan mengukur motorik kasar pada anak dengan menggunakan DDST. Sasaran pada kegiatan ini adalah ibu-ibu yang memiliki anak usia 12-24 bulan yaitu sebanyak 52 orang. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat yaitu sebelum diberikan edukasi pengetahuan peserta pengabdian masyarakat sebagian besar berada pada kategori pengetahuan kurang yaitu sebanyak 27 orang (52,0%) dan setelah pemberian edukasi pengetahuan peserta meningkat, sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan baik yaitu sebanyak 35 orang (67,3%). Dari hasil ini dapat dilihat bahwa ada peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan, selain itu responden sudah mampu mengukur perkembangan anak secara sederhana menggunakan DDST.
PEMBERIAN EDUKASI PERSONAL HYGIENE GENETALIA SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 15 MAKASSAR sunarti sunarti; Mutmainnah Kamaruddin
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal hygiene education is an activity that provides knowledge about how to maintain personal hygiene during menstruation so that you can live a clean and healthy lifestyle. This community service activity was carried out at SMP Negeri 15 Makassar, on June 3 2023 with a total of 20 female students with the aim of increasing understanding of how to maintain the cleanliness of the reproductive organs during menstruation. The method used in this Community Service activity is to distribute questionnaires before (pre-test), carry out personal hygiene education during menstruation and after the activity (post-test) as a form of evaluation. The results of the pre test showed that 40% of the participants understood how to perform personal hygiene during menstruation and the results of the post test showed an increase in the knowledge of participants to 95% regarding personal hygiene during menstruation. This activity is highly supported to be carried out in a sustainable manner. Keywords: Personal Hygiene, Knowledge, Menstruation.
PEMBERDAYAAN KADER PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS DESA DAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING DI DESA BENGO KECAMATAN BENGO KABUPATEN BONE Hariani Hariani; Abd Hady J; Simunati Simunati; Muh Nur
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

dukungan masyarakat serta pembentukan kelompok kader pelayanan kesehatan (POKKAD YANKES) berbasis desa dan masyarakat dalam pencegahan dan penurunan stunting. Tahapan penelitian meliputi survey pendahuluan, koordinasi dan kerjasama, pengumpulan data sekunder, pengumpulan data primer (melalui kuisioner dan wawancara), penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD), pelaksanaan Komitmen Bersama pembentukan organisasi POKKAD YANKES Stunting. Tipe penelitian deskriptif. Desain penelitian analitik, eksploratif, eksplanatif, fenomenologi, komparatif dan evaluatif. Lokasi penelitian di Desa Bengo Kecamatan Bengo Kabupaten Bone. Sampel sebanyak 100 KK (proportional sampling). Metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan, observasi, kuisioner, wawancara, FGD, dokumentasi. Instrumen penelitian skala Likert. Teknik analisis data kualitatif. Hasilnya, Kompetensi SDM masyarakat di Desa Bengo Kecamatan Bengo Kabupaten Bone masih relative kurang/ rendah dalam bidang pencegahan dan penurunan/ pengendalian/ penanggulangan masalah anak stunting di desanya. Dukungan masyarakat belum memadai/ optimal terhadap pembentukan kelompok kader pelayanan kesehatan (POKKAD YANKES) berbasis desa dan masyarakat dalam pencegahan dan penurunan stunting. Kesepakatan pembentukan dan penyelenggaraan POKKAD YANKES Stunting didalamnya mencakup: Pertama, Pelaksanaan “Komitmen Bersama”; Kedua, konstruksi karakteristik organisasi POKKAD YANKES Stunting meliputi: Visi dan Misi, Tujuan dan sasaran, Rencana Strategis (RENSTRA), Program dan kegiatan, Struktur organisasi, dan keterlibatan/ pelibatan Kalangan warga masyarakat dalam kepengurusan dan keanggotaan POKKAD YANKES Stunting.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Cegah Stunting Melalui Peningkatan Gizi dan Sanitasi di Kelurahan Pontap Fadli; Uly, Nilawati; Hertiana
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v6i1.1521

Abstract

Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Memberikan pelatihan tentang stunting akan membantu meningkatkan pemahaman kepada kader kesehatan sebagai upaya pencegahan stunting. Kader merupakan bagian terdekat dengan masyarakat memiliki peran penting sebagai agen perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku sehingga dapat menurunkan prevalensi stunting. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan percepatan penurunan stunting melalui pemberdayaan kader kesehatan dalam peningkatan gizi dan sanitasi di Kelurahan Pontap. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dua langkah, yakni sosialisasi dan pelatihan dalam rangka peningkatan pengetahuan kader dalam pengelolaan dan perawatan anak stunting, pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengelola model edukasi yaitu modul edukasi dalam pelaksanaan penyuluhan yang aktif dan kreatif termasuk perencanaan kegiatan penyuluhan, serta peningkatan sarana dan prasarana yang mendukung program posyandu. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan peserta setelah pelatihan kesehatan tentang materi pentingnya peningkatan gizi dan sanitasi dalam pencegahan stunting serta materi tentang pemanfaatan modul dalam cegah stunting terdapat perbedaan dimana pengetahuan yang baik sebelum pelatihan sebanyak 4 peserta yang berpengetahuan baik dan meningkat setelah pelatihan serta pendampingan langsung oleh pelaksana sebanyak 14 peserta berpengetahuan baik.
Pelatihan Pembuatan Simplisia Daun Sirsak (Annona muricata) Pada Ibu Rumah Tangga Desa Mangngeloreng Kecamatan Bantimurung Rahmatullah; B, Muthmainna; Usman, Yusnita; Hasma
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v6i1.1542

Abstract

Salah satu jenis tanaman yang dapat yang memiliki aktivitas sebagai agen kemopreventif adalah sirsak, terutama pada daunnya. Zat aktif dalam tanaman sirsak yang mampu berperan sebagai antikanker adalah Annonaceous acetogenins. Acetogenins merupakan inhibitor kuat dari kompleks I mitokondria atau NADH dehidrogenase. Zat ini akan mengakibatkan penurunan produksi ATP yang akan menyebabkan kematian sel kanker, lalu kemudian memicu terjadinya aktivasi jalur apoptosis serta mengaktifkan p53 yang dapat menghentikan siklus sel untuk mencegah terjadinya proliferasi tak terkendali. Selain itu, senyawa triterpenoid dan flavonoid di dalam daun sirsak juga memiliki efek antikarsinogenesis. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk melatih masyarakat unutk membuat sediaan sederhana dalma bentuk  rebusan daun sirsak bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya bagi mereka yang sering menggunakan obat tradisional untuk mencegah kanker. Target pengadian ini adalah ibu rumah tangga Desa Mangeloreng Kec Bantimurung Kab Maros. Pelatihan Pembuatan Simplisia Daun Sirsak (Annona muricata L) Pada Masyarakat Desa Mangeloreng Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros dilaksanakan pada Tanggal 15 Januari 2022. Hasil menunjukkan bahwa ibu rumah tangga Desa Mangeloreng Kab Maros sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan serta mampu membuat sendiri. Setelah melakukan sosialisasi dan cara pelatihan pembuatan simplisia daun bidara sebagai salah satu tanaman obat, akhirnya masyarakat setempat dapat mengetahui bagaimana cara yang benar dalam pembuatan simplisia khususnya daun sirsak agar simplisia yang dibuat dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, serta mendapatkan mutu simplisa yang berkualitas dan terjamin.

Page 7 of 10 | Total Record : 92