cover
Contact Name
Syahrul Mistang
Contact Email
syahrulmistang@stikesnh.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijcd@stikesnh.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Dedication
ISSN : 26229595     EISSN : 26230097     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerbitkan artikel hasil Pengabdian kepada masyarakat yang berhubungan dengan bidang keperawatan, kebidanan, farmasi dan kesehatan masyarakat.
Articles 98 Documents
Pelatihan Alat Bantu Pada Operator Grinding Untuk Mengurangi Keluhan Musculoskeletal Disorder Cipto Sugiono, Mohammad; Siswiyanti, Siswiyanti; Zulfah, Zulfah; Nur Wildani, M. Fajar; Luthfianto, Saufik; Hidayat, Tofik
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v7i1.1823

Abstract

IKM atau Industri Kecil Menengah Kota Tegal yang memproduksi berbagai macam sparepart motor, Pada saat aktivitas produksi berlangsung adanya stasiun kerja yang menyebabkan terjadinya Musucloskeletal Disorder yaitu pada proses penghalusan plat besi, objek yang akan dihaluskan berada dibawah yang menebabkan operator grinding bekerja dalam posisis badan membungkuk, dan lutut menekuk. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal disorders yang dialami pekerja menggunakan Nordic Body Map (2) Menentukan nilai postur kerja operator menggunakan metode REBA dan OWAS dengan Software Ergofellow dan (3) Memberikan rekomendasi alat bantu kerja yang memiliki resiko tinggi. Nordic Body Map digunakan untuk mengetahui keluhan otot yang dialami pekerja, metode REBA dan OWAS untuk analisis sikap kerja. Software ergofellow digunakan untuk alat bantu analisa metode REBA dan OWAS untuk mengetahui sikap kerja pada operator. Hasil analisa diperoleh diperoleh beberapa kesimpulan yaitu : (1) Berdasarkan Hasil Skor Keluhan NBM pada stasiun kerja grinding setelah adanya alat bantu kerja, terjadi penurunan rata – rata total keluhan sebesar 41,2, dari 75,4 , (2) hasil dari skor REBA dan OWAS yang sebelumnya dalam kategori action level “Tindakan Segera” setelah dilakukan perbaikan menjadi action level “tidak diperlukan tindakan” dengan skor REBA dan OWAS sebesar 3 dan 1.
Inovasi Beras Analog Berbasis Pangan Lokal (Singkong Dan Pisang) Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga Di Desa Lerehoma Kec. Anggaberi Kab. Konawe Fitri Faradilla, RH.; Rejeki, sri; L, Mariani; Elvira, Ilian; Baihaqi, Baihaqi
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v7i2.2136

Abstract

Indonesia masih menghadapi ketergantungan yang signifikan pada beras sebagai makanan pokok, meskipun negara ini dikenal sebagai negara agraris. Impor beras yang tinggi menunjukkan kebutuhan untuk mengembangkan alternatif pangan lokal. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah beras analog, yang terbuat dari bahan-bahan lokal seperti singkong dan pisang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga di Desa Lerehoma, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, mengenai cara mengolah singkong dan pisang menjadi beras analog yang bernilai ekonomis dan bergizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan pemberian materi mengenai kandungan gizi bahan baku, manfaat beras analog, serta tahapan praktis dalam pembuatan beras analog. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa ibu rumah tangga dapat mengolah singkong dan pisang menjadi beras analog yang menyerupai beras biasa dan dapat digunakan untuk membuat nasi goreng. Diharapkan, pelatihan ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap beras impor, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, dan membuka peluang usaha berbasis bahan pangan lokal
Pemberdayaan Keluarga dalam Mendukung Perawatan Pasca Persalinan dan Kesehatan Mental Ibu Berbasis Budaya Lokal Ariyana, Ariyana
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v8i1.3056

Abstract

Masa pascapersalinan merupakan periode transisi biologis, psikologis, dan sosial yang berisiko terhadap gangguan kesehatan mental ibu. Dalam komunitas dengan nilai budaya yang kuat, praktik perawatan nifas sering kali dipengaruhi oleh kepercayaan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Budaya lokal dapat menjadi sumber dukungan sosial yang memperkuat ketahanan psikologis ibu, namun dalam beberapa kondisi juga berpotensi menimbulkan tekanan apabila tidak selaras dengan prinsip kesehatan modern. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam mendukung perawatan pascapersalinan dan kesehatan mental ibu berbasis budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui edukasi interaktif, diskusi kelompok terarah, pelatihan deteksi dini depresi postpartum, serta penyusunan rencana dukungan keluarga. Kegiatan dilaksanakan di komunitas tradisional di Kota Makassar dengan melibatkan 30 partisipan yang terdiri dari ibu nifas, suami, ibu kandung, dan ibu mertua. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan keluarga (dari rata-rata skor 61% menjadi 86%), perubahan sikap terhadap pentingnya kesehatan mental ibu, serta meningkatnya keterlibatan suami dalam perawatan bayi. Integrasi praktik budaya dengan prinsip kesehatan berbasis bukti terbukti memperkuat dukungan emosional dan sosial bagi ibu nifas. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga berbasis budaya lokal efektif dalam meningkatkan kualitas perawatan pascapersalinan dan kesejahteraan mental ibu
Pemberdayaan Keluarga dalam Mendukung Perawatan Pasca Persalinan dan Kesehatan Mental Ibu Berbasis Budaya Lokal Ariyana Ariyana
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v8i1.3056

Abstract

Masa pascapersalinan merupakan periode transisi biologis, psikologis, dan sosial yang berisiko terhadap gangguan kesehatan mental ibu. Dalam komunitas dengan nilai budaya yang kuat, praktik perawatan nifas sering kali dipengaruhi oleh kepercayaan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Budaya lokal dapat menjadi sumber dukungan sosial yang memperkuat ketahanan psikologis ibu, namun dalam beberapa kondisi juga berpotensi menimbulkan tekanan apabila tidak selaras dengan prinsip kesehatan modern. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam mendukung perawatan pascapersalinan dan kesehatan mental ibu berbasis budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui edukasi interaktif, diskusi kelompok terarah, pelatihan deteksi dini depresi postpartum, serta penyusunan rencana dukungan keluarga. Kegiatan dilaksanakan di komunitas tradisional di Kota Makassar dengan melibatkan 30 partisipan yang terdiri dari ibu nifas, suami, ibu kandung, dan ibu mertua. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan keluarga (dari rata-rata skor 61% menjadi 86%), perubahan sikap terhadap pentingnya kesehatan mental ibu, serta meningkatnya keterlibatan suami dalam perawatan bayi. Integrasi praktik budaya dengan prinsip kesehatan berbasis bukti terbukti memperkuat dukungan emosional dan sosial bagi ibu nifas. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga berbasis budaya lokal efektif dalam meningkatkan kualitas perawatan pascapersalinan dan kesejahteraan mental ibu
Edukasi Audiovisual Prosedur Anestesi Spinal Dan Pemberian Essential Oil Dalam Menurunkan Kecemasan Pada Pasien Spinal Anestesi Sania Saputri; Danang Tri Yudono; Ikit Netra Wirakhmi
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v8i2.3513

Abstract

Kecemasan preoperatif merupakan masalah psikologis yang sering dialami pasien yang akan menjalani operasi dengan anestesi spinal. Kurangnya pemahaman mengenai prosedur anestesi dapat meningkatkan rasa takut, khawatir, dan ketidakpastian, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis berupa edukasi audiovisual yang dipadukan dengan pemberian essential oil lavender. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengetahui tingkat kecemasan pasien sebelum dan sesudah diberikan edukasi audiovisual prosedur anestesi spinal serta essential oil lavender. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Antasena dan Ruang Gayatri RST TK.III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto pada 50 pasien preoperasi yang akan menjalani anestesi spinal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pengukuran tingkat kecemasan sebelum intervensi menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale, screening alergi dan kenyamanan terhadap aroma lavender, pemberian edukasi audiovisual prosedur anestesi spinal selama 5 menit, sesi tanya jawab, pemberian inhalasi essential oil lavender menggunakan diffuser selama 15 menit, kemudian pengukuran kembali tingkat kecemasan setelah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar pasien berada pada kategori kecemasan sedang sebanyak 19 responden (38,0%) dan kecemasan berat sebanyak 17 responden (34,0%). Setelah intervensi, kecemasan pasien menurun, ditandai dengan meningkatnya kategori tidak ada kecemasan menjadi 7 responden (14,0%) dan kecemasan ringan menjadi 18 responden (36,0%), serta menurunnya kecemasan berat menjadi 5 responden (10,0%) dan tidak ditemukan lagi kategori panik. Edukasi audiovisual prosedur anestesi spinal yang dipadukan dengan essential oil lavender dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan pasien preoperasi dan direkomendasikan sebagai bagian dari edukasi rutin preanestesi di ruang rawat inap.
Edukasi Bahaya Seks Bebas Untuk Mencegah Penyakit Menular Seksual Melalui Media Virtual Reality Pada Remaja Kurnia Rahma Syarif; Sitti Rahmatia; Naharia Laubo
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v8i2.3653

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi, pengaruh lingkungan, serta terbatasnya akses terhadap informasi yang benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya seks bebas, pencegahan penyakit menular seksual, dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi melalui media Virtual Reality (VR). Kegiatan dilaksanakan di SMAN 9 Makassar dengan sasaran 30 siswa/siswi. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi mitra, pre-test, edukasi menggunakan media VR, diskusi interaktif, simulasi, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dari mayoritas berkategori kurang (76,7%) sebelum edukasi menjadi kategori baik (90,0%) setelah edukasi menggunakan media VR. Kegiatan ini menghasilkan luaran artikel ilmiah, publikasi media massa, poster edukasi, sertifikat Hak Kekayaan Intelektual, dan laporan akhir kegiatan.
Skrining Kesehatan Berbasis Komunitas Sebagai Deteksi Dini Gangguan Metabolik Dan Nutrisi Dalam Mendukung Pencegahan Stunting Erniawati Erniawati; Sumarni Sumarni; Jumriani Jumriani; Irmayanti Irmayanti; Haerani Haerani
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/q4t97214

Abstract

Gangguan metabolik dan masalah gizi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Namun, upaya deteksi dini di tingkat komunitas masih terbatas dan belum terintegrasi dengan pendekatan berbasis penelitian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan skrining kesehatan kolaboratif guna mendeteksi dini gangguan metabolik, mengidentifikasi faktor risiko nutrisi, serta mempersiapkan analisis parasit intestinal sebagai bagian dari penelitian kesehatan berbasis masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bontonyeleng dan Desa Garuntungan Kabupaten Bulukumba pada tahun 2026 dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari ibu dan remaja. Pemeriksaan meliputi glukosa darah, kolesterol, dan asam urat menggunakan metode point of care testing (POCT), pengukuran antropometri, edukasi kesehatan, serta pengambilan sampel feses. Hasil menunjukkan bahwa 30,0% peserta memiliki glukosa darah tinggi, 35,0% memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 25,0% memiliki kadar asam urat tinggi. Sebanyak 30,0% peserta berisiko mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Sampel feses berhasil dikumpulkan untuk analisis laboratorium lanjutan, meskipun hasil pemeriksaan belum tersedia pada tahap ini. Pengetahuan peserta meningkat dari 42,0% sebelum kegiatan menjadi 85,0% setelah kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi skrining kesehatan dengan pendekatan penelitian dapat meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan serta mendukung intervensi kesehatan selanjutnya. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung upaya pencegahan stunting berbasis komunitas melalui identifikasi dini faktor risiko kesehatan ibu dan keluarga
Edukasi Pemenuhan Gizi Seimbang Untuk Mengoptimalkan Kualitas ASI Dalam Mendukung Pencegahan Stunting Sumarni Sumarni; Erniawati Erniawati; Devi Darwin; Yulianti N
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/nszsng87

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis yang dipengaruhi oleh kekurangan gizi, infeksi berulang, praktik pemberian makan bayi dan anak yang tidak tepat, serta kondisi kesehatan ibu dan keluarga. Pada masa menyusui, pemenuhan gizi ibu yang adekuat penting untuk mempertahankan kesehatan ibu dan mendukung proses menyusui, sedangkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan bersama makanan pendamping yang sesuai merupakan bagian penting dari pemenuhan gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang selama menyusui, praktik menyusui yang tepat, serta peran gizi ibu dan anak dalam pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bontonyeleng dan Desa Garuntungan, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tahun 2026, dengan melibatkan 20 ibu yang memiliki balita. Kegiatan meliputi koordinasi dengan bidan desa dan kader, penilaian awal, edukasi gizi dan ASI, diskusi interaktif, skrining antropometri, serta evaluasi setelah edukasi. Pengetahuan peserta meningkat dari 42,0% sebelum edukasi menjadi 85,0% setelah intervensi. Kegiatan juga mengidentifikasi kondisi yang berkaitan dengan risiko masalah nutrisi dan memperkuat pemahaman ibu mengenai keanekaragaman pangan, sumber protein, zat gizi mikro, kecukupan cairan, dukungan menyusui, serta pemberian makanan pendamping ASI yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diintegrasikan dengan skrining kesehatan dasar dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan berpotensi memperkuat pencegahan stunting berbasis keluarga. Edukasi berkelanjutan, pemantauan status gizi ibu dan anak, konseling menyusui, serta koordinasi dengan pelayanan kesehatan masyarakat perlu dilakukan secara berkesinambungan

Page 10 of 10 | Total Record : 98