cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2024): INOHIM" : 8 Documents clear
Akurasi Kode Diagnosis Birth Asphyxia dan Neonatal Jaundice sesuai ICD-10 di RS X Tasikmalaya Tahun 2022 Sukawan, Ari; Lestari, Dinda Dwi; Haruna, Agustina; Rosyadi S, Muhammad Erwin; Maryati, Yati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 1 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i1.502

Abstract

AbstractThe analysis of the accuracy of diagnostic codes in medical records is crucial. If the codes generated are inaccurate, it can lead to a decline in the quality of patient care in hospitals, as well as compromise data, report information, and payment costs for patient services. The Apgar score is a reliable method for detecting asphyxia. Jaundice is a clinical condition that often affects children, characterized by yellow discoloration of the skin and eyes. This study aims to determine the accuracy of Birth Asphyxia and Neonatal Jaundice diagnostic codes according to ICD-10. This research is a descriptive quantitative study with a sample size of 212 medical records, using a simple random sampling technique. The results show that 9% of Birth Asphyxia diagnostic codes are accurate, while 91% are inaccurate. For Neonatal Jaundice, 42% of the diagnostic codes are accurate, and 58% are inaccurate. The inaccuracies are due to errors in the three-character code, the non-specificity of the fourth character, and the absence of codes in medical records, influenced by coder factors. Overall, the accuracy of diagnostic codes is higher in the inaccurate category.Keywords: code accuracy, diagnostic code, medical record Abstrak Analisis akurasi kode diagnosis dalam rekam medis sangat penting dilakukan. Jika kode yang dihasilkan tidak akurat, dapat mengakibatkan penurunan mutu perawatan pasien di rumah sakit serta mengkompromikan data, informasi laporan, dan biaya pembayaran untuk pelayanan pasien. Penggunaan skor Apgar merupakan metode yang dapat diandalkan untuk mendeteksi asphyxia. Jaundice adalah kondisi klinis yang sering menyerang anak-anak, ditandai dengan perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akurasi kode diagnosis Birth Asphyxia dan Neonatal Jaundice sesuai dengan ICD-10. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 212 rekam medis, menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9% kode diagnosis Birth Asphyxia akurat, sementara 91% tidak akurat. Untuk kode diagnosis Neonatal Jaundice, 42% akurat dan 58% tidak akurat. Ketidakakuratan ini disebabkan oleh kesalahan dalam kode tiga karakter, ketidaktepatan karakter ke-4, dan tidak ada kode pada rekam medis, serta dipengaruhi oleh faktor coder. Secara keseluruhan, akurasi kode diagnosis masih lebih besar pada kategori yang tidak akurat.Kata Kunci: akurasi kode, kode diagnosis, rekam medis
Gambaran Kelengkapan Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap Kasus Bedah di RSU ‘Aisyiyah Padang Siska, Siska; Wahyuni, Annisa; Oktavia, Dewi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 1 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i1.572

Abstract

Abstract                                                                          Based on the Minimum Service Standards for Hospitals, one of the indicators of medical record services is the completeness of medical record documents, which should be 100%. To improve the quality of services, a qualitative analysis is needed to identify deficiencies in documentation. This study aims to provide an overview of the completeness of inpatient surgical case medical records based on a qualitative review at RSU 'Aisyiyah Padang in 2023. The research method used is descriptive quantitative. The population of this study consists of medical record documents from 2023. The sampling technique used is simple random sampling with a total of 90 documents. The results show that the review of the completeness and consistency of diagnoses was 87.0% complete and 13.0% incomplete. The review of diagnosis recording consistency showed 92.6% complete and 7.4% incomplete. The review of actions taken during treatment and medication showed 82.2% complete and 17.8% incomplete. The review of informed consent completeness showed 82.2% complete and 17.8% incomplete. The review of recording practices showed 73.3% complete and 26.7% incomplete. The study suggests that the hospital should implement policies regarding sanctions for medical personnel who do not complete medical records and establish SOPs for evaluating and monitoring the completeness of medical records. Keyword: completeness, consistency, recording, medical records, treatment AbstrakBerdasarkan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, salah satu indikator pelayanan rekam medis adalah kelengkapan dokumen rekam medis sebesar 100%. Untuk meningkatkan standar mutu pelayanan, diperlukan analisis kualitatif guna mengidentifikasi kekurangan dalam pencatatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan berkas rekam medis rawat inap kasus bedah berdasarkan review kualitatif di RSU 'Aisyiyah Padang tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah berkas rekam medis tahun 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah 90 dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa review kelengkapan dan kekonsistensian diagnosis didapatkan 87,0% lengkap dan 13,0% tidak lengkap. Review kekonsistensian pencatatan diagnosis menunjukkan 92,6% lengkap dan 7,4% tidak lengkap. Review hal-hal yang dilakukan saat perawatan dan pengobatan menunjukkan 82,2% lengkap dan 17,8% tidak lengkap. Review kelengkapan informed consent menunjukkan 82,2% lengkap dan 17,8% tidak lengkap. Review cara atau praktik pencatatan menunjukkan 73,3% lengkap dan 26,7% tidak lengkap. Penelitian ini menyarankan agar rumah sakit membuat kebijakan mengenai sanksi untuk pendisiplinan tenaga medis yang tidak melengkapi rekam medis dan membuat SOP mengenai evaluasi dan pengawasan kelengkapan rekam medis.Kata Kunci: kelengkapan, konsistensi, pencatatan, perawatan, rekam medis
Analisis Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara Ariani, Luh Gede Suci; Laksmini, Putu Ayu; Farmani, Putu Ika; Wirajaya, Made Karma Maha
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 1 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i1.521

Abstract

AbstractPuskesmas (Community Health Centers) are institutions that provide public health services and support the improvement of Puskesmas quality. Electronic Medical Records (EMR) are computerized records of patient diseases and problems in an electronic format. The Technical Implementation Unit of Puskesmas III, Denpasar Utara District Health Office, has not yet conducted an analysis regarding the readiness for implementing EMR. The purpose of this study is to determine the readiness for implementing EMR in the Technical Implementation Unit of Puskesmas III, Denpasar Utara District Health Office, using the DOQ-IT method. This research is a descriptive observational study using total sampling, with a sample size of 45 individuals consisting of 23 doctors, 12 nurses, and 10 registration officers. Data collection was done using a questionnaire with research variables including sociodemographic (age, gender, last education, and work tenure), human resources variables, organizational work culture variables, governance and leadership variables, and IT infrastructure variables. Data analysis in this study was conducted by calculating the average and assessing the readiness for EMR implementation. The results of the DOQ-IT method showed that human resources scored 3.8 (fairly ready category), organizational work culture scored 4.0 (very ready category), governance and leadership scored 4.0 (very ready category), and IT infrastructure scored 4.2 (very ready category). The overall average score of all DOQ-IT components was 116.1 (range III), categorized as very ready. It can be concluded that the readiness level of the Technical Implementation Unit of Puskesmas III, Denpasar Utara District Health Office, analyzed using DOQ-IT, is categorized as very ready in all assessment aspects.Keywords: readiness, electronic medical records, DOQ-IT, and puskesmas AbstrakPuskesmas merupakan salah satu instansi yang bergerak di bidang pelayanan jasa kesehatan masyarakat dan untuk menunjang peningkatan mutu puskesmas. Rekam Medis Elektronik (RME) adalah pencatatan penyakit dan permasalahan pasien yang terkomputerisasi dalam format elektronik. Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara belum melakukan analisis terkait kesiapan dalam menerapkan RME. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan penerapan RME di Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara dengan metode DOQ-IT. Jenis penelitian ini adalah observasional deskripstif menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 45 orang yang terdiri dari dokter 23 orang, perawat 12 orang, dan petugas pendaftaran 10 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan variabel penelitian yaitu sosio demografi (umur, jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan masa kerja), variabel sumber daya manusia, variabel budaya kerja organisasi, variabel tata kelola dan kepemimpinan, serta variabel infrastruktur TI. Metode analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan perhitungan rata-rata dan penilaian kesiapan penerapan rekam medis elektronik. Hasil penelitian metode DOQ-IT yaitu sumber daya manusia dengan skor 3,8 kategori cukup siap, budaya kerja organisasi dengan skor 4,0 kategori sangat siap, tata kelola dan kepemimpinan dengan skor 4,0 kategori sangat siap, infastruktur TI dengan skor 4,2  kategori sangat siap. Hasil rata-rata keseluruhan komponen DOQ-IT yaitu 116,1 (range III) kategori sangat siap. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kesiapan Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara yang dianalisis menggunakan DOQ-IT dapat dikategorikan sangat siap dari semua aspek penilaian.Kata Kunci: kesiapan, rekam medis elektronik, DOQ-IT, puskesmas
Evaluasi Implementasi Aplikasi P-Care Dengan Menggunakan Metode Hot-Fit Di Puskesmas Kabupaten Jembrana Kurniastuti, A.A. Ayu Komang Indah; Wirajaya, Made Karma Maha; Tunas, I Ketut
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 1 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i1.533

Abstract

AbstractEvaluation is one of the important aspects needed to determine the success of implementing a primary-care (P-Care) application. In the P-care application at the Jembrana District Health Center, several obstacles were found in its implementation, including frequent errors. The aim of this research is to evaluate the implementation of the P-Care application at the Jembrana District Health Center using the Hot-Fit method. This type of research is quantitative with a cross-sectional approach with data collection techniques through interviews with questionnaires. The population in this study were all officers who used the P-Care application in 10 Jembrana Regency Health Centers with a total of 55 respondents. The results of the analysis obtained a score on the Human component of 3.06, which shows that users are satisfied with the performance of the P-Care application. In the Organizational component, a score of 2.9 was obtained, which shows that the community health center has an organizational structure that is able to support the P-Care application. In the Technology component, a score of 2.96 was obtained, which means that the existing technology is able to support the implementation of the application, and in the Net Benefit component, a score of 2.8 was obtained, which shows that the application provides good benefits for the organization. The implementation of P-Care in community health centers has gone well. There needs to be regular training for officers using the P-Care application to find out developments in the performance of the P-Care application.Keyword: P-Care, HOT-Fit, primary health care AbstrakEvaluasi merupakan salah satu aspek penting yang diperlukan untuk menentukan keberhasilan implementasi suatu aplikasi primary-care (P-Care). Pada aplikasi P-care di Puskesmas Kabupaten Jembrana ditemukan beberapa kendala dalam penerapannya diantaranya sering mengalami error. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi implementasi aplikasi P-Care di Puskesmas Kabupaten Jembrana dengan metode Hot-Fit. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh petugas yang menggunakan aplikasi P-Care di 10 Puskesmas Kabupaten Jembrana dengan jumlah total responden sebanyak 55 orang. Hasil analisis diperoleh skor pada komponen Manusia adalah 3,06 yang menunjukkan bahwa pengguna merasa puas dengan kinerja aplikasi P-Care. Pada komponen Organisasi diperoleh skor 2,9 yang menunjukkan puskesmas memiliki struktur organisasi yang mampu menunjang aplikasi P-Care. Pada komponen Teknologi diperoleh skor 2,96 yang berarti teknologi yang ada mampu mendukung penerapan aplikasi tersebut dan komponen Net Benefit diperoleh skor 2,8 yang menunjukkan aplikasi memberikan manfaat yang baik bagi organisasi. Penerapan P-Care di puskesmas telah berjalan dengan baik. Perlu adanya pelatihan kepada petugas pengguna aplikasi P-Care secara berkala untuk mengetahui perkembangan kinerja aplikasi P-Care.Kata Kunci: P-Care, HOT FIT, puskesmas
Optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) Sebagai Petunjuk Keluar (Tracer) Harjanti, Harjanti; Noorlitasari, Noorlitasari; Elfazaa, Muhammad Ziddane
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 1 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i1.535

Abstract

AbstractThe importance of tracers lies in their ability to enhance the effectiveness and efficiency of locating and returning medical records. Observations indicate that tracers are not being used, which makes it difficult for staff to return medical records to their original place and often leads to the reprinting of old medical records. Previously used tracers were made of cardboard and filled manually, but they were easily damaged and ineffective. The SIMPUS application’s card printing feature can be utilized for tracer data entry. The aim of this study is to improve the storage and management process of medical records by optimizing SIMPUS to design tracers. This study uses a qualitative descriptive phenomenological method with triangulation of methods and sources. Data were collected through in-depth interviews and observations. The tracer design measures 28 x 15 cm to fit the width of the folder in a vertical position and includes an 11 x 7 cm plastic pocket for holding the tracer data printout. The chosen color is red to stand out against the color of the medical record folders. Made of hard plastic, the tracers are durable and easily obtainable. The data fields for the name and address utilize the registration card printout from SIMPUS as a reference for the ownership of the medical records. The results show that the designed tracers facilitate the retrieval and return of medical records and reduce the incidence of misfiling. The tracer design has been approved by the Puskesmas management and proposed for further trial in the medical records management process.Keywords: SIMPUS, design Tracer, misfile AbstrakPentingnya keberadaan tracer terletak pada kemampuannya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menemukan dan mengembalikan rekam medis. Observasi menunjukkan bahwa tracer tidak digunakan, yang membuat petugas kesulitan mengembalikan rekam medis ke tempat semula dan sering kali menyebabkan pencetakan ulang berkas rekam medis yang lama. Tracer yang sebelumnya digunakan terbuat dari kardus dan diisi secara manual, tetapi mudah rusak dan tidak efektif. Fitur pencetakan kartu pada aplikasi SIMPUS dapat dimanfaatkan untuk isian data tracer. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses penyimpanan dan pengelolaan rekam medis dengan mengoptimalkan SIMPUS untuk merancang tracer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif fenomenologi dengan triangulasi metode dan sumber. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Desain tracer dibuat dengan ukuran 28 x 15 cm agar sesuai dengan lebar map dalam posisi vertikal, dilengkapi dengan kantong plastik berukuran 11 x 7 cm untuk meletakkan print out data tracer. Warna yang dipilih adalah merah agar terlihat mencolok dibandingkan dengan warna map rekam medis. Tracer terbuat dari plastik keras agar tahan lama dan mudah didapatkan. Isian data nama dan alamat memanfaatkan kartu cetak pendaftaran dari SIMPUS sebagai petunjuk kepemilikan rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tracer yang dirancang dapat memudahkan proses pengambilan dan pengembalian rekam medis serta mengurangi angka kejadian salah penempatan. Desain tracer telah disetujui oleh pihak Puskesmas dan diusulkan untuk diuji coba lebih lanjut dalam proses pengelolaan rekam medis.Kata Kunci: SIMPUS, Desain Tracer, Salah letak
Rekam Medis: Desain, Manfaat dan Penerapannya di Praktik Bidan Mandiri Ummu Hani Yogyakarta Ilmi, Laili Rahmatul; Barokah, Liberty; Zolekhah, Dewi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 1 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i1.576

Abstract

AbstractBased on observations and document studies at PMB Ummu Hani Bantul Yogyakarta, the medical record documentation system has not been optimal. PMB Ummu Hani lacks standardized medical record folders, KIB (Patient Identity Cards), and forms. For instance, postpartum records are kept in large folio paper books with batik covers, where the paper size of each form is not uniform. All healthcare personnel and facilities must maintain proper and accurate medical records to protect both patients and healthcare providers and to support the continuity of care. This study aims to design a medical record system that benefits PMB Ummu Hani. The research method used is Research and Development (RnD) with a case study approach. Data collection was conducted through observation and document review of existing medical record forms and Focus Group Discussions (FGD) with 9 midwives. The forms were designed using Canva and Epi Info applications and were tested through design presentations and a second round of FGD. The study resulted in the design of medical record folders, KIB, prenatal examination forms, delivery forms, medical procedure forms, partograph forms, postpartum forms, and child growth records. The medical record folder uses ivory paper, size F4, weighing 260 grams, cream-colored. The medical record forms use A4 paper, weighing 70 grams, white-colored, and the KIB paper size is 85.6 cm x 53.9 cm.Keyword: design, medical record, primary care of Ummu Hani AbstrakBerdasarkan hasil observasi dan studi dokumen di PMB Ummu Hani Bantul Yogyakarta, sistem pencatatan dan pendokumentasian rekam medis belum berjalan optimal. PMB Ummu Hani belum memiliki map rekam medis yang standar, KIB, dan formulir yang terstandar. Contohnya, pencatatan nifas menggunakan buku besar berukuran kertas folio bergaris dengan sampul batik, di mana ukuran kertas setiap formulir tidak seragam. Setiap tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan wajib menyelenggarakan rekam medis yang baik dan benar untuk memberikan perlindungan bagi pasien dan tenaga kesehatan, serta mendukung keberlanjutan pemeriksaan dan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain rekam medis yang bermanfaat bagi PMB Ummu Hani. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan studi dokumen pada formulir rekam medis yang ada, serta Focus Group Discussion (FGD) dengan 9 bidan. Desain formulir dibuat menggunakan aplikasi Canva dan Epi Info, kemudian diuji coba melalui presentasi hasil desain dan FGD tahap 2. Hasil penelitian menghasilkan desain map rekam medis, KIB, formulir pemeriksaan kehamilan, formulir persalinan, formulir tindakan medis, formulir patografi, formulir nifas, dan buku tumbuh kembang anak. Map rekam medis menggunakan kertas jenis ivory ukuran F4 dengan berat 260gram berwarna krem, sementara kertas formulir rekam medis berukuran A4 dengan berat 70gram berwarna putih, dan kertas KIB berukuran 85,6 cm x 53,9 cm.Kata Kunci: desain, rekam medis, PMB Ummu Hani 
Minat Pasien Menggunakan Metode Transaksi Pembayaran QRIS di Pelayanan Rawat Jalan RSUD Koja Rosita, Annida Ulfiar; Sonia, Dina; Putra, Daniel Happy; Fannya, Puteri
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 1 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i1.544

Abstract

AbstractThe presence of QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) plays a crucial role in helping service providers avoid counterfeit money, reduce the risk of money theft, and support the government in developing the digital economy in various regions. The use of QRIS offers significant benefits that can influence consumer interest in non-cash transactions, making it an effective solution for protecting consumers and creating a cashless society. This study aims to evaluate consumer interest in using QRIS through qualitative and quantitative approaches. The qualitative method employs credibility testing with triangulation techniques and characteristic testing, while the quantitative method involves validity and reliability testing. Sampling was conducted using simple random sampling based on respondent inclusion and exclusion criteria. Data were collected through observation, interviews, questionnaire distribution, and literature review. The questionnaire was self-administered by general patients making payments at self-service cashiers. The results show that 40% of patients are very interested in using QRIS for non-cash payments. The interest indicator shows moderate interest at 82%, the benefit indicator shows high interest at 98%, the ease-of-use indicator shows high interest at 99%, and the risk indicator shows low interest at 96%. Overall, patient interest in using the QRIS payment method is quite high due to the ease of access provided for both patients and staff. Further socialization is needed to enhance understanding and reduce concerns about the risks associated with using QRIS.Keywords: QRIS, Interest, Benefits, Convenience, Risks AbstrakKeberadaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) memiliki peran penting dalam membantu penyedia layanan menghindari peredaran uang palsu, mengurangi risiko pencurian uang, serta mendukung pemerintah dalam mengembangkan ekonomi digital di berbagai daerah. Penggunaan QRIS memberikan manfaat signifikan yang dapat mempengaruhi minat konsumen untuk bertransaksi secara non-tunai, sehingga menjadi solusi efektif dalam melindungi konsumen dan mewujudkan masyarakat yang minim uang tunai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi minat konsumen dalam menggunakan QRIS melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif menggunakan uji kredibilitas triangulasi teknik dan uji karakteristik, sedangkan metode kuantitatif melibatkan uji validitas dan reliabilitas. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan tinjauan pustaka. Kuesioner diisi sendiri oleh pasien umum yang melakukan pembayaran di kasir mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% pasien sangat berminat menggunakan QRIS untuk pembayaran non-tunai. Indikator minat menunjukkan minat sedang sebesar 82%, indikator manfaat menunjukkan minat tinggi sebesar 98%, indikator kemudahan menunjukkan minat tinggi sebesar 99%, dan indikator risiko menunjukkan minat rendah sebesar 96%. Secara keseluruhan, minat pasien dalam menggunakan metode pembayaran QRIS cukup tinggi karena kemudahan akses yang ditawarkan bagi pasien maupun petugas. Sosialisasi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi kekhawatiran terhadap risiko penggunaan QRIS.Kata Kunci: QRIS, minat, manfaat, kemudahan, risiko
Model Sukses Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas DKI Jakarta Muchlis, Husni Abdul
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 1 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i1.561

Abstract

AbstractThe implementation of Electronic Medical Records (EMR) in Jakarta's Community Health Centers (Puskesmas) faces various challenges, including limited resources and varying levels of staff acceptance. This study aims to identify the factors influencing the successful implementation of EMR, as well as the factors that most contribute to increasing the adoption and benefits of EMR use. A quantitative cross-sectional approach was used to identify these factors, with multistage random sampling conducted on 125 active healthcare workers using EMR in Jakarta's Puskesmas. Using Structural Equation Modeling (SEM), we analyzed data from various health centers, revealing that training, information quality, system quality, and ongoing support significantly enhance the utilization of EMR. These findings provide practical insights for policymakers and health administrators to improve the adoption of EMR and maximize its benefits.Keyword: electronic medical record, MMUST, public health center AbstrakImplementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas di Jakarta menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya dan tingkat penerimaan staf yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi RME, serta faktor-faktor yang paling berkontribusi dalam meningkatkan adopsi dan kebermanfaatan penggunaan RME. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan implementasi RME. Pengambilan sampling dilakukan secara multistage random sampling terhadap 125 tenaga kesehatan aktif menggunakan RME di Puskesmas Jakarta. Dengan menggunakan Structural Equation Model (SEM), kami menganalisis data dari berbagai puskesmas, yang menunjukkan bahwa pelatihan, kualitas informasi, kualitas sistem dan dukungan berkelanjutan secara signifikan meningkatkan pemanfaatan RME. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan dan administrator kesehatan untuk meningkatkan adopsi RME.Kata Kunci: rekam medis elektronik, MMUST, puskesmas.

Page 1 of 1 | Total Record : 8