cover
Contact Name
Hernadi Sudirman
Contact Email
hernadypratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agroekoteknologitropikalembab@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agroekoteknologi Tropika Lembab
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26223570     EISSN : 2621394X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Universitas Mulawarman merupakan media publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan budidaya tanaman secara luas.
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Tanaman Lada ( Piper nigrum L.) di Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Zainudin Zainudin; Rustam Baraq Noor; Agung Triantoro
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 3, No 1 (2020): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 3 Nomor 1 Agustus 2020
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.3.1.2020.3872.06-11

Abstract

Abstrak. Tujuan dari studi ini adalah menentukan kelas kemampuan lahan aktual, menentukan faktor pembatas untuk pengembangan tanaman lada. Penelitian ini dilakukan selama 7 (tujuh) bulan, sejak bulan Oktober 2016 sampai dengan April 2017. Penelitian dilakukan di Kecamatan Loa Janan. Metode penelitian dengan mencocokkan data actual dengan kelas kesesuaian lahan perkebunan. Hasil penelitian menunjukkan kelas kesesuaian lahan aktual pada tanaman lada cukup cocok di Kecamatan LoaJanan, pada SPT1 Desa Purwajaya memiliki kelas kesesuaian lahan S2, SPT2 pada Km 20 Desa Tani Bakti memiliki kelas kesesuaian lahan S2 dan SPT3 di Desa Batuah memiliki kelas kesesuaian lahan S2. Upaya peningkatan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kelas kesesuaian lahan menjadi S1 potensial. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman lada di Kecamatn Loa Janan adalah drainase (o), kejenuhan basa (n), kemiringan lereng (e) dan genangan banjir (f) serta batuan permukaan (l). Abstract. The purpose of this studio is to determine the actual land capability class, determine the limiting factors for pepper development. This research was conducted for 7 (seven) months, from October 2016 to April 2017. The research was conducted in Loa Janan Subdistrict. The research method is by matching the actual data with the suitability of plantation land classes. The results showed the actual land suitability class on pepper plants was quite suitable in LoaJanan Subdistrict, in SPT1 Purwajaya Village had a S2 land suitability class, SPT2 in Km 20 Tani Bakti village had a S2 and SPT3 land suitability class in Batu Village which had a S2 land suitability class. Efforts to Improve what needs to be done to improve land suitability classes become potential S1. Factors that influence the level of land suitability for plant development in the Subdistrict of Loa Janan are drainage (o), base saturation (n), slope (e) and flood inundation (f) and also surface grooves (l).
Populasi Penggerek Batang Dan Musuh Alami Di Ekosistem Padi Dengan Pengelolaan Konvensional Tjajuk Subiono
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 3, No 2 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 3 Nomor 2 Februari 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.3.2.2021.4821.137-144

Abstract

Populasi spesies penggerek batang dan musuh alami di ekosistem sawah dataran rendah dengan pengelolaan konvensional pada tiga tahap pertumbuhan padi sawah irigasi tadah hujan di Desa Karang Tunggal, Tenggarong Sebrang, Kutai Kertanegara selama bulan Juli sampai Oktober 2020. Empat spesies penggerek batang, yaitu; Penggerek batang kuning (Scirpophaga incertulas),Penggerek batang berkepala gelap (Chilo polyhcrysus), penggerek batang belang (Chilo suppressalis), penggerek batang putih (Scirpophaga innotata), dan sepuluh musuh alami yang berbeda dikumpulkan dari lapangan dan dicatat. Populasi penggerek batang dan musuh alami tertinggi pada masak susu dan terendah pada tingkat semai. Populasi relatif penggerek batang padi berdasarkan rerata jumlah yang terperangkap oleh sweap net adalah Penggerek batang padi putihPopulasi spesies penggerek batang yang diteliti menunjukkan urutan peringkat; (76.76 %) > Kapala hitam (17.31%) > Lurik/bergaris (4.60%) > Kuning (2.58%)dan musuh alami Kumbang kubah bertotol (Ophonea indica)>laba-laba pelompat (T. montana)> Laba-laba pemburu (Tapetum lucidum) >Trichogrammajaponicum>Kumabangkubah polos (Miscraspissp) > Telenomus dignus > Tetrasticus schoenobii Telenomus rowani>Laba-laba Oxypessp>Cecopet.(Forficula auricularia).Populasi keempat penggerek batang berkorelasi positif dengan semua musuh alami dan berkorelasi negatif dengan kumbang kubahMiscraspisspdan F. auricularia.
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh dan Bahan Organik terhadap Pertumbuhan Anggrek Tebu Grammatophyllum speciosum Blume Secara Kultur Jaringan Ellok Dwi Sulichantini; Eliyani Eliyani; Agusty Saputra; Alvera Prihatini Dewi N; Susylowati Susylowati
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 4, No 1 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 4 Nomor 1 Agustus 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.4.1.2021.5791.%p

Abstract

Grammatophyllum speciosum Blume atau anggrek tebu merupakan salah satu spesies anggrek yang terancam kepunahan sehingga perlu dilestarikan. Perbanyakan generatif secara kovensional mengalami kendala karena tidak terdapat endosperm sehingga perlu dilakukan perbanyakan secara kultur jaringan. Keberhasilan perbanyakan secara kultur jaringan sangat dipengaruhi komposisi media dasar yang digunakan, terutama dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh, jenis zat pengatur tumbuh dan penambahan ekstrak pisang ambon terhadap pertumbuhan anggrek tebu secara kultur jaringan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari enam perlakuan, kombinasi antara zat pengatur tumbuh Benzyl Amino Purine atau Kinetin dengan atau tanpa naphthalene acetic acid dan ekstrak pisang ambon. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test dengan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan komposisi media yang disebabkan perbedaan penambahan zat pengatur tumbuh dan ekstrak pisang ambon menyebabkan perbedaan tinggi kultur, jumlah, daun, jumlah tunas dan jumlah akar yang signifikan. Media dasar Vacin and Went sesuai untuk meregenerasikan anggrek tebu. Jenis zat pengatur tumbuh yang berbeda mempengaruhi respon morfogenesis yang berbeda pula. Zat pengatur tumbuh yang baik digunakan pada tahap awal pertumbuhan kultur adalah 3,00 mg.L-1 Kinetin + 0,50 mgL-1 naphthalene acetic acid karena komposisi tersebut menghasilkan pertambahan tinggi dan jumlah daun yang tertinggi, sedangkan tahap multiplikasi tunas menggunakan 3,00 mg.L-1 Benzyl Amino Purine + 0,50 mgL-1 naphthalene acetic acid. Ekstrak pisang ambon 100 gL-1 dapat digunakan untuk induksi pertumbuhan tinggi dan induksi akar kultur anggrek tebu, tanpa atau dengan zat pengatur tumbuh.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kampung Tanjung Perangat Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau Donny Dhonanto; Rabiatul Jannah; Arifannur Arifannur
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 3, No 2 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 3 Nomor 2 Februari 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.3.2.2021.4816.97-105

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang terus meningkat hingga membuat kebutuhan terhadap pangan turut meningkat. Demimemenuhi kebutuhan penduduk Indonesia maka perlu dilakukan peningkatan produktivitas salah satunya dengan cara ekstensifikasi(perluasan lahan). Kegiatan ekstensifikasi dapat terlaksana dengan baik berdasarkan evaluasi kesesuaian lahan. Evaluasi kesesuaian lahanmerupakan kegiatan yang bertujuan mengetahui sesuai atau tidak sesuai suatu tanaman pada lahan yang akan dikembangkan. Salah satutempat yang dilakukan evaluasi kesesuaian lahan berada di Kampung Tanjung Perangat Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau untuktanaman bawang merah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sesuai atau tidak lahan yang ada di kampung tersebut untuk ditanamanibawang merah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Sistem Informasi Geografi dan Kartografi Fakultas Pertanian UniversitasMulawarman. Kegiatan Penelitian dilakukan selama lima bulan dari bulan Agustus sampai bulan Desember tahun 2019.Penelitian ini, dalam pengolahan data serta perhitungan kesesuaian lahan menggunakan metode matching dan metode parametrik. Penelitimenentukan tiga lahan atau tiga area sebagai tempat penelitian di Kampung Tanjung Perangat. Selain itu dibutuhkan data iklim untukmendukung kegiatan evaluasi kesesuaian lahan yang didapatkan dari Stasiun Klimatologi Kalimarau Berau.Hasil penelitian dari hasil pengolahan serta perhitungan data dengan menggunakan metode matching dan metode parametrikmenunjukkan bahwa kondisi kelas kesesuaian lahan yang ada di Kampung Tanjung Perangat adalah tidak sesuai (N) secara aktual dansesuai marginal (S3) untuk lahan potensial.
KEMAMPUAN JAMUR ENDOFIT PADI DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR PENYEBAB PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sativa L) SECARA IN VITRO Sopialena Sopialena; Encik Akhmad Syaifudin; Rusdiana Rusdiana
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 4, No 1 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 4 Nomor 1 Agustus 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.4.1.2021.5796.%p

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyakit penting tanaman padi dan penyebab nya, serta jamur-jamur endofit pada tanaman padi dan potensinya sebagai agens pengendali hayati. Lokasi pengambilan sampel di Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Kegiatan dilaboratorium meliputi isolasi, identifikasi dan uji daya antagonis menggunakan tanaman padi sehat untuk memperoleh jamur endofit dan tanaman padi sakit yang menimbulkan gejala untuk memperoleh cendawan patogen. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur endofit yang terisolasi pada tanaman padi dari lokasi penelitian di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara terdapat 3 jenis yaitu: Trichoderma sp., Aspergillus niger dan Mucor sp., sedangkan jamur patogen yang ditemukan menyerang tanaman padi yaitu Cercospora sp. dan Rhizoctonia Solani. Berdasarkan hasil uji antagonis secara in-vitro bahwa ketiga jamur endofit terhadap dua cendawan patogen memiliki besaran hambatan rata-rata diatas 50% tingkat tertinggi penghambatan yaitu Trichoderma sp. vs Rhizoctonia dengan daya hambatan (89,20%).
Respon Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill)Terhadap Pengapuran Dan Pemupukan Bioperforasi di Kampung Sukan Tengah Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau Suwarno Suwarno
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 3, No 2 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 3 Nomor 2 Februari 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.3.2.2021.4814.86-91

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui respon tanaman kedelai terhadap pengapuran dan pupuk bioperforasi, (ii)mendapatkan dosis pengapuran dan pupuk bioperforasi yang sesuai bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. (iii) mengetahui hubunganantara pengapuran dan pupuk bioperforasi pada hasil tanaman kedelai.Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pemukiman Transmigrasi SukanTengah III Desa Sukan Tengah Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Percobaan ini merupakan percobaan faktorial dengan dua faktoryang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pengapuran (P) yang terdiri dari limataraf, yaitu : p0 = 0 Mg ha-1; p1 = 1 Mg ha-1-; p2 = 2 Mg ha-1; p3 = 3 Mg ha-1; p4 = 4 Mg ha-1. Sedangkan faktor kedua adalah Bioperforasi(B) yang terdiri dari lima taraf yaitu : b0 = 0 L ha-1; b1 = 1,5 Lha-1; b2 = 3 L ha-1; b3 = 4,5 L ha-1; b4 = 6 L ha-1.Hasilpercobaanmenunjukkanbahwa tanaman Kedelai tidak menunjukkanrespon positif terhadap interaksi perlakuan pengapuran x pemupukanbioperforasi pada komponen produksi, respon positif hanya ditunjukkan pada tinggi tanaman umur 10 minggu setelah tanam. PerlakuanPengapuran memberikan respon positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Tanaman kedelai menunjukan respon positifterhadap perlakuan pemupukan bioperforasi pada pertumbuhan hasil tanaman. Hasil analisis regresi dosis pemupukan bioperforasi 6 L ha-1pada dosis kapur 1,94 Mg ha-1memberikan hasil maksimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.
Tanah Gambut dan Estimasi Cadangan Karbon di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Sukarman Sukarman; Umi Haryati
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 4, No 1 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 4 Nomor 1 Agustus 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.4.1.2021.5792.%p

Abstract

Untuk mendapatkan informasi sifat dan karakteristik tanah gambut, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian telah melaksanakan pemetaan tanah gambut dan perhitungan karbon stok pada tingkat semi detail (skala 1:50.000) di Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode pemetaan tanah gambut mengacu pada SNI 7925:2013, SNI 8473:2018, dan Juknis Pemetaan Tanah Semidetail skala 1:50.000. Tanah gambut di Kabupaten Kutai Kartanegara meliputi luas 110.094 ha yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kembang Janggut, Kenohan, Kotabangun, Muara Kaman, dan Muara Wis. Tanah gambut yang dijumpai tergolong gambut dangkal sampai sangat dalam (50-<500 cm). Lapisan substratum di bawah tanah gambut berupa tanah mineral bertekstur liat berdebu, lempung berdebu, lempung dan lempung berpasir. Gambut yang dijumpai mempunyai tingkat kematangan fibrik, hemik dan saprik, yang paling dominan tergolong hemik. Reaksi tanah sangat masam hingga masam (pH 4,0-5,5), KTK tinggi sampai sangat tinggi, dan kejenuhan basa sangat rendah. Berdasarkan hasil perhitungan, cadangan karbon di Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 114,9 juta ton C dengan rata-rata per hektar mencapai 1.172 ton.
Penilaian Status Kesuburan Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Samarinda Zainudin Zainudin; Roro Kesumaningwati
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 3, No 2 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 3 Nomor 2 Februari 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.3.2.2021.4817.106-111

Abstract

Tanah yang subur sangat diperlukan untuk menghasilkan produksi tanaman yang optimal. Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dan berlebihan dapat menimbulkan penurunan kesuburan tanah yang pada akhirnya akan dapat menyebabkan tanah menjadi kritis. Tujuan penelitian ini adalah melakukan penilaian kesuburan tanah untuk mengetahui status kesuburan tanah dan rekomendasi pemupukan pada beberapa penggunaan lahan di kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode survei tanah, sampel tanah diambil secara acak pada beberapapenggunaan lahan (hutan sekunder, kebun campuran, pertanian tanaman semusim, dan lahan bekas tambang). Penilaian kimia tanah menggunakan tabel kimia tanah BPT Bogor 2005. Penilaian kesuburan tanah menggunakan petunjuk teknis evaluasi kesuburan tanah Pusat Penelitian Tanah, Bogor (PPT,1995). Tahapan penelitian melalui analisis tanah dengan lima parameter kesuburan tanah yang digunakan untuk menilai status kesuburan tanah, yaitu KTK; KB; C-organik; kadar P dan K total tanah. Hasil penelitian menunjukkan kesuburan tanah pada lokasi penelitian adalah sangat rendah hingga rendah. Kesuburan tanah pada hutan sekunder pada kedalaman 0-30 dan 30-60 cm adalah sangat rendah sedangkan kesuburan tanah pada lahan pertanian semusim, kebun campuran, dan tanah bekas tambang batubara pada kedalaman 0-30 dan 30-60 cm adalah rendah.
Pemetaan Kualitas Tanah dengan Analisis Sistem Informasi Geografis di Kota Samarinda Rabiatul Jannah; Donny Dhonanto; Hirzi Fathul Hakim
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 4, No 1 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 4 Nomor 1 Agustus 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.4.1.2021.5797.%p

Abstract

Tanah merupakan salah satu dari sumberdaya alam yang berperan penting bagi kehidupan manusia terutama sebagai tempat kegiatan hidup. Pemanfaatan sumberdaya alam tersebut seringkali tidak disertai pemeliharaan, akibatnya lingkungan alam yang menopang kehidupan manusia menjadi rusak. Kualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan fungsinya. Kualitas tanah yang semakin baik akan mendukung kerja fungsi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan status kualitas tanah di Kota Samarinda. Penelitian ini telah dimulai dari bulan Maret 2019 sampai Desember 2019 di Laboratorium Tanah dan Laboratorium Kartografi dan SIG Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif yang pendekatan variabelnya dilakukan melalui survei lokasi penelitian dan didukung hasil analisis sifat fisik dan kimia tanah. Penentuan titik lokasi sampel tanah dilakukan dengan metode purposive random sampling mengikuti setiap satuan peta lahan (SPL) yang dibuat. Variabel dari SPL yang dibuat yaitu jenis tanah, penggunaan lahan, dan lereng. Sampel tanah dianalisis dengan parameter berat volume, tekstur, pH, porositas, N-total, P-tersedia, K-tersedia, C-organik dan kedalaman perakaran. Penentuan skor berkisar antara 0-1. Hasil analisis skoring dan fungsi tanah terpilih dijumlahkan untuk menentukan kriteria Indeks Kualitas Tanah (IKT). Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 satuan peta lahan jenis tanah Inceptisols di Kota Samarinda. Terdapat satu satuan lahan yang memiliki kriteria kualitas tanah “baik” yaitu satuan peta lahan 2 dengan jenis tanah Aquic Dystrudepts (IKT = 0,61). Sedangkan ketiga satuan lahan lainnya memiliki kriteria kualitas tanah “sedang”, yaitu satuan peta lahan 1 dengan jenis tanah Typic Endoaquepts (IKT = 0,44), satuan peta lahan 3 dengan jenis tanah Typic Dystrudepts (IKT = 0,46), satuan peta lahan 4 dengan jenis tanah Oxic Dystrudepts (IKT = 0,52).
Studi Pertumbuhan Akar dan Tunas Stek Lada (Piper nigrumL.) pada Kombinasi Media Tanam dan Jumlah Ruas yang Berbeda Wahyudi Wahyudi; Penny Pujowati; Odit Ferry Kurniadinata
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 3, No 2 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 3 Nomor 2 Februari 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.3.2.2021.4849.92-96

Abstract

Studi Pertumbuhan Akar dan Tunas Stek Tanaman Lada (Piper nigrum L.) pada Kombinasi Media Tanam dan Jumlah Ruas yang Berbeda. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kombinasi perlakuan terbaik antara jenis media tanam dengan jumlah ruas terhadap pertumbuhan akar dan tunas pada tanaman lada dan pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan akar dan tunas tanaman lada dengan jumlah ruas yang berbeda. Percobaan dilaksanakan Desember 2018 sampai dengan April 2019 di Perumahan Sempaja Lestari Indah, Sempaja Selatan, Samarinda Utara, Samarinda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan ulangan sebanyak tiga kali. Perlakuan pada penelitian ini terdiri atas 12 kombinasi perlakuan, yaitu tanah dengan stek pendek satu ruas, dua ruas dan tiga ruas; tanah + pupuk kandang dengan stek pendek satu ruas, dua ruas dan tiga ruas; tanah + sekam dengan stek pendek satu ruas, dua ruas dan tiga ruas; tanah + pupuk kandang + sekam dengan stek pendek satu ruas, dua ruas dan tiga ruas. Data yang dianalisis dengan sidik ragam adalah data dari 10 perlakuan, sedangkan data dari 2 perlakuan, yaitu tanah dengan stek pendek satu ruas dan tanah + pupuk kandang dengan stek pendek satu ruas mengalami data hilang. Selanjutnya hasil dari sidik ragam dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test dengan taraf 5%. Kombinasi perlakuan media tanam tanah + pupuk kandang + sekam dengan stek pendek tiga ruas memberikan pertumbuhan terbaik pada akar dan tunas stek pendek tanaman lada. Media tanam memberikan pengaruh signifikan pada pertumbuhan akar dan tunas stek pendek tanaman lada dengan jumlah ruas yang berbeda. Media tanam tanah + pupuk kandang + sekam merupakan media dengan pengaruh terbaik dalam pertumbuhan akar dan tunas stek pendek untuk semua jumlah ruas. Media tanam tanah yang ditambahkan sekam dan pupuk kandang menghasilkan kombinasi media tanam dengan kondisi yang subur, gembur, aerasidan porositas yang baik serta memiliki ketersediaan unsur hara yang cukup untuk dimanfaatkan oleh tanaman.

Page 6 of 17 | Total Record : 161