cover
Contact Name
Hernadi Sudirman
Contact Email
hernadypratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agroekoteknologitropikalembab@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agroekoteknologi Tropika Lembab
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26223570     EISSN : 2621394X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Universitas Mulawarman merupakan media publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan budidaya tanaman secara luas.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Respon Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Pare (Momordica charantia L.) Terhadap Berbagai Konsentrasi Kolkisin Julianto, Reza Prakoso Dwi; Indawan, Edyson; Nopianti, Putri; Ragut, Agustinus Ariano
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21392.69-75

Abstract

Tanaman pare (Momordica charantia L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang tergolong dalam famili cucurbitaceae, yang tumbuhnya menjalar atau merambat dan mudah untuk dibudidayakan serta tumbuhnya tidak tergantung dengan kondisi musim. Permasalahan utama tanaman pare saat ini yaitu rendahnya tingkat produktivitas hanya sekitar 11,5 ton/ha sedangkan tingkat kebutuhan buah pare terus mengalami peningkatkan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya. Pemuliaan tanaman dengan cara penggandaan kromosom (poliploid) menggunakan kolkisin, merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil tanaman pare. Poliploidi berpengaruh terhadap peningkatan ukuran nukleus, sehingga menyebabkan adanya penambahan ukuran sel dan jaringan, organ dan tanaman sehingga menyebabkan penampakan morfologis tanaman menjadi lebih besar dibandingkan tanaman diploid. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kolkisin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pare, serta menentukan dosis kolkisin terbaik untuk peningkatan hasil dan pertumbuhan tanaman pare. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aplikasi kolkisin pada beberapa varietas tanaman pare (Momordica charantia L.) mampu meningkatkan hasil tanaman dan berbeda nyata dengan tanaman pare yang tidak diaplikasikan kolkisin. Aplikasi kolkisin dengan dosis 30 ppm memberikan hasil paling optimal, hal ini dapat diketahui dari parameter juppmaj buah, bobot buah, dan diameter buah. Sedangkan aplikasi kolkisin menyebabkan panjang sulur tanaman pare menjadi lebih pendek,dan meningkatkan ukuran luas daun, sehingga hal ini akan berdampak terhadap peningkatan proses fotosintesis tanaman
Pengaruh Pemberian Bakteri Fotosintetik dan Masa Inkubasi Tanah terhadap P-Tersedia dan Logam Berat Cd pada Ultisol Indriyati, Silva; Palupi, Nurul Puspita
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 9, No 1 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 9 Nomor 1 Agustus 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.9.1.2026.25339.31-42

Abstract

Tanah Ultisol memiliki tingkat kesuburan rendah akibat reaksi tanah masam dan rendahnya ketersediaan fosfor (P). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri fotosintetik dan masa inkubasi tanah terhadap P tersedia dan logam berat kadmium (Cd) pada Ultisol. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Analisis Tanah dan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam dosis bakteri fotosintetik (0, 20, 30, 40, 50, dan 60 mL per 500 gr tanah) dan tiga masa inkubasi (1, 2, dan 3 bulan), dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, P-tersedia, dan kandungan Cd. Data P-tersedia dianalisis menggunakan sidik ragam, sedangkan Cd dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri fotosintetik dan perbedaan masa inkubasi berpengaruh terhadap peningkatan P-tersedia pada tanah Ultisol. Kandungan Cd mengalami peningkatan bertahap selama inkubasi, namun masih berada dalam batas normal tanah pertanian. Secara keseluruhan, aplikasi bakteri fotosintetik dengan masa inkubasi yang sesuai berpotensi memperbaiki sifat kimia tanah Ultisol, terutama dalam meningkatkan ketersediaan fosfor.
Respon Pertumbuhan Cabai Hiyung (Capsicum frutescens L.) terhadap Kombinasi Pupuk NPK dan Amelioran Tandan Kosong Kelapa Sawit pada Tanah Kering Masam Maghfirah, Mutiarani Salsabila; Mulyawan, Ronny; Saputra, Riza Adrianoor
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 9, No 1 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 9 Nomor 1 Agustus 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.9.1.2026.25186.21-30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan jenis amelioran dari limbah sawit terhadap pertumbuhan cabai hiyung (Capsicum frutescens L.) di tanah mineral masam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu dosis pupuk NPK (0, 150, dan 300 kg ha-1) dan jenis amelioran (TKKS, cangkang sawit, serta kombinasi TKKS + cangkang sawit), dengan total 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan cabai hiyung di tanah mineral masam. Dosis 150 kg ha-1 dan 300 kg ha-1 secara konsisten mampu meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, serta luas daun dibandingkan tanpa pemberian pupuk, meskipun kedua perlakuan tersebut tidak berbeda nyata secara statistik. Perlakuan amelioran TKKS, cangkang sawit (CS), dan kombinasi keduanya tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman serta diameter batang. Namun, menunjukkan interaksi positif dengan pupuk NPK, khususnya amelioran cangkang sawit (CS). Dosis 300 kg ha-1 NPK + CS memberikan respon terbaik terhadap luas daun. Hasil analisis sifat kimia tanah, terjadi peningkatan pH dari kondisi masam mendekati netral, dengan nilai tertinggi pada kombinasi perlakuan 300 kg ha-1 NPK + CS. Secara keseluruhan, dosis 300 kg ha-1 yang dikombinasikan dengan amelioran cangkang kelapa sawit (CS) terbukti secara efektif mendukung pertumbuhan cabai hiyung dan dapat direkomendasikan sebagai strategi dalam pengelolaan media tanam pada lahan kering masam.
Evaluasi Kualitas Tanah dan Arahan Pengelolaan pada Lahan Kering di Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng Oktaviani, Ni Putu Devi; Sumarniasih, Made Sri; Narka, I Wayan; Arthagama, I Dewa Made; Bhayunagiri, Ida Bagus Putu; Wiguna, Putu Perdana Kusuma
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 9, No 1 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 9 Nomor 1 Agustus 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.9.1.2026.21685.11-20

Abstract

Penggunaan lahan secara intensif tanpa adanya upaya pelestarian menyebabkan penurunan kualitas tanah dan penurunan hasil produksi. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi kualitas tanah, menetapkan faktor pembatas, serta memberikan arahan pengelolaan lahan yang tepat sesuai kondisi tanah di Kecamatan Sawan. Penelitian dilaksanakan mulai Juni sampai Desember 2024 pada lahan kering Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan metode survei dalam pengambilan sampel tanah berdasarkan peta Satuan Lahan Homogen (SLH). Sampel diambil secara purposive sampling dan dikompositkan, kemudian diuji parameternya sesuai pedoman penetapan kualitas tanah berdasarkan 10 Minimum Data Set (MDS) yang dimodifikasi menurut Lal (1994). Hasil penelitian menunjukkan kualitas tanah di Kecamatan Sawan tergolong sangat baik dengan luas 2.569,88 ha (62%) mencakup wilayah Desa Giri Mas, Lemukih, Sekumpul, Galungan, Sudaji dan Bebetin. Kualitas tanah tergolong baik dengan luas 1.576,01 ha (38%) mencakup wilayah Desa Sekumpul, Menyali, Bungkulan, Galungan, Suwug, Bebetin, dan Sudaji. Faktor-faktor pembatas di daerah penelitian meliputi: tekstur, C-organik, KTK, Nutrisi (N-total dan P-tersedia) dan C-biomassa. Arahan pengelolaan lahan yang direkomendasikan adalah pemberian pupuk organik, urea, dan TSP/SP-36.
Aplikasi Dosis Vermikompos dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Sturt) Saputra, Iwan; Marnita, Yenni; Ridha, Risky; Berutu, Sahat Heryanto
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 9, No 1 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 9 Nomor 1 Agustus 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.9.1.2026.26246.70-81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis vermikompos dan fungi mikoriza arbuskular (FMA) serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Kota Langsa, Provinsi Aceh, pada bulan April sampai Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis vermikompos yang terdiri dari empat taraf, yaitu V0 (0 kg/plot), V1 (0,715 kg/plot), V2 (1,485 kg/plot), dan V3 (2,255 kg/plot). Faktor kedua adalah dosis mikoriza yang terdiri dari empat taraf, yaitu M0 (0 g/tanaman), M1 (20 g/tanaman), M2 (30 g/tanaman), dan M3 (40 g/tanaman). Terdapat 16 kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol berkelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis vermikompos berpengaruh sangat nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil jagung manis, sedangkan FMA berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar. Interaksi antara vermikompos dan FMA berpengaruh nyata hingga sangat nyata pada beberapa parameter pertumbuhan dan hasil, terutama tinggi tanaman umur 30 HST, jumlah daun umur 45 HST, diameter batang umur 30 dan 45 HST, bobot tongkol berkelobot, serta bobot tongkol tanpa kelobot. Hal ini menunjukkan bahwa respons tanaman terhadap kombinasi vermikompos dan FMA berbeda-beda pada setiap parameter yang diamati.
Inventory of Insects in Land Water Spinach Cultivation Using the Insecticide Abamectin Mahmud, Yusmar; Deyanti, Silvi; Solfan, Bakhendri; Zam, Syukria Ikhsan; Oksana, Oksana
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 9, No 1 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 9 Nomor 1 Agustus 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.9.1.2026.27436.91-98

Abstract

Land kale in a cultivated has an obstacle, namely the presence of insects. Based on their there are beneficial and harmful insects. To deal with harmful insects, insecticides are used which contain the active ingredient abamectin which causes insect skin irritation and eliminates appetite. The aim of this research was to see the presence of insects in the use of abamectin in land kale plantings in West Sidomulyo Village. This study was conducted in May and September 2024 in West Sidomulyo Village and identification was carried out at the Pathology Laboratory, Entomology, Microbiology, and Soil Science, Faculty of Agriculture and Animal Science, Sultan Syarif Kasim State Islamic University, Riau. The samplin was by catching directly using nets and yellow traps found on land kale plants. Insects are stored in collection bottles. The research results showed that there were 3 ordo, 7 family dan 8 genera of insects. There are 4 insect pests namely Anasa sp., Gonocerus sp., Bemisia sp., and Aspidimorpha sp., there are 3 predatory insect namely Verenia sp., Menochilus sp., and Paederus sp., and there 1 migrant insect namely Musca sp. The insects found have haustelata (piercin, sucking) and mandibulata (biting, chewing) mounth types. The intensity of insect pest attack increased after the application of abamectin insecticide, allegedly due to the inappropriate application time, where the application was carried out in the morning toward noon with a fairly high temperature so that evaporation occured and the effectiveness of the insecticide was reduced.
Efektivitas Biokonversi Limbah TanKos Kelapa Sawit Menggunakan Larva Hermetia illucens: Analisis Indeks Pengurangan Limbah dan Kualitas Pupuk Organik Firda, Lidri Ani; Santika, Idha; Kesumaningwati, Roro; Jannah, Rabiatul
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 9, No 1 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 9 Nomor 1 Agustus 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.9.1.2026.25514.43-55

Abstract

Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah yang paling banyak dihasilkan dalam proses industri. Biokonversi menggunakan larva serangga, khususnya larva Black Soldier Fly (BSF) menjadi salah satu alternatif dalam pengolahan limbah organik dengan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas larva BSF dalam biokonversi limbah TKKS berdasarkan Indeks Pengurangan Limbah (IPL), mengetahui kandungan hara pupuk organik padat hasil biokonversi, dan kesesuaiannya dengan syarat baku mutu pupuk organik padat dalam SNI 7763:2018. Penelitian ini bertempat di Laboratorium Ilmu Tanah Gedung OECF, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Samarinda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA), jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit perlakuan dengan asal pakan fermentasi memiliki efektivitas lebih baik jika dilihat dari nilai IPL. Nilai IPL tertinggi 3,61%, sedangkan nilai IPL terendah 1,80%. Hasil analisis kandungan hara hasil biokonversi menunjukkan bahwa nilai rata-rata tertinggi pada kadar keasaman (pH) (9,83), N total (3,46%), K total (8,06%), C-organik (24,98%), dan C/N rasio (10,74) setiap perlakuan telah memenuhi standar baku mutu pupuk organik padat dalam Standar Nasional Indonesia 7763:2018. Kandungan kadar air pada hasil penelitian perlakuan T1U3 dan T2U3 lebih tinggi standar baku mutu pupuk organik padat yaitu 8 – 25%. Kandungan P total pada hasil penelitian belum mencapai batas minimal 2%.
Efikasi Ekstrak Rimpang Bangle (Zingiber Cassumunar Roxb.) Terhadap Intensitas Serangan Hama Pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis) Kambuno, Elvin Dasri; Mujiono, Kadis
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 9, No 1 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 9 Nomor 1 Agustus 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.9.1.2026.22337.1-10

Abstract

Efikasi Ekstrak Rimpang Bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) Terhadap Serangan Hama pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis). Rimpang bangle telah melalui uji fitokimia dan terbukti memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder, sesuai dengan penelitian sebelumnya, menyatakan bahwa kandungan bahan aktif yang terdapat dalam ektrak rimpang bangle adalah saponin, triterpenoid, flavonoid, tanin, glikosia dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari tanaman bangle ini untuk mengendalikan hama pada tanaman kacang panjang. Penelitian ini di laksanakan pada bulan September hingga November 2023, dilahan percobaan Teluk Dalam Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan (ekstrak rimpang bangle dengan konsentrasi 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%) dan terdapat lima ulangan untuk setiap perlakuan. Data yang diamati dari penelitian ini yaitu intensitas serangan hama pada daun tanaman kacang panjang, intensitas serangan hama pada polong kacang panjang, identifikasi hama, umur berbungan dan umur panen, serta data produksi. Aplikasi ekstrak rimpang bangle dengan konsetrasi 10% efektif mengendalikan hama pada tanaman kacang panjang dengan larutan 100 ml ekstrak rimpang bangle sangat efektif untuk mengendalikan hama pada tanaman, intensitas serangan hama pada polong dan daun tanaman P4 merupakan tanaman dengan intensitas serangan hama terendah dengan konsentrasi 10% dengan larutan 100ml ekstrak rimpang bangle. Hama yang terdapat pada lahan budidaya tanaman kacang panjang yaitu belalang dan ulat grayak, jumlah produksi tertinggi merupakan hasil produksi dari tanaman P4.
Efektivitas Gelombang Mikro dan Isolat Lokal Trichoderma sp. serta Gliocladium sp. dalam Menurunkan Infeksi Aspergillus flavus pada Biji Jagung Nurhaliza, Salma; Salamiah, Salamiah
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 9, No 1 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 9 Nomor 1 Agustus 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.9.1.2026.26910.99-109

Abstract

Kontaminasi biji jagung oleh Aspergillus flavus merupakan masalah utama karena kemampuannya menghasilkan aflatoksin, yang menimbulkan risiko signifikan bagi kesehatan manusia dan menurunkan kualitas produk pertanian. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas perlakuan gelombang mikro dengan jamur antagonis, yaitu Trichoderma sp. dan Gliocladium sp., untuk menekan pertumbuhan A. flavus pada biji jagung. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi tingkat penghambatan, tingkat infeksi, dan perkecambahan biji. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan gelombang mikro menurunkan tingkat infeksi menjadi 4,40 dibandingkan dengan 7,40 pada kontrol. Aplikasi Trichoderma sp. menghasilkan tingkat penghambatan berkisar antara 23,54% hingga 26,30% dan menurunkan infeksi menjadi 4,20%. Performa terbaik diamati pada Gliocladium sp., yang mencapai penghambatan tertinggi (31,30%) dan tingkat infeksi terendah (2,40%), serta mampu meningkatkan perkecambahan benih dan pertumbuhan tunas. Perlakuan gelombang mikro dan Trichoderma sp. juga mampu menurunkan tingkat infeksi dan berpotensi sebagai metode pengendalian alternatif. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi efektivitasnya pada kondisi lapangan serta mengkaji potensi manfaat dari aplikasi kombinasi.
Hubungan Keanekaragaman Makrofauna Tanah dengan Beberapa Sifat Kimia Tanah pada Umur yang Berbeda di Lahan Reklamasi Pasca Tambang Batu Bara PT. Singlurus Pratama Holil, Muhammad Alfian; Hamsyin, Hamsyin Hamsyin
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 9, No 1 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 9 Nomor 1 Agustus 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.9.1.2026.25990.56-69

Abstract

Penambangan batu bara menyebabkan hilangnya lapisan tanah yang subur dan seresah sebagai pelindung sekaligus simpanan hara sebelum terjadinya dekomposisi oleh organisme tanah. sehingga perlu dilaksanakan reklamasi agar dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Makrofauna tanah memiliki peran sangat penting dalam menentukan produktivitas lahan dan bioindikator tingkat kualitas lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui indeks keanekaragaman makrofauna tanah dan hubungan keanekaragaman makrofauna tanah dengan beberapa sifat kimia tanah pada umur yang berbeda di lahan reklamasi pasca tambang batu bara PT. Singlurus Pratama. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai dengan Januari 2024. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksploratif berupa survei. Sampel diambil pada lahan reklamasi pasca tambang batu bara umur 4, 8, dan 13 tahun berdasarkan keseragaman vegetasi yang tumbuh, topografi, lereng secara acak dan sistematis. Sampel tanah diambil kemudian dilanjutkan dengan analisis pH, C-Organik, Bahan Organik, N-Total, dan C/N rasio di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon dan Wiener serta rumus correl pada aplikasi Microsoft Excel 2010. Hasil Penelitian ini menunjukkan Indeks kenanekaragaman makrofauna tanah (H’) yang tertinggi pada lahan reklamasi pasca tambang batu bara umur 13 tahun tetapi masih tergolong rendah, diikuti dengan umur 8 tahun dan 4 tahun yang tergolong rendah. Hubungan antara keanekaragaman makrofauna tanah (H’) dengan beberapa sifat kimia tanah pada umur yang berbeda di lahan reklamasi pasca tambang batu bara menunjukkan c-organik dan bahan organik dengan hubungan positif dari rendah hingga subtansial, tetapi pH, N-Total, C/N rasio dengan hubungan negatif maupun positif dari rendah, subtansial hingga tinggi.