cover
Contact Name
Hernadi Sudirman
Contact Email
hernadypratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agroekoteknologitropikalembab@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agroekoteknologi Tropika Lembab
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26223570     EISSN : 2621394X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Universitas Mulawarman merupakan media publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan budidaya tanaman secara luas.
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
Pengaruh Pemberian Bokashi Jerami dan Pupuk Guano Terhadap pH, Unsur N Total, P, K Tersedia dan Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L) Paulinus Charlos; Patmawati Patmawati; Roro Kesumaningwati
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 4, No 1 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 4 Nomor 1 Agustus 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.4.1.2021.5794.%p

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi jerami dan pupuk guano terhadap sifat kimia tanah dengan parameter pH, Unsur N, P, K pada tanah dan pertumbuhan serta hasil panen tanaman terung ungu. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan terhitung sejak September-november 2019. Lokasi penelitan ini di Jln. SMPN 8 Mangkupalas Samarinda Seberang. menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan terdiri dari (P0) tanpa perlakuan, (P1) 7,5 gram bokashi jerami polybag -1 , (P2) 15 gram bokashi jerami polybag-1 , (P3) 21 gram pupuk guano polybag -1 , (P4) 42 gram pupuk guano polybag -1 . Data tanah yang diamati adalah pH, N, P, K tersedia. Pengamatan tanaman dilakukan pada umur 15, 30, 45, dan 60 HST untuk tinggi tanaman, sedangkan jumlah buah/tanaman dan berat buah/tanaman dihitung pada saat panen. Data tanaman yang meliputi tinggi tanaman pada umur 15, 30, 45, 60 HST, dan jumlah buah dan berat buah pada saat panen dianalisis dengan menggunakan sidik ragam, dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian bokashi jerami dengan dosis 15 gram polybag -1 , dan pupuk guano dengan dosis 21 gram polybag -1 dapat meningkatkan pH dan unsur hara N, bokashi jerami dengan dosis 15 gram polybag - 1 dan pupuk Patimuraguano dengan dosis 42 gram polybag -1 dapat meningkatkan P-tersedia, dan bokashi jerami dengan dosis 7,5 gram polybag -1 dan pupuk guano 42 gram polybag-1 dapat meningkatkan K-tersedia. Pemberian bokashi jerami dengan dosis 15 gram polybag -1 dan pupuk guano dengan dosis 42 gram polybag-1 pada pertumbuhan tinggi tanaman umur 60 HST berbeda nyata dengan tinggi rata-rata tertinggi yaitu 46.52 cm dan 46,38 cm dan tidak berpengaruh nyata terhadap hasil buah tanaman terung ungu.
Uji Efektifitas MetodePersemaianBeberapa Varietas TanamanPisang(MusaSpp.)Pada TanahUltiso Ratna Shanti; Nurul Puspita Palupi; Yumirnawati Yumirnawati
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 3, No 2 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 3 Nomor 2 Februari 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.3.2.2021.4818.112-120

Abstract

Tanah Ultisol memiliki sifat Fisika dan kimia yang dapatmengganggu pertumbuhan tanaman. Proses perbanyakan tanaman pisangmenggunakanbonggolyang ditanamdengan teknikterbalik, akanmempercepatpertumbuhan tunaspada mediatanam yang normaldengankomposisiunsurharaseimbangyang dibutuhkanolehtanamanpisang.Tujuandaripenelitian iniadalahmengetahui apakah tanah Ultisol masih efektif untuk digunakan sebagai media tanam pada metode semai terbalik dan normal dari beberapa varietas tanaman pisang, seperti pisang kepok, pisang ambon, pisang uli, dan pisang tanduk.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga bulanJuli2020,dan pengambilantanahUltisol dikebunRayaSamarinda.Lokasipenelitiandilaksanakandilingkungan FakultasPertanian, UniversitasMulawarman.Bahanyangdigunakan dalampenelitianterdiriatasbonggoltanamanpisang varietasKepok,varietas Ambon, varietasUli, varietasTanduk.Penelitianini menggunakan Rancangan Petak Terpisah(Split-PlotDesign),yang disusun dalamR a n c a n g a n A c a k K e l o m p o k (RAK)denganpetakutamametodesemaidananakpetakvarietaspisang,delapankombinasidenganempatkelompok,apabila hasil sidik ragam menunjukkan perlakuan berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode semai tidak memberikan perbedaan yang nyata baik dari metode semai dengan ditanam terbalik maupun yang normal. Pada perlakuan varietas juga menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata terhadap kecepatan tumbuh, tinggi tanaman, diameter batang,danjumlahdaunyangdisemaipadamediatanahUltisol.Kesimpulandaripenelitianiniadalah,TanahUltisolbelumefektif untuk dijadikan bahan semai pada bonggoltanaman pisang, Metode semaidengan cara bonggol ditanamanterbalik. Varietas pisang yang mampu berkembang dengan cepat yaitu dari varietas pisang Ambonpada metode semai bonggol terbalik, meski sidik ragam menunjukkan bahwa hasilnya berbeda tidak nyata.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah ( Allium cepa var. ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Beberapa Konsentrasi Pupuk Organik Cair Theresa Saskia Long; Sadaruddin Sadaruddin; Susylowati Susylowati
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 4, No 1 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 4 Nomor 1 Agustus 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.4.1.2021.5798.%p

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair Bio Sugih Tani dan menentukan konsentrasi pupuk organik cair Bio Sugih Tani yang memberikan pengaruh terbaikterhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan November 2018, bertempat di Para-para Gedung OECF Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) merupakan percobaan faktor tunggal, yaitu pupuk organik cair Bio Sugih Tani, terdiri dari lima perlakuan dengan delapan kali ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol, 2, 4, 6, dan 8 mL L -1 air. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh pemberian beberapa konsentrasi pupuk organik cair Bio Sugih Tani memberikan pengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan, yaitu umur keluar tunas, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar umbi, dan berat kering umbi. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 2, 4, 6 dan 8 mL L -1 air tidak mengalami peningkatan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, walaupun konsentrasi pemberian sudah melebihi konsentrasi anjuran.
Dampak Sedimentasi dan Sifat Tanah terhadap Keberadaan Nematoda Entomopatogendalam Rizosfer Kelapa Sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur Suyadi Suyadi; Andi Suryadi; Rosfiansyah Rosfiansyah; Sofian Sofian
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 3, No 2 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 3 Nomor 2 Februari 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.3.2.2021.5243.127-136

Abstract

Nematoda Entomopatogen (NEP) umumnya hidup bebas di dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sedimentasi akibat kegiatan penambangan batubara serta sifat tanah terhadap keberadaan genera NEP pada rhizosfer kelapa sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara. Keberadaan NEP yang diamati berdasarkan pengambilan sepuluh kelompok sampel tanah (KST) pada areal 1 yang terdampak sedimentasi sekitar 2 cm, dan areal 2 yang terdampak sedimentasi sekitar 7 cm, dengan susunan KTS sebagai berikut, yaitu 1) KST dari areal 1 dan areal 2 tanpa dampak sedimentasi sebagai kontrol (KST1, KST2, KST3, dan KST4), 2) KST dari areal terdampak sedimentasi dengan kedalaman sekitar 2 cm (KST5, KST6, dan KST7), dan 3) KST dari areal terdampak sedimentasi dengan kedalaman sekitar 7 cm (KST8, KST9, dan KST10). Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah populasi NEP, sifat tanah, dan keberadaan mikroba tanah. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan populasi NEP hinggapada level tidak terdeteksi di bawah lapisan sedimentasi 7 cm. Keberadaan NEP ditemukan pada lapisan sedimen kedua area, pada tanah kedalaman 0-30 cm di bawah lapisan sedimen 2 cm, dan pada tanah kedalaman 0-30 cm di kedua areal control. Ada dua genera NEP yang ditemukan di wilayah studi, yaitu:Steinernema sp. and Heterorhabditis sp.
dentifikasi Keragaman Pohon Buah Lokal di Lembo untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Daerah Tropis yang Lembab Hadi Pranoto; Penny Pujowati; Donny Donantho; Eliyani Eliyani; Erdiansyah Erdiansyah
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 3, No 2 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 3 Nomor 2 Februari 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.3.2.2021.4812.72-78

Abstract

Abstrak.Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Maret-Agustus 2018, dengan tujuan untuk melakukan identifikasi, analisis produktivitas, analisis keberlanjutan dan dukungan lembo terhadap ketahanan pangan Masyarakat Dayak. Alat yang digunakan adalah GPS (Geographic Position System),drone, tally sheet, kamera digital dan kuisioner. Identifikasi jenis pohon buah dengan Analisis Indeks Xanont.Data sosial, ekonomi dan produksi didapatkan dari pengamatan, wawancara dan kuisioner.Pemetaan dan identifikasisebaran pohon buah menggunakan Drone.Jumlah sampel lembo sebanyak 10 dan jumlah responden 20.Analisis keberlanjutan menggunakan Indeks Keberlanjutan. Kontribusi lembo terhadap ketahanan pangan rumah tangga mengacu pada kebutuhan rata-rata per kapita dengan standart harga beras Rp. 12.000,00/ Kg, dengan asumsi kebutuhan perkapita rata-rata 114,6 kg/kapita/tahun. Rata-rata produksi lembo ditentukan oleh produksi durian dan produksi pohon buah lain. Durian mendominasi pproduktivitas lembo, denganjumlah produksi 203,33 dan jumlah produksi durian ini ditentukan dari banyaknya pohon durian pada masing-masing lembo. Total pendapatan dari durian untuk seluruh sampel adalah Rp. 87.000.000,00.-. Nilai keberlanjutan rata-rata adalah 2,23 pada skala 4, dan ini menunjukkan tingkat keberlanjutan Moderat. Nilai rata-rata kontribusi lembo terhadap ketahanan pangan rumah tangga adalah 0,57 yang berarti bahwa sumbangan lembo terhadap ketahanan pangan rumah tangga adalah sebesar 57% untuk kebutuhan pangan setara beras
Ekstrak Rimpang Alang-Alang (Imperata cylindrica L.) sebagai Herbisida Nabati untuk Mengendalikan Gulma Dennis Fredikson Wora L; Sofian Sofian; Alexander Mirza
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 4, No 1 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 4 Nomor 1 Agustus 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.4.1.2021.5793.%p

Abstract

Ekstrak Rimpang Alang-alang (Imperata cylindrical L) Sebagai Herbisida Nabati Untuk Mengendalikan Gulma. Tujuan penelitian untuk mengetahui ekstrak rimpang alang-alang (Imperata cylindrica L.) mampu mengendalikan gulma Ageratum conyzoides, gulma Eleusin indica, dan gulma Cyperus rotundus L dan Mengetahui konsentrasi yang sesuai untuk mengendalikan gulma Ageratum conyzoides, gulma Eleusin indica, dan gulma Cyperus rotundus L. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2019, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan (kontrol, 20 ml, 25 ml, 30 ml dan 35ml) dan 6 ulangan. Proses pengaplikasian herbisida dilakukan setiap 3 hari sekali pada pukul 07:30 WITA dengan volume penyemprotan sebanyak 250 ml tiap polybag. Pengambilan data dilakukan setiap 3 hari sekali sampai mendapatkan 10 data pengamatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan jika terdapat perbedaan yang nyata maka akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Metode analsisnya dilanjutkan dengan menghitung persentase kematian gulma.Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kematian terendah terdapat pada perlakuan t1 (20ml) dan kematian tertinggi terdapat pada perlakuan t4 (35ml).Hal ini disebabkan karena tingginya konsentrasi herbisida yang digunakan untuk mengendaliakan gulma Ageratum conyzoides, gulma Eleusin indica, dan gulma Cyperus rotundus L.
Aplikasi Pestisida Nabati Bawang putih ( Allium sativumL) Untuk Pengendalian hama ulat grayak (Spodopteralitura) pada tanaman cabai (Capsicum annumL) Sabaruddin Sabaruddin
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 3, No 2 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 3 Nomor 2 Februari 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.3.2.2021.4819.121-126

Abstract

Penggunaan insektisida sintetis dalam pengendalian hama tanaman merupakan alasan yang mudah didapat dan efektif, walaupun banyak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (Kardinan 1998). Hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi petani dalam penggunaanpestisida alami yang memakai bahan yang tersedia di alam untuk mengendalikanorganisme pengganggu tanaman, salah satu bahan nabati yang digunakan ialah bawang putih, karena mengandung zat-zat yang bersifat racun bagi serangga dan ekstrak bawang putih dapat berfungsi sebagai penolak kehadiran serangga. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor perlakuan dan 3 kali ulangan dengan dosis yang berbeda yaitu larutan ekstrak bawang putih 120 gr/ L air, larutan ekstrak bawang putih 160 gr/ L air, larutan ekstrak bawang putih 200 gr/ L air, 240 gr/ L air dengan empat perlakua dan tiga kali ulangan. Perlakuan pemberian pestisida nabati untuk membasmi hama ulat grayak yaitu menggunakan bawang putih dihaluskan dengan taraf dosis yang berbeda seamakin banyak dosis yang digunakan maka semakin efisien dalam membasmi hama ulat grayak kemudian tambah kan air 1 liter disetiap perlakuanm kemudian aplikasikan ke tanaman. 1. Perlakuaan pemberian ekstrak bawang putih berpengaruh nyata terhadap paramter tinggi dan jumlah daun tanaman mulai dari 67 HST hingga 81 HST. 2. Interaksi setiap perlakuan dosis ekstrak bawang putih memberikan hasil dan perkembangan yang berbeda-beda 3. dalam mengusir hama pada tanaman namun untuk dosis yang optimal sebaik nya menggunakan dosis 240 gr/L air ekstrak bawang putih karena dalam pemberian. 4. dosis ekstrak bawang putih ampuh untuk mengusir hama dan baik untuk perkembangan tanaman karena tidak mengadung bahan-bahan kimia.
POTENSI JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) MENGENDALIKAN JAMUR Allternaria porii (EII. Cif.): STUDI KASUS DESA BENDANG RAYA Ni'matuljannah Akhsan; Dewi Rahmawati Ningsih; Sofian Sofian
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 4, No 1 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 4 Nomor 1 Agustus 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.4.1.2021.5799.%p

Abstract

Bawang merah saat ini mulai dikembangkan di Kalimantan Timur. Penyakit bercak ungu (moler) adalah salah satu penyakit penting tanaman bawang merah, yang menimbulkan banyak kerugian disentra-sentra produksi bawang merah, disebabkan oleh Alternaria porri. Pengendalian penyakit moler masih ditekankan dengan penggunaan fungisida, dimana diketahui berdampak terhadap ekologi. Perlu dipertimbangkan alternatif pengendalian yaitu penggunaan agensia hayati. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jamur endofit yang berpotensi sebagai agen hayati yang mampu mengendalikan A. porri. Lokasi pengambilan sampel di Desa Bendang Raya Kecamatan Tenggarong. Jamur endofit diisolasi dari bagian tanaman bawang merah yang sehat. Diperoleh 5 isolat jamur endofit yaitu :Aspergilus flafus, Aspergillus niger, Trichoderma sp., Penicilium sp. dan Rhizopus. Berdasarkan uji antagonis, jamur yang berpotensi sebagai agen hayati A. porri dengan daya hambat 64.55% dan 42.42% adalah Trichoderma sp. dan Rhizopus sp., dengan mekanisme antagonis berupa kompetisi, parasitsme dan antibiotik.
Perbaikan Kualitas Tanah Bekas Tambang Batubara melalui Aplikasi Kompos Sampah Kota dengan Bioaktivator Mikroorganisme Keong Mas dan Trichoderma sp. Nurul Puspita Palupi; Roro Kesumaningwati; Bagus Widodo
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 4, No 1 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 4 Nomor 1 Agustus 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.4.1.2021.5790.%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos sampah kota dengan bioaktivator MOL keong mas dan Trichoderma sp. terhadadap tanah bekas tambang batubara dan mengetahui dosis pemberian kompos sampah kota dalam meningkatkan unsur hara dalam tanah bekas tambang batubara. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan terhitung mulai April 2018 hingga Juni 2018. Lokasi penelitian di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Adapun perlakuan tersebut adalah P0 (kontrol tanpa perlakuan), P1(100 gr Polybag -1 ), P2(150 gr Polybag -1 ), P3(200 gr Polybag -1 ). Analisis data tanah di lakukan secara deskriptif dengan membandingkan antara hasil analisis tanah awal dengan analisis tanah akhir setelah di inkubasi. Perbandingan data analisis tanah awal dan analisistanah akhir dibahas berdasarkan criteria penilaian sifat kimia tanah Balai Penelitian Tanah Bogor 2005.
Induksi Multiplikasi Ubi Kayu var. Gajah (Manihot esculenta crantz) Melalui Kultur Jaringan Dengan Zat Pengatur Tumbuh BAP dan NAA Muhammad Fauzan; Ratna Nirmala; Widi Sunaryo; Penny Pujowati
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 3, No 2 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 3 Nomor 2 Februari 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.3.2.2021.4813.79-85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh BAP dan NAA terhadap pertumbuhan eksplan ubi kayuvar.Gajah(Manihot esculenta crantz). Percobaan faktorial dalam rancangan acak lengkap dengan ulangan sebanyak tujuh kali digunakandalam penelitian. Faktor pertama yaitu konsentrasi NAA dengan dua taraf sebesar 0 ppm dan 0,5 ppm, sedangkan faktor kedua adalahkonsentrasi BAP dengan empat taraf sebesar 0 ppm, 0,5 ppm, 0,75 ppm dan 1 ppm. Data dianalisa menggunakan sidik ragam dandilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAP berpengaruh nyataterhadap tinggi tunas dan jumlah daun tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar tunas ubi kayu var. gajah. NAAberpengaruh nyata terhadap panjang akar tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah daun tunas ubi kayu var.gajah. Interaksi antara BAP dengan NAA berpengaruh nyata terhadap panjang akar tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi danjumlah daun tunas ubi kayu var. gajah. Media MS dengan konsentrasi BAP: 1 ppm + NAA: 0,5 ppm merupakan konsentrasi terbaikuntuk induksi multiplikasi ubi kayu var. gajah.

Page 7 of 16 | Total Record : 151