cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Supl. 9 No. 1, Tahun 2024" : 8 Documents clear
Karakteristik Klasifikasi dan Pemantuan Terapi P Pasien Tuberkulosis Paru – Sensitif Obat di Salah Satu Puskesmas Kota Bandung Islamiyah, Alfi Nurul; Syarifuddin1, Syarifuddin; Akhsa, Morsalina; Rukmawati, Iis
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.58602

Abstract

Tuberkulosis (TB) menjadi penyakit infeksi penyebab kematian nomor dua di dunia, danIndonesia (10%) merupakan salah satu kontributor utama dalam peningkatan insidenTB di dunia pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kasus danklasifikasi pasien TB paru. Pada proses penanganan TB, klasifikasi yang baik sangatdiperlukan dalam menentukan paduan obat yang tepat dan mempermudah evaluasikeberhasilan terapi. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik, dilakukan pada pasienrawat jalan yang baru terdiagnosis TB paru sensitif obat di salah satu Puskesmas diKota Bandung pada periode Januari 2021 hingga Desember 2022. Klasifikasi kasus TBdilakukan berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran TatalaksanaTuberkulosis, Kementerian Kesehatan RI 2020. Total sampel yang diperoleh sebanyak56 pasien. Sebanyak 40 pasien terkonfirmasi bakteriologis dan 16 pasien terkonfirmasiklinis. Pemeriksaan mikroskopis Basil Tahan Asam (BTA) dilakukan pada 30 pasien,pemeriksaan Tes Cepat Molekular (TCM) TB dilakukan pada 41 pasien, dan 2 pasientidak mendapatkan kedua pemeriksaan bakteriologis tersebut. Pasien TB paru BTA (+)terdapat sebanyak 17, pasien TB paru hasil tes cepat Mycobacterium tuberculosis(MTB) (+) sebanyak 23, dan Pasien TB paru BTA (-) sebanyak 16. Perlu dilakukanupaya untuk meningkatkan jumlah konfirmasi bakteriologis, cakupan tes diagnostikcepat, ketepatan sasaran dalam melakukan pemeriksaan bakteriologis, dan jumlahpemantauan mikroskopis BTA dalam pengobatan TB Paru. Meskipun demikian,keberhasilan pengobatan TB Paru pada penelitian ini cukup tinggi (87,50%) denganangka kematian yang cukup rendah (6,25%).
Toksisitas Akut dan Efek Penurunan Tekanan Darah Formula Daun Mangga arumanis (Mangifera indica L.), Lemon (Citrus limon) dan Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.) Setiani, Lusi Agus; Herlina, Nina; Widya Sopyan, Sonia
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.58847

Abstract

Daun mangga arumanis, lemon dan buah cabe jawa adalah tanaman lokal Indonesiayang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat serta memiliki potensi sebagai agenpenurun tekanan darah. Namun, potensi ini perlu didukung oleh bukti ilmiah yangmencakup uji keamanan dan efektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasiefek antihipertensi dan toksisitas akut dari campuran daun mangga arumanis, lemondan cabe jawa (MLC). Tikus diinduksi hipertensi selama 21 hari menggunakanprednison (1,5 mg/kgBB) dan natrium klorida (2%). Hewan dikelompokkan menjaditujuh kelompok: kontrol normal, kontrol negatif (Na CMC 0,05%), kontrol positif I(Captopril 0,45 mg/200 gBB), kontrol positif II (ramuan jamu 14,4 mg/200 gBB), sertatiga kelompok MCL dengan dosis berbeda: MLC I (6 mg:10 mg:4,2 mg/200 gBB), MLCII (3 mg:5 mg:2,1 mg/200 gBB), dan MLC III (12 mg:10 mg:4,2 mg/200 gBB). Tekanandarah diukur setiap 7 hari selama 35 hari menggunakan CODA® Blood Pressure,mencakup parameter utama tekanan darah sistolik dan diastolik serta parameterpendukung seperti Mean Arterial Pressure (MAP) dan Heart Rate (HR). Uji toksisitasakut dilakukan dengan metode fixed dose yang dimodifikasi menggunakan pemberianMLC dengan perbandingan formula 1:1 dosis 300 mg/kgBB dan 2000 mg/kgBB. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa formula MLC memiliki efek signifikan dalammenurunkan tekanan darah. Selain itu, nilai LD50 formula MLC berada di atas 2000mg/kgBB, yang dikategorikan sebagai tidak toksik. Hasil penelitian menunjukkanpotensi formula MLC sebagai kandidat agen antihipertensi yang aman dan efektif.
Mini Review Tinjauan Farmakognosi dan Pemanfaatan Tanaman Kelor (Moringa oleifera L.) Sebagai Antidiabetes Riyanti, Soraya; Jariya, Ainun; Syahputri, Eka Qurniati
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.59281

Abstract

Penderita diabetes setiap tahun prevalensinya terus mengalami peningkatan danmemerlukan obat antidiabetes yang digunakan setiap hari. Penggunaan obatantidiabetes dilaporkan menimbulkan efek samping seperti perut kembung, mual,gangguan pencernaan, dan hipoglikemik. Pemanfaatan bahan alam dalam membantumenangani kondisi hiperglikemia dapat menjadi alternatif dalam mengurangi efeksamping dari penggunaan obat antidiabetes. Tanaman kelor (Moringa oleifera L.)dilaporkan kaya akan nutrisi serta memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.Pemanfaatan tanaman kelor digunakan dalam menangani penyakit diabetes, kosmetik,sumber nutrisi dan juga sayuran. Tanaman kelor termasuk dalam suku Moringaceaeyang memiliki habitus berupa semak dengan batang berkayu. Morfologi daun kelor yaituberbentuk lonjong sampai bulat telur terbalik, ujung tumpul, pangkalnya membulat, dantepinya rata. Daun berwarna hijau sampai hijau kecoklatan, panjangnya antara 1-3 cm,dan lebarnya antara 4 mm-1 cm. Daun kelor kaya akan nutrisi yang dapat dimanfaatkansebagai bahan makanan terutama pada kondisi kekurangan nutrisi. Kelor mengandungsenyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Luaran Klinik Pasien Hipertensi Lanjut Usia di Puskesmas Gamping I Yogyakarta Padmasari, Siwi; Pangestika, Annisa; Sugiyono, Sugiyono
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.58996

Abstract

Abstrak Hipertensi adalah salah satu penyakit kronis tidak menular yang sering ditemukan pada lanjut usia. Penyakit ini hanya dapat dikontrol dan tidak dapat disembuhkan sehingga diperlukan pengobatan jangka panjang. Pengendalian tekanan darah sangat penting terhadap lanjut usia untuk mencegah terjadinya komplikasi sehingga kepatuhan minum obat menjadi salah satu faktor penentu dalam terkontrolnya tekanan darah. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi terhadap luaran klinik pasien lanjut usia dengan hipertensi di Puskesmas Gamping I Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan terhadap 161 pasien hipertensi lansia di Puskesmas Gamping I Yogyakarta dengan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Morisky Medication Aderence Scale (MMAS-8) dan analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini menunjukkan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien lansia dengan hipertensi di Puskesmas Gamping I Yogyakarta berada dikategori kepatuhan rendah sebanyak 84 pasien (52,17%), kepatuhan sedang sebanyak 44 pasien (27,33%) dan kepatuhan tinggi sebanyak 33 pasien (20,50%) dengan luaran klinik (tekanan darah) tidak terkontrol sebanyak 83 pasien (51,55%) dan tekanan darah terkontrol sebanyak 78 pasien (48,45%). Uji analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p value= 0,023 (<0,05). Terdapat hubungan antara kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan luaran klinik pasien lanjut usia dengan hipertensi.
Gambaran Budaya dan Insiden Keselamatan Pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Nhestricia, Nhadira; Najwa Rokhmah, Nisa; Venny Hapsari, Veronica
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.59079

Abstract

Budaya keselamatan pasien merupakan budaya rumah sakit yang mendukungkeselamatan pasien, kurangnya budaya keselamatan pasien dapat meningkatkanpeluang terjadinya insiden pada pasien selama mendapatkan pelayanan kesehatan.Kejadian yang merugikan dan membahayakan keselamatan pasien salah satunyaadalah kesalahan pada saat proses pengobatan. Instalasi farmasi mempunyaitanggung jawab pada proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkangambaran budaya keselamatan pasien pada pegawai unit kerja instalasi farmasi sertainsiden yang pernah terjadi di instalasi farmasi Rumah Sakit X. Pengambilan datapenelitian ini secara retrospektif dengan metode deskriptif. Populasi berjumlah 51 orangdengan sampel menggunakan total sampling. Kriteria inklusi adalah pegawai instalasifarmasi dan bersedia menjadi responden. Instrumen penelitian ini menggunakankuesioner dari Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yaitu kuesionerHospital Survei on Patient Safety Culture (HSOPSC) yang telah valid dan reliabel, dandokumen Laporan Mutu 2023 dari Komite Mutu Rumah Sakit X. Data yang diperolehdianalisis univariat dan analisis dokumen. Hasil kuesioner menunjukan budayakeselamatan pasien pada pegawai instalasi farmasi Rumah Sakit X sebesar 74%termasuk kategori baik yang terdiri dari 12 dimensi. Terdapat 9 dimensi dengan responpositif baik, 2 dimensi dengan respon positif sedang, dan 1 dimensi dengan responpositif kurang. Insiden yang terjadi adalah medication error fase peresepan dan insidenterkait pelaksanaan high alert double check. Sistem pelaporan insiden keselamatanpasien sesuai dengan perundang-undangan yang ada.
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Siswa SMA Ibnu Siena Tasikmalaya Terhadap Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Sri, Tovani; Alifah Rahman, Qonita; Aji, Nur
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.58768

Abstract

Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit menular yang paling banyakterjadi di Indonesia, berpotensi menjadi wabah dan mengalami kenaikan epidemi setiap5-10 tahunnya. Salah satu tempat yang berpotensi menjadi tempat penyebaran DemamBerdarah Dengue adalah sekolah. Usia anak sekolah sangat rentan terserang dantertular DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dansikap siswa SMA terhadap pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif.Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak54 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2023 dan data dikumpulkan dalambentuk kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 98,1% siswa mempunyaipengetahuan yang baik dan sebanyak 98,1% siswa mempunyai sikap yang positif.Siswa SMA Ibnu Siena memiliki pengetahuan yang baik mengenai pencegahanpenyakit DBD dan siswa memiliki sikap yang positif mengenai pencegahan penyakitDBD.
Profil Pengobatan Pasien Stroke Hemoragik di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong Rahayu, Susi Afrianti; Wahyuni, Siti
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.59603

Abstract

Stroke hemoragik merupakan stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darahotak sehingga terjadi penurunan fungsi otak disertai dengan defisit neurologis.American Heartt Association (AHA) menyebutkan bahwa stroke hemoragik merupakanjenis stroke yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan otak yangparah dan bahkan kematian. Pemilihan dan penggunaan obat harus secararasional,sehingga pengobatan dapat mencapai terapi yang maksimal dengan efek yangsamping minimal.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik,kriteriakerasionalan penggunaan obat dan terapi pengobatan yang sering diberikan padapasien stroke hemoragik di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong.Penelitianini menggunakan metode jenis penelitian non eksperimental bersifat deskriptif kuantitatifserta pengambilan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 94pasien.Karakteristik pasien stroke hemoragik terbanyak di ruang ICU Rumah SakitUmum Daerah Cibinong sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 57 pasien sebesar60,6% , untuk rentang usia pasien diagnosis stroke hemoragik terbesar pada usia 55-64tahun sebanyak 43 pasien sebesar 45,7%, lama perawatan dengan prevalensi palingbanyak 6-10 hari sebanyak 75 pasien sebesar 79,5% dan untuk alamat pasien dominandi daerah Cibinong sebanyak 60 pasien sebesar 63,8%. Penggunaan obat yangdiberikan sesuai dengan kriteria kerasionalan sebanyak 69 pasien sebesar 73,4%.Terapi pengobatan palingsering diberikan pada pasien stroke hemoragik di ruang ICURumah Sakit Umum Daerah Cibinong adalah manitol inf, kalnex inj,vit k inj, citicoline inj,phenytoin inj, amlodipine tab, candesartan tab,depakote tab dan glauseta tab sebanyak34 pasien sebesar 36,17%.
Formulasi Tablet Kunyah Kombinasi Tepung Cangkang Telur dan Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Rustiani, Erni; Zulkarnaen, Dea Muthia Zahara; Andini, Septia
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.58884

Abstract

Cangkang telur memiliki kandungan kalsium dan magnesium  sedangkan  daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung mineral seperti kalsium dan zinc. Kedua bahan alam tersebut mengandung kalsium yang bila dikombinasikan bermanfaat sebagai suplemen untuk kesehatan tulang sehingga agar mudah digunakan bagi pasien maka diformulasikan dalam bentuk tablet kunyah. Pemilihan bentuk tablet kunyah karena dapat digunakan untuk pasien yang sulit menelan obat konvensional seperti anak-anak dan lansia, memiliki onset yang lebih cepat, dan dapat digunakan tanpa harus menyiapkan air. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula tablet kunyah yang paling disukai oleh panelis berdasarkan sifat mutu fisik tablet dan uji hedonik, serta menentukan nilai kadar kalsium dan zinc dalam tablet dan ekstrak. Tablet kunyah dibuat dengan metode granulasi basah dengan berbagai jenis pemanis yaitu F1 (Aspartam), F2 (Xylitol), F3 (Stevia). Evaluasi granul meliputi uji laju alir, sudut istirahat, indeks kompresibilitas serta rasio hausner. Hasil granul yang diperoleh sangat baik dan mudah mengalir.  Evaluasi mutu tablet meliputi uji organoleptik, keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur tablet, serta penetapan kadar kalsium dan zinc. Hasil ketiga formula tablet kunyah memiliki bentuk bulat cembung, warna hijau muda, bau khas aromatik dan rasa manis. Keseragaman ukuran dan bobot tablet kunyah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia. Analisis statistik memperlihatkan bahwa perbedaan jenis pemanis tidak mempengaruhi mutu tablet kunyah berdasarkan nilai kekerasan (sig. 0,345 > 0,05), kerapuhan (sig. 0,404 > 0,05),  dan waktu hancur tablet (sig.0,875 > 0.05). Sedangkan hasil uji hedonik menunjukkan bahwa  perbedaan jenis pemanis mempengaruhi penilaian rasa dan aroma tablet kunyah (sig. 0,00 < 0,05). Kesimpulannya bahwa tablet kunyah kombinasi tepung cangkang telur dan ekstrak daun kelor dengan pemanis Aspartam (F1) merupakan formula yang paling disukai oleh 20 orang panelis dan memiliki kadar kalsium sebesar 4,0090%  dan zinc 0,00080%. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 1 (2026) Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Vol 9, No 1 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue