cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2025)" : 6 Documents clear
Formulasi Gel Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) sebagai Sunscreen dengan Variasi Hpmc sebagai Gelling Agent Ambarwati, Rini; Imas, Eneng
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.60701

Abstract

Kayu secang memiliki kandungan senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai tabir surya. Penggunaan sunscreen merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melindungi kulit dari efek merugikan yang disebabkan oleh radiasi UV. Kemampuan suatu sunscreen dapat melindungi kulit untuk menghindari penyebab efek buruk sinar matahari yang disebabkan karena paparan sinar ultraviolet dinyatakan dengan Sun Protection Factor (SPF). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi Hidroksipropil metilselulosa (HPMC) sediaan gel sunscreen ektrak kayu secang dengan mutu fisik yang baik berdasarkan karakterisasi sediaan gel dan menguji nilai SPF sediaan gel sunscreen kombinasi ekstrak kayu secang. Sediaan dibuat sebanyak 3 formula dengan perbedaan konsenstrasi HPMC  yaitu FI dengan konsentrasi 4%, FII dengan konsentrasi 6% dan FIII dengan konsentrasi 8%. Hasil penelitian menunjukan variasi konsentrasi gelling agent berpengaruh terhadap mutu sediaan gel sunscreen. Formula 1 merupakan formula terbaik berdasarkan hasil evaluasi sediaan yang meliputi uji viskositas dan uji pH. Ekstrak kayu secang memiliki aktivitas tabir surya dengan nilai SPF tertinggi 13,96 yang dikategorikan sebagai proteksi maksimal dan sediaan gel memiliki aktivitas tabir surya 8,32 yang dikategorikan sebagai proteksi maksimal. 
Tinjauan : Potensi Bahan Alam sebagai Phytocollagen untuk Anti Penuaan Kulit Handayani, Retty; Pertiwi, Hanan; Rusdianti, Vanni; Susanti, Fitri; Shadera Budiman, Jovanka; Maulida Firmansyah, Meisya Kirana; Delfiena Larossa, Arzheta
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.61776

Abstract

Penuaan kulit merupakan proses biologis yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti genetika dan hormon, serta faktor eksternal seperti sinar UV dan polusi. Salah satu solusi untuk memperlambat proses ini adalah penggunaan kolagen, yang berperan dalam menjaga elastisitas dan struktur kulit. Namun, kolagen yang berasal dari hewan memiliki keterbatasan, seperti potensi menyebabkan alergi serta isu keberlanjutan.. Sebagai alternatif, phytocollagen, yaitu kolagen yang berasal dari tanaman, telah menjadi fokus penelitian. Senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, dan antosianin pada phytocollagen memiliki sifat antioksidan yang kuat, menghambat enzim kolagenase, serta merangsang sintesis kolagen. Berbagai metode analisis, baik in vitro maupun in vivo, menunjukkan efektivitas phytocollagen dalam mengurangi tanda-tanda penuaan kulit, menjaga kelembapan, dan meningkatkan regenerasi jaringanHasil tinjauan ini menyimpulkan bahwa phytocollagen memiliki potensi besar sebagai alternatif kolagen alami untuk aplikasi dalam industri kosmetik. 
Kualifikasi Sistem Komputerisasi Perangkat Lunak pada UHPLC di Salah Satu Industri Farmasi Rahmah, Raisya; R.H.P, Fitri; Wathoni, Nasrul
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.62299

Abstract

Industri farmasi wajib menerapkan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi, aman, dan efektif. Sistem komputerisasi merupakan salah satu aspek penting pada CPOB karena  berperan dalam pengendalian mutu dengan meminimalkan risiko kesalahan manual serta memastikan data yang dihasilkan konsisten dan akurat. Penelitian ini berfokus pada kualifikasi sistem komputerisasi yang bertujuan untuk memastikan bahwa sistem komputerisasi perangkat lunak pada UHPLC sudah sesuai dengan spesifikasi dan menghasilkan data yang akurat. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujian Kualifikasi Instalasi (KI), Kualifikasi Operasional (KO), dan Kualifikasi Kinerja (KK) perangkat lunak Chromeleon pada UHPLC Thermo dengan dasar pedoman adalah CPOB dan protokol kualifikasi sistem komputerisasi di Industri Farmasi. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap hasil kualifikasi dengan membandingkan hasil yang didapatkan dengan syarat keberterimaannya. Hasil analisis kualifikasi tersebut disajikan dalam bentuk deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, pengujian kualifikasi yang dilakukan baik itu Kualifikasi Instalasi (KI), Kualifikasi Operasional (KO), dan Kualifikasi Kinerja (KK) telah memenuhi syarat keberterimaan sehingga dapat dipastikan bahwa sistem sudah berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan serta mampu menghasilkan data yang valid, konsisten, dan dapat diandalkan. 
Aplikasi Biji Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.) sebagai Pengisi pada Sediaan Bedak tabur dengan Pewarna Ekstrak Darah-Darahan (Rivina humilis L.) Suharyani, Ine; Noviani, Lusy; Herliningsih, Herliningsih; Munira, Nura Amanda
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.58991

Abstract

Buah darah-darahan (Rivina humilis L.) dan Biji Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.) merupakan jenis tanaman liar yang biasa tumbuh dengan sendirinya tanpa ada penanaman khusus yang dilakukan. Buah darah-darahan memiliki warna merah cerah seperti darah, sedangkan biji bunga pukul empat mengandung zat tepung yang licin dan halus sperti talkum. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah buah darah-darahan bisa digunakan sebagai pewarna dan apakah biji bunga pukul empat dapat digunakan sebagai pengisi pengganti talkum pada sediaan bedak tabur. Formulasi bedak tabur yang dibuat adalah F0 (basis), F1 (dengan pengisi talkum dan pewarna darah-darahan) dan F2 (dengan pengisi biji bunga pukul empat dan pewarna darah-darahan). Evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi sediaan jadi dan uji hedonik. Secara organoleptik, bedak tabur dengan zat tepung biji bunga pukul empat memiliki warna lebih bersih dibandingkan dengan bedak yang menggunakan talkum, dan hasil evaluasi pH, kadar air dan daya alir memenuhi syarat untuk bedak dengan pengisi talkum maupun biji bunga pukul empat. Pada hasil uji hedonik, responden lebih menyukai bedak tabur yang menggunakan basis zat tepung biji bunga pukul empat dibandingkan dengan talkum. Hasil percobaanmenunjukkan bahwa pewarna darah-darahan dapat digunakan sebagai pewarna dalam sediaan bedak tabur. Biji bunga pukul empat bisa digunakan sebagai pengisi untuk menggantikan talkum, karena memiliki warna yang putih bersih seperti talkum, bahkan massa biji bunga pukul empat cenderung lebih ringan dibandingkan dengan talkum.
Pengaruh Konsentrasi Zinc Oxide terhadap Aktivitas dan Mutu Fisik Losion Tabir Surya Berbasis Fraksi n-Heksana Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.). Taufiqurrahman, Muh.; Iju, Sesilia Karolina; Leswana, Nurillahi Febria; Rahim, Abdul; Pijaryani, Indria
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.61952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi Zinc Oxide (ZnO) terhadap aktivitas dan mutu fisik losion sunscreen berbasis fraksi n-heksana daun pacar air (Impatiens balsamina L.). Ekstraksi fraksi n-heksana dilakukan untuk memperoleh senyawa aktif yang berpotensi sebagai agen fotoprotektif alami. Losion Sunscreen diformulasikan dengan berbagai konsentrasi ZnO, kemudian dilakukan uji Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro serta evaluasi mutu fisik, termasuk homogenitas, daya sebar, dan stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ZnO dalam formulasi losion berbanding lurus dengan peningkatan nilai SPF, menunjukkan efektivitasnya dalam melindungi kulit dari sinar UV. Evaluasi mutu fisik menunjukkan bahwa semua formulasi memiliki homogenitas yang baik dan tidak mengalami pemisahan fase. Daya sebar losion cenderung menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi ZnO, tetapi masih berada dalam rentang yang dapat diterima. Uji stabilitas menunjukkan bahwa formulasi tetap stabil dalam penyimpanan tanpa perubahan warna, bau, atau adanya endapan. Kesimpulannya, losion sunscreen berbasis fraksi n-heksana daun pacar air dengan ZnO memiliki potensi sebagai produk fotoprotektif alami. Pemilihan konsentrasi ZnO yang optimal sangat penting untuk mendapatkan keseimbangan antara efektivitas perlindungan sinar UV dan mutu fisik losion yang baik. 
Evaluasi Salep Simplisia Daun Kembang Sepatu yang Memiliki Potensi Terhadap Pertumbuhan Rambut Arinata, I Ketut Teguh; Sudira, I Wayan; Samsuri, Samsuri; Merdana, I Made; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.59421

Abstract

Berbagai studi mengenai potensi kembang sepatu sebagai tanaman obat yang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan rambut telah dilaporkan. Pada penelitian ini dibuat formulasi sediaan topikal yaitu salep dari simplisia daun kembang sepatu dengan bahan dasar hidrokarbon. Pengujian dilakukan untuk melihat kualitas fisik dari sediaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi simplisia terhadap perolehan kualitas salep yang baik serta melihat potensi pembuatan salep menggunakan bahan dasar simplisia daun kembang sepatu. Simplisia daun kembang sepatu dicampur dengan bahan dasar salep hidrokarbon yaitu vaselin alba sehingga membentuk formulasi dengan konsentrasi simplisia yang bervariasi. Pengujian yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan cycling test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perubahan secara organoleptik, tidak homogen, pH 6 yang sesuai dengan pH kulit, daya sebar di bawa standar menyebabkan konsistensi padat, tiga dari empat formulasi lolos standar daya lekat, dan hasil cycling test menunjukkan semua formulasi stabil pada proses penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan konsentrasi simplisia daun kembang sepatu berpengaruh terhadap kualitas salep. Namun, sediaan salep tersebut belum memenuhi standar homogenitas dan daya sebar.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Vol 9, No 1 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue