cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 368 Documents
Formulasi Gel Nanopartikel Ekstrak Temulawak (Curcuma xantohrriza roxb.) Berbasis Kitosan Na-Tripolifosfat sebagai Antiacne Deni Rahmat; Deny Wirawan
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25866

Abstract

Temulawak mempunyai berbagai aktivitas biologi, diantaranya, antikanker, antiinflamsi dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah memformulasi sediaan gel yang mengandung nanopartikel ekstrak rimpang temulawak sebagai antiacne. Gel yang terbentuk dievaluasi secara fisik meliputi: organoleptik, homogenitas, viskositas dan sifat alir, kemampuan menyebar; serta dilakukan evaluasi kimia yaitu pemeriksaan pH dan pemeriksaan mikrobiologi. Hasil menunjukkan baik gel ekstrak temulawak maupun gel nanopartikel ekstrak temulawak tidak mengalami perubahan warna dan tetap homogen. Viskositas gel ekstrak temulawak berkisar 153142,86 - 156333,33 cPs sedangkan gel nanopartikel ekstrak temulawak berkisar 133416,67 - 152702,38 cPs. Kemampuan menyebar gel ekstrak temulawak berkisar 56,53 - 58,46 mm sedangkan pada formula gel nanopartikel ekstrak temulawak berkisar 58,19 - 58,94 mm. Nilai pH gel ekstrak temulawak berkisar 7,1 sedangkan gel nanopartikel ekstrak berkisar 6,5. Daya hambat gel ekstrak temulawak berkisar 22,7 - 23 mm, sedangkan gel nanopartikel ekstrak temulawak berkisar 26,3 - 26,95 mm. Aktivitas antibakteri gel terbesar adalah gel nanopartikel ekstrak temulawak. Dengan demikian, gel nanopartikel ekstrak temulawak dapat berpotensi sebagai sediaan gel antiacne
Inovasi Formula Produk Hand Rub Berbasis Alkohol sebagai Upaya Efisiensi Pengelolaan Sediaan Farmasi di Rumah Sakit Ahmad Subhan; Wasmen Manalu; Min Rahminiwati; Huda Salahudin Darusman
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25891

Abstract

Telah dilakukan penelitian dalam rangka inovasi produk hand rub alcohol base. Hand rub adalah sediaan antiseptik yang digunakan untuk membersihkan tangan tanpa menggunakan air. Formula yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi Etanol 96%; H2O2 3% ; Gliserol 98% ; Aqua Steril ad. total volume. Tujuan penelitian ini untuk menciptakan sediaan hand rub alcohol base yang bermutu dan terjangkau (efisien) dibandingkan dengan produk pabrikan yang ada di Indonesia. Metode yang digunakan dengan hand rub dibuat dalam prosedur bersih, dalam sediaan akhir 500 mL. kadar akhir kandungan alcohol sediaan hand rub harus minimal >80%. Untuk mengetahui mutu sediaan handrub dilakukan dengan uji percentage kill, dengan menggunakan sampel bakteri : Escherichia Coli; Staphylococcus epidermidis; Pseudomonas aeruginosa; Methicillin resistance staphylococcus aureus (MRSA). Pembuatan produk hand rub dilakukan di Instalasi Farmasi RSUP Fatmawati; pengujian percentage kill dilakukan di Laboratorium mikrobiologi Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Berdasarkan hasil uji percentage kill diketahui bahwa pada menit kontak ke 1;2 dan 5, untuk bakteri Escherichia Coli diketahui mengalami eradikasi 99,90%. Begitu juga untuk Staphylococcus epidermidis, diketahui untuk waktu kontak pada menit ke 1;2 dan 5, nilai percentage kill adalah 99,90%. Untuk bakteri Pseudomonas aeruginosa diketahui pada waktu kontak menit ke 1;2 dan 5, nilai percentage kill adalah 99,90%. Sama halnya dengan bakteri MRSA, diketahui pada waktu kontak menit ke 1;2 dan 5, nilai percentage kill adalah 99,90%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil kualitas produk hand rub adalah baik, karena berdasarkan hasil Uji percentage kill diperoleh nilai untuk tiap waktu kontak ≥90%. Nilai Efisiensidiketahui, harga produk hand rub alcohol base dengan kadar akhir alcohol >80%. Di e-catalogue LKPP tahun 2018 sebesar Rp.78.750/botol 500 mL. Diketahui untuk biaya yang dihabiskan dalam pembuatan sediaan hand rub inovasi produk ini sebesar Rp.30.500/botol 500 mL. Untuk selama periode tahun 2018, hand rub yang digunakan di RSUP Fatmawati sebanyak 15.600 botol 500 mL, dengan rata-rata penggunaan tiap bulan adalah 1.300/botol 500 mL. Sehingga dengan diimplementasikannya produk ini di RSUP Fatmawati Jakarta maka nilai efisiensi yang diperoleh selama tahun 2018 adalah Rp.752.700.000 (tujuh ratus lima puluh dua juta tujuh ratus ribu rupiah).
Peran Apoteker Dalam Pharmaceutical Care; Konseling Terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien TBC Rawat Inap Bagian Infection Center RSU dr Wahidin Sudirohusodo Gemy Nastity Handayany; Farida Farida
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25855

Abstract

Pelayanankefarmasianmerupakanpelayanan yang tidak terpisahkandarisistempelayanankesehatandirumahsakit. Pelayanan farmasi  inilah yang mendorong rumah sakit untuk senantiasameningkatkanmutupelayanan dalam rangkamencapaikepuasan pasien dalam halpengetahuantentangpenyakit yang dideritatermasukpenyakit TBC, hal ini juga disebut dengan pharmaceutical care. Berdasarkan fakta yang terjadi di lapanganterlihatbahwamasihbanyak pasien yang kurang pahammengenaihal-hal yang terkait dengan penyakit TBC, baik darisegipengobatanhingga proses penyembuhan.  Hal ini diperkirakanterjadikarena pasien tidak mendapatkanKonseling yang baik oleh apoteker atau tidak pernahmendapatkankonseling sama sekali. Olehkarena itu peneliti ingin mengetahuipengaruhPharmaceutical care terhadaptingkatpengetahuan pasien TBC sertatingkatkepatuhan pasien dalam pengobatan TBC. Berdasarkan hasilanalisisuji paired sample t-test diperolehnilaisignifikasisebesar 0.001 (p < 0.05). Dari hasiltersebut dapat disimpulkanbahwaadaperbedaantingkatpengetahuansetelahdiberikankonseling. Sehingga dapat disimbulkanbahwapengetahuan pasien sebelum diberikanpharmaceutical care dalam hal ini konseling lebih kecil atau rendah dibandingkan dengan setelahdiberikannyapharmaceutical care terhadap pasien mengenaipenyakit TBC.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak dan Variasi Volume Ekstrak Terhadap Karakteristik Nanopartikel Ikan Haruan (Channa striata) Asal Kalimantan Selatan Dina Rahmawanty; Ridwan Ali Muhammad; Ratnapuri Prima Happy; Kartinah Nani
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25880

Abstract

Ikan Haruan (Channa striata) mengandung asam amino esensial dan protein yang dapat membantu proses penyembuhan luka, memiliki sifat hidrofilik dan stabilitas yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi ekstrak ikan haruan dan variasi volume ekstrak ikan haruan terhadap karakteristik nanopartikel yang dihasilkan yaitu ukuran partikel, distribusi ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan pengendapan. Metode pembuatan nanopartikel pada penelitian ini menggunakan metode gelasi ionik dengan menggunakan ekstrak ikan haruan sebagai zat aktif dan kitosan serta NaTPP sebagai agen sambung silang. Rasio volume kitosan : tripolipospat yang digunakan adalah 5:1. Variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 2 mg/ml, 4 mg/ml, dan 6 mg/ml. Variasi volume ekstrak yang ditambahkan adalah 1 ml dan 5 ml. Hasil yang diperoleh penambahan 1 ml volume ekstrak ikan haruan dengan variasi konsentrasi 2 mg / ml, 4 mg / ml, dan 6 mg / ml menghasilkan nanopartikel dengan ukuran partikel 318,5 nm, 361,1 nm, dan 403,5 nm. Terdapat peningkatan ukuran nanopartikel ikan haruan pada penambahan 5 ml volume ekstrak ikan haruan yaitu 1679,3 nm, 1114 nm dan 1554 nm. Distribusi ukuran partikel berdasarkan nilai indeks polidispersitas semua formula memiliki nilai Pdi < 0,7 menunjukkan bahwa nanopartikelikan haruan yang dihasilkan monodisperse. Pada pengamatan kejernihan secara visual selama 7 hari tidak terjadi pengendapan. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah variasi konsentrasi ekstrak dan variasi volume ekstrak ikan haruan memiliki pengaruh pada karakteristik nanopartikel ikan haruan yaitu ukuran partikel. Penambahan volume ekstrak pada formula dengan konsentrasi ekstrak yang sama akan terjadi peningkatan ukuran partikel nanopartikel.
Evaluasi Potensi Fraksi Rumput Gong (Eriocaulon cinereum R. Br) sebagai Antikanker Serviks terhadap sel HeLa Pinus Jumaryatno; Arde Toga Nugraha; Widyanur Maya Diahandari; Auva Azkiya
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25872

Abstract

Rumput gong (Eriocaulon cinereum R. Br.) merupakan tumbuhan yang secara tradisional telah dipergunakan masyarakat Bangka Belitung untuk mencegah pertumbuhan kanker. Penelitian pendahuluan memperlihatkan bahwa ekstrak etil asetat dan metanol rumput gong memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa dengan IC50 masing-masing sebesar 580,07 μg/ml dan 626,41 μg/ml. Hal ini menunjukkan bahwa rumput gong berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat antikanker serviks. Dalam upaya pengembangan tersebut perlu diketahui senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa. Sebagai langkah awal untuk memperoleh senyawa aktif antikanker serviks dari rumput gong maka dilakukan fraksinasi terhadap ekstrak serta evaluasi aktivitas sitotoksiknya terhadap sel HeLa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas sitotoksik fraksi dari ekstrak etil asetat dan metanol rumput gong terhadap sel HeLa. Ekstrak etil asetat dan metanol rumput gong diperoleh melalui maserasi bertingkat dengan bantuan sonikasi. Selanjutnya ekstrak etil asetat rumput gong difraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum dengan fase gerak diklorometana dan etil asetat, sedangkan ekstrak metanol rumput gong difraksinasi menggunakan fraksinasi cair-cair secara bertingkat dengan diklorometana, kloroform dan air. Aktivitas sitotoksik dari masing-masing fraksi dievaluasi menggunakan metode MTT assay dan diukur dengan microplate reader pada panjang gelombang 595 nm. Hasil uji aktivitas sitotoksik dianalisa secara statistik menggunakan analisis PROBIT dengan SPSS 16 for Windows®. Fraksi diklorometana dan etil asetat dari ekstrak etil asetat rumput gong menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa dengan IC50 masing-masing sebesar 466,61 μg/ml dan 267,34 μg/ml. Nilai IC50 fraksi-fraksi yang diperoleh dari ekstrak metanol rumput gong adalah 235,65 μg/ml (fraksi diklorometana) dan 2325,30 μg/ml (fraksi air), sedangkan fraksi kloroform tidak memperlihatkan adanya aktivitas sitotoksik. Fraksi etil asetat dari ekstrak etil asetat rumput gong dan fraksi diklorometana dari ekstrak metanol memiliki aktivitas sitotoksik yang paling poten terhadap sel HeLa. Dengan demikian fraksi-fraksi tersebut berpotensi untuk dilakukan pengkajian lebih lanjut sebagai antikanker serviks.
Penggunaan Desinfektan dan Antiseptik Pada Pencegahan Penularan Covid-19 di Masyarakat Annisa Lazuardi Larasati; Chandra Haribowo
Majalah Farmasetika Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v5i3.27066

Abstract

Covid-19 merupakan pandemi yang terjadi di berbagai belahan dunia dan menjadi salah satu bentuk kekhawatiran masyarakat. Penularan penyakit ini dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan salah satunya dapat menggunakan antiseptik dan desinfektan. Review ini bertujuan untuk menunjukkan efektivitas dari penggunaan antiseptik dan desinfektan untuk mencegah penularan Covid-19 di masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan antiseptik dan desinfektan untuk mencegah penularan Covid-19 efektif bila pemilihannya tepat serta digunakan sesuai dengan peruntukannya. Perlu adanya edukasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat guna menjadi tindakan pencegahan terhadap penyebaran lebih lanjut Covid-19 ini.Kata Kunci: virus corona, Covid-19, antiseptik, desinfektan
Uji Stabilitas Fisik Sediaan Masker Gel dari Ekstrak Alga Merah (Poryphyra sp) Aurina Megawati Numberi; Rani Dewipratiwi; Elsye Gunawan
Majalah Farmasetika Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v5i1.24066

Abstract

Tumbuhan Alga merah ini berasal kampung Sarwandori kepulauan Yapen, Serui. Kandungan kimia dalam alga merah antara lain alkaloid, terpen, dan flavonoid yang berfungsi sebagai, anti kanker, dan anti mikroba. Sediaan masker merupakan salah satu bentuk sediaan semi solida yang mampu melekat pada permukaan tempat pemakaian dalam waktu yang cukup lama sebelum sediaan ini dicuci atau dihilangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu fisik sediaan masker gel ekstrak alga merah dan formula terbaik. Selanjutnya metode eksperimen dilakukan untuk mengetahui uji stabilitas fisik berupa uji organ oleptik berupa warna bau dan bentuk, uji ph, uji iritasi, uji daya lekat, uji daya sebar, uji homogenitas, uji proteksi, uji keamanan, uji waktu kering dan uji penyimpanan selama 31 hari. Analisis data menggunakan SPSS Kolmogrov-Smirnov Test, ANOVA oneway, danT-Test. Hasil yang didapat pada uji organ oleptik masker berwarna bening coklat, memiliki uji homogenitas ketiga sediaan masker tidak mengalami penggumpalan, uji daya sebar berkisaran dari 741-0,59 cm, uji daya lekat berkisar antara 0,865 detik dan 0,551 detik, uji daya proteksi dari ketiga formula masker baik, uji pH hari ke 0 bernilai5,33 dan hari ke 31 bernilai 7,12, uji waktu kering hari ke 0 bernilai 4-50 menit dan hari ke 31 bernilai 15-30 menit ,uji keamanan dari 30 relawan hanya ada 3 orang relawan yang mengalami iritasi ringan dari formula I hari ke 0 sampai hari ke 31 relawan mengalami iritasi, semua pengujian dilakukan 3 kali replikasi. Dari Ketiga formula stabil, dan F II merupakan formula terbaik .Kata kunci : Ekstrak alga merah, Masker Gel, Stabilitas Fisik.
Penerapan Kartu Pintar Fisiologi Manusia dalam Metode Pembelajaran Cooperative Learning Mutiara Herawati; Suci Hanifah
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25862

Abstract

Semulametodepembelajaranberpusat pada dosen (Teacher Centre Learning), namunkinimetodepembelajaran mulai diubahmenjadiberpusat pada siswa (SCL/Student Centre Learning) yang mana keduanyamemilikikeuntungandankekuranganmasing-masing. Metodepembelajarancooperative learning dengan penerapanjigsawdiharapkan dapat meningkatkanaspekkognitif, psikomotordanafektif mahasiswa. segalaaktivitaspembelajarandidominasiolehketerlibatan mahasiswa didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipenerapankartupintarfisiologimanusia dalam metodepembelajaranCooperative Learning sehingga dapat meningkatkanmotivasidanstrategi dalam belajar mahasiswa, pemahaman mahasiswa sertakelulusan dengan nilai ≥ C mahasiswa. Proses pembelajarandimodifikasi dengan penggunaangoogle classroom untuk meningkatkanpemahaman mahasiswa selama menerima materi. Digunakan pula kuesionerMotivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) yang merupakanalatukur mandiri yang digunakan untuk mengetahuiorientasimotivasi mahasiswa dalam belajar dan dapat digunakan untuk mengetahuistrategi mahasiswa dalam belajar. Berdasarkan daripertanyaankuesionerdidapatkannilai rata-rata diatas 3 (skalamaksimal 4) yang artinyabahwametodepembelajaran yang diterapkan pada mahasiswa membuat mahasiswa memilikikemampuan untuk diskusi, mencapaitujuanpembelajaran, menstimulasi mahasiswa untuk belajar danmeningkatkanminatsertapemahaman dalam mempelajarimata kuliah fisiologimanusia. Disamping itu, diketahuibahwakelompokperlakuan 62,15 memilikinilai paling tinggidibandingkan dengan kelompokkontrol 59.75 sertameningkatkankelulusan mahasiswa fisiologimanusiadaribaseline 50% menjadi 60%. Metodepembelajaran ini efektifmeningkatkannilai rata-rata akhir.
Perbandingan Metode Spektrofotometri UV Dan HPLC pada Penetapan Kadar Kafein dalam Kopi Hari Susanti; Nisa Putri Mujaadillah Araaf; Aprilia Kusbandari
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25887

Abstract

Kafein merupakan salah satu alkaloid yang terkandung dalam kopi. Konsumsi kafein dalam jumlah besar bisa berdampak pada kesehatan manusia. Kebiasaan orang-orang jamun dulu minum kopi tradisional, maupun orang jaman sekarang minum kopi dengan berbagai varian tentu akan berpengaruh pada kondisi kesehatan. Sehingga perlu diketahui kandungan kafein dalam kopi.  Peneliti terdahulu telah melakukan penetapan kadar kopi dengan metode HPLC maupun Spektrofotometri. Namun belum ada yang membandingkan kedua metode. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode spektrofotometri UV dan HPLC dalam penetapan kadar kafein dalam kopi. Sampel yang digunakan adalah sediaan kopi hijau dan kopi hitam. Perbandingan metode dilakukan dengan membandingkan data hasil validasi metode antara spektrofotometri UV dan HPLC.  Metode spektrofotometri dilakukan dengan pelarut air, absorbansi kafein dibaca pada panjang gelombang 272 nm. Metode HPLC dilakukan dengan fase diam C18, fase gerak matanol-air (69:40 v/v) flow rate 1 ml/menit dan detector UV 272 nm. Hasil validasi metode analisis kafein secara spektrofotometri adalah sebagai berikut : linearitas (R= 0,9965), presisi (RSD= 0,899%), akurasi (recovery = 98,46%) LOD= 1,12 ug/ml, LOQ=3,75 ug/ml. Hasil validasi metode HPLC adalah: linearitas (R= 0,998), Presisi (RSD= 2,49%), akurasi (Recovery= 84%), LOD=0,565 ug/ml, LOQ= 1,88 ug/ml. Kadar kafein dalam sampel kopi hijau sediaan dan  kopi hitam sediaan, secara Spektrofotometri UV bertrurut-turut (dalam %) adalah :  (0,155± 0,053) dan  (0,696 ± 0,014). Kadar kafein dalam kopi hijau sediaan, kopi hitam sediaan, secara HPLC berturut-turut (dalam %) adalah ; 0,121 dan 0,421. Metode spektrofotometri UV direkomendasikan sebagai metode pilihan pada penetapan kadar kafein dalam sampel kopi.
Aktivitas Kombinasi Infusa Daun Sirih Merah dan Infusa Daun Sirih dengan Klorheksidin terhadap Pertumbuhan Porphyromonas gingivalis Casanti Wiji Rahayu; Raden Muhamad Hovi Nurakbar; Yustina Sri Hartini
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25848

Abstract

Penggunaan klorheksidin secara terus menerus merupakan salah satu penyebab terjadinya resistensi bakteri Gram negatif anaerob Porphyromonas gingivalis. Kombinasi klorheksidin dengan bahan alam yang memiliki khasiat antibakteri diharapkan menghasilkan efek sinergi yang dapat mengatasi resistensi bakteri P. gingivalis. Penelitian ini mengukur aktivitas antibakteri kombinasi infusa daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav./Pc) dan infusa daun sirih (Piper betle L./Pb) dengan klorheksidin terhadap P. gingivalis, diharapkan terjadi efek sinergi pada kombinasi bahan antibakteri tersebut. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri kombinasi Pc dan Pb dengan klorheksidin terhadap P. gingivalis terhadap bahan tunggalnya. Daun sirih merah dan daun sirih didapat dari daerah Sleman Yogyakarta. Ekstraksi senyawa dari daun sirih merah dan daun sirih dilakukan secara infundasi. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran menggunakan media nutrien agar darah. Penetapan aktivitas antibakteri bahan uji dengan pengukuran diameter zona hambat pertumbuhan P. gingivalis. Diameter zona hambat klorheksidin terhadap pertumbuhan P. gingivalis sebesar 2,36 ± 0,05 cm. Kombinasi Pc 100%; Pc 50%; Pb 100%; dan Pb 50% dengan klorheksidin menghasilkan diameter zona hambat pertumbuhan P. gingivalis berturut-turut sebesar 2,0 ± 0 cm;1,93 ± 0,01 cm; 2,1 ± 0 cm; dan 2,18 ± 0,01 cm. Kombinasi klorheksidin dengan Pc maupun dengan Pb tidak menghasilkan efek antibakteri yang lebih kuat terhadap pertumbuhan P. gingivalis, dibandingkan klorheksidin tunggal. Kombinasi klorheksidin dengan Pc maupun Pb tidak menunjukkan efek sinergi. Pemanfaatan Pc maupun Pb sebagai antibakteri tidak direkomendasikan untuk dikombinasi dengan klorheksidin.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2, Tahun 2026 (In Press) Vol 11, No 1 (2026) Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 9, No 1 (2024) Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue