cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 380 Documents
Dampak Minor Stoppage terhadap Overall Equipment Effectiveness pada Lini Produksi Sediaan Steril : Tinjauan Literatur Aziz, Calista Sasikirana Finola; Husni, Patihul; Sigalingging, Asima Rohana
Majalah Farmasetika Vol 11, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i3.70346

Abstract

Industri farmasi, khususnya pada lini produksi sediaan steril, menuntut tingkat mutu dan efisiensi yang tinggi untuk menjamin keselamatan pasien serta memenuhi persyaratan regulasi. Salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas produksi adalah penghentian singkat (minor stoppage), yaitu gangguan singkat pada mesin atau lini produksi yang cenderung dapat diatasi dengan intervensi ringan operator. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji dampak penghentian singkat (minor stoppage) terhadap Efektivitas Keseluruhan Peralatan (Overall Equipment Effectiveness / OEE) pada lini produksi sediaan farmasi steril. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur melalui database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil menunjukkan bahwa minor stoppage termasuk kategori kerugian akibat penurunan kecepatan (speed losses) yang dominan menurunkan komponen kinerja (performance) pada OEE. Meskipun berdurasi singkat, frekuensi kejadian minor stoppage yang tinggi menyebabkan akumulasi kehilangan waktu operasional yang signifikan. Dampak tersebut semakin kompleks pada produksi sediaan farmasi steril karena keterbatasan intervensi operator dan persyaratan lingkungan aseptik. Faktor penyebab minor stoppage dapat berasal dari mesin, manusia, material, dan lingkungan. Pengendalian melalui Pemeliharaan Produktif Total (Total Productive Maintenance / TPM) terbukti efektif menekan gangguan dan meningkatkan OEE. Kesimpulannya, minor stoppage merupakan salah satu penyebab utama penurunan OEE sehingga perlu dikendalikan secara sistematis. 
Kajian Risiko Penerapan Good Laboratory Practice terhadap Penetapan Kadar dan Related Substances Shabrina, Ayunda Myela; Rusdiana, Taofik; Verelia, Tisy Ofni
Majalah Farmasetika Vol 11, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i3.70201

Abstract

Dalam melakukan pengembangan dan produksi obat, industri farmasi perlu menerapkan Good Practice (GxP), seperti Good Laboratory Practice (GLP) dan Good Manufacturing Practice (GMP), agar mutu, keamanan, dan efikasi produk terjamin. Salah satu aspek yang tercantum dalam GMP adalah Quality Risk Management (QRM) atau manajemen risiko mutu. Manajemen risiko mutu diterapkan pada berbagai tahapan produksi obat, termasuk analisis kadar dan related substances. Penelitian ini disusun untuk menganalisis dan menilai potensi risiko penerapan GLP pada tahap penetapan kadar dan related substances zat aktif serta produk jadi di industri farmasi “XYZ” menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Penelitian dilakukan secara observasional berdasarkan dokumentasi industri farmasi “XYZ”. Hasil penelitian berupa hasil kajian risiko yang dianalisis dan dinilai berdasarkan Risk Priority Number (RPN) serta dikategorikan sebagai risiko tinggi, menengah, dan rendah. Beberapa pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko pada tahap penetapan kadar dan related substances adalah memastikan personel terkualifikasi, alat terkalibrasi, metode tervalidasi, kegiatan terdokumentasi, serta perhitungan terstandardisasi. Pada industri “XYZ”, pengendalian risiko telah berhasil dilakukan. Melalui pengendalian tersebut, potensi kegagalan dalam tahap penetapan kadar dan related substances di industri farmasi dapat diminimalkan.
Formulasi Sediaan Hand Sanitizer Spray Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Dan Uji Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Sari, Melia; Nasution, Ahmad Faisal; Khairah, Miftahul; Purba, Sartika
Majalah Farmasetika Vol 11, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i3.70459

Abstract

Hand sanitizer dalam bentuk spray memiliki daya bunuh kuman yang lebih efektif. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antimikroba adalah tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dengan kandungan flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan tanin. Hand sanitizer yang terbuat dari bahan alam lebih aman bagi kulit yang sensitif dan dapat mengurangi resiko iritasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sediaan hand sanitizer spray dari ekstrak buah belimbing wuluh. Metode  penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan tahap awal pengambilan bahan sampel, pembuatan simplisia serta pembuatan ekstrak dan pembuatan sediaan hand sanitizer spray dari ekstrak etanol buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)  dengan konsentrasi 10%, 12% dan 15% dan menguji aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian yaitu ekstrak etanol buah belimbing wuluh dapat diformulasikan menjadi hand sanitizer, memiliki uji evaluasi sediaan yang baik dan juga sebagai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat F1 (10%) sebesar (7,92±1,2 mm), F2 (12%) sebesar (9,58±0,7 mm), F3 (15%) sebesar (11,63±1,8 mm). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sediaan hand sanitizer spray ekstrak etanol buah belimbing wuluh memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi yang efektif yaitu F3 (15%) dikatakan dalam kategori “sedang”. 
Karakteristik Sabun Padat Dengan Penambahan Ekstrak Acanthus ilicifolius dan Sargassum sp. Sebagai Agen Antioksidan Nusaibah, Nusaibah; Noufal Nurfaiz, Dimas; Yusman Maulid, Deden
Majalah Farmasetika Vol 11, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i3.70321

Abstract

Peningkatan kesadaran Masyarakat terhadap keamanan dan efek samping antioksidan sintetis mendorong penggunaan bahan alami sebagai sumber antioksidan dalam produk sabun. Sargassum sp. dan Acanthus ilicifolius dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai agen antioksidan alami untuk pembuatan sabun. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi terbaik dan pengaruh penambahan Sargassum sp. dan Acanthus ilicifolius terhadap hedonik, kelembapan, pH, homogenitas, stabilitas busa serta aktivitas antioksidan sabun padat. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda yaitu kontrol (P0), penambahan ekstrak daun jeruju dan alga coklat dengan perbandingan 1:1 (P1), penambahan ekstrak daun jeruju dan alga coklat 1:2 (P2), penambahan ekstrak daun jeruju dan alga coklat 2:1 (P3). Pengujian yang dilakukan meliputi uji hedonik, kelembapan, pH, stabilitas busa, viskositas, homogenitas dan antioksidan dengan metode DPPH. Analisis data hedonik, homogenitas dan kelembapan menggunakan uji Kruskal wallis dengan uji lanjut Mann Whitney-U dan uji pH dan stabilitas busa menggunakan One way ANOVA dengan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT). Hasil uji penelitian menunjukkan P3 merupakan formulasi terbaik dengan Nilai IC50 sebesar 138949,28 ppm, stabilitas busa 68,50%, homogenitas 4,27 (suka), pH sebesar 9,33, kelembapan 39,89% dan uji hedonik disukai pada seluruh parameter. Penambahan Sargassum sp. dan Acanthus ilicifolius terbukti dapat memengaruhi nilai antioksidan pada produk sabun padat.
Literature Review : Analisis Komparatif Evolusi Validasi Proses serta Dampaknya dalam Industri Farmasi di Indonesia Gabriel, Kevin; Nurasjid, Evi Sylvia
Majalah Farmasetika Vol 11, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i4.70727

Abstract

Validasi proses dalam industri farmasi telah mengalami perkembangan signifikan dari pendekatan tradisional berbasis pembuktian batch menuju pendekatan lifecycle yang berbasis sains, data, dan manajemen risiko. Artikel ini bertujuan menganalisis evolusi pedoman validasi proses serta dampaknya terhadap industri farmasi di Indonesia melalui studi literature review dengan pendekatan deskriptif komparatif. Analisis dilakukan terhadap berbagai pedoman regulatori internasional dan nasional, meliputi US FDA, EU GMP, WHO TRS, PIC/S, ICH, dan CPOB. Aspek yang dibandingkan meliputi pendekatan validasi, jenis validasi, tahapan validasi proses, jumlah batch, penerapan Quality Risk Management (QRM), Quality by Design (QbD), continued/on-going process verification, penggunaan metode statistik, serta digitalisasi proses. Hasil kajian menunjukkan adanya harmonisasi global menuju pendekatan lifecycle validation yang menekankan pemantauan proses berkelanjutan, analisis statistik, dan pengendalian berbasis risiko sepanjang siklus hidup produk. CPOB menunjukkan arah harmonisasi dengan pedoman internasional melalui pendekatan hibrida yang mengintegrasikan konsep tradisional dan lifecycle. Namun, implementasi validasi proses modern di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan teknologi, investasi, infrastruktur digital, serta kompetensi sumber daya manusia. Selain itu, industri farmasi Indonesia dituntut memenuhi standar regulator internasional untuk meningkatkan daya saing dan akses pasar global. Oleh karena itu, penguatan sistem mutu, pengembangan kompetensi, harmonisasi regulasi, serta percepatan digitalisasi menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi lifecycle process validation di industri farmasi Indonesia.
Kajian Risiko Pengurangan Pengujian Loss on Drying (LOD) pada Final Mixing di Industri Farmasi “XYZ” Patricia, Shannon; Wardhana, Yoga Windhu
Majalah Farmasetika Vol 11, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i4.70775

Abstract

Pengendalian kadar kelembaban merupakan parameter penting dalam proses pembuatan tablet karena berpengaruh langsung terhadap sifat fisik granul dan mutu produk jadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko pengurangan pengujian loss on drying (LOD) pada tahap final mixing di industri farmasi “XYZ” menggunakan pendekatan Quality Risk Management (QRM) dengan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Kajian risiko dilakukan secara observasional melalui pengamatan proses produksi, diskusi dengan personel terkait, dan studi pustaka. Penilaian risiko didasarkan pada tiga variabel, yaitu tingkat keparahan (severity), peluang kejadian (occurrence), dan kemampuan deteksi (detection), yang nantinya akan dihitung nilai Risk Priority Number (RPN) sebagai dasar untuk menentukan tingkat prioritas risiko dan kategori risiko yang selanjutnya dievaluasi. Hasil kajian risiko menunjukkan pengurangan pengujian LOD pada tahap final mixing pada proses granulasi basah menimbulkan tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan granulasi kering. Pada granulasi basah, beberapa potensi kegagalan berada pada kategori risiko tinggi hingga sedang, terutama terkait variasi kadar air yang tidak terdeteksi dan interaksi kelembaban dengan fase luar yang dapat memengaruhi sifat alir, kompresibilitas, dan mutu tablet. Sedangkan, pada granulasi kering, potensi kegagalan berada pada kategori risiko rendah hingga sedang, dan setelah evaluasi pengendalian menunjukkan risiko residual yang rendah dan dapat diterima. Dengan demikian, pengurangan pengujian LOD pada tahap final mixing dapat dipertimbangkan pada granulasi kering dengan mempertahankan sistem pengendalian yang ada, namun memerlukan pengendalian risiko yang lebih ketat pada granulasi basah agar jaminan mutu produk obat tetap terjaga.
Transformasi Teknologi Sistem Pelabelan Ampul: Evaluasi Komparatif Teknologi Berbasis Sensor dan Berbasis Visual dalam Industri Farmasi Almananda, Aisya Humaira; Saptarini, Nyi Mekar; Josephine, Poppy Tiara
Majalah Farmasetika Vol 11, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i4.70795

Abstract

Proses pelabelan ampul dalam industri farmasi merupakan tahapan kritis dalam pengemasan yang berperan penting dalam menjamin mutu, efikasi, dan keamanan produk. Seiring dengan perkembangan teknologi, mesin pelabelan ampul mengalami peningkatan dari aspek sistem kontrol, metode coding, serta mekanisme pengendalian mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan karakteristik teknologi antara mesin pelabelan ampul eksisting (Line-1) dan mesin pelabelan ampul baru (Line-3) pada Industri X. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan telaah dokumen kualifikasi internal, meliputi Design Qualification (DQ), Installation Qualification (IQ), Operational Qualification (OQ), dan Performance Qualification (PQ) pada Line-1, serta Site Acceptance Test (SAT) pada Line-3. Hasil kajian menunjukkan bahwa Line-1 masih menggunakan sistem deteksi berbasis sensor dengan keterbatasan dalam inspeksi kualitatif dan membutuhkan intervensi operator. Sementara, Line-3 mengintegrasikan teknologi CCD camera vision system, automatic reject system, serta peningkatan kapasitas produksi dari ±400 ampul/menit pada Line-1 menjadi ±600 ampul/menit pada Line-3. Selain itu, perubahan sistem coding dari ink-based printing menjadi laser marking meningkatkan stabilitas hasil cetak, meskipun memerlukan penyesuaian desain label. Secara keseluruhan, transformasi teknologi pada mesin pelabelan ampul tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat sistem pengendalian mutu secara inline, otomatis, dan lebih presisi. Hal ini mendukung penerapan prinsip Good Manufacturing Practice (GMP) dalam mencapai target zero defect pada industri farmasi. 
Pengaruh Planned dan Unplanned Downtime terhadap Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dalam Menentukan Efektivitas Mesin Line Blister pada Industri Farmasi PT. Z Tahun 2025 fadilah, asfa maryuni; Holik, Holis Abdul
Majalah Farmasetika Vol 11, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i4.70522

Abstract

Industri farmasi menghadapi persaingan ketat, sehingga efektivitas mesin menjadi kunci untuk menjaga produktivitas dan kualitas produk. Downtime dapat menurunkan kinerja, yang diukur melalui Overall Equipment Effectiveness (OEE). Penelitian ini menganalisis Planned dan Unplanned Downtime yang mempengaruhi OEE pada mesin LB-1 dan LB-2 di Industri Farmasi PT. Z periode Januari - Desember 2025. Analisis menggunakan grafik Pareto untuk mengidentifikasi penyebab downtime tertinggi, kemudian dievaluasi dengan metode 5 Why Analysis untuk menemukan akar masalah dan rekomendasi continuous improvement. Hasil menunjukkan nilai OEE rata-rata LB-1 sebesar 71,51% dan LB-2 sebesar 70,40%. Planned downtime tertinggi didominasi lunch and breaks, CIL (cleaning, inspection, and lubrication), material change dan change batch, sedangkan unplanned downtime didominasi oleh unplanned stops, breakdown, dan process instability. Upaya continuous improvement difokuskan pada peningkatan kompetensi operator melalui multiskilling dan pergantian shift saat istirahat, optimalisasi autonomous maintenance, Single Minute Exchange of Die (SMED) untuk menekan waktu changeover, standarisasi parameter melalui centerlining, penguatan monitoring dan kontrol proses, inspeksi fungsional rutin, pengetatan spesifikasi material, optimalisasi preventive maintenance dan breakdown maintenance dan optimalisasi Poka Yoke untuk mencegah cacat sejak awal. Pemantauan OEE secara berkala terbukti menjadi strategi efektif dalam menurunkan downtime dan meningkatkan nilai OEE secara berkelanjutan.
Karakteristik Fisik dan Tingkat Kesukaan Body scrub Kopi Robusta dengan Variasi Konsentrasi Madu Aini, Reyda Eka; Khurin’in, Laura Ayu; Ats-Tsaqiifah, Nadya Jauharo; Maulidah, Mufarokhah Sukma; Nasrul Haq, Nifa’il; Dita Mayangsari, Fransisca
Majalah Farmasetika Vol 11, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i4.71384

Abstract

Body scrub merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk mengangkat sel kulit mati melalui proses eksfoliasi. Serbuk kopi robusta dapat digunakan sebagai bahan eksfoliasi alami, sedangkan madu berfungsi sebagai humektan yang mampu mempertahankan kelembapan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan tingkat kesukaan Body scrub serbuk kopi robusta dengan variasi konsentrasi madu 5% (F1) dan 15% (F2). Parameter yang diamati meliputi organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, dan tingkat kesukaan dari panelis. Data organoleptik dan tingkat kesukaan (hedonik) dianalisis secara deskriptif, sedangkan data pH, viskositas, dan daya sebar dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua formula memiliki bentuk semi solid dan aroma kopi yang khas, tetapi berbeda pada intensitas warna. Nilai pH Formula 1 dan Formula 2 berturut-turut sebesar 7,28 ± 0,02 dan 7,33 ± 0,01, dengan viskositas 9.874-9.878 cPs serta daya sebar 5,24-5,36 cm. Berdasarkan uji tingkat kesukaan (hedonik), Formula 2 lebih disukai pada aspek tekstur, sedangkan Formula 1 lebih disukai pada aspek warna dan aroma. Variasi konsentrasi madu mempengaruhi warna sediaan, nilai pH, dan tingkat kesukaan panelis, tetapi tidak mempengaruhi viskositas maupun daya sebar.
Analisis Komparatif Parameter Product Quality Review Berdasarkan Regulasi Nasional dan Internasional serta Kaitannya dengan Pharmaceutical Quality System Salsabila, Salma; Nurrasjid, Evi Sylvia
Majalah Farmasetika Vol 11, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i4.71375

Abstract

Product Quality Review (PQR) merupakan komponen penting dalam Pharmaceutical Quality System (PQS) yang berfungsi untuk memastikan konsistensi proses, mutu produk, dan peningkatan berkelanjutan sepanjang siklus hidup produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan parameter PQR berdasarkan regulasi nasional, yaitu Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) edisi 2024, dengan berbagai pedoman internasional, meliputi European Union Good Manufacturing Practice (EU GMP), Pharmaceutical Inspection Co-operation Scheme Good Manufacturing Practice (PIC/S GMP), World Health Organization Technical Report Series No. 986 Annex 2, serta regulasi United States Food and Drug Administration (US FDA) dalam 21 CFR Part 211.180. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis dokumen dengan pendekatan komparatif terhadap parameter PQR yang tercantum pada masing-masing pedoman. Hasil analisis menunjukkan adanya tingkat keselarasan yang tinggi pada parameter utama, seperti evaluasi bahan awal dan bahan pengemas, pengawasan selama-proses, hasil pengujian produk jadi, deviasi, Corrective and Preventive Action (CAPA), serta keluhan dan penarikan produk. Perbedaan utama terletak pada cakupan evaluasi dan pendekatan regulatori, di mana CPOB, EU GMP, PIC/S GMP, dan WHO cenderung lebih preskriptif, sedangkan US FDA menerapkan pendekatan berbasis prinsip yang lebih fleksibel. Pembahasan lebih lanjut menunjukkan bahwa PQR tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi tahunan, tetapi juga berperan dalam Quality Risk Management, analisis tren mutu, pengelolaan siklus hidup produk, penerapan integritas data, serta mendukung implementasi PQS berdasarkan ICH Q10. Perkembangan teknologi digital diperkirakan akan mentransformasi PQR melalui pemanfaatan artificial intelligence, predictive quality, Digital Twin, Continuous Process Verification, dan Real-Time Release Testing. Kajian ini menegaskan pentingnya harmonisasi parameter PQR sebagai dasar penguatan sistem mutu farmasi yang adaptif, berbasis risiko, dan mampu memenuhi tuntutan regulasi global.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 4 (2026) Vol 11, No 3 (2026) Vol 11, No 2 (2026) Vol 11, No 1 (2026) Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Vol 9, No 1 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue