cover
Contact Name
Nani Darmayanti
Contact Email
n.darmayanti@unpad.ac.id
Phone
+6282130179000
Journal Mail Official
n.darmayanti@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung A Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjara Jalan Raya Bandung Sumedang Km 21 Jatinangor Kabupaten Sumedan 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metahumaniora
ISSN : 20854838     EISSN : 26572176     DOI : 10.24198/metahumaniora
Metahumaniora adalah jurnal dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran sejak tahun 2012 dan bertujuan menyebarluaskan pemikiran-pemikiran konseptual maupun hasil riset yang telah dicapai dalam rumpun ilmu humaniora. Fokus dan ruang lingkup Jurnal Metahumaniora adalah kajian dalam rumpun ilmu humaniora, meliputi bidang bahasa (linguistik mikro, linguistik makro, dan linguistik interdisipliner), sastra, filologi, sejarah, dan kajian budaya. Metahumaniora diterbitkan pertama kali pada 10 Februari 2012 dalam versi cetak dengan nomor ISSN 2085-4838. Dan seiring dengan perkembangan sistem teknologi dalam bidang literasi, pada tanggal 12 April 2019 Jurnal Metahumaniora telah menggunakan Online Journal System (OJS) dengan nomor EISSN 2657-2176. Redaksi menerima tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Naskah yang diserahkan harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal serta sesuai dengan format penulisan yang telah ditetapkan (rujuk format penulisan). Penerbitan Metahumaniora dilakukan tiga kali dalam setahun, yaitu April, September, dan Desember. Meskipun demikian, penerimaan naskah dilakukan sepanjang tahun. Proses penyerahan, penilaian, dan penerbitan naskah seluruhnya dilakukan secara online. Metahumaniora menerapkan proses peer review. Semua artikel yang dikirimkan akan direview secara tertutup (blind review) oleh para mitra bestari. Pada umumnya, setiap artikel akan direview oleh satu sampai dua orang reviewer. Tanggapan dari para reviewer ini akan dijadikan landasan bagi Editor untuk menentukan apakah suatu artikel dapat diterima (accepted), diterima apabila direvisi (accepted with major/minor revision), atau ditolak (rejected).
Articles 263 Documents
RESEPSI REMAJA PEREMPUAN PEMBACA NOVEL POPULER Tania Intan
Metahumaniora Vol 9, No 2 (2019): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v9i2.23900

Abstract

Fakta bahwa perempuan lebih banyak dan lebih kerap membaca novel dibandingkan dengan laki-laki dilatarbelakangi oleh konstruksi keluarga dan masyarakat yang cenderung menempatkannya pada ranah domestik. Penelitian ini dilakukan untuk mendiskusikan resepsi remaja perempuan pembaca novel populer. Pendekatan yang digunakan adalah resepsi sastra. Hasil angket dari 10 responden remaja perempuan pembaca novel populer merupakan objek formal penelitian ini yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) remaja perempuan pembaca novel populer memahami perbedaan novel populer dengan novel sastra. Setelah membaca, mereka membahas hasil bacaannya dengan teman. (2) Tujuan remaja perempuan membaca novel populer adalah untuk mengisi waktu senggang dan juga memperoleh hiburan (enjoyment). Kebiasaan mereka membaca didorong oleh keinginan pribadi dan sebagian dipengaruhi oleh lingkungannya. Membaca novel populer juga dianggap menambah wawasan (self-development) mereka. (3) Karena berada pada tahap remaja awal, kondisi psikologis mereka masih cenderung seperti kanak-kanak, sehingga genre novel populer yang disukai adalah misteri, petualangan, dan sedikit percintaan. Remaja perempuan sebaiknya diperkenalkan pada beragam jenis bacaan untuk memperkaya wawasan.
Manusia Jepang: Dari Peminjaman Budaya Sampai ke Sinkretisme Agama Yuyu Yohana Risagarniwa
Metahumaniora Vol 8, No 3 (2018): METAHUMANIORA, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i3.20714

Abstract

AbstrakProfil manusia Jepang merujuk kepada bangsa yang memiliki etos kerja yang tinggi, disiplin, budaya malu, dan citra positif lainnya. Citra tersebut diperoleh setelah melalui sebuah perjalanan sejarah yang panjang yang diakui sebagai hasil cultural borrowing ‘meminjam budaya’ luar yang kemudian di-Jepang-kan. Peminjaman budaya tersebut merujuk kepada proses bangsa Jepang dalam ‘mengadopsi’ budaya asing, baik melalui asimilasi maupun akulturasi. Peminjaman budaya tersebut diambildari Timur (China dan Korea) dan Barat (Eropa dan Amerika). Sementara itu, ajaran moral yang dimiliki bangsa Jepang diperoleh dari hasil sinkretisme dari ajaran Konfusius China, agama Budha dari Korea, dan agama Shinto yang telah diyakini oleh para leluhur Bangsa Jepang sejak dahulu kala. Pinjaman-pinjaman budaya tersebut seiring waktu mengalami internalisasi dengan budaya Jepang itu sendiri yang kemudian menghasilkan manusia Jepang yang kita kenal saat ini.Kata kunci: manusia Jepang, pinjaman budaya, sinkretisme agama, ajaran KonfusiusAbstractThe profile of The Japanese is identified as the nation with a high work ethic, discipline, having shame cultures, and other positive images. They do not get those positive images easily though. It took a long time and a long process as they admitted that they started with cultural borrowings taken from other countries which then were Japanized. The cultural borrowings what we are talking about here refer to the processes having been done by Japanese people in adopting foreign cultures either through assimilation or acculturation. The borrowings have been taken from East (China and Korea) and West (Europe and America). While the moral teaching owned by The Japanese now had been created through the syncretical process of three religions; Chinese Confusius, Korean Budha, and Shinto religion which had been the religion of Japanese ancestors since the ancient times. As time goes by, the cultural borrowings have been internalized into the Japanese culture itself which then resulted in The Japanese we know now.Keywords: Japanese, cultural borrowing, syncretism of religions, Confusius teaching
Wacana Kolonial dalam Novel Max Havelaar: Sebuah Kajian Poskolonial Abu Bakar Ramadhan Muhamad
Metahumaniora Vol 7, No 3 (2017): METAHUMANIORA, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i3.18862

Abstract

AbstrakHegemoni kolonialisme dalam budaya poskolonial merupakan alasan penelitian inikemudian mengkaji wacana kolonial dalam novel Max Havellar (MH) khususnya dampakditimbulkannya. Dampak dimaksud adalah posisi keberpihakan pemikiran tersirat darikarya tersebut. Hasil pembahasan menunjukkan, secara temporal maupun permanen MHmenyuarakan ketidakadilan dalam kondisi-kondisi kolonial menyangkut penindasan sangpenjajah terhadap terjajah. Hanya saja, upaya mengatasnamakan atau mewakili suarakaum terjajah terbukti mengimplikasikan ciri ideologis statis kerangka kolonialisme(orientalisme); yakni cara pandang Eropasentris, di mana “Barat” sebagai self adalah superior,dan “Timur” sebagai other adalah inferior. Dalam konteks poskolonialisme, MH dengan sifatkritisnya yang berupaya “menyuarakan” nasib pribumi terjajah, justru menampilkan stigmapenguatan kolonialitas itu sendiri secara hegemonik. Artinya, “menyuarakan” nasib pribumidimaknai sebagai keberpihankan kolonial yang kontradiktif, di mana stigma penguatankolonialitas justru lebih terasa, ujung-ujungnya melanggengkan hegemoni kolonial. Tidakmembela yang terjajah, tetapi memperhalus cara kerja mesin kolonial.AbstractThe hegemony of colonialism in the culture of postcolonial society is the reason this studythen examines the colonial discourse in the novel Max Havellar (MH) in particular the impactit brings. The impact in question is the implied position of thought in the work. The resultsof the discussion show that, temporarily or permanently, MH voiced injustice in the colonialconditions regarding the oppression of the colonist against the colonized. However, the effort toname or represent the voice of the colonized has proven to imply a static ideological characterin the framework of colonialism (orientalism); ie Eropacentric point of view, in which “West” asself is superior, and “East” as the other is the inferior. In the context of postcolonialism, MH withits critical nature that seeks to “voice” the fate of the colonized natives, actually presents thestigma of strengthening coloniality itself hegemonicly. That is, “voicing” the fate of the pribumiis interpreted as a contradictory colonial flare, where the stigma of strengthening colonialityis more pronounced, which ultimately perpetuates the hegemony of colonialism. No longerdefending the colonized, but refining the workings of the colonial machinery.
Kearifan Lokal dalam Pengobatan Tradisional Masyarakat Desa Lumbungsari Kec. Lumbung Kabupaten Ciamis Eka Kurnia Firmansyah
Metahumaniora Vol 7, No 1 (2017): METAHUMANIORA, APRIL 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i1.23329

Abstract

Pengobatan tradisional merupakan perwujudan suatu tatanan kearifan lokal di antaranya untuk menjaga keseimbangan hidup. Fokus dan tujuan penelitian ini adalah inventarisasi pengobatan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Desa Lumbungsari, mendeskripsikan bentuk penggunaan dan manfaat pengobatan tradisional, dan memetakan potensi bagi pengembangan manfaat pengobatan tradisional.  Kini pengobatan tradisional ini digencarkan penggunaannya oleh masyarakat karena lebih mudah dijangkau, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkan efek samping dan masih bisa dicerna oleh tubuh. Metode penelitian yang digunakan bersandar pada pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengobatan Tradisional Herbal di Kecamatan Lumbung memiliki beragam jenis pengobatan di antaranya: 1. Pengobatan Hikmah, 2. Pengobatan Menggunakan Jasa Paraji, 3. Pengobatan Tradisional Menggunakan Jasa Pijat, dan 4. Pengobatan Tradisional Menggunakan Herbal. Simpulan penelitian ini adalah penggunaan pengobatan tradisional, baik sebagai obat maupun tujuan lain cenderung meningkat, terlebih dengan adanya isu back to nature serta krisis berkepanjangan yang mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat. Obat tradisional dan tanaman obat banyak digunakan masyarakat menengah ke bawah terutama dalam upaya preventif, promotif, dan rehabilitatif.
Analisis Aspek Nasionalisme pada Film 1911 Revolution (辛亥革命) Liana Devi Sibarani
Metahumaniora Vol 8, No 2 (2018): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i2.20700

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul Analisis Aspek Nasionalisme pada Film 1911Revolution (辛亥革命). Latar belakang penelitian ini beranjak dari ketertarikanterhadap karya sastra yang berlatar tentang perjuangan kaum revolusioner untukmencapai kemerdekaan. Dua hal yang menjadi rumusan masalah penelitian ini yaitu(1) apa saja aspek nasionalisme pada film Xinhai Geming dan (2) faktor apa sajayang mempengaruhi nasionalisme tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mencari,mengungkapkan, dan mendeskripsikan rumusan masalah tersebut secara utuh danterperinci. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodedeskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologisastra menurut Wellek dan Warren. Sumber data yang digunakan dalam penelitianini adalah film Xinhai Geming yang disutradarai oleh Zhang Li dan Jackie Chan yangberdurasi 125 menit dan dirilis oleh Shanghai Film Group pada tanggal 23 September2011. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat aspek nasionalisme dan faktor yangmempengaruhi nasionalisme dalam film yang diwakili oleh beberapa potongankutipan dan adegan yang menunjukkan nasionalisme pada film. Nasionalisme yangdimiliki oleh masyarakat Tionghoa sebagai pengabdian dan semangat juang untukmembangun rakyatnya demi tercapainya misi bangsa.Kata kunci: nasionalisme, sosiologi sastra, film Xinhai GemingAbstractThis research is entitled The Analysis of Nationalism Aspects in the Film1911 Revolution (辛亥革命). The background of this study is an interest in literarywork set against the struggle of the revolutionaries to get the independence. Twothings that formulate the research problem are (1) what are the aspects of nationalismin the film Xinhai Geming and (2) what are the factors that influence the nationalism.The purpose of this research is to find, express and describe the formulations of theproblem in a complete and detailed manner. The research method used in this studyis a qualitative descriptive method. The theory used in this study is the theory ofliterary sociology according to Wellek and Warren. The data sources used in thisstudy were the Xinhai Geming film directed by Zhang Li and Jackie Chan whichlasted 125 minutes and was released by the Shanghai Film Group on September23, 2011. The results of this study were aspects of nationalism and factors thatinfluenced nationalism in the film represented by several quotations and scenes thatshow nationalism in the film. Nationalism possessed by the Chinese community asdevotion and fighting spirit to build its people for the achievement of the nation’smission.Keywords: nationalism; sociology of literature; Xinhai Geming film
Komparasi Unsur Budaya (Kepercayaan) pada Masyarakat Talaga, Majalengka dan Masyarakat Nagoya, Jepang Asri Soraya Afsari
Metahumaniora Vol 7, No 3 (2017): METAHUMANIORA, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i3.18848

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji perbandingan kepercayaan masyarakat Talagadi Majalengka dan masyarakat Nagoya di Jepang. Kepercayaan yang dimaksud dalampenelitian ini adalah kepercayaan yang berhubungan dengan tabu atau pamali dankepercayaan yang berhubungan dengan keberuntungan pada kedua masyarakat tersebut.Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode deskripstif kualitatif. Dalam memupudata digunakan metode lapangan karena peneliti terjun langsung ke masyarakat. Disamping itu, digunakan pula metode survey melalui penyebaran daftar kuesioner. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa bentuk kepercayaan yang berhubungan dengan tabu ataupamali pada masyarakat Talaga dan Nagoya meliputi kegiatan yang dilakukan oleh manusia.Adapun kepercayaan yang berhubungan dengan keberuntungan pada kedua masyarakattersebut berkaitan dengan binatang, benda, dan kegiatan manusia. Sampai saat ini baikmasyarakat Talaga maupun Nagoya masih memegang teguh kepercayaan tersebut.Kata kunci: kepercayaan, Talaga, Nagoya, deskriptif kualitatif, komparasi budaya.AbstractThe aim of this research is to review the comparison of belief between the society ofTalaga in Majalengka and the society of Nagoya in Japan. The intended belief on this study isthe one related with a taboo or pamali, and the belief correlated to luck on both societies. Inachieving the goal, this research uses a descriptive qualitative method. To get the data, thewriter uses a field method that he (/she) directly involves with the people. On the other hand,the writer also uses a survey method by distributing questioners. The result shows that the beliefcorrelated with the taboo or pamali of Talaga and Nagoya societies covers the activities doneby human. Also with the belief related to luck of both societies corresponds to animals, things,and human’s activities. Until now, either Talaga society or Nagoya’s still keeps those beliefs.Keyword: belief, Talaga, Nagoya, descriptive qualitative, cultural comparison.
THE NON-COOPERATIVE JOURNALISTS’ STRUGGLE AGAINST SELF-CENSORSHIP DURING THE NEW ORDER INDONESIA (1967-1998) Wina Sumiati
Metahumaniora Vol 10, No 1 (2020): METAHUMANIORA, APRIL 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i1.26409

Abstract

In the Soeharto era, the Indonesian journalists were divided into two categories: the cooperative and the non-cooperative ones. Different from the former that obeyed to the government to do self-censorship, the latter category challenged against the government by publishing not only good news, but also any sensitive news about the national problems. In this research, I will analyze the struggle of the non-cooperative journalists, later called the independent journalists, against the regulation of censorship. How they responded to the censorship, and what ways they used to resist the regulation will be the main focuses of the study. In conducting this research, I use history method including heuristic, criticism, interpretation, and historiography. The result of the study shows that the independent journalists took actions by founding an organization called the AJI (the Alliance of Independent Journalists) to organize the journalists with the same goal: ceasing freedom of expression. They also had several alternative media to disseminate the information to avoid the government surveillance, like publishing books, using the internet, conducting seminars, and founding discussion forums with Indonesian students. Their efforts, triggered by the economic collapse factor, succeeded to end the authoritarianism regime.
Perpindahan dan Perubahan : Transportasi dalam Struktur Naratif Riwayat Perjalanan ke Amerika di Era Viktorian Ari J. Adipurwawijdana
Metahumaniora Vol 7, No 1 (2017): METAHUMANIORA, APRIL 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i1.19994

Abstract

ABSTRAKRiwayat yang disajikan penulis Britania era Viktorian tentang perjalannnya ke Amerikamengasumsikan adanya sebuah jaringan prasarana transportasi. Sistem transportasiterkait dengan riwayat perjalanan (travel narrative) dalam tiga hal, yaitu (1) sebagaibasis material bagi perjalanan, (2) sebagai substruktur riwayat, dan (3) sebagai pokokpembicaraan dalam riwayat itu sendiri. Buku Domestic Manners of the Americans (1832)merupakan model bagi cara infrastruktur transportasi menentukan aspek naratologis,yaitu urutan dan perspektif dalam struktur naratif riwayat perjalanan. Karya tersebut jugamenyajikan transportasi sebagai pokok pembicaraan dalam teksnya itu sendiri walaupun tidaksejauh sebagaimana yang tampak pada The Amateur Emigrant (1895) karya Robert LouisStevenson. Dalam hal ini, The American Scene (1907) karya Henry James juga relevankarena, walaupun tidak secara gamblang membicarakan transportasi sebagai topik dantidak pula menampakkan ciri-ciri riwayat perjalanan, karya tersebut merepresentasicara wawasan Britania-Amerika trans-Atlantik dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.Wawasan ini juga memandang menganggap perjalanan trans-Atlantik sebagai semacamperjalanan menembus waktu, yang menunjukkan ketidaknyaman para penulis Britaniaabad kesembilanbelas terhadap transformasi sosial ke masyrakat demokratis yangdirepresentasi secara metaforis oleh pemahaman mereka tentang Amerika.Kata kunci: catatan perjalanan Viktorian, transportasi, wisataABSTRACTNarratives presented by Victorian British writers about their travels to America assume theavailability of a transprtation infrastructure system. Such a system is related to the travelnarrative in three things, namely, (1) as a material base for travel, (2) as a narrative substructurehistory, and (3) as the subject-matter of the narratives. Fanny Trollope’s Domestic Mannerof the Americans (1832) is a model for the way transportation infrastructure determinesnarratological aspects, namely order and perspective in the structure of the travel narrative.The piece also presents transportation as a subject-matter in its text although it does notgo so far as do Robert Louis Stevenson’s The Amateur Emigrant (1895). In discussingtransportation Henry James’ The American Scene is also relevant because, despite it’s notexplicitly speaking of transportation as a topic nor does it show the convential characteristicsof the travel narrative, the work represents a British-American trans-Atlantic world viewas a given. This world view also considers trans-Atlantic travels as a kind of voyage acrosstime, implying the discomfort of nineteenth-century British writers concerning the socialtransition into a democratic society represented by America as a metaphor.Keywords: Victorian travel narrative, transportation, tourism
The Media Conspiracy Behind the Death of Diana, Princess Of Wales: A Study of Critical Discourse Analysis Indah Mustika Santhi
Metahumaniora Vol 7, No 2 (2017): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i2.18830

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “The Media Conspiracy Behind the Death of Diana, Princessof Wales: A Study of Critical Discourse Analysis”. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskanbagaimana kematian Putri Diana direpresentasikan oleh The Daily Mail dalam artikelartikelpemberitaannya melalui dimensi tekstual dan juga memaparkan cara pandang TheDaily Mail sebagai pelaku media konspirasi pada praktik kerjanya terkait berita kematianPutri Diana dalam dimensi sosiokultural. Objek penelitian ini adalah The Daily Mail, salahsatu tabloid harian terbesar di Inggris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode kualitatif, analisis deskriptif. Penulis menggunakan teori analisis wacana kritisFairclough (1995), disertai dengan beberapa teori pendukung lainnya, seperti teori klausasebagai representasi Halliday (2004), teori konspirasi Feaster (2008), Birchall (2006),Barkun (2003), Hodapp dan von Kannun (2008). Hasil dari penelitian ini menunjukkanbahwa representasi kematian Putri Diana dalam dimensi tekstual didapat melalui prosesmaterial, proses mental, proses relasional, proses verbal, dan proses eksistensial yangterdapat dalam artikel-artikel The Daily Mail. Sementara itu, cara pandang The Daily Mailsebagai pelaku media konspirasi atas berita kematian Putri Diana didapat melalui prosestataran sosial, tataran institusional, tataran sosial pada dimensi praktik sosiokultural.Kata Kunci: Transitivitas, Analisis Wacana Kritis, Media konspirasi.ABSTRACTThis thesis is entitled “The Media Conspiracy Behind the Death of Diana, Princessof Wales: A Study of Critical Discourse Analysis”. This thesis is aimed to describe therepresentation of Princess Diana’s death and The Daily Mail’s perspective as a mediaconspiracy actor through textual and sociocultural dimension. The object of this thesis isThe Daily Mail, one of the widest national daily newspapers in England. The method that isused in this thesis is a qualitative method, a descriptive analytic method. The writer uses thecritical discourse analysis theory of Fairclough (1995) and some other supported theories,such as clause as representation theory by Halliday (2004), the conspiracy theory by Feaster(2008), Birchall (2006), Barkun (2003), Hodapp and von Kannun (2008). The result of thisresearch shows that the representation in textual dimension that appear on Princess Diana’sdeath is derived from material process, mental process, relational process, verbal process, andexistential process. While The Daily Mail’s perspective on Princess Diana’s death is derivedfrom situational level, institutional level and social level of sociocultural practice dimension.Keywords: Transitivity, Critical Discourse Analysis, Media Conspiracy.
TINDAK TUTUR PADA PESAN SINGKAT (SMS) LAYANAN MASYARAKAT AUTOMATIS OLEH SATGAS PENAGANGAN COVID-19 Trian Ramadhan Nuryadin
Metahumaniora Vol 10, No 3 (2020): METAHUMANIORA, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i3.31051

Abstract

Speech act atau tindak tutur adalah satuan lingua yang bersifat inti dalam kajian pragmatik. Tindak tutur sendiri meiliki impikatur yang berbeda dan disandarkan pada konteks yang melekat pada wacananya. Penelitian semacam ini memang telah banyak dilakukan namun pada penelitian ini peneliti mengambil sumber data yang menarik yaitu dari pesan singkat automatis yang dikirim oleh satuan tugas penanganan COVID-19. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif karena penelitian ini hanya terfokus pada jenis-jenis tindak tutur yang terdapat pada pesan singkat layanan masyarakat terkait pencegahan penyebaran virus COVID-19. Pada penelitian ini juga penulis mengunakan teori-teori tindak tutur Searle (1979) dengan pendekatan kajian pragmatik. Ditemukan dari 17 data yang didapat, data berupa pesan singkat dapat bagi kedalam jenis-jenis tindak tutur, yaitu; 5 data pada jenis tindak tutur direktif, 5 data pada jenis tindak tutur asertif, 1 data pada jenis tindak tutur ekspresif, 4 data pada tindak tutur komisif, dan 2 data pada jenis tindak tutur deklarasi.

Page 2 of 27 | Total Record : 263