Articles
146 Documents
PENDIDIKAN BERBASIS MANAGEMEN MUTU TERPADU (MMT).doc
Munawir Husni
Tarbawi Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v1i2.135
The insistence to improve the quality of education is always appearing, especially the government. Almost at every opportunity and meetings, the central government itself has always urged all parties, in particular the apparatus of education providers to increase the quality of education is improved. Simultaneously, people also ask the central government to act swiftly. Seeing behavior and a strong response from each participant, to show how quality improvement becomes necessary and urgent to do. But in reality, many years this issue is encouraged, until recently the “ quality of education” is still bad in anywhere. What has caused it happened actually ? This is the substance that want to try to be explored in order to find a solution. Integrated Quality Management (MMT) is one of the alternative concept to overcome this problem. Although it must be recognized a problem occurs and certainly appears. "Therefore, that have to do" continuous improvement "and civilize mindset of continual improvement. That's why MMT present to overcome it all.
HAJI DALAM LOKALITAS MASYARAKAT SASAK.doc
Muh. Sya’rani
Tarbawi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v2i1.136
Hasil penelitian haji dalam lokalitas masyarakat sasak terdapat dimensi dua dimensi pertama, akulturasi nilai agama dan budaya sasak dalam ritual ibadah haji terdapat tiga fase diantaranya: Fase Persiapan; Tradisi zikir dan doa bersama. Fase Pertengahan; Tradisi pada fase pertengahan ini yaitu tradisi-tradisi sewaktu pelaku haji berada di mekah untuk menjalankan ibadah hajinya; Fase paska haji. Tradisi-tradisi dalam fase ini, yaitu sepulang pelaku haji dari Mekah dan telah berpredikat sebagai haji. Dimana pada saat ini pihak keluarga menjemput dan Kedua, Dimensi Sosial Predikat Haji Dalam Masyarakat Sasak, Dalam masyarkat suku Sasak mereka memandang para pelaku haji atau yang sudah memiliki predikat sebagi haji yaitu sebagai orang yang kaya bila diukur dari kelompok masyarakat lokal Sasak
SLAM TRADISIONAL MASYARAKAT KOPANG.doc
Lestari Lestari
Tarbawi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v2i1.137
Masyarakat tadisional memiliki karakter yang natural. Dari segi keyakinan dan pengamalan Islam, masih bersifat dogmatis, taklid, fanatik.Sedangkan dari segi mentalitas, bersifat faternalistik, fiodal, dan kultus yang tinggi terhadap orang yang dianggap keramat. Pola keberislaman yang demikianlah terlihat pada masyarakat Islam Kopang
PEMIKIRAN POLITIK T.G.K.H. M. ZAINUDDIN ABDUL MAJID.doc
SAIPUL ARIP WATONI
Tarbawi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v2i1.138
Penelitian yang berjudul “Pemikiran Politik TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid,ini dibuat sebagai kajian tokoh. Penelitian ini berangkat dari kondisi social masyarakat , kondisi religious, kondisi politik dan kondisi pendidikan di Pulau Lombok pada saat itu masih terbelakang dari segala bidang terutama bidang ilmu pengetahuan dan ekonomi. Untuk mengatasi kondisi masyarakat tersebut lahirlah pemikiran Syaikh Zainuddin yang pada saat itu hanya bertumpu pada perkembangan pendidikan,yang kemudian penelitian ini hanya akan lebih menyoroti persoalan pemikiran politik.Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemikiran politik TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid tentang politik dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemikirannya yang dimanifestasikan dalam lembaga pesantren, keaktifannya dalam perpolitikan dan mengetahui bagaimana relevansinya dengan perpolitikan saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dan dipadukan dengan penelitian lapangan yang dilakukan melalui pendekatan sosio-historis, sedangkan teori yang digunakan adalah teori politik. Sumber data diperoleh melalui wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan metode Content Analisys. Berdasarkan metode yang digunakan, maka dapat diketahui bahwa konsepsi pemikiran politik TGKH M. Zainuddin Abdul Majid Menjadikan al-Qur’an, al-Sunnah, dan pengalaman para sahabat dan tabi’in sebagai refrensi utama yang menjadi ground norm (norma dasar) dalam menyikapi realitas politik yang ada. Menurutnya al-Qur’an mengandung tuntunan dalam berpolitik dan membangun peradaban masyrakat, selain al-Qur’an dan Sunnah kemudian ijmak dan Qiyas yang menjadi tatannan politik TGKH.M. Zainuddin Abdul Majid.
INTERNALISASI DAN KARAKTERISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI TAREKAT DI PONDOK PESANTREN DARUL FALAH.doc
Rusni Bilmakruf
Tarbawi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v2i1.139
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan formal, memiliki nilai tersendiri dalam mencetak generasi muslim yang ideal. Pendidikan agama Islam memiliki materi keislaman yang banyak dan pokok, seperti pendidikan akidah ahlak. Dalam rangka menginternalisasi dan karakterisasi nilai-nilai aqidah ahlak tersebut pada peserta didik, dibutuhkan suatu metode yang tepat. Tulisan ini mengkaji suatu model internalisasi dan karakterisasi nilai-nilai pendidikan Agama Islam melalui jalur penerapan metode dan ajaran tarekat. Salah satu Pondok Pesantren yang menerapkan model tersebut adalah Ponpes Darul Falah.
HAK MENENTUKAN PASANGAN BAGI ANAK PEREMPUAN PERSPEKTIF TUAN GURU DI LOMBOK TENGAH.doc
Lalu Akhmad Rizkan
Tarbawi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v2i1.140
Salah satu tujuan perkawinan adalah membentuk rumah tangga yang abadi dan suci. Untuk mencapai tujuan dari perkawinan tersebut dibutuhkan kerelaan dari kedua belah pihak. Adapun praktik perkawinan masyarakat Sasak dilakukan dengan tradisi menggah, merondong, merarik, tadong, dan ngendeng. Dari sejumlah tradisi perkawinan yang berlaku pada masyarakat Sasak Lombok tentu sedikit-tidak akan mempengaruhi pola hubungan rumah tangga di antara suami-istri. Disatu sisi dapat berdampak positf atau bahkan sebaliknya, dapat berdampak negatif. Oleh sebab itu, diperlukan peran serta tokoh agama yang dalam hal ini Tuan Guru dalam upaya membina, mendidik dan menuntun masyarakat agar dapat memahami implikasi dari tradisi perkawinan yang mereka gunakan.Metode yang digunakan adalah metode kulitatif dengan paradigma konstruktivis. Metode kualitatif sebagai metode yang dapat menggali makna di balik data yang nampak. Adapun paradigma konstruktivis digunakan karena kajianya berbasis pada pengalaman dan menjadikan individu manusia sebagai obyek penelitian. Sehingga dengan itu, peneliti dapat menggunakannya sebagai perangkat dalam pengolahan data di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan Tuan Guru mengenai hak penentuan pasangan bagi anak perempuan terbagi menjadi tiga bagian yaitu pertama, anak perempuan wajib meminta persetujuan orangtua apabila ia tidak berpendidikan dan belum baligh; kedua sunnah, apabila anak perempuan sudah baligh dan belum berpendidikan tinggi; ketiga mubah, apabila anak perempuan sudah berpendidikan tinggi dan dewasa serta dianggap cakap hukum.Tuan Guru berpandangan bahwa seorang anak perempuan yang belum baligh dapat dipaksa menikah oleh orangtuanya, karena pemaksaan dalam perkawinan tidak berimplikasi terhadap keharmonisan rumah tangga. Hendaknya anak perempuan terus mengembangkan sumber daya manusianya melalui pendidikan, untuk dapat memperoleh dan mempertanggung jawabkan hak yang dimilikinya. Sebab, zaman sekarang ini manusia akan dianggap pandai apabila ia sebagai manusia yang terdidik.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PAI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PROSES KELOMPOK (GROUP PROCCESS APROACH) KELAS VII DI SMP .doc
Muhammad Ihsan
Tarbawi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v2i1.141
Untuk mendapat hasil yang maksimal dalam Proses belajar mengajar guru harus bekerja dengan ekstra keras. Begitu banyaknya rintangan yang dihadapi, untuk mendapatkan hasil yang maksimal guru juga memcoba berbagai metode dalam menyampaikan materi. Dalam menyampaikan materi guru di SMP Negeri 5 kopang Kabupaten lombok tengah menerapkan Pendekatan Proses Kelompok (Group Proccess Aproach).Keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar, dapat dilihat dari sejauh mana tujuan-tujuan pendidikan telah ditetapkan dapat dicapai setelah berlangsungnya proses pelajaran. Oleh karena itu guru harus merumuskan tujuan-tujuan pendidikan mengajarnya dengan jelas, kongkrit dan sebaik- baiknya demi perubahan anak didik, baik pengetahuan, percakapan, nilai sikap dan tingkah laku, atau kepribadian maupun ketrapilan- ketrapilan. Untuk menemukan fakta dan data yang valid maka penulis dalam karya ilmiah ini menggunakan metode penelitian PTK, pengumpulan data dengan observasi, interview, dokumentasi dan analisa data serta tes.Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PAI dengan menggunakan Pendekatan Proses Kelompok (group proccess approach) di SMP 5 Kopang kabupaten Lombok Tengah dilakukan dengan cara diskusi, ceramah dan demonstrasi sedang Efektivitas Pembelajaran PAI Dengan Menggunakan Pendekatan Proses Kelompok (group proccess approach) Di Kelas VII di SMP Negeri 5 Kopang Kabupaten Lombok Tengah cukup efektif. Hal ini dapat dilihat dari minat dan hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan.
GLOBALISATION EFFECT; MENAKAR IDIALISME PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DI PULAU SERIBU MASJID.doc
Dony Handriawan
Tarbawi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v2i1.142
Pendidikan Islam adalah pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan manusia yang berpengatahuan semata, melainkan juga lebih menitik beratkan pada mencetak manusia ber-akhlakul karimah, bermoral dan bermanfaat bagi semesta alam (ramatan lil alamin). Nilai-nilai universal yang diusung oleh Islam sebagai agama rah}matan lil ‘a>lami>n, mengandung karakteristik yang cinta perdamaian (salam), toleransi (tasa>muh), kasih sayang (rah{ma>n), kesetaraan (al-musa>wah), keadilan (al-‘ada>lah)dan mengajarkan sikap moderat (at-tawas}s}ut}) kepada pemeluknya. Jika nilai-nilai universalitas ini dipahami dan digiring sebagai salah satu ru>h penyelenggaraan pendidikan di Indonesia (terlebih pendidikan Islam), maka tentu pendidikan karakter maupun pendidikan moral yang saat ini tampak menyibukkan para praktisi pendidikan di Indonesia, tidak perlu lagi diformulasikan secara istimewa (mencari rumusan, cara evaluasi dan lain-lani). Saat ini terdapat kecendrungan bahwa muara atau tujuan akhir dari aktifitas bersekolah cendrung pada orientasi kerja demi memenuhi tuntutan global. Sehingga pemaknaan pendidikan sebagai sebuah investasi lebih didominasi oleh pemahaman “bersekolah untuk menghasilkan uang demi masa depan” (profit oriented). Ironisnya pergeseran atau penyempitan makna pendidikan ini, tidak hanya terjadi pada sekolah-sekolah atau Perguruan Tinggi Umum (PTU) melainkan juga sudah mulai menjangkiti Perguruan Tinggi Islam (PTI) baik negeri maupun swasta. Indikasi ini tampak sudah mulai terlihat di Lombok sebagai pulau yang masyhur dengan pulau seribu masjid karena banyaknya masjid-masjid dan mayoritas penduduknya yang Muslim. Tulisan ini secara ringkas mencoba untuk mengurai adanya indikasi pergeseran orientasi pendidikan pada Perguruan Tinggi yang ada di Lombok guna mencari solusi terbaik dari penyelenggaraan pendidikan khususnya pada tingkat pendidikan lanjutan (Perguruan Tinggi).
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN INQUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL-SOAL IPS PADA SISWA KELAS VIII .doc
Mushawir Rosyidi
Tarbawi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v2i1.143
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa di dalam menyelesaikan soal-soal IPS khususnya pada materi ekonomi dengan pokok bahasan pelaku kegiatan ekonomi, dengan menerapkan metode pembelajaran inquiri di dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah PTK yang dilakukan dengan dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs NW Pancor yang berjumlah 32 orang.. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran inquiri dapat meningkatkan kemampuan siswa di dalam menyelesaikan soal-soal ekonomi pokok bahasan pelaku ekonomi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pendidik (guru) agar selalu memperhatikan metode pembelajaran yang akan di terapkan atau dilaksanakan, sehingga dapat membantu peserta didik dalam mencapai kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki dengan optimal.
GURU DAN METODE PENGAJARAN BAGAIKAN BUAH PINANG DIBELAH DUA (Aplikasi Metode Cooferative Learning Model Jigsaw Pada P.docx
Ahmad Hulaimi
Tarbawi Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v2i2.144
Guru merupakan pilot class dalam pembelajaran karena gurulah yang mengendalikan tata kelola pembelajaran di kelas. Ada ungkapan papatah :”guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Ungkapan tersebut menggambarkan betapa strategisnya posisi guru dalam dunia pendidikan sebagai agen of change yaitu orang yang mampu merubah tatanan hidup peserta didik dan kehidupan dunia secara umum. Saat ini kita disungguhkan dengan perubahan-perubahan kurikulum dengan kebijakan yang berbeda-beda, entah perubahan itu disebabkan karena politis ataukah didasarkan pada aspek kajian filosofis ataukan pragmatis dalam pengembangan kurikulum secara nasional, tetapi kita sepakat bahwa dalam kurun waktu yang tidak terlalu jauh kurikulum nasional selalu mengalami perubahan dan perubahannya itu bersifat pasang surut artinya mampu membuat bingung masyarakat dan lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah dan guru yang tentunya menjadi langkah mundur bagi dunia pendidikan. Tetapi apapun bentuk perubahan itu jangan sampai peserta didik dibuat bingung yang menyebabkan terjadinya langkah mundur dalam dunia pembelajaran. Nah kata kunci dari semua itu adalah guru yang professional yaitu guru yang tidak terlalu risau dengan perubahan kurikulum tetapi justru perubahan tersebut dijadikan pelengkap bumbu untuk mendidik anak-anaknya di sekolah agar semakin meningkatkan mutu belajarnya di kelas. Salah satu yang sering menjadi perhatian dalam pembelajaran guru di kelas adalah metode pengajajaran. Metode mengajaran merupakan kata kunci kesusksesan guru dalam mendidik anak-anaknya di sekolah/madrasah karena bagaimanapun metode pengajaran adalah kata kunci strategi guru dalam mentransformasi pengetahuanya kepada siswa-siswanya. Itulah sebabnya saya katakana bahwa guru dan metode pengajaran tidak bisa dipisahkan ia ibarat saudara kembar bagaikan buah pinang dibelah dua. Terlebih-lebih paradigma pembelajaran sudah mengalami perubahan dari yang berpola Teacher Centered Learning (TCL) menuju Student Centered Learning (SCL) yaitu pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Tentunya guru yang professional pasti dan harus menguasai pola pembelajaran ini agar pembelajaran menjadi lebih menarik.