cover
Contact Name
Tarbawi
Contact Email
tarbawi205@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
tarbawi205@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
ISSN : 24606375     EISSN : 2685256X     DOI : -
Tarbawi (P-ISSN: 2640-6375) (E-ISSN: 2685-256X) adalah jurnal yang dikelola fakultas tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor. Jurnal ini membahas tentang bidang Pendidikan dan Isu-Isu Sosial. Dimana fokus dalam Jurnal Tarbawi adalah pendidikan Islam dan isu-isu sosial yang berkaitan dengan pendidikan intinya penelitian yang sifatnya memberikan kontribusi pemikiran serta lainnya dalam mengatasi masalah pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
Baiq Halimatuz Zuhrotul Aini, IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BULETING SELAMAT PAGI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR.docx Baiq Halimatuz Zuhrotul Aini
Tarbawi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v3i2.156

Abstract

Penelitian tindakan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi media buleting selamat pagi dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas 3 SDI Tahfiz kerongkong Tahun ajaran 2018/2019.Dalam penelitian ini terdapat tiga siklus dan empat tahapan dalam tiap siklusnya, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Data diperoleh melalui observasi dan tes hasil belajarpada siswa kelas 3 SDI Tahfi kerongkong.Hasil tes menunjukkan persentase nilai rata-rata kelas 3 meningkat dari pre-test 58 persen menjadi 63 persen pada post-test I, 75 persen pada post-test II, dan menjadi 82 persen pada post-test III. Hal ini berarti Implementasi media buleting selamat pagi dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan mencapai standar ketuntasan (80%).Peningkatan tersebut selaras dengan data yang diperoleh dari hasil tes belajar dan catatan lapangan saat observasi.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MORAL DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH NE.docx NURUL HIDAYATI; BATNOER BATNOER
Tarbawi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v3i2.157

Abstract

Pembahasan dalam penelitian ini difakuskan pada bagaimana pelaksanaan Internalisasi Nilai-Nilai Moral Dalam Pembentukan Perilaku Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram dan bagaimana implikasi Internalisasi Nilai-Nilai Moral Terhadap Pembentukan Perilaku Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan internalisasi nilai-nilai moral dalam pembentukan perilaku peserta didik dan bagaimana implikasi internalisasi nilai-nilai moral terhadap perilaku peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram. Dilihat dari obyek kajiannya, penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi, dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan, menuturkan, dan melukiskan data yang diperoleh dengan menggunakan kata-kata atau kalimat yang dipisah-pisah menurut kategori data penelitian guna mendapatkan suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa: 1. Pelaksanan internalisasi nilai-nilai moral dalam membentuk perilaku peserta didik di Madraah Tsanawiyah Negri 3 Mataram dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Internalisasi nilai-nilai moral dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: a). Tahap Pemberian Pengetahuan. b). Tahap Pemahaman c). Tahap Pembiasaan, dan d). Tahap Transinternalisasi. 2). Dalam internalisasi nilai-nilai moral peserta didik ada beberapa pendekatan yang dipergunakan yaitu: para peserta didik diberikan kesempatan dan keleluasaan untuk kepada peserta didik untuk secara bebas mengekspresikan dirinya dalam berbagai kegiatan, selama itu positif dan tidak menunjukkan perilaku negatif seperi melanggar aturan madrasah, dan pada saat tertentu nilai-nilai sosial ditanamkan secara tegas dan bila perlu dengan tekanan. 3). Implikasi internalisasi nilai-nilai moral dalam pembentukan perilaku peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, kesadaran peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram ini dapat memberikan pengaruh terhadap meningkatkan kedisiplinan, membangun kerjasama, bertanggung jawab, berperilaku sopan, di kalangan peserta didik. Selain itu, melalui internalisasi nilai-nilai moral juga mampu menekan tingkat kenakalan dikalangan peserta didik.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN TGH. AHYANI MUKHTAR KEDIRI LOMBOK BARAT Fawaz Fawaz
Tarbawi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v3i2.159

Abstract

Sejak sejarah manusia lahir mewarnai rutinitas kegiatan alam ini, pendidikan sudah merupakan barang penting dalam komunitas social, adam yang memulai kehidupan baru dijagat raya ini, senantiasa dibekali akal untuk berfikir dan memahami setiap yang ia temukan dan kemudian menjadikannya sebagai konsep atau pegangan hidup. Dengan kata lain bahwa pemikiran merupakan ide, gagasan yang sifatnya abstrak yang dituangkan dalam bentuk realita, jadi pemikiran pendidikan islam merupakan ide, gagasan mengenai pendidikan secara islam yang dituangkan dalam realita, dimana pemikiran yang berisi mimpi-mimpi dan cita-cita seseorang akan tampak bila dikonstruksikan dalam bingkai pendidikan seperti memdirikan lembaga pendidikan, berupa pondok pesantren dan juga berupa majlis ta’lim. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang bersifat tradisonal, mempunyai pengaruh yang kuat dan luas dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam membentuk dan memelihara kehidupan keagamaan masyarakat muslim pada umumnya. Begitu penting persolaan pendidikan bagi semua ummat yang selalu menjadi tumpuan harapan untuk mengembangkan individu dan masyarakat, untuk membuat generasi mampu berbuat banyak bagi kepentingan mereka, sekaligus menginginkan perubahan hidup sekaligus mengusahakannya kearah yang lebih baik. Akan tetapi manakala stabilitas suatu bangsa terguncang atau kemajuan terhambat, maka yang pertama ditijau adalah sistem pendidikan. Kilas balik perkembangan dan perjalanan pendidikan islam dimulai dari sistem yang amat sederhan beberapa pengkajian kita-kitab tertentu (klasik) yang berasal dari hasil pemikiran para ulama, ulam dari timur tengah abad pertengahan yang masih dipertahankan oleh beberapa lembaga pendidikan pondok pesantren, disamping mengikuti pola pendidikan moderen (klasikal). Sebagaimana yang dibutuhkan oleh peserta didik dan dunia usaha serta kebutuhan negara, yang kemudian melahirkan pendidikan formal baik yang dibina oleh departemen agama dan departemen pendidikan nasional dan inilah yang kemudian melahirkan pola pendidikan madrasah dan sekolah islam. Atas dasar inilah peneliti mengangkat permasalahan ini, dengan rumusan maslah bagaimanakah pemikiran TGH. Ahyani Mukhtar tentang pendidikan isla dan bagaimanakah sistem pendidikan dipodok pesantren Al-Mukhtariah . Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan metode Obsevasi, Wawancara, dokumen dalam menganalis data, peneliti menggunakan analisis induktif Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah pemikiran TGH. Mukhtar tentang pendidikan islam yang secara teori dan empiris yang terdiri dari tujuh komponen yaitu tujuh pendidikan. Pendidik/guru, murid, metode, kurikulum, alat/media, dan evaluasi. Adapun pelaksanaan sitem pembelajaran dipondok pesantren Al-mukhtariah cukup baik dan program sesuai dengan peraturan para Asatidz dan para santri yang ada di pondok pesantren Al-mukhtariah, terutama pada program pendidikan Diniah dengan berbagai metode yang setandar dalam pengkajian kitab-kitab yang secara umum digunakan oleh para asatidz atau tuan guru kepada para santrinya seperti metode wetonan, metode sorongan dantidak terlepas juga dari metode ceramah, tanya jawab, dan metode ekperimen.
RUWAIDA, PENGEMBANGAN E-LEARNING MATA PELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS APLIKASI MOODLE UNTUK SISWA KELAS X MA U’ALL.docx Ruwaida Ruwaida
Tarbawi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v3i2.154

Abstract

Pokok masalah yang menjadi fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:(1) Pemanfaatan infrastruktur sekolah belum maksimal seperti lab komputer dan akses internet (2) Hasil belajar siswa masih rendah dan sebagian besar siswa merasa bosan belajar bahasa Arab.(3) Pembelajaran masih menggunakan metode ekspositori.(4) Terbatasnya kemampuan guru untuk membuat media yang interaktif.(5) belum adanya pembelajaran bahasa Arab berbasis media online. Melihat kenyataan tersebut guru di tuntut untuk melakukan inovasi dalam mengembangkan media,. Salah satu media yang dapat melibatkan siswa aktif dengan memanfaatkan jaringan internet yaitu e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk e-learning mata pelajaran bahasa Arab bagi siswa kelas X MA Mu’allimat Nahdlatul Wathan Pancor, mengetahui produk e-learning mata pelajaran bahasa Arab layak bagi siswa dan mengetahui hasil prestasi belajar siswa terhadap bahasa Arab. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang secara umum memiliki tiga fase meliputi perencanaan, desain dan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) e-learning mata pelajaran bahasa Arab yang dihasilkan adalah sebuah sistem manajemen pembelajaran (LMS) online yang dibuat dengan software aplikasi moodle dengan situs www.arabicstudyclub.com. (2) Secara umum kualitas media yang divalidasi oleh ahli media termasuk kategori sangat baik dengan rerata 4,75 . Kualitas materi yang divalidasi oleh ahli materi termasuk kategori sangat baik dengan rerata 4,73. Respon siswa terhadap uji beta termasuk kriteria baik dengan rerata 3,99. Respon siswa terhadap uji coba e-learning termasuk kategori sangat baik dengan rerata 4.41 dan respon guru bahasa Arab termasuk kategori baik dengan rerata 4,03 Hasil tersebut menunjukkan bahwa produk pengembangan e-learning pembelajaran bahasa Arab sudah layak digunakan sebagai sumber belajar dan sebagai inovasi guru dalam proses pembelajaran bahasa Arab. (3) Implimentasi e-learning mata pelajaran bahasa Arab berbasis aplikasi moodle dapat meningkatkan hasil belajar siswa terbukti dari hasil pretest siswa dengan rerata 60,78 setelah mendapatkan materi e-learning hasil posttest meningkat dengan rerata 79,36.
Strategi Tahfidz Al-Qur’an Mu’allimin Dan Mu’allimat Nahdlatul Wathan Syahratul Mubarokah
Tarbawi Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v4i1.161

Abstract

Dalam proses menghafal Al-Qur’an, strategi merupakan salah satu aspek yang dinamis yang sangat penting. Dengan adanya strategi proses menghafal akan lebih maksimal. Banyak siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuannya yang kurang, akan tetapi dikarenakan tidak adanya strategi dalam proses belajar. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa siswa yang besprestasi rendah belum tentu disebabkan oleh kemampuannya yang rendah. Akan tetapi bisa saja disebabkan strategi yang digunakan tidak sesuai dengan kemampuan siswa atau strategi yang diterapkan guru salah. Oleh karena itu, guru tahfidz Al-Qur’an harus mempunyai strategi dalam menghafal Al-Qur’an bagi siswa. Supaya siswa yang malas, jenuh dalam menghafal Al-Qur’an tidak berhenti ditengah jalan.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dalam perjalanan mengumpulkan data, menggunakan metode observasi, dokumentasi dan interview. Sedangkan analisisnya menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Materi pembelajaran tahfidz al-Qur’an adalah: a) di Madrasah Aliyah Mu’allimin materi tahfidz Al-Qur’an meliputi tahsin, tajwid, fashahah. b) di Madrasah Aliyah Mu’allimat materi tahfidz al-Qur’an meliputi surah Ali-Imran untuk kelas X dan surah al-A’raf untuk kelas XI. 2) Metode tahfidz Al-Qur’an adalah: a) di Madrasah Aliyah Mu’allimin menggunakan metode Bin-Nazhar, Bil-Ghaib, Talaqqi, Takrir dan Tartil. b) di Madrasah Aliyah Mu’allimat menggunakan metode wahdah, sima’i, kitabah, dan gabungan. 3) Prosedur pembelajaran tahfidz Al-Qur’an adalah: a) di Madrasah Aliyah Mu’allimin meliputi tahap sebelum menghafal al-Qur’an, tahap menghafal Al-Qur’an, dan tahap sesudah menghafal Al-Qur’an. b) di Madrasah Aliyah Mu’allimat meliputi tahap permulaan, tahap pengajaran, dan tahap tindak lanjut. 4) Hasil pembelajaran tahfidz Al-Qur’an adalah: a) di Madrasah Aliyah Mu’allimin hasil pembelajaran tahfidz Al-Qur’an sudah cukup mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, sudah sering mengikuti kegiatan lomba, sering ikut berperan dalam kegiatan masyarakat ditempat tinggal siswa. b) di Madrasah Aliyah Mu’allimat pembelajaran tahfidz Al-Qur’an sudah cukup baik, ini bisa dilihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh siswa baik berupa lomba-lomba maupun dalam membaca dan mengahafal Al-Qur’an.
Language Choice In Multilingual Society A Sociolinguistic Study Of Tanjung Luar Community Herlina Kusuma Ningrat
Tarbawi Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v4i1.162

Abstract

This study deals with language choice in Tanjung Luar Community. It is aimed at identifying the domain of usage of the languages and factors affecting the language choice. Sampling technique used in this study is Proportional Cluster Sample wherein the population is divided into groups. The population of this study was the whole inhabitants of Tanjung Luar Community. The data on this study was collected by observing, giving questionnaire and slightly interviewing. Then, the data was analyzed by doing several steps namely identifying languages used in Tanjung Luar Community, classifying language choice based on the domains, describing factors for language choice, and explaining the comparison between the finding of this study and the previous theories. The result of this study shows various languages and the domains of usage wherein at home, as well at informal domain and at same-ethnic domain, the people dominantly use Bajo Language. However, at formal domain, the people tend to use Bahasa Indonesia dominantly. The study also found two majors factors affecting language choice namely internal factors including language attitude, message or purpose and acknowledgment; as well as external factors including interlocutor, topic, domain, and social status.
METODE DISKUSI QIRO’AH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB TERHADAP MINAT BELAJAR TGH Hudatullah MZ
Tarbawi Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v4i1.163

Abstract

Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajaran yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mapu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memadai, ditambah dengan kreatifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah target belajar.Pembelajaran subtansinya adalah kegiatan mengajar yang dilakukan secara maksimal oleh seorang guru agar anak didik yang ia ajari materi tertentu melakukan kegiatan belajar dengan baik. Dengan kata lain pembelajaran adalah upaya yang dilakukan oleh guru dalam menciptakan kegiatan belajar materi tertentu yang kondusif untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, pembelajaran bahasa asing adalah kegiatan mengajar yang dilakukan secara maksimal oleh seorang guru anak didik yang ia ajari bahasa asing tertentu melakukan kegiatan belajar dengan baik, sehingga kondusif untuk mencapai tujuan belajar bahasa asing. Pada umumnya para lulusan madrasah non pondok pesantren hanya memiliki kemampuan mendengarkan dan kemampuan membaca atau hanya memiliki salah satu keempat keterampilan yang ada, namun tidak sedikit juga lulusan madrasah yang bernaung di bawah pondok pesantren yang mampu menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi sehari-hari secara aktif, hal ini menunjukan bahwa mereka menguasai keterampilan berbahasa. Selain itu, guru sebagai pusat pembelajaran (Teacher Centred) bukan siswa sebagai pusat pembelajaran (Student Centred). Sehingga dalam peroses belajar mengajar guru hanya mengacu kepada teori. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, banyak siswa menyajikan hafalan terhadap materi tapi tidak memahami substansi isinya serta kurang mampu menghubungkan antara apa yang dipelajari dengan bagaimana pengaflikasian pengetahuan itu sendiri. Semua itu disebabkan karena kurangnya minat serta penguasaan konsep berpikir proses belajar mengajar pada umumnya dan khususnya dalam berdiskusi sebagai salah satu dari metode pembelajaran yang popular
STRATEGI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: (Pembelajaran Melalui Tindakan) Ahmad Hulaimi
Tarbawi Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v4i1.167

Abstract

Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, penulis menemukan permasalahan-permasalahan yaitu, seperti peserta didik kurang aktif terutama dalam memberikan pertanyaan dan mengeluarkan pendapatnya, cepat bosan dalam belajar, menjadi tidak semangat dalam belajar dan sering rebut sendiri dibangkunya. Menurut penulis hal ini terjadi karena guru tidak begitu memperhatikan metode yang digunakan dan hanya hanya menggunakan metode konvensional seperti ceramah dan tanya jawab, hal ini menyebabkan peserta didik menjadi kurang aktif, peserta didik cepat bosan, kurang semangat saat pembelajaran berlangsung. Tindakan kelas dilakukan untuk mengetahui penerapan strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar Pendidikan Agama Islam. Melalui pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) penulis mencoba bagaimana hasil-hasil belajar siswa sebelum diterapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), namun dari pengalaman tersebut ketika guru hanya focus dalam penggunaan metode ceramah, Tanya jawab saja hasil belajar siswa stagnan bahkan cenderung turun, hal ini disebabkan minat siswa dalam belajar rendah yang tentu secara otomatis keaktifan belajarnya juga rendah. Ketika hal ini terjadi tentu harus dicari solusinya yang tidak hanya melihat efeknya tapi kenapa itu bisa terjadi. Dalam kontek itulah penulis melihat harus ada sebuah tindakan dalam memperbaiki proses pembelajaran. Dal hal ini Contextual Teaching and Learning (CTL) penulis coba terapkan dalam tindakan pembelajaran di kelas. Tindakan pembelajaran kelas ini merupakan sebuah langkah-langkah perbaikan dalam melihat hasil belajar siswa, jika hasil belajar siswa ternyata di bawah standar kreteria ketuntasan minimal (KKM) maka harus diperbaiki cara mengajarnya apakah itu menyangkut model, metode, pendekatan dalam pembelajaran. Dalam kontek inilah tulisan ini hadir untuk mencoba bagaimana tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK: (Aplikasi Media Pembelajaran Video Player Dalam Model Pembelajaran Example Non Example Mata Pelajaran Akidah Akhlak) Masjuddin Masjuddin
Tarbawi Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v4i1.168

Abstract

Dalam proses pembelajaran tentu di harapkan agar peserta didik bisa mencapai tujuan pembelajaran, menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjadi manusia yang memiliki disiplin hidup, dan menjadi manusia yang memiliki kuwalitas serta mampu mengembangkan dirinya dan orang lain agar menjadi lebih baik. Namun memang dalam setiap proses apapun itu selalu ada kendala yang menjadi sebab sehingga apa yang di cita-citakan tidak bisa secara langsung tercapai, lebih-lebih dalam proses pembelajaraan. Dalam pembelajaran masalah yang sering muncul adalah tidak konsentrasinya peserta didik, bermain pada saat proses pembelajaran, makan, ngantuk dan banyak lagi masalah-masalah lainnya. Apa yang menjadi masalah pada satu lembaga biasanya secara umum sering di hadapi juga oleh lembaga-lembaga lain, seperti yang di alami pada MTs NW Sakra, sehingga solusi yang di hadirkan dalam proses pembelajaran adalah dengan mengaplikasikan media pembelajaran (video player) dalam model pembelajaran example non example agar peserta didik bisa termotivasi dalam belajar dan hasilnya berdasarkan hasil observasi pada siklus I, aktivitas siswa mendapat nilai rata-rata 0,33 yang termasuk dalam kategori kurang aktif, aktivitas guru mendapat nilai rata-rata 0,66 yang termasuk kategori kurang aktif, sedangkan jumlah siswa yang tuntas pada evaluasi hasil belajar pada siklus I yaitu sebanyak 10 orang dari 26 siswa dengan nilai rata-rata 63,07 dan dinyatakan dalam persentase ketuntasan klasikal 38%. Selanjutnya dalam hasil observasi pada siklus II, diketahui bahwa siswa yang tuntas dalam evaluasi berjumlah 25 orang dari 26 siswa dan diperoleh hasil dengan nilai rata-rat 90,76 dengan persentase ketuntasan klasikal 96%. Kemudian, aktivitas siswa mendapat nilai rata-rata 2,33 yang dikategorikan dalam kategori aktif, selanjutnya aktivitas guru mendapat nilai rata-rata 0,4 yang dikategorikan sangat aktif. Yang artinya tentu saja proses pembelajaran di anggap tuntas.
Komparasi Pemikiran Pendidikan Al-Ghazali Dan John Locke Perspektif Pendidikan Islam Dan Barat Elfa Yuliana; M. Reza Wahyu Al-Hadi Abror
Tarbawi Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v4i1.207

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui bagaimana corak pemikiran pendidikan Al-Ghazali; kedua, untuk mengetahui bagaimana corak pemikiran pendidikan John Locke; dan ketiga, untuk mengetahui komparasi pemikiran pendidikan Al-Ghazali dan John Locke. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode penelitian kajian kepustakaan (library research) dengan menggunakan bahan-bahan tertulis yang telah dipublikasikan dalam bentuk buku-buku dan jurnal. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis, hermeneutik, dan ilmu pendidikan. Hal ini dilakukan karena penelitian ini menkaji tentang pemikiran pendidikan dalam perspektif Islam dan Barat, yang secara filosofis berbeda paradigma, baik dalam tataran teoritis maupun praktis. Oleh karena itu, penulis menganalisis pemikiran pendidikan Al-Ghazali dan John Locke perspektif pendidikan Islam dan Barat, kemudian dilanjutkan dengan studi komparatif pemikiran pendidikan antara kedua tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjelasan tentang pemikiran pendidikan Islam dan Barat memperlihatkan adanya perbedaan pola pikir yang digunakan para ilmuwan sehingga menghasilkan corak pemikiran yang berbeda. Hal tersebut juga tidak lepas dari latar belakang dari kedua tokoh yang berbeda. Jika sumber dan metodologi ilmu Barat bergantung sepenuhnya kepada kaidah empiris, rasional dan cenderung materialistik serta cendrung mengabaikan cara memperoleh ilmu pengetahuan melalui wahyu atau kitab suci. Maka, lain halnya dengan konsep keilmuan dalam Islam yang secara epistemologi bersumber dari kitab suci Al-Qur’an dan Hadits.

Page 4 of 15 | Total Record : 146


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2025): Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial Vol 9 No 1 (2024): Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Peneltian Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-is Vol 9 No 2 (2024): Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Peneltian Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 7 No 1 (2022): PENELITIAN PENDIDIKAN ISLAM DAN ISU-ISU SOSIAL Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial More Issue