cover
Contact Name
Rizky Setiadi
Contact Email
r12ky_ui@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.husada2016@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan
ISSN : 19788355     EISSN : 24610402     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Husada Mahakam is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is the research articles in the field of health professions.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue " Vol 1 No I (2017): Proceeding Book " : 22 Documents clear
Analisis Preferensi, Perilaku Mahasiswa Dan Keamanan Pangan Terhadap Produk Bakso Di Sekitar Poltekkes Balikpapan Nailufar, Farida; wiryanto, wiryanto
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.56 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Balikpapan. Penelitianini menggunakan metode survei konsumen. Data yang telah diisi akan dihitung frekuensinya menggunakanprogram SPSS. Kemudian penelitian dilanjutkan dengan menguji kandungan escheria coli untuk 3 sampel baksoyang dijual disekitar Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Balikpapan. Hasil penelitian menunjukkanpreferensi mahasiswa terhadap bakso adalah mereka peduli akan kualitasnya 78 persen, suka rasa kenyal 65persen, suka tekstur yang agak kasar 53 persen, elastisitas 65 persen, ukurannya yang medium 82 persen danberaroma daging 49 persen. Untuk perilaku mahasiswa cenderung mengambil keputusannya kadang-kadang dariteman 53 persen. Mereka kurang loyal terhadap merk bakso 54 persen, alasan utamanya karena rasanya 47persen, sumber informasi dari iklan, dan teman 57 persen. Bakso yang dirasa mahasiswa enak 68 persen danharga murah 57 persen, selain itu seringnya mahasiswa mengkonsumsi bakso adalah sekali dalam seminggu 87persen, lokasi pembelian bakso yang paling disukai mahasiswa adalah warung 75 persen. Keamanan panganbakso di sekitar Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur dinyatakan bebas dari escheria coli.
Hubungan Perilaku Berciuman Dan Penyalahgunaan Napza Dengan Seksual Pranikah Remaja Di Kota Samarinda (Analisis Lanjut Data Survey Terpadu Biologis Dan Perilaku) Setiadi, Rizky; Rahman, Gajali
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.56 KB)

Abstract

Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Masa inimerupakan masa transisi dimana individu mengalami peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa yangditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial yang berlangsung pada dekadekedua masa kehidupannya. Perubahan yang sangat cepat cenderung dapat menyebabkan masalah-masalahterkait kepribadian, seksual dan sosial remaja yang dapat berdampak pada kesehatan. Masalah kesehatan utamapada remaja dewasa ini antara lain terkait dengan penyalahgunaan napza dan peningkatan perilaku seksualberesiko. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara perilaku berciuman dan penyalahgunaan NAPZAdengan hubungan seksual pranikah. Metode penelitian adalah analisis observasional dengan pendekatan potonglintang. Data yang digunakan merupakan data Survei Terpadu Biologis dan Perilaku tahun 2013 dengan jumlahresponden sebanyak 569 remaja di kota Samarinda. Secara statistik terdapat hubungan antara perilakuberciuman (p: 0,0001, OR: 39,24) dan penyalahgunaan NAPZA (p: 0,059; OR: 8,6). Diharapkan upaya darisemua pihak yang terkait untuk mengatasi perilaku hubungan seksual pranikah di kalangan remaja.
Perbandingan Efektivitas Pemberian Profilaksis Ceftriaxone Pada Operasi Transurethral Resection Prostate (TURP) Selama 1 Hari Dengan 3 Hari Nugroho, Harry; Johan, Herni; Yusuf, Nuuva
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.56 KB)

Abstract

Benign Prostate Hyperplasia (BPH) adalah kelenjar prostat yang mengalami pembesaran. TURPmerupakan gold standard untuk penanganan BPH. Antibiotik profilaksis sangat dianjurkan dalam pelaksanaanoperasi urologi. Ceftriaxone merupakan antibiotik golongan sefalosporin generasi III yang saat ini banyak studiterapi membandingkan kemanjurannya dengan antibiotik lain dalam pemberian regimen terapi standar padainfeksi saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian profilaksisceftriaxone selama 1 hari dengan 3 hari pada pasien BPH yang menjalani TURP. Metode penelitian analitikobservasional dengan pendekatan kohort prospektif. Sampel penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosa BPHyang diberikan profilaksis ceftriaxone selama 1 hari dengan 3 hari pada operasi TURP di ruang operasi RSUDAbdul Wahab Sjahranie Samarinda dengan jumlah 36 pasien (18 pasien pada profilaksis ceftriaxone selama 1hari dan 18 pasien pada profilaksis ceftriaxone selama 3 hari). Analisis menggunakan Independent T-Test danWilcoxon. Terdapat perbandingan leukosit darah pada profilaksis ceftriaxone selama 1 hari rata-rata 8.505,6 2.947,9 sedangkan 3 hari rata-rata 11.870,5  4.693 dengan p 0,01543, suhu tubuh 1 hari 36,5  0,4 sedangkan3 hari 36,7  0,5 dengan p 0,3517, frekuensi pernapasan 1 hari 19,4  1,3 sedangkan 3 hari 20,4  2,7 dengan p0,4271 dan denyut nadi 1hari 80,4  8,5 sedangkan 3 hari 80,4  16,8 dengan p 0,3322. Tidak adaperbedaan yang bermakna pada suhu tubuh, frekuensi pernapasan dan denyut nadi pada pemberian profilaksisceftriaxone pada pasien TURP BPH yang diberikan selama 1 hari dengan 3 hari. Sedangkan pada jumlahleukosit darah ditemukan adanya perbedaan yang bermakna, dimana jumlahnya lebih tinggi pada 3 haridibandingkan dengan 1 hari
Efektivitas Senam Diabetes Melitus Untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Pasien Diabetes Melitus Setyawan, Annaas Budi; Burhanto, Burhanto
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.56 KB)

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang disebabkan resistensi insulin dalam tubuh atau defisiensi insulinyang menyebabkan hiperglikemia. Memeriksakan kadar kolesterol sangat penting untuk mendeteksi danmencegah komplikasi. Senam diabetes mellitus untuk pasien diabetes mellitus tipe 2 digunakan untukmengontrol kadar kolesterol total yang beresiko terjadinya penyakit jantung. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui efektivitas senam diabetes mellitus untuk menurunkan kadar kolesterol pasien diabetes tipe 2di wilayah kerja Puskesmas Juanda Samarinda. Design penelitian ini menggunakan pretest-posttest controlgroup design.Sampel yang digunakan yaitu 20 orang yang dibagi dalam 2 kelompok dengan menggunakanteknik purposive sampling. Senam diabetes mellitus dilakukan selama 3 kali seminggu selama satu bulan.Analisa data menggunakan paired t test dan mann whitney test dengan signifikansi p:<0,05. Analisismenggunakan paired t-test menunjukkan adanya perbedaan rata-rata kadar kolesterol sebelum dan sesudah padakelompok intervensi dengan p value : 0,001. Hasil analisis mann whitney test menunjukkan perbedaan yangsignifikan antar kelompok intervensi dan kelompok kontrl dengan p value:0,003 (<0,05). Pemberian intervensisenam diabetes mellitus efektif untuk menurunkan kolesterol total pada pasien diabetes mellitus tipe 2
Analisis Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Juanda Samarinda Ratanto, Ratanto; Wiyadi, Wiyadi; Badar, Badar
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.56 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak menular dimana saat ini Indonesia mulai terjadi pergeserandari penyakit menular ke penyakit yang tidak menular (PTM) dimana angka prevalensi semkian meningkat setiaptahunya. Prevalensi hipertensi di Kaltim pada tahun 2008 sebesar 26,9%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisfactor risiko yang berhubungan dengan kejadian penyakit hipertensi di Puskesmas Juanda Samarinda. Desainpenelitian deskripsi dengan pendekatan cross sectional. Adapun pengambilan sampel dengan purposive samplingdengan jumlah sampel 93. Responden yang berobat ke Puskesmas Juanda dan sesuai dengan kriteria inklusidiberikan kuesioner dan dilakukan pemeriksaan kolesterol. Analisis univariat dengan prosentasi dan analisa bivariatdengan chi-square serta multivariat dengan analisis regresi logistic. untuk menentukan faktor dominan dari faktorrisiko yang ada. Pada penelitian didapatkan hubungan antara factor usia dengan kejadian hipertensi p= 0,756, faktorjenis kelamin dengan kejadian Hipertensi p= 0,482, faktor obesitas dengan kejadian hipertensi p= 0,029, faktorherediter dengan kejadian hipertensi p= 0,206, kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi p= 1,00, kebiasaanaktifitas dengan kejadian hipertensi p= 0,120, kadar kolesterol dengan kejadian hipertensi p= 0,179, kebiasaanminum alkohol dengan kejadian hipertensi p= 0,133, dan kebiasaan makan makanan asin dengan kejadian ipertensip =0,036 . Tidak ada hubungan yang signifikan (p>0,05) antara faktor usia, herediter, kebiasaan aktifitas, kadarkolesterol, jenis kelamin, kebiasaan merokok dan kebiasaan minum alkohol dan ada hubungan yang signifian(p<0,05) antara faktor obesitas dan kebiasan makan manakan asin, dan faktor dominan yang berhubungan dengankejadian hipertensi pada penelitian ini adalah kebiasaan makan makanan asin.
Analisis Pola Asuh Orang Tua Penderita Infeksi Cacingan Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 004 Semangko Kecamatan Marang Kayu Kutai Kartanegara Rosdiana, Rosdiana
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.56 KB)

Abstract

SDN 004 Semangko Village, Marang Kayu District Kutai Kartanegara Regency is one of public elementary schoolsin Marangkayu sub-district. Based on the report of STP Puskesmas Marang Kayu Subdistrict, there were 26 cases ofworm infestation in 2014 (Pinworm), then in 2015 there were 36 cases (Pinworm, Pinworm, Ascaris Lumbricoides),while in 2016 were 33 cases (Pinworm , Tapeworm). Qualitative research methodology with case study approach.The purpose of research parenting parents that affect kecacinga. The results of research, parenting patterns ofchildren who are less worm less precise, either the affirmation of the rules, parental control of child hygiene orbalanced nutrition
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Plasenta Previa Pada Ibu Bersalin di RSUD A W Sjahranie Samarinda Albertina, Meity; Sipasulta, Grace Carol
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.56 KB)

Abstract

Perdarahan salah satu komplikasi ibu hamil dan bersalin hingga terjadi kematian ibu antepartum maupunpostpartum. Plasenta previa penyebab perdarahan, plasenta letaknya abnormal mulai segmen bawah uterussampai menutupi seluruh permukaan jalan lahir disebabkan faktor usia ibu, paritas ibu serta endometrium cacat.Tujuan penelitian mengetahui hubungan faktor faktor penyebab dengan terjadi plasenta previa di RSUD AWSyahrani. Metode penelitian deskriptif analitik dengan rancangan case control data retrospektif. Datadikumpulkan melalui Rekam Medis RSUD. AW Syahrani 90 status. 45 status ibu bersalin mengalami plasentaprevia Januari sampai Desember 45 kasus secara purposive sampling. Sedangkan kelompok kontrol diambilsecara simple random sampling ibu bersalin normal 45 kasus. Analisis Univariat distribusi frekuensi, analisaBivariat uji Chi Square α 5%, Multivariat Uji Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan usia ibutidak ada hubungan, usia tidak beresiko 1,6 kali peluang terjadi plasenta previa, paritas ibu ada hubungan terjadiplasenta previa, dan endometrium cacat ada hubungan terjadinya plasenta previa serta 3,6 kali peluangmengalami plasenta previa. Paritas grande multipara merupakan variabel dominan terjadinya plasenta previa ibubersalin di RSUD AW Syahrani. Dapat disimpulkan bahwa usia ibu hamil dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahuntidak selalu penyebab terjadinya plasenta previa, paritas lbu dominan terjadinya plasenta previa ibu hamil danbersalin, endometrium cacat beresiko alami placenta previa. Diharapkan dapat meningkatkan penyuluhankesehatan mengenai faktor resiko terjadi plasenta previa dan cara klien mengenalinya, agar meningkatkanpengetahuan ibu dan keluarga di Poli KIA maupun ruang rawat serta menambah data based bagi pelayanankeperawatan maternitas di masyarakat Kaltim
Status Gizi Berhubungan Dengan Status Perkembangan Pada Anak Usia Toddler Sampai Dengan Pra Sekolah Sipasulta, Grace Carol; Andraini, Rus
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.56 KB)

Abstract

Anak usia todler s.d pra sekolah merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehinggakerap diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Periode emas dapat diwujudkan apabila padamasa ini anak memperoleh asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal. Sebaliknya apabila anaktidak memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan gizinya, maka periode emas akan berubah menjadiperiode kritis yang akan mengganggu tumbuh kembang bayi dan anak, baik masa ini atau masa selanjutnya.Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan status gizi dengan status perkembangan anak usia todlers.d pra sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode yang bersifat deskriptif analitikdengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Muara RapakBalikpapan mulai bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2017. Jumlah sampel dalam penelitian inisebanyak 82 orang. Analisa univariat dilakukan dengan distribusi frekuensi, Analisa bivariat dilakukan denganmenggunakan uji Chi Square (x2). Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antarafaktor status gizi dengan status perkembangan anak usia todler s.d pra sekolah (Pvalue = 0,000 < nilai α = 0,05).Disarankan perlu adanya peningkatan promosi kesehatan oleh petugas kesehatan kepada orang tua dandilakukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi statustumbuh kembang dan status gizi pada anak usia todler s.d pra sekolah
Hubungan Perawatan Diri Dengan Resiko Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tini, Tini; Noorma, Nilam; Setiadi, Rizky
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.56 KB)

Abstract

Adanya perilaku kepatidakpatuhan pasien diabetes melitus dalam melakukan perawatan diri dapat memperburukstatus kesehatannya dan memicu terjadinya komplikasi, salah satunya kaki diabetik. Pasien DM tipe 2 memilikiresiko 15% terjadinya ulkus kaki diabetik pada masa hidupnya dan 70% beresiko mengalami kekambuhankembali dalam 5 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perawatan diri denganresiko kaki diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2.Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 68 orang yangdiambil secara purposive sampling. Perawatan diri diukur dengan mengguakan kuesioner Summary of DiabetesMelitus Self Care Activies (SDSCA) sedangkan resiko kaki diabetik diambil melalui pemeriksaan skriningresiko kaki diabetik dengan Screening Tools Inlow’s 60 second diabetic foot dari Canadian Association ofWound Care.Hasil analisis dengan pearson menunjukkan ada hubungan antara perawatan diri dengan resiko kaki diabetik (pvalue 0,032) dengan nilai korelasi -0,26. Oleh karena itu diharapkan perawat sebagai edukator dan motivatordapat meningkatkan dan memberdayakan pasien dan keluarga dalam meningkatkan kegiatan perawatan diriguna mencegah terjadinya resiko kaki diabetik.
Analisis Perilaku Penerapan Komunikasi Teraupetik Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Samarinda Amiruddin, Amiruddin; Badar, Badar
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.56 KB)

Abstract

Pengamatan di ruang perawatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Samarinda menunjukkan adanya masalahketidakpuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit, dalam hal inikomunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaranhubungan Pengetahuan Sikap dan Pelatihan Perawat dengan perilaku penerapan Komunikasi Terapeutik di RSJDAtma Husada Samarinda serta mengetahui faktor yang paling dominan berkontribusi terhadap perilaku penerapankomunikasi terapeutik. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian survey deskriptif kuantitatif.Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan instrument kuisioner dalam bentuk kuisioner tertutup.Proses seleksi sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling, yaitu suatu carapengambilan sampel dengan mengambil seluruh sampel yang tersedia, yaitu sebanyak 99 responden. Data yangdiperoleh melalui penyebaran kuesioner akan diolah dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pertama, ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat denganpenerapan komunikasi terapeutik berdasarkan hasil uji statistic didapatkan p value = 0,000 dengan menggunakanalpha 0,05 dengan nilai Prevalence Odds Ratio (POR) 95% CI=8,8 artinya perawat yang mempunyai pengetahuanyang tinggi berpeluang menerapkan komunikasi terapeutik sebanyak 8,8 kali dibandingkan dengan perawat yangmempunyai pengetahuan yang rendah. Kedua, ada hubungan antara sikap perawat dengan perilaku penerapankomunikasi terapeutik karena diperoleh p value = 0,022, dengan menggunakan alpha 0,05. Ketiga, ada hubunganyang signifikan antara keikutsertaan pelatihan perawat dengan penerapan komunikasi terapeutik dimana hasil ujistatistic didapatkan p value = 0,005 dengan menggunakan alpha 0,05. Hasil analisa regresi logistik bergandadiperoleh bahwa variabel pengetahuan adalah variabel yang paling berhubungan dengan perilaku penerapankomunikasi terapeutik karena memiliki nilai Exp(B) paling besar yaitu 8,604

Page 1 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2017 2017