Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Articles
3,397 Documents
Student Learning Readiness In The Teaching And Learning Process In Elementary Schools
Eny Rufaida
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (551.686 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68460
Pada kegiatan belajar mengajar kesiapan siswa adalah hal yang utama yang harus diperhatikan. Dari Kondisi fisik yaitu sehat, tidak mengantuk, tidak lesu, dan panca indra sehat . Kondisi mental yaitu tidak tertekannya siswa pada saat pembelajaran dan Apersepsi yang diberikan oleh guru terhadap siswa untuk mengkondisikan siswa di awal pembelajaran sehingga dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran yang akan diajarkan.
Improvement of Learning Outcomes Compare Two Number Through the Demonstration Method
Diana Khalidhah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.813 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66297
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatan presasi belajar membandingkan bilangan dua angka melalui metode demonstrasi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I. Objek penelitian ini adalah keseluruhan proses dan penerapan metode demonstrasi yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan membandingkan bilangan dua angka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes formatif dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan prestasi di tiap siklus. Pada siklus I dari 30 siswa yag memenuhi KKM sebesar 70 hanya 34% siswa. Pada siklus II. Sebanyak 100% siswa mecapai ketuntasan. Hasil ini menunjukkan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan dalam menyelesiakan operasi hitung penjumlahan bilangan cacah.
Improving Hit Shuttlecok Skill by Implementing Modification of Aided Learning in SDN 1 Purwasana
Sumadyo Utomo
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (655.227 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.65989
Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh pembelajaran memukul shuttlecock dengan menggunakan balon mampu meningkatkan hasil belajar permainan bulutangkis yang menggunakan balon dan bola plastik berekor pada siswa kelas V (lima) di SDN 1 Purwasana Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN 1 Purwasana Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara berjumlah 18 siswa, terdiri dari 12 orang laki-laki, 6 orang perempuan. Berdasarkan hasil penelitian siswa tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran tersebut sehingga mereka menjadi suka dan termotivasi untuk belajar. Ini ditunjukkan bahwa siswa senang bermain bulutangkis yang telah di modifikasi dengan balon dan bola plastik berekor . Berdasarkan hasil analisa data siklus PTK dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan memukul pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari siklus pertama dari rerata 23 (38,3%) menjadi 49 (81,6%).
Improving Learning Outcomes of Mathematics Operations Counting Integers with the STAD Cooperative Learning Model Class V SD Negeri Bintoro 07 Demak Regency
Slamet Widodo
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (447.174 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66167
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar melalui penerapan Model Cooperative Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada Kompetensi Dasar Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat Kelas V SD Negeri Bintoro 07. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD sebanyak 21 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan data data kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa melalui penerapan Model Cooperative Tipe STAD. Aktivitas belajar secara umum mengalami peningkatan pada siklus I dan siklus II. Sebelum menggunakan Model Cooperative Tipe STAD hasil ketuntasan belajar siswa hanya 52% (11 siswa), setelah menggunakan Model Cooperatif Tipe STAD hasil ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 62% (15 siswa) dan menjadi 90% (19 siswa) pada siklus II. Perbaikan pembelajaran siklus I dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 6 Oktober 2021, dan siklus II pada hari Selasa, tanggal 12 Oktober 2021. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa pengunaan Model Cooperative Learning Tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa.
Increasing Student Learning Motivation through the Use of Ice breaking in Face-to-Face Learning
Silfia Ratna Oktaviana
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (59.904 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68712
Kegiatan mengajar tidak hanya sebatas guru memberikan materi namun harus memperhatikan peserta didik apakah siswa fokus atau tidak selama proses pembelajaran. Adanya faktor dari dalam maupun dari luar sangat penting agar proses pembelajaran tercipta dengan baik dan menyenangkan. Motivasi belajar yang rendah membuat pembelajaran menjadi tidak maksimal. Peserta didik tidak fokus dan tidak bersemangat karena guru sering menggunakan metode ceramah di dalam proses pembelajaran. Agar siswa dapat kembali fokus, maka diperlukan adanya ice breaking untuk mengembalikan suasana belajar yang menyenangkan. ice breaking berfungsi untuk sebuah proses belajar, sebagai energizer sebelum pemberian materi utama, memecah kebekuan, dan disaat mengalami kejenuhan sehingga memberikan kesan yang menyenangkan ketika belajar. Contoh Ice breaking antara lain pemberian tepuk, quiz, permainan, dan lainnya yang menciptakan pembelajaran lebih menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Meningkatkan motivasi belajar pada proses pembelajaran tatap muka, (2) Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penggunaan ice breaking dalam pembelajaran.
Effect of The Problem Based Learning Model on Students Critical Thinking Skills in Science Lessons
Duta Crishinta Puring
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (533.449 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68476
Thinking and Problem Solving, Creative Thinking and Innovation, Collaboration, Communicatin). Salah satu aspek keterampilan berpikir yang perlu mendapat penekanan pada pembelajaran IPA dalam menghadapi perubahan teknologi dan masyarakat saat ini adalah keterampilan berpikir kritis ( Crittical Thinking) dan penyelesaian masalah (Problem Solving). Guru harus mampu mengembangkan proses pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menghadapi tuntutan abad ke 21. Model problem based learning merupakan model pembelajaran yang memotivasi, menantang, serta menyenangkan yang dihasilkan dari proses bekerja menuju kepada pemahaman penyelesaian masalah.Sehingga, guru perlu meningkatkan kreativitas dan inovasi agar siswa tetap fokus memahami materi yang disampaikan. Keadaan ini dapat dijadikan motivasi oleh guru untuk mengemas sajian materi semenarik mungkin dan inovatif, serta kreatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh problem based learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA SD.
Use of Audio Visual Media to Improve Writing Skills by Using Capital Letters in Class II Students of SD N 1 Kaligading Kendal Regency for the 2020/2021 Academic Year
Muzaro’ah Muzaro’ah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (632.06 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66344
Permasalahan utama pada penelitian ini adalah kemampuan menulis siswa dengan menggunakan aturan huruf kapital yang masih rendah. penyebabnya karena peserta didik kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran karena guru masih mendominasi, pada saat pembelajaran berlangsung peserta didik terlihat masih kurang bersemangat dan cenderung merasa bosan. Dari penyebab masalah tersebut, guru harus menggunakan media yang dapat membuat peserta didik lebih siap dan lebih aktif dalam pembelajaran proses pembelajaran, maka peneliti menggunakan media audio visual. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II SD N 1 Kaligading Kecamatan Boja Kabupaten Kendal dengan jumlah siswa 18 anak yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengikuti model spiral Kemmis dan McTaggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode latihan dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa menggunakan huruf kapital di kelas II SDN 1 Kaligading.
Increasing Teaching Ability Teachers With Demonstration Method In Class 3 Students of Elementary School
Siti Makiyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (598.986 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66020
Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam kegiatan pembelajaran,. Metode demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan alat peraga untuk memperjelas suatu proses pembelajaran atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalanya suatu proses pembelajaran. Tugas seorang guru yaitu mendidik, mengajar, membimbing, memberi tujuan, memberi arahan, memberi penilaian, dan mengadakan evaluasi. Pelaksanaan penelitian perbaikan dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus 1 pada tanggal 4 Mei 2021 dan silklus 2 dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2021 melihat presentasi hasil mengajar guru pada siklus pertama yang kurang maksimal setelah itu mengadakan pelaksanaan perbaikan pada siklus ke 2. Peneliti sudah merasa puas denga napa yang telah dicapainya dengan hasil yang cukup maksimum. Dari hasil observasi siklus 1 dan siklus 2 sudah dapat dilihat mengalami peningkatan dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media nyata dan diawali dengan kegiatan mengajar yang berfariasi dapat menumbuhkan semangat guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar.
Project Based Learning Learning Studies to Improve Students' Critical Thinking in Science Learning
Intan Tri Agung Wijaya
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (719.364 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68487
Perkembangan zaman di dunia yang telah memasuki abad 21 dimana pekembangan informasi bekembang sangat cepat dan pesat. Hal itu didukung oleh perkembangan teknologi komunikasi. Perkembangan Pendidikan memiliki tujuan untuk peserta didik sejak dini mendapatkan sebuah pengetahuan yang mampu mengubah dunia. Ada sebuah hal yang dapat dikembangkan guna meningkatkan hal tersebut yakni mendidik peserta untuk dapat berfikir kritis. Untuk mencapai tujuan tersebut para peserta didik perlu mendapatkan sebuah cara atau sebuah metode pembelajaran yang mampu membantu dirinya mencapai pikiran yang kritis. Pemaparan tersebut membuat penulis ingin mengembangkan riset yang sama berkaitan dengan model belajar Project Based Learning (PjBL) yang diterapkan di sekolah dasar. Setelah dilakukannya penelitian didapatkan bahwa Project Based Learning memiliki keunggulan untuk siswa belajar lebih aktif dan lebih tau kondisi nyata untuk menyelesaikan masalah. Model pembelajaran ini juga bisa dikatakan efektif karena mendorong siswa untuk terus begerak maju dan menyelesaikan sutu masalah yang diberikan oleh gurunya. Hasilnya dengan adanya model ini kemampuan berpikir kritis para siswa terus meningkat dan dapat terus dikembangkan
Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas melalui model Make A Match
Wahyudi Wahyudi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (739.072 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66356
Motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran tatap muka terbatas setelah pandemi covid-19 perlu ditingkatkan untuk menuju sekolah yang berkualitas. Pendidik berupaya untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan. pemusatan perhatian peserta didik supaya memiliki rasa gembira saat mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas akibat pandemi covid-19, peserta didik agar terlibat secara aktif dan interaktif dalam pembelajaran tatap muka terbatas. Model pembelajaran Make A Match dalam kegiatan belajar mengajar bertujuan untuk mengubah suasana kebekuan dalam belajar menjadi menyenangkan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik akibat dampak covid-19 dalam pembelajaran tatap muka terbatas (2) Untuk meningkatkan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match.