cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
Analis Prilaku Anak Dalam Memilih Makanan Jajanan Di SD Kecamatan Sukarame Palembang Mardiana Mardiana; Jont Marson; Terati Terati
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.708 KB)

Abstract

Makanan Jajanan (FAO) didefenisikan sebagai makanan dan minuman yang dipersiapkan dan dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan di tempat-tempat keramaian umum yang langsung dapat dimakan atau dikonsumsi tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Makanan jajanan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di perdesaan. Konsumsi akan makanan jajanan di masyarakat terus meningkat mengingat makin terbatasnya waktu anggota keluarga untuk mengolah makanan sendiri (Winarno, 2002 dalam saputra, 2012). Berdasarkan survei awal, terlihat banyak siswa yang membeli makanan jajanan ketika jam istirahat maupun pulang sekolah baik di kantin maupun di luar pagar sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui perilaku anak dalam memilih makanan jajanan di 3 SD Kec. Sukarame Palembang Tahun 2015, Jenis penelitian bersifat survey analitik dengan pendekatan crossectional, sampel adalah siswa dan siswi kelas V (lima) berjumlah 79 orang. Pengambilan sampel menggunakan tehnik Proportional Stratified Random Sampling dan Sistematik Random Sampling. Data dianalisis secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chy Square. Hasil penelitian menujukkan pengetahuan anak tentang pemilihan makanan jajanan sebagian besar baik yaitu 75,95%, Sikap anak sebagian besar mendukung yaitu 64,56% dan Perilaku anak sebagian besar baik 69,62%. Hasil analisis bivariat ada hubungan Pengetahuan dan Sikap mengenai pemilihan makanan jajanan dengan Perilaku anak memilih makanan (p value 0,001 dan 0,000). Disarankan agar pihak sekolah selalu memantau penjual makanan baik di dalam maupun di luar pagar sekolah untuk menyediakan makanan yang sehat dan bersih serta aman dikonsumsi anak sekolah.
Karakteristik Mikrobiologis Bakteri Listeria, sp Pada Buah Apel Yang Dijual Kota Palembang Karneli Karneli; Erwin Ediyansyah; Sri Hartini Harianja
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.834 KB)

Abstract

Penyakit bawaan makanan (food borne disease) disebabkan oleh agens penyakit yang masuk kedalam tubuh melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Infeksi penyakit melalui makanan ini berkaitan dengan adanya bakteri pada makanan siap saji (ready to eat) yang memiliki masa penyimpanan panjang pada suhu dingin dan hanya membutuhkan sedikit atau bahkan tidak membutuhkan pemanasan sebelum dikonsumsi, seperti pada buah – buahan.
Hubungan Pendidikan dan Sikap Ibu Hamil Dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada Ibu Hamil Di Puskesmas Boom Baru Palembang Joyce Angela Yunica
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.709 KB)

Abstract

Angka kejadian infeksi pada bayi baru lahir (tetanus neonatorum) mencapai 14% dari seluruh jumlah bayi lahir di dunia. Angka kematian di Indonesia akibat tetanus cukup tinggi yaitu hampir 30%. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan sikap ibu terhadap kelengkapan imunisasi TT. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret-April 2016 dengan sampel 359 ibu hamil. Pengambilan sample dengan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 133 responden, yang berpendidikan rendah, didapatkan 88 orang (66,2%) yang mendapatkan imunisasi TT lengkap dan 45 orang (33,8%) yang tidak lengkap. Dari uji statistik Chi-square ada hubungan yang bermakna value = 0,003. Dari 122 responden, yang memiliki sikap positif di dapatkan 84 orang (68,9%) yang mendapatkan imunisasi TT lengkap dan 38 orang (31,1%) yang tidak lengkap. Dari uji statistik Chi-square ada hubungan yang bermakna 0,003. Dari 122 responden, yang memiliki sikap positif di dapatkan 84 orang (68,9%) yang mendapatkan imunisasi TT lengkap dan 38 orang (31,1%) yang tidak lengkap. Dari uji statistik Chi-square ada hubungan yang bermakna p value = 0,0 (a < 0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu hamil tidak mendapatkan kelengkapan imunisasi TT, tidak memiliki sikap positif , dan sebagian besar ibu hamil berpendidikan rendah. Ada hubungan antara pendidikan dan sikap ibu hamil dengan kelengkapan imunisasi TT. Perlu diberikan motivasi untuk melakukan antenatal care serta promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan.
Formulasi dan Uji Kestabilan Fisik Granul Effervescent Infusa Kulit Putih Semangka (Citrullus Vulgaris S.) Dengan Kombinasi Sumber Asam Ratnaningsih Dewi Astuti; Wahyu Ardi Wijaya
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.828 KB)

Abstract

Sediaan effervescent merupakan metode pengobatan yang nyaman dan menyenangkan. Kulit Putih Semangka (Citrullus vulgaris S.) mengandung antioksidan dan asam amino sitrulin. Sitrulin terbukti mampu menurunkan glukosa. Pemanfaatan kulit putih semangka dianggap perlu guna menunjang pengobatan diabetes yang membosankan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kental putih semangka menjadi sediaan granul effervescent dengan kombinasi sumber asam yang stabil secara fisik. Kulit putih semangka diekstraksi dengan metode infusa dan dilanjutkan pengentalan dengan destilasi vakum. Penyari yang digunakan aquadest. Infusa kulit putih semangka dibuat dalam sediaan granul effervescent dengan konsentrasi 10% tiap formula dan diformulasikan dengan kombinasi sumber asam dari asam sitrat dan asam tartrat dengan konsentrasi 30%, 31% dan 32%. Setelah dilakukan pembuatan, dilanjutkan uji mutu fisik meliputi kecepatan alir, sudut diam, waktu larut, pH, ketinggian buih, uji tanggapan rasa, bau dan kejernihan. Dari hasil uji fisik didapat rata-rata ketiga formula memiliki kecepatan alir kisaran 7,27-9,21 detik yang memenuhi syarat, sudut diam 11,30°-15,94° menyatakan baik, waktu larut yang memenuhi syarat yakni 2 menit 16 detik-2 menit 25 detik, ketinggian buih yang meningkat kisaran 5-9,5 cm dan pH dari formula I sampai III mengalami penurunan 6,17-5,41. Dari segi tanggapan rasa, bau dan kejernihan formula yang disukai oleh panelis adalah formula II. Maka dari hasil ini menunjukkan Infusa kulit Putih Semangka (Citrullus vulgaris S.) dapat diformulasikan menjadi sediaan granul effervescent dengan kombinasi sumber asam yang memenuhi syarat.
Gambaran Ketengikan Minyak Goreng Bermerk dan Minyak Goreng Curah Setelah Melalui Proses Penggorengan Abdul Mutholib; Handayani Handayani; Okta Rini
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.042 KB)

Abstract

Minyak goreng adalah lemak yang digunakan untuk medium penggoreng. Ketengikan adalah proses kerusakan minyak goreng yang menyebabkan adanya cita rasa dan bau yang tidak enak. Dampak pemanasan dalam waktu lama seperti penggorengan untuk beberapa kali, maka akan merusak asam lemak essensial dan terbentuknya produk polimerasi yang beracun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketengikan minyak goreng bermerk dan minyak goreng curah setelah melalui proses penggorengan. Jenis penelitian ini adalah pra- eksperimental. Sampel diambil secara acak berdasarkan tingkatan harga. Penelitian ini menggunakan metode asidimetri dan metode titrasi iodometri sesuai dengan syarat SNI.01-3741-1995. Pada bilangan penyabunan 100% sampel tidak tengik selama 3 kali penggunaan, yang disimpan dalam wadah terbuka dan wadah tertutup. Pada bilangan peroksida, dari 1 kali penggunaan terdapat 25% sampel tengik. 2 kali penggunaan terdapat 75% sampel tengik, dari 3 kali penggunaan 100% sampel semuanya tengik, baik yang disimpan dalam wadah terbuka maupun tertutup. Berdasarkan penggunaan, dari 1 kali penggunaan terdapat 25% tengik, 2 kali penggunaan terdapat 75% tengik, dari 3 kali penggunaan 100% tengik. Berdasarkan harga, tingkatan mahal terdapat 50% tengik, tingkatan sedang ke-6 sampel semuanya tengik, tingkatan murah 50% tengik, untuk minyak curah 66,7% tengik. Kepada masyarakat untuk tidak menggunakan minyak goreng yang berulang-ulang kali dalam proses penggorengan karena dapat mengganggu kesehatan. Kepada BPPOM agar menetapkan dan mencantumkan peraturan tentang penggunaan minyak goreng pada kemasan minyak goreng.
Pengelolaan Rantai Dingin Vaksin Tingkat Puskesmas Di Kota Palembang Tahun 2011 Maksuk Maksuk
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.044 KB) | DOI: 10.36086/jpp.v1i10.201

Abstract

Latar Belakang: Salah satu kualitas pelayanan dalam program imunisasi adalah potensi vaksin yang cukup, yaitu melalui pengelolaan rantai dingin vaksin dari pabrik sampai kelapangan tetap dijaga dengan baik sesuai dengan ketentuan.Vaksin adalah suatu produk biologis yang terbuat dari kuman, komponen kuman, atau racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan yang berguna untuk merangsang timbulnya kekebalan tubuh seseorang. Bila vaksin diberikan kepada seseorang, akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Sebagai produk biologis, vaksin memiliki karakteristik tertentu dan memerlukan penanganan yang khusus sejak diproduksi di pabrik hingga dipakai di unit pelayanan. Suhu yang baik untuk semua jenis vaksin adalah + 2 ºC s/d + 8 ºC. Penyimpangan dari ketentuan yang ada dapat mengakibatkan kerusakan vaksin sehingga menurunkan atau menghilangkan potensinya bahkan bila diberikan kepada sasaran dapat menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang tidak diinginkan. Masih belum adanya data mengenai pengelolaan rantai vaksin (cold chain), maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui bagaimanakah cara pengelolaan rantai vaksin pada tingkat Puskesmas di Kota Palembang, sehingga pengelolaan vaksin akan lebih baik dan mencegah terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan rantai dingin vaksin pada tingkat puskesmas,khususnya pengelolaan rantai dingin vaksin di dalam gedung puskesmas di Kota Palembang. Metode: Desain penelitian cross sectional, dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini meliputi pengambilan sampel di tingkat Puskesmas di Kota Palembang sebanyak 14 puskesmas. Data diambil secara random sampling, pengumpulan data dilakukan dengan mengobservasi dan wawancara ke petugas pengelola vaksin dan pimpinan puskesmas.Data dianalisis dengan analisis univariat dan penyajian dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi.Hasil: Pengelolaan cold chain mendapat pengawasan oleh pimpinan puskesmas adalah sebanyak 64,3% dan selebihnya belum begitu diawasi, dan 64,3% puskesmas yang tidak memiliki freeze tag. Padahal merupakan suatu alat yang amat penting untuk memantau perubahan suhu apakah vaksin terpapar pada suhu dibahwa nol derajat atau tidak dan ini dapat mengantisipasi kerusakan vaksin dalam lemari penyimpanan. Kesimpulan: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa masih ada beberapa Puskesmas yang menyimpan bahan lain didalam cold chain, dan masih ada sarana yang seharusnya tersedia tapi tidak ada seperti freeze tag. Ada 64,3% puskesmas yang tidak memiliki freeze tag. Freeze tag adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengetahui apakah vaksin pernah terpapar pada suhu dibawah 0 o C. Selain itu juga susunan vaksin dalam lemari es dari beberapa puskesmas masih belum sesuai standar yaitu sebanyak 35,7%. Pengelolaan cold chain / rantai dingin mendapat pengawasan oleh pimpinan puskesmas adalah sebanyak 64,3%, selebihnya belum.
Gambaran Indeks Eritrosit pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Delta Renli Ariaoi; Abdul Mutholib; Ardiya Carini
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaga/Ginja/ Kronis adalahsuatu periyalritdengan prognosis buruk karena terjadi penurunan fungsi ginjal secara bertahap. Pemenksaan indeks eritrosit dilakukan untuk mengetahui abnormalitas yang mendasari terjadinya Anemia pada pasien gaga/ginjal kronis dengan parameter Mean Corpuscular Yolwne (MCY) dan Mean Corpuscular Haemoglobin Concentration (MCHC). Thjuan penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks eritrosit pada pasien gaga/ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang berdasarkan usta, jents kelamin, dun frel;uensi bemodialtsis. Jenis peneiuian yang digunakan adalah deskriptif observasional denganpendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian. ini adalah 50 pasien.gaga/ ginjal kronis yang menjalanhi emodialisisyang. diambu secara purposivesampling. Pemeriksaan indeks eritrosit menggunakan alat hematology analyzer metode blood cell counter. Hasil diperoleh rata-raia nilai MCY 85,36 fL dan MCHC 32, 66"Ai. Berdasarkan usia pasien. dengan usia produktif diperoleh rata-rasa nilai MCY 83,74 FL dan MCHC 32,63% namun pada usia tidak produktif diperoleh rata-rata nilai MCV 86,67JL dan MCHC 32, 71%. Berdasarkan jenis kelamin.pasien dengan jenis kelamin. laki-laki diperoleh hasil rata-rata nilai MCY 86,79fL dan MCHC 32, 71% sedangkan pada perempuan diperoleh rata-rata nilai MCV 84, 00jL dan MCHC 32,65%. Berdasarkan kanfrelmensi hemodialisis pasien dengan frelme, ssi hemodialisis lxlminggudipeYO/eh hasil rata-rata nilai MCV 86,20 fL dan MCHC 32,90% sedang kanfrelmensi hemodialisi «'?!.2x/minggu diperoleh rata-rata nilai MCV 85,J 2 fL dan nilai MCHC32, 63%. Diharapkan kepada paste» gagal ginjal kronis untuk memeriksa indeks eritrosit setiap tiga bulan untuk mengontrol perkembangan anemia yang terjadi.
Efek Antifungsi Ekstrak Etanol Kombinasi Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia Pandurata Roxb.) dan Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap Candida Albicans Lega Aryanti; Sonlimar Mangunsong
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rimpang temu kunei (Boesenbergiapandurata Raxb.) dikombinasikan dengan daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai bahan dasar jamu gendong yang dinamakan jamu kunci suruh. jamu ini digunakan masyarakat untuk mengobati keputihan. Kedua tanaman ini dapat mengbambat pertumbuhan jamur Candida albicans, Rimpang temu kunci mengandung senyawa alkaloid,flavonoid, sapcnin, terpenoid dan steroid dan daun sirih hjau megandung saponin, tanin dan terpenoid, semua kandnngan senyawa ini merupakan 7.3t antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas antifungi dengan adanya zona hambat kombinasi ekstrak etanol daun sirih hijau dan rimpang temu kunci terhadap Candida albicans. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan mengukur diameter zona hambat aktivitas antifungi kedua ekstrak tanaman dan nilai KHM (Kadar Hambat Minimum) terhadap Candida albicans. Pada basil uji efektivitas antijamur, ekstrak etanol kedua tanaman rimpang temu lrunci dan daun sirih hijau dan menghambat pertumbuhan Candida albtcansbail: secara tunggal dan kombinasi pada konsentrasi l O"lc, 'I,dan 20% '!,kecuali pada konsentrasi 1 %'I.,. Diameter zona hambat tertinggi terdapat pada ekstrak etanol daun sirik hijau konsentras 20"/o vi, yaitu 23,64±0,79 mm. Berdasarkan hasil (lllalisis statistik one way anol'a bahwa efektivitt13 temadap Candida albicans antar kelompok terdapat perbedaan yang sig11ifikaJ1 dengan p=0,000 (p<0,05) kecuali pada ckstrak tunggal rimpang temu lrunci dan kombinasi ekstrak pada konsentrasi masing-masing 10%'/. tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan p= 0, 299 (p>0,05}dan nilai KHM (Kadar Hambat Minimum) pada tungga.1 dan.kombinasickstrak etanol daun sirih hijau (Piper betlcL.} dan rimpang temu lcunci (Boesenbergillpanduraia Roxb.) yang mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans yaitu terdapat pada konsentrasi 10% "I, dengan Nys1atin IOOIU sebagai control positif dengan nilai KHM 12,36±0,l8mm Terdapat penurunan potensi ekstrak daun sirih hijau jika di.kombinasi dengan ekstrak tumbuhan lain terhadap pertumbuhan Candida albicass
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Hipertensi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RUmah Sakit Myria Palembang Rosnita Sebayang
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, diabetes melitus is known as one of common desease, This disease is caused by the rice of blood glukose level as result of the desease of progressive insulin secresion. Indonesia is now being in the fourth rank at the diabetic number after USA. China, and India worldwide. Many people know diabetes is commonly derived from any bad diet and life style, and it can mainly lead to any other diseases, such as hypertension, stroke, coronary heart, kidney failure, cataract, and even blindness. This research is particularly aimed to find the correlations between blood sugar level and hypertension inpatiens with diabetes mellitus tipe 2 in Myria Hospital Palembang. Analiytic survey was used with cross sectional approach. The respondents were 67 hospitalized patients. Automatic bio system A15 was and instrument used to measure the blood sugar level, while medical records were implemented to check the blood pressure. The Spearman correlation testshowedp=0.74, orp >0.05. (Ho was rejected and Ha was accepted, r = - 0.47 ). There was no correlation between blood sugar level and hypertension inpatients with diabetes mellitus tipe 2 inMyria Hospital Palembang.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis Lour) Fraksi N-Heksan Fraksi Etil Asetat dan Fraksi Air Terhadap Bakteri Escherichia coli M Nizar; Adela Febri Monika
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dtuin Samhang Darah (Excoecariaoocbincbtnensis Lour) mengandung senyawa fiavonotds. apontn, tanin dan triterpenoid sebagai antibakteri. Secara tradisional dimanfaatkan masyarakat untuk mengobatidiare dan disemri. Salah satu bakieri penyebab diare adalah bakteri Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Penyarian daun sambang darah dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dilanjiakan fraksinasi dengan pelarut n,.helcsan, etiJ asetat dan air. Uji aksivito« antibalaeri dilalaJkan dengan metode difusi terhadap Escherichia coli. Kontrol positif yang digunakan adalah Kloromfernkol sedangkan koturo! negatif yang digunakan adalah n-heksan, etil asetat, dan air. Berdasarkan hasil penelitian, fraksi n-heksa« tidak memiliki aktivitas antibakteri. Pada fraksi etil asetat pada konsentrast 0,78% blv, 1,56% b/v; 3,12% b/v; 6,25% b/v; 12,5%blv, 25% blv, dan 50% b/v menunjuld«m adanya aktivitas antibakier! dengan rata-rata diameter hambas masing-masing 7,1 mm, 7,3 mm, 7,65 mm, 8,1 mm, 8, 75 mm, 9,35 mm, dan 12,25 mm. Untukfraks! air hanya pada kortSentra .n6,15% blv. 12,5% blv dan 15% blv, dan 50% blv yang menunjukkan adanya aksivitas antibakteri dengan rata-rata diameter hambat masing-masing 7, 15 mm, 7,6 mm, 8, 15 mm, dan 10,25mm. Basil identifikasi en.unjuldcallfrakseitil asetat mengandung senyawa tanin dan terpenoid. Sedangkan fraksiair mengandung senyawa jlavonoid, saponin, tanin dan terpenoid.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue