cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
Angka Lempengtotal (ALT) pada Bedak Bayi Yang Dijual Di Pasar Tradisional Kota Palembang Karnell Karnell; Billy Setianegara; Suni Aisyah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bedak bayi merupakan bedak yang dibuat dan digunakan untulc bayi yang harus bebas dari mikroorganisme yang dapat dibuktikan dengan pemeriksaan angka lempeng total (ALT). Menurut peraturan BPOM No.17 Tahun 2014 nilai ALT pada bedak bayi adalah S 5 x 102 koloni/gram,Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan anglca lempeng tota dan perbedaannyaberdasarkan asal produksi dan sisa masa kadaluarsa pada bedak bayi yang dijual di pasar tradisional kota Palembang tahun 2016. Penelitian ini adalah penelitian analitik kompara.tif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah bedak bayi yang dijual di pasar tradisional yang diambil secant total sampling sebanyak 7 sampel Metode pemeriksaan yang digunalcan adalah agar tuang. Analisa univariat menggunakan uji binomial untuk menentukan kecenderungan dan uji Mann Whitney U Test untuk menentukan perbedaan. Hasil penelitian dari 7 sampel, sebanyak 3 sampel (42,8%) memenuhi syarat dan 4 sampel (57,2%) tidak memenuhi syarat sehingga tidak ada kecenderungan anglca lempeng total pada bedak bayi memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat (p-value : 1,000). Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa ada perbedaan angka lempeng total pada bedak bayi berdasarkan asal produksi dan sisa masa kadaluarsa (p-value : 0,014). Sehingga disarankan kepada masyarakat untuk membeli bedak bayi yang asal produksi dalam negeri dengan sisa masa kadaluarsa yang masih panjang karenamempunyai kualitas yang lebih baik.
Pengaruh Lama Penyimpanan Pada Kadar Vitamin C Daging Buah Pisang Raja (Musaparadisiaca L.) Dengan Metode 2,6-Diklorofenol Indofenol Subiyandono Subiyandono; Namiratu Zahra
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Vitamin C bermanfaat sebagai antioksidan sehingga dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh, mengatur gula darah dan memperbaiki jaringan tubuh, dan meningkatkan kadar hemoglobin sehingga menurunkan prevalensi anemia. Salah satu yang mampu memenuhi kebutuhan vitamin C yang diperlukan tubuh adalah buah pisang. Suhu penyimpanan buah yang tidak tepat dapat mempersingkat masa simpan buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh lama penyimpanan terhadap kadar vitamin C pada daging buah Pisang Raja yang disimpan sampai tujuh hari dan ditempatkan pada suhu kamardan suhu dingin,Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan metode 2,6-Diklorofenol Indofenol dengan objek penelitian yaitu buah Pisang Raja yang baru dibeli, disimpan pada suhu dingin dan disimpan padasuhukamar,Hasll: Hasil uji paired samplet-test menunjukkan bahwa kadar vitamin C daging buah Pisang Raja yang disimpan sampai tujuh bari pada suhu dingin mengalami perbedaan yang signifikan secara statistik mulai hari kedua penyimpanan sedangkan pada suhu kamar mengalami perbedaan yang signifikan secara statistik mulai hari pertama penyimpanan.Kesimpulan: Kadar vitamin C pada daging buah Pisang Raja yang disimpan pada suhu kamar lebih rendah daripada daging buah Pisang Raja yang baru dibeli dan disimpan pada suhu dingin. Hal ini terjadi karena vitamin C yang mudah teroksidasi dan tidak stabil diudara.
Pengaruh Pemberian Smoothie Belimbing Manis (Averrhoa Carambola L) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Sistolik Dan Diastolik Pada Pasien Hipertensi Rawat jalan di Puskesmas Betung Kota Kabupaten Banyuasin Tahun 2015 Muzakar Muzakar; Listrianah Listrianah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 1999), tekanan darah seseorang dikatakan normaljika sistolik< 140mmHg dandiastolik <90mmHg Jika sistolik diantara 140-160mmHgdan diastolik diantara 90-95 mmHg disebut borderline hypertension.Jika seseorang memiliki sistolik >160 mmHg dan diastolik > 95 mmHg maka seseorang tersebut menderita hipertensi. Prevalensi hipertensi Nasional pa.da pasien rawat inap di Rumah Sakit Indonesia pada tahun 2013 adalah 25,8 persen yaitu mencapai 19.873 kasus (4.81 %), Berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2013 prevalensi penyakit hipertensi pada umur ~ 18 tahun sebesar 26,l persen, Menurut data Dinas Kesehetan Kabupaten Banyuasin penderita hipertensi dengan proporsi pada tahun 2007 sebanyak 0,23% kasus, sedangkan pada tahun 2013 penderita hipertensi menga)ami peningkatan yaitu menjadi 1,91% kasus. Prevalensi hipertensi menurut data Puskesmas Bening kota dengan proporsi pada tahun 2012 ada1ah sebanyak 4,86%, dan pada tahun 2013 adalah sebanyak : 5,74%.
Pengaruh air Rebusan daun Tumbuhan Insulin (Tithonia Diversifollia) terhadap kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus di kota Palembang tahun 2016 H A Kadir; Murdiningsih Murdiningsih
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kecendenmgan meningkatnya angka kejadum penyakit non menular di Indonesia, penyakit Jantung, Hipertensi danDiabetes melitus.Penderita.Diabetes melitus adalahkeadaan seseorang yang mengalami kadar glukosa darah yang tinggi ~ 200 mg/dl. Pada keadaan puasa, Keadaan ini terjadi akibat gangguan metabolisme yang secara genetik dan klinisdengamnanifestasihangoyatoforansi karbohidrat ditandai dengan hiperglikemiaTumbuhan Insulin (Tithonia Diversifollia) yang diyakini dapat menuru.nkan glukosa darah pada penderita DM karena mengandung protein kaprikromterpana dan paladonoid. Peneliti.an ini adalah eksperimental yang dilaksanakan diwilayah kerja puskesmas sosial Palembang Tahun 2016 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh air rebusan dauntumbuhan Insulin terhadap kadar gluk.osa darah pada penderita DM. Jumlahsampcl yang dipakai sebanyak 34 orang yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu Intervensi dan kontrol dengan mempetbatikan kriteria Inklusi berupa usia 30-60 tahun laki-laki dan perempuan, terdiagnosa DM dan bersedia ikut dalam penelitian ini, Kelompoklnterven.sidengan minum airrebusan Tum.buhan Insulin sebanyak 17 orang dan kelompok kontrol dengan aquadest sebanyak 17 orang. Uji statistik pengolahan data dengan program SPSS dengan T.Tes dan Anova untuk menguji beda rata-rata kelompok. Ruil yang di dapat. Tes pertama 956, Tes ke 2 0,97,tes ke 3 1,53, tes ke 4 0,05 tes ke 5 0,00 clan tes ke 6 0,00.Sirupulan bohwaAirrebusan daun Tumbuhen Insulin yang di berikan pada penderita Diabetes mellitus dengan C8Ill di minum dapat menunmkankadar glukosa darah
Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Flavonoid Daun Bugenvil (Bougainvillea glabra Choicy) Terhadap Bakteri Escherichia coli Mindawarnis Mindawarnis; Nofita Sari
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v10i2.210

Abstract

Flavonoidtelah menarik perhatian para ilmuan karena memberilam berbagai manfaat, diantaranya sehag4i antibaktert. Daun buge,rvif (Bougainvillea glabra Chcicy) mengandung senyawa flavonoid, tumbuhan ini secara tradisional digunakan untuk mengobati pmyakit diare. Saleh' satu baksen penyebab penyaku diare adalah bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untukmenguji aktivitas annbakteri senyawa flavonoid daun bugenvil (Bougainvillea glabra Choicy) terhadap bakteri&cherichia coli. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bukti ilmiah tentang aktivitas amibakteri senyawaflavonoid dari daun bugenvil (Bougainvillea glabra Choicy) terhadap Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengekstraksi 1 kg daun bugenvil (Bougai11villeaglabra Choicy) de11ga11pelarut etanol 96% secara maserasi, kemudian ekstrak: kental difraksinasi menggunakan pelana n-heksan. etil asetat; dan air. '.nap fraks: diuji kandungan flavonoid menggunakan methanol panas, HCl pekat.dan logam Mg. Terhadapfraksi yang positlf mengadung jlavonoid di/akukan isolosi senyawajlavo,widmela/uikromatografi kolom dan Tcromatogra.filapis tipts menggunakan fase diam sililcll gel F,,, danJasegemk n-butanol : asam asetat : air (4: l :5), selanjumya isolat flavonoid diiyi aktmtas antibakterinya terlradap bakteri Escherichia coli dengan metode difasi agar. Data yang dikumpulkan didapatkan dari pengukuran diameter hambat senyawa flavonoid hasil isolasi dari daun bugenvil, data. ditampilkan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi yang positif mengandung flavonoid adalah fraksi air, dari fraksi airdidapatkan 6frabiyangmengandungflavonoid dengan harga Rf berturut-turut adalaJi 0,48; 0,50; 0,51; 0,52; 0,53; dan 0,54. Masing-masing fraksiyang mengandung senyawa flavonoid diuji aktivitas antibakterinya terhadap pertumbuhan. bakieri Escherichia coli dan memiliki diameter hambat sebesar 10,5 mm; 11,l mm; 11,15 mm; dan ll,65. Isolat daun bugenvil (Bougaim,illeaglabra Choicy) yang mengandung flavonoid berupa subu/c yang berwama lcuning muda sampai laming tua dan memilik! aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli
Hubungan Kerusakan Gigi (Ompong) Dengan Kejadian Anemia Pada Lanjut Usia (Lansia) Di Kecamatan Saku Kota Palembang Rifai Ibrahim; Fandianta Fandianta
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkankan insidensi anemia dihubungkan dengan bertambahnya usia telah menimbulkan spekulasi, bahwa penurunan hemoglobin kemungkinan merupakan konsekuensi dari pertambahan usia. Menurut UU No. 13 Tahun 1998 dikatakan bahwa lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Insidensi anemia bervariasi tetapi diperkirakan sekitar 30% penduduk dunia menderita anemia, dimana prevalensi tertinggi berada di Nagara-negara berkembang. Tahun 2020, Indonesia diperkirakan merupakan Negara urutan ke 4 terbesar jumlah penduduk usia lanjut sesudah China, India, dan Amerika Serikat. Meningkatnya populasi usia lanjut di Indonesia akan membawa pengaruh besar didalam pengelolaan masalah kesehatan dan kesejahteraannya. Hasil Survey Kesehatan Nasional (Surkesnas) tahun 2001 menemukan penyakit tidak menular pada usia lanjut di Indonesia dengan persentase terbesar adalah anemia 46,3% dan penyakit tekanan darah tinggi 42,9%
Gambaran Kadar Asam Urat pada Pengemudi Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Di Kota Palembang Tahun 2016 Nurbayati Nurbayati; Oci Naldo
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengem.udi bus AKAP merupakan salah satu profesi masyarakat di Palembang. Mekanisme kerja dari pengemudi tidak menetap (mobile) sehingga gsya hidup pun juga kurang sehat, Gaya hidup yang kurang sehat ini akan berisiko menimbulkan penyakit yaitu salah satunya adalah penyakit asam urat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar asam nrat pada pengemudi bus AKAP di Kota Palembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekuen CrossSectional. Pemeriksaan kadar asam w:at menggunakan alat digital dengan metode Biectrode-base Biosensor. Jwnlah sampel yaitu 41 pengcmudi bus AKAP. Hasil penelitian didapat rata-rata kadar asam urat pada pengemudi adalah 5,827 mg/dL dan terdapat 8 pengemudi (19,5%) yang memiliki kadar asam urat tinggi, Berdasarkan polamakan, terdapat40"/o pengemudi dengan kategori asupan sumber purin tinggi, 13,8"/o dengan asupan sumber purin sedang memiliki kadar asam urat tinggi. Berdasarkan status gizi, terdapat 31,35% pengemudi dengan kategori status gi.zi gemuk, 5,3% dengan status gizi normal dan 33,3% dengan status gm kurus memiliki kadar asam urat tinggi. Berdasarkan pengetahuan gizi, terdapat 19,2% pengemu.di dengan pengetahuan gizi kurang, 33% dengan pengetahuan gizi baik memiliki kadarasam urat tinggi. Berdasarkan asupan airputih, terdapat 15,6% pengemudi dengan asupan air putih normal, 33,3% dengan asupan air putih tidak normal merniliki kadar asam urat tinggi. Berdasarkaa usia, terdapat 29,4% pengemudi dengan usia <40 tahun, dan 12,5% dengan usia :i: 40 tahun memiliki kadar asam urat tinggi. Disarankan bagi pengcmudi bus AKAP harus lebih menjaga kesehatan dan menerapkan gaya hidup sehat dengan cara mengu:rangi konsumsi makanan yang tinggi purin, lebih teramr mengkonsumsi airputih, dan teratur berolahraga.
Pengaruh Pemberian Penyuluhan Higiene dan Sanitasi Makanan pada Penjamah Makanan Terhadap Angka Kuman Makanan yang Disajikan di Instalasi Gizi RS Dr. Ernaldi Bahar Palembang Rohanta Siregar; Yuli Hartati
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan makanan yang tidak saniter dan higien dapat menimbulkan gangguan kesehaten pada pasien yang sedang dirawat. Karena pesien sangat rentan terhadep penyakit deri kumen-kumen pada makanan. Tujuan panelitian ini untuk mengetahui pengaroh pamberian penyu/uhan higiene dan sanitasi makanan pada penjamah makanan terhadap angka kuman makanan yang disejikan di insta/asigizi RS Dr. Ems/di Bahar Palembang. Rancangan penelitian ini adafah kuasi eksperimen. Popufasidalam penelitian ini sefuruh penjamah makanan di RS Dr. Ema/di Bahar Palembang, dan yang menjadisampel sebanyak 12 panjamah makanan. Data angka kuman dipero/eh dengan cara melihathasiluji/aboratorium~lama3 hari bertun.Jt-turutsebelum penyu/uhan, dan 3 hari berturut-turot sete/ah penyufuhan, data higien dan sanitasi diperoleh dengan cara memberikan pre test sebelum penyuluhandan post test sete/ahpenyuluhan.Hasi/penelitan diketahui higien sanitasi sampel sebelumpenyuluhan 16,7%, setelahpenyuluhan 50%, kelompok pembanding sebelum penyuluhan 33,3%. sebelum dilakukan penyuluhan, rata-rata angka kuman pada ke/ompok sampel 1588,33 atau 1,6x1a'lgram makanan, pada kelompok pembanding 4538,33 atau 4,5x1a'lgram makanan. Setelah dilakukan penyuluhan pada ke/ompok sampel, rats-rata angka kuman pada kelompok sampel sebanyak1188,33 atau 1,2x1a'!gram makanan. Sehingga rata-rata angka kuman sebelum dan sesudahpenyuluhanpade kelompok sampel menunjukkan bahwa angka kuman mengalamipenurunan sebesar400 atau 4x1cf per gr makanan. Hasi/ uji statistik (run test) didapat angka kuman pada ka/ompok sempe! p>0,05. Sedangkan pada kelompok pembanding menunjukkan rata-rata penurunan angka kumen sebesar 771,66 atau 7,716 x 1<:f pergrmakanan. Hasil uji statistik(run test) didapatangka kuman pads ke/ompok pembanding p > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka kuman yang bermakna pada kelompok sampel dan pembanding pada makanan yang disajikan namun belum bermakna secara signifikan atau tidak berbeda nyata. Artinya menu kela.s Ill masih terdapat angka kuman yang harus diminimalisir.
Analisis Faktor Risiko Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat Di Kecamatan Kemuning Kota Palembang Tahun 2012 Maksuk Maksuk
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v1i10.216

Abstract

Latar Belakang:Saat ini hipertensi dapat menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi.Menurut data Dinas Kesehatan Kota Palembang jumlah penderita hipertensi pada tahun 2008 berjumlah 17.278, tahun 2009 penderita hipertensi berjumlah 20.994, tahun 2010 penderita hipertensi berjumlah 21.616 dan tahun 2011 sebanyak 352 kasus baru. Tujuan penelitianuntuk menganalisis faktor resiko penyakit hipertensidengan kejadian hipertensi di Kecamatan Kemuning Kota Palembang. Metode:Jenis Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional,dengan besar sampel 160 responden, pengambilan sampel dengan metode random sampling. Analisis data bivariat dengan menggunakan uji chi – square dan analisis mulivariat dengan regresi logistik ganda. Hasil: hasilanalisis bivariatmenunjukkan bahwa variabel yang secara statistik berhubungansignifikan dengan kejadian hipertensi adalah umur, pekerjaan, kebiasaan makan makanan asin dan kebiasaan melakukan aktivitas fisik dengan nilai p < 0,05. Sedangkan hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa umur (OR=6,115, 95%CI=2,627-14,234, p=0,0001), riwayat hipertensi dalam keluarga (OR=2,251, 95%CI=1,001-5,060, p=0,05), kebiasaan makan makanan asin (OR=2,093, 95%CI=0,999-4,385, p=0,05) adalah faktor risiko yang paling dominan menyebabkan hipertensi di Kecamatan Kemuning Kota Palembang. Kesimpulan: responden dengan kelompok umur ≥ 35 tahun 6 kali lebih berisiko untuk terkena penyakit hipertensi dibandingkan dengan responden dengan kelompok umur < 35 tahun. Sedangkan responden yang mempunyai kebiasaan makan makanan asin 2,2 kali lebih berisiko dibandingkan dengan yang tidak makan makanan yang tidak asin serta responden yang mempunyai riwayat keturunan hipertensi dalam keluarga 2 kali lebih risiko dibandingkan dengan yang tidak mempunyai riwayat hipertensi dalam keluarga.
Kadar Arsenik Dalam Air Sungai, Sedimen, Air Sumur Dan Urin Pada Komunitas di Daerah Aliran Sungai Musi Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2009 Maksuk Maksuk
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Jutaan manusia bisa terpapar arsenik. Arsenik dapat menimbulkan efek gangguan kesehatan manusia yang bersifat karsinogenik, mutagenik dan teratogenik dan toksisitasnya dapat bersifat akut dan kronik. Paparan kronik pada Arsenik meningkatkan resiko penyakit seperti lesi pada kulit, bronchitis, hepatomegali, neuropathi, peripheral vascular diseases (seperti : gangrene), penyakit cardiovascular, kanker kulit, kanker paru, dan kanker empedu. Penelitian ini untuk mengetahui kadar arsenik di dalam urin manusia dan kadar arsenik di daerah aliran sungai Musi Provinsi Sumatera Selatan tahun2009. Metode: Desain penelitian cross sectional, dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini meliputi pengambilan sampel air sungai, sedimen sungai, air bersih dan urin. Besar sampel yaitu 150 responden terdiri dari 50 sampel di bagian hulu, 50 sampel di bagian tengah dan 50 sampel di bagian hilir sungai Musi. Data diambil secara purposif random sampling.Data dianalisis di laboratorium kemudian diolah, dianalisa dan diinterpretasikan dengan uji analisis univariat, bivariat (uji Mann- Whitney dan korelasi) dan multivariat (regresi linier ganda). Hasil: Kisaran rata – rata kadar As dalam urin responden adalah 0 – 33 µg/L. Hasil analisis dengan uji korelasi umur (0,026) berhubungan secara signifikan dengan kadar As dalam urin dan uji Mann-Whitney bahwa jenis kelamin ( p value = 0,0005) , pekerjaan (pvalue = 0,005) dan kebiasaan merokok (p value = 0,0005) berhubungan secara signifikan. Sedangkan variabel yang menjadi prediktor dalam menentukan kadar arsenik dalam urin adalah jenis kelamin setelah dikontrol variabel lain. Kesimpulan: Kadar arsenik dalam urin masih berada dibawah Biological Exposure Indices, namun hal ini dapat menyebabkan akumulasi dalam tubuh manusia dan lama kelamaan akan menimbulkan efek gangguan kesehatan.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue