cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2023)" : 85 Documents clear
Pengembangan Model Pembelajaran Menyampaikan Kritik Sosial dalam Teks Anekdot melalui Aktivitas Apresiasi Berbasis Proyek Video Sitkom Alif Nursukma Putra; Kusubakti Andajani; Didin Widyartono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2826

Abstract

Kompetensi menyampaikan kritik sosial dalam teks anekdot yang dipandang sederhana, menyebabkan kurangnya inovasi pada pembelajaran ini. Pengembangan ini memiliki tujuan menghasilkan model pembelajaran menyampaikan kritik sosial dalam teks anekdot melalui aktivitas apresiasi berbasis proyek video sitkom. Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development) dengan model 4-D Thiagarajan. Tahap pengembangan yang dilaksanakan (1) mendefiniskan model pembelajaran menyampaikan kritik sosial, (2) merancang model pembelajaran menyampaikan kritik sosial, (3) mengembangkan model pembelajaran menyampaikan kritik sosial, (4) menyebarluaskan model pembelajaran menyampaikan kritik sosial. Teknik analisis data kualitatif dilakukan terhadap data yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Sementara itu, teknik analisis data kuantitatif dilakukan terhadap data yang diperoleh dari angket penilaian dan hasil uji efektivitas. Hasil penelitiana adalah (1) ditemukan kesenjangan pada pembelajaran menyampaikan kritik sosial di sekolah sehingga diperlukan inovasi model pembelajaran; (2) dihasilkan model pembelajaran menyampaikan kritik sosial teks anekdot melalui aktivitas apresiasi berbasis proyek video sitkom dengan komponen sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, dan sistem pendukung; (3) model pembelajaran yang dihasilkan di atas 80% valid, praktis, dan efektif; (4) model pembelajaran telah disebarluaskan terbatas kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah uji coba. Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran layak dan dapat diaplikasikan sebagai alternatif pengajaran komptensi menyampaikan kritik sosial dalam teks anekdot.
Memperjelas Tindak Tutur Asertif melalui Penggunaan Deiksis dalam Webseries Imperfect 2 Episode 1-3 Nastiti Nur Kholifah; Dewi Kusumaningsih; Muhlis Fajar Wicaksana; Rhezina Juni Areza
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan penggunaan deiksis dan mendeskripsikan teknik memperjelas tindak tutur asertif melalui penggunaan deiksis dalam webseries Imperfect 2 Episode 1-3. Kajian penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa kalimat-kalimat tuturan dalam webseries yang mengandung deiksis dan tindak tutur. Sumber data dalam penelitian ini ialah dialog antar tokoh dalam webseries. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap, teknik tangkap layar, dan teknik transliterasi. Keabsahan data dalam dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik triangulasi data. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan semua penggunaan deiksis dan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) terdapat 35 data memperjelas tindak tutur asertif melalui deiksis; (2) bentuk deiksis antara lain deiksis persona yang terdiri dari persona pertama tunggal dan jamak, persona kedua tunggal dan jamak, dan persona ketiga tunggal, deiksis waktu meliputi waktu lampau, sekarang, dan mendatang, deiksis tempat, deiksis wacana anafora dan katafora, dan deiksis sosial; (3) adapun teknik memperjelas tindak tutur asertif terdiri atas menyatakan, menyarankan, mengeluh, membual, mengklaim, dan memberitahukan. Simpulan dari uraian pembahasan yakni dapat diperjelas teknik tindak tutur asertif melalui penggunaan deiksis dalam webseries Imperfect 2 Episode 1-3.
Menyibak Sistem Fonetik Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab serta Implikasinya dalam Pembelajaran BIPA Salis Hilda Yoviyani; Yeti Mulyati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2838

Abstract

Realizing Indonesian as an international language can be done by teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA), but in the BIPA learning process we often face problems, especially in terms of phonology. Arabic speakers often find it difficult to pronounce sounds in Indonesian. Therefore, this research was conducted to analyze the differences and similarities between the pronunciations of the two languages using a qualitative descriptive approach and a contrastive analysis. In the results of the study, several similarities and differences were found between the pronunciation of Indonesian and Arabic. With similarities, it will make it easier for Arabic learners to learn Indonesian sounds. However, the existence of differences will also cause learning difficulties and require more attention to some aspects. Therefore, the results of this study can assist BIPA teachers in determining teaching materials, learning models, teaching units, and syllabus that are right on target through consideration of contrastive analysis.
Persepsi Mahasiswa Tentang Implementasi Model Real Life Situation Untuk Mengeksplorasi Pengalaman Belajar Mahasiswa dalam Pengajaran English For Tourism Yizrel Nani Sallata; Linerda Tulak Tondok
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2839

Abstract

Banyak startegi pembelajaran yang telah dilakukan oleh para pendidik untuk mewujudkan tujuan pembelajaran dengan lebih baik. Bagaimanapun juga peningkatan kualitas pendidiksn harus di lakukan oleh guru melalui berbagai teknik mengajar. Khususnya dalam pembelajaran EFT, salah satu strategi pembelajaran yang digunakan adalah model Real Life Situation. Tujuan dosen menggunakan metode ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai mata kuliah ini. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan beberapa persepsi mahasiswa tentang penrapan model Real Life Situation dalam pembelajaran EFT diantaranya sebagai berikut: a. mahasiswa mampu mengeksplor lebih jauh tentang materi English for Tourism, b. mahasiswa terlibat langsung dalam pembelajaran, c. lebih mudah dipahami, d. mahasiswa lebih termotivasi untuk belajar, e. mendorong mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi situasi kehidupan nyata dalam pekerjaan di bidang pariwisata, dan f. berkesan.
Eksplorasi Nilai-Nilai Multikultural dalam Sastra Anak Sumbawa sebagai Revitalisasi Pendidikan Nilai dan Karakter Bulan Rara Yangsen; Sukarismanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2881

Abstract

Penelitian ini adalah sebuah studi untuk mendeksripsikan nilai-nilai multikultural yang terdapat dalam sastra anak Sumbawa. Sastra anak yang digunakan dalam penelitian ini yakni: (1) Cerita Jompong Suar, (2) Cerita Marbat Bore, (3) Cerita Lala Bunte, (4) Cerita Kakek Aca di Puncak Sekunyit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis isi (content analysis) yang berfokus pada satu sasaran (subjek), yaitu cerita-cerita anak Sumbawa. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara sejumlah narasumber. Wacana dianalisis menggunakan teknik cuplikan (sampling) yaitu dengan teknik purposive sampling. Data kemudian dianalisis dengan model interaktif (interactive model of analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural yang terdapat di dalam keempat cerita antara lain: nilai kultural/kebudayaan, nilai agama, nilai kesetaraan, nilai persaudaraan/gotong royong, nilai toleransi, nilai keadilan, nilai kepemimpinan/demokrasi.
Patologi Ekonomi Politik Masyarakat Modern dalam Trilogi Novel Negeri Para Bedebah Karya Tere Liye Nizar Halimatus Sa'diyah; Moch. Syahri; Nita Widiati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2894

Abstract

Permasalahan sosiokultural dalam setiap lapisan masyarakat klasik hingga modern berkisar seputar ekonomi dan politik. Novel berbanding lurus dengan realitas sosiokultural yang dikandung masyarakat. Novel berpotensi pula sebagai media pemahaman budaya suatu daerah ataupun negara. Penelitian ini memiliki tujuan memberi penjelasan mengenai bentuk patologi ekonomi dan politik pada masyarakat morern dalam novel-novel karya Tere Liye. Novel-novel yang diteliti berjudul Negeri Para Bedebah, Negeri di Ujung Tanduk, dan Bedebah di Ujung Tanduk. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat kutipan yang diperoleh dari teks trilogi novel. Penelitian ini juga didukung oleh informasi tekstual tentang bentuk-bentuk patologi ekonomi dan politik dalam praktik sosiokultural. Teknik pengumpulan data dengan cara baca dan catat. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dokumen menurut Krippendorf. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut. Pertama, bentuk patologi ekonomi terdiri dari (1) rush money, (2) shadow economy, (3) inflasi, dan (4) pasar non-riil. Kedua, bentuk patologi politik terdiri dari (1) transaksi politik, (2) penyalahgunaan kekuasaan, (3) konflik kepentingan, dan (4) manipulasi dan kamuflse penegakan hukum. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa patologi ekonomi dan politik yang terjadi dalam masyarakat modern memiliki kerterkaitan yang sangat kompleks dan dinamis sehingga diperlukan koalisasi antar instansi penegak hukum.
Estetika Bahasa dalam Retorika Dakwah KH Anwar Zahid pada Channel Youtube: Kajian Fungsional Linguistik Khusnul Fatimah; Angga Febriyatko; Hasan Busri; Moh Badrih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2906

Abstract

Retorika dan dakwah memiliki keterkaitan yang erat, sebagaimana dua sisi dari sebuah mata uang. Dengan fungsi dari retorika dakwah yang begitu kompleksdiperlukan media penyampai yaitu bahasa yang estetik agar indah, lebih menarik, dan enak didengar. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengkaji permainan bunyi dan gaya bahasa serta kekhasan estetika bahasa dalam retorika dakwah KH. Anwar Zahid dalam channel youtube. Teknik dokumentasi menjadi teknik pengumpulandata dan teknik content analysis menjadi teknik dalam analisis data. Permainan bunyi yang paling dominan digunakan AZ adalam retorika dakwahnya adalah aliterasi. Aliterasi ini memberikan kesan keindahan diksi dan kesedapan bunyi pada retorika AZ. Di samping itu, permainan bunyi pada tuturan AZ ditandai dalam bentuk penggunaan asonansi, akronim, dan slogan. Asonansi memberikan efek keindahan bunyi dan memunculkan rima akhir yang estetik.. Akronim memberikan efek santai bahkan humor. Slogan memberikan efek padat makna dengan nuansa kata-kata yang indah. Selanjutnya , estetika bahasa pada retorika AZ diwarnai oleh gaya bahasa Repetisi, Anafora, Antitesis, Simile, dan Pleonasme. Repetisi dan Anafora membawa efek penegasan dan meingkatkan daya ingat. Simile membawa efek perumpamaan, Antitesis menciptakan efek dramatis, sedangkan Pleonasme memberikan kemudahan dalam memahami makna. Permainan bunyi dan gaya bahasa menjadikan retorika dakwah KH. Anwar Zahid penuh dengan estetika bahasa sehingga menjadi hidup, menarik, enak didengar, dan penuh motivasi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan permainan bunyi dan gaya bahasa tidak lagi terbatas pada upaya mencari keindahan semata. Sebaliknya, penggunaan permainan bunyi dan gaya bahasa menunjukkan kecerdasan dan memberikan penjelasan konsep estetika bahasa
Cerita Rakyat Asia Tenggara:Kajian Komparatif Sebagai Alternatif Bahan Ajar BIPA Nanda Gultom; Yeti Mulyati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2937

Abstract

Bahan ajar dengan materi sastra merupakan hal krusial dalam pembelajaran BIPA. Salah satu materi sastra dalam BIPA adalah sastra lisan atau lebih khusus cerita rakyat. Cerita rakyat mengandung unsur budaya dari komunitas pemilik cerita tersebut. Cerita rakyat tidak menutup kemungkinan akan memiliki cerita yang sama dengan daerah lainnya, karena pada hakikatnya cerita rakyat disampaikan secara lisan. Berkaitan dengan itu dalam penelitian ini dianalisis beberapa cerita rakyat dari berbagai negara di Asia Tenggara dengan kajian komparatif atau sastra bandingan. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan yang menjadikan sastra sebagai salah satu topik pembelajaran bagi BIPA, maka hasil perbandingan unsur instrinsi dan budaya dalam cerita rakyat ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk pengembangan bahan ajar bagi pemelajar BIPA. Perbandingan cerita rakyat ini dapat menjadi salah satu kajian lintas budaya. Penelitian ini menganalisis cerita rakyat Malin Kundang dari Indonesia, Pulau Jelapi dari Thailand, Sitanggang dari Malaysia dan Nakhoda Manis dari Brunei Darussalam. Berdasarkan hasil analisis terdapat kemiripan diantara keempat cerita dari segi unsur intrinsik dan budaya.
Representasi Kekuasaan dalam Pidato Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Ilham Ilham; Anshari Anshari; Johar Amir
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2363

Abstract

This study aims to describe the shape and form of representation of power in the speech of the Minister of Education, Culture, Research and Technology by using social change analysis from Norman Fairclough. The focus of this research is text analysis, text production, and sociocultural analysis with data in the form of power vocabulary. This research is a discourse analysis study in the form of critical discourse analysis (AWK). The source of the data for this study is the online media site Kemdikbud.go.id which contains the text of the speech including words, clauses and sentences. The research data were obtained by documentation, reading, and note-taking techniques. The results of the study show that there are features in the vocabulary of power that have experiential value in that they contain ideological words that are fought for, lexical processes, and the use of metaphors as a form of representation of power through language in the Minister of Education and Culture's speech. From a review of text production and socio-culture, it also shows that the production of discourse in speech is inseparable from aspects of power and domination. Both domination and power in groups or individuals.
Penggunaan Bahasa Sarkasme Netizen di Media Sosial Andi Saadillah; Andi Haryudi; Muhammad Reskiawan; Alam Ikhsanul Amanah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2367

Abstract

Kebebasan berpendapat masyarakat di media sosial menjadi alasan mengapa penelitian ini dilakukan. Pola ketergantungan bermedia sosial yang kuat memiliki konsekuensi yang menguntungkan dan merugikan. Pada berbagai platform media sosial yang ada, netizen dapat dengan mudah menyebarkan dan mendapatkan informasi dengan cepat. Akibat yang beragam tersebut, dapat dikaitkan dengan pola reaksi yang berbeda-beda dari masing-masing netizen sebagai pengguna media sosial, seperti tumbuhnya sarkasme yang melanggar norma kesantunan berbahasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mendekripsikan penggunaan bahasa sarkasme atau ungkapan kasar dalam komunikasi dunia maya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini dari komentar netizen di beberapa platform media sosial seperti Facebook, TikTok, Instagram, dan Youtube. Teknik analisis data dilakukan dengan mengolah data berupa bahasa sarkasme netizen berdasarkan tujuan penelitian, menyajikan data, menganalisa dan menginterpretasikan hasil yang didapatkan dari pengamatan bentuk bahasa sarkasme yang di screenshot pada komentar foto maupun video yang diunggah. Dari hasil penelitian yang didapatkan, bahasa sarkasme masih sering digunakan oleh sebagian netizen sebagai bahan untuk mengejek dan memberikan kata-kata yang pedas kepada orang lain yang mengunggah sesuatu di akun sosial media mereka.