cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2023)" : 85 Documents clear
Interferensi Struktur Frasa Bahasa Indonesia terhadap Penggunaan Struktur Frasa Bahasa Jerman dalam Karangan Siswa Kelas XII SMA Harapan Bhakti Makassar Yeherlina Ohe Kokomaking Kokomaking; Syukur Saud; Nensilianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2389

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis, bentuk, serta faktor penyebab terjadinya interferensi struktur frasa bahasa Indonesia terhadap penggunaan struktur frasa bahasa Jerman siswa kelas XII SMA Harapan Bhakti Makassar. Interferensi merupakan penyimpangan yang disebabkan oleh masuknya unsur bahasa satu ke dalam bahasa yang lain menggunakan suatu bahasa sehingga dianggap sebagai suatu kesalahan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian ini adalah karangan siswa kelas XII SMA Harapan Bhakti Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini berupa tes. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis konten berupa tes karangan deskriptif siswa. Jenis interferensi struktur frasa pada penelitian ini adalah interferensi penempatan struktur frasa verba bahasa Jerman “Am nachmittags ich gehe nach Hause” (pada sore hari saya pergi ke rumah). Kalimat yang benar adalah “am nachmittags gehe ich nach Hause”. Adapun bentuk interferensi struktur frasa hasil penelitian ini adalah interferensi struktur frasa eksosentrik “Um 15.00 Uhr gehe ich Kino” (pada jam 15.00 saya pergi bioskop). Kalimat yang benar adalah “Um 15.00 Uhr gehe ich in das Kino” (pada jam 15.00 saya pergi ke bioskop). Adapun faktor penyebab terjadinya interferensi dalam berbahasa ada dua yaitu interferensi yang berasal dari bahasa itu sendiri atau bahasa sasaran (intralingual) dan interferensi yang berasal dari luar bahasa atau pengaruh dari bahasa pertama (interlingual). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa interferensi struktur frasa bahasa Indonesia terhadap penggunaan struktur frasa bahasa Jerman siswa kelas XII SMA Harapan Bhakti masih dilakukan siswa dalam menulis karangan deskriptif bahasa Jerman. Meskipun demikian, siswa sudah mampu berbahasa Jerman dengan baik, tetapi masih cenderung menggunakan struktur kalimat bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama (B1) tanpa memperhatikan struktur kalimat bahasa Jerman (B2) yang baik dan benar.
Nilai Sosial dalam Kumpulan Cerpen Potret Keluarga Karya Reda Gaudiamo dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Teks Cerpen Kelas IX Silvi Athala Naziha; Imam Muhtarom; Sahlan Mujtaba
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2513

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penyimpangan etika yang terjadi pada interaksi sosial dalam lingkungan bermasyarakat maupun secara digital. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai sosial yang terdapat pada kumpulan cerpen Potret Keluarga karya Reda Gaudiamo. Peneliti memilih jenis pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan kutipan-kutipan yang digunakan dalam identifikasi nilai sosial pada teks cerpen. Nilai sosial yang dikaji meliputi (1) kasih sayang: pengabdian, tolong menolong, kekeluargaan, dan kepedulian; (2) tanggung jawab: disiplin dan empati; (3) keserasian hidup: keadilan dan toleransi. Tahapan-tahapan penelitian dilakukan tahap persiapan (memilih karya dan menentukan kompetensi dasar), pelaksanaan (identifikasi karya sastra), dan akhir (menarik simpulan). Sumber data penelitian ialah kumpulan cerpen Potret Keluarga karya Reda Gaudiamo. Cerpen dipilih berdasarkan dominan keberadaan nilai sosial, diantaranya cerpen berjudul: “Potret Keluarga”, “Mungkin Bib Benar”, “Anak Ibu”, “Pada Suatu Pagi”, dan “Menantu”. Hasil penelitian kemudian direlevansikan sebagai bahan ajar teks cerpen pada sekolah menengah pertama (SMP) kelas IX dalam bentuk handout.
Driven Towards Death – A Psychoanalysis Approach In Interpreting The Novel Kokoro By Natsumi Soseki Jordan Marelino Parsaulian Naibaho; Mike Wijaya Saragih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2566

Abstract

This paper aims to attest the author's interpretation that Sensei's character in the novel "Kokoro" by Natsume Soseki, fits into the category of individuals who are driven to death. Through Sigmund Freud's psychoanalytic approach, the writer is expected to prove his interpretation through an integrated analysis. Psychoanalytic elements contained in the novel include instincts, structure of personality and death drive. According to Freud, human instincts are divided into two: life instincts and death instincts. In Freud’s structure of personality, the discussed topic will be focused on the id, ego, and superego. Id, ego, and superego will be the subject of how Sensei's character falls into the category of individuals who are driven to death. The method used in answering the research problems is by using close reading, focalization, and data collection. The novel "Kokoro" tells the characters of I and Sensei. I and Sensei are two people met just by chance, unrelated to each other. This paper focuses on Sensei’s part where he tells his past to I. At the end of the contents of the letter, Sensei stated that he had committed suicide. The letter turns out to be Sensei’s testament. The results of this paper are, in the novel "Kokoro", Sensei's character is an individual who: 1) has a life instinct and a death instinct in different periods of time, 2) has an id, ego, and superego which is proof that Sensei has the trait of being driven to death.
Alih Kode dan Campur Kode pada Masyarakat Dwibahasa di Kota Malili Kabupaten Luwu Timur Kajian Sosiolinguistik Santa Alinda Nur
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2699

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsikan bentuk alih kode dan faktor penyebabnya pada interaksi masyarakat dwibahasa di kota Malili, 2) mendeskripsikan bentuk campur kode dan faktor penyebabnya pada interaksi masyarakat dwibahasa di kota Malili. Metode dalam penelitian ini, termasuk ke dalam jenis penelitian lapangan (field research) dan dari sisi jenis data yang dikumpulkan termasuk ke dalam penelitian pendekatan kualitatif. Sedangkan dari aspek metode penelitian termasuk ke dalam penelitian deskriptif. Adapun subjek dan informan penelitiannya, yakni masyarakat dwibahasa di kota Malili. Selanjutnya teknik pengumpulan datanya bersumber dari hasil observasi dan pengamatan interaksi masyarakat. Kemudian teknik analisa data menggunakan teknis pilah. Hasil penelitian menjawab rumusan masalah antara lain, diketahui bahwa di dalam tuturan masyarakat, peneliti menemukan peristiwa alih kode dan campur kode. Peristia alih kode dan campur kode hanya ditemukan internal saja. 1). Bentuk alih kode internal bahasa Indonesia ke bahasa Makassae. 2). bentuk campur kode internal bahasa Indonesia dan bahasa Makassae. 3). Faktor terjadinya alih kode ialah : a). mitra tutur, b). pokok pembicaraan, c). Maksud dan tujuan tutur. 4). Faktor terjadinya campur kode ialah: a). keterbatasan penguasaan kode, b). kebiasaan, c). Faktor maksud dan tujuan tutur.
Analisis Penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) pada Siswa SLB Hajrah; Abdul Azis; Ilma Rahim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2717

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bertujuan mendeskripsikan penguasaan BISINDO kosakata istilah kekerabatan pada siswa SLB Minasa Baji Kabupaten Maros. Populasi penelitian ini adalah siswa SLB Minasa Baji Kabupaten Maros yang berjumlah 88 siswa. Adapun sampel yang ditetapkan sebanyak 30 siswa ABK tuna wicara SLB Kabupaten Maros. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik sampel jenuh dengan pertimbangan subjek yang diteliti mempunyai sifat dan kemampuan yang homogen. Teknik dalam mengumpulkan data adalah teknik tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penguasaan BISINDO kosakata istilah kekerabatan pada siswa SLB Minasa Baji Kabupaten Maros dikategorikan cukup. Hal ini disebabkan oleh hasil perolehan persentase yang memperoleh nilai 75 ke atas sebanyak 9 siswa (30%) dan yang memperoleh nilai 75 ke bawah sebanyak 21 siswa (70%). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan BISINDO siswa SLB Minasa Baji Kabupaten Maros tersebut belum mencapai kriteria yaitu 75%.
Implementasi Cerita Rakyat Timor dalam Pembelajaran Prosa di SMA Sebagai Penguatan Karakter Budaya Lokal Metropoly Merlin J. Liubana; Rince Jalla Wabang; Hesni Neno
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2731

Abstract

Pengimplementasian cerita rakyat Timor dalam Pembelajaran prosa di SMA, sebagai penguatan karakter budaya lokal pada masyarakat perbatasan Indonesia-Timor Leste, dilakukan agar siswa SMA dapat mengenal, mudah memahami, meneladani, dan meningkatkan keevektifan belajarnya. Penggunaan metode deskriptif kualitatiff secara normatif, relevan dalam penelitian ini. Pelaksanaan pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, teknik observasi, dan teknik angket. Penganalisisan data dilakukan dengan perhitungan skor nilai dan rata-rata hasil tes, hasil observasi dan hasil angket. Hasil yang diperoleh adalah: pertama, tingkat keberhasilan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri Insana Tengah dan siswa kelas XI SMA Dharma AYu Kefamenanu dengan akumulasi persentase ketuntasan mencapai 87,93 %; kedua, pada lembar observasi dapat diketahui bahwa, keaktifan dan antusiasme belajar siswa, tergolong kriteria sangat baik, yang ditandai dengan akumulasi total skor 58 dan rata-rata 82.85; ketiga, respon siswa melalui angket menunjukkan bahwa, rata-rata respon dengan kategori ‘ya’ mencapai 5.825 dari total skor respon 6.00; sedangkan kategori ‘tidak’ mencapai skor rata-rata 1.75. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, implemntasi cerita rakyat dalam pembelajaran prosa, sebagai penguatan karakter budaya lokal, berhasil evektif.
Kemampuan Menulis Karangan Narasi Menggunakan Media Film Siswa Kelas VII A SMP Negeri 1 Palu Hasnur Ruslan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan Menulis Karangan Narasi Menggunakan Media Film Siswa Kelas VII A SMP Negeri 1 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskripsi, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A yang berjumlah 31 orang. Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah observasi, dan evaluasikarangan narasi siswa. Data kemampuan siswa yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan penskoran data nilai, perhitungan nilai ketuntasan individu, dan menentukan nilai rata-rata siswa atau disebut mean. Hasil penelitian diperoleh data bahwa siswa kelas VII A SMP Negeri 17 Palu belum maksimal. Hipotesis yang menyatakan bahwa Kemampuan Menulis Karangan Narasi Menggunakan Media Film Siswa Kelas VII A SMP Negeri 1 Palu masih rendah. Dinyatakan diterima dengan, kriteria ketuntasan minimal (KKM) berjumlah 75. Terdapat 11 siswa yang dinyatakan tuntas sedangkan 20 siswa dinyatakan tidak tuntas. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan hasil nilai rata-rata 71,41 atau sama dengan 71 nilai yang diperoleh tidak tuntas.
Pola Pemertahanan Bahasa Indonesia Bagi Warga Negara Indonesia di Belanda: Abd. Rahman Rahim; Arifuddin Arifuddin; Herman Tahir; Hasnur Ruslan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pemertahanan bahasa Indonesia bagi warga Negara Indonesia yang berdomisili di negeri Belanda.-diharapkan dari penelitian ini dapat ditemukan suatu pola yang dapat dijadikan acuan dalam rangka mempertahankan pemakaian bahasa Indonesia. Penelitian ini dikategorikan ke dalam jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah selutuh WNI yang berdomisili di Belanda khususnya di Kota Denhag dan sekitarnya. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 20 orang responden yang menjadi sampel penelitian, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik persentasi.. Berdasarkan pengolahan data penelitian, dapat ditegaskan bahwa pola pemertahanan bahasa Indonesia di Belanda mengikuti lima aspek yang menyebabkan sebuah bahasa bisa bertahan dari penuturnya. Pertama, memiliki penutur bahasa dtersebut dalam jumlah besar; hal itu terbukti bagi bahasa Indonesia di Belanda. Kedua, loyalitas linguistik, yang memotivasi penutur suatu bahasa untuk tetap mempertahankan bahasanya dan, jika perlu, mencegah penmgaruh masuknya Bahasa lain; hal ini terlihat dari keseringan WNI menggunakan bahasa Indonesia khususnya di lingkungan keluarga dan tempat kerja. Ketiga, kebanggaan bahasa yang memotivasi penutur untuk memperbaiki bahasanya dan memanfaatkannya sebagai penanda individualitas dan kohesi kelompok; hal itu dapat dibuktikan secara nyata melalui berbagai aktivitas yang dilakukan oleh WNI dengan tetap m,enggunakan bahasa Indonesia. Keempat, kesadaran adanya norma bahasa (awareness of the norm) yang mendorong orang menggunakan bahasanya dengan cermat dan santun. Kelima, adanya kesinambungan pengalihan bahasa tutur dari generasi terdahulu ke generasi berikutnya; Hal ini sudah dibuktikan oleh WNI dengan membiasakan penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan rumah tangga sehingga putra putri mereka tetap bisa dan fasih berbahasa Indonesia.
The Effectiveness of Blended Learning in Teaching English Based on the ICT Muliaty Ibrahim; Yulini Rinantanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2800

Abstract

This research aimed to describe the effectiveness of Blended Learning in teaching English. This research was qualitative that focused on evaluating learning using Blended Learning. The data collection techniques used in this research were observation, questionnaires by using the google form application, and unstructured interviews. The results of the research were obtained and analyzed qualitatively. Based on the results Blended learning had more effective than online learning and face-to-face in terms of the student’s learning outcomes. The use of Blended learning can be applied by doing 50/50, which means 50% of online and offline learning, 50% face-to-face learning, 75/25, 75% online and offline learning, 25% face-to-face learning, or 25/75, 25% online learning. and offline 75% face-to-face learning with the location of the learning time.
Kritik Terhadap Pendidikan dalam Novel Orang-Orang Oetimu Karya Felix K. Nesi Wahyuni Hasdar; Muslimat Muslimat; Haryeni Tamin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2814

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan dan menguraikan terkait kritik terhadap pendidikan di dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix. K. Nesi serta kaitannya dengan realitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui metode studi pustaka. Data dalam penelitian ini merupakan data yang terkait dengan ketimpangan pendidikan yang terdapat di dalam novel Orang-Orang Petimu karya Felix K. Nesi. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra yang dikemukakan oleh Alan Swingewood sebagai pisau bedah dalam melakukan analisis dan interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran kritik terhadap pendidikan yang terdapat di dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi melalui gambaran kemiskinan dan keterbatasan terhadap akses pendidikan berupa fasilitas dan layanan.