cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,015 Documents
Kajian Subjek Ironi Verbal dalam Kumpulan Puisi A. Mustofa Bisri Andi Karman; Haris Supratno; Suyatno
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2114

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Subjek Ironi Verbal dalam Kumpulan Puisi A. Mustofa Bisri. Masalah yang dianalisis tentang gambaran subjek ironi verbal dalam kumpulan puisi A. Mustofa Bisri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur sindiran terhadap penguasa, pemuka agama, dan masyarakat kecil dalam kumpulan puisi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan struktural. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan puisi A. Mustofa Bisri, yakni Ohoi: Kumpulan Puisi Balsem, Pahlawan dan Tikus, Wekwekwek: Sajak-sajak Bumilangit, Negeri Daging, Aku Manusia, dan Gandrung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kumpulan puisi A. Mustofa Bisri dapat dikatakan subjek ironi verbal dalam sajak AMB mengambil subjek di sekitaran kita. Baik yang bersifat individual maupun sosial. Subjek yang bersifat individual, AMB menggunakan kata “aku” dan “kau”. Penggunaan kata “aku” sengaja digunakan oleh AMB sebagai bentuk introspeksi diri bahkan jika perlu, dilakukan proses kontemplasi sebagai manusia. Sedangkan kata “kau” digunakan sebagai sindiran secara halus hingga tajam yang kadang sampai pada makna sarkas kepada lawan bicaranya. Hal ini menegaskan bahwa AMB memang pantas disebut penulis sajak balsem.
Analisis Fungsi dalam Sastra Lisan Penamaan Desa Bantur Kecamatan Bantur Kabupaten Malang (Tinjauan Sastra Lisan) Syaifudin Zuhri; Moh. Ahsan Shohifur Rizal
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2140

Abstract

Penelitian mengenai penamaan tempat sangat menarik untuk dikaji. Hal ini karena pemberian nama tempat memiliki latar belakang cerita yang berbeda-beda. Penelitian mengenai nama tempat dapat memperluas pengetahuan sosial dan budaya. Pemberian nama desa Bantur tidak dapat dilepaskan dari unsur alam dan cerita masyarakat yang berkembang. Penamaan suatu tempat merupakan bentuk keterkaitan antara bahasa, budaya, dan pikiran. Penelitian ini berusaha mengkaji proses penamaan Desa Bantur dengan menemukan pola pemberiannama yang merefleksikan nilai dan keyakinan yang direfeksikan pada nama tempat tersebut. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa Sejarah penamaan desa Bantur dari segi histori dan Fungsi sejarah penamaan tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumen yang ditemukan. Permasalahan yang akan dijawab pada penelitian ini, yakni mendeskripsikan asal-usul nama desa Bantur. Setelah dilakukan analisis ditemukan simpulan bahwa asal- usul nama desa Bantur berasal dari cerita turun temurun sesepuh masyarakat sekitar. Penamaan Desa Bantur sangat berkaitan dengan sosok yang bernama Banturono, anak dari Kyai Radiman sang pembabat alas, murid Pangeran Diponegoro. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui Aspek Sosial, Budaya dan Agama dalam Folklor Penamaan Desa Bantur (2) Mendeskripsikan sejarah dan aspek sosial, budaya, dan Agama yang terdapat dalam penamaan Desa Bantur, (3) Menjelaskan fungsi sejarah penamaan desa Bantur, (4) Mendeskripsikan implementasi folklor sebagai bahan ajar Sastra Indonesia di Institut Agama Islam Al-Qolam Malang.
Sikap Bahasa Generasi Muda Etnis Sulawesi di Desa Balauring terhadap Bahasa Kedang Arman Dapubeang; Maria Rosalinda Talan; Lenny Nofriyani Adan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2272

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sikap bahasa generasi muda etnis Sulawesi di Desa Balauring terhadap bahasa Kedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran angket dan wawancara. Teknik angket mengacu pada skala Linkert karena dipandang tepat untuk mengukur sikap, sedangkan teknik wawancara digunakan untuk memperdalam data yang didapat dari penyebaran angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi lima aspek, yaitu (1) melakukan pengkodean terhadap angket yang terkumpul, (2) menghitung dan menganalisis skor pada angket dari keseluruhan responden untuk menentukan sikap bahasa generasi muda etnis Sulawei di Desa Balauring terhadap bahasa Kedang, (3) melalukan tabulasi terhadap data yang diperoleh dari responden di lapangan berdasarkan klasifikasi yang telah ditentukan agar mudah dipahami, (4) menghitung skala perbedaan pada cirri-ciri sikap bahasa generasi muda etnis Sulawei di Desa Balauring terhadap bahasa Kedang dengan rumus Anofa atau uji F, dan (5) menjelaskan sikap bahasa genegerasi muda etnis sulawesi di desa balauring terhadap bahasa kedang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa total pemerolehan skor sikap bahasa generasi muda keturunan etnis Sulawesi terhadap bahasa Kedang adalah 7.667. Skor tersebut masuk dalam rentang nilai 7.560 – 10.079 yang tergolong dalam sikap positif.
Tindak Tutur Ilokusi pada Podcast Najwa Shihab dan Maudy Ayunda serta Manfaatnya sebagai Modul Pidato Persuasif Emilia Laras Permata; Roni Nugraha
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2281

Abstract

Penggunaan bahasa sebagai media interaksi dilakukan dengan berbagai cara dengan memperhatikan aspek kebaikan yang akan diucapkannya. Proses interaksi menggunakan perilaku atau tindakan sebagai media penyampai informasi disebut dengan tindak tutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tintak tutur ilokusi pada tayangan Youtube pada Podcast Najwa Shihab bersama Maudy Ayunda. Tindak tutur ilokusi pada penelitian ini akan diklasifikasikan pada bentuk tindak tutur ilokusi berupa asertif, direktif, komisif, deklaratif, dan ekspresif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu dua video Podcast pada Youtube Catatan Najwa. Hasil penelitian menyatakan pada kedua video memiliki masing-masing 46 bentuk tindak tutur ilokusi sehingga data seluruhnya adalah 275 bentuk tindak tutur ilokusi meliputi tindak tutur bentuk asertif, direktif, komisif, deklaratif, dan ekspresif. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk tindak tutur yang muncul dipengaruhi oleh tema Podcast sehingga menentukan topik pembicaraan dan memunculkan makna serta arti tertentu tentang suatu hal dan dapat memiliki bentuk tindak tutur yang beragam.
Writing Anxiety For The Essay Writing Course At English Education Study Program Of UKI Toraja Nehru Pasoloran Pongsapan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i1.2358

Abstract

The aims of the research were the researcher wanted to find out what are the factors affecting the Caused Writing Anxiety for the Essay Writing Course at English Education Study Program of UKI Toraja and what is the most factor Caused Writing Anxiety for the Essay Writing Course at English Education Study Program of UKI Toraja. In analyzing the data of this research, the researcher employed quantitative method. The subjects of this research were the fifth semester students at English Education Study Program of UKI Toraja. There were 120 the fifth semester students of English education study program of UKI Toraja academic year 2021/2022. There were twenty one students as the samples in this research chosen by using purposive sampling technique The data of those research was collected by doing interview supported by questionaire through google form. The obtained data were analyzed by likert scale. The finding obtained from the analyses of the related data show that the students faced three factors that caused writing anxiety (communication apprehension, test anxiety, and fear of negative evaluation), and the most factor was communication apprehension.
An Analysis of Slang Language Used In English Students’ Interaction Nehru Pasoloran Pongsapan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2359

Abstract

The slang is one of the language variations recently used mostly in the English students’ daily interaction. The students use this language variation in various types and reasons. This paper reports the results of a qualitative study which is aimed at finding and exploring the types of the slang language and the reasons of using slang in students interaction. It is used as the method to describe the result of a process based on the category that has been determined. The data are collected from document analyses and close-ended questionnaires and are analyzed by using the interactive model of data analysis: data reduction, data display, and drawing conclusion/verification. The study finds that the types of the slang language used in the students’ interaction show various results in each type. The first highest result is the acronym (33 words or 39.75%). The second is clipping 23 words or 27.71%). The third is fresh and creative coining (16 words or 18.39%). The fourth is compounding (eight words or 9.19%). The lowest is imitation (five words or 5.74%). In relation to the reasons for the language slang use, seven reasons are found. The first reason is to enrich the language by inventing new words (Freq=15; 17.85%). The second reason is to induce friendliness (Freq=14; 16.70%). The third and fourth reasons are to be different and easing social intercourse (Freq=13; 15.47%). The fifth reason is to reduce seriousness of conversation (Freq=11; 13.09%. The sixth reason is to have fun (Freq=10; 11.90%. The last reason is to have delights in virtuosity (Freq=eight; 9.52%).
Analisis Wacana Positif Pidato Konsesi Agus Harimurti Yudhoyono Akhiruddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2454

Abstract

Sebagai bidang baru dalam Analisis Wacana, Analisis Wacana Positif (AWP) semakin menggugah perhatian para peneliti linguistik di dalam dan luar negeri. Namun, kajian terhadap pidato konsesi (Concession Speech) masih sangat terbatas. Para pemenang pemilihan umum (pemilu) selalu menarik perhatian publik dan pidato-pidatonya (misalnya pidato pelantikan gubernur) telah menjadi topik kajian linguistik yang hangat. Namun demikian, para calon yang kalah dalam pemilu selalu diabaikan oleh publik dan kajian tentang pidato konsesi sangat langka. Oleh karena itu, kajian makna pada tuturan pidato konsesi ini sangat membantu mengisi kesenjangan dalam analisis wacana tersebut. Penelitian ini menerapkan PDA (Positive Discourse Analysis) di bawah kerangka teori penilaian untuk menganalisis pidato konsesi dengan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Kajian ini bertujuan melengkapi CDA (Critical Discourse Analysis) untuk menekankan konstruksi sosial yang positif terhadap wacana politik.
Pemerolehan Leksikon Anak Usia 18–22 Bulan : (Studi Nizar Balin Ramadan) Soedarsono M; Akhiruddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2456

Abstract

Penelitian tentang pemerolehan bahasa pada anak penting dilakukan sebagai upaya pemahaman perihal proses dan pengaruh bahasa orang dewasa terhadap pemerolehan bahasa anak, sehingga dapat meminimalisasi kekeliruan orang dewasa atau selingkung dengan memantau secara langsung perkembangan pemerolehan bahasa anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pemerolehan leksikon pada anak usia 18—22 bulan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian longitudinal/cross-sectional, yakni observasional natural dan terkontrol. Data penelitian ini merupakan semua leksikon yang diujarkan oleh seorang anak berusia 18—22 bulan bernama Nizar Balin Ramadan. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Dardjowidjojo karena kemiripan masalah dengan hal yang menjadi objek penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak usia 18—22 bulan sudah mampu mengujarkan leksikon yang sesuai dengan referen ujaran yang dimaksud.
The Persuasive speech in business advertorial discourse Anastasia Baan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2592

Abstract

The study outlined in this article aimed to describe the language used in the advertisements discourse in the online daily news. This study analyzed the persuasive language used in the business advertorial which includes the choice of language forms and persuasion techniques in advertorial discourses that have persuasive power. The study was designed using a qualitative approach. The data source was the business advertorials text contained in online news media. Data of the study is in the form of words and sentences that are considered to have persuasive power in influencing the targeted audience. By applying content analysis, this study produced findings on language characteristics and persuasive techniques found in business advertorial discourses. The persuasive language forms in the advertorial discourses were represented in the choice of words and expressions. The persuasive words illustrated profits, self-image, heart responses. The style of words was hyperbolic, metaphorical, and language prestige. The expressions in the advertorial discourses have the meaning of suggestions for prospective customers, demeaning other products, emphasizing self-confidence, emphasizing product competition, giving evidence of product trust, and expressions to invite action. The words and expressions were chosen according to the context and product advertised to emphasize the emotional meaning of the ad reader. The persuasion techniques were used to achieve a number of changes, such as changing the knowledge, attitudes, and behavior of the readers.
Code Switching Used by Teacher in Teaching English at SMP Negeri 3 Palopo Cindy Clarissa Aris; Sri Damayanti S.; Reski Yusrini Islamiah Yunus
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/xn313a61

Abstract

This study examined the types of code switching used by an English teacher and the reasons the teacher applied code switching in teaching English at SMP Negeri 3 Palopo. Using a descriptive qualitative design, the data were collected in August 2022 through classroom observation, video recording, and a structured interview with the eighth-grade English teacher. The observation was conducted in three classes for three 60-minute meetings, and the data were transcribed, reduced, classified, and interpreted based on Poplack's typology of code switching. The findings showed that intra-sentential switching was the most dominant type with 81 occurrences, followed by inter-sentential switching with 41 occurrences and tag switching with 12 occurrences. The teacher used code switching to clarify classroom instructions, explain vocabulary and grammar, reduce students' confusion, and help students understand learning tasks. The study concludes that code switching functions as a pedagogical strategy for facilitating English learning, particularly in junior high school contexts where students' English proficiency is still developing.